cover
Contact Name
JURNAL PERTANIAN
Contact Email
jp.lppm@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp.lppm@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN
ISSN : 20874936     EISSN : 25500244     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pertanian yang diterbitkan sejak tahun 2010 ini merupakan penyempurnaan dari Buletin Penelitian UNIDA yang terbit sejak tahun 2004. Redaksi menerima naskah dengan ketentuan sesuai dengan Panduan bagi Penulis. Penulis dapat mengirimkan naskahnya dengan register atau mengirimkan e-mail ke jsh.lppm@unida.ac.id dan menyertakan Surat Pernyataan Orisinalitas dan Pemindahan Hak Cipta yang ditandatangani oleh semua penulis (materai 6000).
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
PENGGUNAAN KADAR PROTEIN RANSUM YANG BERBEDA TERHADAP PERFORMA AYAM JANTAN PETELUR ESetiyono, DedenSudrajat
JURNAL PERTANIAN Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.47 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i2.35

Abstract

Usaha peternakan ayam masih merupakan usaha yang efisien dalam menghasilkan protein. Proteindibutuhkan untuk pertumbuhan, pembentukan enzim, dan antibodi dalam tubuh. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pemberian pakan dengan protein berbedaterhadap performa pertumbuhan ayam jantan petelur. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 05Maret 2015 sampai dengan 10 Mei 2015 di kandang yang berlokasi Kampung Palasari RT 01 RW 06Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Ayam yang digunakan untuk penelitian berjumlah90 ekor DOC jantan Layer strain Lohman Brown, dengan berat badan rata-rata 38 gram, pakan ayamdengan kandungan protein kasar 21%, 18%, dan 23%. Ransum yang digunakan produksi dari PT. JapfaComfeed Indonesia Tbk yaitu BR 1 dengan protein kasar 21%, Par S yang protein kasarnya 18%, danBBR dengan protein kasar 23%. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan yang akan dianalisis dengan sidik ragam dan uji lanjut Duncan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum protein yang berbeda tidak berpengaruh terhadapkonsumsi pakan, FCR, mortalitas, dan indeks produksi. Ransum dengan protein kasar 18% bisamenggantikan protein kontrol (protein kasar 21%).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS SAYURAN DETERMINANT FACTORS OF VEGETABLE PRODUCTIVITY Rachmina, Dwi
JURNAL PERTANIAN Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.645 KB) | DOI: 10.30997/jp.v3i1.588

Abstract

Produktivitas faktor total (TFP) memiliki peranan penting dalam meningkatkan produksi sayuran.Banyak faktor yang mempengaruhi TFP. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis faktor-faktoryang mempengaruhi TFP pada usahatani sayuran. Tujuan penelitian ini yaitu mengukur TFP danmenganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi TFP pada usahatani sayuran. Penelitian dilakukanditingkat usahatani di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, dengan jumlah sampel 76 yangtersebar di enam desa sentra produksi sayuran yang memiliki kondisi infrastruktur yang berbedabeda.Produktivitas (TFP) usahatani sayuran bervariasi antara 0,71 – 3,14 dengan rata-rata 1,43.Variasi TFP tersebut sangat responsif terhadap perubahan indeks diversifikasi tanaman. Pendidikanpetani dan luas lahan yang diusahakan, dan akses ke pasar input berpengaruh positif siginifikandengan elastisitas yang relatif kecil. Pengaruh positif teknologi konservasi dan infrastruktur irigasikurang kuat. Sementara teknologi benih justru ada indikasi dapat menurunkan TFP, tetapipengaruhnya tidak nyata.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI KOMPOS SAPI DAN FERTIMIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA KULTIVAR TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) DALAM SISTEM HIDROPONIK RAKIT APUNG EtyRosa, SjarifAvitijadiAdimihardja
JURNAL PERTANIAN Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.759 KB) | DOI: 10.30997/jp.v4i1.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi larutan kompos sapi dan fertimix terhadap pertumbuhan dan produksi dua kultivar tanaman selada (Lactuca sativa L.) pada sistem hidroponik rakit apung. Faktor pertama adalah kultivar selada yang terdiri atas kultivar New Grand Rapid dan Chia Thai Seed. Faktor kedua adalah kombinasi larutan kompos sapi 0 ppm dan Fertimix 2000 ppm sebagai kontrol, larutan kompos sapi 500 ppm + larutan Fertimix 1500 ppm, larutan kompos sapi 1000 ppm + larutan nutrisi Fertimix 1000 ppm, larutan kompos sapi 1500 ppm + larutan nutrisi Fertimix 500 ppm, dan larutan kompos sapi 2000 ppm + larutan Fertimix 0 ppm. Pemberian kombinasi kompos sapi dan larutan Fertimix berpengaruh menurunkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot basah pucuk, dan bobot kering akar. Kultivar Chia Thai Seed dan New Grand Rapid tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot basah, dan kering pucuk, akar maupun brangkasan. Pemberian kombinasi larutan kompos sapi 0 ppm + larutan Fertimix 2000 ppm dengan kultivar selada berpengaruh pada tinggi tanaman, bobot basah akar dan bobot basah brangkasan, serta bobot kering pucuk dan bobot kering brangkasan.
FORMULASI KERUPUK DENGAN PENAMBAHAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) FORMULATION CRACKERS WITH ADDITION OF MORINGA LEAVES (Moringa LiaAmalia, DaniRuchdiansyah
JURNAL PERTANIAN Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.097 KB) | DOI: 10.30997/jp.v7i2.23

Abstract

Makanan ringan didefinisikan sebagai makanan yang dikonsumsi antara waktu makan regular.Kerupuk merupakan contoh makanan ringan yang tergolong dalam salted foods dengankarakter flavor dominan adalah asin dan gurih. Produk tersebut merupakan makanan ringanyang umumnya dikonsumsi di Indonesia, bahkan menjadi lauk-pauk. Tujuan dari penelitian iniyaitu memanfaatkan daun kelor sebagai sumber protein pada pembuatan kerupuk. Pembuatankerupuk terdiri dari tahap persiapan yaitu tahap pembuatan tepung daun kelor danpembuatan ekstrak daun kelor, setelah mendapatkan tepung dan ekstrak daun kelordilanjutkan ke penelitian utama. Penelitian pertama adalah dengan penambahan tepung padakerupuk dengan perlakuan A1(10%), A2(20%), dan A3(30%). Selanjutnya, dilakukan uji mutusensori dan uji hedonik. Pada penambahan ekstrak daun kelor, penambahan ekstrak daunkelor pada perlakuan B1(5%), B2(10%), B3(30%), selanjutnya dilakukan uji mutu sensori danuji hedonik dengan parameter aroma, rasa, tekstur, dan warna. Pada penambahan tepung daunkelor yang terpilih, pada perlakuan A1(tepung daun kelor 10%) kerupuk tersebut mengandungkadar air sebesar 2,56%, kadar protein 5,19%, kadar lemak sebesar 23,27, dan daya kembang174,92%. Pada penambahan ekstrak daun kelor perlakuan terpilih yaitu B2(ekstrak daun kelor5%) dan kerupuk tersebut mengandung kadar air sebesar 3,68%, kadar protein sebesar 6%,kadar lemak 19,67%, dan daya kembang 157,32%.Kata kunci: daun kelor, kerupuk, makanan ringan
Influence Of Egg Shape And Egg Weight On Characteristic Of Quilted Egg (Coturnix Coturnix Japonica) Rozi, Ahmad Fahrul; Sudrajat, Deden; Anggraeni, Anggraeni
JURNAL PERTANIAN Vol 9, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.772 KB) | DOI: 10.30997/jp.v9i1.1154

Abstract

Research on Influence of Egg Shape and Egg Weight on Characteristic of  Quilted Egg (Coturnix coturnix japonica) has been done for one month, this research aim to know the influence of egg shape and egg weight to fertility, hatchability,  hatching weight, and sex in bird Quail and can select good egg weight to hatch. This study used quail eggs (Coturnix coturnix japonica), as many as 216 grains divided into two groups. Each is a group with an egg shape (pointed, semi-pointed, and round) and group with egg weight (mild, moderate, and severe). The hatching machine used is semi-automatic hatching machine, before the egg is inserted into the hatching machine is done selection that includes egg shape and egg weight, egg shape selection is done by measuring the width and length of eggs using sliding and egg weight is done by weighing the eggs with scales digital. The first factor is egg form with three levels, A1 (egg taper = 75 - 78,12%), A2 (semi-pointed egg = 79,59 - 82,11%), and A3 (round = 82,78 - 86,76 %). While the second factor is the egg weight of three levels namely B1 (light weight = 9 - 10 grams), B2 (Medium weight = 11-12 grams) and B3 (Weight = 13-14 grams). Of the 2 factors with three levels were obtained 9 treatment combinations of each treatment repeated 4 times, each repetition consisted of 6 grains. The experimental design used was Completely Randomized Design (RAL) 3 x 3 factorial pattern for fertility variables, hatchability, hatching weight and percentage of male sex. The results showed that the eggs did not give a significant effect on fertility, hatchability, hatching and sex weights, whereas for egg weight only had a significant effect on hatch and percentage of male sex.
PROFIL DARAH DOMBA EKOR TIPIS (Ovis aries) YANG DIBERI RANSUM FERMENTASI ISI RUMEN SAPI BLOOD PROFILE IN THIN TAIL SHEEP (Ovis aries) FED RATIONS CONTAINING FERMENTED CATTLE RUMEN CONTENTS MuhammadNossafadli, RistikaHandarini
JURNAL PERTANIAN Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.122 KB) | DOI: 10.30997/jp.v5i2.49

Abstract

Pemberian pakan selain hijauan memungkinkan terjadinya perubahan fisiologis ternak. Penelitian inibertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pakan pengganti hijauan berupa fermentasi isi rumensapi terhadap eritrosit, leukosit, hemoglobin, hematokrit, dan diferensiasi leukosit darah domba.Domba yang digunakan dalam penelitian berjumlah 12 ekor domba ekor tipis jantan berumur sekitar4–6 bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap: 4 perlakuan dan 3 ulangan uji lanjutmenggunakan uji Duncan. Perlakuan yang diberikan adalah R0 (pakan rumput lapang 100%), R1(fermentasi isi rumen 50% + rumput lapang 50%), R2 (fermentasi isi rumen 75% + rumput lapang25%), R3 (fermentasi isi rumen 85% + rumput lapang 15%). Fermentasi isi rumen berupa isi rumensapi, dedak padi, molases dan urea. Parameter yang diamati adalah kadar eritrosit, leukosit,hemoglobin, hematokrit, dan diferensiasi leukosit. Hasil penelitian menunjukkan kadar eritrosit,leukosit, hematokrit, dan diferensiasi leukosit tidak berpengaruh nyata (P>0,05), akan tetapi kadarhemoglobin menunjukkan berbeda nyata (P<0,05) pada perlakuan R3 (85% IRS + 15% rumputlapangan) yaitu 13,24 g/dl. Kesimpulan penelitian menunjukkan pemberian ransum fermentasi isirumen sapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap jumlah eritrosit, leukosit, hematokrit domba,dan diferensiasi leukosit (eosofil, netrofil, basofil, monosit, dan limfosit) darah, kecuali jumlahhemoglobin menunjukkan pengaruh nyata dengan pemberian 85% fermentasi isi rumen sapi. Isi rumensapi (IRS) dapat digunakan sebagai pakan pengganti hijauan pada musim kemarau tanpa memengaruhikondisi fisiologis darahnya.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI SAPI POTONG Parlindungan, Muhammad Dapot; Yoesdiarti, Arti; Miftah, Himmatul
JURNAL PERTANIAN Vol 8, No 2 (2017): OCTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.459 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i2.1057

Abstract

Analisis kelayakan peningkatan kapasitas produksi sapi potong ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial peningkatan usaha yang akan dilakukan oleh CV Lembu Mas. CV Lembu Mas bertujuan untuk meningkatkan usaha penggemukan sapinya dari 31 ekor per tahun menjadi 501 ekor per tahun. Penelitian dilaksanakan di  CV Lembu Mas (Kelurahan Kedaung Kecamatan Sawangan Kota Depok Jawa Barat) mulai dari September sampai dengan November  2016.  Analisis finansial dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha yaitu besar manfaat (benefit) dan besar biaya dalam usaha ini, yang dianalisis menggunakan analisis finansial, yang terdiri dari struktur biaya dan analisis cashflow dengan kriteria NPV, Payback period. Hasil NPV yang diperoleh NPV > 0 = 789.314.098. Kriteria Laba-Rugi peningkatan kapasitas produksi memperoleh keuntungan pada tahun pertama sebesar Rp 128.440.450, tahun kedua sampai tahun kelima memperoleh keuntungan  sebesar : Rp 209.408.450. Kriteria R/C Ratio diperoleh 1,1 pada tahun petama dan 1,2 pada tahun kedua sampai tahun kelima. Berdasarkan kriteria payback period yang diperoleh lebih cepat dari umur bisnis, yaitu 1 tahun 11 bulan. Berdasarkan aspek finansial, peningkatan kapasitas produksi dikatakan layak untuk dijalankan.KATA KUNCI: analisis kelayakan, sapi potong, pengembangan usaha.  FINANCIAL FEASIBILITY STUDY OF BEEF PRODUCTION CAPACITY EXPANSION ABSTRACTThis study was aimed to analyze the feasibility of production expansion of beef at CV Lembu Mas, Depok. CV Lembu Mas intended to expand their beef production, from 31 beef to 51 beef. The study was conducted at CV Lembu Mas from September to November 2016. Financial analysis was done to assess the benefit and the cost in this business and consisted of  cost structure and cash flow analyzes using NPV and Payback Period parameters. Results showed that the NPV was NPV > 0 = Rp 789.314.098.  With profit-loss parameter, it was shown that the first year profit was Rp 128.440.450 and in year 2 to 5, the profit was Rp 209.408.450,-.  The R/ C ratios were 1.1 in the first year and 1.2 in year 2 to 5.  Payback period was 1 year 11 months, shorter than the age of the business.  Based on the results of financial and non financial analyzes, it was concluded that the expansion of production capacity was feasible.  
RESPONS VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.) TERHADAP PUPUK BERZEOLIT Efendi, Muhammad Ratib; Rahayu, Arifah; Kardaya, Dede
JURNAL PERTANIAN Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.73 KB) | DOI: 10.30997/jp.v7i2.561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan kombinasi zeolit dengan berbagai pupuk terhadap pertumbuhan dan produksi jagung semi. Penelitian ini dilaksanakan bulan Mei 2013 sampai September 2013 di Kebun Percobaan Agroteknologi Universitas Djuanda Bogor, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah varietas jagung yang terdiri dari dua taraf yaitu Jambore dan Golden Sweet. Faktor kedua adalah pupuk berzeolit yang terdiri dari enam taraf (urea 3 g/tanaman, zeolit berurea 8 g/tanaman, pupuk kandang 43 g/tanaman, pupuk kandang 43 g/tanaman + zeolit 8 g/tanaman, zeolit 8 g/tanaman, zeolit 8 g/tanaman + urea 3 g/tanaman). Pertumbuhan dan produksi Jambore lebih baik dibanding Golden Sweet. Pemberian zeolit+urea nyata meningkatkan semua peubah kecuali pada jumlah daun umur 3 dan 7 MST. Sementara itu, tanaman yang diberi perlakuan pupuk kandang +zeolit memiliki jumlah daun lebih banyak dibandingkan dengan yang diberi kombinasi pupuk lain. Tanaman yang diberi zeolit+urea memiliki pertumbuhan dan produksi lebih baik dibandingkan dengan yang diberi perlakuan lain kecuali pada pupuk kandang +zeolit.
PENGARUH UMUR BIBIT DAN JUMLAH BIBIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PANEN PADI SAWAH (Oryza sativa) VARIETAS CIHERANG Marlina, Marlina; Setyono, Setyono; Mulyaningsih, Yanyan
JURNAL PERTANIAN Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.857 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i1.638

Abstract

Padi adalah sumber makanan pokok bangsa Indonesia. Umur bibit dan jumlah bibit per titik tanam merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan untuk efisiensi budidaya padi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh umur bibit dan jumlah bibit per titik tanam terhadap produksi padi sawah varietas Ciherang. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakuan berpola faktorial. Faktor umur bibit terdiri atas 2 taraf, yaitu umur 15 hari dan 20 hari, sedangkan faktor jumlah bibit per titik tanam terdiri atas 5 taraf, yaitu 1, 2, 3, 4, dan 5 bibit per titik tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum produksi padi tidak dipengaruhi oleh umur bibit dan banyaknya bibit per titik tanam. Oleh sebab itu untuk efisiensi disarankan menggunakan bibit berumur 15 hari dengan satu bibit per titik tanam.KATA KUNCI: padi, umur bibit, jumlah bibit, produksi padiEFFECT OF AGE OF SEEDS AND NUMBER OF SEEDS PER POINT OF PLANTING ON THE GROWTH AND PRODUCTION OF RICE (Oryza sativa) CIHERANGABSTRACTRice is the staple food of Indonesia. Age of seeds and number of seeds per point of planting is one of the factors that need to be considered for rice cultivation efficiency. This study aims to determine the effect of age of seeds and the number of seeds per point of planting against Ciherang rice production. Experiments using a randomized block design with factorial treatment. The age of seedlings consists of two levels, namely the age of 15 days and 20 days after seedling, while the number of seeds per point of planting consists of 5 levels, namely 1, 2, 3, 4, and 5 seeds per point of planting. The results showed that the overall rice production was not affected by age of seeds and number of seeds per point of planting. Therefore, for the rice cultivation efficiency, it is suggested to use age of 15 days old seedlings with one seed per point of planting.
KINETIKA PENURUNAN ASAM LEMAK TIDAK JENUH GANDA PADA OLAHAN TELUR DAN IKAN Komari, Komari
JURNAL PERTANIAN Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v1i1.551

Abstract

Long chain omega-3 fatty acids such as Eicosapentaenoic acid (EPA) and Docosahexaenoic (DHA), were very important for brain development, immunity, retina and growth of child. One of natural source of these faty acids is fish which has been processed into variety food such as abon. The other source is modifying hen egg which potentially to be added into many kind of food after processed as egg flour. This research examine the effect of processing and storage of abon and eggs flour. The methode of this research was one-group pre post test (minimal control) and the date was prepared in tabulation. Processing in to abon ikan make EPA lost for 10,63% and DHA 7,63%. This product was acceptable, but the stability of the fatty acids were low, EPA lost 43,8% and DHA lost by 52,4% for 4 months. The eggs prepared by our lab contained 2,5% omega-3 fatty acid. To make egg yolk flour was used Spray Drying process. This process make EPA lost 43,94% and DHA 6,20%. After storing for 4 months, egg yolk flour was very stabile. Because of these reason, these products can be used to supplement fatty acids in daily diet. Eggs flour can be used in any food product to supply omega-3 fatty acid for the risk group.

Page 9 of 32 | Total Record : 313