cover
Contact Name
JURNAL SOSIAL HUMANIORA
Contact Email
jsh.lppm@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsh.lppm@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosial Humaniora
ISSN : 20874928     EISSN : 25500236     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Sosial Humaniora (JSH) mendorong pengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang sosial humaniora melalui penerbitan karya ilmiah berbasis hasil penelitian (orisinal).
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
PEMETAAN FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI PERILAKU BABY SMOKER DI SUKABUMI Erisa Septiyani; Lusi Kusherawati; Dhea Puspitasari; Billyardi Ramdhan
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 10 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.697 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v10i2.1843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor dominan yangmempengaruhi perilaku baby smoker di Sukabumi. Pada tahun 2017Indonesia dinobatkan sebagai negara “baby smoker”. Hal ini merupakansalah satu hal yang memalukan bagi Indonesia, sehingga perilaku tersebutharus dicegah dan diputuskan. Metode penelitian yang digunakan dalampenelitian ini merupakan metode studi kasus dengan teknik pengambilandata berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitimenggunakan lima respon yang diwawancarai untuk membandingkanbeberapa pernyataan dari responden tersebut. Hasil dalam penelitian yaituditemukan beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku baby smoker,diantaranya faktor lingkungan yang terdiri dari lingkungan keluarga danlingkungan masyarakat, agama dan pendidikan. Hasil analisis faktor-faktor kemudian dilakukan kategorisasi dan dipetakan faktor dominanyang mempengaruhi perilakunya. Dari hasil analisis, ditemukan faktoryang dominan mempengaruhi perilaku baby smoker adalah lingkungankeluarga dan masyarakat. Namun, faktor terbesar adalah keluarga yangberasal dari pola asuh dan bimbingan keluarga itu sendiri ketika anakmemasuki meniru anak. Kesimpulannya, pemetaan faktor dominan yangmempengaruhi perilaku baby smoker di Sukabumi dipengaruhi oleh polaasuh dan pengawasan orang tua yang kurang baik, sehingga anak akanmeniru perilaku yang dilihat disekitarnya.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG PADA FASILITAS PELAYANAN BUS TRANSJAKARTA BERBASIS STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) MA Arifin; Dwi Gemina; Endang Silaningsih
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 6 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.583 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v6i2.505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja PT. Transjakarta melalui analisis tingkat kepuasan penumpang pada fasilitas pelayanan berbasis standar pelayanan minimal (SPM). Sampel yang diambil adalah penumpang bus transjakarta berjumlah 100 responden. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, kemudian diuji dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data menggunakan model sikap fishbein, important performance analysis (IPA), dan customer satisfaction index (CSI). Hasil uji validitas dan uji reliabilitas menunjukkan bahwa 43 butir pernyataan kepada responden dinyatakan valid dan reliabel. Dari hasil analisis model sikap fishbein, kinerja PT. Transjakarta menunjukkan kategori baik 40,34 dan kategori sangat baik 59,20. Berdasarkan important performance analysis (IPA) dan penerapan strategi PT. Transjakarta memiliki 14 atribut yang harus diprioritaskan dan sembilan atribut yang sudah sesuai dengan harapan penumpang, serta kepuasan penumpang customer satisfaction index (CSI) PT. Transjakarta termasuk kategori satisfied (puas) dengan nilai 74%.
PERAN KOMUNIKASI DALAM MENJAGA KEARIFAN LOKAL (STUDI KASUS SASI DI DESA OHOIDER TAWUN, KABUPATEN MALUKU TENGGARA) Alialamsyah Kusumadinata
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.485 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v6i1.496

Abstract

Konsep kearifan lokal merupakan perwujudan dari daya tahan dan daya tumbuh yang dimanifestasikan melalui pandangan hidup, pengetahuan, dan berbagai strategi kehidupan berupa aktivitas yang dilakukan masyarakat lokal untuk menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan hidup sekaligus memelihara kebudayaan. Kearifan lokal masyarakat Maluku yaitu sasi sebagai modal sosial merupakan jawaban untuk bertahan, menumbuhkan secara berkelanjutan kebudayaan yang didukungnya, dan menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, peran komunikasi menjadi penting dalam merumuskan keberadaan kearifan lokal terutama sasi yang merupakan modal sosial dalam mewujudkan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan dengan baik. 
PELAKSANAAN TATA KEARSIPAN DI KANTOR ARSIP DAN PERPUSTAKAAN DAERAH KOTA BOGOR Zelvi Zonita; Ginung Pratidina; MY Seran
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.942 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v5i1.526

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan kearsipan, mengukurpelaksanaan kearsipan pada masing-masing tahapan, serta mengidentifikasikan kendala-kendalayang dihadapi dan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Kantor Arsip dan Perpustakaan DaerahKota Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bertujuanuntuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuatperbandingan, atau menghubungkan antara variabel satu dengan variabel yang lain. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dan studi lapangan. Populasi dalampenelitian ini sebanyak 30 orang. Pada penelitian ini sampel yang diambil merupakan keseluruhanpopulasi yaitu sebanyak 30 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuhyaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Dari hasilrekapitulasi untuk semua indikator yang diteliti diperoleh nilai rata-rata sebesar 2,67 yang masukdalam kategori baik. Indikator-indikator yang berhubungan dengan pengelolaan arsip aktif memilikinilai yang baik bahkan beberapa sangat baik, namun untuk indikator-indikator yang berhubungandengan pengelolaan arsip in-aktif rata-rata memiliki nilai yang tidak baik. Salah satu faktor utamaadalah belum optimalnya pemanfaatan Depo Arsip sebagai tempat penyimpanan arsip in-aktifdikarenakan Depo Arsip baru selesai dibangun Tahun 2014. Diharapkan dengan adanya Depo Arsipproses pengelolaan arsip in-aktif dapat ditingkatkan.
MODEL PENINGKATAN KINERJA SUMBER DAYA APARATUR DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH KOTA BOGOR irma purnamasari; Euis Salbiah
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 6 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.613 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v6i2.501

Abstract

Saat ini terdapat kecenderungan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) di hampir semua instansi pemerintah baik pusat maupun daerah memiliki tingkat kinerja yang rendah. Seperti yang dijelaskan dalam  Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi bahwa masalah utama SDM aparatur negara adalah alokasi dalam hal kuantitas, kualitas, dan distribusi PNS menurut teritorial (daerah) tidak seimbang, serta tingkat produktivitas PNS masih rendah. Analisis data menggunakan interactive model analysis dari Miles dan Huberman (1992) agar lebih bermakna dan mudah dipahami. Berdasarkan hasil penelitian kinerja sumber daya aparatur di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Bogor berkriteria penilaian sedang, hal ini dilihat berdasarkan: (a) kondisi eksisting kinerja pegawai di lingkungan pemerintahan kota bogor, dengan indikator hasil penilaian dp3, kehadiran apel pagi dan kehadiran kerja, penyelesaian pekerjaan serta profesionalisme pegawai; (b) masih terdapat ketidaksesuaian tugas PNS dengan kompetensi yang dimiliki; (c) program diklat dinilai belum efektif untuk meningkatkan kinerja pegawai, hal ini dapat dilihat dari program diklat yang diselenggarakan belum sesuai dengan kebutuhan pengembangan pegawai di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). 
PERSPEKTIF ILMIAH DAN KEYAKINAN TERHADAP EVOLUSI MAHASISWA BIOLOGI DI UNIVERSITAS BERBASIS AGAMA Helmi Suwarjono; Nuryani Yogipratama Rustaman; Fransisca Sudargo; Tofik Hidayat
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 10 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.548 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v10i2.1874

Abstract

Evolusi merupakan kata kunci yang sangat krusial untuk dibahas dalam kaitannya dengan keyakinan di berbagai agama. Di Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia evolusi adalah isu yang cukup sensitif dan kontroversi. Penelitian ini melakukan studi terhadap pandangan mahasiswa di universitas berbasis Islam terhadap konsep evolusi. Penelitian ini menggunakan metodologi studi kasus dengan informan kunci adalah 33 mahasiswa jurusan biologi serta 1 orang dosen sebagai informan tambahan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagian besar responden mempercayai evolusi sebagai asal usul keberagaman makhluk hidup, namun menentang teori tentang asal usul kehidupan terutama konsep “common ancestor”. Temuan yang paling mengejutkan dalam penelitian ini adalah meskipun mereka tidak percayai beberapa bagian dari teori evolusi, mereka menyatakan akan tetap mengajarkannya ketika telah menjadi guru.
KEMAMPUAN PENILAIAN OTENTIK GURU SEKOLAH DASAR Hasan Bisri; Muhammad Ichsan
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.442 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v7i2.492

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi perubahan paradigma dalam sistem penilaian pendidikan yang menggunakan model penilaian otentik. Penilaian otentik pada satu sisi bermanfaat untuk melihat perkembangan kemajuan siswa dalam belajar, namun pada sisi lain guru kesulitan untuk melaksanakannya. Oleh sebab itu, diperlukan upaya penelitian yang dapat memberikan informasi yang menyeluruh dan berdampak bagi pelaksanaan penilaian otentik di sekolah dasar. Penelitian bertujuan untuk (1) menyediakan data hasil analisis tingkat pemahaman dan kemampuan guru tentang penilaian otentik; (2) menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan penilaian otentik oleh guru; (3) menyediakan prosedur dan instrumen penilaian otentik teknik tes maupun nontes yang dapat digunakan oleh guru. Penelitian menggunakan pendekatan campuran kualitatif dan kuantitatif jenis survei deskriptif. Analisis dan interpretasi data dilakukan dengan teknik umum penelitian kualitatif empat tahap. Proses interpretasi setelah tahap pemeriksaan keabsahan data dilakukan secara analisis induktif. Hasil penelitian memperlihatkan: 1) ketepatan guru menyusun instrumen tes dengan rata-rata 34,8% dan tidak ada yang tepat dalam penyusunan instrumen nontes, kisi-kisi instrumen tes formatif hanya memuat 39,8% dari komponen yang seharusnya, sekitar 50,8% guru mengalami kesulitan membuat soal berbasis konteks; 2) jumlah guru yang membuat kisi-kisi hanya 28,3%. Penilaian performansi pengetahuan, praktik, dan sikap belum dirumuskan ke dalam perilaku-perilaku spesifik; 3) penilaiannya juga belum memperlihatkan konteks yang diharapkan dari pengetahuan, praktik, dan sikap yang dinilai; 4) Prosedur penilaian performansi secara umum terdiri dari: a) penentuan tujuan penilaian, b) penentuan objek yang dinilai dan konteks, c) perumusan indikator, d) pembuatan rubrik, e) observasi, dan f) penskoran.
HUBUNGAN KERJA ANTARA JURAGAN DAN ANAK BAGAN DALAM KEHIDUPAN NELAYAN Sri Haryati Putri
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 11 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.025 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v11i1.2012

Abstract

Secara kasat mata, profesi nelayan dianggap sebagai kualifikasi masyarakat miskin, karena didera keterbatasan dibidang kualitas sumber daya manusia, akses, penguasaan teknologi, pasar dan modal. Ternyata, tidak semua nelayan dikategorikan dengan kehidupan terbelakang. Juragan sebagai pemodal bertindak sebagai induk semang hidup berkecukupan dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Penulisan ini menggunakan metode penulisan sejarah yang bertujuan untuk mengungkapkan sisi lain dari kehidupan nelayan, terutama nelayan buruh yang hanya bermodalkan tenaga beserta alat pancing sederhana, hanya menggantungkan penghidupannya pada seorang juragan selaku pemilik bagan. Maka, terjadilah relasi patron-klien antara juragan dan anak bagan. Sisi lain mengungkapkan bahwa hubungan antara juragan dan anak bagan mengandung unsur eksploitasi dan dominasi. Tetapi, pola hubungan patron-klien lebih halus dan tak terlihat. Klien (anak bagan) tidak merasa adanya eksploitasi tersebut, karena pemberian bantuan berupa hutang dari juragan jauh lebih besar dan berlangsung intensif serta dalam jangka panjang.
PENGARUH JUMLAH ANGGOTA, TOTAL ASET, MODAL SENDIRI, DAN MODAL PINJAMAN TERHADAP SHU PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA BOGOR Tini Kartini
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 11 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.651 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v11i1.2350

Abstract

Keberhasilan perkembangan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) secara umum didukung oleh aktivitas pengelolaan yang melibatkan anggota, pengurus, dan pengawas. Hal inilah yang dapat memacu pertumbuhan jumlah anggota, total aset, modal sendiri, dan modal pinjaman. Perkembangan dan pertumbuhan tersebut, diharapkan searah dengan membaiknya kinerja koperasi yang nampak pada pertumbuhan profitabilitas sehingga ikut mempengaruhi kebijakan Sisa Hasil Usaha (SHU). Penelitian ini bertujuan 1) untuk menganalisis perkembangan jumlah anggota, total aset, modal sendiri, dan modal pinjaman, serta kebijakan SHU pada KSP di Kota Bogor; 2) untuk menguji pengaruh jumlah anggota, total aset, modal sendiri, dan modal pinjaman terhadap kebijakan SHU secara simultan pada KSP di Kota Bogor; 3) untuk menguji pengaruh jumlah anggota, total aset, modal sendiri, dan modal pinjaman terhadap kebijakan SHU secara parsial pada KSP di Kota Bogor; 4) untuk mendesain strategi dan kebijakan KSP di Kota Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dan kualittaif dengan pendekatan metode deskriptif dan verifikatif. Populasi sebanyak 21 unit KSP. Sedangkan, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling di mana sampel diambil dengan kriteria tertentu. KSP yang memenuhi kriteria diperoleh sebanyak 6 unit KSP. Teknik analisis menggunakan regresi linier berganda dan didukung informasi kualitatif melalui wawancara dengan teknik in depth interview. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian hipotesis secara simultan dengan menggunakan uji F dan secara parsial menggunakan uji t dengan tingkat probabilitas sebesar 5 persen (0,05). Hasil penelitian uji F menerangkan bahwa jumlah anggota, total aset, modal sendiri, dan modal pinjaman secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap SHU pada KSP di Kota Bogor. Hasil uji t menunjukkan bahwa jumlah anggota, total aset, dan modal sendiri berpengaruh positif dan signifikan terhadap SHU. Sebaliknya, modal pinjaman tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap SHU pada KSP di Kota Bogor.  
FENOMENA PERKAWINAN SUKU PEDALAMAN MENYOROTI PRAKTEK BUDAYA DAN GENDER DALAM TRADISI SUKU BADUY Dudi Badruzaman
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 11 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v11i1.2038

Abstract

The Baduy community with the concept of being left behind, isolated, and uncivilized (uncivilized), as well as life wrapped up by traditional elements, always refers to adat beliefs in their actions and behaviors every day, namely the presence of karuhun teachings, which they always hold fast, Wrong one concrete proof of this is exemplified by the Baduy people who translate the form of affection through marriage rituals. The purpose of this study was to determine the marriage ceremony of the Baduy tribe, which took place, as well as to know the theological assumptions and theological meaning of the Baduy community about the practice of marriage in the Sundanese Wiwitan religious tradition. The collection process is carried out through interview, observation and documentation techniques. The results and conclusions of this study that the Baduy people consider that the marriage ritual is an obligation mandated by the karuhun. First, the ritual is only done once in a lifetime. Second, the Baduy customary rules advocate not polygamy. Third, the marriage procedures practiced by the Baduy community are an important point of the Baduy customary rules. In Baduy community life, the position of women and men is balanced Compliance is the key to harmony and integrity of the Baduy community in living life in the world.