cover
Contact Name
I Putu Mas Dewantara
Contact Email
mas.dewantara@gmail.com
Phone
+6281805381503
Journal Mail Official
mas.dewantara@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora (JPPSH)
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora (JPPSH) is a journal that uses a double-blind peer review model that can be accessed online. The purpose of JPPSH is to publish a journal containing quality articles that will be able to contribute thoughts from a theoretical and empirical perspective for technological and educational advancement. The writings at JISH will significantly contribute to critical thinking in the scientific fields in general, particularly in the area of Social Sciences and Humanities.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober" : 6 Documents clear
Upaya Preventif Konflik Sosial dengan Pengembangan Materi Pembelajaran Berbasis Multikultural Sutresna, Ida Bagus; Dewantara, I Putu Mas; Tantri, Ade Asih Susiari
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.898 KB) | DOI: 10.23887/jppsh.v2i2.15971

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian multiyears yang bertujuan untuk mengembangkan materi pembelajaran bahasa Indonesia berbasis multikultural sebagai upaya preventif konflik sosial. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE (Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation). Di tahun pertama, pengambangan dilakukan sampaitahapan development. Penelitian ini berlokasi di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dan Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar dengan sampel 10 dosen (8 dosen Undiksha dan 2 dosen Unmas). Pengumpulan data dilakukan dengan dua jenis instrumen, yaitu instrumen untuk data kualitatif yang dikumpulkan dengan teknik wawancara dan observasi serta instrumen untuk data kuantitatif yang dikumpulkan dengan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Analisis kebutuhan materi pembelajaran menunjukkan perlunya pengembangan materi pembelajaran berbasis multikultural sebagai upaya preventif konflik sosial, dan (2) hasil uji ahli menunjukkan meteri pembelajaran valid dan memperoleh tanggapan sangat baik dari dosen (3,64) dan sangat baik dari mahasiswa (3,60).
Mimikri dan Hibriditas Novel Para Priyayi (Kajian Poskolonial) Wardani, Kadek Devi Kalfika Anggria
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.259 KB) | DOI: 10.23887/jppsh.v2i2.15972

Abstract

: Praktik koloniaslisme di tanah air yang berlangsung selama tiga setengah abad telah membawa banyak perubahan mendasar pada garis-garis kultural bangsa Indonesia, sebagai bangsa terjajah. Hal ini kemudian tergambar jelas dalam karya sastra poskolonial yang terbit kala itu, termasuk novel Para Priyayi karya Umar Kayam. Pendeskripsian realitas fiksi dan realitas historis tersebut telah memunculkan pola mimikri dan hibriditas. Berdasarkan pengkajian dengan metode hermeutika dan deskriptif berhasil diungkap beberapa hal berikut. Pertama, gejala mimikri yang muncul dalam novel Para Priyayi setidaknya mencakup tiga hal , yaitu (1) mimikri dalam berbahasa; (2) mimikri sebagai penyesuaian etika dan kategori ideal; (3) dan local genius mimikri. Kedua, gejala hibriditas muncul dalam lingkungan sekolah, birokrasi kepemimpinan, dan pendirian sekolah dan perhimpunan organisasi-organisasi pemuda.
Analisis Semiotik “Hujan Bulan Juni” vs ”Percakapan Senja” Sifa, Sifa
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.307 KB) | DOI: 10.23887/jppsh.v2i2.15973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan secara semiotik antara puisi “Hujan Bulan Juni” Sapardi Joko Damono dengan “Percakapan Senja” Gde Artawan. Secara semiotis fisis, lirik puisi Gde Artawan memiliki unsur kesepadanan dalam pilihan kata, membenamkan kata sarat makna sebagaimana halnya puisi Sapardi Joko Damono. Meski puisi ini lahir dalam waktu yang tidak bersamaan, namun ada nuansa batin yang bisa disandingkan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan semiotik sebagai pisau analisis. Ada pergumulan batin yang mendalam dalam “Hujan Bulan Juni” versus “Percakapan Senja”. Pada “Hujan Bulan Juni” diakhiri dengan “happy ending” sedang dalam “Percakapan Senja” berakhir dengan sad ending“puisi “Hujan Bulan Juni” berujung manisnya sebuah penantian panjang. Ia mendapatkan seseorang yang sangat dinantinya, dengan penuh tulus kasih. Ia membiarkan tak terucapkan segala apa yang ia rasa selama menanti. Sedangkan puisi “Percakapan Senja” menggambarkan tentang akhir sebuah kebersamaan yang menuai titik kebuntuan yang dilatarbelakangi oleh perbedaan yang sangat kuat dan ketiadaan kemauan yang kuat pula untuk saling melebarkan diri menjadi sebuah ikatan yang kuat. Pada akhirnya saling membiarkan masing-masing berjalan sesuai dengan jalurnya.
Membangun Sikap Bahasa Positif terhadap Bahasa Indonesia Dewantara, I Putu Mas; Suandi, I Nengah; Putrayasa, Ida Bagus; Rasna, I Wayan
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.238 KB) | DOI: 10.23887/jppsh.v2i2.15974

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Tujuan penelitian adalah mengembangkan perangkat pembelajaran bahasa Indonesia untuk membangun sikap bahasa positif terhadap bahasa Indonesia. Pada makalah ini pembahasan lebih difokuskan pada pola insersi nilai-nilai untuk membangun sikap bahasa terhadap bahasa Indonesia dan efektifitas perangkat yang dikembangkan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, studi dokumen, dan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola insersi penanaman sikap bahasa positif dapat dilakukan dengan menganalisis pembelajaran dan menanamkan nilai pada materi pembelajaran. Uji efektifitas menunjukkan bahwa insersi sikap bahasa dalam bahan ajar efektif menumbuhkan sikap bahasa positif terhadap bahasa Indonesia.
Memahami Arti Laba melalui “Semak” Martadinata, Sudrajat; Suprapto, Deddy
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.592 KB) | DOI: 10.23887/jppsh.v2i2.15975

Abstract

Memahami Arti Laba Melalui “Semak” dipilih sebagai judul karena; Pertama, kata “semak” adalah akronim dari Semiotika Akuntansi. Kita akan melihat bagaimana wajah akuntansi (arti laba) jika ditinjau dari sudut pandang semiotika. Kedua, “semak” memiliki makna literal yang berhubungan dengan objek penelitian ini yaitu Perusahaan Kehutanan sehingga akronim dan objek penelitian memiliki relasi makna. Objek penelitian adalah PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tujuan penelitian ini untuk memahami arti laba yang disajikan dalam laporan tahunan mereka. Pengumpulan data dengan teknik dokumentasi, Dokumentasi dilakukan dengan mengunduh annual report PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk. Fokusnya menganalisis narrative text tentang keseluruhan kondisi perusahaan pada akhir periode akuntansi. Narrative text dianalisa dengan pendekatan semiotika. Hasil penelitian ini menemukan arti laba adalah kesungguhan, prestasi, dan eksistensi diri sebuah perusahaan. Melalui semiotika akuntansi dengan makna kesungguhan, prestasi, dan eksistensi diri sebuah perusahaan diharapkan dapat memperkuat komunikasi bisnis secara intensif.
BALI DALAM PENGEMBANGAN PENGOBATAN TRADISIONAL KOMPLEMENTER (Kajian Yuridis Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer) Bagiastra, I Nyoman; Sudantra, I Ketut
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.895 KB) | DOI: 10.23887/jppsh.v2i2.17487

Abstract

Traditional medicine by the people in several regions in Indonesia is very diverse. Communities in a particular area have different ways and techniques in traditional medicine, this is because culture and understanding and also the biodiversity found in the environment in which they live and the local wisdom they have is the cause of the emergence of various cultural products. Given that Bali has a culture related to the understanding of traditional medicine since ancient times, inherited from generation to generation, it has the potential to carry out complementary traditional medicine that has local wisdom. Usadha was populist in Bali carried out by a balian. There are several types of balian that are contained in the palm bodon ejection in accordance with the field and purpose. Normatively, the government has issued Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 15 of 2018 concerning the Implementation of Complementary Traditional Health Services as a basis for implementing complementary traditional medicine. There are provisions that need to be studied and criticized so that they do not have the potential to hinder if Bali carries out complementary traditional medicine services in the future.

Page 1 of 1 | Total Record : 6