cover
Contact Name
Jurnal Mina Sains
Contact Email
minasains@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
minasains@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mina Sains
ISSN : 24079030     EISSN : 25500759     DOI : -
Jurnal Mina Sains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dengan para peneliti di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
Pengaruh Lama Waktu Perendaman Dan Larutan Dekapsulasi Terhadap Penetasan Siste Artemia sp. Aris Widodo; Mulyana Mulyana; Fia Sri Mumpuni
JURNAL MINA SAINS Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.219 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i1.427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan larutan dekapsulasi terhadap tingkat penetasan kista Artemia sp.  Sebagai perlakuan adalah lama perendaman dan jenis larutan dekapsulasi.  Hasil penelitian tidak memperlihatkan adanya perbedaan yang nyata pada lama perendaman di antara perlakuan, tetapi memperlihatkan perbedaan yang nyata dalam hal jenis larutan dekapsulasi di antara perlakuan.  Tingkat penetasan tertinggi (78,9%) diperoleh pada lama perendaman 15 menit dan campuran larutan campuran NaOCl + NaOH, sedangkan tingkat penetasan terendah (34,1%) diperoleh pada lama perendaman 15 menis dan campuran larutan dekapsulasi NaOCl + CaO.Kata Kunci: Dekapsulasi, tingkat penetasan, Artemia, lama perendaman
Penambahan Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa l.) Pada Pakan Terhadap Ketahanan Tubuh Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Yang Diuji Tantang Dengan Bakteri Aeromonas hydrophila Anita Mustikhasary
JURNAL MINA SAINS Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.697 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i2.386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) terhadap ketahanan tubuh benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang diuji tantang dengan bakteri Aeromonas hydrophila. Perlakuan yang diberikan yaitu:  (A) pakan tanpa penambahan bunga Rosella, (B) pakan dengan penambahan bunga Rosella 10 g/kg, (C) pakan dengan penambahan bunga Rosella 20 g/kg, dan (D) pakan dengan penambahan bunga Rosella 30 g/kg. Uji tantang dilakukan setelah ikan uji diberi pakan sesuai perlakuan selama 30 hari.  Setiap benih ikan gurami disuntik dengan 106 sel bakteri via intramuskular, Parameter yang diamati adalah total leukosit, indeks pagosit, kadar hematokrit serta mortalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total sel darah putih daan hematokrit terbaik diperoleh pada ikan yang diberi 20 g rosella/kg pakan, tetapi fagositik indeks, imunitas dan mortalitas terbaik diperoleh pada ikan yang diberi 30 g rosella/kg pakan. Penambahan rosella ke dalam pakan dapat meningkatkan imunitas benih ikan gurami.Kata Kunci: Aeromonas hydrophila, benih ikan gurami, imunitas, rosella.
Kandungan Proksimat Dan Mineral dari Keong Mata Lembu (Turbo setosus Gmelin 1791) Dewi Merdekawati; Tati Nurhayati; Agoes Jacoeb
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.773 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i1.865

Abstract

Keong mata lembu (T. setosus) memiliki potensi sebagai sumber protein dan mineral yang berfungsi sebagai aprodisiak seperti K, Mg, Ca, Fe, Zn, dan Cu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penanganan, pengolahan, dan komposisi kimia keong mata lembu. Cara panen dan penanganan keong ini masih sangat sederhana. Hasil analisis proksimat adalah 70,34% protein, 2,20% lemak, 6,87% abu, 10,06% karbohidrat, dan 10,15% air. Kandungan mineral makro tertinggi adalah kalium sebesar 8225,29 ppm sedangkan untuk mineral mikro tertinggi adalah sebesar 98,68 ppm. Kata Kunci: kandungan mineral, proksimat,Turbo setosus
Coral Reef in SAP of Western Waigeo Island in Raja Ampat District dudi lesmana
JURNAL MINA SAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.503 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i1.1270

Abstract

This study aims to identify the condition of coral reefs in SAP Western Waigeo Islands, Raja Ampat District. The value of coral cover in the SAP area of the Western Waigeo Islands is in the range of 0% to 60% with an average value of 25.02%. In general, the condition of coral reefs in SAP Western Waigeo Islands can be categorized as "medium". Keywords: coral reef, SAP of Western Waigeo Island, coral cover
Inventarisasi Ektoparasit Pada Ikan Mas Koki (Carrasius auratus) Di Kecamatan Ciseeng – Kabupaten Bogor Samsi Haryono; Mulyana Mulyana; Maria Angela Lusiastuti
JURNAL MINA SAINS Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.538 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i2.438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan inventarisasi jenis dan prevalensi ektoparasit pada ikan Mas Koki (Carrasius auratus) yang dibudidayakan di Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mengambil obyek sampel sebanyak 10% dari total pembudidaya ikan Mas Koki di Kecamatan Ciseeng yaitu sebanyak  15 pembudidaya ikan yang tersebar di Desa Parigi Mekar, Babakan dan Ciseeng. Masing-masing kolam diambil sebanyak 5 ekor/kolam, sehingga total sampel yang diamati adalah 75 ekor. Masing-masing ikan akan diamati pada bagian lendir, insang dan sirip dan membandingkan hasilnya dengan buku kunci identifikasi parasit. Dari hasil penelitian terhadap ikan Mas Koki yang berasal dari Kecamatan   Ciseeng didapatkan jenis-jenis ektoparasit yang menginfestasi ikan sebagai berikut: Trichodina sp, Dactylogyrus sp, Gyrodactylus sp, Ichthyophthirius multifiliis, Argulus sp, Tetrahymena sp dan Oodinium sp. Untuk prevalensi ektoparasit pada ikan Mas Koki di Kecamatan Ciseeng adalah: Trichodina sp (79%), Dactylogyrus sp (25%), Gyrodactylus sp (43%), Ichthyophthirius multifiliis (7%), Argulus sp (5%), Tetrahymena sp (21%) dan Oodinium sp (24%). Adapun prevalensi ektoparasit pada masing-masing desa adalah: Desa Parigi Mekar (94%), Desa Babakan (95%), dan Desa Ciseeng (95%). Prevalensi ektoparasit berdasarkan organ tubuh adalah: lendir (87%), insang (51%) dan sirip (53%).Kata kunci : ikan mas koki, ektoparasit, prevalensi
Gula Darah Dan Mortalitas Benih Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Yang Di Pelihara Pada Media Salinitas Berbeda Rizky Amrullah
JURNAL MINA SAINS Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.982 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i2.5

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh media pemeliharaan bersalinitas 0, 2, 4, dan 6 ppt terhadap gula darah dan mortalitas ikan nilem. Ikan uji yang digunakan adalah ikan nilem dengan ukuran rata-rata 7 cm /ekor. Pemeliharaan ikan dilakukan selama 30 hari dalam akuarium yang berukuran 30 x 30 x 30 cm3, dengan pemberian pakan 2 kali sehari secara at-satiation. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah  perbedaan salinitas yaitu Perlakuan A salinitas 2 ppt, B salinitas 4 ppt, C salinitas 6 ppt dan salinitas 0 ppt sebagai kontrol. Parameter yang diamati adalah  glukosa darah dan mortalitas ikan nilem. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan salinitas tidak memberikan pengaruh yang berbeda (p>0,05) terhadap mortalitas ikan nilem, akan tetapi memberikan pengaruh yang berbeda (P<0,05) terhadap glukosa darah ikan nilem. Salinitas terbaik yang diperoleh dalam penelitian ini adalah salinitas 6 ppt dengan dengan tingkat kematian terendah yaitu 16%.  Kata kunci: Salinitas, nilem, glukosa darah, mortalitas.
Karakteristik Ekosistem Mangrove Di Kawasan Pesisir Kepulauan Natuna Muarif Muarif
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.067 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i2.893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas ekosistem mangrove di Pesisir Kepulauan Natuna melalui analisis sebaran jenis dan kerapatan mangrove.  Ekosistem mangrove di Kawasan Pesisir ini memiliki tipologi Riverine Mangrove.  Kondisi ekosistem mangrove baik. Jenis mangrove yang tumbuh meliputi Sonneratia alba, Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorhiza, Rhizophora stylosa,Ceriops tagal, Rhizophora apiculata.Xylocarpus granatum, Hibiscus, Casuariana, dan Pandanus. Kerapatan mangrove di pesisir kawasan ini tergolong padat sampai sangat padat dengan kisaran nilai kerapatan antara 1.000-2.933 idv/Ha.  Kecamatan Bunguran Barat memiliki areal mangrove terluas dengan rataan kerapatan pohon yang tertinggi (1.833 idv/Ha).  Ekosistem mangrove di Kepulauan Natuna rata-rata didominansi oleh Genus Rhizophora dengan jenis yang mendominasi antara lain Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, dan Rhizophora apiculata. Kata kunci: ekosistem, kerapatan, mangrove
Pengaruh Perbedaan Suhu Pemeliharaan Terhadap Histopatologi Insang Dan Kulit Ikan Komet (Carassius auratus) Asep Sumantri; Mulyana Mulyana; Fia Sri Mumpuni
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.727 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i1.866

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pemeliharaan berbeda terhadap histopatologi insang dan kulit ikan Komet (Carassius auratus).  Penelitian ini menggunakan 30 sampel ikan Komet yang dibagi  menjadi tiga  perlakuan suhu pemeliharaan, yaitu 25,0 0C, 28,50C,  dan 32,0 0C. Hasil penelitian memperlihatkan kerusakan jaringan pada kulit dan insang ikan komet pada perlakuan 320C. Kerusakan pada jaringan kulit berupa nekrosis epidermis. Kerusakan jaringan insang berupa terlepasnya epitelium, hiperplasia lamella primer, dan hiperplasia lamella sekunder. Kata Kunci : Histopatologi, Ikan Komet, Insang, Kulit.
Penggunaan Tepung Gandum Sebagai Sumber Karbon Pada Pengangkutan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Perdi Afriansyah; Rosmawati Rosmawati; Fia Sri Mumpuni
JURNAL MINA SAINS Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.242 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i1.425

Abstract

Penelitian ini dilakukan di  Laboratorium Perikanan, Universitas Djuanda Bogor dari 1 November 2011 hingga  22 Maret 2012.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji level tepung gandum yang digunakan dalam pengangkutan 400 ekor benih ikan Nila berukuran 3-5 cm yang dikemas dalam kantung plastik.  Tepung gandum dicampur ke dalam medium berisi  5 liter air dalam kantung plastik.  Sebanayak 400 ekor ikan Nila ditempatkan dalam setiap kantung plastik.  Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan masing-masing 2 ulangan.  Perlakuan berupa tingkat penggunaan tepung gandum 0, 2, 4, dan 6 g dalam tiap kantung plastik.  Sintasan (SR) ikan Nila diukur selama pengangkutan.  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa SR selama periode pengangkutan tidak beda nyata diantara perlakuan (P>0,05).  SR tertinggi  (97,75%) diamati pada tingkat penggunaan 6 g tepung gandum dan SR terendah (93,75 %) pada tingkat penggunaan 0 g tepung gandum.  Tingkat penggunaan 6 g tepung gandum memberikan SR tertinggi dalam transportasi benih Nila berukuran 3-5 cm dengan kepadatan 400 ekor ikan Nila per kantung.Kata kunci: Tepung gandum, ikan Nila, karbon, kelangsungan hidup
Peningkatan Imunitas Benih Ikan Gurame (Osphronemus gouramy Lac.) Terhadap Bakteri Aeromonas hydrophila Menggunakan Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Freddi Susandi; Mulyana Mulyana; Rosmawati Rosmawati
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.313 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i2.889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis rosella yang menghasilkan  imunitas benih ikan Gurame yang diuji tantang dengan menggunakan bakteri  Aeromonas hydrophila. Penelitian ini menggunakan dua tahap. Penenlitian tahap pertama adalah penentuan LD50 selama 96 jam dan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Dosis bakteri A. hydrophila yang digunakan pada uji LD50 adalah 104 cell/mL, 105 cell/mL, 106 cell/mL, 107 cell/mL dan Kontrol (0 cell/mL). Mortalitas benih ikan Gurame dievaluasi. Pada penelitian tahap kedua, benih ikan Gurame dipelihara selama 30 hari dan diberi pakan berdasarkan perlakuan. Perlakuannya adalah A (Kontrol, 0 g rosella/kg pakan), B (20 g rosella/kg pakan), dan C (30 g rosella/kg pakan). Setiap perlakuan diulang 4 kali. Setiap ekor ikan Gurame diuji tantang dengan menggunakan 103 sel Aeromonas hydrophila pada uji tantang pertama dan 104 sel Aeromonas hydrophila pada uji tantang  kedua untuk penentuan imunitas terbaik. Mortalitas, total leukosit, total eritrosit, hemoglobin, hematokrit dan indeks fagositik dievaluasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa LD50 adalah 104 sel/mL. Penelitian tahap kedua memperlihatkan adanya perbedaan saangat nyata  (P<0,01) diantara perlakuan terhadap mortalitas benih ikan Gurame.  Dosis rosella terbaik adalah 30 g rosella/kg pakan  dengan mortalitas ikan Grame sebesar 8,26%, total leukosit  6,873 x 105 sel/mm3, total eritrosit 2,043 x 106 sel/mm3, hemoglobin 6,55 g%, hematokrit 20,59% dan indeks fagositik 64%.

Page 9 of 18 | Total Record : 176