cover
Contact Name
Jurnal Mina Sains
Contact Email
minasains@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
minasains@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mina Sains
ISSN : 24079030     EISSN : 25500759     DOI : -
Jurnal Mina Sains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dengan para peneliti di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
The Use of Blood Flour as a Substitute for Fish Meal in Feed of BEST Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) feri supriadi; rosmawati rosmawati; titin kurniasih
JURNAL MINA SAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.498 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i1.1271

Abstract

This research was aimed to determine the optimum level of inclusion of blood flour in feed formulaton of Nile Tilapia as a substitute for fish meal. The materials of this research are a feed and Nile Tilapia with an average weight of 17 g of a total of 120 fingerling. The experiment design has been conducted  were completely random design with 5 treatments and 3 replications. The treatments are the substitution of fish meal with the blood flour of  0%, 25%, 50%, 75%, and 100%. Spesific growth rate, the mount of feed consumption, food efficiency,  survival rate, and water quality has been evaluated.  The results of research showed that spesific growth rate  and food efficiency were significantly different between treatments (P<0.05), and the highest of spesific growth rate  and food efficiency there are on treatment D (the substitution of fish meal with the blood flour of 75%) each 1.75% and 63.45%. The lowest of spesific growth rate  and food efficiency there are on treatment A (the substitution of fish meal with the blood flour of  0%) each 1.42% and 48.98%. The blood fluor as a substitution of fish meal in artificial feed for Nile Tilapia can substitute the fish meal of 100% with level of inclusion of  9% in feed formulation. The combination between the blood fluor and fish meal give the best of  growth performance and feed efficiency. Key words: Nile Tilapia, feed efficiency, survival rate, growth rate
Keefektifan Vaksin Streptococcus agalactiae Untuk Mencegah Streptococcosis Pada Ikan Nila Imam Taufik; Mulyana Mulyana; Maria Angela Lusiastuti
JURNAL MINA SAINS Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.377 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i2.440

Abstract

Streptococcosis adalah penyakit penting pada ikan Nila yang disebabkan oleh Streptococcus agalactiae. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menentukan keefektifanvaksin Streptococcus agalactiae melalui perendaman dan penyuntikan intraperitoneal untuk pencegahan Streptococcosis pada ikan Nila. Percobaan vaksinasi telah dilakukan melalui perendaman dan penyuntikan secara intraperitoneal ke dalam ikan dengan konsentrasi 107 cells/mL, 106 cells/mL, 104 cells/mL, dan kontrol. Ikan kontrol disuntik dengan BHIB (Brain Heart Infusion Broth). Ikan uji ditantang melalui suntikan intraperitoneal pada dosis 103 cfu/mLStreptococcus agalactiae. Hasil penelitian tidak memperlihatkan perbedaan nyata diantara perlakuan terhadap kelangsungan hidup ikan. Ini disebabkan oleh karena konsentrasi uji tantang tidak disebabkan oleh pengaruh LD50 utama. Nilai titer antibodi memperlihatkan respon imun yang ditandai dengan penggumpalan darah. Gejala klinis yang teramati dimulai 72 jam pasca uji tantang ditandai dengan perubahan waarna tubuh dan berenang di daras  akuarium. Kematian ikan dimulai 96 jam setelah uji tantang. Vaksin Streptococcus agalactiae melalui perendaman suntikan intraperitoneal injection belum cukup efektif untuk mencegah ikan Nila LARASATI terhadap Streptococcosis.Kata kunci : Streptococcus agalactiae, vaksin, imersi, penyuntikan intraperitoneal
Pemanfaatan Kima Secara Berkelanjutan Dudi Lesmana; Yudi Wahyudin
JURNAL MINA SAINS Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.248 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i1.423

Abstract

Pemanfaatan kima secara berkelanjutan adalah salah satu usaha memberikan alternatif kebijakan pemanfaatan kima pada masa mendatang.  Kelayakan teknis ini diperlukan sebagai referensi bagi para pelaku usaha dan pemangku kebijakan dalam mengelola kima secara berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.  Penelitian dilakukan dengan mengambil kasus di Kabupaten Tapanuli Tengah.  Berdasarkan hasil kajian, dari aspek ekologi, potensi, pasar dan pemasaran, lingkungan, kima mempunyai potensi untuk dikembangkan. Kata kunci: kima, pemanfaatan berkelanjutan, kelayakan teknis, Tapanuli Tengah
Pengaruh Pemberian Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza ROXB) Terhadap Mortalitas Dan Gambaran Darah Benih Ikan Nilem (Osteochilus Hasselti) Dengan Uji Tantang Menggunakan Bakteri Aeromonas Hydrophila Galih Permana Putra
JURNAL MINA SAINS Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.387 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i2.12

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Djuanda Bogor, pada bulan Agustus 2014 – September 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) yang dicampur ke dalam pakan terhadap tingkat mortalitas dan gambaran darah benih ikan nilem (Osteochilus hasselti) setelah diinfeksi Aeromonas hydrophila. Penelitian percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan ini adalah Kontrol (tanpa temulawak), A (dosis 1 mL/kg pakan), B (dosis 3 mL/kg pakan), dan C (dosis 5 mL/kg pakan). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata (P>0,05) diantara perlakuan terhadap mortalitas, total leukosit, hemoglobin dan hematokrit.
Pemanfaatan Bubuk Rimpang Laja Gowah (Alpinia malaccensis Rosc.) Pada Pengawetan Ikan Gabus (Channa striata) Segar Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar Dewi Merdekawati; Muhammad Zakiyul Fikri
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.975 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i2.894

Abstract

Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2009 di Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan, Mikrobiologi Pangan, dan Kimia Pangan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Tujuannya adalah untuk mendapatkan rasio yang tepat dari bubuk rimpang laja gowah untuk pengawetan ikan gabus segar pada suhu kamar, dan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai organoleptik, nilai TVB, TPC dan nilai pH. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial. Perlakuan yang diberikan adalah konsentrasi bubuk rimpang laja gowah dengan L0 (laja gowah 0%), L1 (laja gowah 5%), L2 (laja gowah 10%) dan L3 (laja gowah 15%). Sedangkan kelompok adalah lama penyimpanan yaitu 0, 1, 3, dan 5 hari. Perlakuan L3 dengan waktu penyimpanan 5 hari menunjukkan nilai TPC = 2,24 × 105, nilai mgN / 100 TVB = 36 g, pH = 7,12 serta nilai organoleptik tertinggi dari nilai tekstur daging (3,24), diikuti oleh nilai bau (3,00), nilai kenampakan mata (3.00), nilai keadaan lendir (2,88) dan nilai kenampakan insang (2,24). Hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi bubuk laja gowah L3 (15%) adalah yang terbaik untuk pengawetan ikan gabus segar dengan lama penyimpanan 5 hari. Kata Kunci : Ikan gabus, masa simpan, bubuk rimpang laja gowah
Efektivitas Pemberian Ekstrak Kipahit (Tithonia diversifolia) Sebagai Imunostimulan Untuk Pencegahan Motile Aeromonas Septicemia (MAS) Pada Ikan Patin (Pangasionodon hypophthalmus) Edwina Edwina; Mulyana Mulyana; Angela Mariana Lusiastuti
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.633 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i1.862

Abstract

Motile Aeromonas Septicemia (MAS) merupakan penyakit yang sering ditemui pada kegiatan budidaya, dan salah satu komoditas yang sering terserang oleh penyakit ini adalah ikan patin.  Penelitian ini bertujuan mendapatkan dosis terbaik dari simplisia tanaman kipahit untuk mencegah (MAS) pada ikan patin. Percobaan dilaksanakan tanggal 10 Januari 2014 sampai dengan 22 Maret 2014 bertempat di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar, Sempur, Bogor. Ikan patin dipelihara selama 28 hari sebelum uji tantang dan 10 hari setelah uji tantang dengan perlakuan pakan menggunakan campuran simplisia kipahit dengan dosis 2,44%; 4,76%; 9,09%; dan 16,67%. Perlakuan kontrol adalah pakan komersil tanpa penambahan simplisia kipahit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan seluruh dosis perlakuan, baik sebelum maupun sesudah uji tantang tidak mempengaruhi nilai tingkat kelangsungan hidup, rasio konversi pakan, dan laju pertumbuhan spesifik ikan patin. Pemberian perlakuan setelah dilakukan uji tantang diduga memberikan pengaruh terhadap respon imun terhadap ikan patin, tetapi tidak memiliki aktivitas bakterisidal. Dosis simplisia kipahit terbaik untuk pencegahan MAS pada ikan patin adalah 16,67% karena pada dosis tersebut aktivitas imunostimulan bekerja lebih baik dibandingkan dosis yang lainnya, serta aman terhadap organ hati berdasarkan uji fungsi hati.Kata kunci : Ikan patin, kipahit, Motile Aeromonas Septicemia, pakan.
Kebutuhan Jumlah Pakan Pada Pemeliharaaan Ikan Tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) Di Kolam Ikan Hary Triyanto; Rosmawati Rosmawati; Ani Widiyati
JURNAL MINA SAINS Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.435 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i1.426

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah pemberian pakan terbaik terhadap pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup, dan efisiensi pakan pada ikan Tengadak (Barbonymus schwanenfeldii). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengakap dengan 3 perlakuan dan masing-masing  3 ulangan untuk setiap perlakuan. Percobaan menggunakan benih ikan Tengadak dengan rataan bobot 0,69 g dan panjang 3,7 cm, masing-masing kolam berisi 120 benih ikan. Perlakuan adalah jumlah pemberian pakan 3% (A), 6% (B), dan 9% (C) dari biomassa ikan per hari. Pertambahan  bobot mutlak, pertambahan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, tingkat kelangsungan hidup, efisiensi pakan, dan kualitas air dievaluasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada perbedaan yang nyata diantara perlakuan (P<0,05) terhadap pertambahan  bobot mutlak, laju pertumbuhan harian, dan efisiensi pakan, tetapi tidak ada perbedaan yang nyata (P>0,05) diantara perlakuan terhadap pertambahan panjang mutlak dan tingkat kelangsungan hidup. Pertambahan bobot mutlak dan laju pertumbuhan harian terbaik diperoleh pada perlakuan C, masing-masing  9,79±1,70 g dan 6,03±0,36 %, tetapi efisiensi pakan terbaik diperoleh pada perlakuan A (173,11±34,34%).   Key Words: Jumlah pemberian pakan, benih ikan Tengadak, pertumbuhan, efisiensi pakan
THE INFLUENCE OF STOCKING DENSITY AGAINST SURVIVAL RATE OF CATFISH (Clarias gariepinus) ON RECIRCULATION SYSTEM anjas adi santoso; muarif muarif; rosmawati rosmawati
JURNAL MINA SAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.203 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i1.1267

Abstract

One of the technologies to keep the water quality remains optimal ias a recirculation system. This research is aimed to determine the influence of denisity of catfish (Clarias gariepinus) on the recirculation system. Fish test used is catfish fry the age of 2 weeks with average weight 0.58 g and an average length of 2.7 cm as much as 10,000 fish. The experimental research used completely randomized design with 4 treatments and 3 replications. The treatments were A (20 fish/liter of water), B (30 fish/liter of water), C (40 fish/liter of water) and D (50 fish/liter of water). The survival rate, the feed efficiency, and water quality has been observed. The results of research showed that the survival rate and the feed efficiency were significantly different (P<0.05). The highest survival rate in this research was in the treatment A (20 fish/liter of water) that was 70.5%. The stocking density of catfish fry of 20 fish/liter of water can be used as basis for  the maintenance of catfish fry for reach the optimal survival rate. Key words: Catfish, survival rate, feed efficiency, recirculation
Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Gurami yang Diberi Pakan Mengandung Bunga Rosella dengan Dosis yang Berbeda Laela Nurhafiah; Rosmawati Rosmawati; Mulyana Mulyana
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.513 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i2.890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis bunga rosella (Hibiscussabdariffa L.) yang akan menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup terbaik benih ikan gurami (OsphronemusgouramyLac.).Rancangan percobaan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan. Perlakuan yang diberikan adalah dosis rosella yang berbeda, yaitu : perlakuan A (0 g rosella/kg pakan), perlakuan B (20 g rosella/kg pakan), dan perlakuan C (30 g rosella/kg pakan). Ikan yang digunakan adalah benih ikan gurami dengan ukuran 2-3 g dengan padat tebar 40 ekor/akuarium. Parameter percobaan yang diamati selama penelitian adalah laju pertumbuhan harian, derajat kelangsungan hidup, efisiensi pakan. Hasil penelitian mempertunjukkan bahwa pemberian pakan dengan kandungan rosella yang berbeda memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,05) terhadap laju pertumbuhan harian, derajat kelangsungan hidup, dan efisiensi pakan. Perlakuan pemberian dosis 20 g rosella/kg pakan menghasilkan laju pertumbuhan harian, derajat kelangsungan hidup, dan efisiensi pakan terbaik yaitu 1,041%, 68,88%, 17,729%. Kata kunci : Ikan gurami, bunga rosella, pertumbuhan, kelangsungan hidup
Penggantian Tepung Ikan Dengan Tepung Ikan Asin Bawah Standar Dalam Formulasi Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Heni Nurhasanah; Rosmawati Rosmawati; Titin Kurniasih
JURNAL MINA SAINS Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.934 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i2.441

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui level inklusi optimal tepung ikan asin bawah standar dalam formulasi pakan ikan Nila sebagai pengganti tepung ikan. Perlakuan terdiri atas penggunaan tepung ikan asin bawah standar dengan dosis 0%, 4%, 8%, 13%, dan 17%. Laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan, konsumsi pakan, tingkat kelangsungan hidup, dan kualitas air telah dievaluasi. Kisaran laju pertumbuhan spesifik, konsumsi pakan, efisiensi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup adalah 2,50-2,58%, 56,84-60,69%, 292,44-297,45 g, dan 97,78-100,00%. Tepung ikan asin bawah standar sebagai pengganti tepung ikan dalam formulasi pakan dapat mengganti sebanyak 17%. Kata kunci: Tepung ikan asin bawah standar, substitusi, Ikan Nila, pertumbuhan, efisiensi pakan, konsumsi pakan

Page 10 of 18 | Total Record : 176