cover
Contact Name
JURNAL AGRONIDA
Contact Email
agronida@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agronida@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL AGRONIDA
ISSN : 24079111     EISSN : 25793225     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Merupakan jurnal yang berisi tentang hasil-hasil penelitian yang berkaitan bidang teknologi budidaya pertanian yang ramah lingkungan. khususnya dalam bidang produksi dan pengelolaan benih, produksi dan pengelolaan agen hayati, pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman , nutrisi tanaman dan pasca panen tanaman hortikultura.
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
SEBARAN DAN TINGKAT SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO (Conopomorpha cramerella Snellen) PADA LAHAN BUKAAN BARU DI KABUPATEN DHARMASRAYA Yuli Suherlina; Yaherwandi Yaherwandi; Siska Chiko Efendi
JURNAL AGRONIDA Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.375 KB) | DOI: 10.30997/jag.v6i1.2541

Abstract

Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran dan tingkat serangan penggerek buah kakao (PBK) yang disebabkan oleh  Conopomorpha cramerella di Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini dilaksanakan pada empat Nagari: Sitiung, Siguntur, Gunung Medan dan Sungai Duo. Pada masing-masing lokasi dilakukan lima kali pengambilan sampel dengan interval 1 minggu. Penelitian dilakukan pada bulan Juli - September 2018, menggunakan metode purposive sampling (pengambilan sampel dengan tujuan tertentu). Kriteria penentuan lokasi sampel yaitu pertanaman kakao berumur lebih dari empat tahun dan telah berproduksi. Peubah yang diamati adalah persentase tanaman terserang, persentase buah terserang, letak buah terserang, intensitas serangan dan kehilangan hasil. Persentase serangan penggerek buah kakao tertinggi terdapat di Nagari Siguntur dengan persentase tanaman terserang 65.80%, persentase buah terserang 18.29%, intensitas serangan 76% dan kehilangan hasil 7.61%. Persentase serangan penggerek buah kakao terendah terdapat di Nagari Gunung Medan dengan persentase tanaman terserang 34.11%  persentase buah terserang 4.64% intensitas serangan15.91% dan kehilangan hasil 1.57%, karena adanya pemeliharaan tanaman dengan pemangkasan dan sanitasi. Buah kakao yang paling banyak terserang terdapat pada cabang sekunder. 
TOKSISITAS BIOINSEKTISIDA EKSTRAK KULIT JERUK TERHADAP KUTU LONCAT JERUK Diaphorina citri Kuwayama (Hemiptera: Psyllidae) SEBAGAI VEKTOR PENYAKIT CVPD Susi Wuryantini; Harwanto Harwanto; Rizky Arya Yudistira
JURNAL AGRONIDA Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.202 KB) | DOI: 10.30997/jag.v5i2.2312

Abstract

Diaphorina citri is an important pest in citrus plants because of its role as a vector of CitrusVein Phloem Degeneration (CVPD) disease. The study was a follow-up test of the preliminarytests carried out previously. The aim of this study was to determine the effective concentrationof bioinsecticide of Japansche Citroen (JC) orange peel extract in controlling D. citri in thephases of nymph and imago. The concentration tested was 0% (control); 0.01%; 0.1%; 1%;and 10% (v / v) with a comparison of imidacloprid insecticide 0.1%. The test results showedthat the JC citrus peel extract at a concentration of 0.1 effectively controlled the D. citri nymphstarting at 96 hours after application (HAA) with a mortality of 69%. The concentration of 1%was effective from 24 HAA with a mortality of 65% and thereafter reaching up to 100% at 120HAA, this was not significantly different from the 10% concentration treatment andimidacloprid insecticide 0.1%, yet was significantly different from other treatments andcontrols. Citrus peel extract was effective for controlling imago of D. citri on 10% concentration. The concentration that was able to provide mortality above 50% was the highestconcentration of 10% at 96, 120 and 144 HAA. The results of the probit analysis showed thatthe LC50 values at 24 HAA on nymphs was 1.86 and the LC90 value was 9.10. The treatment onimago the LC50 at 48 HAA was 21.34 and the LC90 was not achieved. The results of thecalculation of the LC50 and LC90 values showed that the value in nymphs was smaller than inimago. This showed that the bioinsecticide of JC citrus peel extract was more effective againstnymphs than imago of D. citri. Bioinsecticide of JC citrus peel extract was effective againstpsyllid nymph of D. citri at concentrations of 0.1 and 1% and against the imago phase waseffective at 10%.Keywords: Toxicity, citrus peel extract, Diaphorina citri
PENGEMBANGAN PENANDA MOLEKULER BERDASARKAN SITUS SNP DAN INDEL GENOM KLOROPLAS KELAPA Freta Kirana Balladona; Ismail Maskromo; Dewi Sukma; Sudarsono Sudarsono
JURNAL AGRONIDA Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.196 KB) | DOI: 10.30997/jag.v6i1.2548

Abstract

Saat ini informasi dasar mengenai silsilah, keragaman dan hubungan evolusi kekerabatan menggunakan marka molekuler pada kelapa di Indonesia masih kurang. Hal ini dibuktikan dengan belum banyak dilaporkan urutan sekuens genom kelapa Indonesia yang dapat dijadikan dasar dalam pembuatan marka molekuler tersebut. Salah satu genom tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai penanda adalah sekuens genom kloroplas (cpDNA). Genom kloroplas merupakan penanda yang efisien untuk mempelajari evolusi dan sejarah populasi tanaman melalui filogenetik karena bersifat sangat konservatif, diwariskan secara maternal, memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan genom inti. Tujuan dari penelitian ini adalah pengembangan primer berdasarkan genom kloroplas berbasis situ SNP dan indels. Berdasarkan sembilan sekuens genom kloroplas pada tanaman palma, telah berhasil didisain 10 primer berdasarkan situs SNP dan 5 primer berdasarkan situs insersi delesi. Hasil validasi primer tersebut menggunakan DNA kelapa Indonesia didapatkan hasil bahwa 10 primer SNP berhasil teramplifikasi sedangkan indels hanya 2 primer berbasis PCR.
PENGGUNAAN PUPUK CAIR Chromolaena odorata DAN KALIUM DALAM MENEKAN KEHAMPAAN DAN MENINGKATKAN HASIL PADI UNGU BLACK MADRAS Jamilah Jamilah; Robi Ahmad; Milda Ernita
JURNAL AGRONIDA Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.909 KB) | DOI: 10.30997/jag.v6i1.2382

Abstract

Padi ungu Black Madras merupakan varietas padi yang masih belum banyak dibudidayakan dan dikonsumsi di Indonesia. Salah satu keunggulan padi ini adalah kadar gulanya rendah, sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes dan sakit jantung. Pemberian pupuk sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan, kehampaan dan hasil tanaman, termasuk padi ungu Black Madras. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk cair Chromolaena odorata dan kalium dalam menekan kehampaan dan meningkatkan hasil padi ungu Black Madras. Percobaan dilakukan di Kelurahan Lubuk Lintah Kota Padang dengan ketinggian tempat ± 20 m dpl. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) Faktorial 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari pupuk cair C.odorata dengan konsentrasi 0, 25 dan 50 ml L-1 serta pupuk KCl (60% K2O) dengan taraf 0, 50, 100 dan 150 kg ha-1.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian 25 ml L-1 pupuk cair C. odorata efektif dalam menekan kehampaan padi hingga 55%.  Pemberian pupuk kalium sebanyak 100 kg ha-1yang diiringi dengan 25 ml L-1 PCCO  memberikan hasil GKP tertinggi yaitu 7,88 kg ha-1. 
PERANAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP KUALITAS HIJAUAN PAKAN TERNAK (HPT) ASAL TANAMAN PADI RATOON Jamilah Munir; Sri Mulyani; Yusnaweti Yusnaweti
JURNAL AGRONIDA Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.93 KB) | DOI: 10.30997/jag.v5i2.2313

Abstract

The research had been done in Nagari Ikur Lubuk Padang Panjang East District, Padang PanjangCity, with a height of 720 m above sea level. The experiments were conducted on March 2017-July2017. The aimed of this research was to obtain the best variety of rice and liquid organic fertilizerto produce a good forage feed. The experiments were arranged in a split-plot, the main plot beingthe rice crop; Cisokan and Pandan Wangi. The subplot consists of three types of organic liquidfertilizer (OLF), namely; Crocober Plus, Unitas Super, and NASA Commercial LOF replicate 3times to 18 plots. Forage pruning was done at 30 days after cutting ratoon. The data obtainedwere analyzed by F test 5% real level, if the treatment had real effect followed by SignificantDifference (LSD) test 5% real level. The included proximate analysis, digestibility of crudeprotein, fat, crude fiber, organic matter, dry matter, acid detergent fiber (ADF), neutral detergentfiber (NDF), hemicellulose, cellulose, and an extract substance without nitrogen. The results canbe concluded that the Pandan Wangi rice is able to produce the highest fresh weight of forage feedif given by 10% OLF of a Unitas Super.Keywords: Cisokan, forage animal feed, organic liquid fertilizer, Pandan Wangi, ratoon rice crop
KEMANGKUSAN Metarhizium anisoplae DAN Beauveria bassiana SEBAGAI BIOINSEKTISIDA BAGI HAMA GUDANG Sitophilus oryzae Mohammad Akhbar Yassin; Nur Rochman; Setyono Setyono
JURNAL AGRONIDA Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.18 KB) | DOI: 10.30997/jag.v6i1.2701

Abstract

Sitophilus oryzae merupakan hama gudang yang menyerang beras (Oryza sativa). Salah satu cara pengendalian yang dapat digunakan yaitu memanfaatkan agen hayati sebagai pengendali hama tersebut di antaranya Metarhizium anisopliae dan Beauveria bassiana. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 2 percobaan yang memiliki 5 taraf perlakuan yang digunakan yaitu 0, 106, 107, 108 dan 109konidia/ml pada masing-masing percobaan. Imago S. oryzae diberi perlakuan suspensi konidia M. anisopliae dan B. Bassiana masing-masing pada kerapatan 0 (kontrol), 0, 106, 107, 108 dan 109  konidia/ml. Aplikasi dilakukan dengan metode semprot terhadap serangga. Dengan kerapatan konidia /ml cendawan M. anisopliae hanya mampu mengakibatkan kematian S. oryzae hingga 33,3% pada hari ke-10 setelah perlakuan. Garis persamaan regresi polinomial yang dihasilkan pada hari ke-10 setelah perlakuann adalah 0,0615x2+ 1,8386x + 5,6936 dengan R² = 0,8194. Karena nilai mortalitas maksimum yang didapatkan sebesar 33,3%, sehingga  dan tidak dapat dihitung. Sedangkan B. Bassiana mampu mengakibatkan kematian S. oryzae hingga 98,8% pada hari ke-10 setelah perlakuan. Garis persamaan regresi polinomial yang dihasilkan pada 10 HSP adalah y = -0,4209x2 + 14,38x + 5,3044 dengan R² = 0,9792. Menurut persamaan tersebut, nilai mortalitas maksimum yang didapatkan adalah sebesar 128%, sehingga  dan  dapat dihitung. Konsentrasi yang efektif untuk mencapai  adalah sebesar   konidia/ml dan konsentrasi yang efektif untuk mencapai  adalah   konidia/ml. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penggunaan cendawan B. Bassiana lebih efektif untuk mematikan S. oryzae 
RESPON PERTUMBUHAN AKSESI KEMANGI PADA BERBAGAI KOMPOSISI PUPUK NITROGEN ALAMI Arifah Rahayu; Wini Nahraeni; Nur Rochman; Arif Faturrochman
JURNAL AGRONIDA Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.863 KB) | DOI: 10.30997/jag.v5i2.2314

Abstract

Basil is not only useful as a vegetable, but also has many medicinal properties. This encourages thedevelopment of environmentally friendly basil cultivation, through the use of natural fertilizers.This study aims to determine the response of various basil accessions to the composition of sourceN fertilizer derived from cow urine, kipahit (Tithonia) compost and Urea. The study was conductedwith a factorial completely randomized design. The first factor is the accession of basil, namelyKemang, Ciaruten, Cijujug and Gasol. The second factor is the combination of N fertilizer (10levels), namely 100% N-Urea, 100% N- cow urine, 100% N-kipahit, 75% N-Urea + 25% N- cowurine, 75% N-Urea + 25 % N-kipahit, 50% N-Urea + 50% N-urine cow, 50% N-Urea + 50%kipahit, 25% N-Urea + 75% N-cow urine, 25% N-Urea + 75% N - kipahit, 0% N-Urea + 0% Ncow urine + 0% N-kipahit. The dosage of N fertilizer used is 150 kg N ha-1. The results showedthat the accession of basil which showed good growth and production was 'Ciaruten' and 'Gasol'.The application of Urea fertilizer composition with kipahit compost and Urea with cow urineproduces better growth and production compared to the use of Urea fertilizer or organic fertilizerseparately.Keywords: basil, cow urine, kipahit compost
STUDI SERANGAN ANTRAKNOSA PADA PERTUMBUHAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) SETELAH APLIKASI LARUTAN DAUN MIMBA DAN MOL BONGGOL PISANG Muhammad Hifniy Aziziy; Oktavianus Lumban Tobing; Yanyan Mulyaningsih
JURNAL AGRONIDA Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.933 KB) | DOI: 10.30997/jag.v6i1.2668

Abstract

Antraknosa merupakan salah satu penyakit utama yang menyerang tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) sehingga dapat menurunkan produktivitas. Penggunaan fungisida nabati dan mikroorganisme dapat mengurangi persentase serangan antraknosa pada cabai merah tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan yaitu untuk mengetahui potensi larutan daun mimba dan MOL bonggol pisang dengan dosis yang tepat dalam mengendalikan penyakit antraknosa serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil pada tanaman cabai merah. Model penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri atas dua faktor yaitu konsentrasi larutan daun mimba (0%, 15%, 30%, 45%) dan konsentrasi MOL bonggol pisang (0%, 15%, 30%, 45%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi larutan daun mimba tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua peubah yang diamati. Konsentrasi larutan MOL bonggol pisang 45% berpengaruh nyata dalam meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif dan bobot buah per tanaman dibandingkan dengan perlakuan kontrol, namun tidak berbeda nyata dibandingkan dengan konsentrasi 30%. Pada penelitian ini tidak terjadi serangan antraknosa terhadap semua tanaman yang diamati pada semua perlakuan, artinya persentase kejadian penyakit dan tingkat keparahan penyakit adalah 0%. Hal tersebut terjadi diduga karena faktor lingkungan yang tidak mendukung untuk perkembangan jamur Colletotrichum sp.
PENGGUNAAN FORMULA CAIR Trichoderma harzianum T10 BERBAHAN TEPUNG JAGUNG TERHADAP REBAH SEMAI (Pythium sp.) BIBIT MENTIMUN Wiwit Ningtias; Endang Mugiastuti; Ruth Feti Rahayuniati; Loekas Soesanto
JURNAL AGRONIDA Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v6i2.2823

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui konsentrasi tepung jagung yang tepat untuk medium cair Trichoderma harzianum T10, 2) mengetahui pengaruh aplikasi T. harzianum T10 dalam berbagai konsentrasi medium cair tepung jagung terhadap penekanan penyakit rebah semai dan pertumbuhan bibit mentimun. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan di lahan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan September 2017 sampai Januari 2018. Pengujian in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan  lima perlakuan dan  lima ulangan, meliputi perlakuan formula cair medium Potato Dextrose Broth (PDB), formula cair tepung jagung konsentrasi 5, 10, 15 dan 20 g/L. Pengujian in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan, membandingkan kontrol dengan tanaman yang diberi perlakuan T. harzianum T10 pada masing-masing formula cair konsentrasi tepung jagung. Variabel yang diamati meliputi kepadatan konidium, masa inkubasi, kejadian penyakit, area under disease progress curve (AUDPC), potensi tumbuh maksimum, daya kecambah, tinggi tanaman, panjang akar, bobot segar akar dan bobot segar tajuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan konidium T. harzianum T10 tertinggi pada formula medium cair tepung jagung konsentrasi 20 g/L sebesar 3,67x106 konidium/mL, tetapi belum mampu menyamai medium PDB. Aplikasi T. harzianum T10 yang efektif menekan penyakit rebah semai adalah perlakuan T. harzianum T10 dalam formula cair tepung jagung konsentrasi 15 g/L, yaitu mampu menekan kejadian penyakit 71,43% dan menunda masa inkubasi 35,83%. Aplikasi T. harzianum T10 selain konsentrasi 15 g/L belum berpengaruh terhadap variabel yang diamati dan diukur.
INTERAKSI GENETIK X LINGKUNGAN DAN STABILITAS JUMLAH BUAH 11 AKSESI PINANG LOKAL DENGAN PENDEKATAN PARAMETRIK Muhammad Roiyan Romadhon; Meity Aneke Tulalo
JURNAL AGRONIDA Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v6i2.3236

Abstract

Areca is an annual plant that has many benefits and a high economy. The need for areca nuts for industry is a challenge because only two varieties have been released and little farmers who plant areca nuts. Exploration of superior areca candidates are one way to overcome this problem. This aim of research is to determine the stability and adaptability of 12 local areca nuts to the number of fruit. This research was conducted at Kayuwatu Expermental Farm for 4 years from 2014-2017. The experimental design used was Randomized Complete Block Design (RCBD) 2 replications with 15 sample plants. The result of the research showed that Malinow 2 accession is a stable accession based on the stability analysis of Finlay Wilkinson and Eberhart Russel and can grow in a marginal environment, while Huntu 1 and Galangsuka Accession is a stable accession in optimal environment.

Page 11 of 17 | Total Record : 164