cover
Contact Name
JURNAL AGRONIDA
Contact Email
agronida@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agronida@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL AGRONIDA
ISSN : 24079111     EISSN : 25793225     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Merupakan jurnal yang berisi tentang hasil-hasil penelitian yang berkaitan bidang teknologi budidaya pertanian yang ramah lingkungan. khususnya dalam bidang produksi dan pengelolaan benih, produksi dan pengelolaan agen hayati, pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman , nutrisi tanaman dan pasca panen tanaman hortikultura.
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
RESPON PERTUMBUHAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris L.) TERHADAP APLIKASI MIKORIZA VESIKULAR ARBUSKULAR PADA MEDIA TANAH GAMBUT Warnita; Riskia Trizayuni; A Ardi
JURNAL AGRONIDA Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v7i2.4669

Abstract

Semangka merupakan tanaman hortikultura yang disukai masyarakat. Keterbatasan lahan dan banyaknya alih fungsi lahan optimal menyebabkan kegiatan budidaya diperluas ke lahan marjinal. Hal ini akan mempengaruhi kualitas semangka yang dihasilkan. Aplikasi mikoriza di lahan suboptimum merupakan salah satu cara memperbaiki kondisi tanah, serta mengurangi masukan kapur dan pupuk yang berlebihan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan dosis mikoriza yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan semangka pada media tanah gambut. Penelitian ini dilakukan mulai Januari-April 2020 di Dumai, Riau. Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan faktor dosis mikoriza, yaitu 10 g/tanaman (A1), 15 g/tanaman (A2), dan 20 g/tanaman (A3). Data dianalisis dengan analisis ragam dilanjutkan dengan Uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis mikoriza hanya memberikan pengaruh terhadap luas daun tanaman semangka, dengan hasil terbaik didapat pada pemberian 15 g/tanaman mikoriza.
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH PERTANIAN DENGAN JENIS MIKORIZA YANG BERBEDA PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG PUTIH (Allium Sativum L.) Iin Siti Aminah; Rosmiah; Syafrullah; Dodi Yusro
JURNAL AGRONIDA Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v7i2.4670

Abstract

Bawang putih merupakan tanaman yang multi fungsi selain untuk pengobatan, bermanfaat juga sebagai bahan rempah pada masakan, sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi, serta mengalami peningkatan permintaan dari tahun ke tahun. Kendala yang umum terjadi adalah kondisi tanah yang kurang subur dan pemberian pupuk. Melalui penelitian ini dilakukan pemanfaatan limbah pertanian sebagai pupuk organik dan pemberian beberapa jenis mikoriza. Penelitian bertujuan menentukan pupuk organik limbah pertanian dan jenis mikoriza yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang putih (Allium sativum L.), yang dilaksanakan di kebun petani pada bulan September 2020 sampai Januari 2021. Percobaan dengan rancangan petak terbagi (Split Plot Design ) dan 3 ulangan. Sebagai petak utama yaitu : Limbah pertanian (L) , L0 = kontrol , L1 = limbah kompos kotoran ayam ,L2 limbah rumah tangga, L3 Kompos kotoran kambing, sedanghkan anak petak yaitu jenis Mikoriza (M), M0 = tanpa mikoriza, M1= Mikoriza Acaulospora sp, M2=Mikoriza Glomus sp. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah Tinggi Tanaman (cm), Jumlah daun (helai), diameter umbi (cm), jumlah suing per umbi, berat umbi (g), berat umbi per Petak (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk organik limbah pertanian dengan mikoriza berpengaruh sangat nyata dan hasil terbaik pada pemberian pupuk kompos kotoran ayam dengan mikoriza Acaulospora sp. Kata kunci: bawang putih, kompos limbah pertanian, mikoriza,
KERAGAAN AGRONOMI GALUR-GALUR PADI (Oryza sativa L.) KANDUNGAN Zn TINGGI DI DATARAN MEDIUM Meli Anggraeni; Darso Sugiono; M.Y. Samaullah; Untung Susanto; Wage R Rohaeni; Rina H Wening; Ali Imamuddin
JURNAL AGRONIDA Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v7i2.4675

Abstract

Varietas padi bernutrisi tinggi memiliki kandungan nutrisi spesifik yang tinggi seperti Zn. Proses perakitan ini dilakukan melalui teknik pemuliaan konvensional dari tetua-tetua potensial sehingga dihasilkan galur-galur padi yang mengandung Zn tinggi. Akan tetapi produktivitasnya masih belum terlalu tinggi. Terdapat beberapa genotipe/galur kandungan Zn tinggi yang masih perlu diuji kesesuaian hasil di lokasi tertentu. Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi tentang keragaan agronomi, pertumbuhan dan hasil galur-galur padi (Oryza sativa L.) kandungan Zn tinggi di dataran medium. Percobaan dilakukan pada bulan Oktober 2020 sampai dengan Maret 2021 (MH 2020) di IP2TP Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri dari 7 galur yaitu IR 105730-B-79-1-4-SKI-1-17, IR 105730-B-4-1-1-SKI-3-SG-0, IR 105730-B-79-1-4-SKI-1-8, IR 105730-B-79-1-4-SKI-1-7, IR 105730-B-64-1-1-SKI-1-SG-11, IR 105730-B-11-1-5-SKI-2-SG-0, IR 105730-B-79-1-4-SKI-1-13, serta 3 varietas pembanding yaitu Inpari IR Nutri Zinc, Ciherang, Inpari 32. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur-galur yang diuji memiliki perbedaan nyata pada seluruh karakter agronomi dan hasil tanaman padi. Galur IR 105730-B-11-1-5-SKI-2-SG-0 menunjukkan jumlah anakan produktif terbanyak yaitu 20,47 batang per rumpun, jumlah malai terbanyak yaitu 21,50 buah, bobot 1000 butir tertinggi sebesar 30,45 gram, bobot gabah per rumpun tetinggi sebesar 54,67 gram. Hasil gabah kering giling galur IR 105730-B-11-1-5-SKI-2-SG-0 sebesar 4,52 t/ha, lebih tinggi dibandingkan seluruh varietas pembanding. Produktivitas yang tinggi ini diperoleh karena galur tersebut memiliki keragaan komponen hasil yang tinggi.
ANALISIS KETAHANAN TANAMAN-SAYURAN PADA PARUH PERTUMBUHAN AWAL TERHADAP NaCl : SEBAGAI SARAN BUDIDAYA DI LAHAN-PASANG-SURUT-TIPE-B/C Novisrayani Kesmayanti
JURNAL AGRONIDA Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v7i2.4676

Abstract

Salah satu cekaman abiotik pada usaha tani sayuran di lahan pasang surut tipe-B/C adalah cekaman salinitas dikarenakan Na-dd dan kejenuhan basa yang relatif tinggi. Lahan tipe-B/C merupakan lahan tipe B yang beralih menjadi tipe-B/C. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa toleransi dan ketahanan beberapa jenis tanaman sayuran terhadap cekaman NaCl pada paruh pertumbuhan awalnya. Pelaksanaan di Laboratorium Botani dan Fisiologi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas IBA di Palembang, pada Oktober-Desember 2020. Rancangan percobaan RALF 2x5 dengan 3 ulangan, sehingga ada 30 satuan percobaan. Faktor pertama jenis tanaman sayuran (S) yaitu S1 = sawi caisim (Brassica chinensis L.) var. Tosakan dan S2 = kailan (Brassica oleracea L.) var. Nova. Faktor kedua konsentrasi garam NaCl (G) : G0 = 0 ppm (air), G1 = 2.500 ppm, G2 = 5.000 ppm, G3 = 7.500 ppm dan G4 = 10.000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh-3 hsp, indeks vigor, tinggi tanaman, panjang akar, jumlah daun, panjang epikotil, dan panjang hipokotil pada konsentrasi 5.000, 7.500 dan 10.000 ppm. Namun secara keseluruhan, potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah dan keserempakan tumbuh-6 hsp benih pada semua konsentrasi NaCl mencapai 100%. Tanaman sayuran sawi caisim dapat disarankan sebagai bahan tanam pada budidaya sayuran di lahan pasang surut tipe B/C dikarenakan mempunyai toleransi yang lebih baik terhadap cekaman NaCl dibandingkan kailan
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KAILAN (BRASSICA OLERACEA VAR. ALBOGLABRA) PADA BERBAGAI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI NUTRISI AB MIX DENGAN SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT Arifah Rahayu; M Ginanjar; OL Tobing
JURNAL AGRONIDA Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v7i2.4686

Abstract

Kailan (Brassica oleracea var. alboglabra) merupakan sayuran daun yang memiliki nilai jual tinggi dan memerlukan unsur N untuk mendukung pertumbuhannya. Pemberian media tanam dan konsentrasi nutrisi AB Mix yang ideal dengan menggunakan sistem hidroponik substrat dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi kailan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam dan konsentrasi nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kailan dengan sistem hidroponik substrat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial, yaitu media tanam (arang sekam, cocopeat, skerwool) dan konsentrasi nutrisi AB Mix (50 % R (3 ml/l), 100 % R (6 ml/l), dan 150 % R (9 ml/l)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan produksi tanaman kailan pada media tanam cocopeat tidak berbeda nyata dengan skerwool, tetapi nyata lebih besar dibandingkan dengan media tanam arang sekam, pada semua peubah kecuali jumlah daun. Pemberian konsentrasi nutrisi AB Mix 6 ml/l dan 9 ml/l, nyata meningkatkan tinggi tanaman, diameter tajuk, warna daun, diameter batang, luas daun, bobot segar dan bobot kering dibandingkan dengan pemberian nutrisi AB Mix 3 ml/l.
PRODUKSI DAN KUALITAS MELON (Cucumis melo L.) HIDROPONIK RAKIT APUNG YANG DIBERI NUTRISI KALIUM BERBEDA Siti Darwiyah; Nur Rochman; Setyono
JURNAL AGRONIDA Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v7i2.4692

Abstract

Kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi sayur dan buah berkualitas saat ini meningkat, tetapi hal tersebut tidak sejalan dengan lahan yang semakin sempit dengan kondisi tanah kurang baik. Hidroponik sebagai alternatif untuk mencukupi kebutuhan masyarakat dalam memperoleh kualitas dan hasil buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan kualitas melon (Cucumis melo L.) secara hidroponik rakit apung yang diberi nutrisi kalium berbeda. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas satu faktor yaitu penambahan nutrisi kalium nitrat (KNO3) dan kalium sulfat (K2SO4). Penambahan nutrisi kalium terdiri atas 11 taraf, yaitu K 0%=kontrol tanpa kalium, KNO3 5% = 0,022 g/liter air KNO3 10% = 0,045 g/liter air, KNO3 15% = 0,068 g/liter air, KNO3 30% = 0,136 g/liter air, dan KNO3 50% = 0,227 g/liter air yang berisi taraf kalium nitrat. Taraf K2SO4 5% = 0,003 g/liter air, K2SO4 10% = 0,005 g/liter air, K2SO4 15% = 0,008 g/liter air, K2SO4 30% = 0,015 g/liter air, dan K2SO4 50% = 0,026 g/liter air berisi taraf kalium sulfat. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi tambahan kalium melon hidroponik rakit apung tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua peubah vegetatif, begitu juga dengan jumlah bunga jantan. Pemberian tambahan kalium berpengaruh nyata terhadap bobot buah, diameter buah, dan tebal daging buah, serta tingkat kemanisan buah. Peningkatan bobot buah, diameter, dan tebal daging buah ditunjukkan oleh perlakuan K2SO4 10% dengan dosis kalium tambahan 0,005 g/liter air. Tingkat kemanisan tertinggi diperoleh dari tanaman melon dengan perlakuan KNO3 50% dengan tingkat kemanisan buah mencapai 18 brix. 
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR CAMPURAN KULIT PISANG DAN URINE SAPI TERHADAP KANDUNGAN N, P DAN K TANAH GAMBUT Ervina Aryanti; Dina Novitri Rahayu; Oksana; Zumarni
JURNAL AGRONIDA Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v8i1.4671

Abstract

Ketersedian hara yang rendah akibat bahan organik yang belum melapuk sempurna menyebabkan tanah gambut memerlukan hara yang cepat larut dalam tanah. Pupuk organik cair (POC) merupakan salah satu alternatif yang dapat meningkatkan hara tersedia di tanah gambut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dosis terbaik POC campuran kulit pisang dan urine sapi yang dapat meningkatkan kandungan unsur hara N, P dan K pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2019 sampai Januari 2020 di lahan Percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim Riau dan Laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau. Penelitian ini disusun dengan rancangan acak lengkap (RAL). Faktor yang dicobakan adalah dosis POC campuran kulit pisang dan urine sapi yaitu 0 mL/polybag, 125 mL/ polybag, 250 mL/polybag, dan 375 mL/polybag. Peubah yang diamati adalah pH, kadar nitrogen, fosfor dan kalium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis POC campuran limbah kulit pisang dan urine sapi pada tanah gambut berpengaruh sangat nyata terhadap  kadar kalium dan pH. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian dosis POC campuran limbah kulit pisang dan urine sapi 250 mL/polybag merupakan dosis terbaik terhadap perubahan kandungan hara K dan pH pada tanah gambut.
DETEKSI BAKTERI PATOGEN TERBAWA BENIH KEDELAI DENGAN METODE LIQUID ASSAY Qonitah Fauziyah; Evan Purnama Ramdan; Amyarsi Mustika Yukti
JURNAL AGRONIDA Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v8i1.4837

Abstract

Kedelai merupakan  salah satu komoditas pangan penting, sehingga perlu ditingkatkan produksinya. Diantara  upaya untuk meningkatkan produksi kedelai adalah melalui penggunaan benih bermutu,  tetapi keberadaan patogen tular benih sering menurunkan mutu benih. Patogen terbawa benih kedelai yang jarang dilaporkan antara lain adalah bakteri patogen, sehingga perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri terbawa benih kedelai secara morfologi dan fisiologi dengan metode liquid assay. Benih kedelai yang digunakan pada penelitian  adalah varietas Anjasmoro, Detam 4, dan Dering 1. Sebanyak 1000 butir benih dari masing-masing varietas dicuci dengan NaOCl 1% dan dibilas aquades steril. Masing-masing benih ditambah aquades steril dan dihancurkan menggunakan grinder. Ekstrak benih yang diperoleh diencerkan secara berseri dan dituang pada media Nutrient Agar. Koloni yang tumbuh dikelompokkan berdasarkan warna dan dihitung jumlah koloninya. Setiap koloni bakteri dimurnikan pada media selektif King’s B dan Yeast Dextrose Calcium Agar (YDCA). Karakterisasi fisiologi meliputi uji reaksi gram, uji katalase, uji fluoresen, uji oksidase, uji hidrolisis pati, dan uji aktivitas arginin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih kedelai varietas Anjasmoro memiliki jumlah populasi bakteri yang lebih banyak dibandingkan varietas lain. Bakteri yang berhasil diidentifikasi dari ketiga varietas benih adalah Pseudomonas sp., Pseudomonas glumae, dan Xanthomonas sp.
KARAKTERISASI BIJI LIMA AKSESI BUNGA MATAHARI DI DATARAN TINGGI ALAHAN PANJANG SUMATERA BARAT Rachmad Hersi Martinsyah; Jamsari; Nugraha Ramadhan
JURNAL AGRONIDA Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v8i1.4862

Abstract

Bunga matahari merupakan tanaman yang stategis karena selain dapat digunakan sebagai bahan pangan, juga dapat menghasilkan minyak terutama minyak makan yang menempati posisi terbesar ketiga dunia setelah kedelai dan kelapa sawit. Pengembangan budidaya bunga matahari di Indonesia masih kurang optimal terutama produksi bunga matahari. Dalam peningkatan hasil produksi salah satunya perlu benih unggul. Identifikasi keragaman biji perlu dilakukan agar mendapatkan karakter genotipe tanaman yang berbeda dalam proses perakitan kultivar untuk mencegah duplikasi. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakter dan variabilitas karakter biji bunga matahari. Aksesi tanaman yang digunakan yaitu Ha1, Ha15, Hu1, Hu2, dan Hu3. Metode penelitian ini terdiri atas kegiatan pengolahan lahan, penanaman, perawatan, pengendalian OPT, dan pemanenan bunga matahari. Setelah diperoleh biji hasil panen, dilakukan karakterisasi benih dengan peubah kuantitatif yaitu panjang biji, diameter biji, bobot 100 biji, persentase biji hampa. Peubah kualitatif terdiri atas warna biji, bentuk biji, garis tepi dan warna garis. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif sederhana. Analisis data melalui perbandingan varians fenotipe dengan standar deviasi varians fenotipe, varians, standar deviasi. Hasil yang didapatkan pada karakter kualitatif dan kuantitatif menunjukkan adanya keragaman. Peubah yang memiliki nilai variabilitas luas adalah karakter diameter biji, warna biji, bentuk biji, garis tepi dan warna garis biji, sedangkan peubah panjang biji, bobot 100 biji dan persentase biji hampa menunjukkan variabilitas sempit.
PENGARUH BERBAGAI DOSIS PUPUK SP-36 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI KERITING VARIETAS PM 999 darudriyo darudriyo; Anna Sulistyaningrum
JURNAL AGRONIDA Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v8i1.5584

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas strategis yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas cabai adalah melalui kegiatan pemupukan. Penggunaan pupuk P berfungsi untuk mempercepat pembungaan dan pemasakkan buah, serta memperbesar persentase pembentukan bunga menjadi buah/biji. Pupuk SP-36 merupakan salah satu pupuk sumber P. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dosis pemupukan SP-36 terhadap pertumbuhan dan produksi cabai keriting PM 999.  Percobaan ini dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari 6 ulangan. Faktor yang diuji adalah dosis pupuk SP-36 yang terdiri atas 6 taraf, yaitu tanpa aplikasi pupuk SP-36 (0%R), 77,5 kg/ha (25%R), 155 kg/ha (50%R), 232,5 kg/ha (75%R), 310 kg/ha (100%R), dan 387,5 kg/ha (125%R). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi berbagai dosis pupuk SP-36 memberikan pengaruh pada fase pertumbuhan generatif tanaman cabai varietas PM 999 yang ditanam di Bogor yang meliputi pembentukan bunga kuncup, bunga mekar hingga produksi tanaman cabai, sedangkan pada fase vegetatifnya seperti tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang tidak memberikan pengaruh. Pemberian pupuk SP-36 sebesar 387,5 kg/ha menghasilkan produktivitas tertinggi yaitu 7,92 ton/ha.