cover
Contact Name
JURNAL PETERNAKAN NUSANTARA
Contact Email
jurnal.peternakan@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.peternakan@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Peternakan Nusantara
ISSN : 24422541     EISSN : 25500740     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Nusantaraa adalah jurnal diterbitkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor. Jurnal ilmiah yang membahas tentang hasil-hasil penelitian bidang ilmu dan teknologi peternakan yang belum pernah dipublikasikan pada media lain.Cakupan artikel meliputi hasil penelitian tentang genetika dan pemuliaan ternak, nutrisi dan teknologi pakan ternak, produksi dan reproduksi ternak, teknologi pasca panen ternak. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
EFEKTIFITAS JAMU HERBAL TERHADAP KADAR LEMAK DAN KOLESTEROL DAGING AYAM PETELUR UMUR 26 BULAN Nurcholis, Nurcholis
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jpn.v6i2.3285

Abstract

Potensi ayam petelur di merauke cukup tinggi, dan pada ahirnya ayam-ayam ini akan dijadikan ayam afkir. Ayam afkir memiliki kekurangan selain karkas dagingnya cukup kenyal dan keras, ayam ini memiliki banyak lemak abdomen dan kandungan kolesterol. Jamu herbal memiliki kelebihan diantaranya kandungan antioksidan, minyak atsiri dan kurkumin dalam tumbuhan herbal mampu menurunkan kadar lemak dan kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas jamu herbal terhadap kandungan persentase kolesterol daging dan lemak abdomen. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan, menggunakan 36 ekor ayam afkir petelur umur 26 bulan. Bahan penelitian menggunakan jamu herbal yang terdiri dari beberapa jensi tumbuhan diantaranya : Buah merah 30%; Kunyit 20%; Jahe 5%; temu lawak 25%; Kencur 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamu herbal yang diberikan tidak memberikan pengaruh (P> 0.05) terhadap kolesterol R0 yaitu 131 mg, R1 sebanyak 130, 67 mg, R2 sebanyak 128,33 mg, dan R3 sebanyak 126 mg dan lemak R0 (4.6 %), R1 (4.23 %), R2 (4. 43 %), R3 (4.5 %), namun nilai persentase menunjukkan adanya kecenderungan menurun. Hal ini diduga pemberian jamu herbal cukup sedikit sehingga belum maksimal dalam mempengaruhi kadar kolesterol dan lemak.
KUALITAS SENSORIS TELUR DARI BURUNG PUYUH YANG DIBERI AIR MINUM MENGANDUNG EKSTRAK BUAH PARE Julaeha, siti; Anggraeni, Anggraeni; Handarini, Ristika
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jpn.v6i2.3288

Abstract

Tanaman pare (Momordica Charantia) adalah jenis tumbuhan jalar yang mempunyai rasa pahit dan buahnya panjang bergerigi. Kandungan pare memiliki pigmen yang memengaruhi warna kuning telur yaitu B-karoten. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas sensoris telur puyuh (uji hedonik dan mutu hedonik) dari telur burung puyuh yang diberi ekstrak buah pare (EBP) pada air minum. Penelitian ini dilaksanakan selama 2bulan dari bulan Februari - bulan Maret 2019. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Universitas Djuanda Bogor. Ternak yang digunakan 100 ekor puyuh betina yang berumur 30 hari siap produksi. Pakan yang diberikan adalah pakan komersil dengan PK 20 – 22 %. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas R0 = 0% EBP, R1 = 2,5% EBP + 97,5% air, R2 = 5% EBP + 95% air, R3 = 7,5% EBP + 92,5% air, R4 : 10% EBP + 90% air. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis. Peubah yang diamati yaitu uji hedonik dan uji mutu hedonik (warna putih telur,kuning telur, aroma, rasa dan tekstur). Hasil penelitian menyatakan bahwa pemberian ekstrak  buah pare berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap warna putih telur, warna kuning telur dan tidak berpengaruh nyata  (P>0,05) terhadap aroma, rasa dan tekstur pada uji hedonik. Pada mutu hedonik nyata (P<0,05) terhadap warna putih telur, kuning telur, aroma, rasa dan tekstur.  Kualitas sensoris terbaik dari telur puyuh yakni yang diberi air minum mengandung 7,5% ekstrak buah pare.Kata kunci :kualitas sensoris telur puyuh, burung puyuh, ekstrak buah pare.
KEMAMPUAN NETRALISASI KEKEBALAN TUBUH INDUK MELALUI KUNING TELUR AYAM PETELUR PADA VIRUS AI (H5N1) ISOLAT LAPANGAN Haryanto, Agung Puji
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jpn.v6i2.3309

Abstract

Day old chick in the first week of their life got the immunity from maternal antibody / immunoglobulin trough egg yolk. Hens with high antibody titer will decended the immunoglobulin to their harvest trough egg yolk. The research studied the capability of antibody anti H5N1 from egg yolk to neutralized H5N1 AIV.  Twenty hens were devided to five group, one group as  a control group were unvaccinated group and four other groups were vaccinated with H5N1 AI inactive vaccine produced by several  Indonesia vaccine company. Four H5N1 AI inactive vaccines code VS1, VC1, VV1 and VM1 were vaccinated twice to group 2, 3, 4 and 5. A week after second vaccination the egg were collected and analyzed the antibody titer against H5N1 AIV  by hemagglutination test using H5N1 AIV field isolates as standard virus (NG and LW)). The egg yolk were contain high antibody titer (above 26) collected and tested against H5N1 AIV field isolates NG and LW by serum neutralization test.  The result showed that H5N1 AIV NG isolate were able to neutralized by antibody anti H5N1 AIV from egg yolk produced by hens vaccinated with VS1, VC1, VV1 and VM1, but LW isolate were able to neutralized by showed that H5N1 AIV NG isolate were able to neutralized by antibody anti H5N1 AIV from egg yolk produced by hens vaccinated with VS1, VC1, and VM1.  It’s concluded that hens were vaccinated with H5N1 AI inactive vaccine were able to protect their off spring against H5N1 AIV from the field by transferred maternal antibody trough the egg yolk with titer above 26.
KAKTERISTIK KIMIA SALAMI DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK ANGKAK (Red Mold Rice) Triasih, Dyah
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jpn.v7i1.3599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia salami daging yang ditambah dengan water extract angkak sebagai pengganti bahan curing. Perlakuan yang digunakan yaiti P0 (curing dengan nitrit), P1 (curing dengan water extract angkak 2,5%), P2 (Curing dengan water extract angkak 5%), P3 (Curing dengan water extract angkak 7.5%). Data hasil uji kimia diolah dengan ANOVA (Analysis of Variance) dan terdapat pengaruh akan diuji lanjut dengan metode DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil uji analisa kadar lemak menunjukkan hasil yang berbeda pada masing – masing perlakuan. P0 memiliki kadar lemak 16%, P1 15,6%, P2 15,3%, P3 15,2%, kandungan protein P0 16,70%, P2 1637%. 16,07%, P3 15,80% dan kadar air P0 57,9%, P1 58,4%, P2 58,8 dan P3 59,3%. Uji lanjut DMRT menunjukkan hasil yang sangat nayata dengan signifikansi 0,00 pada parameter kadar air dan kadar protein, sedangkan kadar lemak menunjukkan hasil yang nyata dengan nilai signifikansi 0.018 (Sig>0.05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penambahan water extract dapat meningkatkan kadar air salami, sehingga kadar lemak dan protein menurun. kandungan kadar meningkat karena water extract yang ditambahkan mengandung air yang tinggi. Kadar air memiliki hubungan yang terbalik dengan kadar lemak dan protein.
PEMANFAATAN CAIR TEMPURUNG KELAPA DAN PENGARUHNYA TERHADAP ORGANOLEPTIK DAN KIMIAWI DAGING SAPI Ina, Yessy Tamu; Sirappa, Iven Patu
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jpn.v7i1.4075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentasi asap cair  terbaik sebagai bahan pembuat dendeng sapi dengan menganalisis kadar fenol, kadar protein, Benzo (a) pirene, Benzo (a) anttracena dan organoleptik pada dendeng sapi. Penelitian ini menggunakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yaitu perendaman daging dengan konsentrasi asap cair yang berbeda. Penggunaan asap cair tempurung kelapa mempunyai 3 taraf konsentrasi pengasapan yaitu P1=3%,  P2=6%, dan  P3=9%. Kebutuhan untuk perendaman daging dengan menggunakan asap cair adalah 15 sampel. Variabel yang diukur adalah kadar fenol, kadar protein, kadar benzo (a) pirene, kadar benzo (a) antracena, dan organoleptik meliputi warna, rasa, tekstur dan kesukaan. Pengujian parameter terlebih dahulu di uji normalitasnya dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk. Apabila sebaran datanya normal dianalisis dengan ANOVA pada taraf 5%, apabila terdapat pengaruh dilanjutkan dengan uji Wilayah Ganda Duncan. Kadar benzo (a) pirene dan kadar benzo (a) antarcena di uji secara deskriptif dan pengujian  sifat organoleptik (warna, rasa, tekstur dan tingkat kesukaan) menggunakan uji Non Parametrik Kruskal – Walis dan dilanjutkan, uji beda nyata Man Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi asap cair berbeda dapat memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kadar protein, kadar fenol dan organoleptik. Konsentrasi asap cair tertinggi dapat meningkatkan kadar fenol, organoleptic  tetapi  dapat menurunkan kadar protein. Sedangkan kadar benzo (a) pirene  pada semua perlakuan adalah <0,51mg/kg dan kadar benzo (a) antracena pada semua perlakuan adalah <9,08 dan secara kesehatan pemanfaatan asap cair sampai pada 9% masih aman untuk dikonsumsi.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG INDIGOFERA TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, DAN SERAT KASAR RANSUM PEDET FRIES HOL Gofur, Muhammad Hesa Ali; Sudrajat, Deden; malik, Burhanudin
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jpn.v7i1.4215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tepung indigofera yang diberikan ke pedet terhadap KCBK, KCBO, dan SK. Penelitian menggunakan RAL dengan perlakukan sebagai berikut: Ro) Kosentrat 40%+Hijauan 60% R1) Hijauan 60% + (5% tepung indigofera + 35% konsentrat R2) Hijauan 60%+(10% tepung indigofera + 30% konsentrat . Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pedet FH yang diberi ransum Konsentrat+Hijauan (rumput gajah)+ tepung indigofera tidak berpengaruh nyata  (P>0,05).
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KENCUR (KAEMPFERIA GALANGA L) DALAM PAKAN KOMERSIL TERHADAP PRODUKTIVITAS TELUR BURUNG PUYUH (COTURNIX-CORTUNIX JAPONICA) Ramadhani, Dede Syahrul; Handarini, Ristika; Wahyuni, Dewi
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jpn.v7i1.4216

Abstract

Penelitian tepung kencur bertujuan untuk  mengetahui konsumsi pakan, produksi telur, bobot telur, konversi pakan serta mortalitas burung puyuh (Coturnix-coturnix japonica). Penelitian dilaksanakan pada Agustus – Oktober 2020 dikampung Cipayung kecamatan Cibinong kabupaten Bogor. Bahan-bahan penelitian terdiri atas burung puyuh 64 ekor umur 30 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Angka Lengkap (RAL) dengan perlakuan 4 Perlakuan P0 (kontrol), P1 (0.5% tepung kencur), P2(1% tepung kencur) P3 (1.5% tepung kencur) dan masing-masing perlakuan 4 ulangan. Data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA). Berdasarkan hasil penelitian tepung kencur dapat disimpulkan tidak berpengaruh nyata (P>0.05)konsumsi pakan 19.41-19.70 g, produksi telur 60.05-65.54 %, bobot telur 9.24-9.61 g, konversi pakan 2.77-2.69. dan mortalitas 0%. Penambahan tepung kencur hingga taraf 1.5 % pada pakan komersial dapat mempertahankan produktivitas telur burung puyuh.Kata kunci : Tepung kencur, Burung puyuh, Produktivitas Telur Burung Puyuh.
Pemberian pakan step-down protein dengan subtitusi dedak padi amofer terhadap performan produksi dan Income Over Feed Cost (IOFC) Itik Cihateup: Pakan Step-Down Protein dengan Subtitusi Dedak Padi Amofer
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jpn.v8i1.4756

Abstract

This study aims to produce duck feed with complete and economical nutrient content in terms of production performance parameters and Income Over Feed Cost (IOFC). The research was conducted by experimental method using Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments, namely P0+: control treatment using 18% PK basal diet, P0¬˗: 16% PK basal feed treatment, P1: 16% PK Basal Feed with 10% amopheric bran. , P2: 16% PK basalt diet with 20% amopheric bran, P3: 16% PK basalt feed with 30% amofer bran. The research material used 60 DOD Cihateup Ducks. Each treatment was repeated 4 times and each experimental unit contained 3 ducks. The results of the study using step down protein feed with amofer rice bran substitution significantly decreased production performance at higher levels of amofer rice bran administration. As well as producing the best income over feed cost in the P0+ treatment, namely the control treatment using basal feed with 18% protein.
PENGGUNAAN AKTIVATOR STARDEC TERHADAP KUALITAS KOMPOS BERBAHAN DASAR PELEPAHSAWIT DAN FESES SAPI
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jpn.v8i1.4926

Abstract

The aim of this study was to determine the effect of the addition of Stardec activator on the quality of the compost using palm fronds and cow feces as the basic ingredients. This research was carried out for ±1 month of composting in the laboratory for livestock and forage cultivation, Faculty of Animal Husbandry, Jambi University and Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, UNAND. This research was carried out using a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replications. The materials used were palm fronds 70% + sai feces 25% + urea 1% + bran 4%, with the use of stardek A0 0%, A1 0.5%, A2 1% and A3 1.5%. The observed variables were pH, and the elements contained therein (carbon, nitrogen, phosphorus, potassium, and the C/N ratio). from research that has been done shows pH (6-7). The results of statistical analysis showed that the addition of Stardec had a very significant effect (P<0.01) on carbon, phosphorus and potassium. No significant effect (P>0.05) on nitrogen and C/N ratio. Based on the results of the study, the best results were obtained from the content contained in the compost such as (C,N,P,K and C/N ratio) and pH, namely the addition of 1.5% Stardec.
KUALITAS NUTRIEN DAN KECERNAAN IN VITRO BEBERAPA PAKAN LOKAL TERNAK KAMBING DI LAHAN KERING KEPULAUAN
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jpn.v8i1.5017

Abstract

This study aims to determine the nutritional quality and digestibility value of dry matter and organic matter of local feed. The research was carried out at the Nutrition and Animal Feed Laboratory of the Kupang State Agricultural Polytechnic for 2 months. The variables observed were nutrient quality and dry matter and organic matter digestibility in vitro.The results of the analysis showed the average nutrient content of local feed ingredients, namely gamal leaf (BK 93.77%), putak flour (BO 90.33%), fish meal (PK 43.45%), fish meal (LK 4.61% ), rice bran (SK 29.84%), fish meal (KA 39.44%). Thehighest organic matter digestibility was in putak flour 66.47%, followed by fish meal 57.76%, gamal leaf 56.42%, corn husks 47.52%, and rice bran 40.78%. The conclusion of this study is that local feed ingredients for goats, namely rice bran, corn husks, fish meal, putak flour and gamal leaves can be recommended as animal feed.