cover
Contact Name
Dani Saepuloh
Contact Email
danie_saepuloh@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
lydiadesmaniarirwan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kelautan Nasional
ISSN : 1907767X     EISSN : 26154579     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Kelautan Nasional (JKN) ISSN 1907-767X, e-ISSN 2615-4579 adalah jurnal yang diterbitkan oleh Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pusat Riset Kelautan (Pusriskel) adalah nomenklatur baru, sejak tahun 2017, untuk Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir (P3SDLP). Jurnal Kelautan Nasional, sebelum dikelola oleh Pusriskel maupun P3SDLP, adalah dikelola oleh Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan (P3TKP). Pada tahun 2016, P3TKP kemudian merger ke P3SDLP.
Arjuna Subject : -
Articles 229 Documents
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ELEKTRONIK LOG BOOK PENANGKAPAN IKAN BERBASIS WEB Hadhi Nugroho; Adi Darmawan; Agus Sufyan
Jurnal Kelautan Nasional Vol 11, No 1 (2016): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1492.861 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v11i1.6066

Abstract

Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan (P3TKP) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengembangkan teknologi elektronik log book penangkapan ikan berbasis GPRS. Elektronik log book merupakan perangkat keras yang memiliki fungsi utama untuk input data tangkapan ikan secara elektronik. Untuk menampilkan data elektronik log book menjadi informasi statistik secara real time, diperlukan sebuah sistem informasi berbasis web. Tahapan perancangan sistem informasi elektronik log book penangkapan ikan berbasis web terdiri dari identifikasi kebutuhan sistem, perancangan perangkat lunak, dan implementasi. Perancangan desain sistem database elektronik log book menggunakan MySQL. Desain sistem database tersebut berisi Conceptual Data Model (CDM) dan Physical Data Model (PDM). Untuk menggambarkan interaksi pengguna dengan sistem informasi elektronik log book dapat dilihat pada Data Flow Diagram (DFD). DFD pada perancangan sistem informasi elektronik log book terdiri dari DFD level-0, DFD level-1, dan DFD level-2. Modul-modul pada sistem informasi elektronik log book terdiri dari modul autentifikasi, modul data tangkapan, modul informasi harga ikan, dan modul informasi cuaca. Aplikasi kemudian diimplementasikan di domain www.p3tkp-elogbook.net. Sistem informasi elektronik log book penangkapan ikan berbasis web yang diaplikasikan ini dapat memberikan informasi secara cepat dan tepat tentang data penangkapan ikan, informasi harga ikan, dan informasi cuaca perairan, dengan kerahasiaan data yang terjamin.
DAMPAK PENGANGKATAN ARTEFAK BAWAH LAUT TERHADAP KERUSAKAN TERUMBU KARANG BERDASARKAN INDIKATOR TUTUPAN SUBSTRAT DAN PARAMETER LINGKUNGAN Ofri Johan; Ira Dillenia; Rainer Arif Troa
Jurnal Kelautan Nasional Vol 12, No 3 (2017): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.868 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v12i2.6247

Abstract

Artefak bawah laut yang merupakan bagian dari situs arkeologi maritimyang memiliki nilai sejarah yang tinggi dan sering ditemukan pada kawasan ekosistem terumbu karang. Keberadaannya mungkin dapat memberikan dampak positif dibidang pariwisata, namun bagaimana dampaknya terhadap lingkungan belum dikaji jika dilakukan pengangkatan apabila artefaknya memiliki nilai lebih tinggi yang perlu diselamatkan. Penelitian ini telah dilakukan pada Situs Kelarik Dalam, Perairan Karang Semapi, Natuna pada tiga waktu berbeda yaitu tanggal 11 – 22 April 2016, 6 – 11 Mei 2017 dan  7-11 September 2017. Penelitian bertujuan untuk melihat dampak pengangkatan artefak terhadap kondisi terumbu karang disekitarnya sebagai dasar informasi untuk mengantisipasi rencana pengangkatan artefak secara resmi nanti oleh pemerintah. Penelitian menggunakan metode transek foto bawah air dengan ukuran 58x44 cm. Garis transek dibentangkan dari titik nol di lokasi pusat artefak ditemukan dengan membentangkan 4 rol meteran sepanjang 30 m ke semua arah mata angin yaitu utara, selatan, timur dan barat. Pengambilan foto dilakukan setiap 1 meter kemudian dianalisa dengna program CPCe dengan menetapkan 30 titik sampel setiap fotonya. Masing-masing transek dibagi 3 zona sesuai jarak dari pusat artefak yaitu 0-10 m (Zona 1), 10-20 m (Zona 2) dan 20-30 m (Zona 3), berturut-turut mewakili lokasi terdekat, sedang dan terjauh. Data yang dikumpulkan adalah tutupan karang hidup dan tutupan substrat kategori lain danjenis karang. Hasil penelitian diperoleh terdapat perbedaan tutupan karang hidup antara lokasi yang dekat 0-10m  (6,9%), sedang 10-20m (20,3%) dan terjauh 20-30m (18,5%). Lokasi terdekat terdampak oleh aktifitas pengangkatan artefak akibat sering terpapar sedimen dan kekeruhan perairan dengan lebih jelas lagi ditandai oleh tingginya rubble (26,4%) dan rock (50,4%). Jarak sedang dan terjauh memiliki tutupan karang yang lebih tinggi dibandingkan lokasi terdekat. Perlu pertimbangan yang bijak untuk pengangkatan artefak yang ada di kawasan ekosistem terumbu karang dengan memperhatikan dampak kematian terhadap biota yang ada di sekitarnya termasuk terumbu karang.
ANALISIS STABILITAS TERHADAP OPERASIONAL DESAIN KAPAL IKAN 20 GT DI PALABUHANRATU Daud S.A. Sianturi; Sofiyan M. Permana
Jurnal Kelautan Nasional Vol 8, No 3 (2013): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.171 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v8i3.6231

Abstract

Stabilitas merupakan salah satu aspek keselamatan dari sebuah desain kapal. Penelitian ini dilakukan di Palabuhanratu menggunakan desain kapal ikan berukuran 20 GT. Pada penelitian ini dilakukan analisis stabilitas pada 5 kondisi pembebanan kapal sehingga menghasilkan kapal yang baik sesuai standarisasi yang telah ditetapkan. Analisis stabilitas yang digunakan untuk mendapatkan lengan penegak GZ dilakukan dengan bantuan perangkat lunak untuk periode oleng menggunakan rumus International Maritime Organization (IMO) dan untuk mengetahui tinggi gelombang menggunakan rumus angkatan laut Jerman. Dari hasil penelitian menunjukkan kelima kondisi pembebanan yang terjadi di kapal memiliki stabilitas yang baik sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO), periode oleng yang terjadi pada kapal berdasarkan kelima kondisi pembebanan berkisar 2,47-3,04 detik dan tinggi gelombang maksimal yang diterima oleh kapal sebesar 1,41 m dengan panjang gelombang sebesar 15,2 m.
ZONASI PENURUNAN MUKA AIR TANAH DI WILAYAH PESISIR BERDASARKAN TEKNIK GEOFISIKA GAYABERAT MIKRO 4D (STUDI KASUS: DAERAH INDUSTRI KALIGAWE - SEMARANG) Dino Gunawan Pryambodo; Supriyadi .
Jurnal Kelautan Nasional Vol 10, No 3 (2015): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.613 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v10i3.6189

Abstract

Difisit airtanah menjadi masalah di kota-kota besar yang berada di wilayah pesisir, hal ini dipicu dengan adanya pengambilan airtanah yang tidak terkendali sehingga menimbulkan dampak krisis airtanah yang di tandai dengan menurunnya muka airtanah dan terjadinya amblesan tanah. Zonasi penurunan muka airtanah di kawasan industri Kaligawe, pesisir Semarang, dengan menggunakan teknik geofisika gayaberat mikro 4D dan gradien vertikal 4D serta dibantu dengan leveling untuk melihat amblesan tanah yang terjadi di daerah penelitian. Pengukuran dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada bulan Juni 2004 dan Nopember 2005 dalam jarak rentang waktu 16 bulan dengan 47 stasiun pengamatan. Disimpulkan bahwa hampir 70% daerah penelitian mengalami penurunan muka airtanah dan amblesan dan hal itu didukung dengan adanya penurunan muka airtanah yang terpantau dari beberapa sumur pantau yang berada di sekitar daerah penelitian.
PENGARUH LOKASI DAN KONDISI PARAMETER FISIKA-KIMIA OSEANOGRAFI UNTUK PRODUKSI RUMPUT LAUT DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN TAKALAR, SULAWESI SELATAN Muhammad Ramdhan; Taslim Arifin; Irma Shita Arlyza
Jurnal Kelautan Nasional Vol 13, No 3 (2018): Desember
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.218 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v13i3.6288

Abstract

Pertumbuhan rumput laut jenis Eucheuma sp. dipengaruhi oleh faktor oseanografi meliputi parameter fisika, kimia dan biologi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial parameter fisika-kimia oseanografi dan pengaruhnya terhadap produksi rumput laut Eucheuma cottonii. Distribusi spasial parameter fisika-kimia perairan dianalisis menggunakan Analisis Komponen Utama (Principal Component Analysis, PCA).Hubungan antara parameter fisika-kimia dengan produksi rumput laut dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Analisis distribusi spasial parameter fisika-kimia menghasilkan 3 kelompok utama, dimana pengaruh stasiun sangat dominan dalam pengelompokan tersebut. Parameter fisika-kimia memberikan karakteristik yang berbeda antara kedua lokasi pengamatan (Kecamatan Sanrobone dan Mangarabombang). Adapun produksi rumput laut di Kecamatan Sanrobone dapat diramalkan menggunakan persamaan ini (R = 98,6%.): Produksi = - 2343 + 331 suhu - 48.6 salinitas – 41,6 DO - 708 pH – 3,33 TSS + 48,5 BOT + 458 kecepatan. arus – 8,6 kecerahan + 46,5 kedalaman - 159 nitrogen - 615 fosfat + 1,625 silikat. Sedangkan untuk produksi rumput laut di Kecamatan Mangarabombang dapat diramalkan menggunakan persamaan ini (R = 76,9%.): Produksi = - 385 + 448 suhu - 499 salinitas + 940 DO + 220 pH – 12.4 TSS + 12.2 BOT + 5.997 kecepatan arus - 311 kecerahan + 60 kedalaman - 726 nitrogen - 106 fosfat - 8,577 silikat.
POTENSI ENERGI ARUS LAUT UNTUK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DI PULAU-PULAU KECIL (Studi :Pulau Mantang di Bintan, Pulau Abang di Batam, dan Pulau Sugi di Karimun, Propinsi Kepulauan Riau) Yulhendri Suryansyah
Jurnal Kelautan Nasional Vol 8, No 1 (2013): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.384 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v8i1.6218

Abstract

Energi arus laut merupakan sumber yang konsisten dari energi kinetik dapat diprediksi akan sangat menarik untuk diatur sebagai manajemen jaringan pembangkit listrik. Permasalahan yang dihadapi kepulauan Riau sebagai pulau-pulau kecil adalah keterbatasan energi listrik yang tidak terjangkau oleh listrik PLN. Berdasarkan Analisis dan pengukuran  arus dan potensi daya listrik di tiga buah Pulau yaitu Pulau Sugi, Pulau Abang dan Pulau Mantang, dapat disimpulkan bahwa Pulau Sugi memiliki potensi yang lebih besar daripada ke dua pulau lainnya untuk dapat dikembangkan dan dibuat  pembangkit listrik tenaga arus dengan potensi daya rata-rata sebesar 15567,19 watt/h.
PRODUKSI, RENDEMEN DAN KEKUATAN GEL TIGA VARIETAS RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii YANG DIBUDIDAYA DENGAN METODE LONG LINE Arfan Afandi; Kukuh Nirmala; Tatag Budiardi
Jurnal Kelautan Nasional Vol 10, No 1 (2015): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.04 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v10i1.6156

Abstract

Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu jenis alga merah (Rhodophyceae) yang bernilai ekonomis penting dan penyuplai karagenan dunia. Berdasarkan warnanya K. alvarezii terbagi menjadi merah, hijau dan coklat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis produksi dan kualitas karaginan dari varietas K. alvarezii  dengan metode budidaya  long line. Bibit rumput laut jenis K. alvarezii diperoleh dari Desa Kamelanta, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan yaitu; varietas merah, varietas hijau dan varietas coklat, setiap pelakuan diulang dalam  tiga kelompok lokasi perairan (darat, tengah, dan dalam). Parameter yang diamati yaitu produksi, fikoeritrin, rendemen, kekuatan gel, dan kualitas air. Data dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA). Hasil menunjukkan bahwa varietas warna berpengaruh terhadap kelimpahan pigmen fotosintesis. Produksi dan kualitas karaginan terbaik pada K. alvarezii varietas coklat.
PEMODELAN HIDRODINAMIKA DAN TRANSPOR SEDIMEN DI PERAIRAN PESISIR SEKITAR TANJUNG PONTANG, KABUPATEN SERANG - BANTEN Joko Prihantono; Irfan Arif Fajrianto; Yessi Nirwana Kurniadi
Jurnal Kelautan Nasional Vol 13, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2641.808 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v1i2.6614

Abstract

Tanjung Pontang yang terletak di Provinsi Banten mengalami abrasi pantai dan kekeruhan yang cukup serius. Penelitian abrasi pantai ini telah dibuktikan oleh peneliti lain berdasarkan analisis perubahan garis pantai menggunakan citra satelit dengan tahun yang berbeda, namun penelitian dengan menggunakan pemodelan transpor sedimen belum pernah dilakukan di daerah tersebut. Pemodelan numerik hidrodinamika dan transpor sedimen menggunakan perangkat lunak MIKE21 telah berhasil dilakukan pada penelitian ini untuk membuktikan proses abrasi dan kekeruhan di sekitar Tanjung Pontang. Hasil pemodelan hidrodinamika dengan pembangkit parameter angin menunjukkan adanya arus sejajar garis pantai pada saat musim barat dan musim timur. Pada saat musim barat arus sejajar pantai di Tanjung Pontang dominan bergerak ke arah timur, sedangkan pada saat musim timur sebagian arus sejajar pantai di Tanjung Pontang bergerak ke arah timur, dan sebagian bergerak ke selatan menuju Teluk Banten. Selain itu analisis perubahan bed level menunjukkan adanya penurunan bed level yang mengindikasikan abrasi di sekitar Tanjung Pontang dan adanya sedimentasi di Sungai Ciujung Baru. Kekeruhan terjadi di sekitar Tanjung Pontang dan Teluk Banten disebabkan oleh karena adanya tingginya sedimen tersuspensi di Sungai Ciujung Lama dan terbawa oleh arus sejajar garis pantai di sekitar Tanjung Pontang.
TOTAL HEMOSIT, GLUKOSA DAN SURVIVAL RATE UDANG MANTIS (Harpiosquilla raphidea) PASCA TRANSPORTASI DENGAN DUA SISTEM YANG BERBEDA M. Yusuf Arifin; Eddy Supriyono; Widanarni .
Jurnal Kelautan Nasional Vol 9, No 2 (2014): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.903 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v9i2.6207

Abstract

Udang mantis (Harpiosquilla raphidea) merupakan salah satu krustasea yang bernilai ekonomis tinggi. Saat ditransportasi udang cenderung mengalami stres, oleh sebab itu dibutuhkan teknologi transportasi untuk meminimalisir tingkat stres. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan efek stres pada udang mantis dari dua metode transportasi yang berbeda yaitu, transportasi sistem kering dan transportasi basah. Respon stress yang diamati adalah jumlah total hemosit (THC), konsentrasi glukosa dan kelangsungan hidup. Sampel diambil pada waktu 0, 1, 3, 6, 12, 24, 72, 168 dan 336 jam pasca transportasi. Data dianalisis dengan Uji-T. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah THC lebih tinggi pada sistem kering dibanding sistem basah terutama pada jam ke-72. Konsentrasi glukosa dengan sistem basah lebih tinggi dari sistem kering pada jam ke-0 dan jam ke-24. Tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi pada sistem kering dari pada sistem basah. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa transportasi sistem kering lebih baik karena menghasilkan respon stress yang lebih rendah dan waktu pulih yang lebih cepat.
HUBUNGAN PARAMETER LINGKUNGAN TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN KARANG DI PULAU TUNDA -– BANTEN Dedi -; Neviaty P. Zamani; Taslim Arifin
Jurnal Kelautan Nasional Vol 11, No 2 (2016): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.486 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v11i2.6112

Abstract

Kondisi lingkungan dan aktivitas manusia menyebabkan terganggunya ekosistem pesisir khususnya terumbu karang. Gangguan kesehatan dan penyakit pada karang dapat terjadi karena perubahan kondisi lingkungan. Pulau Tunda merupakan pulau terluar yang berbatasandengan Teluk Jakarta dan Teluk Banten diasumsikan mendapatkan tekanan lingkungan dari pembangunan daerah tersebut. Penelitian ini mengkaji apakah parameter lingkungan memiliki hubungan dengan sebaran gangguan kesehatan karang.Survei lapangandilakukan pada Januari 2014. Pengambilan data dilakukan dengan metode transek sabuk dengan lebar 1 x 1m pada kedalaman berkisar 3 – 5m. Hubungan parameter lingkungan dan kelimpahan penyakit karang dianalisis dengan Principal Components Analysisdan sebaran penyakit karang dianalisis dengan Correspondent Analysis.Dari hasil pengamatan, jenis gangguan yang terdapat pada lokasi pengamatan Pulau Tunda - Banten yaitu pemutihan karang (Full, Patches, dan Stripes) sedangkan gangguan kesehatan lainnya meliputi Cots, fishbite, PR, IG, SP dan SD. Pemutihan karang bentuk Patches merupakan bentuk pemutihan karang yang banyak ditemukan dari seluruh lokasi pengamatan dengan total koloni yang terserang sebanyak 91 koloni. Gangguan kesehatan SP (Spons Over) merupakan gangguan kesehatan yang sedikit (7 koloni) ditemukan pada lokasi pengamatan.Sebaran pemutihan karang memiliki hubungan terhadap salinitas, suhu dan fosfat sedangkan gangguan kesehatan karang SD dan SP memiliki hubungan terhadap konsentrasi nitrat dan silikat.

Page 4 of 23 | Total Record : 229