cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
Search results for , issue "2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015" : 140 Documents clear
PENGEMBANGAN STARTEGI PELIBATAN SISWA MEMBUAT RANCANGAN INVESTIGASI DALAM PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK Sudria, I B N
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangkan strategi pelibatan siswa dalam membuat rancangan investigasi merupakan bagian dari penelitian dan pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Strategi itu bertujuan untuk mengatasi hambatan keterbatasan alokasi waktu 90 menit tatap muka di kelas dan teknis terutama dalam melibatkan siswa sendiri membuat rancangan investigasi yang semestinya dihasilkan pada tiga langkah awal dari lima tahapan utama kegiatan belajar dengan pendekatan saintifik. Strategi melibatkan (1) penggunaan LKS yang menghadirkan paragraf fenomena pengantar objek belajar dan tugas-tugas yang jelas pada siswa dan relevan dengan sitiap tahapan dari kelima tahapan belajar investigatif; (2) penugasan siswa membuat draf rancangan investigasi di rumah (yang diberitahukan pada penutupan pemblajaran pertemuan sebelumnya) dengan menulis jawaban dari tugas-tugas untuk tiga tahapan utama awal kegiatan belajar investigatif yaitu menuliskan informasi penting dalam paragraf pengantar objek belajar yang mengarahkan pada rumusan masalah investigatif, rumusan masalah yang sesuai dengan hasil observasi, dan rancangan pengumpulan data yang meliputi hipotesis, desain validasi hipotesis, variabel-variabel investigasi, alat dan bahan untuk pembuktian hipotesis, cara kerja, dan tabel pencatatan data; (3) memberikan bimbingan terutama kepada pebelajar pemula dalam berinvestigasi dalam bentuk pengumpulan/monitoring dan pemberian masukan-masukan perbaikan terhadap draf rancangan investigasi sebelum pembelajaran utama tatap muka di kelas, dan (4) melakukan kembali (revieu) fase observasi, menanya, dan merancang pengumpulan data melaui diskusi klas penyamaan persepsi antar kelompok untuk menyempurnakan dan menyepakati rancangan investigasi sesuai dengan sasaran pengetauan/konsepsi ilmiah yang dibangun dan akan ditindaklanjuti dengan fase pengumpulan data, asosiasi, dan komunikasi hasil.Kata kunci: perangkat pembelajaran, pendekatan saintifik, fenomena pengantar, rancangan investigasiABSTRACTDeveloping a strategy to actively engage students in preparing investigative plan was a part of research and development of learning toolkits following scientific approach. The strategy proposed to overcome 90-minute classroom meeting time limitation and technical constraints in student self completion of the investigative plan which should be a result of three beginning steps of the five learning steps. The strategy involves (1) applies worksheet presenting learning object/context introduction paragraph/s and clear tasks to the students and relevant to every step of the five main scientific learning steps; (2) assigns homework to prepare investigative plan draft at closing previous lesson by asking to write answers of the tasks of the three beginning main scientific learning steps namely write investigative problem resulting information that are mentioned in the learning object introduction paragraph/s and/or existing around (observing), investigative problem/s formulated from the observed information (questioning), and data collecting plan which involves hypothesis statement/s, investigative variables, validating design, materials and equipments required to prove hypothesis, work procedure, and data recording table; (3) provides guidance especially for investigative learning beginners in preparation of investigative plan draft via homework collecting of the student prepared investigative drafts and giving improving comments on the collected drafts before classroom meeting; and (4) reviews observing, questioning, and investigative planning phases via conducts classroom discussion on the commented student prepared investigative plan drafts to refine and appoint the investigative plan appropriate to intended knowledge/concept construction to be followed in the next remain scientific learning steps (data collecting, associating and communicating).Kay words: learning toolkits, scientific approach, learning object introduction, investigative plan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI IA SMA NEGERI 4 SINGARAJA Juniartina, Putu Prima
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran group investigation dan konvensional, (2) perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang mengikuti model pembelajaran group investigation dan konvensional dan (3) perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran group investigation dan konvensional.Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non-equivalent postest only control group design. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IA SMA Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran 2011/2012. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik simple random sampling Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA. Sebagai tindak lanjut dari MANOVA, digunakan Least Significant Difference (LSD) untuk menguji komparasi pasangan skor rata-rata tiap kelompok perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan terdapat: (1) perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis antara kelompok model group investigasi dengan model konvensional (F = 32,56; p<0,05), (2) perbedaan yang signifikan pemahaman konsep antara kelompok model group investigasi dan kelompok model pembelajaran konvensional (F = 43,019; p<0,05, (3) perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis antara kelompok model group investigasi dan kelompok model pembelajaran konvensional (F = 37,14; p<0,05). Berdasarkan uji LSD diperoleh PK dan KBK yang dicapai oleh siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaram kooperatif tipe group investigasi lebih baik dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional.Kata kunci: group investigation, pemahaman konsep, dan berpikir kritis.AbstractThis research is aimed to analyze (1) ) the difference of critical thinking skills and physics understanding between students who studied through group investigation model and their counterparts who studied through direct instruction learning model, (2) conceptual understanding skills between students who studied through group investigation model and their counterparts who studied through direct instruction learning model, and (3) critical thinking skills between students who studied through group investigation model and their counterparts who studied through direct instruction learning modelThis study was an experimental study using the posttest-only control group design. The subjects were all students in grade XI IA SMA Negeri 4 Singaraja academic year 2011/2012. The selection of the class for this study was based on simple random sampling technique. The data were analyzed by descriptive statistics and MANOVA. Following MANOVA, Least Significant Difference used (LSD) to test the comparative pair average scores of each treatment group.The result found that (1) there is significant influence learning model of concept comprehension variables and critical thinking together (F = 32,56; p<0,05), (2) there are significant differences between groups PK model of group investigations and direct instruction learning model (F = 43.019, p <0.05). (3) there are significant differences between groups KBK model of group investigations and direct instruction learning model (F = 37,14; p<0,05). Based on the LSD test and KBK obtained PK is achieved by students who learned using a Learning cooperative model of type GI better than students who learn using conventional teaching.Key words: group investigation, concept comprehension, and critical thinking ability
PETA PENGARUH FAKTOR DETERMINAN TERHADAP ANEMIA IBU HAMIL BERDASARKAN PENGUKURAN KADAR HB Fadila, Ila; Suhardi, Deddy A.
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan laporan pencapaian MDGs (2010) salah satu target di Indonesia yang masih memerlukan upaya keras untuk pencapaiannya dalam kemiskinan, gizi, air bersih dan kesehatan ibu melahirkan. Salah satu status kesehatan ibu yang mempengaruhi angka kematian ibu adalah kejadian anemia pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran struktur pengaruh faktor-faktor determinan yang diteliti terhadap status anemia pada ibu hamil di Kabupaten Serang. Desain penelitian bersifat causal analysis untuk menguji hipotesishipotesis pengaruh antar variabel. Perancangan kerangka model berdasarkan pengetahuan teori untuk dibandingkan terhadap penerapannya dalam kondisi tertentu. Misalnya, dalam penelitian ini, kondisi karakteristik ibu hamil, kondisi kandungan/kesehatan tubuh ibu hamil, dan status gizi diuji interelasinya terhadap kadar Hb ibu hamil melalui suatu model analisis jalur. Pengumpulan data dilakukan melalui pengambilan data primer dan sekunder. Primer dari hasil wawancara yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner terstruktur, dan pengukuran lingkar lengan atas serta pemeriksaan kadar Hb ibu hamil. Data sekunder berisi tentang kondisi Kabupaten Serang yang tertuang pada Serang dalam Angka. Adapun jumlah sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 120 orang ibu hamil. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah Kabupaten Serang berdasarkan data pada 3 Puskesmas yang diteliti secara umum adalah 72.5 % dengan rata-rata kadar Hb adalah 9.7 gr/dL. Bila dirinci berdasarkan usia kehamilan diperoleh hasil prevalensi anemia pada ibu hamil secara berurut adalah: pada usia kehamilan trimester I (63.0%), trimester II (60.5 %) dan trimester III (85.5 %). Faktor kondisi kandungan /kesehatan tubuh dan status gizi berpengaruh kepada kadar Hb, sehingga apabila terjadi perubahan pada satu atau kedua faktor ini akan menyebabkan perubahan kondisi kadar Hb. Kedua faktor tersebut dipengaruhi oleh faktor- faktor sosial ekonomi, maka perubahan yang terjadi pada satu atau lebih faktor sosial ekonomi akan mendorong perubahan kondisi kandungan/kesehatan tubuh dan status gizi, yang selanjutnya mendorong perubahan pada kondisi kadar Hb.Kata kunci : Analisis Jalur, Anemia, Ibu Hamil, Kabupaten Serang
Pengaruh Perbedaan Sistem Budidaya terhadap Pola Pita Protein Daging Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Martini, Ni Nyoman Dian; Nursyam, Happy; Fadjar, Mohamad
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan teknologi bioflok, sistem budidaya heterotrofik dengan pertukaran air minimal, saat ini sedang dikembangkan dalam kegiatan budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) karena dapat memberikan produktivitas yang lebih tinggi, konversi pakan yang lebih rendah, dan kualitas air yang lebih stabil. Pada teknologi bioflok, bakteri heterotrofik di dalam sistem budidaya cenderung membentuk agregat (bioflok) yang dapat dikonsumsi oleh udang sebagai sumber protein alami. Dalam penelitian ini, studi SDS-PAGE dilakukan pada daging L. vannamei sepanjang siklus produksi tambak intensif dengan sistem budidaya yang berbeda (Fitoplankton, Semi-Bioflok, dan Bioflok) untuk menyelidiki pengaruh sistem budidaya yang berbeda tersebut terhadap pola pita protein daging L. vannamei. Penelitian ini berlangsung pada beberapa lokasi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh karakteristik pita protein daging L. vannamei yang berasal dari sistem pemeliharaan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem bioflok menghasilkan pola pita protein dengan variabilitas yang lebih tinggi karena sistem ini dapat mempertahankan kualitas air yang baik selama pemeliharaan dan menyediakan sumber protein alternatif berupa bioflok bagi L. vannamei selain pakan pelet.Kata kunci: udang vaname (L. vannamei), sistem bioflok, daging, pita protein, SDS-PAGEAbstractApplication of biofloc system, a heterotrophic culture with minimal water exchange, has gained interest particularly in relation to providing high productivity, low feed-conversion ratios, and a stable culture environment, especially in shrimp. In biofloc system, heterotrophic bacterial tends to form noticeable aggregates (biofloc), which can be consumed by shrimp as a natural protein source. In relation to this, the impact of different culture systems on white shrimp (L. vannamei) muscle protein patterns was investigated. In this research, an SDS-PAGE study was performed on white shrimp muscle tissue along the production cycle in intensive shrimp culture ponds with different culture systems (Phytoplankton, Semi-Biofloc, and Biofloc). The study was located in different areas of the District of Tuban, East Java. The aim of this study was to accomplish systematic characterization of the white shrimp muscle protein pattern, which derives from each of the ponds with different rearing systems. The result of the study showed that the biofloc system yields variability of protein pattern as it maintains good water quality throughout the culture and provides an alternative protein source (as biofloc) for the shrimp besides the pellet.Key words: white shrimp (L. vannamei), biofloc system, muscle, protein pattern, SDS-PAGE
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SERIRIT Widiarini, Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika antara kelompok model pembelajaran berbasis masalah (MPBM) dan model pembelajaran konvensional (MPK) untuk siswa yang memiliki motivasi belajar rendah dan tinggi. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan posttest only non-equivalent control group design. Sampel penelitian ini adalah kelas X SMA Negeri 1 Seririt tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri dari 4 kelas sebanyak 126 orang. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berpikir kritis (KBK), pemahaman konsep (PK) fisika, dan kuesioner motivasi belajar. Tes KBK berbentuk pilihan ganda sebanyak 25 item dengan reliabilitas 0,956. Tes PK fisika berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 item dengan reliabilitas 0,715. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan manova dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat: (1) perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBM dan MPK (F=24,76; p<0,05), (2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap KBK dan PK siswa (F=18,96; p<0,05), (3) perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBM dan MPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi (F=24,98; p<0,05), (4) terdapat perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBM dan MPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah (F=6,38; p<0,05), (5) perbedaan KBK antara kelompok MPBM dan MPK (F=4,41; p<0,05), (6) perbedaan pemahaman konsep antara kelompok MPBM dan MPK (F=48,52; p<0,05). Hasil uji lebih lanjut dengan LSD menunjukkan bahwa MPBM lebih unggul daripada MPK dalam pencapaian keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika siswa.Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah, keterampilan berpikir kritis, pemahaman konsep, dan motivasi belajarABSTRACTThis research is aimed to analyze the difference of critical thinking skill (CTS) and physics concept understanding (PCU) between problem-based learning model (PBLM) and conventional learning model (CLM) groups for students who have high and low learning motivation. This research is a quasi-experimental research with posttest only non-equivalent control group design. Sample of this research was students class X SMAN 1 Seririt academic year 2011/2012 consisting 4 classes and 126 students. Data have been collected by using test of CTS and PCU and questioner of learning motivation. CTS test was extended multiple choices consisting of 25 items with reliability 0.956. PCU test was extended multiple choices consisting of 20 items with reliability 0.715. Data have been analyzed by using descriptive statistic and two-way manova. The results showed that (1) there was significant difference of CTS and PCU between PBLM and CLM groups (F=24.76; p<0.05), (2) there was significant interaction effect between learning models and learning motivation to CTS and PCU (F=18.96; p<0.05), (3) there was significant difference of CTS and PCU between PBLM and CLM groups for students who have high learning motivation (F=24.98; p<0.05), (4) there was significant difference of CTS and PCU between PBLM and CLM groups for students who have low learning motivation (F=6.38; p<0.05), (5) there was significant difference of CTS between PBLM and CLM groups (F=4.41; p<0.05), (6) there was significant difference of PCU between PBLM and CLM groups (F=48.52; p<0.05). LSD analysis showed that PBLM was better than CLM in both CTS and PCU.Key words: problem-based learning, critical thinking skill, physics understanding, learning motivation
OPTIMALISASI MODEL NHT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA Parwati, Ni Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang akan dikaji dalam Penelitian tindakan ini adalah apakah dengan optimalisasi model pembelajaran NHT dapat meningkatkan Hasil belajar IPA siswa kelas VIII.12 semester 1 tahun pelajaran 2015/2016? Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian siswa kelas VIII.12 pada semester 1 tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 33 orang.Data awal Hasil belajar IPA pada pra siklus diperoleh dengan rata-rata 62,66 menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam mata pelajaran IPA masih sangat rendah mengingat kriteria ketuntasan belajar siswa untuk mata pelajaran ini adalah 70. Hasil ini mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 66,56 dan pada siklus II 75,00. Dengan telah tercapainya rata-rata Hasil belajar IPA 75,00 berarti sudah diatas taraf keberhasilan yang ditetapkan yaitu 70, sehingga tindakan dianggap berhasil. Dari segi ketuntasan, diperoleh peningkatan yaitu pra siklus 19%, siklus I 34%, dan siklus II 94%. Dengan tercapainya prosentase ketuntasan pada siklus II 94%, telah melampaui taraf keberhasilan yang ditetapkan yaitu 85%, sehingga tindakan dianggap berhasil. Hal ini disebabkan karena penerapan model NHT dapat membuat siswa bersemangat dan aktif dalam proses pembelajaran sehingga Hasil belajarnya meningkat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa optimalisasi model pembelajaran NHT dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII.12 semeter 2 SMPN 2 Amlapura tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : Hasil Belajar, model NHT
Aktivitas Larvasida Ekstrak Etanol Biji Srikaya (Annona squamosa) terhadap Larva Aedes aegypti Romianingsih, Ni Putu Wulan; Muderawan, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai LC50 (lethal concentration) dari ekstrak etanol biji srikaya (Annona squamosa) terhadap larva Aedes aegypti. Sampel biji Annona squamosa dikumpulkan dari Desa Pringgabaya, Lombok dan Desa Ungasan, Bali. Biji Annona squamosa yang sudah kering kemudian digerus dan dimaserasi sebanyak dua kali dengan etanol 95% selama 3 hari. Filtrat yang diperoleh dipekatkan dengan rotary evaporator vakum. Ekstrak biji Annona squamosa yang diperoleh adalah sebesar 16,1998% untuk srikaya Bali dan 14,0615% untuk srikaya Lombok. Ekstrak ini selanjutnya diuji aktivitasnya terhadap larva Aedes aegypti instar III. Pengamatan hasil uji larvasida dilakukan setelah 24 jam dengan menghitung jumlah kematian larva pada masing-masing kelompok perlakuan. Berdasarkan analisis probit, nilai LC50 ekstrak etanol biji Annona squamosa dari Lombok adalah 25,37 ppm sedangkan LC50 ekstrak biji Srikaya dari Bali adalah 28,64 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa biji Annona squamosa memiliki efek toksik terhadap larva Aedes aegypti dan dapat digunakan sebagai larvasida.Kata kunci: aktivitas larvasida, Annona squamosa, Aedes aegypti, LC50AbstractThis study aims to determine the LC50 (lethal concentration) of custard apple (Annona squamosa) seeds extract against Aedes aegypti larvae. The seeds were collected in Pringgabaya village, Lombok and Ungasan village, Bali. The air dried seeds was powdered and then soaked in 95% ethanol for 3 days and the residue was further extracted once. The combined filtrate was concentrated by using vacuum rotary evaporator, giving a yield of 16.1998% for seeds collected in Bali and 14.0615% for those collected in Lombok. The crude extracts were taken for larval bioassay against third instar Aedes aegypti larvae. The larvacidal activity was observed after 24 hours exposure by calculating the mortality of larvae in each concentration. Based on probit analysis, the LC50 of ethanolic seeds extract of Annona squamosa collected in Lombok and that in Bali are 25.37 ppm and 28.64 ppm respectively. The result showed that Annona squamosa seeds extract is toxic toward Aedes aegypti larvae, indicating a potential for developing the extract as a novel larvacide.Key words: Larvacidal activity, Annona squamosa, Aedes aegypti, LC50
Estimasi Besar Dana BPJS Kesehatan Untuk Menanggulangi Risiko Severitas Klaim Ekstrim Berdasarkan Metode Peaks Over Threshold Siregar, Maia Majesta; Soleh, Achmad Zanbar; Setyanto, Gatot Riwi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 1 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan jaminan kesehatan pasal 88, BPJS Kesehatan bertugas melakukan pembayaran kepada Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang telah memberikan layanan kepada peserta sebagai kompensasi layanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat yang selanjutnya dinamakan total severitas klaim Faskes kepada BPJS Kesehatan. Semakin besar uang yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan untuk membayarkan klaim yang diajukan oleh Faskes kepada BPJS merupakan kerugian bagi BPJS yang dapat disebut juga sebagai risiko. Risiko yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan adalah All Risk yakni semua masalah kesehatan dari peserta BPJS Kesehatan, apapun penyakitnya bahkan sampai yang paling parah sekalipun dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan sehingga menyerap biaya yang besar. Jadi, BPJS Kesehatan harus bisa memperkirakan kemungkinan uang keluar terbesar atau kerugian maksimum dari total klaim yang ada. Pada klaim Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL), nilai klaim yang cukup besar, frekuensi terjadinya kecil sehingga data klaim RITL menunjukkan adanya nilai yang ekstrim. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan Extreme Value Theory dengan metode Peak Over Threshold untuk menghitung estimasi besar dana optimum yang harus disediakan oleh BPJS Kesehatan untuk klaim RITL yaitu sebesar nilai VaR. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai VaR pada tingkat kepercayaan 99% sebesar Rp. 83.126.524.092,00.Kata Kunci : BPJS Kesehatan, Severitas Klaim, Risiko, VaR, Peaks Over Threshold
PENINGKATAN KONSENTRASI SUKROSA TERHADAP PERBEDAAN BERAT NATA DE CASSAVA DARI LIMBAH CAIR PEMBUATAN TEPUNG TAPIOKA Widiyanti, Ni Luh Putu Manik; Risitiati, Ni Putu; Mulyadiharja, Sanusi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nata yang terbuat dari limbah cair pembutan tepung singkong dinamanakan nata de cassava. Dalam pembuatan nata diperlukan penambahan sukrosa dengan konsentrasi yang tepat sebagai sumber karbon yang digunakan Acetobacter xylinum membentuk selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan berat nata dari limbah cair singkong yang diberikan konsentrasi sukrosa yang berbeda, (2) konsentrasi sukrosa yang paling optimal dari limbah cair singkong, Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen sungguhan (true experiment) dengan desain the post test only control group design dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penambahan sukrosa dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 0%, 0,75%, 1,5%, dan 2,25%. Variabel terikat adalah berat nata yang dihasilkan serta kualitas nata yang dilihat dari uji organoleptik nata. Berat nata dianalisis dengan Analisis Varians (ANAVA) satu arah dengan menggunakan SPSS 16 for Windows yang kemudian dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) atau Least Significant Difference (LSD) dengan taraf signifikansi 5%. Sedangkan data hasil uji organoleptik dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini adalah (1) ada perbedaan bermakna penambahan sukrosa dengan konsentrasi yang berbeda terhadap berat nata dari limbah cair singkong dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000, (2) konsentrasi optimal sukrosa yang berpengaruh terhadap berat nata yaitu konsentrasi 2,25% dengan berat rata-rata 19,7 gram,Kata Kunci: Peningkatan berat nata de cassava, limbah pembuatan tepung tapioka, konsentrasi sukrosa
LATIHAN FISIK DAN OSTEOPOROSIS PADA WANITA MENOPAUSE LESTARI, NI MADE SRI DEWI
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoporosis atau keropos tulang merupakan penyakit kronik dimana terjadi penurunan masa tulang. Penyakit ini merupakan masalah kesehatan yang terjadi di seluruh dunia dan jumlahnya meningkat setiap tahunnya. Data dari WHO pada tahun 2010 diketahui bahwa di seluruh dunia ada sekitar 200 juta orang yang menderita Osteoporosis. Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria terutama setelah wanita mengalami menopause karena pada masa ini hormon estrogen yang membantu pengangkutan kalsium kedalam tulang jumlahnya berkurang. Pada tahun 2050 diperkirakan angka patah tulang pinggul karena osteoporosis akan meningkat 2 kali lipat pada wanita daripada pria. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya osteoporosis salah satunya adalah dengan melakukan latihan fisik. Latihan fisik dapat meningkatkan kepadatan tulang dan kekuatan otot yang akan menyokong tulang. Latihan fisik yang direkomendasikan pada wanita menopause seperti berjalan, joging, bersepeda, renang dan chi. Latihan fisik ini harus dilakukan dengan baik, teratur, dan tidak boleh terlalu berlebihan atau berat karena dapat memicu peningkatan pembuangan masa tulang.Kata kunci: latihan fisik, osteoporosis, menopause

Page 4 of 14 | Total Record : 140