cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH MAHASISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) BERBASIS LESSON STUDY Dewi, Ni Putu Sri Ratna; Wibawa, I Made Citra
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan sikap ilmiah mahasiswa setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) berbasis lesson study. Dalam proses pembelajaran sebelumnya, diketahui sikap ilmiah mahasiswa masih rendah, hal ini dibuktikan dengan banyaknya mahasiswa yang salah melakukan prosedur kerja ketika praktikum dan kurang mampu menganalisis data hasil praktikum. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada mahasiswa jurusan pendidikan biologi semseter III tahun 2017. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari tahap plan, do dan see. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuisioner. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pempelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) berbasis lesson study dapat meningkatkan sikap ilmiah mahasiswa. Hal ini terbukti dari hasil analisis yang menyatakan bahwa pada siklus I rerata nilai sikap ilmiah mahasiswa sebesar 118,28 yang berada pada kategori tinggi, sedangkan Pada siklus II rerata sikap ilmiah mahasiswa menigkat menjadi 134,96, dari kategori tinggi menjadi kategori sangat tinggi. Meningkatnya sikap ilmiah mahasiswa karna pada setiap sintak model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) mahasiswa diberikan kesempatan untuk melatihkan indikator-indikator sikap ilmiah serta mahasiswa mendapat perhatian lebih baik dengan adanya observer ketika proses pembelajaran berlangsung.Kata kunci: sikap ilmiah, kooperatif GI, lesson study
SIKLUS BELAJAR 7E BERORIENTASI BUDAYA LOKAL DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA Suardana, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan keterampilan proses sains antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E berorientasi budaya lokal dan siswa yang dibelajarkan dengan model discovery learning pada Mata Pelajaran Kimia. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian adalah siswa SMAN 3 Singaraja kelas XI Semester Genap tahun ajaran 2014/2015, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas XI MIA 3 (23 siswa) sebagai kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E berorientasi budaya lokal dan siswa kelas XI MIA 4 (20 siswa) sebagai kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan model discopery learning. Data keterampilan proses sains siswa dikumpulkan dengan tes keterampilan proses sains. Data dianalisis secara deskriptif dan independent samples t-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rerata keterampian proses sains siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E berorientasi budaya lokal adalah 60,9 dengan skor tertinggi dan terendah secara berturut-turut adalah 73,3 dan 26,7. Skor rerata keterampian proses sains siswa dibelajarkan dengan model discopery learning adalah 40,2 dengan skor tertinggi dan terendah secara berturut-turur 56,7 dan 26,7. Terdapat perbedaan keterampilan proses sains secara signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E berorientasi budaya lokal dan siswa yang dibelajarkan dengan model discovery learning. Keterampilan proses sains siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E berorientasi budaya lokal lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model discopery learning.Kata-kata kunci: siklus belajar 7E, budaya lokal, keterampilan proses sainsAbstrakThis research aimed to describe the differences of science process skills between students learned through 7E learning cycle model with local culture oriented and students learned through discovery learning model in chemistry subject. This research was experiment reseach with posttest only control group design. Population of this research was XI grade students of SMAN 3 Singaraja on Even Semester in Acamemic Year 2014/2015, but its sample was MIA-3 XI grade students (23 students) as experiment group learned through 7E learning cycle model with local culture oriented and MIA-4 XI grade students (20 students) as control group learned through discovery learning model. Data of science process skills were collected by science process skills test. Data were analyzed descriptively and by using independent samples t-test with 5% significance level. The results show that average score science process skills of students who learned through 7E learning cycle model with local culture oriented is 60,9 with highest and lowes scores are 73.3 and 26.7 respectively. Average score science process skills of students who learned through discovery learning model is 40.2 with highest and lowes scores are 56.7 and 26.7 respectively. There are differences of science process skills significantly between students learned through 7E learning cycle model with local culture oriented and students learned through discovery learning model. Science process skills of students who learned through 7E learning cycle model with local culture oriented is better than students learned through discovery learning model.Keywords: 7E learning cycle, local culture, science process skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PETA ARGUMEN TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA Redhana, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menyelidiki pengaruh model pembelajaran berbasis peta argumen (MPBPA) terhadap hasil belajar siswa SMA. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Singaraja. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA1 dan XI IPA2 SMA Negeri 2 Singaraja, masing-masing sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Pada kelompok eksperimen diterapkan model pembelajaran berbasis peta argumen, se-dangkan pada kelas kontrol diterapkan model pembelajaran langsung. Data yang dikum-pulkan dalam penelitian ini adalah skor hasil belajar siswa yang dianalisis dengan statistik ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis peta argumen lebih baik daripada model pembelajaran langsung dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Dari hasil penelitian ini dapat direkomendasikan kepada guru-guru kimia agar menerapkan model pembelajaran berbasis peta argumen dalam mengajarkan mata pelajaran kimia.
PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MATA KULIAH MIKROBIOLOGI Fatmawati, Baiq
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Upaya perbaikan metode pembelajaran pada mata kuliah mikrobiologi (mikrobiologi pangan dan industri) perlu dirubah strateginya, salah satunya dengan pembelajaran berbasis proyek, perubahan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kreativitas mahasiswa dalam mengubah atau memodifikasi sumber pangan menjadi aneka produk fermentasi. Penelitian difokuskan pada kreativitas mahasiswa dalam merancang produk fermentasi. Penelitian dilakukan di salah satu perguruan tinggi di Lombok yang melibatkan mahasiswa pendidikan biologi semester V (n=28). Sebelum melakukan kegiatan merancang proyek, terlebih dahulu mahasiswa diberi lembar kegiatan merancang proyek mahasiswa (LKMPM) sebagai dasar untuk menyusun rancangan produk fermentasi yang akan dibuat. Hasil analisis menunjukkan bahwa ditemukan sejumlah aspek kreativitas yang muncul dalam rancangan proyek yang dibuat oleh mahasiswa.
ISOLASI, IDENTIFIKASI, DAN PEMURNIAN ASAM RISIONOLEAT DARI MINYAK BIJI JARAK KEPYAR (RICINUS COMUNIS, L.) Muderawan, I Wayan; Pertiwi, Luh Lian
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah yang dapat dimanfaatkan sebagao sumber bioenergi, salah satunya adalah Jarak Keyar yang mudah dibudidayakan dan dapat menghasilkan minyak nabati untuk bahan biodisel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi, mengidentifikasi dan memurnikan asam risinoleat, asam 12-hidroksi-9-oktadekenoat, dari biji Jarak Kepyar (Ricinus communis, L.). Minyak Jarak Kepyar diisolasi dari biji Jarak Kepyar dengan menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut n-heksana selama tiga hari, dan pelarutnya diuapkan dengan menggunakan vacuum rotatory evaporator. Minyak yang diperoleh ditentukan sifat fisinya, dianalisis dengan GCMS, dan selanjutnya ditransesterifikasi menggunakan NaOH/methanol. Metil ester yang diperoleh kemudian dimurnikan dengan flash column chromatography (FCC) dengan menggunakan etil asetat sebagai eluen. Asam risinoleat diidentifikasi dalam bentuk metil esternya dengan menggunakan Gas Chromatography Mass Spectrometer (GCMS). Hasil penelitian menujukkan rendemen minyak Jarak Kepyar 57,0% dengan sifat fisis minyak: cairan kuning pucat, berat jenis 0,93 g/mL, dan indek bias 1,45 (28oC). Minyak Jarak Kepyar mengandung asam risinoleat sebanyak 75,46% dan sisanya adalah asam karboksilat rantai panjang lainnya. Setelah dimurnikan dengan flash column chromatography, GCMS menunjukkan kandungan asam risinoleat, asam 12-hidroksi-9-oktadekenoat, sebanyak 89,18%.Kata kunci: isolasi, identifikasi, asam risinoleat, GCMS
PENINGKATAN PRODUKSI KEDELAI DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH ECENG GONDOK Herawati, Jajuk; -, Indarwati; Susilo, Achmadi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh macam bahan baku dan frekuensi pemberian pupuk organik cair dari limbah eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor : Faktor I : Macam campuran bahan baku pupuk organik Cair Ada 3 level yaitu : P1 = Pupuk Organik Cair dari Limbah Eceng gondok; P2 = Pupuk Organik Cair dari Limbah Eceng gondok + Isi Rumen Sapi ; P3 = Tanpa Pupuk Organik Cair (kontrol). Faktor II: Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair; ; F1 = 1 kali; F2= 2 kali ; F3 =3 kali; F4= 4 kali. Masing ? masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga dibutuhkan sebanyak 36 petak percobaan.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan : (1) Aplikasi pupuk organik cair (M1 dan M2) berpengaruh memperbaiki pertumbuhan Tanaman Kedelai, sehingga bisa meningkatkan produksi dibanding perlakuan tanpa pupuk organik cair (M3); (2) Dengan Aplikasi Pupuk organik cair eceng gondok (M1) mampu memberikan hasil 2,56 / petak, meningkat 21,9 %; sedangkan dengan Aplikasi Pupuk organik cair eceng gondok + isi rumen sapi (M2) tanaman kedelai mampu menghasilkan biji kering 2,52 kg / petak ( meningkat 20,0% ) dibandingkan tanpa pemberian pupuk organik cair yang hanya mampu menghasilkan 2,10 kg / petak
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MATHLET Suweken, Gede
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Menurut Depdiknas, matematika seharusnya dibelajarkan (1) sebagai kegiatan penelusuran pola dan hubungan, (2) sebagai kreativitas yang memerlukan imajinasi, intuisi, dan penemuan, (3) sebagai kegiatan pemecahan masalah, dan (4) sebagai alat berkomunikasi. (Depdiknas, 2004). Namun harapan ini masih jauh dari kenyataan, masih banyak guru yang mengajarkan matematika hanya sebagai kumpulan rumus, prosedur, atau algoritma, yang sifatnya hapalan, dengan sumber belajar yang hanya berupa buku teks. Proses pemaknaan konsep, keterkaitan antar konsep, berbagai cara merepresentasikan konsep, dan berbagai karakteristik matematika yang lain, adalah hal-hal penting yang belum tersentuh dalam pembelajaran. Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika sehingga lebih sesuai dengan harapan Depdiknas adalah dengan memanfaatkan alat peraga virtual (virtual manipulatives atau mathlet) dalam pembelajaran. Mengapa dan bagaimana alat peraga virtual akan bisa meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, inilah yang akan dibahas dalam makalah ini.
AKTIVITAS FISIK (OLAHRAGA) PADA PENDERITA ASMA Wijaya, I Made Kusuma
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran nafas, yang sangat dekat dengan masyarakat dan mempunyai populasi yang terus meningkat. Kasus asma didunia juga terus mengalami peningkatan dan diprediksi pada tahun 2025 penderita asma akan mencapai 400 juta jiwa dimana penyakit asma tersebut menduduki urutan sepuluh besar penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia. Asma dapat bersifat ringan yang tidak mengganggu aktivitas dan dapat bersifat menetap yang dapat mengganggu aktivitas serta dapat menimbulkan disability (kecacatan) sehingga akan menurunkan produktivitas serta menurunkan kualitas hidup seseorang.Olahraga merupakan salah satu cara untuk mengontrol penyakit asma, karena akan meningkatkan kebugaran jasmani penderita. Melalui olahraga yang teratur maka penderita akan jarang mendapatkan serangan asma serta serangan yang timbul akan menjadi lebih ringan. Tetapi olahraga haruslah dilakukan dengan baik karena olahraga juga akan dapat menjadi pemicu serangan asma yang dikenal dengan istilah EIA (Exercise Induced Asthma).Olahraga yang baik dilakukan adalah olahraga yang bersifat aerobik dengan intensitas yang tidak terlalu tinggi. Melalui aktivitas tersebut maka penderita akan dapat meningkatkan kemampuan jantung dan paru-paru serta memperkuat otot-otot pernafasannya sehingga pengambilan oksigen akan lebih banyak dan penderita asma akan dapat bernafas lebih nyaman.Kata kunci: olahraga, asma, kambuh
PENGEMBANGAN VARIATIF RANCANGAN ANTENA PANEL MICROSTRIP TAPERED PATCH DALAM SISTEM KOMUNIKASI WI-FI Artawan, Putu; Suswandi, Iwan; Purnamawan, Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada penelitian ini dilakukan pengembangan rancangan antena microstrip tapered patch yang dirancang untuk dilakukan pengukuran parameternya. Pengukuran dilakukan untuk mendapatkan karakteristik antena sebagai parameter antena mikrostrip yang akan diimplementasikan kedalam sistem komunikasi internet dengan sistem wi-fi. Penelitian ini sebagai pengembangan variatif rancangan untuk memperoleh hasil yang lebih optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis rancangan variatif antena dan merancang antena yang kemudian diukur untuk mengetahui karakteristik dari antena Microstrip. Metode eksperiment dilakukan dalam penelitian ini. Tahap pengerjaanya yaitu membuat desain rancangan antena sesuai persamaan yang ada yang kemudian dirancang dengan metode UV Photoresist laminate. Hasil rancangan antena diukur untuk mendapatkan karakteristik sebagai parameter antena meliputi frekuensi (bandwidth), SWR, VSWR, koofesien refleksi, pola radiasi dan penguatan (gain) serta nilai HPBW. Nilai-nilai tersebut mencerminkan karakter dari sebuah antena sebagai parameter antena yang layak diimplementasikan dalam sistem komunikasi internet dengan sistem wi-fi. Hasil penelitian ini meliputi: nilai lebar pita (bandwidth) = 0.21 GHz, VSWR = 1,23, SWR = 1,79, return loss = -20,00 dB, koofesien refleksi = 0,10 dan grafik pola radiasi dengan penguatan (gain) = 17 dB (polarisasi vertikal), 20 dB (polarisasi horizontal). Nilai Half Power Beamwidth (HPBW) 820 untuk pola radiasi vertikal dan pola radiasi horizontal. Kesalahan (error) hasil pengukuran 0,12% dengan keseksamaan 99,88%. Hasil ini memberikan indikasi sebagai rancangan antena yang layak untuk sistem komunikasi wi-fi. Penelitian ini sebagai salah satu aplikasi ilmu Fisika dalam dunia teknologi informasi dan diharapkan dapat bermanfaat sebagai dinamika wahana salah satu produk penerapan ilmu Fisika dalam bidang Teknologi Informasi.
STRATEGI BELAJAR BERBASIS PENGEMBANGAN KOMPETENSI GENERIK DALAM PENDIDIKAN SAINS Yasa, Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat dan luas dari dari negara-negara maju bedampak pada seluruh aspek kehidupan sosial masyarakat, termasuk aspek pendidikan. Tujuan pendidikan adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dan berkontribusi dalam perkembangan global kehidupan masyarakat di masa depan. Oleh karena itu, sistem pendidikan haruslah visioner yaitu  mampu membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi yang memadai dan fleksibel untuk diadaptasikan dalam kehidupan masa depan mereka. Kondisi ini mengarahkan pada paradigma berpikir dalam mengembangkan instruksional pendidikan yang tidak lagi hanya berbasis konten bidang spesifikasi bidang keilmuannya tetapi juga menekankan pada berbagai aspek bidang kompetensi. Penyempurnaan pendidikan diarahkan pada pengembangan tiga unsur utama kompetensi yaitu; 1) ketrampilan kognitif 2) keterampilan personal, dan 3) keterampilan intrapersonal. Pendidikan sains selain menekankan pada aspek kompetensi bidang sains itu sendiri juga harus menekankan pada aspek kompetensi generik sebagai outcomes dari seluruh proses yang dilakukan peserta didik. Kompetensi dimaksud meliputi; keterampilan berpikir kritis dan pemecahan  masalah, keterampilan dalam teknologi dan komunikasi, kolaborasi, dan keterampilan mengarahkan pembelajaran secara mandiri.  Penyempurnaan kurikulum sains diarahkan pada upaya mereformasi strategi pembelajaran yang difokuskan pada perlunya melibatkan siswa dalam membuat keputusan tentang bagaimana sains berdampak pada kehidupan mereka dan bagaimana menggunakan pengetahuan sains untuk menyelesaikan masalah, yaitu melalui strategi pembelajaran aktif berpusat pada siswa, yang melibatkan siswa pada proses-proses; predicting, inferring, connecting, summarizing, visualizing, and questioning dalam memahami dan memecahkan masalah dunia nyata mereka.

Page 2 of 70 | Total Record : 697