cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
POTENSI ANTIOKSIDAN GEL DAN DAUN KACAPIRING (Gardenia jasminoides Ellis) Widnyana Yoga, IB Ketut; Andarwulan, Nuri; Prangdimurti, Endang
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Leaf of kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) is a part of plant which is having component that can form gel. It has chlorophyll pigment and phenolic compound. The aims of this research were to identificate bioactive compound in leaves and gel which has antioxidant potency. Chlorophyll total was analyzed by spectrophotometer and its derivations of aceton extract (99.9%) by thin layer chromatography (TLC), meanwhile phenolic total and antioxidant capacity were analyzed by spectrophotometer. The result showed that bioactive component of kacapiring leaves and gel were chlorophyll total of 4926.25+190.31 and 1166.86+8.73  mgKg-1db. Both of them had 5 fractions by acetone extract, i.e. chlorophyll a, chlorophyll b, lutein (chlorophyll derivates), feofitine and carotene. Phenolic total in leaves and gel contained 5215.91+2.97 and 2648.16+56.22 GAE/g db, and antioxidant capacity had 1.5 x 10-1+0.00 and 3.1x10-3 +0.00 mM TEAC/mg dw respectively
Perancangan dan Validasi Bahan Ajar Metode Numerik dengan Pendekatan Representasi Beragam Berbantuan Pascal Suarsana, I Made; Pujawan, I Gusti Ngurah
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilakukan untuk menjawab permasalahan pada perkuliahan metode numerik berupa rendahnya kemampuan pemahaman konseptual dan keterampilan prosedural matematis mahasiswa. Melalui penelitian ini akan dikembangkan perangkat pembelajaran berupa bahan ajar dengan pendekatan representasi beragam yang dilengkapi dengan program komputer menggunakan bahasa pascal. Penelitian dilakukan melalui empat tahap, mengadopsi desain penelitian pengembangan 4-D (define, design, develop, and disseminate). Kualitas perangkat yang dihasilkan ditentukan berdasarkan validasi ahli. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid. Agar perangkat memenuhi kriteri layak, maka penelitian perlu dilanjutkan sehingga terpenuhi pula kriteria praktis dan efektif melalui uji coba terbatas dan luas.Kata kunci: representasi beragam, metode numerik, pemahaman konseptual, keterampilan prosedural
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SERIRIT Widiarini, Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika antara kelompok model pembelajaran berbasis masalah (MPBM) dan model pembelajaran konvensional (MPK) untuk siswa yang memiliki motivasi belajar rendah dan tinggi. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan posttest only non-equivalent control group design. Sampel penelitian ini adalah kelas X SMA Negeri 1 Seririt tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri dari 4 kelas sebanyak 126 orang. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berpikir kritis (KBK), pemahaman konsep (PK) fisika, dan kuesioner motivasi belajar. Tes KBK berbentuk pilihan ganda sebanyak 25 item dengan reliabilitas 0,956. Tes PK fisika berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 item dengan reliabilitas 0,715. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan manova dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat: (1) perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBM dan MPK (F=24,76; p<0,05), (2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap KBK dan PK siswa (F=18,96; p<0,05), (3) perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBM dan MPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi (F=24,98; p<0,05), (4) terdapat perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBM dan MPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah (F=6,38; p<0,05), (5) perbedaan KBK antara kelompok MPBM dan MPK (F=4,41; p<0,05), (6) perbedaan pemahaman konsep antara kelompok MPBM dan MPK (F=48,52; p<0,05). Hasil uji lebih lanjut dengan LSD menunjukkan bahwa MPBM lebih unggul daripada MPK dalam pencapaian keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika siswa.Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah, keterampilan berpikir kritis, pemahaman konsep, dan motivasi belajarABSTRACTThis research is aimed to analyze the difference of critical thinking skill (CTS) and physics concept understanding (PCU) between problem-based learning model (PBLM) and conventional learning model (CLM) groups for students who have high and low learning motivation. This research is a quasi-experimental research with posttest only non-equivalent control group design. Sample of this research was students class X SMAN 1 Seririt academic year 2011/2012 consisting 4 classes and 126 students. Data have been collected by using test of CTS and PCU and questioner of learning motivation. CTS test was extended multiple choices consisting of 25 items with reliability 0.956. PCU test was extended multiple choices consisting of 20 items with reliability 0.715. Data have been analyzed by using descriptive statistic and two-way manova. The results showed that (1) there was significant difference of CTS and PCU between PBLM and CLM groups (F=24.76; p<0.05), (2) there was significant interaction effect between learning models and learning motivation to CTS and PCU (F=18.96; p<0.05), (3) there was significant difference of CTS and PCU between PBLM and CLM groups for students who have high learning motivation (F=24.98; p<0.05), (4) there was significant difference of CTS and PCU between PBLM and CLM groups for students who have low learning motivation (F=6.38; p<0.05), (5) there was significant difference of CTS between PBLM and CLM groups (F=4.41; p<0.05), (6) there was significant difference of PCU between PBLM and CLM groups (F=48.52; p<0.05). LSD analysis showed that PBLM was better than CLM in both CTS and PCU.Key words: problem-based learning, critical thinking skill, physics understanding, learning motivation
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS INSTRUCTIONAL GRAPHICS MATERI PEMBELAJARAN SIFAT KOLIGATIF LARUTAN BERDASARKAN TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME Silvianti, Fitrilia; Sukarna, I Made; Tutik P., Regina
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian pengembangan media pembelajaran dalam bidang pendidikan kimia. Penelitian ini bertujuan (1) untuk menghasilkan media pembelajaran kimia berbasis instructional graphics materi pembelajaran sifat koligatif larutan berdasarkan teori belajar konstruktivisme yang berkualitas sesuai dengan kriteria kualitas media yang ditentukan dan (2) untuk mengetahui kualitas media tersebut melalui penilaian 5 orang guru kimia SMA/MA.Penelitian ini merupakan penelitian dengan model prosedural, yaitu model yang bersifat deskriptif, menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Penelitian dilakukan dengan 4 tahap, yaitu (1) tahap perencanaan yang meliputi penentuan materi pembelajaran dan pengumpulan referensi yang dibutuhkan; (2) tahap pengorganisasian yang meliputi penyusunan proposal, instrumen penilaian kualitas media, dan pelaksanaan bimbingan dengan dosen pembimbing; (3) tahap pelaksanaan yang meliputi penyusunan naskah media, kisi-kisi instrumen penilaian kualitas media, penjabaran instrumen penilaian kualitas media, dan pembuatan media; (4) tahap penilaian meliputi validasi oleh 2 dosen pembimbing, 2 ahli media, dan 3 peer reviewer, serta penilaian kualitas media oleh 5 guru kimia SMA/MA sebagai reviewer. Data penelitian yang diperoleh adalah data proses berupa saran untuk memperbaiki media yang disusun dan data kualitas dari reviewer untuk mengetahui kualitas media berdasarkan kriteria kualitas yang sudah ditentukan. Subjek penilaian pada penelitian pengembangan ini adalah 5 orang guru kimia SMA/MA di Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan instrumen penilaian berupa lembar check list.Hasil penelitian pengembangan ini berupa media pembelajaran yang dikemas dalam bentuk CD dan sebuah buku petunjuk penggunaan media. Media pembelajaran ini disusun dengan menggunakan program Macromedia Flash Professional 8 yang terdiri dari 8 sajian menu utama, yaitu: petunjuk penggunaan, standar kompetensi dan kompetensi dasar, pengantar materi, materi pembelajaran, evaluasi, glosarium, daftar pustaka, dan profil penyusun. Media pembelajaran ini memiliki kualitas sangat baik (SB) dengan jumlah skor rata-rata keseluruhan 204,2 yang berada di atas skor ideal 192 dengan persentase keidealan 85,08%.
Pengaruh Sterilisasi Terhadap Kadar Unsur Hara Limbah Cair Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Tangguda, Sartika; Prasetia, I Nyoman Dodik
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan pada kegiatan budidaya udang vaname, selain mengandung unsur hara, juga mengandung kontaminan berupa zooplankton dan diatom yang mengganggu pertumbuhan Chlorella sp. sehingga diperlukan sterilisasi limbah untuk mengurangi resiko kontaminasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perlakuan sterilisasi terhadap kadar unsur hara pada limbah cair tambak udang vaname. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan 2 perlakuan, yaitu limbah tidak steril (perlakuan A) dan limbah steril (perlakuan B). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sterilisasi efektif digunakan untuk mengurangi jumlah kontaminan. Kadar unsur hara pada perlakuan A adalah 38,7650 mg/l C organik; 0,4570 mg/l N; 0,3800 mg/l P; 6,3380 mg/l K; 1,5307 mg/l Fe; 38,8920 mg/l Na; 0,0232 mg/l Cu; 0,0138 mg/l Zn; dan 0,0106 mg/l Mg. Kadar unsur hara pada perlakuan B adalah 42,8087 mg/l C organik; 0,4850 mg/l N; 0,4140 mg/l P; 6,9640 mg/l K; 1,6250 mg/l Fe; 40,4160 mg/l Na; 0,0247 mg/l Cu; 0,0154 mg/l Zn; dan 0,0118 mg/l Mg. Kadar unsur hara pada perlakuan B lebih tinggi dibandingkan kadar unsur hara pada perlakuan A sehingga apabila digunakan untuk menumbuhkan Chlorella sp. maka pertumbuhannya akan lebih baik pada perlakuan B dibandingkan dengan perlakuan A.Kata kunci: kontaminan, sterilisasi, limbah steril
OPTIMALISASI MODEL NHT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA Parwati, Ni Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang akan dikaji dalam Penelitian tindakan ini adalah apakah dengan optimalisasi model pembelajaran NHT dapat meningkatkan Hasil belajar IPA siswa kelas VIII.12 semester 1 tahun pelajaran 2015/2016? Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian siswa kelas VIII.12 pada semester 1 tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 33 orang.Data awal Hasil belajar IPA pada pra siklus diperoleh dengan rata-rata 62,66 menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam mata pelajaran IPA masih sangat rendah mengingat kriteria ketuntasan belajar siswa untuk mata pelajaran ini adalah 70. Hasil ini mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 66,56 dan pada siklus II 75,00. Dengan telah tercapainya rata-rata Hasil belajar IPA 75,00 berarti sudah diatas taraf keberhasilan yang ditetapkan yaitu 70, sehingga tindakan dianggap berhasil. Dari segi ketuntasan, diperoleh peningkatan yaitu pra siklus 19%, siklus I 34%, dan siklus II 94%. Dengan tercapainya prosentase ketuntasan pada siklus II 94%, telah melampaui taraf keberhasilan yang ditetapkan yaitu 85%, sehingga tindakan dianggap berhasil. Hal ini disebabkan karena penerapan model NHT dapat membuat siswa bersemangat dan aktif dalam proses pembelajaran sehingga Hasil belajarnya meningkat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa optimalisasi model pembelajaran NHT dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII.12 semeter 2 SMPN 2 Amlapura tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : Hasil Belajar, model NHT
CENDAWAN ENDOFIT AKAR BERSEPTA GELAP VERONAEOPSIS SIMPLEX: STUDI KARAKTER MORFOLOGI DAN PERTUMBUHAN Oktorida Khastini, Rida
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakCendawan endofit akar bersepta gelap,Veronaeopsis simplex (CBS 588.66) pertama kali diisolasi dari serasah daun Acacia karoo di Afrika Selatan. Dua isolat Jepang (Y34 dan IBA K45) dewasa ini juga telah berhasil diisolasi dari pulau Yakushima dan Ibaraki. Hasil identifikasi menunjukkan kedua isolat ini memiliki posisi taksonomi yang sama dengan V. simplex. Hasil analisis filogenetik secara molekular menggunakan fragmen ITS 1, 5.8S rDNA dan ITS 2 gene region menunjukkan hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Karakter morfologi dan faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan cendawan seperti temperature dan pH berhasil diamati. Dua isolat Jepang dapat tumbuh pada suhu 37°C, namun isolat Afrika Selatan tidak dapat tumbuh pada suhu tersebut. Ketiga isolat dapat tumbuh dengan baik tanpa adanya perbedaan pada perlakuan nitrat dan asam amino Phe, Val, Leu. Cendawan DSE tersebar luas pada rizosfer dan rizoplain tanaman dan salah satu manfaat dari kolonisasi DSE ialah penguraian secara enzimatik sumber nutrisi organik di tanah yang akan ditransfer ke tanaman meningkatkan pertumbuhan tanaman tersebut. Dari ketiga isolat yang diuji, tidak satupun isolat yang menunjukkan kemampuan mendegradasi selulose, lignin, atau pectin, sedangkan lipase, gelatin, amylase, asam tanat dan asam galik menunjukkan respon yang positif
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DAN PENALARAN FORMAL TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMA NEGERI 4 SINGARAJA Rapi, Ni Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian  ini adalah: pertama, menguji  perbedaan  pengaruh antara model pembelajaran inkuiri  dan model pembelajaran konvensional terhadap penguasaan konsep fisika siswa; kedua menguji  perbedaan  pengaruh antara model pembelajaran inkuiri  dan model pembelajaran konvensional terhadap sikap ilmiah siswa, dan ketiga, mengetahui pengaruh  interaksi model pembelajaran dan penalaran formal siswa terhadap penguasaan konsep fisika dan sikap ilmiah siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan  nonequivalent control group design. Data penalaran formal dikumpulkan dengan menggunakan tes penalaran formal, data penguasaan konsep fisika dikumpulkan dengan menggunakan tes penguasaan konsep fisika, sedangkan sikap ilmiah dikumpulkan dengan menggunakan angket. Data dianalisis menggunakan Analisis manova 2 X 2. Hasil analisis menunjukkan bahwa: pertama, penguasaan konsep fisika siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri lebih baik daripada siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional. Hal ini terbukti dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan teknik analisis varian dimana (F = 10,790; p < 0,05) ; kedua, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran inkuiri dan model pembelajaran konvensional dalam mengembangkan sikap ilmiah. Hal ini terbukti dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan teknik analisis varian dimana (F = 0,002; p > 0,05); dan ketiga, tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan penalaran formal dalam meningkatkan penguasaan konsep fisika ( F = 0,139; p  > 0,05), maupun dalam mengembangkan sikap ilmiah ( F = 0,472; p > 0,05).
Aktivitas Larvasida Ekstrak Etanol Biji Srikaya (Annona squamosa) terhadap Larva Aedes aegypti Romianingsih, Ni Putu Wulan; Muderawan, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai LC50 (lethal concentration) dari ekstrak etanol biji srikaya (Annona squamosa) terhadap larva Aedes aegypti. Sampel biji Annona squamosa dikumpulkan dari Desa Pringgabaya, Lombok dan Desa Ungasan, Bali. Biji Annona squamosa yang sudah kering kemudian digerus dan dimaserasi sebanyak dua kali dengan etanol 95% selama 3 hari. Filtrat yang diperoleh dipekatkan dengan rotary evaporator vakum. Ekstrak biji Annona squamosa yang diperoleh adalah sebesar 16,1998% untuk srikaya Bali dan 14,0615% untuk srikaya Lombok. Ekstrak ini selanjutnya diuji aktivitasnya terhadap larva Aedes aegypti instar III. Pengamatan hasil uji larvasida dilakukan setelah 24 jam dengan menghitung jumlah kematian larva pada masing-masing kelompok perlakuan. Berdasarkan analisis probit, nilai LC50 ekstrak etanol biji Annona squamosa dari Lombok adalah 25,37 ppm sedangkan LC50 ekstrak biji Srikaya dari Bali adalah 28,64 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa biji Annona squamosa memiliki efek toksik terhadap larva Aedes aegypti dan dapat digunakan sebagai larvasida.Kata kunci: aktivitas larvasida, Annona squamosa, Aedes aegypti, LC50AbstractThis study aims to determine the LC50 (lethal concentration) of custard apple (Annona squamosa) seeds extract against Aedes aegypti larvae. The seeds were collected in Pringgabaya village, Lombok and Ungasan village, Bali. The air dried seeds was powdered and then soaked in 95% ethanol for 3 days and the residue was further extracted once. The combined filtrate was concentrated by using vacuum rotary evaporator, giving a yield of 16.1998% for seeds collected in Bali and 14.0615% for those collected in Lombok. The crude extracts were taken for larval bioassay against third instar Aedes aegypti larvae. The larvacidal activity was observed after 24 hours exposure by calculating the mortality of larvae in each concentration. Based on probit analysis, the LC50 of ethanolic seeds extract of Annona squamosa collected in Lombok and that in Bali are 25.37 ppm and 28.64 ppm respectively. The result showed that Annona squamosa seeds extract is toxic toward Aedes aegypti larvae, indicating a potential for developing the extract as a novel larvacide.Key words: Larvacidal activity, Annona squamosa, Aedes aegypti, LC50
MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MENGGUNAKAN PERTANYAAN SOCRATIK UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP KIMIA SISWA Maharani Merta, Luh
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) model pembelajaran menggunakan pertanyaan Socratik dalam meningkatkan penguasaan konsep siswa, dan (2) pendapat siswa terhadap model pembelajaran kontekstual menggunakan pertanyaan Socratik. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini siswa kelas XII IA3 SMA Negeri 4 Singaraja, berjumlah 29 orang dan objek penelitian ini adalah penguasaan konsep dan pendapat siswa terhadap pembelajaran yang diikuti. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Tes hasil belajar digunakan mengukur penguasaan konsep siswa dan angket digunakan untuk mengetahui pendapat siswa. Data penguasaan konsep dan pendapat siswa dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual menggunakan pertanyaan Socratik dapat mening-katkan penguasaan konsep siswa dan jumlah siswa mengikuti remidi kurang dari 15%. Siswa sangat setuju dengan diterapkannya model pembelajaran kontekstual menggunakan pertanyaan Socratik untuk mengajarkan konsep-konsep kimia.