cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
KESIAPAN DAN KENDALA DUNIA PENDIDIKAN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Sunarno, H Widha
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengharapkan Kurikulum 2013 dapat dilaksanakan tahun ini. Implementasi Kurikulum 2013 membawa berbagai konsekunsi praktis, sosialisai harus berjalan lancar, perlu persiapan yang matang di berbagai aspek. Dalam Kurikulum 2013 terdapat pengurangan jumlah Komptensi Dasar yang akan dicapai, namun terdapat penambahan jam pelajaran per minggunya. Guru dituntut menggunakan pembelajaran yang inovatif dengan menggunakan pendekatan pembelajaran siswa aktif (PSA). Kurukulum 2013 diimplementasikan secara bertahap, dan dilakukan sosialisasi secara berkelanjutan. Persiapan implementasi Kurikulum 2013, antara lain dilakukan dengan cara memberikan  berbagai pelatihan bagi para guru. Pelatihannya meliputi penyusunan rencana pembelajaran menggunakan pendekatan yang sesuai dengan amanat Kurikulum 2013. Kendala yang muncul berkaitan dengan sarana dan prasarana, serta gairah inovasi guru perlu ditingkatkan Untuk menunjang pembelajaran siswa aktif, pada bidang studi fisika dapat dikembangkan pendekatan pembelajaran penemuan. Bagi LPTK, mahasiswa yang akan PPL dapat dipersiapkan dan dilatih dengan berbagai pembelajaran yang sesuai dengan amanat Kurikulum 2013. Pengembangan bahan ajar sangat diperlukan untuk menunjang pembelajaran di sekolah. Penelitian dan pengembangan di bidang pendidikan merupakan penelitian yang menghasilkan produk-produk pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan di lapangan. Produk pemngembangan bahan ajar yang dapat berupa modul, media pembelajaran dapat dihasilkan oleh mahasiswa LPTK dalam kegiatan penelitiannya
Estimasi Besar Dana BPJS Kesehatan Untuk Menanggulangi Risiko Severitas Klaim Ekstrim Berdasarkan Metode Peaks Over Threshold Siregar, Maia Majesta; Soleh, Achmad Zanbar; Setyanto, Gatot Riwi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 1 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan jaminan kesehatan pasal 88, BPJS Kesehatan bertugas melakukan pembayaran kepada Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang telah memberikan layanan kepada peserta sebagai kompensasi layanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat yang selanjutnya dinamakan total severitas klaim Faskes kepada BPJS Kesehatan. Semakin besar uang yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan untuk membayarkan klaim yang diajukan oleh Faskes kepada BPJS merupakan kerugian bagi BPJS yang dapat disebut juga sebagai risiko. Risiko yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan adalah All Risk yakni semua masalah kesehatan dari peserta BPJS Kesehatan, apapun penyakitnya bahkan sampai yang paling parah sekalipun dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan sehingga menyerap biaya yang besar. Jadi, BPJS Kesehatan harus bisa memperkirakan kemungkinan uang keluar terbesar atau kerugian maksimum dari total klaim yang ada. Pada klaim Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL), nilai klaim yang cukup besar, frekuensi terjadinya kecil sehingga data klaim RITL menunjukkan adanya nilai yang ekstrim. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan Extreme Value Theory dengan metode Peak Over Threshold untuk menghitung estimasi besar dana optimum yang harus disediakan oleh BPJS Kesehatan untuk klaim RITL yaitu sebesar nilai VaR. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai VaR pada tingkat kepercayaan 99% sebesar Rp. 83.126.524.092,00.Kata Kunci : BPJS Kesehatan, Severitas Klaim, Risiko, VaR, Peaks Over Threshold
EKSPLORASI ETHNOMATHEMATICS DALAM AJARAN ASTA KOSALA-KOSALI UNTUK MEMPERKAYA KHASANAH PENDIDIKAN MATEMATIKA Darmayasa, Jero Budi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asta Kosala Kosali merupakan gabungan dari Asta Kosala dan Asta Kosali. Asta Kosala adalah nama Lontar/Buku tentang ukuran membuat menara atau bangunan tinggi, wadah, bade, usungan mayat. Sedangkan, Asta Kosali adalah nama Lontar/Buku tentang ukuran membuat rumah. Terdapat berbagai macam konsep matematika yang termuat dalam ajaran tersebut, baik matematika sekolah ataupun matematika lanjut. Ajaran yang termuat dalam Asta Kosala Kosali melekat dalam aktivitas sehari-hari masyarakat Bali, baik Bali Mula maupun Bali pada umumnya. Ajaran tersebut sangat banyak diterapkan dalam bidang perumahan dan sistem religi. Oleh karena itu, ajaran yang temuat dalam Asta Kosala kosali termasuk dalam kajian antropologi budaya. Ukuran-ukuran yang dipakai dalam ajaran Asta Kosala Kosali menggunakan ukuran yang ada pada bagian-bagian tubuh manusia, seperti depa, cengkang, tampak, dan lain sebagainya. Memperhatikan kemajuan teknologi saat ini, maka ukuran tersebut dapat dimodelkan menggunakan pemodelan matematika. Ketika suatu ajaran dalam Asta Kosala Kosali dipandang sebagai irisan dari bidang ilmu antropologi budaya dan matematika dan pemodelan matematika maka ajaran itu disebut dengan Ethnomathematics. Setelah dilakukan eksplorasi, beberapa Ethnomathematics dalam ajaran yang termuat dalam Asta Kosala-kosali diantaranya tentang ukuran saka (pilar) yang berkatian dengan konsep regresi linier berganda atau fungsi linier, ukuran pekarangan rumah yang berkaitan dengan konsep perkalian dan bentuk persegi panjang, banyaknya likah atau banyaknya Iga-iga yang berkaitan dengan konsep modulo, serta ukuran-ukuran pada Saka (pilar) yang berkaitan dengan pecahan dan diagonal. Sebagai bagian dari pelestarian budaya dan pengembangan pendidikan matematika, sangat memungkinkan untuk memilah dan memetakan Ethnomathematics yang telah dieksplorasi kedalam konsep matematika sekolah dan dilanjutkan dengan mengembangkan perangkat pembelajaran yang berkualitas sehingga dapat memperkaya khasanah pendidikan matematika di Indonesia dan dunia. Kata-kata Kunci: Ethnomathematics, Asta Kosala Kosali, Budaya, Matematika Sekolah  AbstractAsta Kosala Kosali is a combination of Asta Kosala and Asta Kosali. Asta Kosala is the name of Lontar or books about the size to make a tower or tall buildings, containers, Bade, and stretchers for the death bodies. Meanwhile, Asta Kosali is the name Lontar or books about the size to make a home. There are a variety of mathematical concepts contained in the doctrine, whether school math or advanced mathematics. Teachings contained in Asta Kosala Kosali inherent in the daily activities of the people of Bali, both Bali Mula and Bali in general. The teachings are very widely applied in the field of housing and religion system. Therefore, teaching which is found in Asta Kosala Kosali included in the study of cultural anthropology. The measures used in the teaching of Asta Kosala Kosali use the existing measures on parts of the human body, such as depa, cengkang, tampak, and so forth. Noting the advancement of technology today, then such measures can be modeled by using mathematical modeling. When a doctrine in the Asta Kosala Kosali seen as the intersection of science and mathematics cultural anthropology and mathematical modeling then it was called the Ethnomathematics. After exploration, some Ethnomathematics in the teachings contained in Asta Kosala-Kosali about the size of the Saka (pillars) which connect to the concept of multiple linear regression or linear function, the size of the yard is related to the concept of multiplication and rectangular shapes, many likah or number of ribs associated with modulo concept, as well as measures on Saka (pillars) that are associated with fractions and diagonal. As part of the cultural preservation and development of mathematics education, it is possible to sort and map Ethnomathematics which have been explored into the mathematical concept of school and continued to develop quality learning tools which can enrich mathematics education in Indonesia and the world. Keywords: Ethnomathematics, Asta Kosala Kosali, Culture, School Mathematics
MODEL PPM MATEMATIKA BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL BALI UNTUK MEMBENTUK SIKAP POSITIF SISWA Parwati, N N
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan prototipe model dan perangkat pembelajaran pemecahan masalah (PPM) matematika berorientasi kearifan lokal Bali untuk siswa SD, yang valid dan layak pakai. Model dan perangkat pembelajaran yang dihasilkan sebagai sarana dalam pembentukan sikap positif siswa terhadap matematika. Penelitian pengembangan ini, dirancang selama tiga tahun, dengan mengadaptasi model 4 D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Pada tahun pertama ini, pelaksanaan tahap define dan design untuk melakukan analisis kebutuhan dan penyusunan prototipe model dan perangkat pembelajaran. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe model dan perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkualifikasi valid dan layak pakai
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL BALI BERBANTUAN MEDIA ICT Parwati, Ni Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan: (1) prototipe model pembelajaran pemecahan masalah matematika SMP berorientasi kearifan lokal Bali beserta perangkat pembelajarannya yang valid, efektif, dan praktis. Perangkat pembelajaran yang dimaksud, berupa: (a) buku petunjuk guru, (b) RPP, (c) buku siswa, dan (d) media ICT serta lembar kerja siswa. Penelitian pengembangan ini, dilaksanakan selama tiga tahun menggunakan desain pengembangan 4-D model (Define, Design, Develop, and Disseminate). Penelitian ini baru sampai pada tahap develop. Tahap define dan design telah menghasilkan draf model dan perangkat pembelajaran dengan kualifikasi valid. Pada tahap develop, melakukan uji efektifitas dan kepraktisan model pembelajaran dan perangkatnya melalui uji coba terbatas. Uji efektifitas dilihat dari adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika dari sebelum dan sesudah pelaksanaan uji coba. Uji kepraktisan dilakukan berdasarkan tanggapan guru dan siswa tentang model dan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII SMPN 4 Singaraja. Data dikumpulkan dengan lembar observasi, angket, dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian ini adalah semua perangkat pembelajaran yang dihasilkan berkualifikasi valid, efektif, dan praktis. Berdasarkan hasil yang telah dicapai, dinilai layak untuk melakukan tahap disseminate pada wilayah sekolah yang lebih luas.Kata-kata kunci: kearifan lokal, media ICT, kemampuan pemecahan masalah matematika, model pembelajaran pemecahan masalah.Abstract: The aim of the staudy was to produce: (1) prototype of Junior High School Mathematic problem- solving instructional model oriented on Balinese local wisdom and learning tools are valid, effective, and practical. The instructional devices mentioned included: (a) Teacher's mannual, (b) Instructional planning, (c) student's text book and (d) ICT media and student's worksheets. This development research was conducuted for about three years using 4-D model development model (Define, Design, Develop, and Disseminate). This study had just reached development stage. The define, and design stage had resulted draft of model and instructional devices wit valid qualification. In the develop stage a limited try-out of the model and its devices should be done. The effectiveness test would be viewed from the improvement of ability to solve mathematics problems before and after the try-out was conducted. The practicality testing was made based on the teacher and student responses toward the instructional model and its devices. The subjects of the study involved teachers and students of class VIII SMPN 4 Singaraja. The data were collected by using observation sheet, questionnaire, and test of mathematic problem solving ability. The analysis was conducted descriptively. The results indicated that all the instructional devices produces were found valid, effective, and practical. Based on the findings, it was feasible to dissiminate this model in the wider range of schools.Keywords: local wisdom, ICT media, ability to solve mathematic problems, problem solving instructional model.
PROGRAM DERIVE BAGI GURU MATEMATIKA SMA DAN SMK KOTA MALANG Widjajanti, Kristina; Hartono, Mohammad; Pudjowati, Utami Retno
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak siswa kesulitan dalam penyelesaian matematika. Guru harus memberikan pelbagai metode mengajar yang menarik dan tidak membosankan. Salah satu alternatif metode adalah pembelajaran matematika berbasis komputer. Permasalahannya adalah semua sekolah menengah di Malang tidak mempunyai software untuk penyelesaian matematika. Oleh karena itu guru membutuhkan pelatihan pembelajaran berbasis komputer. Program Derive adalah salah software yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan matematika. Inti kegiatan Iptek bagi Masyarakat (IbM) ini adalah 2 guru matematika SMAN 9 dan 2 guru SMKN 2 mengikuti ToT, serta 16 guru matematika dari pelbagai SMA dan SMK Kota Malang mengikuti pelatihan Program Derive. Hasil kegiatan diperoleh semua peserta sependapat Program Derive sangat menarik dan bermanfaat. Peserta akan mengiinformasikan pada kelompok guru matematika (MGMP) dan mengenalkan Derive pada siswanya. Kata-kata Kunci: metode, pembelajaran, program derive Abstract Many students have difficulty in Mathematics problem. The teachers must give them various teaching methods. One alternative method is Math learning with the computer-based. The problem was all Senior High School in Malang didn’t have the software of Math. The teachers need training of computer-based learning of Math. The derive program is one software to solve the Math problems. Main activity of community service (IbM) are Training of Trainer (ToT) and workshop for the teacher. There are two partners of IbM, such as SMAN 9 and SMKN 2. The sum of ToT is four teachers and sixteen teachers for workshop. The results of activity are all participants like derive program, very interested, easy, and very useful, especially for key-answer. The participants want to tell about derive program to group of math teachers (MGMPs) and introduce derive for the students. Keywords : methods , learning , derive program
DAMPAK ADAPTASI LINGKUNGAN TERHADAP PERUBAHAN FISIOLOGIS Sudiana, I Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lingkungan tempat tinggal seperti temperatur, iklim, ketinggian tempat tinggal, akan berdampak terhadap perubahan fisiologis seseorang, lingkungan tempat tingggal akan berdampak pada terjadinya adaptasi fisiologis seseorang. Salah satu adaptasi lingkungan yang bisa dijadikan perbandingan dengan adanya perbedaan tekanan parsial oksigen (PO2), baik yang terdapat di dataran rendah, dataran tinggi, daerah pantai dan pegunungan. Secara geografis Pulau Bali dikelilingi oleh pantai dan di tengah-tengah pulau ditandai dengan membentangnya pegunungan yang memanjang dari barat ke timur. Adanya pegunungan tersebut, menyebabkan wilayah Pulau Bali dapat dibagi menjadi dua bagian yang tidak sama yaitu : a) Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai, b) Bali Selatan dengan dataran rendah yang lebih luas dan landai. Adapun faktor-faktor yang menentukan, konsumsi oksigen (O2) maksimal (VO2 max) adalah : (1) Jantung, paru-paru dan pembuluh darah harus berfungsi dengan baik, (2) Proses penyampaian oksigen (O2) ke jaringan oleh sel darah merah harus normal, (3) Jaringan otot harus memiliki kapasitas yang normal untuk mempergunakan oksigen (O2) atau memiliki metabolisme yang normal, fungsi mitokondria harus normal VO2 max meningkat disebabkan karena peningkatan aktivitas otot rangka pada saat beraktivitas dan berdampak pada meningkatnya sebagian konsumsi oksigen (O2), maka otot besar harus dipergunakan apabila konsumsi oksigen (O2) maksimal ingin dicapai. Hal ini juga akan berpengaruh pada peningkatan kemapuan sistem sirkulasi darah dari bagian tidak aktif kebagian yang aktif dan kemampuan jaringan untuk menyerap darah. Dan ini juga berakibat terjadinya perbedaan kandungan oksigen (O2) antara darah di vena dan di arteri, sebagian besar darah yang mengandung oksigen (O2) akan mengalir ke otot yang sedang bekerja Proses respirasi dapat dibagi menjadi 3 bagian yakni : pernapasan luar (external respiration), pernapasan dalam (internal respiration) dan pernapasan seluler (seluler respiration). Pernapasaan luar artinya oksigen (O2) dari udara luar masuk ke alveoli kemudian masuk ke darah. Pernapasan dalam artinya oksigen (O2) dari darah masuk ke jaringan-jaringan dan pernapasan seluler adalah oksidasi biologis dimana oksigen (O2) digunakan oleh sel-sel tubuh untuk menghasilkan energi, air dan karbon dioksida (CO2).
PERUBAHAN PARADIGMA PENILAIAN HASIL BELAJAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN SAINS Subagia, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian hasil belajar merupakan salah satu simpul vital pendidikan dan pembelajaran yang berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran sains. Mutu penilaian hasil belajar sains yang rendah disebabkan oleh mutu pembelajaran sains yang rendah. Peningkatan mutu pembelajaran sains dapat dilakukan dengan mengubah paradigma penilaian hasil belajar. Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan perubahan paradigma penilaian hasil belajar sebagai upaya peningkatan mutu pembelajaran sains. Metode yang digunakan untuk membedah persoalan tersebut adalah metode refleksi pengalaman empiris pelaksanaan penilaian dalam pembelajaran sains saat ini dan interpretasi teoretis hakikat sains dan pembelajarannya. Hasil kajian ini merekomendasikan perubahan paradigma penilaian hasil belajar sains yang terdiri atas: penilaian hasil belajar sains secara komprehensif, otentik, dan berkelanjutan. Penilaian komprehensif adalah penilaian hasil belajar sains yang lengkap sesuai dengan hakikat sains dan ranah penilaian hasil belajar. Penilaian otentik adalah penilaian yang dilakukan sesuai dengah kegiatan pembelajaran yang dilakukan, misalnya penilaian sikap dan keterampilan saat pelaksanaan pembelajaran, penilaian penguasaan materi pelajaran dan produk hasil belajar lainnya setelah kegiatan pembelajaran. Penilaian berkelanjutan adalah penilaian yang dilakukan secara terus-menerus selama pembelajaran berlangsung. Kata-kata Kunci: paradigma, penilaian hasil belajar, pembelajaran, sains. AbstractLearning achievement assessment is one of vital aspects in education and learning affecting the improvement of science learning quality. Low quality of science learning achievement can be caused by low quality of learning process. The improvement of science learning quality can be done by changing the paradigm of learning achievement assessment. This paper aims to describe and explain the changing of learning achievement assessment paradigm as an effort to improve the quality of science learning process. The methods used to explore this problem are the reflection of current empirical experiences of learning achievement and the theoretical interpretation of the nature of science and science learning. The study results recommend the changing of science learning achievement paradigm includes comprehensive assessment, authentic assessment, and sustainable assessment. Comprehensive assessment is a complete science learning achievement in accordance with the characteristics of science and learning domains. Authentic assessment is assessment conducted based on the real learning activities, such as assessment for scientific attitude and skill during learning process, assessment for knowledge and other learning products after learning process. Sustainable assessment is assessment conducted continually along learning process.  Key Words: paradigm, learning achievement, learning process, science
ANALISIS KOMPOSISI DAN KEANEKARAGAMAN SPESIES TUMBUHAN DI KAWASAN WISATA LOVINA, SINGARAJA Artawan, Ketut; Wijana, Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi dan indeks keanekaragaman spesies tumbuhan yang ada di kawasan wisata Lovina, Singaraja. Tempat penelitian ini dibagi dalam dua zone yakni zone sepanjang pantai Lovina dan zone areal “abian’ masyakat yang masih alami. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan yang ada di kawasan wisata Lovina. Sampel penelitian ini adalah spesies tumbuhan yang terkover oleh kuadrat ukuran 10x10m. Teknik pengumpulan datanya diambil dengan metode kuadrat dan line transect. Data dianalisis dengan menggunakan indeks keanekaragaman spesies tumbuhan dari Simpson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) komposisi spesies tumbuhan yang ada di zone pantai ada sebanyak 22 spesies, 301 individu, dan di zone “abian” ada sebanyak 20 spesies, 486 individu. (2) Kemelimpahan dan indeks keanekaragaman spesies tumbuhan yang ada di zone pantai adalah sebesar 0,2493 dan 0,7507. Kemelimpahan dan indeks keanekaragaman di zone “abian” adalah sebesar 0,0104 dan 0,9896. Kedua indeks keanekaragaman ini termasuk ke dalam kategori sedang dan tinggi.  
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN KOMPLEKS POLIELEKTROLIT (PEC) KITOSAN-PEKTIN Ayuni, Ni Putu Sri; Siswanta, Dwi; Suratman, Adhitasari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membran PEC kitosan-pektin telah berhasil disintesis. Membran PEC kitosan-pektin dapat di sintesis melalui pencampuran pektin yang dilarutkan dalam air kemudian ditambahkan dengan kitosan dan asam asetat (CH3COOH) 0,4 M. Larutan membran kitosan-pektin diuapkan pada suhu 70 C selama 6 jam kemudian dilepas menggunakan NaOH 1 M. Membran PEC kitosan-pektin dibuat dengan konsentrasi 0,5 %. Variasi membran yang disintesis dengan perbandingan kitosan-pektin (70:30), (80:20), (90:10). Membran PEC kitosan-pektin yang dihasilkan di uji serapan air dan di karakterisasi dengan spektrofotometer inframerah (IR), tarik-regangan, dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil spektra IR telah membuktikan terbentuknya membran PEC kitosan-pektin dengan adanya interaksi gugus amina pada kitosan dan karboksil pada pektin bilangan gelombang 1604,77 nm-1. Hasil uji serapan air, tarikan dan regangan untuk membran PEC kitosan-pektin perbandingan 70:30 (255 %; 29 N/mm2; 20 %), 80:20 (182 %, 17 N/mm2, 28 %), 90:10 (142, 24, 10 %). Berdasarkan penelitian ini membran PEC kitosan-pektin dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk pengolahan limbah cair maupun dalam bidang kesehatan.Kata-kata kunci: kitosan, pektin, membran polielektrolitAbstract: Chitosan-pectin PEC membranes had been synthesized. Chitosan-pectin PEC membrane can be synthesized by mixing pectin is dissolved in water and then added to the chitosan and acetic acid (CH3COOH) 0.4 M. Solution of chitosan-pectin membrane is evaporated at a temperature of 70 °C for 6 hours and then removed using 1 M NaOH . Chitosan-pectin PEC membranes prepared with a concentration of 0.5%. Variations membranes synthesized with chitosan-pectin ratio (70:30), (80:20), (90:10). Chitosan-pectin PEC membrane resulting in water uptake test and characterization by infrared spectrophotometer (IR), tensile-strain, and Scanning Electron Microscopy (SEM). IR spectra results have proved the formation of chitosan-pectin PEC membrane with the amine group on the interaction of chitosan and pectin carboxyl at 1604.77 nm-1. The test results of water absorption, traction and strain for chitosan-pectin PEC membranes 70:30 ratio (255%; 29 N / mm 2; 20%), 80:20 (182%, 17 N / mm 2, 28%), 90:10 (142, 24, 10%). Based on this study of chitosan-pectin PEC membrane can be used as an alternative for wastewater treatment and in health.