cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
PENERAPAN STRATEGI PROBLEM POSING YANG DISAMPAIKAN SECARA BLENDED LEARNING PADA PERKULIAHAN CHEMICAL BONDING Kirna, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan partisipasi mahasiswa, (2) meningkatkan hasil belajar mahasiswa, dan (4) mendekripsikan persepsi mahasiswa terhadap penerapan strategi problem posing yang disampaikan secara blended learning pada perkuliahan Chemical Bonding. Subjek penelitian adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia sebanyak 32 orang. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan sebanyak dua siklus tindakan. Data penelitian terdiri atas partisipasi mahasiswa dalam kegiatan online dan tatap muka, hasil belajar, dan persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan diskusi online dan tatap muka sangat tinggi, (2) tidak ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siklus 1 dan siklus 2, namun hasil belajar termasuk baik pada siklus 2; dan (3) mahasiswa memberikan respons yang positif terhadap penerapan pembelajaran ini.
PDL SYSTEM SEBAGAI MODEL DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Artawan, I Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas pengembangan model pembelajaran PDL(Personal Desk Lab). Secara umum penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Creative Thinking Skill dan Pemahaman Konsep Fisika siswa dalam implementasi curriculum 2013. Spesifikasi produk yang diharapkan dalam penelitian ini berupa Model Pembelajaran. Model Pembelajaran yang dimaksud adalah model pembelajaran dengan Personal Desk Laboratory (PDL). Pada penelitian ini dikaji model yang akan dikembangkan baik secara operasional prosedur penyusunan model maupun bagaimana tahapan-tahapan yang dilakukan saat penerapan model saat proses belajar mengajar berlangsung (uji coba produk). Prosedur pengembangan dilakukan dengan beberapa tahapan utamanya dalam penyusunan model yaitu: Penentuan Topik/Pokok Bahasan, Penyusunan Langkah Kerja dan Desain Alat. Instrumen yang diperlukan dalam pengumpulan data meliputi instrumen tingkat validitas perangkat atau model, instrumen pengamatan subyek penelitian terhadap model yang diberikan dan instrumen terhadap hasil belajar pembelajar. Model yang dikembangkan masih terbatas pada beberapa topik yaitu: Kinematika Gerak, Getaran, Optik, dan Fluida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan berkategori efektif sebagai model yang dikembangkan dalam proses pembelajaran. Hal ini terbukti dari hasil eksperiment yang dilakukan pada setiap pertemuan, diperoleh hasil yang sesuai dengan teori dan tujuan yang diharapkan. Data ini juga didukung dengan tingkat partisipasi siswa dalam setiap proses pembelajaran yang secara umum berkategori aktif. Hasil belajar juga menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman konsep/topik yang dibelajarkan pada saat uji coba produk.Kata-kata kunci: model pembelajaran, PDL (Personal Desk Laboratory), hasil belajar, kurikulum 2013Abstract: This research and development aimed at knowing effectiveness of PDL (Personal Desk Lab) learning model. Generally, the present study aimed at improving Creative Thinking Skill and Comprehending physics concept of students in curriculum 2013 implementation. The specification of products that would be expected was in the form of Learning Model. The Learning model meant was PDL (Personal Desk Lab) learning model. This study examined the future developing model in the form of model developing procedure and steps of implementing the procedure in teaching learning process (try out of the product). The development procedure was conducted by some steps of developing model, those were; determining topic, developing worksteps and tools design. The instruments needed in collecting the data consisted of; validity instrument, instrument of observing research subject on model given and instrument toward achievement of teaching and learning. The model developed was still limited to some topics such as; mechanics (kinematics), vibration, optics, dan fluid. The result of this research showed that the model developed categorized into effective model of teaching and learning. This was proved in the result of experiment conducted in each meeting. It was obtained appropriate result and theory and purposes espected. This data also supported by students participation in each process of teaching and learning which was generally categorized as active participation. The achievement result also showed that there was significant improvement toward comprehending concept/topic given in try out of the product.Keywords: learning model, PDL (Personal Desk Laboratory), achievement result, curriculum 2013
IBM LABMAT BAGI SEKOLAH DASAR Dewi, Mutia Lina; Hakim, Arif Rahman; Shanti CSM, Fauziah
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak siswa mempunyai anggapan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang paling sulit. Hal ini dikarenakan matematika adalah ilmu yang abstrak. Oleh karena itu diperlukan metode mengajar matematika yang menyenangkan, sehingga siswa menyukai matematika dan mudah memahami konsep matematika.Penggunaan alat peraga edukatif merupakan salah satu metode yang membuat siswa senang, bisa belajar sambil bermain.Sayangnya, tidak semua sekolah mampu menyediakan sarana belajar yang memadai. Guru mengajarkan matematika yang abstrak tanpa bantuan benda kongkret, sehingga sulit bagi siswa memahami konsep matematika. SD Negeri 1 dan 2 yang lokasinya di Desa BuntaranTulungagung adalah sekolah pemerintah (gratis) yang rata-rata kemampuan siswanya rendah, sarana pembelajarannya sangat minim dan kurang diminati. Orang tua lebih memilih sekolah swasta (Madrasah Ibtidaiyah) yang sarananya lengkap, SPP nya mahal, serta sumbangan gedungnya besar. Oleh karena itu diperlukan inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dan menambah wawasan guru. Hasil kegiatan kedua sekolah sangat senang mendapat wawasan dan bantuan alat peraga matematika dan berharap kegiatan pengabdian masyarakat ini berkelanjutan. Kata-kata Kunci: kesulitan, alat peraga, pelatihan,  Abstract Many students have difficulty in Mathematics. The problems are mathematics is an abstract science. Therefore we need a method of teaching mathematics is fun, so students enjoy math and easily understand the concept of Math. .Educational props is one method that makes students happy, can learn while playing. But, not all schools are able to provide adequate learning facilities. Teachers teach abstract mathematics without the help of concrete objects, making it difficult for students to understand mathematical concepts. SD Negeri 1 and 2, which are located in the village of BuntaranTulungagung are government schools (free) average low ability students and minim facilities. Parents prefer private schools (Islamic elementary schools) whose facilities are complete and expensive. The results of the activities are the schools are very pleased with math teaching aids and training in the use it. Theyhope, there are community service activities next time. Keywords: difficulty, teaching aid, training
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI.A.2 SMA LAB UNDIKSHA Pujani, Ni Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap implementasi model pembelajaran inkuiri. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI.A.2 SMA Lab Undiksha tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 39 orang. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan lembar observasi, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus 1 (M= 75,5) ke siklus 2 (M = 80,5) dengan kategori baik, dan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran inkuiri adalah positif.
PENGEMBANGAN KIT IPA BERORIENTASI LINGKUNGAN PENUNJANG PRAKTIKUM PADA PEMBELAJARAN IPA SESUAI KURIKULUM 2013 DI SMPN 2 SINGARAJA Subamia, I Dewa Putu; Wahyuni, I. G. A. N. Sri; Widiasih, Ni Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan KIT IPA berorientasi lingkungan sebagai penunjang praktikum untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA SMP sesuai kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan perangkat praktikum IPA yang mengacu pada model pengembangan perangkat pembelajaran oleh Borg dan Gall yang terdiri atas 3 tahap yaitu tahap studi pendahuluan, tahap studi pengembangan, dan tahap uji produk. Data dikumpulkan berupa data kualitatif dan kuantitatif melalui instrumen angket. Data hasil uji validasi dianalisis dengan teknik analisis rata-rata, selanjutnya produk direvisi sesuai hasil analisis data serta saran dari validator. Subjek pada penelitian ini adalah ahli, siswa, dan guru. Siswa yang dijadikan sampel uji coba adalah siswa kelas VIIA SMP Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015. Hasil penilaian ahli dan guru terhadap model KIT yang dikembangkan menunjukkan rata-rata menyatakan baik. Hasil uji coba pemanfaatan produk menunjukkan skor rata-rata 87,8% siswa menyatakan baik. Hasil ujicoba terbatas menunjukkan respon guru terhadap pemanfaatan perangkat KIT IPA menyatakan sangat layak. Aktivitas siswa kategori aktif dan sangat aktif dalam pembelajaran di kelas ujicoba terbatas sejumlah 83,4% dari seluruh siswa. Respon positif ditunjukkan pada kelas ujicoba terbatas sebesar 86,3% dari seluruh siswa. Respon siswa pada pembelajaran memanfaatkan KIT IPA berorientasi lingkungan rata-rata menyatakan lebih baik dan lebih menyenangkan. Dari hasil pengamatan pembelajaran, ternyata pada pembelajaran memanfaatkan KIT IPA berorientasi lingkungan siswa lebih aktif dibandingkan pada pada pembelajaran tanpa KIT IPA. Respon siswa terhadap pemanfaatan KIT IPA berorientasi lingkungan dalam pembelajaran IPA diperoleh hasil jumlah siswa yang mempunyai respon positif mencapai 87,8%. Hal tersebut menunjukkan perangkat KIT IPA mampu mendukung proses pembelajaran IPA menjadi lebih menarik. Guru memberi kesan positif terhadap perangkat KIT IPA berorientasi lingkungan baik dari mudahnya mempersiapkan, maupun kemudahan mengaplikasikannya. Dari hasil tersebut maka disimpulkan model KIT IPA berorientasi lingkungan yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria relevan dan mudah digunakan.Kata-kata kunci: pengembangan, perangkat praktikum, berorientasi lingkunganAbstract: This research aims to generate KIT IPA as a support lab-oriented environment to improve the quality of science teaching appropriate curriculum SMP 2013 This research is the development of practical science that refers to a development model learning device by Borg and Gall which consists of three phases: a preliminary study , stages of development studies, and product testing phase. Data collected in the form of qualitative and quantitative data through a questionnaire instrument. Data validation test results were analyzed with analysis techniques on average, then the product was revised according to the results of data analysis and advice from the validator. Subjects in this study were experts, students, and teachers. Students sampled trials are VIIa grade students of SMP Negeri 2 Singaraja school year 2014/2015. Expert and teacher assessment results against KIT models developed shows the average declared good. The test result shows the use of the product an average score of 87.8% of students stated either. Limited test results show the response of teachers to the use of the IPA states KIT is very feasible. Activity category students active and very active in the classroom is limited test some 83.4% of all students. Positive response is shown in a limited trial class for 86.3% of all students. Student responses on science-oriented learning environment utilizing KIT an average expressed better and more enjoyable. From the observation of learning, it turns on the learning environment utilizing KIT science oriented students are more active than in the science of learning without KIT. Students' response to the use of IPA KIT oriented science learning environment in the obtained results have a number of students who achieve a 87.8% positive response. It shows the KIT IPA IPA can support the learning process becomes more attractive. The teacher gives a positive impression to the IPA KIT well oriented environment of easy toprepare, and easy to apply. From these results we concluded KIT models developed meets the relevant criteria and usefull.Key words: development, practical devices, oriented environment
KARAKTERISASI MORFOLOGIS Trichoderma sp. ISOLAT JB DAN DAYA ANTAGONISME TERHADAP PATOGEN PENYEBAB PENYAKIT REBAH KECAMBAH (Sclerotium rolfsii Sacc.) PADA TANAMAN TOMAT Suanda, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi morfologis Trichoderma sp. isolat JB dan daya antagonisme terhadap patogen penyebab penyakit rebah kecambah (Sclerotiumrolfsii Sacc.). Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian, Universitas Udayana. Variabel observasi yang karakteristik makroskopik, termasuk warna koloni dan bentuk, dan karakteristik mikroskopis, termasuk bentuk konidiofor, fialid dan konidia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichodermasp. isolat JB secara in-vitro mampu menghambat Sclerotiumrolfsii penyebabpenyakit rebah kecambah pada tanaman tomat sebesar 95,45%. Kata-kata Kunci: Karakterisasi,Trichoderma asperellum isolat JB, daya hambat, Sclerotiumrolfsii. Abstract                This study aims to determine the morphological characterization of Trichoderma sp., JB isolates and antagonism power against damping-off disease-causing pathogens (Sclerotium rolfsii Sacc.). The study was conducted at the Laboratory of Pests and Plant Diseases, Faculty of Agriculture, Udayana University. The observations’ variable with macroscopic characteristics, including color and form colonies, and microscopic characteristics, including the shape of conidiophores, conidia and fialid. The results showed that Trichoderma sp., JB isolates, in the in-vitro way, are able to inhibit Sclerotium rolfsii damping-off disease-causing on tomato plants amounted to 95.45%.               Keywords : characterization, isolates Trichoderma asperellum JB, inhibition, Sclerotium rolfsii
PENGARUH DISMENOREA PADA REMAJA Dewi Lestari, Ni Made Sri
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masa remaja adalah suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seseorang. Salah satu tanda keremajaan secara biologi yaitu mulainya remaja mengalami menstruasi yang dimulai antara usia 10 sampai 16 tahun. Menstruasi merupakan hal yang bersifat fisiologis yang terjadi pada setiap perempuan. Namun pada kenyataannya banyak perempuan yang mengalami masalah menstruasi, diantaranya nyeri haid/dismenore. Nyeri haid / dismenore adalah keluhan ginekologis akibat ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah sehingga mengakibatkan timbul rasa nyeri. Sekitar 70-90 % kasus nyeri haid terjadi saat usia remaja dan dapat menimbulkan dampak konflik emosional, ketegangan dan kegelisahan. Dari konflik emosional, ketegangan dan kegelisahan akan mempengaruhi kecakapan dan keterampilannya. Kecakapan dan keterampilan yang dimaksud berarti luas, baik kecakapan personal yang mencakup; kecakapan mengenali diri sendiri dan kecakapan berpikir rasional, kecakapan sosial , kecakapan akademik, maupun kecakapan vokasional. Kegiatan pendidikan pada tahap melatih lebih mengarah pada konsep pengembangan kemampuan motorik peserta didik. Karena dismenore aktivitas belajar dalam pembelajaran bisa terganggu, konsentrasi menjadi menurun bahkan tidak ada sehingga materi yang diberikan selama pembelajaran yang berlangsug tidak bisa ditangkap oleh perempuan yang sedang mengalami dismenore. Oleh sebab itu dismenore pada remaja perlu mendapat perhatian dari orang tua masing-masing seperti memberikan penanganan yang tepat baik secara farmakologis atau non farmakologis.  
VIABILITAS DAN STABILITAS BAKTERI PROBIOTIK L. acidophillus FNCC 0051 PADA SUSU KEDELAI FERMENTASI SELAMA DI SALURAN CERNA IN VITRO DAN PENYIMPANAN Yogeswara, Ida Bagus Agung; Kusumawati, I Gusti AYu Wita; Nursini, Ni Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri asam laktat merupakan mikroorganisme yang berperan penting dalam fermentasi pangan dan memberikan efek kesehatan terhadap yang mengkonsumsi. Untuk menjadi organisme probiotik, bakteri asam laktat harus bertahan selama di saluran cerna dan memiliki stabilitas dan viabilitas yang baik selama penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari viabilitas dan stabilitas L. acidophillus FNCC 0051 pada susu kedelai fermentasi selama di saluran cerna in vitro dan penyimpanan. Strain L. acidophillus FNCC 0051 memiliki viabilitas dan stabilitas yang baik selama 10 hari penyimpanan pada suhu 50 C dan 250 C. Strain L. acidophillus FNCC 0051 mengalami penurunan 1,9 log cycle pada simulated gastric juice selama 10 hari penyimpanan dan di fase simulated intestinal juice. Nilai total asam dan pH susu kedelai fermentasi menunjukkan peningkatan yang signifikan selama 10 hari penyimpanan yaitu 2.5% dan 3,4 berturut turut. Penelitian ini menunjukkan bahwa strain L. acidophillus FNCC 0051 memiliki viabilitas dan stabilitas yang baik selama di saluran cerna dan penyimpanan.Kata-kata kunci: probiotik, susu kedelai fermentasi, penyimpanan, simulasi saluran cerna in vitroAbstract: Lactic acid bacteria as probiotic organism play an important role in food fermentation and gives beneficial effect to the host. In order to be a probiotic organism, lactic acid bacteria must survive through the digestive tract and has a good stability and viability during storage and under simulated gastrointestinal conditions. The aim of this research is to investigate viability and stability of L. acidophillus FNCC 0051 in fermented soymilk during storage. L. acidophillus FNCC 0051 in fermented soymilk has a good viability and stability during 10 days of storage at 50 C and 250 C. L. acidophillus FNCC 0051 decreased 1,9 log cycle in simulated gastric juice during 10 days of storage as well as in simulated intestinal juice. The acidity and pH of fermented soymilk exhibited a significant increase during 10 days of storage i.e. 2.5% and 3.4 respectively. This research has shown that L. acidophillus FNCC 0051 has a good viability and stability in fermented soymilk during storage and under simulated gastrointestinal conditions.Keyword: probiotic, fermented soymilk, storage, simulated gastrointestinal juice
ASESMEN ONLINE UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA Suweken, Gede
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Telah menjadi persepsi umum diantara pendidik bahwa pembelajaran bisa didorong secara signifikan melalui asesmen. Sebagai akibatnya, adalah wajar jika banyak institusi pendidikan mengalokasikan semester terakhir dari siklus pendidikannya hanya dengan latihan soal-soal, bahkan banyak siswa belajar hanya untuk mengejar skor. Walaupun perilaku seperti ini bukanlah sesuatu yang diharapkan, motivasi dahsyat yang ada dibaliknya rasanya teramat sayang jika tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun demikian, ketersediaan waktu belajar di sekolah biasanya merupakan kendala utama dalam mengimplementasian latihan soal setiap ada jam pelajaran. Makalah ini akan membahas bagaimana asesmen online bisa dikombinasikan dengan pembelajaran konvensional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara efektif dan efisien. Karena karakteristik bidang studi matematika yang memerlukan simbol-simbol tertentu yang biasanya tidak terakomodasi pada software pada umumnya, maka makalah ini juga akan membahas free-open-source-software (FOSS) yang secara khusus diperuntukkan untuk asesmen matematika.Kata-kata kunci: asesmen, kualitas pembelajaran, online, matematika, FOSS
EFEKTIVITAS B2LS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Ardana, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivan model pembelajaran berorientasi teori Bruner, budaya lokal, dan Scaffolding (model B2LS) dalam pembelajaran matematika. Penelitian dilakukan pada Sekolah Dasar (SD) di Singaraja. Data penelitian berupa aktivitas belajar, prestasi belajar, dan tanggapan siswa terhadap penerapan model masing-masing dikumpulkan melalui oservasi, tes, dan kuesioner. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif.Temuan penelitian menunjukkan bahwa: aktivitas belajar siswa sangat tinggi, prestasi belajar siswa baik, dan tanggapan siswa positif terhadap pembelajaran dengan model B2LS. Dengan kata lain model B2LS sangat efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika.Kata-kata Kunci: bruner, budaya lokal, scaffolding, dan prestasi belajarAbstract: This study aimed to find out the effectiveness of learning models concentrate burner theory, local culture, and scaffolding (B2LS models) in the learning of mathematics. The Study was conducted at the elementary school in Singaraja, the data of the study were in the form of learning activities, academic achievement and student responses to the application of the model, respectively were collected through observation, tests and questionnaires. The data that have been collected were analyzed descriptively.Findings of the study showed that: students' learning activities were very high; student achievement was good, and positive student responses towards learning with B2Ls model. In other words B2LS model was very effective to be applied in the learning of mathematics.Keyword: bruner, local culture, and learning outcome