cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL REACT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VIII SMP Selamet, Kompyang
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kontekstual relating, experiencing, applying, cooperating, transferring (REACT) terhadap pemahaman konsep fisika dan keterampilan proses sains. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan pretest and posttest control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP PGRI 9 Denpasar tahun pelajaran 2012/2013. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik group random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika dan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kontekstual REACT dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (F=25,715; p<0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kontekstual REACT berpengaruh terhadap pemahaman konsep fisika dan keterampilan proses sains. Implikasinya dalam pembelajaran adalah supaya siswa dapat mengembangkan pemahaman konsep fisika dan keterampilan proses sains dengan maksimal, diperlukan sebuah pembelajaran yang menekankan kebermaknaan dan pengalaman hidup, salah satunya melalui model pembelajaran kontekstual REACT.Kata kunci: Pembelajaran kontekstual REACT, pemahaman konsep fisika, keterampilan proses sainsAbstractThis study aimed to analyze the effect of contextual teaching and learning relating, experiencing, applying, cooperating, and transferring (REACT) model on the understanding of physics concepts and science process skills. The study was quasi-experimental with pretest and posttest control group design. The subjects were eighth grade students of SMP PGRI 9 Denpasar academic year 2012/2013. Sampling of the research was conducted by group random sampling technique. Data were analyzed with descriptive statistics and MANOVA one lane. The results showed that there are differences in understanding of physics concepts and science process skills among groups of students who study with contextual teaching and learning REACT model and groups of students who are learning with conventional learning model (F = 25,715; p<0,05). So the conclusion is the contextual teaching and learning REACT model affect the understanding of physics concepts and science process skills. The implication in learning is that students can develop their understanding of physics concepts and science process skills to the maximum, required a learning study that emphasizes the meaningfulness of learning and life experiences, one of them through contextual teaching and learning REACT model.Keywords: Contextual teaching and learning REACT, understanding of physics concept, science process skills
UJI COBA UNIT PENGOLAHAN AIR LIMBAH SISTEM SEMIANAEROB-AEROB DI INDUSTRI PENCELUPAN TEKSTIL SKALA RUMAH TANGGA Sastrawidana, Dewa Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas unit pengolahan air limbah sistem semianaerob-aerob di industri pencelupan tekstil. Bakteri pada bak semianaerob terdiri dari Aeromonas sp. Pseudomonas sp, dan Flavobacterium sp. sedangkan pada bak aerob terdiri dari Vibrio sp. Plesiomonas sp. dan Enterobacter sp. Pembentukan biofilm dilakukan dengan menumbuhkan konsorsium bakteri pada masing-masing reaktor selama 10 hari menggunakan pada batu vulkanik merah sebagai media pelekatan bakteri. Setelah terbentuk biofilm,selanjutnya digunakan untuk merombak air limbah dengan waktu tinggal limbah 1 hari di bak semianaerob dan 1 hari di bak aerobi. Hasil penelitian menunjukkan unit pengolahan air limbah tekstil menggunakan teknologi biofilm cukup efektif digunakan untuk menangani air limbah tekstil skala lapang dengan efisiensi perombakan TSS, BOD dan COD secara berturut-turut sebesar 84,7%; 80,56% dan 90,40%. Uji toksisitas air limbah tekstil menggunakan ikan nila dengan waktu paparan 3 hari menunjukkan bahwa air limbah tekstil sebelum diolah berkatagori toksik ringan dengan nilai EC50 adalah 88,80% sedangkan setelah diolah dalam reaktor biofilm konsorsium bakteri sistem anaerob-aerob selama 2 hari menjadi katagori tidak toksik dengan nilai EC50 sebesar 101,64%. Dengan demikian, pengolahan limbah tektil dengan sistem kombinasi anaerob-aerob menghasilkan kualitas limbah dengan kriteria sudah memenuhi baku mutu untuk dibuang ke lingkungan.
A NUMERICAL MODEL STUDY OF FIELD WATER DYNAMICS IN THE TOP SOIL LAYER WHICH INVOLVE ROOT UPTAKE Erari, Ishak S.
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractTop soil is an important part of the soil to growing the crop because it is a medium to the root distribution and the available water. Vegetables as mustard greens, need water much more to their growing. The last years, long dry period has forced to using irrigation water efficiently. An experiment of the water dynamics to managing need crop water in the top soil was be conducted at clay loam from Bogor, West Java. This experiment of the water dynamics involved the water uptake rate by root of mustard greens (Brassica juncea). The root uptake rate was modeled as a fixed resistance network collaborating the macroscopic model and the microscopic model. The water dynamics equation was numerically solved by the control volume method. Simulation result of the root uptake model compared to the actual transpiration rate data revealed agreement until 18 days of age of the crop in the field. After 18 days, the model overestimates to the actual transpiration data. This was caused by the lisimeter used impermeable to the water. The numerical solution of the water dynamics derived by the control volume method revealed in agreement with the measured data. Distribution of the water in the top soil layer is influenced by the root length density
ANALISIS INDEK KUALITAS AIR PADA MATA AIR TLEBUSAN BALUAN, PANCORAN CAMPLUNG, DAN PANCORAN PADUKUHAN DI BANJAR CAU, TABANAN Oviantari, Made Vivi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis indeks kualitas air lalu menentukan kriteria kualitas air Mata air Tlebusan Baluan, Pancoran Camplung, dan Pancoran Padukuhan di Banjar Cau, Tabanan berdasarkan NSF (National Sanitation Foundation). Penelitian ini dilakukan pada Bulan Juli tahun 2011 dengan cara menganalisis parameter utama air lalu dianalisis status kualitas airnya, yang ditentukan dengan Indeks Kualitas Air (WQI). Indeks ini secara umum ditentukan dengan Metode Delphi, yang didasarkan atas bobot (Wi) dan sub  Indeks (Ii) dari sembilan parameter  utama dalam kualitas air yaitu DO, BOD, E. coli, pH, suhu, PO4, nitrat, kekeruhan, dan padatan terlarut. Hasilnya untuk Indeks Kualitas Air pada Pancoran Padukuhan (59,6) lebih baik dari pada Indeks Kualitas Air pada Pancoran Camplung (57,53) dan lebih baik dari pada Tlebusan Baluan (56,95). Kriteria Kualitas Air pada mata air Tlebusan Baluan, Pancoran Camplung dan Pancoran Padukuhan Banjar Cau, Tabanan semuanya berada pada kriteria sedang.
PENERAPAN IPTEK KEOLAHRGAAN DALAM MENINGKATKAN HASIL GATEING PADA OLAHRAGA WOODBALL Tisna, Gede Doddy
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga woodball termasuk olahraga yang baru berkembang. Hasil akhir dari olahraga ini adalah memasukkan bola ke dalam gawang (gateing). Salah satu permasalahan yang di hadapi oleh atlet adalah teknik yang digunakan dalam melakukan gateing belum berbasiskan Ilmu dan Pengatahuan dan Teknologi (IPTEK). Berdasarkan hasil obserpasi awal pada pada atlet woodball proses gateing belum menggunakan pendekatan-pendekatan ilmiah. Metode latihan gateing belum diterapkan dan aplikasi Ilmu Biomekanika Olahraga belum diterapkan. Latihan gateing harus menerapkan ilmu kepelatihan, diantaranya harus menerapkan set, repetisi, intensitas dan voluma latihan yang tepat. Metode gateing bisa dilatihkan dengan metode latihan padat dan latihan terdistribusi dengan jarak 3 meter, 5 meter dan 10 meter dengan sudut tembak 75, 90, 105, 255, 270 dan 285 derajat. Terkait dengan jarak dan sudut gateing atlet bisa menerapkan aplikasi ilmu biomekanika olahraga. Hasil yang diharapkan dari memberikan latihan padat dan terdistribusi adalah kemampuan gateing atlet bisa meningkat, bola yang masuk akan semakin banyak, akurasi tembakan ke gawang (gate) akan semakin baik dan terakhir rasa percaya diri melakuakn tembakan bola ke gawang akan meningkat, sehingga prestasi atlet bisa meningkat.Kata kunci: latihan padat dan terdistribusi, woodball, gateing.
DEPOSISI CALLOSE HASIL INDUKSI LIPOPOLISAKARIDA BAKTERI Pseudomonas syringae pv. tabaci PADA TANAMAN TEMBAKAU Marianingsih, Pipit; Salamah, Andi; Ichinose, Yuki
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKCallose, β-1,3-glukan, merupakan senyawa alami yang terdapat pada tanaman dan terlibat dalam sistem pertahanan tanaman. Callose merupakan bentuk pertahanan tanaman yang penting karena dapat menjadi penghalang awal masuknya patogen ke dalam tanaman. Deposisi callose termasuk ke dalam sistem pertahanan aktif karena akan terinduksi jika tanaman terserang patogen. Molekul patogen yang dilaporkan dapat menginduksi deposisi callose adalah lipopolisakarida (LPS), komponen utama membran luar bakteri gram negatif. Telah dilakukan penelitian untuk mempelajari induksi deposisi callose pada tanaman tembakau oleh LPS yang diekstraksi dari bakteri Pseudomonas syringae pv. tabaci (Pta). Bakteri Pta merupakan fitopatogen penyebab penyakit wildfire pada tembakau. Untuk pengamatan deposisi callose, daun tembakau diinfiltrasi dengan LPS Pta 400 μg/ml dan 800 μg/ml serta diinkubasi selama 24 jam dan 48 jam. Selanjutnya, klorofil daun diluruhkan menggunakan larutan laktofenol dan daun diwarnai dengan aniline blue. Hasil pengamatan menunjukkan deposisi callose yang telah diwarnai dengan aniline blue tampak berpendar warna hijau ketika diamati menggunakan mikroskop fluoresensi. Intensitas deposisi callose, hasil induksi LPS bakteri Pta, dalam satu daun tampak tidak merata di semua bagian daun, namun dan cenderung terdeposisi di sekitar pertulangan daun.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI EFEKTIF DUNIA PENDIDIKAN KEDOKTERAN DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC SEBAGAI BAHAN REFLEKSI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Widiastuti Giri, Made Kurnia
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Perubahan kurikulum bukan merupakan sebab utama penurunan maupun peningkatan mutu pendidikan. Kompleksitas faktor yang berperan dalam pendidikan menyebabkan kurikulum menyumbangkan andil yang besar dalam pelaksanaan pendidikan bersinergi dengan faktor lain. Kurikulum 2013 memberikan warna baru dalam pendidikan dengan menegaskan pentingnya proses belajar yang tidak lagi menetitikberatkan pada hasil belajar kognitif semata. Implementasi dari kurikulum 2013 adalah melalui pendekatan scientific dengan menekankan pada penilaian aspek kognitif, afektif dan psikomotor dari peserta didik. Kemampuan siswa berkomunikasi secara efektif dalam pembelajaran memiliki peran penting dalam metode pembelajaran dengan pebdekatan scientific. Guru sebagai fasilitator juga dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi yang efektif sehingga merubah paradigma terdahulu dimana pemaparan guru sebagai ceramah yang meniadakan keaktifan dari siswa untuk menalarkan ilmu dalam fenomena yang akan dihadapi secara nyata. Dunia pendidikan ilmu kedokteran telah menerapkan pendekatan scientific dan sebagai produknya adalah tenaga dokter yang mampu mengeksplorasi kemampuan berpikir kritis mereka dalam menangani masalah kesehatan pasiennya. Ilmu kedokteran dasar dipadukan dengan ilmu kedokteran klinis bersinergi dalam blok dalam kurikulum yang menyajikan kasus dan memberikan kesempatan peserta didik berpikir kritis melalui pendekatan scientific seperti yang dapat diimplementasikan dalam dimensi pedagogik modern dari kurikulum 2013 pada siswa.
Membangun Insan yang Literasi Sains & Teknologi dan Berkarakter Melalui Implementasi Model Pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat (STM) Sadia, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi dewasa ini, sains dan teknologi telah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Terdapat saling hubungan dan saling ketergantungan (interrelation and interdependency) antara sains, teknologi dan masyarakat. Hampir semua aspek kehidupan manusia dewasa ini dikelilingi oleh masalah-masalah yang mengandung implikasi-implikasi ilmiah. Oleh karena itu, literasi sains dan teknologi (scientific and technological literacy) bagi semua warga sudah menjadi tuntutan yang tidak dapat ditawar lagi agar kita mampu memanfaatkan sains dan teknologi untuk kemaslahatan umat manusia, mampu mengambil keputusan berdasarkan konsep-konsep dan prinsip­prinsip ilmiah, serta mampu mencari dan menggunakan informasi ilmiah dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Pengaruh negatif perkembangan IPTEKS dan globalisasi ternyata cukup signifikan di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Telah terjadi degradasi karakter seperti 1) berkurangnya rasa tanggung jawab, 2) berkurangnya rasa hormat, 3) meningkatnya ketidak jujuran, 4) berkurangnya disiplin, 5) merosotnya etos kerja, 6) merosotnya etika, 7) berkurangnya sopan santun, 8) melunturnya rasa kepedulian dan sebagainya. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, perlu dicari model pendidikan sains yang mampu mengantarkan para siswa menjadi warga masyarakat yang literasi sains dan teknologi serta berkarakter. Salah satu model pembelajaran sains yang mampu memberikan kontribusi bagi terbentuknya insan yang literasi sains dan teknologi serta mampu menumbuh kembangkan karakter siswa adalah model pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat. Hasil penelitian Sadia, dkk. (2014) menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran STM efektif dalam menumbuhkembangkan karakter siswa yang meliputi kedisiplinan, kejujuran, kreativitas, kerja keras, rasa ingin tahu, komunikatif, kepedulian, dan tanggung jawab.Kata kunci: literasi sains dan teknologi, karakter, model STMAbstractIn the era of globalization, science and technology was become a closely part of human life. There are interrelation and interdependency of science, technology, and society. Nearly all aspect of human life were closely related with problems wich including with scientific implication. Therefore, all citizen need to become scientific and technological literacy, to be able using science and techlology for human satisfaction, able to make decision based on scientific method and able to find and using scientific information to solve the problems in every day life. There was significant negative impact of technology and globalization in the world, including Indonesia. There was becoming character degradation i.e, (1) responsibility, (2) respect, (3) discipline, (4) honesty., (5) etic, (6) empaty, and so on. To solve that problem, need to find the model of science education wich able to developing students become scientific and technological literacy as human society with good character. One of science teaching model wich have significant contribution on developing and improving scientific and technological literacy and developing good character was science-technolgy-society model (STS). Research finding by Sadia, et.al discipline, honesty, creativity, curiosity, respect, scientific communication, and responsibility. Key words: scientific and technological literacy, character, STS
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DENGAN PENDEKATAN INDUKTIF-DEDUKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA PERKULIAHAN STRUKTUR ALJABAR II Suarsana, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar untuk perkuliahan Struktur Aljabar II dengan pendekatan induktif-deduktif. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan merujuk pada model 4-D versinya Dick & Carry (Santyasa, 2009) yang meliputi beberapa fase seperti: 1) fase define; 2) fase design; 3) fase development; dan 4) fase disseminate. Pada tahun pertama ini penelitian telah dilakukan sampai pada tahap development yaitu hingga dilakukan validasi draft diktat hingga dihasilkan prototipe diktat. Data dikumpulkan dengan lembar validasi/penilaian kelayakan isi dan penyajian diktat. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil validasi diktat struktur aljabar menunjukkan bahwa 1) dari segi kelayakan isi diktat berkategori baik, dan 2) dari segi penyajian juga berkategori baik sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa diktat telah valid. Berdasarkan masukan deskriptif dan koreksi validator selanjutnya dilakukan penyempurnaan sehingga melalui penelitian ini telah dihasilkan sebuah prototipe. Tahap penelitian pengembangan lanjutan berupa uji coba terbatas dan tahap diseminasi belum dilakukan mengingat keterbatasan waktu. Kata-kata Kunci: pendekatan induktif-deduktif, struktur aljabar, hasil belajar AbstractThis study aims to developt a valid diktat in Algebra Abstract II. Research and development, wich consist of four stages: define, design, development and disseminate (Dick $ Carry Model), was implemented in this study. Data were collected by content validation sheet and presentation validation sheet. The Data were analized by descriptive statistics. The results of the analysis are 1) in term of the feasbility of content, the diktat prototyfe is in good category, 2) in term of the feasibility of presentation, the diktat prototyfe is in good category. At all, it can be concluded that diktat prototyfe is valid. The next step is prototype trial and dissemination. Keywords : inductive-deduktive approach, algebra abstract, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SIOP TERHADAP PARTISIPASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SINGARAJA Suweken, Gede; Wiadnyana Putra, Dewa Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Desain penelitian yang digunakan adalah post test only control group desain. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui apakah partisipasi belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model SIOP lebih tinggi daripada partisipasi belajar siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dan (2) untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan penerapan model SIOP lebih tinggi daripada prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Singaraja tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 230 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive random sampling yang menghasilkan kelas VIIIA1 dan VIIIA6 sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIIIA7 dan kelas VIIIA9 sebagai kelompok kontrol. Data mengenai partisipasi belajar siswa dikumpulkan melalui angket dan data mengenai prestasi belajar matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes objektif berbentuk pilihan ganda. Selanjutnya, kedua data tersebut dianalisis dengan uji-t satu ekor (ekor kanan) pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) partisipasi belajar siswa yang belajar dengan penerapan model SIOP lebih tinggi daripada partisipasi siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional dan (2) prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model SIOP lebih tinggi daripada prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.