cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
MODEL PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERCIRI PROBLEM SOLVING MELALUI TOT PADA GURU PRESERVIS DAN PENGARUH IMPLEMENTASINYA TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN MASALAH SISWA SMA KELAS X Limatahu, Iqbal
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian model pengembangan perangkat pembelajaran fisika berciri problem solving melalui TOT pada guru preservis dan pengaruh implementasinya terhadap kemampuan menyelesaikan masalah siswa SMA Kelas X. Kelibihan model pembelajaran berbasis masalah (MPBM) yaitu lebih memberdayakan potensi mahasiswa (guru preservis) untuk terlibat secara aktif memberdayakan dan memahami konsep (materi) sebelum merek terjun langsung ke sekolah menjadi guru sebenarnya. Untuk menguatkan pemahaman konsep siswa di sekolah, maka siswa harus mempersiapkan diri atau belajar lebih baik agar dapat menyelesaikan masalah Fisika baik berupa konsep maupun pemecahan masalah lain yang berhungan dengan Fisika. Materi (matapelajaran) Fisika pokok bahasan: a) Optika Geometrik; b) Suhu dan Temperatur; c) Listrik Statik; d) Induksi Elektro-magnetik merupakan landasan yang harus dipahami siswa dalam belajar pada matapelajaran Fisika di kelas XII pokok bahasan: a) Cahaya sebagai Gelombang; b) Listrik dan Magnet; c) Pengantar Teori Kuantum; d) Teori Atom; e) Teori Relativitas; dan e) Fisika Inti. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk mengungkapkan ketrampilan berpikir kritis siswa SMA. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun akademik 2012-2013 siswa kelas X SMA Negeri 4 Kota Ternate baik pada kelas Akselerasi dan seluruh kelas Kelas X1 sampai pada kelas X8). Berdasarkan hasil survai yang dilakukan pada Pebruari 2013 di SMA Negeri 4 Kota Ternate, nilai rerata pretes kemampuan pemecahan masalah fisika siswa kelas X semester genap diperoleh hasil: a) Konsep Optik adalah 0.07; b) Suhu dan Temperatur adalah 0.01; c) Listrik Statik adalah 0.00; d) Induksi Ektromagnetik adalah 0.02. Nilai rerata untuk keseluruhan konsep diperoleh 0.02. Berdasarkan rubrik problem solving (Docktor, 2009) yang dimodifikasi diketahui bahwa nilai rerata siswa diperoleh hasil sebagai berikut: a) tidak menjawab pertanyaan (NA) sebanyak 79.98%; b) solusi tidak termasuk keterangan dan tidak diperlukan untuk pemecahan masalah (skala 0) sebanyak 10.22%; c) seluruh diskripsi tidak berguna dan/atau mengandung kesalahan (skala 1) sebanyak 8.03%; d) sebagian besar deskripsi tidak diperlukan, hilang, dan/atau mengandung kesalahan (skala 2) sebanyak 0.42%; e) sebagian deskripsi tidak diperlukan, hilang, dan/atau mengandung kesalahan (skala 3) sebanyak 0.12%; f) deskripsi diperlukan tetapi mengalami kesalahan atau kesalahan kecil (skala 4) sebanyak 1.21%; g) deskripsi diperlukan, tepat, dan lengkap (skala 5) sebanyak 0.02%.Kata-kata kunci: problem solving, tot, guru preservis, kemampuan menyelesaikan masalah.Abstract: This research is conducted on model of development in physics learning device with problem solving characteristic through tot on preservice teacher and the effect of its implementation on 10th grade students ability in resolving problems. The advantage of problem-based learning is more in the empowerment side of potential students (preservice teacher) so that they can actively empower and comprehend a concept (material) before they go directly to the school as actual teachers. In order to strengthen the students understanding at school, students must get prepared or study hard to accomplish Physics problems either concept or other problems related to Physics. Physics Learning material (subject): a) geometric optics; b) heat and temperature; c) static electricity; d) electromagnetic induction are basic concepts that have to be understood by XII grade students in these subjects: a) light as wave; b) electricity and magnetism; c) introduction to quantum theory; d) atomic theory; e) theory of relativity; and f) nuclear physics. This is a descriptive research to reveal the analytical thinking of students in Senior High School. This research was conducted on X grade acceleration students and all students in X1 up to X8 SMA Negeri 4 Kota Ternate in even semester year 2012-2013. The research results which conducted on February 2013 in SMA Negeri 4 Kota Ternate for X grade students on even semester are as follows: a)Optical Concept is 0.07; b) heat and temperature is 0.01; c) static electricity is 0.00; d) electromagnetic induction is 0.02. the average for overall concept is 0.02. Based on problem solving rubric (Docktor, 2009) which is modificated, it is known that students average values are obtained as follows: a) not answering questions (NA) is 79.98%; b) solution excludes information and not required to solve problem (scale 0) is 10.22%; c) all description is not needed and/or containing mistakes (scale 1) is 8.03%; d) almost all description is not needed, disappear, and/or containing mistakes (scale 2) is 0.42%; e) partial description is not needed, disappear, and/or containing mistakes (scale 3) is 0.12%; f) description is needed but containing small mistakes (scale 4) is 1.21%; g) description is needed, precise, and complete (scale 5) is 0.02%.Keywords: problem solving, tot, preservice teacher, ability in solving problems
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA Ramadiyanti, N.; Muderawan, I Wayan; Tika, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan:(1) perbedaan  keterampilan berpikir kritis dan prestasi belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung, (2) perbedaan ketrampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung, (3) perbedaan prestasi belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung. Penelitian ini menggunakan rancangan post-test only control group design. Data dikumpulkan dengan tes keterampilan berpikir kritis dan tes prestasi belajar. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan ketrampilan berpikir kritis dan prestasi belajar, antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsun (F=59,161; p<0,05),(2) terdapat perbedaan ketrampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung (F=15,100; p<0,05), (3) terdapat perbedaan prestasi belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung (F= 67,849; p<0,05). Kata-kata Kunci: pembelajaran berbasis proyek, keterampilan berpikir kritis, dan prestasi belajar AbstractThis study aims to describe and explain: (1) differences in critical thinking skills and learning achievement between groups of students who study with project-based learning model and direct instructional model, (2) differences in critical thinking skills among the groups of students who study with the project-based learning model and direct learning model, (3) the differences of learning achievement between groups of students learning with project-based learning model and learning model directly. This study was design post-test only control group design. Data were collected by critical thinking skills and learning achievement test. Data were analyzed by descriptive statistics and one way MANOVA. The results showed that: (1) there were differences in critical thinking skills and learning achievement between groups of students who study with project-based learning model and direct instructional model (F = 59,161; p<0,05), (2) there were differences in thinking skills critical among groups of students who are learning to project-based learning model and direct instructional model (F=15,100; p<0.05), (3) there were differences in learning achievement between groups of students learning with project-based learning model and direct instructional model (F=67,849; p <0.05). Keywords: project-based learning model, critical thinking skills, and learning achievement
PENGUKURAN KADAR TRIGLISERIDA DARAH MELALUI PENDEKATAN ANTROPOMETRI Fadila, Ila -; -, Isfarudi -
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Pengukuran kadar trigliserida darah seseorang sebagian besar dilakukan melalui tes biokimiawi. Penelitian ini bertujuan, pertama mencoba mengetahui sejauh mana hubungan antara hasil pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Rasio Lingkar Pinggang dan Pinggul (RLPP) dengan trigliserida darah sehingga dapat digunakan sebagai prediksi dari trigliserida darah yang biasanya harus dilakukan melalui proses pengambilan darah atau tes biokimiawi. Tujuan kedua adalah mengetahui apakah variabel lain (umur, jenis kelamin, indeks aktifitas, pola makan, dan kebiasaan merokok ) memberi kontribusi yang cukup berarti pada model yang ditemukan. Pengukuran antropometri dipilih untuk mendekati pengukuran lipida darah dengan cara yang lebih sederhana. Pengukuran IMT dan RLPP relatif lebih mudah, murah, sederhana dan cepat. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan di Kantor Pusat Universitas Terbuka . Sampel diambil secara cluster random sampling . Kuesioner didistribusikan kepada total 175 orang responden . 165 orang responden mengisi kuesioner , dan 153 orang diantaranya bersedia melakukan pemeriksaan trigliserida darah serta pengukuran antropometri. 153 orang responden inilah yang dijadikan basis data. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat dan analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar trigliserida darah yang tinggi mayoritas terdapat pada responden dengan kelompok umur 46 -54 tahun , tenaga administrasi , responden dengan kebiasaan merokok , dan kegiatan ( termasuk sedentarian ) serta orang-orang yang mengonsumsi lemak hewan Hubungan positif antara rasio lingkar pinggang dan pinggul dengan kadar trigliserida darah ditemukan secara signifikan. Semua hubungan ini berada pada kondisi p < 0,01 Model yang dihasilkan untuk memprediksi kadar trigliserida dapat didekati dengan persamaan regresi sebagai berikut : Trigliserida darah = 20,26-4,42 JK - 30.92 KM -25,0 SP + 2.93 RLPP , R ² = 15,6
PENURUNAN KONSENTRASI Cu2+ OLEH KULIT KACANG KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) DARI LIMBAH PEMBUATAN TEMPE Sukarta, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian bertujuan yang bertujuan untuk 1) mengetahui efisiensi adsorpsi ion Cu2+oleh kulit kacang kedelai (Glycine max (L.) Merrill) dari limbah tempe. 2) mengetahui karakteristik adsorpsi ion Cu2+ oleh kulit kacang kedelai (Glycine max (L.) Merrill) dari limbah tempe, dan 3) mengetahui daya adsorpsi maksimum ion Cu2+ oleh kulit kacang kedelai (Glycine max (L.) Merrill) dari limbah tempe. Subjek dalam penelitian ini adalah kulit kacang kedelai (Glycine max (L.) Merrill) yang diperoleh dari industri pembuatan tempe di daerah Kampung Tinggi Singaraja. Kulit kacang kedelai diperoleh pada saat pencucian kacang kedelai dalam proses pembuatan tempe. Sedangkan objek penelitian ini adalah (1) efisiensi adsorpsi ion Cu2+ oleh serbuk kulit kacang kedelai, (2) karakteristik adsorpsi ion Cu2+ oleh serbuk kulit kacang kedelai, dan (3) daya adsorpsi maksimum ion Cu2+ oleh serbuk kulit kacang kedelai. Konsentrasi ion Cu2+ sebelum dan sesudah penjerapan, di ukur konsentrasinya dengan Spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi teradsorpsi terbesar adalah pada konsentrasi awal 8,9524 ppm yaitu teradsorpsi sebanyak 8,2381 ppm (92.02%). Adapun persentase teradsorpsi terkecil ada pada konsentrasi 58,0952 ppm (76,76%). Karakteristik adsorpsi ion Cu2+ oleh kulit kacang kedelai memenuhi pola isoterm adsorpsi Langmuir, namun tidak memenuhi pola isoterm adsorpsi Freundlich. Daya adsorpsi maksimum ion Cu2+ oleh kulit kacang kedelai dalam penelitian ini adalah sebesar 2,9 mg/g adsorben.Kata-kata kunci: kulit kacang kedelai (Glycine max (L.) Merrill), ion Cu2+, adsorpsi.Abstract: This study aims to 1) find out the efficiency of Cu2+ ion adsorption by the skin of soya bean (Glycine max (L.) Merrill) from waste of tempeh. 2) know the characteristics of Cu 2+ ion adsorption by the skin of soya bean (Glycine max (L.) Merrill) from waste of tempeh, and 3) know the power of the maximum adsorption of Cu2+ ions by the skin of soya bean (Glycine max (L.) Merrill) from waste of tempeh. Subjects in this study is the skin of soybean (Glycine max (L.) Merrill) obtained from the manufacturing industry in the area of Kampung tinggi Singaraja. Soya bean skin obtained during washing soybeans in the process of making tempeh. While the object of this study were (1) the efficiency of Cu2+ ion adsorption by the skin of soybean powder, (2) adsorption characteristics of Cu2+ ions by the skin of soybean powder, and (3) the maximum adsorption of Cu2+ ions by the skin of soybean powder. Cu2+ ion concentration before and after adsorption, the measured concentration with the Atomic Adsorption Spectrophotometer. The results showed that the greatest efficiency is adsorbed on the initial concentration of 8.9524 ppm is adsorbed as much as 8.2381 ppm (92.02%). The smallest percentage adsorbed on the concentration of 58.0952 ppm (76.76%). Characteristics of Cu2+ ion adsorption by the skin of soybeans to meet the pattern of the Langmuir adsorption isotherm, but did not meet the pattern of Freundlich adsorption isotherms. The maximum adsorption power of Cu2+ ions by the skin of soybeans in this study were of 2.9 mg/g adsorbent.Keywords: skin soybean (Glycine max (L.) Merrill), Cu 2+ ions, adsorption
IDENTIFIKASI KOMPONEN EKSTRAK HEKSANA DARI BIJI DUKU (Lansium domestikum, varr domesticum) DENGAN MENGGUNAKAN GC-MS Putra, Gede Billy Oktavio; Muderawan, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Duku (Lansium domestikum, varr domesticum) merupakan tanaman tropis yang banyak digunakan dan menghasilkan senyawa bahan alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi komponen pada ekstrak n-heksana dari biji Lansium domesticum varr domesticum (duku) dengan menggunakan GC-MS. Penelitian ini merupakan penellitian eksperimental yang mana biji duku merupakan subjek penelitian dan komponen ektrak n-heksana dari biji duku sebagai objek penelitian. Serbuk kering dari biji dimaserasi dengan n-heksana dalam tiga kali tiga hari sehingga didapatkan rendemen ekstrak  0.93%. Analisis GC-MS menunjukkan komponen dari ekstrak n-heksana duku berjumlah 61 senyawa dan α-kubebena merupakan senyawa dengan jumlah terbanyak. Kata-kata Kunci: n-Heksana, Lansium Domesticum, kandungan kimia, GC-MS AbstractDuku (Lansium domestikum, varr domesticum) is a tropical plant which is widely  used and produce secondary metabolites. The aim of the research is to identify the n-hexane extract components of Lansium domesticum varr domesticum (duku) seed using GCMS. This research is experimental research with duku seed as subject and duku seed component as object. The dried powder of the seed was macerated with n-hexane for three days in three times then the yields of extracts was 0.93% (duku n-hexane extract). Chemical constituents of Chemical constituents of duku hexane extract are 61 compounds and the main component is α-cubebene (6.16%). Keywords : n-Hexane, Lansium Domesticum, chemical components, GC-MS
PENELITIAN BIDANG REGRESI SPLINE MENUJU TERWUJUDNYA PENELITIAN STATISTIKA YANG MANDIRI DAN BERKARAKTER Budiantara, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER KE DALAM KURIKULUM ILMU ALAMIAH DASAR Suja, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang relevan diintegrasikan ke dalam Kurikulum Ilmu Alamiah Dasar (IAD). Pengambilan data dilakukan dengan pemberian angket kepada dosen pengampu matakuliah IAD di Undiksha pada tahun 2014 dan studi literatur. Jumlah dosen yang dilibatkan sebagai sampel sebanyak 18 orang dari 25 dosen pengampu mata kuliah IAD. Pengambilan sampel dilakukan secara disproportionate stratified random sampling berdasarkan lama waktunya mengampu matakuliah IAD. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ada lima nilai karakter yang layak dan mendesak disampaikan kepada mahasiswa, yaitu: jujur, peduli terhadap lingkungan, disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras. Dari studi literatur didapatkan informasi tentang perlunya mengajarkan berperilaku sopan dan santun kepada peserta didik.Kata-kata kunci: pendidikan karakter, Ilmu Alamiah Dasar.ABSTRACTThis research aims to identified values relevant character is integrated into the curriculum of Basic Natural Sciences (BNS). Data were collected by administering a questionnaire to the lecturer of the course BNS in Undiksha in 2014 and literature studies. The number of lecturers involved as a sample were 18 of the 25 lecturers BNS subjects. Sampling was done by disproportionate stratified random sampling based on the length of time support the course BNS. The data were analyzed descriptively. The results showed there are five character values that deserve and urge delivered to the students, namely: honesty, caring for the environment, discipline, responsibility, and hard work. Information obtained from literature studies about the need to teach behave in a polite and courteous to the learners.Key words: character education, Natural Science Basic
STABILITAS DAN DINAMIKA TERMAL DOMAIN SITOPLASMA VIRAL PROTEIN U (VPU) DARI VIRUS HIV TIPE 1 Parwata, I Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakViral protein U (vpu) diekspresikan oleh human immunodefeciency virus tipe 1 (HIV-1), berperan dalam pelepasan partikel virus dan degradasi reseptor CD4 yang dihasilkan oleh sistem imun sel inang. Domain sitoplasma protein vpu berperan dalam pengikatan dan degradasi molekul CD4. Struktur -heliks I di daerah N-terminal domain sitoplasma protein vpu berfungsi mengikat molekul CD4, sedangkan residu serin-53 dan serin-57 yang terfosforilasi berperan menginduksi degradasi CD4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas dan dinamika termal domain sitoplasma protein vpu. Penelitian dilakukan secara in silico melalui simulasi dinamika molekul menggunakan program NAMD versi 2.8. Protein dipanaskan pada suhu 300, 400, dan 500 K, kemudian diamati perubahan strukturnya. Hasil simulasi menunjukkan struktur -heliks I domain sitoplasma protein vpu sangat stabil hingga pemanasan pada suhu 500 K, sehingga sangat mendukung fungsinya dalam pengikatan reseptor CD4. Residu serin-53 dan serin-57 menunjukkan stabilitas yang cukup baik sampai suhu 400 K sehingga cukup mendukung fungsinya dalam menginduksi degradasi molekul CD4, namun pada suhu 500 K kedua residu tersebut semakin menjauh. Hasil ini menunjukkan dua daerah penting pada domain sitoplasma protein vpu tersebut stabil dalam menunjang fungsinya.
ANALISIS KUALITAS AIR LIMBAH PERTANIAN DAN LIMBAH DOMESTIK PADA EKOSISTEM TUMPANG TINDIH DI SEKITAR DANAU BUYAN, KABUPATEN BULELENG, BALI Wijana, Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kualitas air limbah pertanian dan air limbah domestik pada ekosistem tumpang tindih serta fitoremediasi fosfat oleh tanaman eceng gondok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sistematik sampling. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air limbah pertanian air limbah domestik pada ekosistem tumpang tindih belum menunjukkan adanya pencemaran berarti bila dibandingkan dengan standar kualitas air kelas IV, tetapi bila dibandingkan dengan standar kualitas air kelas I, II, dan III telah mengindikasikan tercemar. Beberapa parameter yang menunjukkan adanya indikasi air limbah pertanian tercemar adalah DO (2,07 mg/l), pH (5,36), COD (23,76 mg/l), BOD (32,1 mg/l), dan phospat (0,5 mg/l) dan yang menunjukkan adanya indikasi air limbah domestik tercemar adalah DO (2,30 mg/l), pH (5,5), COD (18 mg/l), BOD (20,13 mg/l), phospat (0,9 mg/l), dan nitrat (13,6 mg/l). Air limbah pertanian pada ekosistem tumpang tindih sudah ada indikasi terjadinya pencemaran oleh pestisida golongan organo phospat (0,000013 mg/l), karbamat (0,000007 mg/l) dan deltametrin (0,00058 mg/l).
PERBAIKAN KUALITAS WINE SALAK BALI YANG DIFERMENTASI DENGAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE ISOLAT LOKAL Tika, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian untuk meningkatkan kualitas wine salak Bali yang difermentasi dengan khamir Saccharomyces cerevisiae isolate lokal telah dilakukan. Proses untuk menghilangkan tannin dilakukan dengan perendaman salak bali dengan larutan gula 5% dan penambahan enzim rapidase. Fermentasi dilakukan selama 4 minggu dengan sistim batch dan etanol dipisahkan dengan cara sentrifugasi, dekantasi dan destilasi. Kadar etanol dianalisis menggunakan kromatografi gas dan kadar glukosa ditentukan dengan metoda Smogy-Nelson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wine salak yang difermentasi dengan Saccharomyces cereviciae isolat lokal memiliki karakteristik organoleptik antara lain: warna coklat muda, aroma baik dan menyengat, tekstur cair, dan rasa tetap seperti rasa buah salak, Wine yang dihasilkan lebih manis dan lebih beraroma. Kadar etanol sebesar 12,24% dan kadar glukosa 0,436 mL/g glukosa. Uji senyawa volatile wine salak Bali mengandung etanol dan 3-metil-1-butanolABSTRACTResearch to improve the quality of wine of salak bali was fermented with ragi Saccharomyces cerevisiae local isolates carried out. Process to remove the tannin was done by 5% sugar solution and the addition of rapidase enzymes. Fermentation is carried out for 4 weeks with batch systems and the ethanol is separated by centrifugation, decantation and distillation. Ethanol content was analyzed using gas chromatography and glucose levels were determined by the method Smogy-Nelson. The results showed that the bark wine fermented with Saccharomyces cereviciae local isolates have organoleptic characteristics, among others: a light brown color, good aroma and pungent, liquid texture, and taste still like the taste of fruits, Wine produced sweeter and more flavorful. Ethanol content of 12.24% and glucose levels were 0.436 mL / g of glucose. Test salak wine volatile compounds Bali containing ethanol and 3- methyl-1-butanol