cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
PROFIL PENGUASAAN MATERI BOLA LANGIT DAN TATA KOORDINAT PADA GURU-GURU SMA DI KABUPATEN BULELENG Pujani, Ni Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil analisis situasi di Kabupaten Buleleng menemukan bahwa guru Astronomi yang mengajar di sekolah menengah yang ada di wilayah Kabupaten Buleleng masih banyak yang belum sesuai kualifikasinya dengan bidang tugasnya. Oleh karena itu perlu diadakan kegiatan re-freshing program dalam upaya peningkatan kualitas penguasaan materi Astronomi. Mengingat cakupan materi Astronomi relatif luas, dalam kegiatan P2M ini, refreshing program dibatasi pada materi bola langit dan tata koordinat bagi guru-guru SMA di Kabupaten Buleleng untuk mengantisipasi rendahnya prestasi belajar siswa dalam bidang astronomi serta sebagai persiapan menuju olimpiade Astronom. Realisasi kegiatan dilakukan dengan memberikan penyegaran materi dan pelatihan penyelesaian soal-soal olimpiade Astronomi, bertempat di FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan pelatihan berjalan baik. Tingkat penguasaan guru dalam bidang bola langit dan tatakoordinat meningkat sebesar 3,2 poin setelah pelatihan (rata-rata pretest = 4,1 kategori kurang dan rata-rata posttest = 7,3 kategori baik). Respon peserta terhadap pelatihan yang dilaksanakan adalah positif dan guru-guru sangat antusias mengikuti pelatihan hingga selesai. Kendala yang ditemui dalam pelaksanaan pelatihan adalah tinggkat kesukaran soal olimpiade relatif sulit sehingga diperlukan waktu lebih banyak dalam pembahasan soal.Kata Kunci: astronomi, bola langit, tata koordinati, guru SMAAbstract Results of the analysis of the situation in Buleleng found that the Astronomy teacher who taught high school in the district of Buleleng are still many who have not appropriate qualifications in their respective sectors. Therefore it is necessary to re-freshing program activities in order to improve the quality of mastery of Astronomy. Given the relatively wide range of material Astronomy, in the activities of this P2M, refreshing program is limited to the material and the celestial sphere coordinate system for high school teachers in Buleleng to anticipate low student achievement in the field of astronomy as well as preparation for the Olympiad Astronomers. The realization of the activities carried out by giving refresher training materials and settlement issues Astronomy Olympiad, held at the State University of Ganesha Education. Activity results showed that the general implementation of the training went well. Teacher mastery level in the field of celestial globes and coordinate system increased by 3.2 points after training (average pretest = 4.1 category are less and the average posttest good category = 7.3). The response of participants towards training that carried out is positive and the teachers are very enthusiastic attend training through to completion. Obstacles encountered in the implementation of the training is the difficulty level of olympics question relatively difficult, so it takes a lot more in discussions question.Keywords: astronomy, celestial globes, koordinati system, a high school teacher
PENGGUNAAN JURNAL MINGGUAN BERMUATAN CONTOH MISKONSEPSI DAN SOAL TERMODIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN DAYA MATEMATIK SISWA Mahayukti, GA; Suarsana, I Made; Putu Wijaya, I Gst Agung
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHasil pencatatan dokumen di SMKN 2 Singaraja menunjukkan bahwa secara kuantitatif rata-rata prestasi belajar matematika siswa masih dibawah 6,0, guru kurang kreatif dalam menyiapkan alat bantu pembelajaran/jurnal, guru belum mengatasi rendahnya aktivitas belajar siswa dan miskonsepsi siswa, dan terabaikannya daya matematik. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan pembelajaran realistik berbantuan jurnal mingguan bermuatan contoh miskonsepsi dan soal termodifikasi, 2) meningkatkan daya matematik siswa dan 3) meningkatkan prestasi belajar siswa.Data penelitian dikumpulkan dengan lembara observasi, jurnal dan tes. Data tersebut selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I berada pada kategori cukup dan pada siklus II dan III pada kategori yang sama yakni tinggi, Daya matematik pada siklus I dan II berada pada kategori yang sama yakni cukup, sedangkan pada siklus III ada peningkatan yakni pada kategori baik, prestasi belajar siswa naik dari siklus ke siklus. Dengan demikian, penerapan pembelajaran realistik berbantuan jurnal mingguan bermuatan contoh miskonsepsi dan soal termodifikasi dapat meningkatkan daya matematik siswa.
APLIKASI PEMODELAN FUZZY PADA INDIKATOR MAKROEKONOMI PROVINSI BALI Sukarsa, I Komang Gde; Kencana, I Putu Eka N.
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar data indikator makroekonomi merupakan data deret waktu yang umumnya diprediksi menggunakan model runtun waktu yang dikelompokkan ke dalam kelas pemodelan stokastik atau menggunakan model-model pemulus. Penelitian ini ditujukan untuk melihat kemampuan pemodelan fuzzy yang tergolong ke dalam soft modeling pada kasus data makroekonomi Provinsi Bali pada periode tahun 1990 2013. Indikator makroekonomi yang diprediksi adalah Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), Konsumsi, Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB), dan Ekspor Neto Provinsi Bali pada periode tersebut. Kelas pemodelan fuzzy yang digunakan adalah model Fuzzy Time Series (FTS) orde satu dengan fungsi keanggotaan yang dipilih adalah fungsi keanggotaan segitiga fuzzy (fuzzy triangular number). Hasil penelitian menunjukkan model FTS memberikan tingkat keakurasian prediksi yang tinggi, terlihat dari nilai Average Forecasting Error Rate (AFER) yang rendah. Nilai-nilai AFER untuk prediksi out-of-sample dari indikator PDRB, Konsumsi, dan PMTDB masing-masing sebesar 0,20 persen; 2,15 persen; dan 1,08 persen. Komparasi model FTS dalam memprediksi PDRB dengan formula makroekonomi untuk menghitung PDRB menunjukkan model FTS mengungguli formula makroekonomi dengan nilai AFER model FTS sebesar 0,20 persen sedangkan formula makroekonomi memberikan nilai AFER sebesar 4,00 persen.Kata kunci: AFER, fuzzy modelling, fuzzy time series, model makroekonomiAbstractMost of macroeconomic indicators are time series data. In general, time series data were predicted by using time series models which are classified into stochastic model or by applying exponential model. This research aimed to elaborate the performance of fuzzy modeling which is grouped into soft modeling in predicting the macroeconomic indicators for period 1990 2013 of Bali Province. The predicted indicators were Gross Domestic Product (GDP), Consumption, Gross Domestic Investment (GDI) and Net Export of Bali Province for that period. We applied first order Fuzzy Time Series (FTS) with membership function had been chosen is Fuzzy Triangular Number (FTN). The result showed FTS model gave high prediction rate, observed from its Average Forecasting Error Rate (AFER). The values for GDP, Consumption, and GDI were 0.20 percent, 2.15 percent, and 1.08 percent, respectively. In addition, for out-of-sample forecast of GDP, FTS outperformed classical macroeconomic formula for counting it with AFER as much as 0.20 percent while the formula had 4.00 percent.Keywords: AFER, fuzzy modelling, Fuzzy Time Series, macroeconomic model
MENUJU GURU KREATIF MELALUI PEMANFAATAN BAHAN SEDERHANA UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN IPA -, Sholikhan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru-guru IPA dalam merancang dan membuat media pembelajaran IPA yang menarik dengan menggunakan bahan-bahan sederhana, dan untuk meningkatkan kemampuan serta ketrampilan guru dalam melakukan eksperimen IPA. Peserta pelatihan adalah guru IPA di Kec. Klojen dan Kec. Sukun Kota Malang yang berjumlah 25 orang. Program ini menghasilkan: 1) tersususnnya bahan pelatihan pembuatan alat peraga IPA dari bahan sederhana, 2) Tersusunnya 6 Kit alat-alat peraga IPA dari bahan-bahan sederhana. 3) Tersusunnya petunjuk praktikum (eksperimen) IPA SD. 4) Ada peningkatan kemampuan guru dalam merancang dan membuat alat peraga IPA dari barang bekas atau bahan sederhana sebesar 70%. 5) ada peningkatan rata-rata prestasi belajar siswa dar 6.5 menjadi 7.8, dan ada peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran sebesar 60%.
PENGARUH PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Darsika Aryanta, I Kadek
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis: (1) perbedaan pemahaman konsep (PK) dan kemampuan berpikir kreatif (KBK) antara siswa yang mengikuti model pembelajaran experiential dan konvensional, (2) perbedaan PK dan KBK antara siswa yang memililiki gaya kognitif field independent (FI) dan field dependent (FD), (3) pengaruh interaksi model pembelajaran dengan gaya kognitif. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan faktorial 2×2 posttest only control group design. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri 1 Singaraja tahun pelajaran 2010/2011. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik simple random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA dua jalur. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap variabel PK dan KBK secara bersama-sama (F=4,524; p<0,05). Artinya, PK dan KBK secara bersama-sama menunjukkan perbedaan signifikan antar model pembelajaran. Kedua, terdapat perbedaan yang signifikan variabel gaya kognitif terhadap variabel PK dan KBK secara bersama-sama (F=0,949; p<0,05). Ketiga, tidak terdapat interaksi antara model dan gaya kognitif secara bersama sama terhadap PK dan KBK (F=0,949;p>0,05).
INTEGRAL CHOQUET Dewi, Putu Kartika; Indrati, Rini
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
PEMBUATAN DAN KARAKTERISTIK KATALIS ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI (NZA) NI/NZA, 5% NI/NZA, DAN 8% NI/NZA Wiratini, Ni Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitain tentang pembuatan dan karakterisasi katalis NZA, 2% Ni/NZA, 5% Ni/NZA, dan 8% Ni/NZA. Pembuatan katalis NZA dilakukan dengan mengaktivasi zeolit alam (ZA) dengan HF 1%, refluk dengan HCl 6 M, dan NH4Cl 1 M, selanjutnya dikalsinasi selama 4 jam pada suhu 5000C. Katalis Ni-NZA dibuat dengan cara imprenasi semi basah, selanjutnya di kalsinasi dengan gas nitrogen selama 3 jam pada suhu 5000C, didinginkan dilanjutnya dengan proses oksidasi selama 2 jam pada suhu 5000C.Karakterisasi katalis meliputi penentuan keasaman katalis, luas permukaan spesifik, volume total pori, dan rerata jejari pori. Keasaman katalis ditentukan dengan metode gravimetri. Luas permukaan spesifik, volume total pori, dan rerata jejari pori diukur dengan Surface Area Analyzer NOVA-1000 berdasarkan persamaan BET.Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis 2% Ni-NZA memiliki karakter yang peling baik dibandingkan dengan katalis yang lain (NZA, 5% Ni/NZA, dan 8% Ni/NZA). Katalis 2% Ni-NZA memiliki tingkat keasaman sebesar 3,95 mmol/g, luas permukaan spesifik 185,57 m2/g , volume total pori 1,83 cc/g, dan rerata jejari pori 20,56 A0.
Merenungkan kembali hasil pembelajaran sains -, Wasis -
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
Fundamental Teori Black-Hole dan Calabi-Yau Manifold Yusuf, Muhammad; Surungan, Tasrief
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam artikel ini akan dibahas Black-Hole merupakan obyek di alam semesta yang menarik perhatian para physicist and pure mathematics, alasan utamanya adalah karena obyek ini merupakan space-time dan kondisi akhir dari dark matter dan dark energy, keberadaan black-hole secara teoretik terdapat dalam persamaan medan gravitasi Einstein dan radiasi Hawking, modifikasi persamaan ini memungkinkan keberadaan obyek dengan sifat-sifat yang mirip dengan black-hole. Perumusan string theory dalam berbagai dimensi, dalam teori medan kuantum konformal tiada lain merupakan vibrasi dari medan gauge, perolehan massa partikel elementer, menurut teori medan kuantum adalah melalui mekanisme yang dikenal sebagai mekanisme Brout-Englert-Higgs, dalam string theory mekanisme ini tidak dikenal akan tetapi terdapat mekanisme sendiri yang mampu pula menjelaskan keberadaan dari partikel elementer dalam standard model, fenomena partikel yang diperoleh secara virtual jika string theory dinyatakan dalam dimensi ekstra (ADD and RS model) dan graviton dalam interaksi nature di alam semesta, yang merupakan fundamental teori dalam black-hole, Higgs-Boson particle and cosmoparticle, hasil yang diperoleh dapat menyelesaikan Calabi-Yau manifold and Kähler Einstein metric dalam string theory, supersymmetry, supergravity untuk berbagai dimensi untuk menjelaskan sejarah alam semesta (100 years of Einstein's General Relativity).Kata Kunci: Black Hole, Higgs-Boson, String theory, Standard model
AKRAB DENGAN MATEMATIKA, TANPA BELAJAR MATEMATIKA Suharta, I Gusti Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ungkapan “tiada hari tanpa matematika” nampaknya tepat digunakan untuk menunjukkan bahwa matematika digunakan dalam semua aspek kehidupan manusia. Dalam hidup kemasyarakatan sering kita jumpai ada orang tidak mempunyai pengetahuan matematika formal akan tetapi sangat akrab dengan matematika atau dapat menggunakan ide-ide matematika dengan baik. Misalnya Tukang Ukir, Tukang Bangunan, Penyususn Kalender Bali, Pedagang, dll. Praktek-praktek matematika seperti ini dinamakan Etnomatematika. Pada awalnya istilah Etnomatematika digunakan untuk praktek-praktek matematika orang buta huruf atau orang “primitif”, kemudian konsep etno berkembang lebih luas yaitu mencakup semua kelompok budaya seperti jargon, kode, simbol, mitos, cara, penalaran, dan pengambilan keputusan. Etnomatematika Tukang Ukir Bali menggunakan kesamaan, pergeseran, dan perputaran ; Etnomatematika Tukang Bangunan Bali menggunakan ukuran tubuh seperti lengkat, nyari, rai; sedangkan Etnomatematika Penyusun Kalender Bali menggunakan pengulangan dan pertemuan. Kata-kata Kunci: Etnomatematika, Tukang Ukir, Tukang Bangunan, Penyusun Kalender AbstractThe phrase "no day without math" seems appropriate to be used to show that mathematics is used in all aspects of human life. In social life often we encounter someone does not have a formal mathematical knowledge but very familiar with mathematics or it can use mathematical ideas very well . For example Balinesse carver, Balinesse builder, Balinesse calendar authors, traders, etc. Practically, this is called Etnomatematics. Etnomatematics term was originally used to practice mathematical illiterate or "primitives", then the concept of developing a broader ethno ie covering all cultural groups such as jargon, codes, symbols, myths, ways, reasoning, and decision making. Ethnomatematics of Balinesse carvers use similarity, shift and rotation; Ethnomathematics of Balinesse builders use their own body size like lengkat , nyari, and rai. Meanwhile Balinesse Calendar Authors use patterns such as repetition and meetings. Key words : Ethnomatematics, Balinesse carver, Balinesse Builder, Balinesse Calendar Author