cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
PRAKTIKUM PEMISAHAN DAN PEMURNIAN KOMPONEN-KOMPONEN CAMPURAN BERBASIS BUDAYA BALI Suardana, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh penerapan praktikum pemisahan dan pemurnian komponen-komponen campuran berbasis budaya Bali terhadap peningkatan penguasaan konsep mahasiswa. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen kuasi, nonequivalent control group design. Subyek penelitian adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Kimia Dasar I pada salah satu institusi pendidikan di Bali tahun akademik 2011/2012, yang terdiri atas dua kelas paralel; satu kelas sebagai kelompok kontrol (43 orang) dan satu kelas sebagai kelompok eksperimen (30 orang). Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar. Tes diberikan kepada mahasiswa sebelum dan sesudah praktikum, baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Data dianalisis menggunakan statistik inferensial, meliputi: (1) uji-t (independent sample t-test) untuk data yang berdistribusi normal pada kelompok kontrol dan eksperimen serta variansi kedua kelompok homogen; (2) uji-U Mann-Whitney untuk data yang berdistribusi tidak normal dan/atau variansi kedua kelompok tidak homogen. Analisis data dilakukan pada taraf signifikansi a = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktikum pemisahan dan pemurnian komponen-komponen campuran berbasis budaya Bali lebih efektif dari pada praktikum ekspositori dalam meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa. Kategori peningkatan penguasaan konsep mahasiswa pada kelompok eksperiman tergolong sedang (rerata %N-gain sebesar 30,3) dan pada kelompok kontrol tergolong rendah (rerata %N-gain sebesar 14,9).
Penentuan Konsentrasi Optimum Kurva Standar Antioksidan; Asam Galat, Asam Askorbat dan Trolox® terhadap Radikal Bebas DPPH (2,2-diphenyl-1- picrylhydrazyl) 0,1 mM Yoga, IB Ketut Widnyana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar antioksidan seperti asam galat, asam askorbat dan Trolox® sering digunakan pada penentuan kapasitas antioksidan, konsentrasi standar optimum sangat diperlukan untuk menentukan kurva regresi linier yang memenuhi hukum Lambert-Beer. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi optimum masing-masing standar dalam membuat kurva regresi linier dengan nilai absorbansi 0,2-0,8. Metode pengujian dilakukan secara kuantitatif mencari nilai absorbansi dengan mereaksikan masing­masing standar terhadap radikal Bebas DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) 0,1 mM menggunakan spektrofotometer. Pengamatan dilakukan sebanyak 2 kali, data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel, grafik, nilai absorbasi rata-rata dan standar deviasi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa masing-masing standar memberikan kurva regresi linier dengan rentang nilai optimum pada asam galat (2,5; 5; 10; 15 mg/L), asam askorbat (10; 20; 30; 40; 50; 60; 70 mg/L) dan Trolox® (10; 20; 30; 40; 50; 60 mg/L). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa asam galat yang paling efektif dalam mereduksi radikal Bebas DPPH 0,1 mM dibandingkan asam askorbat dan Trolox®.Kata Kunci : asam galat, asam askorbat, Trolox®, antioksidan, DPPH (2,2-diphenyl-1- picrylhydrazyl)AbstractAntioxidant standard such as gallic acid, ascorbic acid, and Trolox® often are used to determine of antioxidant capacity, standard optimum concentration are needed to make regression of curve to follow of Lambert-Beer law. The purpose of this research is to determine of optimum concentration each standards to make regression of curve with absorbance value 0,2-0,8. The quantitative methode was done to search absorbance value by reaction between each standards to free radical of DPPH (2,2-diphenyl-1- picrylhydrazyl) 0,1 mM by spectrophotometer. The experiment was done two replicates, all of datas were collected is showed on table, graph, absorbance value average and deviation of standard. The result show that each standards gave regression of curve by optimum interval of value respectively; gallic acid (2,5; 5; 10; 15 mg/L), ascorbic acid (10; 20; 30; 40; 50; 60; 70 mg/L) and Trolox® (10; 20; 30; 40; 50; 60 mg/L). The conclution of this researh is gallic acid is the most efective to against of free radicals DPPH 0,1 mM to compare with ascorbic acid and Trolox®.Kata Kunci : gallic acid, ascorbic acid, Trolox®, antioxidant, DPPH (2,2-diphenyl-1- picrylhydrazyl)
ADSORPSI ISOTERMAL HERBISIDA PARAQUAT PADA TANAH DI DESA NONBAUN KECAMATAN FATULEU Nitsae, Merpiseldin; de Rozari, Philiphi; Dore Ola, Pius
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerilaku dan nasib herbisida di dalam tanah sangat dipengaruhi oleh sifat- sifat tanah. Proses adsorpsi paraquat dapat membantu mengurangi pencemaran pada lingkungan tanah namun kelebihan konsentrasi paraquat dapat menyebabkan kerusakan pada struktur tanah dan keracunan bagi organisme di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah serta menentukan kapasitas dan energi adsorpsi paraquat di dalam tanah Desa Nonbaun- Fatuleu. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanah desa Nonbaun mempunyai 3 jenis meneral yaitu mineral kuarsa, actinolite dan muscovite. Harga kapasitas pertukaran kation tanah Nonbaun berada pada kisaran mineral kaolinit yaitu 9,864 meq/100 gram adsorben dengan nilai pH 5,15-5,30 yang menunjukan tanah Desa Nonbaun-Fatuleu tergolong tanah asam. Hasil ini juga diperkuat dengan harga kadar air dan kadar bahan organik yang relatif kecil yaitu 2,77% dan 7,22%. Kapasitas dan energi adsorpsi mengikuti proses isoterm Langmuir baik sebelum maupun sesudah tanah dijenuhkan dengan paraquat. Dari percobaan ini diperoleh nilai kapasitas yang terikat kuat adalah 3,4693 mg/g tanah dan yang terikat lemah adalah 17,7374 mg/g tanah. Sedangkan Energi adsorpsi paraquat berkisar antara 22,92-23,09 KJ/mol.
ESTIMASI KANDUNGAN ENERGI DAN POTENSI ENERGI LISTRIK DARI KOMPONEN BIOGENIK SAMPAH PERKOTAAN Gunamantha, I Made; Yuningrat, Ni Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada tulisan ini telah dilakukan estimasi kandungan energi dan potensi energi listrik yang dapat dihasilkan dari komponen biogenik sampah melalui proses biokonversi maupun thermokonversi. Estimasi kandungan energi dihitung dengan menggunakan dua hubungan empirik antara higher heating value (HHV) dengan data analisis ultimat, pendekatan stoikiometri, dan thermokimia. Perhitungan berdasarkan data analisis ultimat dan biodegradabilitas komponen biogenik sampah. Hasil estimasi potensi energi dari semua cara dibandingkan dengan hasil pengukuran menggunakan bomb calorimeter. Potensi energi listrik yang dapat dipungut, dihitung dan dibandingkan berdasarkan hasil estimasi kandungan energi dari pendekatan empirik, teoritik dan pengukuran. Hasilnya menunjukkan kandungan energi tertinggi dihasilkan dari persamaan Bunner (22030 kJ/kg), diikuti hasil perhitungan dengan persamaan thermokimia (18206 kJ/kg), tulisan ini (16113 kJ/kg), pendekatan stoikiometri (15516 kJ/kg) dan hasil pengukuran (14980 kJ/kg). Hasil tersebut menunjukkan pendekatan estimasi berbasis thermokonversi memberikan kandungan energi yang lebih besar dibandingkan dengan biokonversi, sedangkan potensi energi listrik yang dihasilkan ditentukan oleh efisiensi fasilitas pembangkit.
ANALISIS PERTUMBUHAN KARANG Acrofora formosa DALAM PROSES TRANSPLANTASI KARANG Yudasmara, I Gede Ari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik transplantasi karang telah memberikan hasil yang baik dalam upaya mempercepat regenerasi karang, Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan (tinggi dan diameter) dan tingkat kelangsungan hidup karang bercabang Acropora formosa yang dipelihara melalui teknik transplantasi dengan berbagai bahan perekat. Kegunaan penelitian ini sebagai salah satu informasi dasar dalam upaya pemeliharaan karang sehingga pada akhirnya dapat menunjang upaya rehabilitasi ekosistem terumbu karang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga September 2015, di Teluk Gilimanuk, Jembrana-Bali. Karang A. formosa yang digunakan sebanyak 40 buah. Peubah yang diukur meliputi pertumbuhan mutlak (mm), laju pertumbuhan (mm bulan-1) dan tingkat kelangsungan hidup (%). Hasil penelitian dianalisis melalui uji t-Students dengan menggunakan SPSS 16 for Windows dan Microsoft Excel 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karang transplan berperekat dempul memiliki tingkat pertumbuhan paling baik dengan tinggi akhir sebesar 15,08 cm dan diameternya sebesar 11,84 mm dan penggunaan perekat berbahan dempul memberikan tingkat keberhasilan transplantasi karang paling baik.Kata kunci: Pertumbuhan, Acrofora formosa, transplantasi karang, jenis perekatAbstractCoral transplantation techniques have given good results in an effort to accelerate the regeneration of coral, this study was conducted to determine growth (height and diameter) and the survival rate of branching Acropora formosa reared through transplantation technique with a variety of adhesive materials. The usefulness of this research as one of the basic information in the maintenance of coral that can ultimately support the rehabilitation efforts of coral reef ecosystems. This study was conducted from April to September 2015, in the Gulf of Gilimanuk in Jembrana, Bali. A. formosa coral used as many as 40 pieces. Parameters measured include absolute growth (mm), the growth rate (mm month-1) and the survival rate (%). The results were analyzed through Students t-test using SPSS 16 for Windows and Microsoft Excel 2007. The results showed that the coral transplants putty adhesive has the best growth rate with high-end amounted to 15.08 cm and a diameter of 11.84 mm and the use of adhesives made of putty give coral transplantation success rates are best.Keywords: Growth, Acrofora formosa, coral transplantation, type of adhesive
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERORIENTASI MASALAH MATEMATIKA TERBUKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI KECERDASAN LOGIS MATEMATIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 DENPASAR Wirasti, Ni Komang; Suparta, I Nengah; Sariyasa, Sariyasa
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah; (2) mengetahui ada tidaknya interaksi antara model pembelajaran dan kecerdasan logis matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Denpasar tahun pelajaran 2015/2016 yang terdistribusi dalam sepuluh kelas. Sampel ditentukan dengan teknik cluster random sampling, diperoleh siswa pada kelas X IPA 1, X IPA 2, dan X IPA 5 sebagai kelompok eksperimen dan X IPA 3, X IPA 4, dan X IPA 6 sebagai kelompok kontrol. Hasilnya dianalis menggunakan analisis varian dua jalur (anava dua arah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah; (2) terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan kecerdasan logis matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah. Kata-kata Kunci : model pembelajaran, pemecahan masalah, masalah matematika terbuka, kemampuan pemecahan masalah, kecerdasan logis matematis. AbstractThe study was conducted in order to analyze: (1) the different ability of problem solving between the students following learning model application of problem solution oriented open ended mathematics and another group joining problem solving Learning; (2) the contribution of interaction between instructional model and logical mathematical intelligences towards problem solving skills. The study involved the students of class X SMAN 2 Denpasar in 2015/2016 spread out into ten different classes with homogeneous ability as the population. Based on random sampling the classes X IPA 1, X IPA 2, and X IPA 5 were determine as experimental groups, while classes X IPA 3, X IPA 4, dan X IPA 6 as control groups. The technique analysis Two Way Analysis of Varians. The result of data analysis this research that (1) the student’s ability of problem solving following learning model application of problem solution oriented open ended mathematics in which it is better, compared which student’s ability of problem solving following problem solution learning model ; (2) there was a significant contribution of interaction between learning model application and logical mathematical intelligences towards ability of problem solving. Key word : problem solution learning model, problem solving, open-ended mathematics, ability of problem solving, logical mathematics intelligences
KORELASI KEMAMPUAN MEMBUAT MIND MAPPING DENGAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA Supadmi, Ni Luh; Sudria, Ida Bagus Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian korelasi ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara kemampuan membuat mind mapping dengan hasil belajar kimia siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Sawan. Sedangkan, sampel penelitian adalah siswa kelas X5 SMA Negeri 1 Sawan. Data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh dari kemampuan membuat mind mapping dan data hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi yang positif dan kuat antara kemampuan siswa membuat mind mapping dengan hasil belajar kimia siswa. Besarnya koefisien korelasi r product moment yang didapatkan yaitu 0,89 dan koefisien determinasi sebesar 0,7921. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan siswa dalam membuat mind mapping maka semakin tinggi juga hasil belajar yang diperoleh
KIMIA HIJAU DALAM PRAKTIKUM LAJU REAKSI Redhana, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis bahan-bahan yang aman bagi manusia dan ramah bagi lingkungan pada praktikum laju reaksi. Studi ini dilakukan dengan mengkaji literatur dan mengeksplorasi gagasan yang terkait dengan praktikum kimia ramah lingkungan. Ada empat jenis praktikum yang dilakukan pada topik laju reaksi, yaitu: pengaruh luas permukaan, konsentrasi, suhu, dan katalis masing-masing terhadap laju reaksi. Pada praktikum pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi, bahan-bahan yang dapat digunakan adalah tablet efervesen (dalam bentuk utuh dan butiran dengan massa yang sama) dan air. Pada pengaruh konsentrasi dan suhu masing-masing terhadap laju reaksi, bahan-bahan yang dapat digunakan tablet vitamin C, iodium tincture, hidrogen peroksida, dan pati. Sementara itu, pada praktikum pengaruh katalis terhadap laju reaksi, bahan-bahan yang dapat digunakan adalah hidrogen peroksida dan kentang. Bahan-bahan ramah lingkungan ini menggantikan bahan-bahan kimia pada praktikum tradisional, seperti larutan HCl, Na2S2O3, dan FeCl3 yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan.Kata-kata kunci: bahan kimia berbahaya, bahan ramah lingkungan, praktikum kimia hijauAbstract: This study aimed at describing and analyzing materials being safe for human and friendly for environment at chemical rate practicum. The study was conducted by reviewing references and exploring ideas related to the environmentally friendly chemistry practicum. There were four topics of chemical rate practicum, namely: the effect of surface area, concentration, temperature, and catalyst toward the chemical rate, respectively. At the effect of surface area of reactans toward the chemical rate, materials being used were effervescent tablet (in form of chunks and granules at the same mass) and aquadest. At the effect of concentration of reactans and temperature toward the chemical rate, respectively, materials being used were vitamin C tablets, tincture of iodine, hydrogen peroxide, and starch. Meanwhile, at the practicum of the effect of catalyst toward the chemical rate, materials being used were hydrogen peroxide and potato. These materials replaced chemicals used in the traditional practicum, such as solution of HCl, Na2S2O3, and FeCl3 being dangerous to the human and environment.Keywords: hazardous chemicals, environmentally friendly materials, green chemistry practicum
IMPLEMENTASI 3RH (Reduce, Reuse, Recycle, dan Handle) DALAM MANAJEMEN BAHAN DAN LIMBAH LABORATORIUM KIMIA DASAR FMIPA UNDIKSHA SEBAGAI UPAYA EFISIENSI DAN DEPOLUTANSI Subamia, I Dewa Putu; Wahyuni, I. G. A. N. Sri; Widiasih, Ni Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan kimia dan mengurangi potensi timbulnya polutan (depolutansi) yang dihasilkan dari aktivitas di Laboratorium Kimia Dasar FMIPA Undiksha menuju laboratorium yang efektif, efisien, serta berwawasan green chemistry. Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian tindakan (Action Research) yaitu suatu proses yang dilalui oleh peneliti untuk menangani permasalahan (di Laboratorium Kimia Dasar). Metode yang akan dilakukan adalah implementasi 3RH (Reduce, Reuse, Recycle, dan Handle) dalam manajeman bahan dan penanganan limbah Laboratorium Kimia Dasar FMIPA Undiksha. Data yang dikumpulkan adalah berkaitan dengan inventori bahan kimia, identifikasi jumlah pengunaan bahan kimia pada prosedur yang sudah ada, serta jumlah kuantitas timbulan limbah laboratorium selama kurun waktu 1 (satu) semester, dan data hasil penerapan metode 3RH. Dengan memakai data skunder dan data primer yang diperoleh dilakukan analisis deskriptif komparatif implementasi 3RH dalam manajemen bahan kimia dan manajemen limbah laboratorium. Hasil penelitian ini adalah penerapan metode 3RH ((Reduce, Reuse, Recycle, dan Handle) dapat menekan penggunaan bahan-bahan kimia untuk keperluan praktikum di laboratorium Kimia Dasar hingga 60-95% dan mengurangi timbulan polutan dari hasil aktivitas laboratorium kimia. Kata-kata Kunci: depolutansi, efisiensi, manajemen bahan, 3RH AbstractThis study aims to improve the efficiency of the use of chemicals and reduce the potential pollutants (depollutants) resulting from activities in the Chemistry Laboratory of Undiksha towards effective, efficient, and insightful green chemistry. The research method is a method of action research (Action Research) is a process through which the investigator to handle the problem (at the Laboratory of Chemistry). The method that will be done is the implementation 3RH (Reduce, Reuse, Recycle, and Handle) in materials management and waste handling FMIPA Undiksha Basic Chemistry Laboratory. The data collected is related to the inventory of chemicals, the identification number of the use of chemicals in existing procedures, as well as the quantity of laboratory waste generation during the period of 1 (one) semester, and data is the result of applying the method 3RH. By using secondary data and primary data do comparative descriptive analysis 3RH implementation in the management of chemicals and waste management laboratory. The result of this research is the application of methods 3RH ((Reduce, Reuse, Recycle, and Handle) can reduce the use of chemicals for purposes of laboratory experiments Chemistry up to 60-95% and reducing the generation of pollutants from the chemical laboratory activity. Keywords: depolutansi, efficiency, materials management, 3RH
SUPLEMENTASI JAMU TERNAK PADA AYAM KAMPUNG DI PETERNAKAN UNGGAS SEKTOR 4 Wardiny, Tuty Maria; Sinar, T. Eduard Azwar
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan tumbuhan obat (herbal) Indonesia bagi ternak unggas khususnya ayam kampung, agar dapat diaplikasikan oleh peternak dalam meningkatkan performan ternak dan mempertahankan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Seratus delapan puluh ekor anak ayam kampung umur satu hari dibagi menjadi 3 (tiga) perlakuan dan 4 (empat) ulangan, dan masing-masing ulangan terdiri dari 15 ekor anak ayam. Ransum perlakuan adalah ransum kontrol (R0), jamu ternak di dalam air minum (R1) dan jamu ternak di dalam ransum (R2). Parameter yang diukur adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, mortalitas dan Income Over Feed Chick and Cost (IOFCC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum ayam kampung nyata (P<0,05) dipengaruhi oleh ransum perlakuan. Pemberian jamu ternak dalam air minum dan ransum ayam kampung memberikan hasil yang lebih baik terhadap performan, mortalitas dan Income Over Feed Chick and Cost (IOFCC) dibandingkan dengan ransum kontrol.