cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
ANALISIS PENGEMBANGAN MINAT WISATA BAHARI DI KAWASAN PESISIR KABUPATEN BULELENG Yudasmara, I Gede Ari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumberdaya pesisir dan laut memiliki potensi yang sangat produktif baik sebagai sumber kehidupan, sumber pangan, tambang mineral, maupun untuk kawasan rekreasi. Berbagai bentuk pemanfaatan sangat cepat berkembang dan telah menjadi sektor andalan dalam pembangunan nasional, seperti misalnya pariwisata. Kondisi ini memberikan peluang bagi kawasan pesisir kabupaten Buleleng untuk dikembangkan menjadi obyek mina wisata bahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan meganalisis kondisi dan potensi sumberdaya alam pesisir-laut, aktivitas ekonomi wisata bahari, kondisi sosial budaya masyarakat lokal, dan tingkat kesesuaian kawasan pesisir Buleleng dalam menunjang aktivitas mina wisata bahari dan menghasilkan model pengelolaan mina wisata bahari di kawasan pesisir Buleleng yang terpadu dan berkelanjutan, dimana model tersebut secara terintegrasi melibatkan seluruh komponen ekologi/lingkungan, ekonomi dan sosial masyarakat untuk meningkatkan daya saing masyarakat Buleleng.Penelitian ini didesain sebagai penelitian pengembangan yang meliputi 3 fase yaitu: (1) Preliminary research, (2) Prototyping dan Assesment, serta (3) Desimination dan ImplementationHasil penelitian menunjukkan bahwa potensi sumberdaya pesisir Kabupaten Buleleng cukup tinggi dengan kondisi sumberdaya yang tergolong sedang.Tingkat kesesuaian dan daya dukung kawasan dalam menunjang kegiatan mina wisata bahari di kawasan Pesisir Buleleng dapat dikatakan sesuai berdasarkan hasil perhitungan menurut indeks kesesuaian kawasan untuk mina wisata bahari dengan daya dukung untuk kegiatan tersebut adalah tergolong cukup tinggi.Kata-kata kunci: sistem dinamik, pemodelan, mina wisata bahariAbstract: Coastal and marine resources have the potential for a very productive both as a source of life, food resources, mineral mining, as well as for recreational areas. Various forms of utilization growing very rapidly and has become a mainstay in the national development sectors, such as tourism. These conditions provide opportunities for the coastal region of Buleleng district to be developed into a maritime tourism. This study aims to assess and meganalisis conditions and natural resources of coastal - marine, marine tourism economic activity, social and cultural conditions of local communities, and the suitability of coastal areas in Buleleng support the activities of marine tourism and marine tourism yield management model in integrated and sustainable Buleleng coastal zone, which integrates the model involving all components of ecological/environmental, economic and social communities to improve the competitiveness of Buleleng communities.This study was designed as a research development that includes 3 phases: (1) Preliminary research, (2) Prototyping and Assessment, and (3) Desimination and Implementation.The results showed that the potential of Buleleng coastal resources is quite high belonging to the resources conditions is moderate. Suitability level and carrying capacity of the region to support the marine tourism activities in the coastal region of Buleleng can be said to fit based on calculations by the suitability index for the region with the marine tourism carrying capacity for the activity is quite high.Keywords : dynamics system, modeling, marine tourism
ANALISIS KANDUNGAN KIMIA EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (PIPER BETLE) DENGAN GC-MS Pratiwi, Ni Putu Rahayu Kusuma; Muderawan, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sirih hijau yang termasuk dalam keluarga Piperaceae merupakan tanaman obat tradisional yang telah diketahui efektif dalam mengobati berbagai jenis penyakit secara tradisional, seperti karies gigi. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan kimia dari daun sirih hijau yang tumbuh di Bali dengan metode GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak sirih hijau mempunyai tiga puluh satu senyawa yang komponen utamanya yaitu eugenol (25.03%); asam 2,5-dimetilbenzoat (12.08%); dekahidro-4a-metil-1-metilenyl naftalena (7.18%); 1,2,3,4,4a,5,6,8a-oktahidro-7-metil naftalena (8.36%); dan 1,2,3,4, 4a,5,6,8a-oktahidro-4a-metilnaftalena (13.43%). Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas senyawa aktif dari ekstrak sirih hijau adalah golongan fenolik yang mempunyai aktivitas antibakteri. Kata-kata Kunci: kromatografi gas- spektrometri massa, kandungan kimia, maserasi, Piper betle AbstractGreen betel belonging to family Piperaceae is a traditional medicinal plant which is empirically known to be effective to cure various diseases in traditional society, especially for dental caries. Hence, the present investigation was carried out to analyse the chemical composition of green betel leaf cultivated in Bali by GC-MS. The result showed the GC-MS analysis of the green betel leaf extract consisted of thirty one components, which the main components were eugenol (25.03%); 2,5-dimethylbenzoic acid (12.08%); decahydro-4a-methyl-1-methylenylnaphthalene (7.18%); 1,2,3,4,4a, 5,6,8a-octahydro-7-methyl naphthalene (8.36%); and 1,2,3,4,4a,5,6,8a-octahydro-4a-methyl naphthalene (13.43%). This result showed that the major constituent of green betel is phenolic compounds that have an antibacterial activity. Keywords : chemical constituent, gas chromatography-mass spectrometry, maceration, Piper betle
MODIFIKASI ELEKTRODA ENZIM DENGAN SENYAWA ORGANIK MACROPHOTOINIFERTER PADA PERMUKAAN MEMBRAN PVC UNTUK BIOSENSOR Tika, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Modifikasi elekroda enzim dengan senyawa organik macrophotoiniferter pada permukaan membrane PVC telah dilakukan. Senyawa organik  sebagai macrophotoiniferter digunakan  adalah 2-ethylhexyl metacrylate (EHM) dan  4-Vinylbenzyl N,N-dietyldithiocarbamate (VBDC). Sensitifitas elektroda enzim lipase diukur pada rentang berbagai pH dan suhu dengan minyak olive sebagai substrat. Sistem biosensor yang digunakan dengan mengembangkan elektroda DO meter yang dimodifikasi menjadi elektroda enzim. Hasil penelitian menunjukkan rentang kerja biosensor didapatkan pada pH 6,5 hingga 7,0 dan rentang suhu adalah 30-40oC. Modifikasi elektroda enzim dengan senyawa organik macrophotoiniferter pada permukaan membrane PVC dapat digunakan digunakan dalam sistem biosensor pada alat DO meter.  
SUMBER-SUMBER MASUKAN DISSOLVED ORGANIC MATTER (DOM) DI TELUK MEKSIKO Suryaputra, I G N A
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber-sumber masukan dissolved organic matter (DOM) di daerah West Pass, Teluk Meksiko. Sampel air diambil dari beberapa kedalaman pada lima lokasi berbeda, tegak lurus dari garis pantai. Konsentrasi dissolved organic carbon (DOC) dan total dissolved nitrogen (TDN) diukur dengan menggunakan DOC Analyzer yang dilengkapi dengan detektor nitrogen. Hasil analisis menunjukkan adanya dominasi masukan DOM dari Sungai Apalachicola. Namun, autochthonous DOM juga ditunjukkan dari hasil tersebut. Sedangkan data klorofil-a menunjukkan bahwa ada proses selain fotosintesis yang juga menghasilkan DOC di lokasi tersebut.Kata-kata kunci: dissolved organic matter, dissolved organic carbon, total dissolved nitrogen, masukan.Abstract: The objective of this research was to study the sources of dissolved organic matter (DOM) at West Pass, Gulf of Mexico. Water samples were collected from several depths on 5 different locations perpendicular to coastline. Dissolved organic carbon (DOC) concentration and total dissolved nitrogen (TDN) concentration were measured using DOC Analyzer equipped with nitrogen detector. Result shows that DOM on West Pass is dominated by freshwater input from Apalachicola River. However, autochthonous DOM is also reflected from the result. Meanwhile, chlorophyll-a data shows that there are other processes than photosynthesis produce DOC on that location.Keywords: dissolved organic matter, dissolved organic carbon, total dissolved nitrogen, input
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR (SPPKB) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP DALAM BIDANG SAINS Devi, Ni Luh Pande Latria
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Singaraja . Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu dengan rancangan The posttest only control group Teknik sampling yang digunakan untuk menentukan sampel adalah teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan tes, dan dianalisis dengan teknik analisis uji t dan uji U. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kritis dalam aspek merumuskan masalah, memberikan argumen, melakukan deduksi, melakukan induksi, melakukan evaluasi, memutuskan dan melaksanakan, antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan SPPKB dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran langsung.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kemampuan berpikir kritis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan SPPKB lebih baik dari siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran langsung. Pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan SPPKB rata-rata kemampuan berpikir kritisnya sebesar 75,82 sedangkan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran langsung rata-rata kemampuan berpikir kritisnya sebesar 44,02. Pada setiap aspek berpikir kritis juga menunjukkan hal yang sama.Uji statistik dengan Uji t maupun Uji u menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir siswa yang mengikuti pembelajaran dengan SPPKB dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran langsung (thitung = 13,93; sig= 0,00)Dari data yang diperoleh dapat dikatakan langkah-langkah pada SPPKB dapat membantu siswa dalam peningkatan kemampuan berpikir secara lebih baik dibandingkan dengan langkah-langkah pada strategi pembelajaran langsung.Berdasarkan hasil penelitian diatas maka salah satu dari implikasi penelitian ini adalah bahwa SPPKB dapat dijadikan alternatif strategi dalam pembelajaran sains dalam tujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis.Kata Kunci: Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB), Kemampuan Berpikir Kritis, Strategi Pembelajaran langsung (Direct Instruction).ABSTRACTThis study was conducted at SMPN 2 Singaraja. This study belonged to experimental research using the posttest only control group design. The sampling was carried out by random sampling technique. The data collected were tested, was analyzed by t-test and u-test. The aims of this study to description and analyzed the different of critical thinking and the part. The part is problem identification, analyzing arguments, deducing and judging deducing, inducing and judging inducing, evaluated (making and judging value judgments), deciding on an action. Between student who learnt through ESGCT and student who learnt through DI.The result of this study shows that: critical thinking ability of the students who learnt through ESGCT was better than students who learnt through direct learning strategy. Students who learnt through ESGCT the average of their critical thinking ability was about 75,82, meanwhile the students who learnt through direct learning strategy the average of their critical thinking ability was about 44,02.There was significant difference between thinking ability of the students through ESGCT with the students through direct learning strategy (tcount = 13,93; sig.= 0,00) that tested by using both t-test and u-test. From the data,we can know the steps in ESGCT can assist the students to improve their thinking ability was better than the steps in direct learning strategy. Based on finding of this study, one of the implications of this study was ESGCT can be an alternative strategy in science to improve critical thinking ability of the students.Key word: Education Strategy Growth Capacity to Think (ESGCT). Critical Thinking Skill, Direct Instruction Strategy (DI)
PENGARUH ALKOHOL TERHADAP KESEHATAN Putra, Adnyana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAlkohol sudah lama dikenal di kalangan masyarakat. Kandungan dalam minuman beralkohol yang penting adalah zat etanol. Etanol dimetabolisme dalam hati menjadi asetaldehida dan menyebabkan overproduksi NADH sebagai pemicu timbulnya beberapa penyakit.Terdapat beberapa pengaruh alkohol yang penting terhadap tubuh, antara lain terhadap sistem kardiovaskular, sistem saraf, hormonal, sistem kekebalan tubuh, sistem pencernaan, hati dan ginjal. Alkohol dapat mempengaruhi penyerapan zat gizi terutama vitamin. Alkohol juga dapat mempengaruhi perkembangan janin dan timbulnya kanker. Beberapa pengaruh yang ditimbulkan oleh alkohol tersebut diatas diharapkan dapat dijadikan pertimbangan dalam mengkonsumsi minuman beralkohol.Katakunci: alkohol, kesehatan
Aktualisasi Pemikiran Jean Piaget dalam Implementasi Kurikulum 2013 (Suatu Kajian Teoritis) Estini, Desak Gede Wirayanti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dikatakan sebagai pilar utama dalam mewujudkan manusia yang tangguh dan berkualitas dalam kehidupannya. Salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan adalah diberlakukannya kurikulum sebagai dasar pemikiran atau landasan formalitas agar pendidikan tersebut dapat berjalan sesuai dengan standarisasi yang diharapkan. Penyesuaian-penyesuaian terhadap kurikulum sebagai upaya sinergis agar dapat memenuhi tuntutan kehidupan masyarakat perlu untuk dilakukan secara berkelanjutan. Saat ini kurikulum satuan pendidikan 2013 atau yang lebih dikenal dengan K13 telah diterapkan pada hampir semua jenjang pendidikan, tidak terkecuali pada tingkat sekolah dasar (SD). Terlepas dari diberlakukannya K13 perlu mendapat perhatian apakah kurikulum tersebut dalam proses implementasinya dilapangan telah mengupayakan atau memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik menurut Jean Piaget ataukah belum. Memperhatikan tingkatan usia sebagai dasar dalam memberikan pembelajaran sangat perlu untuk dilakukan, sebab memperhatikan kebutuhan peserta didik pada usianya juga menjadi penentu keberhasilan pembelajaran sehingga pembelajaran dapat memberdayakan peserta didik dengan baik untuk menciptakan manusia-manusia yang berkarakter sebagaimana diharapkan dan disampaikan dalam tujuan pendidikan nasional melalui diberlakukannya kurikulum 2013.Kata kunci : Implementasi kurikulum 2013 dan tingkatan usia peserta didik
MEMBANGUN CITRA LABORATORIUM KIMIA RAMAH LINGKUNGAN Lasia, I Ketut; Wiratini, Ni Made; Budiada, I Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLaboratorium kimia adalah salah satu pengguna bahan kimia. Bahan-bahan kimia yang digunakan sering menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan. Dampaknya adalah citra laboratorium kimia menjadi pencemar lingkungan. Untuk memulihkan citra laboratorium kimia yang ramah lingkungan diperlukan berbagai upaya. Upaya-upaya tersebut adalah penerapan sistem managemen lingkungan, penanganan B3 secara tepat, pemanfaatan bahan praktikum berbasis lingkungan, menggunakan bahan kimia secukupnya, memperkenalkan alat-alat kimia dengan skala mikro, dan melakukan praktikum secara bersiklus.Kata-kata kunci: laboratorium kimia, ramah lingkungan, citra
PENDIDIKAN KARAKER TERINTEGRASI PEMBELAJARAN SAINS MENUJU BANGSA YANG CERDAS, BERDAYASAING DAN BERBUDAYA Sadia, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan pendidikan karakter didasarkan atas tiga alasan penting yaitu: 1) Perlunya karakter yang baik untuk menjadi bagian yang utuh dalam diri manusia. Setiap manusia harus memiliki pikiran yang kuat, hati nurani, dan kemauan untuk berkualitas seperti memiliki kejujuran, empati, perhatian, disiplin diri, ketekunan dan dorongan moral; 2) Sekolah merupakan tempat yang baik dan kondusif untuk melaksanakan proses pembelajaran dan pendidikan nilai-nilai; dan 3) Pendidikan karakter sangat esensial untuk membangun masyarakat bermoral. Penyelengggaraan pendidikan  karakter untuk membangun manusia yang berkarakter, maka perlu pemahaman yang komprehensif tentang hakikat manusia dan dimensi-dimensi hakikat manusia. Sifat hakikat manusia dimaksudkan sebagai cirri-ciri karakteristik yang secara prinsipiil membedakan manusia dengan hewan. Terdapat delapan sifat hakikat manusia yaitu 1) kemamapuan menyadari diri, 2) kemampuan bereksistensi, 3) pemilikan kata hati, 4) moral, 5) kemampuan bertanggung jawab, 6) rasa kebebasan, 7) kesediaan melaksanakan kewajiban dan menyadari hak, dan 8) kemampuan menghayati kebahagiaan. Sasaran  pendidikan karakter adalah menumbuhkembangkan kedelapan sifat hakikat manusia yang  merupakan benih-benih kemanusiannya manusia, sehingga terwujud menjadi manusia seutuhnya. Pendidikan karakter memiliki dua tujuan utama yaitu kebijakan dan kebaikan. Pendidikan tentang kebaikan merupakan dasar demokrasi, karena itu dua nilai moral penting yang harus diajarkan dalam pendidikan karakter adalah rasa hormat dan tanggung jawab (respect and responsibility). Di samping itu ada sejumlah nilai yang perlu diajarkan melalui pendidikan karakter yaitu: 1 ) kejujuran (honesty), 2) keterbukaan (fairness), 3) toleransi (tolerance), 4) kehati-hatian (prudence), 5) disiplin-diri (self-dicipline), 6) membantu dengan tulus (helpfulness), 7) rasa haru (compassion), 8) bekerjasama (cooperation), 9) keteguhan hati (courage), dan 10) nilai-nilai demokrasi (democratic values). Karakter berkaitan dengan pengetahuan moral (moral knowing), perasaan moral (moral feeling) , dan perilaku moral (moral action). Karakter yang baik terdiri atas pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan berbuat kebaikan. Ketiga hal inilah yang menentukan kehidupan bermoral. Pendidikan Sains pada hakekatnya dapat digunakan untuk membekali subyek didik dengan pengetahuan dan keterampilan proses, tetapi juga dapat digunakan untuk menanamkan sikap dan nilai. Jadi, pendidikan Sains dapat digunakan sebagai wahana klarifikasi nilai, yang selama ini kurang mendapat perhatian para guru Sains. Sains diyakini berperan penting bagi pengembangan karakter warga masyarakat dan negara, karena kemajuan produk sains yang amat pesat dan keampuhan proses sains yang dapat ditransfer pada berbagai bidang ilmu yang lain serta proses sains yang sarad dengan muatan nilai, sikap, dan moral.
PEMBELAJARAN PRA-ALJABAR DENGAN MENGGUNAKAN PENELUSURAN POLA TERVISUALISASI UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Apsari, Ratih Ayu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jupri, Drijvers, & van den Heuvel-Panhuizen (2014) menemukan bahwa siswa Indonesia mengalami kesulitan dalam belajar aljabar utamanya disebabkan oleh ketidakterkaitan antara aritmatika yang dibelajarkan di sekolah dasar dan aljabar yang dibelajarkan di sekolah menengah. Berangkat dari masalah tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu pembelajaran pra-aljabar yang berfungsi untuk membantu transisi yang dilakukan siswa dari aritmatika ke aljabar. Tujuan tersebut diaktualisasi dengan mendesain suatu trajektori pembelajaran penelusuran pola yang dirancang untuk siswa kelas V SD (usia 10-12 tahun. Penelitian ini menggunakan design research sebagai metode penelitian. Adapun lintasan pembelajaran yang didesain menggunakan prinsip dari Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Data dikumpulkan melalui video, lembar jawaban siswa, catatan lapangan, lembar observasi dan wawancara selama implementasi pembelajaran yang dilaksanakan dalam dua siklus. Makalah ini hanya akan fokus pada hasil siklus II yang melibatkan siswa kelas VA MIN 2 Palembang tahun ajaran 2014/2015 beserta dengan guru matematika di kelas tersebut. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode konstan komparatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kegiatan penelusuran pola dapat mendukung siswa dalam mengembangkan kepekaan terhadap struktur (structure sense) yang mempengaruhi kemampuan berpikir aljabar siswa. Merefleksi temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan implementasi kegiatan penelusuran pola berbasis PMRI pada jenjang sekolah dasar di Indonesia.Kata-kata kunci: aljabar, pra-aljabar, berpikir aljabar, PMRI, design researchAbstractJupri, Drijvers, & van den Heuvel-Panhuizen (2014) found that the gap between arithmetic in primary education and algebra learning in higher education has contribute to a number of difficulties on learning algebra in Indonesia. Hence, the present study is aimed to construct a smoother bridge to support the transition from arithmetic to algebra, through an early algebraic lesson. The aforementioned purpose is actualized by designing a learning trajectory focused on patterns related activities for the fifth grader students (10-12 years old). Design research was deliberately chosen as the approach to conduct this study. The designed instructional activities are guided by the design heuristic and the tenets of Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). The data were gathered from video registrations, written works, field notes, observations and interviews from the implementation of two cycles teaching experiments. This paper will only focus on the result of the second cycle which was involving the students of VA MIN 2 Palembang academic year 2014/2015 and their mathematics teacher. The data were analyzed qualitatively using constant comparative method. The result showed that exploration in patterns can support the students in developing their sense of structure which is remarkably influence the algebraic thinking. Reflect from that, the study recommends the use of patterns activities based on the PMRI approach to be implemented in the early algebraic lesson in primary school.Keywords: algebra, early algebra, algebraic thinking, PMRI, design research