cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
ANALISIS PENGEMBANGAN MINAT WISATA BAHARI DI KAWASAN PESISIR KABUPATEN BULELENG I Gede Ari Yudasmara
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumberdaya pesisir dan laut memiliki potensi yang sangat produktif baik sebagai sumber kehidupan, sumber pangan, tambang mineral, maupun untuk kawasan rekreasi. Berbagai bentuk pemanfaatan sangat cepat berkembang dan telah menjadi sektor andalan dalam pembangunan nasional, seperti misalnya pariwisata. Kondisi ini memberikan peluang bagi kawasan pesisir kabupaten Buleleng untuk dikembangkan menjadi obyek mina wisata bahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan meganalisis kondisi dan potensi sumberdaya alam pesisir-laut, aktivitas ekonomi wisata bahari, kondisi sosial budaya masyarakat lokal, dan tingkat kesesuaian kawasan pesisir Buleleng dalam menunjang aktivitas mina wisata bahari dan menghasilkan model pengelolaan mina wisata bahari di kawasan pesisir Buleleng yang terpadu dan berkelanjutan, dimana model tersebut secara terintegrasi melibatkan seluruh komponen ekologi/lingkungan, ekonomi dan sosial masyarakat untuk meningkatkan daya saing masyarakat Buleleng.Penelitian ini didesain sebagai penelitian pengembangan yang meliputi 3 fase yaitu: (1) Preliminary research, (2) Prototyping dan Assesment, serta (3) Desimination dan ImplementationHasil penelitian menunjukkan bahwa potensi sumberdaya pesisir Kabupaten Buleleng cukup tinggi dengan kondisi sumberdaya yang tergolong sedang.Tingkat kesesuaian dan daya dukung kawasan dalam menunjang kegiatan mina wisata bahari di kawasan Pesisir Buleleng dapat dikatakan sesuai berdasarkan hasil perhitungan menurut indeks kesesuaian kawasan untuk mina wisata bahari dengan daya dukung untuk kegiatan tersebut adalah tergolong cukup tinggi.Kata-kata kunci: sistem dinamik, pemodelan, mina wisata bahariAbstract: Coastal and marine resources have the potential for a very productive both as a source of life, food resources, mineral mining, as well as for recreational areas. Various forms of utilization growing very rapidly and has become a mainstay in the national development sectors, such as tourism. These conditions provide opportunities for the coastal region of Buleleng district to be developed into a maritime tourism. This study aims to assess and meganalisis conditions and natural resources of coastal - marine, marine tourism economic activity, social and cultural conditions of local communities, and the suitability of coastal areas in Buleleng support the activities of marine tourism and marine tourism yield management model in integrated and sustainable Buleleng coastal zone, which integrates the model involving all components of ecological/environmental, economic and social communities to improve the competitiveness of Buleleng communities.This study was designed as a research development that includes 3 phases: (1) Preliminary research, (2) Prototyping and Assessment, and (3) Desimination and Implementation.The results showed that the potential of Buleleng coastal resources is quite high belonging to the resources conditions is moderate. Suitability level and carrying capacity of the region to support the marine tourism activities in the coastal region of Buleleng can be said to fit based on calculations by the suitability index for the region with the marine tourism carrying capacity for the activity is quite high.Keywords : dynamics system, modeling, marine tourism
SKRINING AWAL EKSTRAK ETIL ASETAT SPONS DYSIDEA SP. SEBAGAI ANTIBAKTERI Ni Wayan Martiningsih
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan kemampuan dari ekstrak etil asetat spons Dysidea sp. dalam menghambat pertumbuhan bakteri Eschericia coli (E.coli) dan Staphylococcus aureus (S.aureus). Isolasi dilakukan dengan ekstraksi menggunakan pelarut metanol:diklorometana (1:1). Campuran metanol:diklorometana disaring, diuapkan dengan rotary evaporator dan kemudian dipartisi dengan etil asetat:air (3:2). Ekstrak kasar etil asetat dianalisis kandungan metabolit sekundernya dengan cara skrining fitokimia. Uji bioaktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar pada konsentrasi 50; 25; 12,5; 6,25 dan 3,125%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloid dan steroid. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak kasar etil asetat Dysidea sp. mampu menghambat pertumbuhan bakteri E.coli sampai konsentrasi uji 25% dan bakteri S.aureus. sampai konsentrasi uji 3,125%. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat spons Dysidea sp. memiliki potensi antibakteri.Kata-kata kunci: antibakteri, Dysidea sp., skrining fitokimiaAbstract: The purpose of this study was to determine the secondary metabolites and ability of ethyl acetate extract of sponge Leucetta sp. in inhibiting the growth of Eschericia coli (E.coli) dan Staphylococcus aureus (S.aureus). The isolation was performed by extraction using a mixture of methanol:dichloromethane (1:1). Methanol:dichloromethane extracts was filtered, evaporated with a rotary evaporator and than partitioned with ethyl acetate: water (3:2). Crude ethyl acetate extract was analyzed the secondary metabolites by phytochemical screening. Antibacterial testing with agar diffusion method at concentrations of 50; 25; 12,5; 6,25 dan 3,125%. Phytochemical screening results indicate the presence of alkaloid and steroid compounds. The result of antibacterial test showed that the crude ethyl acetate extract of Dysidea sp. able to inhibit the growth of E.coli until the concentration of the test 25% and S.aureus until the concentration of test 3,125%. It means that ethyl acetate extract of sponge Dysidea sp. had antibacterial potency.Keywords: antibacterial, Dysidea sp., phytochemical screening
PERBANDINGAN TAMPILAN PITA PENANDA DNA (DEOXYRIBONUCLEIC ACID) STANDAR DAN PENENTUAN PANJANG DNA KROMOSOM Y YANG DIISOLASI DARI DARAH MANUSIA PADA PEMISAHAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BERBEDA Ni Luh Putu Manik Widiyanti; Siti Maryam; I Putu Parwata; Sanusi Mulyadiharja
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelum ahli biologi mengetahui struktur dari Deoxyribonucleic acid (DNA), mereka mengenal bahwa DNA diturunkan dan gen yang menentukan berasosiasi dengan kromosom. Sekarang diketahui bahwa DNA membawa informasi keturunan dari sel, dan fungsi sebagian besar komponen protein terkemas dan terkontrol sepanjang molekul DNA. Oleh karena itu, semua sel dari semua bagian tubuh akan memberikan profil DNA yang sama bila dilakukan analisis DNA untuk mengkaitkan hubungan kekerabatan seseorang dengan lainnya. Kromosom Y diturunkan dari ayah hanya ke anak laki-laki tidak ke anak perempuan, oleh karena itu pewarisan gen pada kromosom Y bersifat paternal, sedangkan DNA ekstra kromosomal yaitu DNA mitokondria diwariskan secara maternal yaitu dari ibu ke semua anaknya baik laki-laki maupun perempuan. Di dalam analisis DNA, media pemisahan sangat menentukan tampilan pita DNA marka dan pita DNA yang dianalisis. Media pemisahan DNA yang biasa digunakan adalah agarose. Dalam studi ini, menggunakan media pembanding yaitu Sodium Dedocyl Sulfate Poliacrylamid Gel Electroforesis (SDS PAGE) untuk membandingkan tampilan pita DNA penanda standar dan DNA kromosom Y yang diisolasi dari darah manusia. Hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa media SDS PAGE menampilkan pita DNA yang lebih jelas pada proses pemisahan untuk kedua DNA. Sedangkan pita DNA yang diisolasi dari darah sampel dengan panjang lebih dari 200 pasangan basa yaitu 225 pasangan basa, menggunakan agarose maupun SDS PAGE.Kata-kata kunci : pita DNA, penentuan panjang molekul DNA, sampel darah, media pemisahan agarose dan Sodium Dedocyl Sulfate Polyacrylamid Gel Electroforesis.Abstract: Before biologist understood the structure of DNA, they had recognized that DNA is inherited traits and the genes that determine them were associated with the chromosomes. Now, the DNA carries the heredity information of the cell, and that the protein components of chromosomes function largest to package and control the long DNA molecule. So that, all of cells from all of part of body will take the same DNA profil if DNA analyzing have done for relationship inherited one person and another. Y chromosome is inherited from father to boys not woman, so that the inherited of gen in Y cromosome is paternality, while extrachromosomal DNA is mitochondria DNA is maternal inherited from mother to all of her children both boys or woman. In DNA analyzing, agarose medium is usually used for separate of DNA. In this study, used another medium for compare the agarose medium is Sodium Dodecyl Sulfate Polyacrylamid Gel Electroforesis (SDS PAGE) for appear bands of standar marker DNA (DYS-19) and chromosome Y DNA were isolated from human blood. The result showed the SDS PAGE medium had more clear of appear DNA bands in separated process for both of DNA. While band of DNA were isolated from human blood have long more than 200 bp is 225 bp, both using agarose and SDS PAGE.Keywords : bands of DNA, determine long of DNA molecule, human blood sample, separate medium are agarose and Sodium Dodecyl Sulfate Polyacrylamid Gel Electroforesis
KINETIKA DEGRADASI LINDI TPA BENGKALA DENGAN TEKNIK ELEKTROOKSIDASI Ni Made Wiratini
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinetika degradasi Lindi TPA Bengkala dengan teknik elektrooksidasi. Subyek penelitian ini adalah lindi TPA Bengkala dan obyek penelitiannya adalah kadar COD lindi TPA Bengkala. Lindi didegradasi dengan teknik elektrooksidasi dengan variasi waktu 0 jam; 0,5 jam; 1 jam; 1,5 jam; 2 jam; 2,5 jam; dan 3 jam. Jarak antar elektroda karbon dibuat 3 cm dengan luas per-mukaan 10,158 cm2. Elektroda tersebut diberi tegangan 13,5 volt. Kadar COD lindi hasil degradasi diu-kur dengan UV vis 1600 shimadzu pada panjang gelombang 600 nm. Hasil penelitian menunjukkan ki-netika laju reaksi degradasi lindi TPA Bengkala dengan teknik elektrooksisai mengikuti orde reaksi 1 de-ngan konstanta reaksi 6,96.10-4 gL-1s-1.Kata-kata kunci: Kinetika degradasi lindi, TPA Bengkala, elektrooksidasi.Abstract: This study aims to determine kinetics of degradation Bengkala leachate by electrooxidation technique. Subjects of research was Bengkala leachate and the object of researchwas Bengkala leachate COD levels. Leachate was degraded with time variation technique electrooxidation with 0 hours; 0.5 hours; 1 hour; 1.5 hours; 2 hours; 2.5 hours; and 3 hours. The distance between the carbon electrodes are made 3 cm with a surface area of 10,158 cm2. Electrodes were given voltage of 13.5 volts. Leachate COD levels of degradation were measured with a Shimadzu UV-vis 1600 at a wavelength of 600 nm. The results show the kinetics of the reaction rate of degradation leachate Bengkala with electrooxidation technique following 1 reaction order with reaction constants 6,96.10-4 gL-1s-1.Keywords: Kinetics of degradation of leachate, landfill Bengkala, electrooxidation
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN KOMPLEKS POLIELEKTROLIT (PEC) KITOSAN-PEKTIN Ni Putu Sri Ayuni; Dwi Siswanta; Adhitasari Suratman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membran PEC kitosan-pektin telah berhasil disintesis. Membran PEC kitosan-pektin dapat di sintesis melalui pencampuran pektin yang dilarutkan dalam air kemudian ditambahkan dengan kitosan dan asam asetat (CH3COOH) 0,4 M. Larutan membran kitosan-pektin diuapkan pada suhu 70 C selama 6 jam kemudian dilepas menggunakan NaOH 1 M. Membran PEC kitosan-pektin dibuat dengan konsentrasi 0,5 %. Variasi membran yang disintesis dengan perbandingan kitosan-pektin (70:30), (80:20), (90:10). Membran PEC kitosan-pektin yang dihasilkan di uji serapan air dan di karakterisasi dengan spektrofotometer inframerah (IR), tarik-regangan, dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil spektra IR telah membuktikan terbentuknya membran PEC kitosan-pektin dengan adanya interaksi gugus amina pada kitosan dan karboksil pada pektin bilangan gelombang 1604,77 nm-1. Hasil uji serapan air, tarikan dan regangan untuk membran PEC kitosan-pektin perbandingan 70:30 (255 %; 29 N/mm2; 20 %), 80:20 (182 %, 17 N/mm2, 28 %), 90:10 (142, 24, 10 %). Berdasarkan penelitian ini membran PEC kitosan-pektin dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk pengolahan limbah cair maupun dalam bidang kesehatan.Kata-kata kunci: kitosan, pektin, membran polielektrolitAbstract: Chitosan-pectin PEC membranes had been synthesized. Chitosan-pectin PEC membrane can be synthesized by mixing pectin is dissolved in water and then added to the chitosan and acetic acid (CH3COOH) 0.4 M. Solution of chitosan-pectin membrane is evaporated at a temperature of 70 °C for 6 hours and then removed using 1 M NaOH . Chitosan-pectin PEC membranes prepared with a concentration of 0.5%. Variations membranes synthesized with chitosan-pectin ratio (70:30), (80:20), (90:10). Chitosan-pectin PEC membrane resulting in water uptake test and characterization by infrared spectrophotometer (IR), tensile-strain, and Scanning Electron Microscopy (SEM). IR spectra results have proved the formation of chitosan-pectin PEC membrane with the amine group on the interaction of chitosan and pectin carboxyl at 1604.77 nm-1. The test results of water absorption, traction and strain for chitosan-pectin PEC membranes 70:30 ratio (255%; 29 N / mm 2; 20%), 80:20 (182%, 17 N / mm 2, 28%), 90:10 (142, 24, 10%). Based on this study of chitosan-pectin PEC membrane can be used as an alternative for wastewater treatment and in health.
PENURUNAN KONSENTRASI Cu2+ OLEH KULIT KACANG KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) DARI LIMBAH PEMBUATAN TEMPE I Nyoman Sukarta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian bertujuan yang bertujuan untuk 1) mengetahui efisiensi adsorpsi ion Cu2+oleh kulit kacang kedelai (Glycine max (L.) Merrill) dari limbah tempe. 2) mengetahui karakteristik adsorpsi ion Cu2+ oleh kulit kacang kedelai (Glycine max (L.) Merrill) dari limbah tempe, dan 3) mengetahui daya adsorpsi maksimum ion Cu2+ oleh kulit kacang kedelai (Glycine max (L.) Merrill) dari limbah tempe. Subjek dalam penelitian ini adalah kulit kacang kedelai (Glycine max (L.) Merrill) yang diperoleh dari industri pembuatan tempe di daerah Kampung Tinggi Singaraja. Kulit kacang kedelai diperoleh pada saat pencucian kacang kedelai dalam proses pembuatan tempe. Sedangkan objek penelitian ini adalah (1) efisiensi adsorpsi ion Cu2+ oleh serbuk kulit kacang kedelai, (2) karakteristik adsorpsi ion Cu2+ oleh serbuk kulit kacang kedelai, dan (3) daya adsorpsi maksimum ion Cu2+ oleh serbuk kulit kacang kedelai. Konsentrasi ion Cu2+ sebelum dan sesudah penjerapan, di ukur konsentrasinya dengan Spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi teradsorpsi terbesar adalah pada konsentrasi awal 8,9524 ppm yaitu teradsorpsi sebanyak 8,2381 ppm (92.02%). Adapun persentase teradsorpsi terkecil ada pada konsentrasi 58,0952 ppm (76,76%). Karakteristik adsorpsi ion Cu2+ oleh kulit kacang kedelai memenuhi pola isoterm adsorpsi Langmuir, namun tidak memenuhi pola isoterm adsorpsi Freundlich. Daya adsorpsi maksimum ion Cu2+ oleh kulit kacang kedelai dalam penelitian ini adalah sebesar 2,9 mg/g adsorben.Kata-kata kunci: kulit kacang kedelai (Glycine max (L.) Merrill), ion Cu2+, adsorpsi.Abstract: This study aims to 1) find out the efficiency of Cu2+ ion adsorption by the skin of soya bean (Glycine max (L.) Merrill) from waste of tempeh. 2) know the characteristics of Cu 2+ ion adsorption by the skin of soya bean (Glycine max (L.) Merrill) from waste of tempeh, and 3) know the power of the maximum adsorption of Cu2+ ions by the skin of soya bean (Glycine max (L.) Merrill) from waste of tempeh. Subjects in this study is the skin of soybean (Glycine max (L.) Merrill) obtained from the manufacturing industry in the area of Kampung tinggi Singaraja. Soya bean skin obtained during washing soybeans in the process of making tempeh. While the object of this study were (1) the efficiency of Cu2+ ion adsorption by the skin of soybean powder, (2) adsorption characteristics of Cu2+ ions by the skin of soybean powder, and (3) the maximum adsorption of Cu2+ ions by the skin of soybean powder. Cu2+ ion concentration before and after adsorption, the measured concentration with the Atomic Adsorption Spectrophotometer. The results showed that the greatest efficiency is adsorbed on the initial concentration of 8.9524 ppm is adsorbed as much as 8.2381 ppm (92.02%). The smallest percentage adsorbed on the concentration of 58.0952 ppm (76.76%). Characteristics of Cu2+ ion adsorption by the skin of soybeans to meet the pattern of the Langmuir adsorption isotherm, but did not meet the pattern of Freundlich adsorption isotherms. The maximum adsorption power of Cu2+ ions by the skin of soybeans in this study were of 2.9 mg/g adsorbent.Keywords: skin soybean (Glycine max (L.) Merrill), Cu 2+ ions, adsorption
KAJIAN TENTANG POTENSI TERKINI SENYAWA KOMPLEKS SEBAGAI ANTIKANKER Gede Agus Beni Widana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem fisiologis manusia dapat mengalami perubahan fungsi karena keadaan patologis tertentu.salah satunya adalah keadaan kanker. Kanker terbentuk karena adanya mutasi pada biosintesis sel, yaitu kekeliruan urutan DNA karena terpotong, tersubtitusi atau ada pengaturan kembali, adanya adisi dan integrasi bahan genetik virus baru ke dalam gen sel dan adanya perubahan ekspresi gen. Kebutuhan agen atau obat antikanker yang selektif terhadap sel kanker sangat dibutuhkan dengan semakin meningkatnya kejadian-kejadian penyakit kanker. Selama ini, terapi kanker lebih banyak menggunakan senyawa-senyawa organik sintetis maupun bahan alam, seperti senyawa pengalkilasi, antimetabolit, antikanker produk alam serta hormon. Memang ada pemakaian senyawa anorganik , khususnya senyawa kompleks sebagai agen antikanker tapi masih terbatas pada sisplatin dan karboplatin. Pengembangan struktur dan sintesis senyawa kompleks sebagai antikanker memiliki peluang yang sangat besar sebagai bagian alternatif terapi penyakit kanker. Sampai saat ini, telah banyak dikembangkan senyawa kompleks sebagai antikanker (dengan mempengaruhi struktur DNA) dengan logam pusat adalah sebagian besar adalah logam transisi seperti Co, Fe, Cu, Ni, Zn, Ru, Pt, La, Au serta Os dengan ligan yang umum digunakan antara lain derivat piridine, bipiridin, phenantrolin, derivat azol serta N-heterocyclic carbene. Potensi senyawa kompleks sebagai antikanker semakin nyata dan berpeluang besar dapat dikembangkan lebih lanjut.Kata-kata kunci: senyawa kompleks, logam transisi, antikanker
PENENTUAN GLISERIDA SECARA ENZIMATIS DENGAN SISTEM DISPOSABLE BIOSENSOR I Nyoman Tika; I Gusti Ayu Triagusiana; I D Raka Rasana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan gliserida secara enzimatis menggunakan disposable biosensor telah dilakukan. Gabungan enzim (enzim lipase, gliserol kinase dan gliserol-3-fosfat oksidase) diamobilisasi pada matrik pendukung PVC (polyvinyl Chloride) dan silikon berpori. Enzim amobil dirangkaikan pada elektroda dari sistem disposable biosensor. Dalam penelitian ini, substrat yang mengandung gliserida dikatalisis secara bertingkat dengan enzim berturut-turut yaitu enzim lipase termostabil yang dihasilkan bakteri termofilik isolate Banyuwedang (Baccillus BYW2), gliserol kinase dan gliserol-3-fosfat oksidase) menghasilkan hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida selanjutnya bereaksi dengan O2 membentuk H2O. Pengurangan kadar oksigen dalam sistem diukur menggunakan alat DO meter. Arus akibat reaksi oksidasi digunakan untuk mengukur konsentrasi gliserida. Konsentrasi enzim optimum dan kejenuhan permukaan PVC dan silikon berpori yang stabil digunakan sebagai parameter keberhasilan respon sensor. Konsentrasi gliserida dengan dua matrik PVC dan silikon pada rentang antara 0-25 µM dalam buffer posfat menunjukkan garis lurus. Hal ini menunjukkan matrik PVC dan silikon dapat digunakan untuk mengukur gliserida system disposable biosensorKata-kata kunci : biosensor, digliserida, lipase, PVC, silikon berpori.Abstract: Determination of glycerol enzymatically using a disposable biosensor has been done. Combined enzyme (lipase, glycerol kinase and glycerol-3-phosphate oxidase) immobilized on a supporting matrix of PVC (polyvinyl chloride) and porous silicon. Immobilized enzyme coupled to the electrodes of a disposable biosensor system. In this study, the substrate containing glycerides multilevel catalyzed by the enzyme consecutive thermostable lipase produced by thermophilic bacteria isolates Bishopscourt (Baccillus BYW2), glycerol kinase and glycerol-3-phosphate oxidase) produces hydrogen peroxide. Hydrogen peroxide then reacts with O2 to form H2O. Reduction of the oxygen content in the system was measured using a DO meter. Flow due to the oxidation reaction is used to measure the concentration of glycerides. The optimum enzyme concentration and saturation PVC surface and a stable porous silicon is used as a parameter of success of the sensor response. Concentrations of glycerides with two matrices PVC and silicon in the range between 0-25 mM in phosphate buffer showed a straight line. This shows the matrix of PVC and silicon can be used to measure the disposable biosensor system glycerides.Key words: biosensors, diglycerides, lipase PVC, porous silicon
CEDERA PADA PEMAIN SEPAKBOLA I Wayan Artanayasa; Adnyana Putra
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera olah raga merupakan aspek penting yang diperhatikan dalam olahraga kompetitif. Penanganan yang kurang baik dapat menghambat performa pemain di lapangan dan mengakibatkan gangguan atau keterbatasan fisik. Berbagai jenis cedera pada pemain sepakbola antara lain: sprain, strain, knee injuries, compartment syndrome, shin splints, achilles tendon injuries, dan fractures. Beberapa penyebab cedera antara lain: latihan yang berlebihan, ketidakseimbangan, kurangnya pemanasan, metode latihan yang salah, kelainan struktural, kelemahan otot, tendon, dan ligament. Beberapa penanganan cedera antara lain dengan terapi kompres es, kompresi daerah yang cedera, posisikan daerah cedera lebih tinggi dari jantung, dan mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera. Beberapa pencegahan antara lain: menggunakan pelindung tubuh, memilih kelengkapan olahraga yang sesuai, memperkuat otot di daerah yang rentan cedera, dan latihan peregangan.
TEKNOLOGI REEF BALL MELALUI PEMBERDAYAAN SEKEHE TERUNA-TERUNI (STT) DALAM UPAYA KONSERVASI TERUMBU KARANG DI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN (KKP) NUSA PENIDA I Wayan Karta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan terumbu karang di Kecamatan Nusa Penida merupakan kawasan segitiga terumbu karang dunia. Kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati laut yang bervariasi serta jumlahnya yang sangat tinggi dengan ekosistem pesisir yang lengkap seperti terumbu karang, hutan bakau dan padang lamun. Luas terumbu karang yang dimiliki sekitar 1.419 hektar. Namun, potensi ini mengalami ancaman dari aktivitas manusia dan juga pengaruh perubahan iklim, sehingga perlu adanya upaya konservasi. Konservasi dilakukan dengan pembuatan teknologi terumbu buatan reef ball melalui pemberdayaan kelompok pemuda yang tergabung dalam sekehe teruna-teruni (STT). Kegiatan ini dilakukan di salah satu kawasan terumbu karang yang mengalami kerusakan yaitu Desa Ped dengan kegiatan penyuluhan, pendampingan, penempatan reef ball, transplantasi terumbu karang, serta observasi hasil kegiatan.Kegiatan ini telah memberikan dampak terhadap pemberdayaan STT dalam konservasi terumbu karang dengan teknik reef ball. Hasil pemberdayaan ini para pemuda memahami cara konservasi dan transplantasi terumbu karang, penempatan reef ball, serta konsep yang dapat dikembangkan dalam konservasi ini. Para pemuda mengembangkan paket wisata tranplantasi terumbu karang yang nantinya memberikan manfaat terhadap kesejahteraan masyarakat dan pelestarian kawasan perairan Nusa Penida. Teknologi reef ball dapat dikembangkan di KKP Nusa Penida sebagai upaya konservasi terumbu karang yang mengalami kerusakan. Teknologi ini baik digunakan di kawasan perairan Nusa Penida yang arus dan gelombangnya kuat. Hal ini karena dengan adanya rongga dalam reef ball dapat membelokkan arus yang melewatinya, sehingga posisinya tidak terguling atau berpindah dan sebagai media tumbuh yang baik bagi terumbu karang.Kata-kata kunci : reef ball, terumbu karang, Nusa PenidaAbstract: Coral reef area in the district of Nusa Penida is the world's coral reef triangle. The area has a varied marine biodiversity as well as a very high amount with a complete coastal ecosystems such as coral reefs, mangroves and seagrass beds. Coral reefs around 1,419 acres owned. However, this potential is under threat from human activity and also the effect of climate change, so the need for conservation efforts. Conservation is done by making a reef ball by empowering youth groups joined in the sekehe teruna-teruni (STT). This activity is carried out in one of the coral reef area that is damaged Ped village with extension activities, mentoring, placement reef ball, coral transplantation and observation of programme .This activity has an impact on the empowerment of STT in the conservation of coral reefs with reef ball. The result of this empowerment of the youth to understand how conservation and transplantation of coral reefs, reef ball placement, as well as concepts that can be developed in this conservation. The youths develop tour packages transplant coral reefs that will provide benefits to the public welfare and the preservation of the waters of Nusa Penida. Reef ball is well applied in the marine of Nusa Penida that have strong currents and waves. This is due to the presence of cavities in the reef ball can deflect the flow through, so the position is not overturned or changed, and as a good growing medium for coral reefs. Keywords: reef ball, coral reef, Nusa Penida