cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
VIABILITAS DAN STABILITAS BAKTERI PROBIOTIK L. acidophillus FNCC 0051 PADA SUSU KEDELAI FERMENTASI SELAMA DI SALURAN CERNA IN VITRO DAN PENYIMPANAN Ida Bagus Agung Yogeswara; I Gusti AYu Wita Kusumawati; Ni Wayan Nursini
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri asam laktat merupakan mikroorganisme yang berperan penting dalam fermentasi pangan dan memberikan efek kesehatan terhadap yang mengkonsumsi. Untuk menjadi organisme probiotik, bakteri asam laktat harus bertahan selama di saluran cerna dan memiliki stabilitas dan viabilitas yang baik selama penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari viabilitas dan stabilitas L. acidophillus FNCC 0051 pada susu kedelai fermentasi selama di saluran cerna in vitro dan penyimpanan. Strain L. acidophillus FNCC 0051 memiliki viabilitas dan stabilitas yang baik selama 10 hari penyimpanan pada suhu 50 C dan 250 C. Strain L. acidophillus FNCC 0051 mengalami penurunan 1,9 log cycle pada simulated gastric juice selama 10 hari penyimpanan dan di fase simulated intestinal juice. Nilai total asam dan pH susu kedelai fermentasi menunjukkan peningkatan yang signifikan selama 10 hari penyimpanan yaitu 2.5% dan 3,4 berturut turut. Penelitian ini menunjukkan bahwa strain L. acidophillus FNCC 0051 memiliki viabilitas dan stabilitas yang baik selama di saluran cerna dan penyimpanan.Kata-kata kunci: probiotik, susu kedelai fermentasi, penyimpanan, simulasi saluran cerna in vitroAbstract: Lactic acid bacteria as probiotic organism play an important role in food fermentation and gives beneficial effect to the host. In order to be a probiotic organism, lactic acid bacteria must survive through the digestive tract and has a good stability and viability during storage and under simulated gastrointestinal conditions. The aim of this research is to investigate viability and stability of L. acidophillus FNCC 0051 in fermented soymilk during storage. L. acidophillus FNCC 0051 in fermented soymilk has a good viability and stability during 10 days of storage at 50 C and 250 C. L. acidophillus FNCC 0051 decreased 1,9 log cycle in simulated gastric juice during 10 days of storage as well as in simulated intestinal juice. The acidity and pH of fermented soymilk exhibited a significant increase during 10 days of storage i.e. 2.5% and 3.4 respectively. This research has shown that L. acidophillus FNCC 0051 has a good viability and stability in fermented soymilk during storage and under simulated gastrointestinal conditions.Keyword: probiotic, fermented soymilk, storage, simulated gastrointestinal juice
STUDI TENTANG PERANAN PELATIHAN DAN PEMBUATAN DEMPLOT DALAM MENENTUKAN KEBERHASILAN BUDIDAYA ABALON (HALIOTHIS SQUAMATA) DI DESA PENYABANGAN, KECAMATAN GEROKGAK, BULELENG, BALI Ida Bagus Jelantik Swasta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abalon (Haliothis squamata) merupakan salah satu komoditas perikanan yang perlu dikembangkan lebih lanjut mengingat permintaan pasar semakin meningkat dan harganya cukup tinggi. Untuk mengembangkan komoditas perikanan ini, perlu adanya tenaga-tenaga terampil yang dapat menjamin keberhasilan proses budidayanya. Terkait dengan itu, maka cukup menarik untuk dikaji apakah pemberian pelatihan dan pembuatan demplot dibidang budidaya abalone (Haliothis squamata) benar-benar dapat menghasilkan tenaga-tenaga terampil sehingga dapat menentukan keberhasilan budidaya abalone (Haliothis squamata) itu? Untuk menjawab pertanyaan itu, dilakukanlah penelitian eksperimental lapangan dengan pola quasi eksperimen. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian pelatihan dan pembuatan demplot budidaya abalone benarĀ­benar efektif menghasilkan tenaga-tenaga terampil dalam bidang budidaya abalone (Haliothis squamata). Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah terbentuknya tenaga-tenaga terampil dibidang budidaya abalone (Haliothis squamata) sehingga dapat menjamin keberhasilan budidaya abalone (Haliothis squamata) itu sendiri. Dalam penelitian ini yang dijadikan subjek adalah para teknisi budidaya perikanan dari CV. Dewata Laut yang ada di Desa Penyabangan, dengan jumlah sampel sebanyak 13 orang teknisi.Prosedur penelitian yang dilakukan adalah ; 1) memberikan pelatihan budidaya abalone kepada 13 orang teknisi sebanyak 6 kali pertemuan dengan durasi 120 menit untuk setiap pertemuan ; 2) menyediakan demplot budidaya abalone dan memberikan kesempatan kepada para teknisi yang sudah dilatih untuk melakukan praktik membudidayakan abalone selama 3 bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan melakukan test, sedangkan bentuk data yang dikumpulkan berupa ; a) data peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam bidang budidaya abalone ; b) data pertumbuhan dan hasil panen abalone selama 3 bulan pemeliharaan.Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah ; 1) adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan para teknisi dalam hal teknik budidaya abalon, rata-rata sebanyak 72,5 % ; 2) tingkat keberhasilan budidaya abalone oleh para teknisi cukup tinggi dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 2,5 gram dan sintasan mencapai 30 % selama 3 bulan pemeliharaan.Kata-kata kunci: Pelatihan, Demplot, Budidaya, AbalonAbstract: Abalon (Haliothis squamata) is one fisheries commodity which very important to develop because market demand and prize for this commodity is very high. To develop this fisheries commodity, is needed high skill man power which can assure succesfullness of their culture. Related to it, thus very interesting to study about efectivity of workshop and demplot building to produced high skill man power, and then can determine succesfullness of their culture. To know this efectivity, have been done field experimental research with quasi experimental pattern. The purpose of this research is to know efectivity of workshop and demplot building in produce a high skill man power. While, the significancies of this research is resulted a high skill man power which can assure succesfullness of abalone culture process. In this research, which take role as subject is fisheries culture technicians of CV. Dewata Laut at Penyabangan Village, with sample number is 13 person.The procedure of this research is that ; 1) giving workshop about abalone culture technique to 13 fisheries culture technicians ; 2) preparing the abalone culture demplot as direct practice facilities for 13 technicians along three months. The data collecting have been done by observation, interview and testing method, while the data kinds which collected are ; a) improvement of technicians skill in abalone culture technique ; b) growth rate and harvest number of abalone along three months culture process. The data analyzed by quantitative and qualitative descriptive approach. The results of this research are ; 1) there are improvement of technicians knowledge and skill in abalone culture technique with valueaverage 72,5 % ; 2) succesfullness level of abalone culture by technicians is moderate high with average growth rate since 2.5 gram and survival rate around 30 % along three months culture.Keywords: Workshop, Demplot, Culture, Abalone
PENTINGNYA OLAHRAGA DAN KESEHATAN GIZI BAGI KELUARGA DAN OLAHRAGAWAN Kadek Yogi Parta Lesmana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan sesuatu yang sangat berharga yang harus dijaga agar kita dapat terus bertahan hidup di dunia ini. Kesehatan sangatlah penting, karena kesehatan itu tidak dapat dibeli dengan seberapa besar dan kecil sebuah materi atau uang. Kita sendirilah yang harus bertanggung jawab terhadap kesehatan kita. Oleh karena itu kita diharuskan dan dianjurkan untuk selalu menjaga kesehatan. Salah satu cara menjaga kesehatan kita denga salah satu cara adalah berolahraga secara teratur dan intensif.Olahraga merupakan bagian kegiatan yang dilakukan sedemikian rupa sehingga jantung cukup terbebani. Ada banyak dan jenis olahraga yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan kita yang maksimal, kita dapat memilihnya sesuai dengan selera atau kebutuhan kita. Karena setiap jenis olahraga mempunyai manfaat yang berbeda-beda bagi kesehatan. Kita tidak diharuskan selalu melakukan kegiatan yang berat, cukup hanya dengan aktif beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari itu sudah cukup untuk menjaga kesehatan.Penggunaan zat gizi pada metabolisme anaerobik energi didapat terutama dari karbohidrat, sedangkan pada metabolisme aerobik energi didapat terutama dari karbohidrat dan lemak. Kebutuhan akan zat gizi yang diperlukan harus mengandung lemak, karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan air. Tahapan pemberian zat gizi disesuaikan dengan pemberian zat gizi pada masa waktu disaat menjaga kesehatan tubuh. Bagi olahragawan berolahraga harus terprogram dengan baik dengan memperhatikan penggunaan dan tahapan pemberian zat gizi karena energi dan gizi yang tidak cukup maka dapat menyebabkan kelelahan dan akibatnya dapat mempengaruhi kesehatan dan daya tahan tubuh.Kata-kata Kunci: Kesehatan, Olahraga dan GiziAbstract: Healthy is one valuable thing which must be cared in other to we are able to stay alive in this world. Healthy is very important because healthy cannot be bought by either expensive or cheap of money. The only our selves who are able to take responsibility of that healthy. So that it is a must and recommended to always take care our healthy. One way to take care our healthy is by doing exercise or sport regularly and intensively.Sports are part of activity which makes our heart work hard. There are many kind of sports it can be safe our health. We can choose according what we need. Because every kind of sport has different benefit for health. We not have to always do hard things, only with activities in daily life it is enough for safe our health.The used of nutrient on anaerobic metabolism is got from carbohydrate. Need of nutrient that is needed must contain fat, carbohydrate, protein, vitamin, mineral and water. Step of giving nutrient is adapted by giving nutrient on the time when we keep our body health. For athlete, doing sport has to be planned nicely by looking the used and step of giving nutrient because energy and nutrient that is not enough can cause tired and it affects body health and immune. Keyword: Healthy, Sports and Nutrition
PERAN KEBUGARAN JASMANI BAGI TUBUH I Ketut Sudiana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari Kebugaran Jasmani dapat menggambarkan pada kehidupan seseorang secara harmonis, bersemangat dan kreatif. Dengan kata lain, orang yang bugar adalah orang yang mampu meningkatkan karyanya, berpandangan sehat, cerah terhadap kehidupannya baik untuk saat ini maupun untuk masa depan. Jadi kebugaran jasmani sebagai ciri awal, pendorong dan sumber kekuatan bagi menggerakkan perkembangan dan pertumbuhan jasmani ke arah yang lebih baik, sehingga aspek lain dapat dicapai dengan penuh harapan.Kebugaran Jasmani adalah kemampuan tubuh untuk melakukan tugas dan pekerjaan sehari-hari dengan giat, tanpa mengalami kelelahan yang berarti serta dengan memiliki cadangan energi yang tersisa ia masih mampu menikmati waktu luang dan menghadapi hal-hal darurat yang tidak terduga sebelumnya. Melalui berbagai kegiatan fisik baik kerja berat maupun ringan yang dilakukan secara teratur dan sistematis, dapat diindikasikan bahwa jantung secara progresif memiliki daya (kekuatan) kerja lebih banyak dari biasa, sebelum terbiasa latihan jasmani secara teratur, hal ini ditandai oleh adanya kekuatan irama gerak yang lebih lama dari sejumlah otot yang terlatih untuk mempertahankan keseimbangan system peredaran darah, dan system pernafasan. Karakteristik ini merupakan bagian atau aspek yang sangat penting bagi tercapainya kebugaran jasmani, terutama dari segi kesehatan dan kualitas hidup.VO2 max yang baik merupakan indikasi kebugaran fisik seseorang itu baik. Unsur yang paling penting dalam kebugaran jasmani adalah daya tahan cardiorespirasi atau cardiovasculer. Daya tahan cardiorespirasi ini dipengaruhi oleh berapa faktor fisiologis antara lain: 1).Keturunan, diketahui bahwa 93,4% VO2 max diitentukan oleh faktor genetik; 2).Usia, daya tahan cardiorespirasi meningkat pada usia anak-anak dan kemudian mencapai puncaknya pada usia 18-20 tahun. Anak-anak yang masih tumbuh dan berkembang (13 tahun) bila berlatih akan meningkatkan VO2 max 10-20% lebih besar dari yang tidak terlatih; 3).Jenis kelamin selama akil baliq tidak ada perbedaan antara VO2 max antara anak laki-laki dan perempuan. Setelah usia ini VO2 max perempuan hanya kira-kira 70-75% laki-laki; 4).Aktivitas fisik, laju pemakian oksigen (O2) meningkat sejalan dengan meningkatnya intensitas kerja tergantung sampai tingkat maksimal. Pemakian oksigen (O2) maksimal atau kerja, aerobik maksimal sangat bervariasi bagi masing-masing individu dan meningkat dengan pelatihan yang sesuaiKata-kata kunci: Kebugaran Jasmani, Respirasi, cardiovaskulerAbstract: In everyday life, physical fitness can describe the person's life in harmony, vibrant and creative. In other words, the fit is the one that is able to improve his work, holds a healthy, bright against a good life for today and for the future. So physical fitness as a feature of early, driving and source of strength to drive the development and growth of the body into a better direction, so that other aspects can be achieved with the full expectation.Physical fitness is the body's ability to perform tasks and daily work diligently, without experiencing significant fatigue as well as the remaining energy reserves he was still able to enjoy leisure time and face things unforeseen emergency. Through a variety of physical activities both light and heavy work is done regularly and systematically, it can be indicated that the heart is progressively have power (strength) more work than usual, before accustomed to regular physical exercise, it is characterized by the presence of the power of motion rhythm more longer than the number of trained muscles to maintain balance of the circulatory system, and respiratory system. These characteristics are part or aspect which is very important for the achievement of physical fitness, especially in terms of health and quality of life.VO2 max is a good indication of a person's physical fitness was good. The most important element of physical fitness are cardiovascular endurance or cardiorespiratory. Cardiorespiratory durability is influenced by how many physiological factors, among others: 1) .Descent, note that 93.4% of VO2 max determined by genetic factors; 2) .Age, increased durability cardiorespiratory age children and then peaks at age 18-20 years. Children who are still growing and developing (13 years) when the practice will increase 10-20% VO2 max greater than the untrained; 3) This type of sex during puberty there was no difference between the VO2 max between boys and girls. After this age of women's VO2 max is only about 70-75% of men; 4) physical activity, the rate of consumption of oxygen (O2) increases with increasing intensity of work depends to a maximum level. The use of oxygen (O2) or a maximum work, maximum aerobic varies for each individual and increase the corresponding training.Keywords: Physical Fitness, Respiratory, cardiovascular
ANALISIS POTENSI SEDIMEN HUTAN BAKAU SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SEDIMENT MICROBIAL FUEL CELL (SMFC) Bagus Ngurah Alit Putra Wiryawan; I Nengah Adi Mahendra; Nyoman Alit Kuntayoni; Ajeng Istyorini Asmoning Dewanti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan bakteri untuk menghasilkan energi listrik merupakan upaya dalam mengembangkan sumber energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Sediment Microbial Fuel Cell bekerja dengan memanfaatkan mikroorgnisme yang terdapat pada sedimen untuk mendegradasi bahan organik dan menghasilkan elektron yang ditransfer ke anoda kemudian dialirkan ke katoda. Penelitian ini adalah ekperimental yang bertujuan untuk membandingkan produksi kuat arus listrik yang dihasilkan oleh sedimen hutan bakau, dan menentukan efektivitas listrik yang dihasilkan oleh sedimen hutan bakau dan pengaruh dari pH, konduktivitas, dan salinitas air terhadap produksi kuat arus listrik, serta mengidentifikasi bakteri yang terdapat pada SMFC. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan selama 5 bulan dari bulan Maret s.d. Juli 2013. Pengambilan sampel dilakukan di Pamelisan Sesetan, Denpasar Selatan dan di Karang Sewu dan Teluk Terima, Taman Nasional Bali Barat. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ekologi dan Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Pendidikan Biologi, Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu: (1) terdapat perbedaan rapat arus yang signifikan dari sampel sedimen, namun perbedaan tersebut disebabkan oleh sampel 2, untuk sampel 1, 3 dan 4 tidak memiliki perbedaan yang signifikan, (2) berdasarkan pendekatan teori, salinitas, suhu, pH, dan konduktivitas sebanding dengan rapat arus, dan (3) Hasil identifikasi bakteri diperoleh 5 isolat dengan hasil isolat A yaitu Aeromonas salmonicida, isolat B yaitu Pseudomonas sp., isolat yaitu C Vibrio gazogenes, isolat D yaitu Photobacterium lipolyticum, dan isolat E yaitu Salinivibrio siamensis.Kata-kata kunci : Sediment Microbial Fuel Cell (SMFC), hutan bakau, listrikAbstract: Exploiting bacteria to generate electrical energy in an effort to develop a more efficient energy sources and green energy. Sediment Microbial Fuel Cell works by utilizing microorganism contained in the sediments to degrade organic matter and produce electrons transferred to the anode then flowed to the cathode. This study was aimed to compare the experimental production of a strong electric current by mangrove sediments, and determine the effectiveness of the power produced by the mangrove sediments and the influence of pH, conductivity, and salinity of the water against the strong production of electric current, and identify the bacteria contained the SMFC. Implementation of these activities carried out for 5 months from March till July 2013. Sampling was conducted in Pamelisan Sesetan, South Denpasar and in Karang Sewu and Teluk Terima, West Bali National Park. Research activities carried out at the Ecology Laboratory and Microbiology Laboratory, Biology Education Department, Ganesha University of Education, Singaraja. Based on the results of this study concluded that : (1) there is a significant difference in the current density of the sediment samples, but these differences were caused by 2 samples, for samples 1, 3 and 4 do not have significant differences, (2) based on theoretical approaches, salinity, temperature, pH, and conductivity is proportional to current density, and (3) the identification of bacterial isolates obtained 5 with the result that isolates A is Aeromonas salmonicida, isolates B is Pseudomonas sp., isolates C is Vibrio gazogenes, isolates D is Photobacterium lipolyticum and isolates E is Salinivibrio siamensis .Keywords: Sediment Microbial Fuel Cell ( SMFC ), mangrove forests, electricity
MODEL MULTIPLE DECREMENT DAN APLIKASINYA I Gusti Nyoman Yudi Hartawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Cepatnya perkembangan asuransi ditandai dengan bermunculannya inovasi-inovasi produk yang ditawarkan. Model multiple decrement merupakan salah satu model aktuaria yang digunakan sebagai acuan dalam merancang suatu produk asuransi. Dalam model ini klaim tidak hanya terjadi karena orang tersebut meninggal tetapi klaim juga terjadi karena cacat atau sebab (decrement) lainya sehingga penentuan premi dengan menggunakan model ini tentunya akan berbeda dari produk asuransi pada umumnya. Makalah ini membahas mengenai model multiple decrement , bagaimana membentuk tabel multiple decrement dan aplikasi dari model tersebut dalam hal menentukan premi dari suatu produk asuransi yang bersesuaianKata-kata kunci: model multiple decrement, premi
SUMBER-SUMBER MASUKAN DISSOLVED ORGANIC MATTER (DOM) DI TELUK MEKSIKO I G N A Suryaputra
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber-sumber masukan dissolved organic matter (DOM) di daerah West Pass, Teluk Meksiko. Sampel air diambil dari beberapa kedalaman pada lima lokasi berbeda, tegak lurus dari garis pantai. Konsentrasi dissolved organic carbon (DOC) dan total dissolved nitrogen (TDN) diukur dengan menggunakan DOC Analyzer yang dilengkapi dengan detektor nitrogen. Hasil analisis menunjukkan adanya dominasi masukan DOM dari Sungai Apalachicola. Namun, autochthonous DOM juga ditunjukkan dari hasil tersebut. Sedangkan data klorofil-a menunjukkan bahwa ada proses selain fotosintesis yang juga menghasilkan DOC di lokasi tersebut.Kata-kata kunci: dissolved organic matter, dissolved organic carbon, total dissolved nitrogen, masukan.Abstract: The objective of this research was to study the sources of dissolved organic matter (DOM) at West Pass, Gulf of Mexico. Water samples were collected from several depths on 5 different locations perpendicular to coastline. Dissolved organic carbon (DOC) concentration and total dissolved nitrogen (TDN) concentration were measured using DOC Analyzer equipped with nitrogen detector. Result shows that DOM on West Pass is dominated by freshwater input from Apalachicola River. However, autochthonous DOM is also reflected from the result. Meanwhile, chlorophyll-a data shows that there are other processes than photosynthesis produce DOC on that location.Keywords: dissolved organic matter, dissolved organic carbon, total dissolved nitrogen, input
PENGEMBANGAN AGROWISATA DESA BLIMBINGSARI DI KABUPATEN JEMBRANA - BALI I Made Murna
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agribisnis di Bali merupakan sektor andalan dalam menghadapi otonomi daerah saat ini. Disamping sebagai pendukung dalam meningkatkan devisa, menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan memanfaatkan kekayaan alam yang beraneka ragam. Untuk meningkatkan sektor andalan ini maka perlu dikembangkan agrowisata yang menggabungkan antara agribisnis dengan pariwisata.Penelitian dilakukan di Desa Blimbingsari, pengambilan sampel dengan purposive sampling (dengan pertimbangan tertentu). Responden dalam penelitian ini adalah stakeholder, seperti aparat Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Desa Blimbingsari, Kelihan Banjar , tokoh masyarakat, yang mengetahui dengan baik tentang proses pengembangan program agrowisata Desa Blimbingsari. Jumlah responden 10 orang untuk faktor internal dan 10 orang untuk faktor eksternal. Data dianalisis dengan menggunakan matriks IFAS dan EFAS, serta matrik SWOT.Hasil penelitian yang termasuk kekuatan diantaranya; ada kesadaran masyarakat mempunyai potensi dalam agrowisata, lingkungan sejuk indah dan hijau. Faktor kelemahan diantaranya kemampuan skill SDM masih rendah. Faktor peluang diantaranya adanya dukungan Pemda Jembrana dalam mengembangkan agrowisata. Faktor ancaman diantaranya situasi politik negara yang kurang kondusif.Rumusan alternatif yang dilakukan setelah dianalisis dengan matrik SWOT yaitu menggunakan strategi SO (strength opportunity) adalah menggunakan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Dapat juga disebutkan bahwa strategi yang dilakukan kedepan adalah strategi agresif.Rumusan kebijakan yang dilakukan diantaranya meningkatkan potensi masyarakat dengan program pengembangan potensi masyarakat dengan indikator keberhasilan yaitu teridentifikasinya potensi masyarakat dalam pengembangan agrowisata. Memanfaatkan dukungan Pemerintah Kabupaten Jembrana; memantapkan kesadaran masyarakat melalui peningkatan ketrampilan masyarakat sehingga mampu diwujudkan agrowisata yang berbasis masyarakat desa.Dapat disarankan untuk pengembangan Desa Blimbingsari tingkatkan hubungan kerjasama dengan stakeholder, perguruan tinggi, sektor swasta dalam hal peningkatan SDM. Misalnya dengan melakukan pelatihan ketrampilan memasak, menata kamar, pemandu wisata. Disamping menambah sarana prasarana penunjang pariwisata seperti penyiapan rumah-rumah penduduk untuk menginap atau membangun fasilitas restaurant.Kata-kata kunci : strategi, agrowisata, internal, eksternal, kebijakan
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA TEMPE KACANG HIJAU HASIL PROSES FERMENTASI MENGGUNAKAN INOKULUM TRADISIONAL Siti Maryam
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempe kacang hijau (Vigna radiata L) merupakan salah satu makanan tradisional indonesia dan juga pangan fungsional, yaitu suatu pangan yang apabila dimakan akan berdampak positif pada kesehatan yang disebabkan adanya komponen antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada tempe kacang hijua (Vigna radiata L) yang difermentasi menggunakan inokulum tradisional dengan lama waktu fermentasi selama empat puluh delapan jam. Analisis aktifitas antioksidan pada tempe kacang hijau diketahui dengan menggunakan uji DPPH. Data dianalisis dengan jalan mencari rata rata dari aktivitas antioksidan yang berasal dari lima kali pengulangan pembuatan tempe kacang hijau dengan menggunakan inokulum tradisional. Hasil penelitian mengatakan bahwa aktivitas antioksidan pada tempe kacang hijau sebesar 210,7372 mg/L. Disarankan untuk uji organoleptik pada tempe kacang hijau yang difermentasi dengan inokulum tradisional.Kata-kata kunci : tempe kacang hijau, inokulum tradisional, aktivitas antioksidanAbstract: Mung bean tempeh (Vigna radiata L) is one of Indonesian traditional food and functional food, a food that if eaten will have an impact on health due to the presence of antioxidant components. This study aims to determine the antioxidant activity in mung bean (Vigna radiata L) were fermented using traditional inoculum with longer fermentation time for forty-eight hours. Analysis of antioxidant activity in mung bean identified by using DPPH test. Data were analyzed by looking for an average of antioxidant activity derived from five repetitions mung bean tempeh using traditional inoculum. Research suggests that the antioxidant activity on green bean tempeh is 210.7372 mg/L. It is recommended for organoleptic test on mung bean tempeh is fermented with inoculum tradisionalKeywords : mung bean tempeh, inoculum traditional, actyvity antioxidant
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN JENIS PENILAIAN FORMATIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SMPN DI SINGARAJA Ni Ketut Rapi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh model pembelajaran dan jenis penilaian formatif terhadap hasil belajar IPA, setelah mengontrol pengetahuan awal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu, dengan desain faktorial 2 x 2. Jumlah sampel sebanyak 136 orang siswa. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kovarian (ANAKOVA). Hasil penelitian setelah mengontrol pengetahuan awal menunjukkan: (1) untuk siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri memiliki hasil belajar IPA lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (2) untuk siswa yang diberi penilaian berbasis kelas memiliki hasil belajar IPA lebih tinggi daripada yang mengikuti pembelajaran dengan penilaian konvensional, (3) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan jenis penilaian formatif terhadap hasil belajar IPA, (4) untuk siswa yang diberi penilaian berbasis kelas, siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri mempunyai hasil belajar IPA lebih tinggi daripada yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (5) untuk siswa yang diberi penilaian konvensional, siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri mempunyai hasil belajar IPA lebih rendah daripada yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (6) untuk siswa yang mengikuti model pembelajarn inkuiri, siswa yang diberi penilaian berbasis kelas mempunyai hasil belajar IPA lebih tinggi daripada yang diberi penilaian konvensional, dan (7) untuk siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, siswa yang diberi penilaian berbasis kelas mempunyai hasil belajar IPA lebih rendah daripada yang diberi penilaian konvensional.Kata kunci: model pembelajaran, jenis penilaian formatif, pengetahuan awal, hasil belajar IPAAbstract: This study aims in to find out the effect of learning model and the type of formative assessment toward the natural science achievement after controlling the prior knowledge. This study used a quasi-experimental method with 2 x 2 factorial design. Sample was 136 students. The data was calculated using analysis of covariance (ANCOVA). The results of the study after controlling the prior knowledge showed: (1) the students who followed the inquiry learning model has a higher the natural science achievement than the students who followed the conventional learning models, (2) the students who followed the learning process with classroom-based assessment has higher the natural science achievement than those who followed the learning of conventional assessment, (3) there is an interaction effectovarian between learning model and formative assessment toward the students' the natural science achievement, (4) for students who are given classroom-based assessment, the students who followed the inquiry learning model has higher the natural science achievement than those who followed the conventional learning model, (5) for the students who are given conventional assessment, students who followed the inquiry learning model has lower the natural science achievement than those who followed the conventional learning model, (6) for students who followed the inquiry learning model, the students who are given classroom-based assessment has higher the natural science achievement than those who are given conventional assessment, and (7) for students who followed conventional learning model, students who are given classroom-based assessment has lower the natural science achievement than those who are given the conventional assessment.Keywords: learning model, type of formative assessment, prior knowledge, natural science achievement