cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
PENGARUH BEBERAPA MODEL PEMBELAJARAN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA MAHASISWA PGSD I Made Citra Wibawa
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah, model siklus belajar 7E dan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan the posttest only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiwa semester III Jurusan PGSD TA 2013/2014. Instrumen pokok penelitian yaitu tes pemahaman konsep IPA. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis deskriptif dan analisis statistik infrensial. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis ANAVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah (mean= 86,90) dan kelompok mahasiswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E (mean= 78,11), (LSD= 8,79 dan p<0,05). (2) Terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah (mean= 86,90) dan kelompok mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (mean= 72,55), (LSD= 14,35 dan p<0,05). (3) Terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok mahasiswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E (mean= 78, 11) dan kelompok mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (mean= 72,55), (LSD= 5,56 dan p<0,05). Jadi, model pembelajaran berbasis masalah dapat direkomendasikan sebagai salah satu model untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA.Kata-kata kunci: PBL, siklus belajar 7E, pemahaman konsep IPAAbstract: The aim of this study was to analyze differences between conceptual understanding between students who studied through problem-based learning model, 7E learning cycle model and direct instruction model. This study was a quasi-experimental, with the posttest only control group design. Population of this study is students of semester III jurusan PGSD TA 2013/2014. Main instrument is student conceptual understanding test. Data were analyzed in two step, they were descriptive analysis and statistical analysis infrensial. To examine the hypothesis, multivariate variants analysis with ANOVA one way was used. The result of study was stated below.First, there were significantly differences in student conceptual understanding between students who studied through problem-based learning model (mean = 86.90) and students who studied through learning cycle model (mean = 78.11), (LSD = 8.79 and p <0.05). Second, There were 7E differences in conceptual understanding between students who studied through problem-based learning model (mean = 86.90) and students who studied through direct instruction model (mean = 72.55), (LSD = 14.35 and p <0.05). Third, There were differences in conceptual understanding between students who studied through 7E learning cycle model (mean = 78, 11) and students who studied through direct instruction models (mean = 72.55), (LSD = 5.56 and p <0.05). Based on the result of study, it can be recommended that problem-based learning model can be applied as an alternative learning model in order to improve the students conceptual understanding.Keywords: PBL, learning cycle, students conceptual understanding
EFEKTIVITAS B2LS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA I Made Ardana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivan model pembelajaran berorientasi teori Bruner, budaya lokal, dan Scaffolding (model B2LS) dalam pembelajaran matematika. Penelitian dilakukan pada Sekolah Dasar (SD) di Singaraja. Data penelitian berupa aktivitas belajar, prestasi belajar, dan tanggapan siswa terhadap penerapan model masing-masing dikumpulkan melalui oservasi, tes, dan kuesioner. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif.Temuan penelitian menunjukkan bahwa: aktivitas belajar siswa sangat tinggi, prestasi belajar siswa baik, dan tanggapan siswa positif terhadap pembelajaran dengan model B2LS. Dengan kata lain model B2LS sangat efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika.Kata-kata Kunci: bruner, budaya lokal, scaffolding, dan prestasi belajarAbstract: This study aimed to find out the effectiveness of learning models concentrate burner theory, local culture, and scaffolding (B2LS models) in the learning of mathematics. The Study was conducted at the elementary school in Singaraja, the data of the study were in the form of learning activities, academic achievement and student responses to the application of the model, respectively were collected through observation, tests and questionnaires. The data that have been collected were analyzed descriptively.Findings of the study showed that: students' learning activities were very high; student achievement was good, and positive student responses towards learning with B2Ls model. In other words B2LS model was very effective to be applied in the learning of mathematics.Keyword: bruner, local culture, and learning outcome
PETA MASALAH IPTEK KERAJINAN KAYU BALI DAN PELUANG APLIKASI KAYU SINTETIK BERTEKNOLOGI NANOKOMPOSIT SILIKA-KARBON I Wayan Karyasa; I Wayan Muderawan; I Made Gunamantha
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan kayu Bali saat ini mengalami kemerosotan yang tajam disebabkan oleh banyak faktor seperti yang sering terungkap di berbagai media massa, namun pemetaan masalah IPTEK pendukung kerajinan kayu jarang diungkap secara ilmiah dan komprehensif. Tulisan ini melaporkan hasil focus group discussion dengan analisis masalah-akar masalah (root cause analysis) terhadap peta masalah IPTEK kerajinan Bali dan peluang aplikasi kayu sintetik berteknologi nanokomposit silika-karbon. Masalah IPTEK kerajinan kayu Bali berpangkal dari keterbatasan bahan baku, teknologi produksi, teknologi pendukung pengembangan desain produk, teknologi pewarnaan, dan teknologi pengemasan sertak IPTEK terkait manajemen usaha yang semuanya berujung pada tingginya biaya produksi. Aplikasi kayu sintetik yang dibuat dari biomassa tropis kaya silikon yang diperkuat dengan nanokomposit silika­karbon memiliki prospek sebagai bahan baku pengganti bahan baku utama kayu tropis dan dapat menurunkan biaya produksi karena dapat dicetak sesuai desain yang diinginkan dengan waktu pengerjaan yang lebih cepat dan limbah yang minimal.Kata-kata kunci: kerajinan, kayu sintetik, nanokomposit
PENDAMPING PENYUSUN ASESMEN FISIKA BERBASIS OSN BAGI GURU SMP NEGERI DI KOTA TABANAN A.A.Istri Agung Rai Sudiatmika
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama kegiatan P2M ini, mendiskripsikan 1) kemampuan guru pendamping pembina olimpiade OSN Fisika di SMP di kota Tabanan dalam menyusun dan mengembangkan asesmen fisika berbasis olimpiade, dan 2) respon para peserta pelatihan terhadap pelaksanaan pendampingan penyusunan dan pengembangan asesmen fisika berbasis OSN, 3) keberhasilan pelaksanaan pendampingan penyusunan asesmen fisika berbasis OSN. Untuk mencapai tujuan di atas, telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pendampingan yang diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober 2012 bertempat di SMP N 2 Tabanan. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang guru (sains-fisika) SMP N Kota Tabanan. Data dikumpulkan teknik observasi, teknik pencatatan dokumen dan teknik angket dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa 1) Guru pendamping pembina OSN fisika di SMP N di kota Tabanan memiliki kemampuan yang baik dalam menyusun dan mengembangkan asesmen fisika berbasis olimpiade; 2) peserta pelatihan menunjukkan respon positif terhadap pelaksanaan kegiatan penyusunan dan pengembangan asesmen fisika berbasis OSN; 3) Pelaksanaan pendampingan penyusunan dan pengembangan asesmen fisika berbasis OSN berhasil. Beberapa hal positif yang diperoleh setelah kegiatan pendampingan ini adalah 1) para guru pendamping pembina olimpiade fisika memperoleh pendalaman materi-materi fisika dalam tataran OSN, 2) para guru peserta pelatihan mengetahui teknik penyusunan dan pengembangan asesmen fisika berbasis OSN yang secara langsung dapat diterapkannya dalam membina kegiatan olimpiade, dan 3) tersedianya asesmen fisika SMP berbasis OSN yang akan digunakan oleh para guru pembina dan para siswa sebagai salah satu acuan sumber belajar dalam persiapan menghadapi OSN.Kata-kata kunci : asesmen, fisika, pendampingan, OSN
Pembelajaran Sains di Era Revolusi Industri 4.0 Ida Bagus Putu Arnyana
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revolusi Industri 4.0 yang disebabkan oleh kemajuan teknologi menyebabkan perubahan di berbagai sendi kehidupan manusia. Perubahan itu juga menuntut manusia menguasai berbagai keterampilan yang dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0 agar dapat bertahan dan mencapai tatanan kehidupan yang lebih baik. Sebagai upaya dalam meyikapi perubahan tersebut, pendidikan secara khusus pada pembelajaran sains memiliki tanggung jawab untuk menciptakan manusia yang cerdas, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan penyesuaian cara pandang pembelajaran sains dan karakteristik era Revolusi Industri 4.0. Penyesuaian cara pandang pembelajaran sains merujuk pada titik temu antara karakteristik kehidupan di era Revolusi Industri 4.0 dan hakikat sains sebagai nilai, proses, dan produk serta pelaksanannya dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini, diartikan bahwa pemberdayaan berbagai keterampilan yang dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0 melalui pembelajaran sains harus tetap berada di dalam koridor sains sebagai nilai, proses, dan produk. Setidaknya dapat ditemukan tiga aspek penyesuaian pembelajaran sains dan kehidupan di era Revolusi Industri 4.0 meliputi: 1) pergeseran teori pembelajaran sains dari pedagogi ke andragogi; 2) penggunaan blended learning; dan 3) pemberdayaan keterampilan berkolaborasi dalam pembelajaran. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga penyesuaian tersebut menemukan berbagai tantangan dalam pelaksanaannya. Untuk itu, para pendidik diharapkan tetap berinovasi dan menyesuaikannya dengan konteks, kebutuhan, dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sehingga dapat melahirkan lulusan yang adaptif dan memiliki daya saing di era Revolusi Industri 4.0.
The Role of Chemistry in The Fourth Industrial Revolution I Wayan Muderawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Fourth Industrial Revolution is building on the digital revolution that characterized by a fusion of technologies that is blurring the lines between the physical, digital, and biological spheres. Those technologies strongly depend on smart materials or advanced material chemistry. Chemistry known as the central science is a science that studies the composition, structure, and properties of materials and the changes that materials undergo. Chemistry, especially Advanced Materials Chemistry, played a leading role in previous industrial revolutions, through its research, innovations and products. Today, advanced material chemistry is an important enabler of the Fourth Industrial Revolution through its discoveries and innovations of new smart materials. Smart materials are defined as materials that sense and react to environmental conditions or stimuli, such as conducting polymers for OLEDs, optical fibers for transmitting light used in communication technology, and carbon nanotubes for nanochips technology. Those materials are essential building block for digital technology. Its contributions allow other fields of sciences to turn ideas, research, and innovations into sophisticated products supporting digital transformation. On the other hand, chemistry industry itself is also being transformed through digitalization. Digitalization helps increase productivity and safety across the industry’s value chain and supports the design of new offerings. Further, the industry needs to closely monitor pockets of digital disruption.Keywords: chemistry, material chemistry, smart materials, industrial revolution 4.0
Masalah-Masalah Geometri Bidang Untuk Mengonstruksi Konjektur Matematika I Wayan Puja Astawa; I Nyoman Sukajaya
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengonstruksi konjektur matematika dalam pembelajaran dapat dimulai dengan menyiapkan masalah-masalah yang menantang untuk berpikir kritis dan kreatif. Sejalan dengan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan masalah-masalah geometri bidang yang dapat digunakan untuk mengonstruksi konjektur matematika. Pengembangan masalah-masalah geometri bidang dilakukan dengan penelitian desain dan pengembangan model 4D dari Thiagarajan, dkk. Masalah yang dikembangkan selanjutnya diuji validitasnya melalui uji ahli dengan teknik Gregory dan uji kecukupan informasi untuk mengonstruksi konjektur dengan melibatkan 40 orang mahasiswa. Penelitian menghasilkan gambaran terhadap konsep-konsep geometri bidang yang esensial di sekolah menengah dan masalah-masalah geometri bidang untuk mengonstruksi konjektur matematika dari konsep-konsep tersebut. Konsep-konsep geometri bidang esensial dalam pembelajaran di sekolah meliputi bangun-bangun datar, luas, keliling, dan pencerminan. Sementara itu, masalah-masalah geometri bidang yang dikembangkan dari konsep-konsep tersebut sebanyak 3 buah. Masalah-masalah yang dikembangkan bersifat valid melalui uji ahli dengan indeks validitas Gregory sebesar 1. Uji empiris terhadap 40 mahasiswa menunjukkan rata-rata 59,6% mahasiswa mampu mengonstruksi konjektur dari masalah-masalah tersebut.Kata kunci: masalah-masalah geometri bidang, konsep esensial, konjektur matematika
Perancangan dan Validasi Bahan Ajar Metode Numerik dengan Pendekatan Representasi Beragam Berbantuan Pascal I Made Suarsana; I Gusti Ngurah Pujawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilakukan untuk menjawab permasalahan pada perkuliahan metode numerik berupa rendahnya kemampuan pemahaman konseptual dan keterampilan prosedural matematis mahasiswa. Melalui penelitian ini akan dikembangkan perangkat pembelajaran berupa bahan ajar dengan pendekatan representasi beragam yang dilengkapi dengan program komputer menggunakan bahasa pascal. Penelitian dilakukan melalui empat tahap, mengadopsi desain penelitian pengembangan 4-D (define, design, develop, and disseminate). Kualitas perangkat yang dihasilkan ditentukan berdasarkan validasi ahli. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid. Agar perangkat memenuhi kriteri layak, maka penelitian perlu dilanjutkan sehingga terpenuhi pula kriteria praktis dan efektif melalui uji coba terbatas dan luas.Kata kunci: representasi beragam, metode numerik, pemahaman konseptual, keterampilan prosedural
Validitas Bahan Ajar Geometri Ruang Berdasarkan Model Van Hile dan Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi Made Juniantari; Ni Putu Sri Ratna Dewi
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar geometri ruang berdasarkan model Van Hiele dan pendidikan karakter di perguruan tinggi yang valid untuk meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa. Pengembangan bahan ajar dalam penelitian ini mengikuti prosedur pengembangan dari Plomp yang meliputi lima tahap yaitu: (1) investigasi awal, (2) desain, (3) realisasi/konstruksi, (4) tes, evaluasi, dan revisi, dan (5) implementasi. Pada tahun pertama, penelitian ini hanya sampai pada tahap tes, evaluasi, dan revisi yaitu melakukan validasi bahan ajar. Validitas isi dalam penelitian ini dilihat dari kesesuaian bahan ajar dengan teori pengembangan yang dijadikan pedoman dan sesuai dengan tuntutan karakteristik model pembelajaran. Sedangkan validitas konstruk dilihat dari adanya keterkaitan yang konsisten dari setiap komponen bahan ajar dengan karakteristik model pembelajaran yang diperoleh melalui penilaian validator. Validasi konstruk bahan ajar dalam penelitian ini termasuk katagori sangat valid. Berdasarkan penilaian validator kemudian dilakukan revisi terhadap bahan ajar. Tahap selanjutnya adalah tahap uji coba terbatas untuk melihat kepraktisan dan keefektivan bahan ajar.Katakunci: bahan ajar geometri ruang, model Van Hiele, pendidikan karakter
Penerapan Algoritma K-MEDOID untuk Mementukan Rumah TIDAK Layak Huni Kadek Erna Kembar Ayu; I Made Candiasa; I Nyoman Sukajaya
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : hasil clustering rumah tidak layak huni dengan algoritma k-medoid, tingkat akurasi k-medoid, dan perbandingan algoritma k-medoid dan k-mean dalam menentukan rumah tidak layak huni. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data kerusakan rumah tidak layak huni tahun 2017 pada Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Buleleng. Data yang digunakan sebanyak 440 dengan 13 parameter, yaitu: (1) penutup atap; (2) rangka atap; (3) kolom; (4) dinding pengisi; (5) kusen; (6) daun pintu; (7) daun jendela; (8) struktur bawah lantai; (9) penutup lantai; (10) pondasi; (11) sloof; (12) kamar mandi dan wc; dan (13) saluran air kotor. Data kerusakan tersebut dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu ringan, sedang, berat dan total. Hasil pengelompokan menggunakan algoritma k-medoid dalam menentukan rumah tidak layak huni dengan alat bantu software Matlab 2016a menunjukan bahwa terdapat 34 kerusakan kategori ringan, 98 kerusakan kategori sedang, 130 kerusakan kategori berat, dan 178 kerusakan kategori total. Selain itu tingkat akurasi algoritma k-medoid lebih baik daripada k-mean. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil purity dari algoritma k-medoid sebesar 0,63 dengan 277 data relevan dan 163 tidak relevan, sedangkan hasil purity algoritma k-mean yaitu 0,13 dengan 59 data relevan dan 381 tidak relevan. Akan tetapi algoritma k-mean memiliki kecepatan waktu sebesar 0,16 detik, yang berarti lebih cepat dibandingkan algoritma k-medoid ( 91,135 detik) dalam pemrosesan data.Kata kunci: k-medoid, rumah tidak layak huni, dinas perumahan, permukiman, dan pertanahan kabupaten buleleng