cover
Contact Name
Riki Ruli A. Siregar
Contact Email
riki.ruli@sttpln.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
riki.ruli@sttpln.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kilat
ISSN : 20891245     EISSN : -     DOI : -
KILAT Journal is a scientific journal published by STT-PLN. KILAT Journal is published twice in one year in April and October and contains the results of research in the fields of Mechanical Engineering, Electrical Engineering, Civil Engineering and Information Engineering, Law and Economics related to studies in the field of Renewable Energy, Electricity, Telecommunications, Control Systems , Electronics, Architecture, Computer Systems, and Information Systems.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2020): KILAT" : 17 Documents clear
Multi Factor Evaluation Process (MFEP) Sebagai Rekomendasi Pelanggan Prioritas Penanganan Pada Pengajuan Pasang Baru dan Tambah Daya Listrik PT PLN (Persero) Area Cengkareng Dine Tiara Kusuma; Karina Djunaidi; M. Yoga Distra S
KILAT Vol 9 No 2 (2020): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v9i2.930

Abstract

Aplikasi pengajuan pasang baru dan tambah daya listrik dirancang sesuai dengan kebutuhan informasi dan perkembangan teknologi komputer yang semakin cepat, baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunak. Permasalahan yang yang ditemukan dalam penelitian ini adalah banyaknya data dan berkas pelanggan yang tidak sesuai ketika melakukan pendaftaran online saat proses pasang baru dan tambah daya listrik yang menyebabkan adanya daftar tunggu yang dapat menghambat proses bisnis yang ada di PT PLN (Persero) Area Cengkareng. Aplikasi berbasis web ini dirancang untuk membantu dalam memberikan rekomendasi pelanggan prioritas penanganan pasang baru dan tambah daya di PT PLN (Persero) Area Cengkareng dan dapat membantu memudahkan pelanggan dalam memperoleh pemberitahuan permohonan pengajuan pasang baru atau tambah daya yang telah diajukan. Metode yang digunakan untuk membantu dalam menentukan rekomendasi pelanggan prioritas penanganan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Multi Factor Evaluation Process (MFEP). MFEP bekerja dengan mengambil keputusan multi faktor dimana proses pemilihan alternatif terbaiknya menggunakan weighting system, dengan pengolahan data kuantitatif. Sehingga nilai total hasil evaluasi rekomendasi pelanggan yang menjadi prioritas penanganan pada penelitian ini adalah adalah 0.845.
Klasifikasi Kompetensi Alumni Berdasarkan Masa Tunggu Alumni untuk Mendapatkan Pekerjaaan Menggunakan Metode Agoritma C4.5 Rizqia Cahyaningtyas; Luqman Luqman; Yolana Inas H
KILAT Vol 9 No 2 (2020): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v9i2.950

Abstract

Tracer Study is a search for information about alumni that aims to identify how much higher education graduates can move in the world of work according to the relevance of their education. In this study, tracer study data were obtained from a questionnaire distributed to alumni. The data consists of data from the last 5 years, namely 2015 to 2019, which is processed to find out how long the alumni have to wait for a job from the time of graduation based on competency. C4.5 algorithm is used to form a decision tree to see which competencies have the most influence on alumni in order to get a job in a short time. The results of the analysis carried out there are several competencies that most influence the waiting period of alumni to get a job, namely disciplinary education, time management, analytical skills and computer skills. The highest accuracy was found in 2016, which was 82.86%.
Tinjauan Karakteristik Bahan Penyusun Beton Berpori dengan Penggunaan Flyash dan Superplasticizer untuk Perkerasan Jalan Ramah Lingkungan Ade Okvianti Irlan; Grace Kurniawati; Muhammad Sofyan
KILAT Vol 9 No 2 (2020): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v9i2.954

Abstract

Perubahan tata guna lahan di perkotaan khususnya di Jakarta semakin meningkat, sehingga mengakibatkan semakin berkurangnya daerah resapan air hujan, dikarenakan luas daerah resapan yang ditutupi bangunan perumahan, perkantoran, perkerasan beton menyebabkan waktu berkumpulnya air jauh lebih pendek dan banjir. Oleh karena itu, teknologi drainase berwawasan lingkungan seperti beton berpori dapat digunakan. Beton berpori adalah beton khusus yang memiliki rongga serta porositas yang tinggi dan mudah untuk dilewati air. Material penyusun dari beton berpori terdiri dari campuran semen, air, agregat kasar dan sedikit agregat halus atau tanpa agregat halus. Tujuan utamanya untuk mengetahui karakteristik kimia dan karakteristik fisis dari material penyusun beton berpori. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode ekperimen di laboratorium. Dari hasil analisis diperoleh material flyash memiliki jumlah silikat dioksida (SiO2) aluminium (Al2O3) dan besi (Fe2O3) sebesar 83,35% dan CaO 10,43%, termasuk fly-ash kelas F yaitu lebih besar dari 70%. Sedangkan pada semen, hasil dari PT. Semen Conch Prakarsa Indonesia, kandungan kimia Semen Jakarta (C3S) 60,17%; (C2S) 11,43%; (C3A) 8,68%; (C4AF) 10,41%, dan merupakan semen OPC type 1. Pengujian fisik fly-ash dan semen diperoleh berat jenis fly-ash 2,54 dan memenuhi syarat sebagai material fly-ash dan untuk berat jenis semen 2,98 lebih kecil dari syarat berat jenis semen pada umumnya. Pengujian fisis agregat kasar ditinjau dari berat jenis, penyerapan dan modulus halus butir memenuhi syarat sebagai agregat kasar.
Studi Literatur Beton Berpori Dengan Penambahan Fly Ash, Superplasticizer, dan Serat Terhadap Kuat Tekan Ade Okvianti Irlan; Dewi Rintawati; Paikun Paikun
KILAT Vol 9 No 2 (2020): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v9i2.956

Abstract

Permasalahan genangan air di permukaan atau banjir di Indonesia masih belum teratasi hingga kini. Salah satu solusi di bidang infrastruktur yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah penggunaan beton berpori sebagai material perkerasan jalan. Beton berpori adalah beton khusus yang didesain memiliki porositas yang tinggi sehingga rongga pada beton mampu dilewati oleh air. Kekurangan dari beton berpori adalah memiliki kuat tekan yang rendah. Maka dari itu, banyak penelitian terdahulu yang melakukan penambahan bahan tambahan, seperti abu terbang, superplasticizer, dan serat ke dalam campuran beton berpori untuk meningkatkan kuat tekannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan campuran beton berpori yang optimal dan mengetahui pengaruh dari abu terbang, superplasticizer, dan serat terhadap kuat tekan beton berpori berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur. Setelah dilakukan analisis terhadap 30 penelitian terdahulu, beton berpori yang optimal didapat oleh salah satu penelitian dengan kuat tekan 34,5 MPa, porositas 21,88%, dan permeabilitas 6,7 mm/s. Pengaruh maksimum yang disebabkan oleh penggunaan abu terbang, superplasticizer, dan serat terhadap peningkatan kuat tekan beton berpori masing-masing sebesar 149,45%, 76,62%, dan 57,14%.
Pendekatan LSTM untuk Memprediksi Kondisi Motor 10 kV pada PLTU Batubara Muhammad Kamal Wisyaldin; Gita Maya Luciana; Henry Pariaman
KILAT Vol 9 No 2 (2020): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v9i2.997

Abstract

Conditon Based Maintenance merupakan salah satu metode untuk memprediksi kondisi motor. Namun metode ini membutuhkan keakuratan estimasi Remaining Useful Life yang tinggi. Estimasi Remaining Useful Life bisa sangat sulit terutama ketika jumlah data yang berasal dari sensor terlalu besar. Pendekatan Machine Learning dibutuhkan karena dapat memahami semua korelasi antara pengukuran data sensor, sehingga dapat menghasilkan prediksi Remaining Useful Life yang akurat. Long-Short Term Memory network merupakan salah satu metode pendekatan machine learning terbaik untuk memprediksi kondisi peralatan karena memiliki kemampuan untuk menyimpan ingatan dalam waktu yang lama secara bersamaan serta dapat memahami korelasi yang kompleks antara data sehingga memberikan informasi yang sangat berguna dalam menentukan Remaining Useful Life. Tulisan ini menyajikan perbandingan pendekatan menggunakan model Long-Short Term Memory dan dua model algoritma konvensional untuk memprediksi kondisi motor 10 kV. Hasil pemodelan menunjukkan prediksi sinyal menggunakan pendekatan Long-Short Term Memory lebih akurat daripada model algoritma konvensional karena menghasilkan prediksi model yang paling dekat dengan data aktual, ditunjukkan oleh hasil mean absolute percentage error terkecil yaitu 3,8%. Keakuratan hasil prediksi Long-Short Term Memory menunjukkan keandalan arsitektur sehingga pembangkit memperoleh peringatan sebelum kerusakan terjadi.
Perancangan Simulasi PID Controller Mengunakan Graphic User Interface dan Simulink Adri Senen
KILAT Vol 9 No 2 (2020): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v9i2.1015

Abstract

Kontroller PID (Proportional–Integral–Derivative) merupakan salah satu kontroller yang banyak dipakai dalam menentukkan keakuratan suatu sistem instrumentasi, dengan melihat respon dan karakteristik umpan balik dari sistem tersebut. Namun demikian untuk melihat respon suatu sistem dengan berbagai macam kombinasi sinyal input dan aksi pengontrolan merupakan hal yang sulit dan membosankan. Disamping itu proses untuk memunculkan respon sistem yang dilakukan secara manual pun membutuhkan perhitungan matematis yang lama dan cukup rumit, sehingga diperlukan suatu software yang mampu mengatasi hal tersebut, dalam hal ini Graphic User Interface (GUI) dapat menjadi solusinya. Software ini dilengkapi dengan berbagai toolbox yang memudahkan pemakai untuk melakukan perhitungan- perhitungan tertentu. Bahkan saat ini sudah dikembangkan juga toolbox khusus untuk simulasi yang diberi nama simulink, yakni dengan menggunakan diagram block closed loop system. Bentuk penjabaran diagram block dilakukan dalam domain-s, sehingga bentuk transfer function harus dalam domain laplace. Proses input nilai PID bisa dilakukan dengan cepat dan dengan berbagai kombinasi walaupun dalam proses penentuan nilai masih dilakukann dengan metode trial dan error, untuk mendapatkan respon yang diinginkan. Hasil simulasinya bisa menggambarkan secara jelas karakteristik respon dari berbagai aksi pengontrolan tanpa harus melakukan perhitungan manual lagi
Pengembangan Metodologi Prakiraan Beban Listrik Sektoral Secara Mikrospasial Adri Senen
KILAT Vol 9 No 2 (2020): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v9i2.1016

Abstract

Prakiraan kebutuhan beban listrik merupakan langkah penting dalam perencanaan pengembangan ketenagalistrikan yang dijabarkan dalam pola antisipasi untuk memenuhi kebutuhan energi listrik hingga jangka waktu tertentu. Metoda prakiraan beban sektoral saat ini lebih sederhana dan mudah untuk diimplementasikan, namun keakuratannya akan cenderung bias pada wilayah yang memiliki keterbatasan data dan area pelayanannya dinamis. Di samping itu hasil prakiraannya masih bersifat makro, sehingga tidak memperlihatkan pusat-pusat beban pada wilayah yang lebih kecil (grid) dan mengakibatkan lokasi gardu distribusi tidak dapat ditentukan dengan pasti. Dengan menggunakan metoda prakiraan beban sektoral secara mikrospasial akan menjadikan area yang diprediksi akan semakin banyak karena area berbentuk grid – grid, maka diperlukan pengelompokan grid (kelurahan) menggunakan teknik clustering untuk membuat similarity matrix yang memuat tingkat kemiripan antar data yang dikelompokkan. Clustering yang dilakukan melibatkan banyak faktor (multivariate) yakni faktor geografi, demografi, sosio ekonomi dan beban kelistrikan per sektor. Hasil setiap cluster mempunyai karakteristik wilayah yang berbeda yang kemudian diproyeksikan pertumbuhan bebannya sehingga hasil prakiraan yang lebih teliti. Penelitian ini dilakukan di wilayah PT PLN (Persero) Area Tangerang. Dengan menggunakan metode mikrospasial didapatkan clusterisasi untuk pertumbuhan beban di PT PLN (Persero) area Tangerang sebanyak 5 cluster dari 114 kelurahan
Pemodelan Cuaca Menggunakan Model Hidden Markov Untuk Pemanfaatan Energi Surya Miftahul Fikri; Samsurizal Samsurizal; Kartika Tresya mauriraya; christiono christiono
KILAT Vol 9 No 2 (2020): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v9i2.1023

Abstract

Energi terbarukan merupakan energi alternatif untuk mengatasi permasalahan yang timbul pada energi konvensional, yaitu terbatas dan menimbulkan polusi yang dapat merusak lingkungan. Disisi lain, Indonesia sebagai negara tropis yang terletak di kawasan katulistiwa, memiliki potensi energi matahari yang melimpah dan bersinar sepanjang tahun. LAPAN mencatat radiasi harian rata-rata energi surya adalah 4.8 KWh/m2. Karenanya, sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) memiliki potensi yang sangat besar sebagai sumber energi utama untuk digunakan di Indonesia pada masa depan. Salah satu permasalahan utama saat perencanaan PLTS adalah ketidakpastian cuaca, hal ini menyebabkan kesulitan dalam merencanakan kapasitas PLTS yang dibutuhkan. Permasalahan ini dapat terselesaikan jika ketidakpastian cuaca ini dapat diatasi. Metode yang dapat diandalkan untuk mengatasi ketidakpastian ini adalah pemodelan stokastik, hali ini dikarenakan pemodelan stokastik merupakan suatu model yang dibangun menggunakan aturan-aturan peluang. Model hidden Markov (MHM) merupakan salah satu pemodelan stokastik yang dapat diandalkan tanpa harus mengetahui faktor-faktor penyebab permasalahan yang dimodelkan, termasuk permasalahan pada cuaca ini yang mana faktor-faktor penyebabnya sulit diamati. Ditengah keterbatasan, pemodelan ini menggunakan data cuaca harian BMKG pada wilayah Samarinda, Kalimantan Timur pada tanggal 1 Juli sampai dengan 31 Oktober 2019 (sebanyak 123 hari). Data cuaca yang diperoleh tersebut dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu cerah, cerah-berawan, berawan, hujan. Model dibuat menggunakan data cuaca sebanyak 105 hari, yang mana sisa sebanyak 18 hari digunakan untuk mengecek ketepatan prediksi model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki ketepatan sebanyak 87 dari 105 hari (82,86%). Adapun keatepatan model untuk memprediksi sebanyak 13 dari 18 hari (72,67%).
Rancang Bangun Gasifier Tanpa Blower Berbahan Bakar Arang Limbah Perkebunan Kelapa Sawit Arief Suardi Nur Chairat; Vendy Antono; Prayudi Prayudi; Roswati Nurhasanah
KILAT Vol 9 No 2 (2020): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v9i2.1049

Abstract

Dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki kebun kelapa sawit terluas, terbuka peluang besar bagi Indonesia untuk menggunakan potensi sumber daya energi terbarukan untuk menghasilkan energi listrik, terutama untuk daerah-daerah pedesaan atau kawasan terpencil. Limbah kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan bakar dalam proses gasifikasi untuk menghasilkan syntetic gas (syngas) yang akan digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Proses gasifikasi sangat dipengaruhi oleh reaktor gasifier agar gas yang dihasilkan memiliki nilai kalor tinggi dan bersifat mampu bakar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat reaktor gasifier tipe updraft tanpa blower sehingga tidak memerlukan energi listrik dalam pengoperasiannya, akan tetapi menggunakan daya hisap mesin. Desain ini sesuai untuk pembangkit listrik skala kecil yang tidak terhubung ke jaringan listrik (off-grid) di daerah pedesaan. Berdasarkan perhitungan, ketersediaan energi biomassa diketahui 2113,8 MJ dan hasil rancang bangun gasifier ini diketahui untuk luas penampang reaktor 375 cm2 dan untuk tinggi 100 cm dengan bahan baku 2.47 kg/jam serta menghasilkan daya output dengan kapasitas 5 kW. Penelitian menggunaan genset gasolin dengan output maksimal 2,5 kW. Pada percobaan terakhir, gasifier dioperasikan selama 3 jam dengan menggunakan beban 1 kW menghabiskan arang sebanyak 6.9 kg. percobaan masih perlu diusahakan untuk daya lebih besar dan penggunaan bahan bakar sesedikit mungkin. Kata kunci: Kelapa sawit, gasifier, listrik Known as one of the countries with the largest oil palm plantations, there is a great opportunity for Indonesia to use the potential of renewable energy resources to produce electricity, especially for rural areas or remote areas. Palm oil waste can be used as a fuel source in the gasification process to produce syntetic gas (syngas) which will be used to produce electricity. The gasification process is strongly influenced by the gasifier reactor so that the gas produced has a high heating value and is capable of combustion. This study aims to design and make an updraft type gasifier reactor without a blower so that it does not require electrical energy in its operation, but uses engine suction power. This design is suitable for small scale power plants that are not connected to the electricity network (off-grid) in rural areas. Based on calculations, the availability of biomass energy is known to be 2113.8 MJ and the results of this gasifier design are known for the reactor cross-sectional area of ​​375 cm2 and for a height of 100 cm with a raw material of 2.47 kg / hour and produce an output power with a capacity of 5 kW. The research uses a gasoline generator with a maximum output of 2.5 kW. In the last experiment, the gasifier was operated for 3 hours using a 1 kW load consuming 6.9 kg of charcoal. trials still need to be tried for more power and as little fuel usage as possible. Keywords: Palm oil, gasifier, electricity
Chiller Performance Analysis Of Multiple Faults Rifki Arief Munandar; Nofirman Firdaus; Halim Rusjdi; prayudi prayudi
KILAT Vol 9 No 2 (2020): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v9i2.1065

Abstract

Chiller is one source of electricity consumption in buildings. For this reason, keeping the performance of the chiller always at optimum is necessary to limit excessive energy consumption. This paper aims to analyze the performance of the chiller against multiple failures, namely the reduction in condenser and evaporator water that occurs simultaneously (Multiple faults). Secondly, knowing the effectiveness of operating parameters that can detect these multiple failures. In conducting the analysis, we use experimental data conducted by Comstock. The data will be processed and then one variable regression equation will be sought to see the effect of multiple failures on chiller performance and chiller operating parameters to detect multiple failures. From the regression equation for multiple failures we compare it to the normal conditions of the chiller. The results show that for some load ranges, chiller performance drops, while in other ranges chiller performance is better. While the parameters (TCO-TCI) and (TEI-TEO) can detect this multiple failure for the entire load

Page 1 of 2 | Total Record : 17