cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
ISSN : 16933591     EISSN : 2579910X     DOI : -
Core Subject : Science,
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
IDENTIFIKASI MELAMIN DALAM SUSU IMPOR YANG BEREDAR DI SWALAYAN BREBES DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Indah Puji Lestari; Wranti Sri Rahayu; Pri Iswati Utami
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v8i1.598

Abstract

ABSTRAK Identifikasi melamin dalam susu impor dilakukan dengan metode KCKT. Sistem KCKT yang digunakan adalah kromatografi fase terbalik dengan fase diam kolom shimpack oktadesillina dan fase gerak asetonitril:air dengan perbandingan konsentrasi 50:50, laju alir 1,0 mL/menit, detector UV 240 nm. Dari hasil pengujian didapatkan hubungan yang linear antara luas puncak dengan konsentrasi pada rentang 2-10 µg/mL dengan koefisien korelasi (r) 0,9988 diperoleh persamaan Y = 0,3771 X + 0,0151, dengan LOD = 0,5194 µg/mL dan LOQ = 1,7316 µg/mL. Uji presisi pada konsentrasi 6 µg/mL memberikan kesalahan yang relatife (KV) = 4,263%; dan ketelitian alat sebesar 99,957%. Uji perolehan kembali dengan standar 4, 6, 8 µg/mL memiliki rata-rata 98,23%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel susu impor I, II, III dan IV yang beredar di swalayan Brebes tidak terdeteksi adanya melamin. Kata Kunci : KCKT, Melamin, susu impor. ABSTRACT Identification of melamine in import milk by HPLC (High Performance Liquid) method had been done. The system of HPLC is reversed phase which stationary phase colomn shimpack oktadesilsilina and the mobile phase is acetonitrile:water (50:50), as flow rate 1.0 mL/menit, detection wavelength was 240 nm. Indicated a linear correlation between the peak area versus concentration from 2-10 µg/mL with correlation coefficient (r) = 0.9988 and got the equation of regretion Y = 0.3771 X + 0.0151, with LOD = 0.5194 µg/mL and LOQ = 1.7356 µg/mL. Precision test concentration 6 µg/mL give variation coefficient (CV) = 4.263% and the precision of instrument 99.957%. The recovery test standart 4, 6, 8 µg/mL indicated the average 98.23 %. The result presents that sample I, II, III dan IV distributed in Brebes does not contain the melamine. Keywords : HPLC, Melamine, import milk.
UJI AKTIVITAS ANTIHIPERKOLESTEROLEMIA FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN LDL KOLESTEROL PADA HAMSTER HIPERKOLESTEROLEMIA Dwitiyanti Dwitiyanti; Hadi Sunaryo; Ika Resty Kania
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v12i2.327

Abstract

ABSTRAK Daun kelor merupakan tanaman yang sering digunakan sebagai penurun kadar kolesterol. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh pemberian fraksi etil asetat ekstrak daun kelor terhadap penurunan kadar kolesterol total dan LDL darah pada hamster hiperkolesterolemia. Penelitian ini menggunakan hamster Syrian jantan yang dibagi dalam 6 kelompok perlakuan, masing-masing terdiri 4 hamster: kelompok I (kontrol normal), kelompok II (kontrol positif) yang diberi atorvastatin, kelompok III (kontrol negatif), kelompok IV, V, dan VI (kelompok uji) diberi fraksi etil asetat daun kelor dengan dosis 1,186 mg/kg BB; 3,722 mg/kg BB; dan 7,444 mg/kg BB. Induksi pakan tinggi kolesterol dengan kuning telur 10% dan pakan standar 90% diberikan selama 28 hari. Uji ANOVA satu arah (p
HUBUNGAN STATUS PEMBERIAN ASI DAN KELENGKAPAN IMUNISASI DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Nurul Azizah; Didik Setiawan; Susanti Susanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i3.750

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia penyakit diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat, karena tingginya angka kesakitan dan kematian terutama pada balita. Kejadian diare pada anak di ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto bulan September 2011 - Februari 2012 sebanyak 23,4% dari total 1125 anak. Desain penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian case control. Kelompok kasus adalah ibu-ibu yang anaknya dirawat di ruang Aster yang menderita diare, sedangkan kelompok kontrol adalah ibu-ibu yang anaknya dirawat di ruang Aster menderita bronkopneumonia. Analisis data dilakukan secara univariat, analisis bivariat dengan chi square test dengan program SPSS. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara status pemberian ASI (p=0,472) dan kelengkapan imunisasi (p=0,432) dengan kejadian diare pada anak di ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Anak yang mendapat ASI eksklusif beresiko lebih kecil terkena diare dibandingkan anak yang tidak diberi ASI eksklusif, sedangkan anak yang mendapatkan imunisasilengkap beresiko lebih kecil terkena diare dibandingkan dengan anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Kata kunci: ASI eksklusif, kelengkapan imunisasi, diare ABSTRACT Diarrhea is one of problem in public health in Indonesia, it can be seen from the number of illness and mortality rate in toddlers. The incidence in Aster wards Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Public Hospital from September 2011-Februari 2012 showed 23,4% from 1125 children experienced diarrhea. The method of this research was analytic observational through case control research design. Experiment group came from the mothers with diarrhea children, while control group was mothers with bronkopneumonia children treated in Aster ward. Researcher used univariate analysis, chi square test in bivariate analysis with SPSS. Chi square experiment revealed that there was no significant relationship between breastfeeding (p=0,472) and completeness of immunization (p=0,432) of the incident of diarrhea in Aster ward Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokwerto Public Hospital. It can be concluded that children who are exclusively breastfeeding had smaller risk of diarrhea than children who did not exclusively breastfeeding, while children who had complete immunization showed smaller risk of diarrhea than children who had not complete immunization Keywords : Exclusive breastfeeding, completeness of immunization, diarrhea.
Validasi Metode Spektrofotometri UV-VIS Untuk Studi Kelarutan Pentagamavunon-0 di dalam Pembawa Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System Ika Yuni Astuti; Marchaban Marchaban; Ronny Martien; Agung Endro Nugroho
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.003 KB)

Abstract

Pentagamavunon-0 memiliki aktivitas anti-inflamasi yang tinggi namun kelarutan dan absorpsinya kurang, yang dapat diperbaiki dengan formulasi SNEDDS. Salah satu parameter penting optimasi SNEDDS adalah kelarutan PGV-0 dalam berbagai minyak, surfaktan, co-surfaktan dan pada produk akhir. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan validasi metode spektrofotometri UV-Vis yang sederhana dan murah untuk perhitungan PGV-0 dalam formulasi SNEDDS. Pengujian dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, metanol sebagai pelarut dan deteksi sinar tampak dilakukan pada panjang gelombang 419 nm. Linieritas, batas deteksi (LOD), batas kuantitas (LOQ), presisi, dan keakuratan metode tersebut ditentukan. Studi kelarutan dilakukan dengan metode shake flask termodifikasi, menggunakan labrasol sebagai model pembawa. PGV-0 yang tidak larut dipisahkan dan dibersihkan dari filtrat, dihitung dengan spektrofotometri UV-Vis yang telah divalidasi, dan kelarutan PGV-0 ditentukan. Pengukuran validasi dilakukan pada kisaran 1-8 ppm. Hasil penelitian menunjukkan adanya linieritas yang baik dengan r=0,99949, LOD=0,29 ppm, dan LOQ=0,95 ppm. Keakuratan yang dinyatakan sebagai perolehan kembali=98,32-100,74%. Presisi metode ini baik (RSD=1,29-1,93%). Perolehan kembali hasil kelarutan PGV-0 yang diperoleh dari metode spektrofotometri UV-Vis ini dibandingkan dengan kelarutan sampel yang sama yang diperoleh dari metode standar HPLC untuk perhitungan PGV-0 adalah 100,02% yang mengindikasikan keakuratan yang baik.
ANALISIS ZAT WARNA TARTRAZIN PADA MINUMAN ORSON DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI Ultraviolet-Visibel DI PASAR INDUK BREBES Wiranti Sri Rahayu; Tjiptasurasa Tjiptasurasa; Paryatun Najilah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v6i01.406

Abstract

Abstrak Tartrazin merupakan zat pewarna yang di klasifikasikan ke dalam certified colour artinya zat pewarna sintesis yang diizinkan penggunaannya sebagai bahan tambahan dalam makanan dan minuman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar zat warna tartrazin pada minuman orson. Identifikasi menggunakan KLT dengan fase gerak isopropanol:ammonia 25% (4:1) dan penetapan kadar dilakukan secara spektrofotometri. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukan bahwa semua sampel mengandung tartrazin sedangkan hasil metode analisis yang dilakukan, diperoleh nilai KV pada uji presisi adalah 1,230% ( ≤ 2% ). Nilai persen perolehan kembali ( Recovery ) rata-rata pada uji akurasi adalah 91,74% ( 80-120% ). Linearitas ditunjukan dengan nilai koefisien korelasi ( r = 0,999 > r tabel ). Limit deteksi dan limit kuantitasi yang diperoleh dari penelitian ini sebesar 1,251 ppm dan 4,169 ppm. Dari hasil penelitian diperoleh kadar tartrazin dalam sampel A; B; C; dan D adalah 79, 445 ppm; 77, 325 ppm; 78, 267 ppm; 78, 56 ppm. Berdasarkan hasil kadar yang diperoleh menunjukan bahwa sampel yang mengandung pewarna tartrazin kadarnya tidak melebihi kadar yang telah ditentukan yaitu 100 ppm. Kata kunci: Kromatografi Lapis Tipis, Tartrazin, Spektrofotometri Ultraviolet- Visibel Abstract Tartrazin is a certified colouring agent which classified into certified colour means it is permitted for foods and bevereges. . The aim this research was to determine the existence of tartrazin in orson drink. Identification was carried out using thin layer chromatography (TLC) method white mobile phase isopropanol:ammonia 25% (4:1), while the assay was using spectrophotometry method. Thin layer chromatogrphy result showed that all samples contain tartrazin. The result of analysis method that coefficient of variation the presicion was 1,230% ( r table). Limit of detection and limit of quntitation of this research was 1,251 ppm and 4,169 ppm It was found that concentration of tartrazine in samples A ; B ; C and D ; were 79,445; 77,325;78,267;78,56 respechvely. Based on the level which is producted shows that the sample which is contained tartrazine the level is not more than the standard 100 ppm Key words: Thin Layer Chromatography, Tartrazine, Spectrophotometry, Ultraviolet- Visible
KEAMANAN OBAT ANTI PSIKOTIK BAGI PENDERITA SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS TAHUN 2009 Melike Christiani; Sudarso Sudarso; Didik Setiawan
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i1.541

Abstract

ABSTRAK Pemberian obat pada pasien sebaiknya memastikan dulu kemungkinan tidak terjadi interaksi. Hal ini dimaksudkan agar dalam mengkonsumsi obat, seorang pasien terhindar dari efek samping yang merugikan bagi pasien itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberian obat antipsikotik pada pasien skizofrenia dan keamanan obat antipsikotik pada pasien skizofrenia ditinjau dari aspek interaksi antar obat. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan metode pengumpulan data secara restrospektif. Bahan yang digunakan adalah data pasien yang diberi obat antipsikotik di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas pada bulan April tahun 2009. Data pasien yang diambil sebanyak 38 pasien yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif analitik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan pemberian obat antipsikotik pada pasien skizofrenia sebagian besar adalah obat golongan antikolinergika yaitu Trihexyphenidyl 2 mg dan keamanan obat antipsikotik ditinjau pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas ditinjau dari aspek interaksi antar obat adalah : interaksi antara Amitripilin + Haloperidol pada grade 5, Amitripilin + Chloropromazine pada grade 5, Carbamazepine + Haloperidol pada grade 2, Chloropromazine + Haloperidol pada grade 4 dan Chloropromazine + Trihexyphenidyl pada grade 2. Kata Kunci : Keamanan ,Obat, Antipsikotik, Skizofrenia. ABSTRACT It’s better to make sure in consuming medicine that there is no possibility to be interaction. This means that in consuming medicine, a patient will be avoided from the side effect which gives disadvantages for that patient himself. The purpose of this research is to find out the giving of antipsychotic medicine for schizoprenia’s patient and the safety of antipsychotic medicine for schizoprenia’s patient, which is observed by interaction medicine aspect. This research includes analytic descriptive by using of data collection method in retrospective. The material used in this research is data contains the patient given antipsychotic medicine in “Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas” on 2009. The data’s patient which was taken are 38 patients, who have criteria to be analyzed in analytical descriptive research. Based on this research result, it can be concluded that the giving of antipsychotic medicine to the patient of schizoprenia’s mostly includes the group of anticolinergyca medicine, this is Trihexyphenidyl 2 mg. Moreover, the safety of antipsychotic medicine is observed on the patient of schizoprenia’s in “Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas” which is also observed from interaction medicine aspect. Those are : interaction between Amitriplin + Haloperidol in 5th grade, Carbamazepine in 4th grade and Chloropromazine + Trihexyphenidyl in 2nd grade. Keyword : Safety, Medicine, Antipsychotic, Schizophrenias.
AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK ETANOL HERBA PEGAGAN PADA MENCIT JANTAN DENGAN INDUKSI KAFEIN Anjar Mahardian Kusuma; Retno Wahyuningrum; Try Widyati
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v11i1.852

Abstract

ABSTRAK Hiperurisemia dapat didefinisikan sebagai penyakit yang disebabkan oleh penumpukan kristal monosodium urat monohidrat di persendian meningkat. Di Indonesia, penyakit reumatik, gout atau hiperurisemia menduduki peringkat kedua terbanyak setelah osteoarthritis. Obat yang standar untuk hiperurisemia adalah allopurinol, tetapi penggunaan allopurinol dapat menimbulkan efek samping mual, muntah, dan diare dapat juga terjadi neuritis perifer, depresi unsur sumsum tulang belakang dan kadang-kadang anemia aplastika. Oleh karena itu agar terhindar dari efek samping dari allopurinol, maka peneliti mencari alternatif pengobatan yang lebih aman dengan menggunakan obat tradisional seperti herba pegagan. Dengan adanya flavonoid dalam pegagan yaitu kaemferol dan kuersetin yang terbukti dapat menghambat xanthine oxidase, maka dilakukan penelitian untuk membuktikan adanya efek penurunan kadar asam urat dalam darah dengan menggunakan ekstrak pegagan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis efek ekstrak etanol pegagan pada mencit jantan hiperurisemia dan menentukan dosis dari ekstrak etanol pegagan yang paling efektif mempengaruhi kadar asam urat dalam darah pada mencit jantan hiperurisemia. Penelitian ini berjenis eksperimental dengan rancangan Post Test Only Controlled Group Design yaitu jenis penelitian yang hanya melakukan pengamatan terhadap kelompok kontrol dan perlakuan setelah diberi suatu tindakan. Hasil yang diperoleh disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol herba pegagan dosis 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB, dan 200 mg/kg BB mempunyai kemampuan menurunkan asam urat dalam darah mencit sebanding dengan allopurinol yang berperan sebagai obat hiperurisemia. Hal ini terjadi karena pegagan mengandung senyawa flavonoid, kaemferol dan kuersetin yang dapat menghambat xanthine oxidase sehingga kadar asam urat dalam darah berkurang. Kata kunci: hiperurisemia, pegagan, xanthine oxidase, kafein. ABSTRACT Hyperuricemia can be defined as a disease caused by a buildup of monosodium urate monohydrate crystals in the joints increases. In Indonesia, rheumatic disease, gout or hyperuricemia was ranked second only to osteoarthritis. Standard drug for hyperuricemia is allopurinol, but the use of allopurinol can cause side effects of nausea, vomiting and diarrhea may also occur peripheral neuritis, depression elements of the spinal cord and sometimes aplastic anemia. Therefore, in order to avoid the side effects of allopurinol treatment, the researchers seek safer alternatives to the use of traditional medicines such as herbs gotu kola. With the presence of flavonoids in Centella asiatica, namely kaempferol and quercetin were shown to inhibit xanthine oxidase, the research done to prove the effect of a decrease in uric acid levels in the blood by using extracts of Centella asiatica. This study was conducted to analyze the effect of ethanol extract of Centella asiatica in male mice hyperuricemia. Determine the dose of ethanol extract of Centella asiatica most effectively influence the levels of uric acid in the blood of male mice hyperuricemia. This research was the design of Post Experimental Test Only Controlled Group Design is the type of research that only observations of the control and treatment groups after being given an action. The results concluded that the ethanol extract of the herb gotu kola dosage of 50 mg/kg, 100 mg/kg, and 200 mg/kg have the ability to lower uric acid in the blood of mice is comparable with that role as a drug allopurinol hyperuricemia. This occurs because gotu kola contains flavonoids kaempferol and quercetin can inhibit xanthine oxidase so that the levels of uric acid in the blood was reduced. Key words: hyperuricemia, centella asiatica, xanthine oxidase, caffeine.
Optimasi Titanium Dioksida Dan Asam Glikolat Dalam Krim Tabir Surya Kombinasi Benzofenon-3 dan Oktil Metoksisinamat Viddy Agustian Rosyidi; Wirawan Deni; Lidya Ameliana
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.858 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v15i1.2567

Abstract

Sinar ultraviolet (UV) memiliki dampak buruk, yaitu sinar UV-A mampu menyebabkan pigmentasi dan sinar UV-B mampu menginduksi eritema, melanogenesis, kerusakan DNA, dan karsinoma sel skuamosa. Dampak buruk sinar UV terhadap kulit dapat diatasi dengan penggunaan tabir surya. Pada penelitian ini dilakukan penentuan formula optimum dari kombinasi titanium dioksida dan asam glikolat pada krim tabir surya terhadap beberapa respon, yaitu pH, viskositas, SPF, % transmisi eritema, dan % transmisi pigmentasi dengan rancangan formula desain faktorial. Empat formula krim tabir surya telah dibuat dengan perbedaan pada proporsi titanium dioksida dan asam glikolat. Formula optimum yang terpilih adalah kombinasi titanium dioksida dan asam glikolat dengan proporsi 1% : 0,5% yang memberikan prediksi respon paling baik.
PELAKSANAAN PENYIMPANAN OBAT DAN PELAYANAN INFORMASI OBAT KEPADA PASIEN DI PUSKESMAS DI KOTA PURWOKERTO Agus Priyanto; Moeslich Hasanmihardja; Didik Setiawan
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i3.582

Abstract

ABSTRAK Pelayanan kefarmasian pada saat ini telah berubah paradigmanya dari orientasi obat (drug oriented) ke orientasi pasien (patient oriented). Sebagai konsekuensinya, tenaga farmasi dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku agar dapat berinteraksi langsung dengan pasien. Penyimpanan obat dan pelayanan informasi obat merupakan bagian dari pelayanan kefarmasian. Hal ini mengakibatkan baik prosedur penyimpanan obat maupun pelayanan informasi obat menjadi hal yang sangat penting dan saling mendukung satu sama lain untuk menciptakan pelayanan kefarmasian yang lebih komprehensif. Penyimpanan obat merupakan mata rantai yang penting dalam proses pengelolaan obat secara keseluruhan. Sistem penyimpanan harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi mutu obat dan mutu pelayanan. Metodologi penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode analisis deskriptif yang menggambarkan tata cara penyimpanan obat dan pelayanan obat pada pelayanan informasi dan konsultasi obatnya kepada pasien dengan menggunakan kuisioner dan observasi langsung dengan pasien dan petugas pengelola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi penyimpanan obat, dilihat dari sarana penyimpanan atau tempat penyimpanan, penyimpanan vaksin, dan penyimpanan alat kesehatan umumnya sudah sesuai dengan tata cara penyimpanannya. Sistem penyimpanan yang masih kurang diperhatikan hanya beberapa komponen dari kondisi fisik yaitu tidak adanya ventilasi udara maupun kurangnya sirkulasi didalam ruangan penyimpanan obat. Sedangkan dari segi pelayanan obat tidak semua informasi obat dilakukan secara rutin. Hanya jenis informasi tertentu saja yang sering diberikan oleh petugas farmasi dan diterima oleh pasien pada saat pelayanan informasi obat, yaitu informasi tentang dosis penggunaan obat, waktu pemakaian obat, dan cara pemakaian Kata kunci : . Sistem penyimpanan obat, puskesmas, purwokerto
ANALISIS NATRIUM NITRIT SECARA SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL DALAM DAGING BURGER YANG BEREDAR DI SWALAYAN PURWOKERTO Pudji Lestari; Sabikis Sabikis; Pri Iswati Utami
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v8i03.1134

Abstract

ABSTRAK Metode spektrofotometri visibel dapat digunakan untuk menetapkan kadar natrium nitrit dalam daging burger. Metode ini didasarkan pada reaksi diazotasi antara asam nitrit (dari natrium nitrit dalam suasana asam) dengan amin aromatis primer (asam sulfanilat) membentuk garam diazonium. Selanjutnya direaksikan dengan naftiletilendiaminn membentuk senyawa berwarna dan diukur absorbansinya pada panjang gelombang 546,50 nm. Hasil penelitian menunjukkan kadar rata-rata natrium nitrit pada sampel daging burger merk A sebesar 76,65 mg/kg dan merk D sebesar 109,72 mg/kg. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar natrium nitrit yang terdapat dalam masing-masing sampel tidak melebihi batas maksimum penggunaan natrium nitrit sesuai Permenkes No.722/Menkes/Per/IX/88 tentang bahan tambahan makanan yaitu 125 mg/kg sehingga masih aman untuk dikonsumsi. Hasil validasi metode analisis yang dilakukan diperoleh nilai koefisien korelasi 0,998; batas deteksi dan batas kuantitasi masing-masing 0,142 dan 0,473 ppm; nilai perolehan kembali rata-rata dan nilai kesalahan sistematik sebesar 88,13 % dan 11,87 % ; nilai standar deviasi, koefisien variasi dan ketelitian alat pada uji presisi alat masingmasing sebesar 0,016; 1,59 % dan 98,41 %. Kata kunci : Natrium nitrit, Daging burger, Validasi metode, Spektrofotometri Visibel. ABSTRACT Visible spectrophotometric method can be used to determine levels of sodium nitrite in meat burgers. This method is based on diazotation reaction between nitrite acid (from sodium nitrite in acid conditions) with primary aromatic amines (sulfanilic acid) to form diazonium salt. Subsequently reacted with naftiletilendiamin form colored compounds and absorbance was measured at a wavelength of 546.50 nm. The results showed average levels of sodium nitrite in meat samples burger brand A of 76.65 mg/kg and D brand of 109.72 mg/kg. Test results showed that the levels of sodium nitrite contained in each sample does not exceed the maximum limit the use of sodium nitrite according Permenkes No.722/Menkes/Per/IX/88 about food additive which is 125 mg / kg so it is still safe for consumption. The results of the analysis conducted method validation values obtained correlation coefficient 0.998; limit of detection (LOD) and limit of quantitation (LOQ) of each 0.142 ppm and 0.473 ppm; the average recovery and the value of systematic error of 88.13% and 11, 87%; value of standard deviation, coefficient of variation and correctness of appliance at precision test each of 0.016; 1.59% and 98.41%. Key words: Sodium nitrite, Meat burger, Method validation, Visible Spectrophotometry.

Filter by Year

2007 2021


Filter By Issues
All Issue Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 01 Juli 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 01 April 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007 More Issue