cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
ISSN : 16933591     EISSN : 2579910X     DOI : -
Core Subject : Science,
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.
Arjuna Subject : -
Articles 538 Documents
Optimasi Superdisintegran Sodium Starch Glycolate, Filler-Binder Avicel Ph 102, dan Pemanis Manitol dalam Fast Disintegrating Tablet Antasida Afina Afina; Agus Siswanto; Suparman Suparman
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 02 Desember 2024
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v21i2.22712

Abstract

Antasida merupakan salah satu sediaan farmasetika oral yang biasa digunakan untuk mengatasi gangguan pada lambung karena adanya iritasi yang disebabkan oleh asam lambung dan pepsin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi optimum fast disintegrating tablet (FDT) antasida kombinasi superdisintegrant sodium starch glycolate (SSG), filler-binder Avicel PH 102 dan pemanis mannitol sehingga diperoleh sediaan dengan mutu yang baik. Optimasi formula menggunakan metode simplex lattice design (Design Expert versi 12.0) dengan tiga faktor SSG, Avicel PH 102, dan mannitol sehingga diperoleh 14 run formula. Tablet dibuat dengan metode granulasi basah. Komposisi formula optimum FDT antasida ditentukan dengan parameter sifat alir granul, kerapuhan, waktu hancur, dan kapasitas netralisasi asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi superdisintegrant SSG, filler-binder Avicel PH 102 dan pemanis manitol tidak berpengaruh terhadap kerapuhan sediaan namun mampu menurunkan waktu hancur serta menaikkan kapasitas netralisasi asam FDT antasida. Kombinasi Avicel PH 102 dan manitol mampu meningkatkan sifat alir granul FDT antasida. Berdasarkan metode numerik diperoleh formula optimum FDT antasida dengan komposisi Al(OH)3 200 mg, Mg(OH)2 200 mg, SSG 195,629 mg, manitol 80,00 mg, avicel 124,371 mg, talk 8 mg dan magnesium stearat 80 mg.
Optimasi Formula Fast Disintegrating Tablet Domperidone Kombinasi Filler Binder Starch 1500, Manitol dan Avicel PH 102 dengan Simple Lattice Design Novi Novi; Agus Siswanto; Wiranti Sri Rahayu
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 01 Juli 2024
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v21i1.22768

Abstract

Domperidone adalah agonis anti-dopamin yang digunakan untuk mengontrol  muntah. Salah satu pengembangan formulasi domperidone kerja cepat adalah dengan formulasi dalam bentuk fast disintegrating tablet. Penelitian ini bertujuan mendapatkan komposisi optimum Starch 1500, manitol dan Avicel PH 102 pada sediaan FDT (fast disintegrating tablet) domperidone. Metode simplex lattice design dengan software Design expert diterapkan dengan 3 variabel sehingga diperoleh 14 run formula. Tablet dibuat dengan metode cetak langsung. Tablet diuji mutu meliputi: sifat alir massa cetak, sifat fisik tablet, waktu pembasahan, dan uji disolusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Avicel PH 102 merupakan faktor yang dominan meningkatkan sifat alir, mempercepat waktu pembasahan, meningkatkan waktu hancur, dan meningkatkan disolusi FDT  Domperidone. Manitol merupakan faktor yang meningkatkan kekerasan dan kerapuhan tablet. Optimasi dengan metode numerik menghasilkan komposisi formula optimum FDT domperidone dengan Starch 1500 11,0316 mg, manitol 42,541 mg, dan Avicel PH 102  117,427 mg dengan nilai disirability 0,773.
Evaluasi Penerapan Sistem Rantai Dingin Vaksin COVID-19 di Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara Barlian Mustikaningrum; Djoko Wahyono; Githa Fungie Galistiani
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 02 Desember 2024
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v21i2.22773

Abstract

Epidemi COVID-19 telah menyebar ke seluruh dunia dan menjadi perhatian serius. Pada upaya memperbaiki kondisi kesehatan global, pemerintah telah memulai program imunisasi. Keberhasilan imunisasi, salah satunya ditentukan oleh pengelolaan rantai dingin vaksin di setiap tingkat distribusi. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi penerapan pengelolaan rantai dingin vaksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan sistem rantai dingin vaksin COVID-19 yang dimulai dari Dinas Kesehatan Provinsi sampai Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara hingga ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Kabupaten Banjarnegara. Studi kualitatif dilakukan pada 23 responden, observasi langsung dilakukan di 1 Gudang Farmasi Kabupaten, 20 Puskesmas dan 1 Rumah Sakit Umum Daerah. Kebijakan satu pintu menempatkan satu orang pengelola vaksin yang berasal dari Farmasi 1 orang untuk mengelola aplikasi dan stok vaksin serta Pengelola Vaksin 1 orang yang mengatur keluar masuk vaksin serta pengelolaan rantai dingin vaksin COVID-19 dengan tetap melaksanakan koordinasi secara baik. Dari seluruh responden, semuanya menerapkan kebijakan satu pintu. Tingkat Pengetahuan tentang Kemenkes Nomor HK.01.07/MENKES/4638/2021 sebanyak 65,2% dikategorikan rendah. Transfer pengetahuan SOP dari penanggungjawab logistik vaksin COVID-19 sudah dilakukan 100%. Tingkat pendidikan sumber daya manusia D3 Kebidanan (86,9%) D3 Farmasi (4,3%), S1 Kesehatan Masyarakat (4,3%), dan Sekolah Menengah Pertama (4,3%). Belum terdapat mobil berpendingin dan masih ditemukan lemari pendingin yang tidak memenuhi kriteria penyimpanan vaksin. Meskipun kebijakan, SOP, SDM, sarana dan prasarana untuk keberlangsungan cold chain system vaksin COVID-19 di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara sudah cukup baik, masih diperlukan sosialisasi lebih intensif terkait kebijakan dan penambahan sarana prasarana untuk mendukung pengelolaan cold chain system.
Kajian Penggunaan Ketorolak sebagai Antinyeri di Ruang Intensif Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon Iid Nurdiansyah; Djoko Wahyono; Ika Puspitasari
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 01 Juli 2024
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v21i1.22784

Abstract

Nyeri merupakan pengalaman sensoris dan emosional tidak menyenangkan, Ketorolak adalah salah satu analgetik yang sering digunakan untuk mengatasi nyeri tetapi mempunyai efek samping menimbulkan iritasi pada saluran cerna dan menurunkan fungsi ginjal. Penggunaan yang tepat dan rasional dapat meningkatkan efektifitas terapi dan meminimalkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola mengatasi nyeri serta DRPs yang terjadi atas penggunaan ketorolak injeksi. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental, bersifat retrospektif dilakukan dengan cara mengambil data rekam medis pasien ruang intensiv RSD Gunung Jati Kota Cirebon pada rentang waktu bulan Februari- April 2022. Data yang diamati adalah identitas pasien, skala nyeri, dosis, durasi dan obat penyerta serta DRPs yang terjadi. Hasil penelitian dari total 151 kasus didapatkan pola penggunaan ketorolak parenteral didasarkan dari adanya rasa nyeri dengan skor 4 sampai skor 10 dengan dosis extra 30 mg sekali sehari 4,6%, dosis 30 mg setiap 12 jam 65% dan dosis 30mg setiap 8 jam 30,4%. Sedangkan lama pemberian didapatkan kurang dari 3 hari 23,1%, 3 hari, 4 hari dan 5 hari masing-masing 19,9%, lebih dari 5 hari 17,2%. Kejadian DRPs berupa iritasi saluran cerna tidak terjadi karena 100% pemberian selalu dibarengi dengan obat gastro intestinal, Kejadian DRPs berupa kurang tepat obat juga tidak terjadi karena pemberian didasarkan skor nyeri yang dilaporkan. Didapatkan data durasi pemberian yang lebih dari 3 hari sebanyak 57% yang berpotensi menimbulkan pendarahan saluran cerna dan penurunan fungsi ginjal.
Evaluating Knowledge and Attitudes Toward Antibiotic Use Among Pharmacy Students at Three Universities in Bali I Gusti Ayu Rai Widowati; Ni Putu Rizky Sukmayanti; Putu Ayu Laksmini
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 02 Desember 2024
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v0i0.24037

Abstract

Antimicrobial resistance poses a significant threat to global health, making the understanding of antibiotic use among healthcare students critical. This study aimed to assess the knowledge, attitudes, and practices regarding antibiotic use among pharmacy students in Bali. A quantitative descriptive approach with a cross-sectional design was employed, involving 105 pharmacy students. Data were collected through a questionnaire distributed via Google Forms and analyzed using SPSS version 15.0. The findings indicated that most of the respondents were aged 19-24 years (96.2%), predominantly female (85.7%), and enrolled in undergraduate programs (77.1%). A substantial proportion (84.8%) obtained antibiotics with a doctor's prescription, while health workers served as the primary source of information for self-treatment (74.3%). Amoxicillin emerged as the most commonly used antibiotic (71.4%), with fever being the most reported complaint (55.2%). The questionnaire results revealed high levels of knowledge (41.9%), a positive attitude towards antibiotic use (94.3%), and good practice (99.0%) among pharmacy students. Statistical analysis showed a significant relationship between knowledge and attitudes toward antibiotic use practices, with r = 0.306 (p = 0.001). Additionally, the correlation between attitudes and practices was stronger, with r = 0.385 (p < 0.000). The study concludes that pharmacy students in Bali exhibit a high level of knowledge and a positive attitude toward antibiotic use, which correlates significantly with their practices. However, the study underscores the need for continuous education on responsible antibiotic use to combat antimicrobial resistance effectively.
Hubungan Pengetahuan terhadap Perilaku Swamedikasi pada Mahasiswa Dormitory Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Sherly Tandi Arrang; Noviyani Noviyani; Dion Notario
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 02 Desember 2024
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v0i0.24076

Abstract

 Health-seeking behavior merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu untuk mencari pengobatan dalam mengatasi masalah kesehatan yang dialami. Salah satu bentuk health-seeking behaviour adalah swamedikasi. Data Badan Pusat Statistik Indonesia menyatakan 84,34% penduduk Indonesia melakukan swamedikasi. Sebanyak 83,6% mahasiswa dormitory Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya pernah melakukan swamedikasi, tetapi perilaku swamedikasinya belum diketahui, sehingga dilakukan penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan perilaku swamedikasi mahasiswa dormitory Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan dari bulan Maret hingga Juni 2024. Analisis hubungan pengetahuan dan perilaku swamedikasi menggunakan uji chi square. Sebanyak 44,76 % memiliki tingkat pengetahuan yang cukup terkait swamedikasi dan 93,33% memiliki perilaku swamedikasi yang positif. Tingkat pengetahuan baik memiliki hubungan signifikan dengan perilaku swamedikasi (p-value = 0,019). Tingkat pengetahuan baik 1,2x lebih besar memiliki perilaku swamedikasi positif dibandingkan tingkat pengetahuan kurang. Pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku swamedikasi mahasiswa dormitory Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. 
Implementasi Sistem Pengelolaan Vaksin BCG di UPT Balai Pengelolaan Farmasi dan Alat Kesehatan “X” Rizka Novia Atmadani; Syafira Verenaneedha Tsaniya; Ika Ratna Hidayati
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 02 Desember 2024
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v21i2.24370

Abstract

Vaksin BCG, Pengelolaan Vaksin, Imunisasi, CDOB
A Review: Photodynamic Therapy on Wound Healing Hasnita Hasnita; Hariyanti Hariyanti; Asmiyenti Djaliasrin Djalil
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 02 Desember 2024
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v21i2.24377

Abstract

Background: Wound infection poses a significant challenge in wound healing, so overcoming microbial infections and accelerating wounds can be done using PDT (Photodynamic Therapy).  PDT is a non-invasive therapeutic method, light-based therapeutic method that can treat several pathological conditions such as wound healing, antimicrobial, antibiotic resistance bacteria, cancer, and skin repair. Objective: The review article aims to evaluate the effectiveness of PDT in accelerating wound healing. Methods: All articles in this review were taken from the Pubmed and Google Scholar internet databases from 2019 to 2024. Results: Twelve photosensitizers were explored for wound healing using PDT. Some were used in singular form, while others were used in combination. PDT promotes wound healing by killing bacterial cells and stimulating fibroblast proliferation, producing collagen and elastin. The mechanism for faster wound healing was detected by increasing the epithelialization process, decreasing angiogenesis, reducing the number of fibroblast cells, and raising collagen density. Conclusion: Based on research, PDT uses a specific photosensitizer that is activated by light to produce Reactive Oxygen Species (ROS) so that in wound healing, PDT stimulates the wound healing process by improving the quality of tissue formed, fast wound closure, reducing the risk of complications, increasing blood circulation, reduces inflammation and promotes the proliferation of cells involved in tissue regeneration.
Optimasi Formula Micellar water Antipolutan Mengandung Ekstrak Bunga Rosella Merah (Hibiscus sabdariffa L. var. roselindo1) Hidayah Anisa Fitri; Fajrina Maulani; Ika Yuni Astuti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 02 Desember 2024
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v21i2.24516

Abstract

Paparan polusi udara secara terus menerus menyebabkan berbagai macam permasalahan pada kulit wajah. Antosianin dalam ekstrak bunga rosella merah diketahui memiliki aktifitas sebagai antipolutan sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk micellar water. Micellar water yang mengandung surfaktan dan antosianin dalam ekstrak bunga rosella diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dalam pembersihan. Namun demikian perlu dilakukan pertimbangan dalam pemilihan dan penentuan konsentrasi surfaktan yang digunakan karena dapat mempengaruhi parameter fisik krusial akhir sediaan seperti pH; yang dapat mempengaruhi stabilitas sifat fisika kimia senyawa antosianin, serta viskositas dan kejernihan sediaan. PEG-6 caprylic/capryic glycerides (PEG-6 caprylic), dan disodium cocoamphodiacetate (DCC) merupakan dua surfaktan yang dapat digunakan dan dioptimasi agar menghasilkan formula optimum micellar water yang memenuhi syarat dan diharapkan dapat mempertahankan stabilitas antosianin di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi formula micellar water ekstrak bunga rosella dengan menggunakan kedua surfaktan tersebut. Rancangan formula optimum dibuat dengan bantuan software design expert model SLD (Simple Lattice Design). Data diolah dan dianalisis secara statistik menggunakan one-way ANOVA serta T-Test. Berdasarkan pada hasil pengujian yang telah dilakukan didapatkan formula optimum micellar  water dengan PEG-6 caprylic dan DCC sebesar 6,972 % dan  4,028 % yang memiliki nilai desirabilitas 0,875. Formula optimum yang dibuat memenuhi seluruh ketentuan parameter pH, viskositas dan kejernihan dan telah diverifikasi tidak berbeda signifikan terhadap hasil prediksi formula yang sebelumnya telah dirancang.
Cover Vol. 20 No. 02 Desember 2023 PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal Of Indonesia)
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 20 No. 02 Desember 2023
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Vol. 20 No. 02 Desember 2023

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025 Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 02 Desember 2024 Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 01 Juli 2024 Jurnal Pharmacy, Vol. 20 No. 02 Desember 2023 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 01 Juli 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 01 April 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007 More Issue