cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
ISSN : 16933591     EISSN : 2579910X     DOI : -
Core Subject : Science,
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.
Arjuna Subject : -
Articles 575 Documents
Analisis Kadar Flavonoid Total Ekstrak dan Fraksi Biji Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr) Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis Yunita Al Azzahra; Mila Warmila
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 23 No. 01 Juli 2026
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu senyawa metabolit sekunder yang banyak ditemukan pada berbagai bagian tumbuhan adalah flavonoid. Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr) merupakan tanaman yang mudah dijumpai di Indonesia dan kerap digunakan sebagai pohon pelindung yang memainkan peran penting dalam ekosistem lokal. Namun, pemanfaatan biji trembesi masih sangat terbatas karena sering dianggap sebagai limbah. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa biji trembesi mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, saponin, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar flavonoid total pada ekstrak dan fraksi biji trembesi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji kualitatif dan uji kuantitatif. Uji kualitatif dilakukan dengan menggunakan pereaksi serbuk Mg dan HCl pekat, yang menunjukkan hasil positif terhadap keberadaan flavonoid. Sementara itu, uji kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan standar kuersetin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan total dalam ekstrak biji trembesi adalah 84,924 ± 0,008 mg QE/g, sedangkan fraksi etil asetat mengandung 13,909 ± 0,273 mg QE/g, fraksi air 1,295 ± 0,061 mg QE/g dan fraksi n-heksana 0,234 ± 0,007 mg QE/g.
Profile of Erythropoietin Use and Hemoglobin Levels in Chronic Kidney Disease Patients with Anemia Undergoing Hemodialysis Irsan Fahmi Almuhtarihan; Triana Emilya Rosa; Nailis Syifa; Aghnia Fuadatul Inayah; Didik Hasmono
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 23 No. 01 Juli 2026
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia is a common complication of chronic kidney disease (CKD) caused by decreased endogenous erythropoietin production. Exogenous erythropoietin is administered to increase hemoglobin levels; however, patient responses may vary. This research aimed to identify patterns of erythropoietin use and describe hemoglobin levels before and after hemodialysis in CKD patients with anemia. This retrospective observational study used a cross-sectional design and medical record data from CKD patients with anemia who underwent hemodialysis and received erythropoietin from January to December 2023 at R.T. Notopuro Regional General Hospital, Sidoarjo. Hemoglobin change was calculated as post-hemodialysis hemoglobin minus pre-hemodialysis hemoglobin within the same session. Hemoglobin levels before and after dialysis were analyzed using a paired t-test. The dosage profile was presented descriptively. We analyzed 40 patients: 23 males (58%), 17 females (42%), and 35 patients (86%) aged >44 years. All patients received erythropoietin: 37 patients (92.5%) received 2000 IU, and 3 patients (7.5%) received 3000 IU. The mean hemoglobin level increased from 8.70 ± 1.01 g/dL before hemodialysis to 8.93 ± 1.10 g/dL after hemodialysis, with a mean change of +0.23 ± 0.80 g/dL (p=0.075). Based on dosage, the hemoglobin change was +0.21 ± 0.82 g/dL in the 2000 IU group and +0.53 ± 0.40 g/dL in the 3000 IU group. The erythropoietin use profile was dominated by erythropoietin alpha at a dose of 2000 IU. Hemoglobin levels after one hemodialysis session showed a small and statistically insignificant increase.
Efektivitas Kombinasi Dosis Rendah Ekstrak Daun Sirsak dan Daun Ciplukan terhadap Profil Lipid pada Mencit yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak M. Shofwan Haris; Baiq Rizky Wahyu Lisnasari; Finni Sulistinawati
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 23 No. 01 Juli 2026
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dislipidemia merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular sehingga diperlukan alternatif terapi yang efektif dan aman. Daun sirsak (Annona muricata L.) dan daun ciplukan (Physalis angulata L.) diketahui mengandung flavonoid yang berpotensi memperbaiki profil lipid. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian ekstrak tunggal dan kombinasi daun sirsak serta daun ciplukan terhadap kadar kolesterol total dan trigliserida pada mencit yang diinduksi dengan diet tinggi lemak. Penelitian eksperimental menggunakan 30 ekor mencit yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak daun sirsak (28 mg/kgBB), ekstrak daun ciplukan (2,8 mg/kgBB), dan kombinasi ekstrak daun sirsak (14 mg/kgBB) serta ekstrak daun ciplukan (1,4 mg/kgBB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida dibandingkan dengan kontrol positif. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok ekstrak tunggal dan kelompok ekstrak kombinasi. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun sirsak dan daun ciplukan berpotensi dikembangkan sebagai kandidat antihiperlipidemia melalui pendekatan pengurangan dosis, meskipun penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengonfirmasi mekanisme kerjanya.
Hubungan antara Partisipasi dalam Program Prolanis dan Kadar Gula Darah Puasa pada Pasien Diabetes Tipe 2: Data dari Kota dengan Prevalensi Tinggi di Jakarta Faradiba Faradiba; Yusi Anggriani; Elsa Maulidya
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 23 No. 01 Juli 2026
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan laporan International Diabetes Federation (IDF 2021), Indonesia menempati peringkat ke-5 dalam prevalensi diabetes di dunia. Untuk mengatasi hal tersebut, asuransi kesehatan nasional Indonesia (BPJS-JKN) menyelenggarakan program untuk manajemen penyakit kronis bernama Prolanis, yang termasuk penyakit diabetes melitus tipe 2. Program ini menawarkan konsultasi rutin untuk pasien, skrining, serta kunjungan rumah. Tujuan studi ini adalah mendeskripsikan efektivitas program Prolanis melalui profil kadar gula darah (GDP) pada pasien diabetes tipe 2 di puskesmas-puskesmas di Jakarta. Analisis observasional dengan pendekatan cross-sectional komparatif dilakukan pada 274 pasien Prolanis dan 242 pasien non-Prolanis. Data didapatkan dari rekam medis dan presensi kehadiran Prolanis. Mann-Whitney digunakan untuk menilai perbedaan 1) profil GDP antara Prolanis dan non-Prolanis, 2) profil GDP antarkelompok puskesmas, dan 3) jumlah kehadiran untuk kontrol pasien Prolanis dan non-Prolanis. Chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan antara kontrol rutin dan profil GDP pada kedua kelompok. Meskipun kedua kelompok tidak mencapai target GDP, hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi perbedaan yang signifikan antara kelompok Prolanis dan kelompok non-Prolanis. Puskesmas yang mengadopsi semua kegiatan Prolanis memiliki GDP yang lebih rendah dibandingkan puskesmas yang mengadopsi secara parsial. Tidak ada hubungan antara kontrol rutin dan profil GDP. Implementasi Prolanis diperlukan, tetapi sejauh ini belum memadai. Pemerintah harus menjadikan potensi Prolanis sebagai program pengontrol penyakit yang lebih serius, dengan lebih berfokus pada kualitas implementasi secara menyeluruh.
Analisis Permasalahan Terkait Obat pada Pasien Diabetes Melitus dengan Komplikasi Nefropati Diabetik di Rumah Sakit X: Drug-Related Problems Analysis of Diabetes Mellitus with Nephropathy in Diabetic Patients at Hospital X Fariza Anindya; Dina Ratna Juwita; Githa Fungie Galistiani; Nurfina Dian Kartikawati
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 23 No. 01 Juli 2026
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus dengan nefropati diabetik dapat meningkatkan risiko terjadinya permasalahan terkait obat (Drug-Related Problems/DRPs) karena penurunan fungsi ginjal yang mempengaruhi proses ekskresi obat. Pasien nefropati diabetik memerlukan penyesuaian dosis terapi dan pengobatan untuk mencegah ketidaktepatan pengobatan serta menurunkan risiko terjadinya interaksi obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan faktor yang mempengaruhi kejadian DRP pada pasien diabetes melitus dengan komplikasi nefropati diabetik di Rumah Sakit X. Metode penelitian ini menggunakan rancangan non-eksperimental yang bersifat deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari rekam medis pasien. Subjek penelitian adalah seluruh pasien diabetes melitus dengan komplikasi nefropati diabetik di Rumah Sakit X pada periode Maret sampai Agustus 2025 yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 30 pasien. Hasil dari 30 data rekam medis menunjukkan bahwa diabetes melitus dengan komplikasi nefropati diabetik paling banyak terjadi pada perempuan (76,7%), usia 19-59 tahun (73,3%) dengan penyakit penyerta paling banyak hipertensi (76,7%). Kejadian DRP pada pasien diabetes melitus dengan komplikasi nefropati diabetik sebanyak 145 kasus meliputi interaksi obat (75,9%), dosis kurang (9,7%), dosis lebih (6,2%), obat tidak tepat (4,1%), efek samping obat (2,7%), indikasi tanpa terapi (1,4%), dan terapi tanpa indikasi (0%). Berdasarkan uji regresi logistik, karakteristik pasien yaitu jenis kelamin, usia, jumlah penyakit penyerta, jumlah obat DM, dan jumlah obat yang diresepkan tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian DRP karena seluruh variabel memiliki nilai p > 0,05.

Filter by Year

2007 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Pharmacy, Vol. 23 No. 01 Juli 2026 Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025 Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025 Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 02 Desember 2024 Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 01 Juli 2024 Jurnal Pharmacy, Vol. 20 No. 02 Desember 2023 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 01 Juli 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 01 April 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007 More Issue