cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
ISSN : 16933591     EISSN : 2579910X     DOI : -
Core Subject : Science,
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.
Arjuna Subject : -
Articles 555 Documents
Evaluasi Terapi Kortikosteroid Oral pada Pasien Asma di Rumah Sakit Drajat Prawiranegara Tahun 2022 Fajrin Noviyanto; Risma Pertiwi; Afifah Nur Shobah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma adalah gangguan inflamasi yang persisten yang memengaruhi saluran udara. Gejala umum asma meliputi penyempitan dada, mengi yang terdengar, dan kesulitan bernapas, terutama pada malam hari atau dini hari. Pengobatan asma bertujuan untuk mengontrol kekambuhan sehingga pasien dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan gejala yang minimal atau tanpa gejala. Beberapa penelitian menunjukan bahwa kortikosteroid efektif meningkatkan parameter dalam pengendalian asma. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rasionalitas dan pola peresepan kortikosteroid pada pasien asma di rawat jalan di RSUD dr. Drajat Prawiranegara. Penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental retrospektif yang melibatkan pengumpulan data dari catatan rekam medik. Purposive sampling adalah teknik yang digunakan untuk pengumpulan data, yaitu pengumpulan data disesuaikan untuk memenuhi kriteria inklusi yang ditentukan. Berdasarkan hasil penelitian Jumlah populasi yang didapatkan sebanyak 115 kasus. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusif sebanyak 57 kasus. Penyebab data dieksklusi karena tidak tersedianya data rekam medik, tidak dicantumkan dosis yang digunakan, usia kurang dari 18 tahun, pasien tidak menggunakan obat kortikosteroid. Jenis kortikosteroid yang paling sering digunakan adalah metilpredinsolon sebanyak 57 pasien (100%). Peresepan Kortikosteroid yang paling banyak diresepkan pada bulan Desember sebanyak 14 resep sedangkan obat kortikosteroid paling sedikit pada bulan Juli sebanyak 2 resep. Penggunaan kortikosteroid tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat dosis 100%, dan tepat obat 100%.
Evaluasi Kualitatif dan Kuantitatif Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Sitanala Sefi Megawati; Ulis Ulis; Ari Yuniarto
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia adalah penyakit infeksi yang serius, yang disebabkan oleh berbagai faktor, dan untuk mencegah berkembangnya resistensi bakteri berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan penelitian penggunaan antibiotik yang tepat dan rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik dan untuk mengetahui jenis dan jumlah penggunaan antibiotik dengan metode ATC/DDD pada pasien pneumonia rawat inap RSUP Dr. Sitanala Kota Tangerang. Dengan jumlah sampel 106 dari 145 populasi pasien, data dikumpulkan secara retrospektif dari laporan rekam medis dan dihitung berdasarkan rumus slovin. Dari hasil penelitian menunjukkan ketepatan penggunaan antibiotik pasien pneumonia RSUP Dr. Sitanala Kota Tangerang tahun 2019-2021 yaitu ketepatan indikasi 100%, pemilihan obat 100%, dosis 99,1%,  cara pemberian obat 100%, interval waktu pemberian obat 100%, dan lama pemberian antibiotik 11,32%, kemudian terdapat 8 macam antibiotik sebagai terapi penyakit pneumonia dimana kuantitas penggunaan 3 terbesar adalah Ceftriaxone 67,28 DDD/100 patient-days  (56,12%), Azithromycin 29,55 DDD/100 patient-days (24,65%), dan Levofloxacin 18,93 DDD/100 patient-days (15,79%).
Optimization of Antibacterial Efficacy of Eucalyptus and Lemon Essential Oils in Hand Sanitizer with Simplex Lattice Design Muhammad Fariez Kurniawan; Revitha Nova Salsabila
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hand sanitizer spray is a spray kind of hand sanitizer that contains active antibacterial chemicals to eliminate germs on hands. Eucalyptus globulus essential oil contains antimicrobial properties, specifically Eucalyptol (50-65%). Citrus limon essential oil exhibits antibacterial properties due to its primary component, limonene (59.7%), which damages bacterial cell walls and inhibits bacterial enzyme activity. This study aimed to assess the impact of a hand sanitizer spray containing a combination of Eucalyptus globulus essential oil and Citrus limon essential oil on the physical properties of the product, evaluate its antibacterial activity against Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, and Escherichia coli, and identify the most effective formula using the Simplex Lattice Design method. The study employed the Simplex Lattice Design approach to compare the effects of Eucalyptus globulus essential oil and Citrus limon essential oil in hand sanitizer spray formulations with ratios of 100% : 0%, 0%: 100%, and 50%: 50%. Every formula underwent physical pH, homogeneity, and viscosity tests. Antibacterial testing was conducted on Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, and Escherichia coli microorganisms—a method for testing antibacterial activity by paper disc diffusion. The ideal formula was determined by Simplex Lattice Design calculations, resulting in a blend of 70% Eucalyptus globulus essential oil and 30% Citrus limon essential oil. The hand sanitizer spray preparations were tested for antibacterial properties on Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, and Escherichia coli bacteria. The average inhibition zones were 17.33 ± 0.67 mm, 13.33 ± 0.57 mm, and 21.2 ± 4.75 mm, respectively. The preparation exhibits pseudoplastic flow behavior and has a pH of 5.5.
Analisis Potensi Interaksi Obat pada Resep Spesialis Saraf di RSUD X Kabupaten Majalengka Siti Pandanwangi TW; Dosi Ahmad Yani; Ahmad Azrul Zuniarto; Roni Imron Muwahid
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan penyakit neurological disease menggunakan banyak obat sehingga beresiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensial interaksi obat-obat pada peresepan pasien penyakit saraf, tingkat keparahan minor, moderate dan major, hubungan karakteristik pasien terhadap interaksi obat, serta manajemen penanganan interaksi obat. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif deskriptif berupa jenis penelitian observasional, pengambilan data secara prospektif dengan teknik quota sampling yang dilakukan bulan Maret-Mei 2024 di RSUD X Kabupaten Majalengka. Hasil penelitian dari total 60 pasien sebanyak 49 pasien (81,7%) mengalami interaksi obat, dan 11 pasien (18,3%) tidak ada interaksi. Tingkat keparahan interaksi tertinggi yaitu moderat (71,7%), minor (24,1%) dan major (4,2%). Hasil uji chi square interaksi obat dengan jenis kelamin diperoleh nilai signifikansi 0,181 dan nilai OR dengan CI 95% sebesar 0,429 yang artinya perempuan beresiko 0,429 kali terjadi interaksi obat daripada pasien laki-laki. Interaksi obat dengan usia diperoleh nilai signifikansi 0,017 dan nilai OR dengan CI 95% sebesar 8,762 yang artinya bahwa usia ≥ 45 tahun 8,762 kali beresiko akan terjadi interaksi obat jika dibandingkan usia < 45 tahun. Interaksi obat dengan jumlah obat diperoleh nilai signifikansi 0,000 dan nilai OR dengan CI 95% sebesar 105,750 yang artinya bahwa jumlah obat yang dikonsumsi pasien ≥ 5 macam obat 105,750 beresiko terjadinya interaksi obat dibandingkan pasien yang mengkonsumsi < dari 5 macam obat. Potensi terjadinya interaksi obat-obat di tingkat keparahan moderate yaitu fenofibrate – novorapid (insulin aspart), captopril-dexketoprofen, fenitoin – diazepam. Tingkat keparahan major diantaranya adalah cilostazol – lansoprazole. Interaksi obat dengan mekanisme farmakodinamik yaitu methylprednisolon-insulin aspart. Interaksi obat secara farmakokinetik dalam penelitian ini yaitu fenitoin – deksamethason.
Cost-Utility Analysis Addition of Bevacizumab to Standard Chemotherapy in KRAS-mutation Colorectal Cancer Devi Andiani Putri; Didik Setiawan; Muhammad Yamsun
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is a high incidence of colorectal cancer in Indonesia. Colorectal cancer was ranked fourth with an incidence of 8.6% and a colon cancer mortality rate of 4% while rectal cancer was 3.6% in Indonesia. The addition of Bevacizumab to Standard chemotherapy (FOLFOX/FOLFIRI/XELOX) in KRAS-mutation colorectal cancer patients has better clinical outcomes; however, it has a very high cost in terms of colorectal cancer treatment. The objective of this study was to determine the utility and economic impact of adding Bevacizumab as an adjunct therapy for KRAS-mutation colorectal cancer patients. A Markov model was developed to estimate the Cost-utility analysis (CUA) using a societal perspective. Humanistic outcomes are expressed in the form of QALY (Quality-adjusted life years) using an EQ-5D-5L instrument with an Indonesian value set. Medical expenses data were collected from both RSUP Dr. Sardjito and patients. Utility data were obtained from interviews with 30 patients undergoing chemotherapy at the hospital. This study compared the cost and utility of patients receiving Bevacizumab supplementation or patients receiving standard chemotherapy alone. The societal perspective resulted in a cost-effectiveness ratio (ICER) of US$3.098 per QALY. The addition of Bevacizumab to standard chemotherapy in KRAS-mutation colorectal cancer patients is considerably cost-effective from a societal perspective.
Analisis Drug Related Problems Pasien Depresi di Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor Triwulan I 2024 Laora Ratna Anantaningtyas; Yati Sumiyati; Hesty Utami R.; Prasetiyawan Prasetiyawan
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah terkait obat lazim terjadi pada pengobatan jiwa termasuk depresi yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kejadian DRP pada pasien depresi. Penelitian ini merupakan studi cross sectional dengan pengambilan data secara prospektif. Subyek penelitian adalah seluruh pasien depresi di poliklinik Cemas & Depresi periode Januari sampai Maret 2024 yang memenuhi kriteria inklusi. Pada penelitian ini dilakukan analisis faktor yang diprediksi berpotensi menyebabkan DRP terdiri dari karakteristik demografi dan klinis menggunakan uji regresi logistik. Analisis DRP menggunakan Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) V9.1. Jumlah sampel penelitian sebanyak 173 pasien. Pada penelitian ini pasien jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan (68,2%); rata-rata usia 38,4 tahun; dengan pendidikan tinggi (72,8%) dan tidak bekerja (57,2%). Lama pengobatan rata-rata 22 bulan; jumlah obat rata-rata 3 item; dan tanpa penyakit penyerta (86.1%). Antidepresan yang paling sering diresepkan adalah sertralin (62,9%) dan sebanyak 91% merupakan terapi kombinasi dengan kombinasi terbanyak adalah sertralin-clobazam-lorazepam (22%). Terdapat 655 DRP dengan 194 DRP aktual (29,6%) dan 461 DRP Potensial (70,4%). Secara keseluruhan DRP paling banyak terkait potensi interaksi obat sebanyak 59%; durasi pengobatan terlalu lama sebanyak 21,2%; terkait kepatuhan minum obat sebanyak 8,4%; dosis obat terlalu rendah sebanyak 6,1% dan penyebab lain sebanyak 5,3%. Antidepresan yang sering menyebabkan DRP adalah amitriptilin 35,7%. Obat yang sering menyebabkan DRP adalah lorazepam sebanyak 36,4% dan clobazam 33,8%.  Karakteristik pasien yang berpengaruh signifikan (p value < 0,05) terhadap kejadian DRP adalah usia (p value 0,035; odds ratio 1,044; 95% CI 1,003-1,087); jumlah obat (p value 0,000; odds ratio 3,206; 95% CI 1,951-5,268) dan lama pengobatan (p value 0,007; odds ratio 1,035; 95% CI 1,009-1,061).
Kajian Penggunaan Obat yang Rasional pada Pasien Myalgia dan Gastritis di Puskesmas Mojogedang I Meta Kartika Untari; Aisyah Riska Rahmawati; Destihany Azzahra Puteri
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Myalgia adalah gangguan muskuloskeletal yang menyebabkan perasaan tidak nyaman karena ketegangan otot. Gastritis adalah peradangan pada mukosa lambung akibat infeksi dan penyakit maag. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat pada pasien myalgia dan gastritis di Puskesmas Mojogedang I periode Maret-Mei 2023. Penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif menggunakan metode cross sectional secara retrospektif terhadap resep dan rekam medis pasien myalgia dan gastritis di Puskesmas Mojogedang I periode Maret-Mei 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian diolah, dianalisis, dan diinterpretasikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan myalgia mendapatkan pengobatan berupa monoterapi OAINS (10,1%) dan kombinasi OAINS dengan suplemen (89,9%). Rasionalitas penggunaan OAINS adalah 100% tepat indikasi, 100% tepat obat, 100% tepat dosis, 44,3% tepat frekuensi pemberian, dan 96,2% tepat pasien berdasarkan PNI Buku Ajar Nyeri Tahun 2017. Pada pasien gastritis, peresepan yang paling banyak diberikan adalah ranitidin (29%), antasida (22%), omeprazole (22%), kombinasi antasida dengan ranitidin (18%), antasida dengan omeprazole (8%), dan ranitidin dengan omeprazole (1%). Rasionalitas pengobatan pada pasien gastritis didapatkan 100% tepat indikasi, 74% tepat obat, 49% tepat dosis, dan 100% tepat pasien berdasarkan Panduan Praktik Klinis (PPK) Dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tahun 2022.
Narrative Review: Tantangan dan Strategi Pemanfaatan Big Data dalam Farmakovigilans di Indonesia Aulia Syafadilla Azali; Miftakhul Yusron; Endang Darmawan
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Farmakovigilans merupakan bidang penting dalam ilmu farmasi dan kesehatan masyarakat yang berperan dalam mendeteksi, menilai, memahami, dan mencegah efek samping obat guna memastikan keselamatan pasien. Seiring perkembangan teknologi informasi, Big data hadir sebagai solusi inovatif yang dapat meningkatkan efektivitas sistem farmakovigilans dengan memanfaatkan data berskala besar dan beragam, seperti rekam medis elektronik, laporan efek samping dari pasien, media sosial, hingga data klaim asuransi. Artikel ini disusun sebagai narrative review yang bertujuan mengeksplorasi tantangan dan strategi dalam pemanfaatan Big data pada farmakovigilans. Metode yang digunakan adalah penelusuran literatur dari database ilmiah internasional seperti PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan lainnya, dengan kriteria inklusi artikel relevan yang diterbitkan antara tahun 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan Big data menghadapi berbagai tantangan seperti heterogenitas data, keterbatasan interoperabilitas sistem, masalah etika dan privasi, variasi kualitas data, hingga belum adanya standar regulasi global. Meski demikian, sejumlah strategi telah dikembangkan untuk mengatasi tantangan tersebut, antara lain dengan menerapkan kecerdasan buatan dan machine learning, membangun infrastruktur data yang terintegrasi, serta memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan. Selain itu, analisis prediktif dan deteksi dini efek samping semakin dimungkinkan melalui integrasi teknologi dan pendekatan berbasis data nyata. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa Big data berpotensi merevolusi sistem farmakovigilans, namun keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kesiapan regulasi, teknologi, sumber daya manusia, serta etika penggunaan data. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya kolaboratif lintas sektor untuk mewujudkan sistem pengawasan obat yang lebih responsif, efisien, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Polifarmasi dan Interaksi Obat pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa Githa Fungie Galistiani; Emeralda Pradipta Ratri; Djoko Wahyono
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien dengan penyakit ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis umumnya memiliki berbagai kondisi medis penyerta, seperti hipertensi dan gangguan metabolik lainnya yang menyebabkan penggunaan banyak obat secara bersamaan. Penggunaan sejumlah besar obat ini dapat menyebabkan polifarmasi, yaitu kondisi ketika pasien mengonsumsi lima atau lebih jenis obat yang pada gilirannya meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi polifarmasi serta mengidentifikasi potensi interaksi obat pada pasien hemodialisis. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode narrative review dengan menelaah 10 artikel yang relevan dalam 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami polifarmasi dengan tingkat konsumsi obat bervariasi antara lima hingga lebih dari sepuluh jenis obat per pasien. Mayoritas artikel menunjukkan tingginya prevalensi polifarmasi (>80%) dan potensi interaksi obat kategori sedang hingga berat, terutama pada pasien lansia dengan penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes. Dari analisis interaksi obat, ditemukan bahwa potensi interaksi yang terjadi mencakup kategori ringan, sedang hingga berat dengan beberapa kombinasi obat menunjukkan risiko signifikan terhadap penurunan efektivitas terapi maupun peningkatan toksisitas. Temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap regimen pengobatan yang digunakan oleh pasien hemodialisis.
Cover Vol. 22 No. 01 Juli 2025 PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal Of Indonesia)
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Vol. 22 No. 01 Juli 2025

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025 Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025 Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 02 Desember 2024 Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 01 Juli 2024 Jurnal Pharmacy, Vol. 20 No. 02 Desember 2023 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 01 Juli 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 01 April 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007 More Issue