cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
ISSN : 16933591     EISSN : 2579910X     DOI : -
Core Subject : Science,
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
PEMBUATAN ETANOL DARI NIRA NIPAH ( Nypa fruticans Wurmb) DENGAN PROSES FERMENTASI Tri Ambar Nur Hidayat; Tjiptasurasa Tjiptasurasa; Suparman Suparman
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i3.578

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan etanol dari nira nipah (Nypa fruticans Wurm) dengan proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa etanol dapat dihasilkan dari nira nipah (Nypa fruticans Wurmb) dan mengetahui jumlah ragi yang dapat menghasilkan etanol yang optimum. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode fermentasi dengan menggunakan ragi (Saccharomyces cerevisiae). Penetapan jumlah etanol yang dihasilkan dihitung dengan metode penyulingan yang dilakukan dengan cara menimbang bobot jenis etanol yang dihasilkan menggunakan piknometer. Hasil penelitian ini menujukkan etanol dapat dihasilkan dari nira nipah sebannyak 5% sampai 6% sehingga jumlah ragi yang digunakan tidak berpengaruh signifikan. Kata kunci: Etanol, Nira nipah, Fermentasi, Saccharomyces cerevisiae ABSTRACT It had been conducted a study on the making ethanol from nypa sap (Nypa frutican Wurmb) with fermentation process. This study aimed determine the amount of ethanol produced from nypa sap and to the amount of yeast that cauld produce the optimum ethanol. In this fermentation using yeast (Saccharomyces cerevisiae). To determine the amount of ethanol produced was carried out by weighing the gravity of ethanol destlilled using piknometer. The result of this study showed that ethanol could be produced from the nypa sap in the amount of 5 to 6% without significantly influence by the amoun of yeast used. Key words : Ethanol, Nypa sap, fermentation, Saccharomyces cerevisiae
TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN APOTEK DI KABUPATEN BANJARNEGARA Tri Setianingrum; Sudarso Sudarso; Wahyu Utaminingrum
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v8i03.1131

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang tingkat kepuasan konsumen apotek di Kabupaten Banjarnegara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen di apotek Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan model pendekatan secara observasional. Pengambilan sampel untuk penelitian ini menggunakan metode area random sampling dengan sampel berjumlah 400 orang konsumen. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan metode customer satisfaction index (CSI). Hasil analisis menunjukkan nilai customer satisfaction index (CSI) pada dimensi Responsiveness sebesar 0,8324 termasuk kategori sangat puas, pada dimensi assurance sebesar 0,8242 termasuk kategori sangat puas, pada dimensi reliability sebesar 0,7189 termasuk kategori puas, pada dimensi tangible sebesar 0,7704 termasuk kategori puas dan pada dimensi empathy sebesar 0,6194 termasuk kategori cukup puas. Nilai CSI secara keseluruhan sebesar 0,695 berada pada rentang nilai 0,66-0,80 yang termasuk kategori puas. Tingkat kepuasan konsumen apotek Kabupaten Banjarnegara adalah puas. Kata kunci : Tingkat kepuasan konsumen, pelayanan kefarmasian, apotek. ABSTRACT Has done research on the level of consumer satisfaction in the district of Banjarnegara pharmacies. The purpose of this study was to determine the level of consumer satisfaction in pharmacies Banjarnegara district. This research is descriptive analytical model with the observational approach. Sampling for this study using random sampling method with sample areas totaling 400 people of consumers. Methods of data collection is done by using a questionnaire and analyzed by the method of customer satisfaction index (CSI). The analysis showed the value of customer satisfaction index (CSI) on the dimensions of 0.8324 Responsiveness including categories very satisfied, on the assurance dimension of 0.8242 including the category of very satisfied, on the dimensions of reliability of 0.7189, including categories of content, on tangible dimension of 0 , 7704 including the categories of satisfaction and the dimensions of empathy for 0.6194 categorized quite satisfied. CSI overall value of 0.695 is in the range of values from 0.66 to 0.80 are categorized as satisfied. Levels of consumer satisfaction pharmacy Banjarnegara District is satisfied. Keywords: Level of customer satisfaction, pharmacy services, pharmacy.
PENGARUH KEPATUHAN DOKTER DALAM PENULISAN RESEP SESUAI FORMULARIUM OBAT GOLONGAN ANTIBIOTIK TERHADAP OBAT MACET GOLONGAN ANTIBIOTIK DI RUMAH SAKIT UMUM PURBALINGGA PERIODE JANUARI-JUNI 2011 Kartikasari Kartikasari; Indri Hapsari; Anjar Mahardian Kusuma
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i2.705

Abstract

ABSTRAK Kepatuhan dokter dalam penulisan resep sesuai formularium masih perlu ditingkatkan demi tercapainya pelayanan kefarmasian yang optimal. Adanya ketidakpatuhan dokter dalam penulisan resep sesuai formularium akan berpengaruh terhadap adanya obat-obat yang macet (dead stock). Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional (deskriptif analitik) dengan rancangan penelitian cross sectional dan data diambil secara retrospektif. Penelitian ini melibatkan 27 dokter dan 1207 resep. Hasil penelitian selama bulan Januari-Juni 2011 menunjukan persentase kepatuhan dokter sebesar 87% sedangkan yang tidak patuh sebesar 13%. Obat generik yang macet sebanyak 33,5% dan non generik 66,5% dengan nilai korelasi 0,214 dan nilai p 0,003. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang lenah antara kepatuhan dokter dalam penulisan resep sesuai formularium obat golongan antibiotik terhadap obat macet golongan antibiotik di RSU Purbalingga. Kata kunci : kepatuhan, formularium, obat macet, obat golongan antibiotik, dokter. ABSTRACT The doctors’ compliance to formularium in issuing prescription still needs to be improved to achieve an optimum pharmacy service. Their incompliance will cause a death stock of medicine. This was an observational research (analytical descriptive) applying cross sectional approach with the data retrospectively collected. This research included 27 of doctors and 1207 prescriptions. The research, conducted in Januari-June 2011, has indicated that the percentage of the complying doctors are 87%, and the rest of 13% does not comply to the standard. This makes a dead stock in generic medicine of 33,5% and in non-generic medicine of 66,5% with correlation value was 0,214 and p value was 0,003. Based on the results, it can be concluded that there was a negative correlation between the doctors’ compliance to the medicine formularium and the dead stock of antibiotics in RSU Purbalingga. Keywords: doctors’ compliance, formularium, dead stock of medicine, antibiotics
Pengelola dan Daftar Isi Jurnal Pharmacy Vol. 10 No. 02 Desember 2013 Admin Pharmacy
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v10i2.394

Abstract

Pengelola dan Daftar Isi Jurnal Pharmacy Vol. 10 No. 02 Desember 2013
PERBANDINGAN MODEL DAN PROFIL PELEPASAN OBAT SUKAR LARUT DARI MATRIKS BERBASIS NATURAL-GUM PADA SEDIAAN TABLET LEPAS LAMBAT Ahmad Ainurofiq; Syaiful Choiri
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v10i2.798

Abstract

ABSTRAK Berbagai polimer alam telah digunakan sebagai kontrol pelepasan obat dalam sediaan lepas lambat. Karagenan, pektin, dan glukomanan berpotensi sebagai matriks untuk mengontrol pelepasan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan pola dan metode pelepasan obat dati matriks berbasis natural-gum (karagenan, pektin dan glukomanan) dengan berbagai model kinetika pelepasan obat pada tablet lepas lambat teofilin. Teofilin digunakan sebagai model obat dan tablet dibuat dengan metode granulasi basah. Matriks yang digunakan adalah pektin, karagenan, dan glukomanan dengan konsentrasi 20%, 30%, dan 40%. Pemeriksaan mutu fisik dilakukan pada granul dan tablet. Pelepasan obat dilakukan dengan alat tipe II USP dengan putaran 75 rpm, medium dapar fosfat pH 4,5 selama 6 jam. Hasil dibandingkan secara statistic dengan ANOVA taraf kepercayaan 95%, model dependent dan model independent. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi matriks glukomanan dan pektin menurunkan waktu alir dan peningkatan konsentrasi matriks menurunkan kompaktibilitas. Matriks pektin dan karagenan menunjukkan pelepasan konstan. Kinetika pelepasan yang paling dominan mengikuti kinetika orde nol dengan koefisien determinasi paling tinggi dan perbedaan antara data yang teramati dan data prediksi yang rendah (AICc dan RMSE) dan mekanisme pelepasan dikontrol oleh erosi pada matriks. Kata kunci: pektin, karagenan, glukomanan, pelepasan obat ABSTRACT Various natural polymers had been used as a control drug release in sustained release dosage form. Carrageenan, pectin, and glucomannan were potential as a matrix to control the release of drugs. This study is aimed at determining and comparing the patterns and methods of drug release from matrix natural-gum based (carrageenan, pectin, and glucomannan) with different models of drug release kinetics in sustained release theophylline tablets. Theophylline was used as a drug model and tablets which was made by wet granulation method. The matrix used is pectin, carrageenan, and glucomannan with the concentration 20%, 30%, and 40%. Physical quality inspection was conducted on granules and tablets. Drug release was carried out with apparatus type II USP at 75 rpm rotation, medium phosphate buffer pH 4,5 for 6 hours. The results were statistically compared by ANOVA level of 95%, dependent model and independent model. The results showed that the increasing concentration of glucomannan and pectin matrix decreased the flow time and increased concentrations of matrix lowers compatibility. Matrix of pectin and carrageenan showed a constant release. The most dominant release kinetics followed zero order kinetics with the highest determination coefficient and the difference between the observed data and the data predicted low (AICC and RMSE) and the release mechanism was controlled by the erosion of the matrix. Key words: pectin, carrageenan, glucomannan, drug release
Pengaruh Ukuran Granul dan Kadar Solutio Gelatin Sebagai Bahan Pengikat Terhadap Migrasi Vitamin B6 Agus Siswanto; Iskandar Sudirman; Santi Patrinia Feranses
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1781.739 KB)

Abstract

Bahan obat yang larut dalam air (vitamin B6) dapat mengalami migrasi selama pengeringan dalam granulasi basah. Migrasi obat dipengaruhi oleh suhu pengeringan, ukuran bahan pengisi, kekentalan bahan pengikat, dan cara pengeringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran granul dan kadar bahan pengikat solutio gelatin terhadap migrasi vitamin B6. Dalam penelitian ini vitamin B6 dibuat dalam 3 formula yaitu: F1 (5% solutio gelatin), F2 (7,5% solutio gelatin), F3 (10% solutio gelatin). Kemudian masing-masing formula diayak dengan ayakan No. 10, 12, dan 16 mesh. Granul dimasukan dalam sel pengering 4 lapis, dikeringkan pada suhu 40-60oC selama 4 jam. Ditentukan koefisien migrasi pada tiap formula. Hasil penelitian menunjukan bahwa migrasi vitamin B6 dipengaruhi oleh ukuran granul dan konsentrasi bahan pengikat solutio gelatin. Semakin kecil ukuran granul maka migrasi vitamin B6 semakin kecil dan semakin besar kadar bahan pengikat solutio gelatin maka migrasi vitamin B6 semakin kecil.
PENGARUH CARA PENAMBAHAN AMILUM BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk) SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR TERHADAP SIFAT FIFIK TABLET ANTALGIN Muhammad Furqon; Iskahar Sudirman; Agus Siswanto
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v6i2.423

Abstract

ABSTRAK Amilum digunakan sebagai bahan penolong dalam formulasi tablet yaitu sebagai bahan penghancur, bahan pengikat, dan bahan pengisi. Contohnya adalah amilum biji nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh amilum biji nangka sebagai bahan penghancur terhadap sifat fisik tablet antlagin. Dalam penelitian ini dibuat tiga formula tablet antalgin dengan penambahan bahan penghancur amilum biji nangka secara intragranulasi dan ekstragranulasi yaitu formula I 100% intragranulasi, formula II 50% intragranulasi dan 50% ekstragranulasi serta formula III 100% ekstragranulasi. Metode pembuatan tablet dengan metode granulasi basah. Granul kering diuji sifat alirnya, sedangkan tablet antalgin diuji sifat fisisnya meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur. Hasil uji sifat fisik granul dan tablet dianalisis secara statistik anava satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amilum biji nangka dapat digunakan sebagai bahan penghancur tablet antalgin dengan konsentrasi 10% secara intragranulasi, ekstragranulasi dan kombinasi. Penambahan bahan penghancur biji nangka berpengaruh terhadap sifat fisik tablet antalgin. Pengaruh penambahan amilum biji nangka sebagai bahan penghancur secara kombinasi intragranulasi dan ekstragranulasi dapat menyebabkan waktu hancur tablet semakin cepat. Kata kunci : amilum, biji nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk), tablet ABSTRACT Starch is used as the main excipient on tablets dosage form. It is used as disintergrant, binding and diluents agent. For example is jackfruit seed (Artocarpus heterophyllus Lamk) starch. The aim of this research was to find out the influence of jackfruit seed starch as disintegrant on physical characteristic of antalgin tablets. Three formulation of antalgin tablet were made in this research by adding disintegrant jackfruit seed starch by intragranulation and extragranulation. They were formula I 100% intragranulation, formula II 50% intragranulation and 50% extragranulation and formula III 100% extragranulation. They were made by wet granulation method. The dry granul werw tested for the flow time, while antalgin tablets were tested for the physical characteristic including weight variations, hardness, friabilities and disintegration time. The result of physical test of granules and tablets were analyzed by one way anava. The result of this research showed that jackfruit seed starch can be used as disintegrant on antalgin tablets which concentration 10% by intragranulation, extragranulation and combination. The physical characteristic of antalgin tablets was influenced by disintegrant adding. The influence of jackfruit seed starch adding as disintegrant by combination intragranulation and extragranulation can makes shorter disintegrant time. Key words : starch, jackfruit seed (Artocarpus heterophyllus Lamk), tablets.
KORELASI PENGUKURAN ANTROPOMETRI TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA DEWASA MUDA Bernahdea Wikan Pangesti; Diah Intan Sari; Fenty Fenty
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v11i2.835

Abstract

ABSTRAK Antropometri adalah metode pengukuran yang dapat menggambarkan distribusi lemak tubuh dan sebagai prediktor terkait obesitas. Obesitas berhubungan dengan peningkatan kadar trigliserida dalam darah. Pengukuran antropometri seperti indeks masa tubuh/IMT, lingkar pinggang/LP dan rasio lingkar pinggang panggul/RLPP sering digunakan untuk mengetahui keadaan obesitas pada seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi pengukuran antropometri terhadap kadar trigliserida dalam darah. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan rancangan potong-lintang. Responden penelitian adalah mahasiswa dan mahasiswi di Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh berupa data indek masa tubuh, lingkar pinggang, dan rasio lingkar pinggang panggul serta kadar trigliserida yang selanjutnya diolah secara statistik dengan uji normalitas dan dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan pengukuran IMT dan LP mempunyai korelasi positif bermakna dengan kekuatan korelasi sedang terhadap kadar trigliserida dalam darah (r:0435 & r:0,442; p:0,000) pada wanita dewasa muda. Pengukuran IMT, LP, dan RLPP mempunyai korelasi positif bermakna dengan kekuatan korelasi lemah terhadap kadar trigliserida dalam darah (r:0,288; r:0,307; r:0,343, p
Validasi Metode Analisis Tablet Losartan Merk B yang Ditambah Plasma Manusia dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Fase Terbalik Ika Yuni Astuti; Wiranti Sri Rahayu; Dian Pratiwi
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2686.214 KB)

Abstract

Losartan merupakan obat antihipertensi yang diwajibkan oleh BPOM untuk diteliti bioekivalensinya. Metode analisis yang valid dibutuhkan untuk pengujian bioekivalensi. Sebagai langkah awal dilakukan penelitian metode analisis losartan dengan menggunakan plasma darah secara in vitro. Metode yang dipilih adalah kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) sistem isokratik dengan fase terbalik dengan detektor multiplayerchip sumber cahaya ultra violet pada panjang gelombang 220 nm dengan menggunakan metode adisi. Pemisahan dengan menggunakan kolom C-18 fase terbalik dan fase gerak menggunakan asetonitril 60% dan dapar fosfat 0,015 M 40% (sampai pH 2,4 dengan ditambah asam ortho fosfat). Hasil penelitian menunjukkan metode tersebut linear (r = 0,998 pada konsentrasi antara 5-30 µg/mL). Batas kuantitasi = 6,082 µg/mL, batas deteksi = 1,825 µg/mL. Uji presisi menunjukan koevisien variasi 2,244 dan uji akurasi menunjukan % perolehan kembali masing-masing = 85,639 %; 94,569 %; dan 103,278 %. Sedangkan % perolehan kembali kadar losartan dalam tablet B masing-masing adalah 95,479% ; 95,038% ; dan 99,783%.
EFEK PENAMBAHAN POLIVINIL PIROLIDON TERHADAP DISOLUSI TABLET PARASETAMOL Iskandar Soedirman; Agus Siswanto; Reza Pramitha Habsari
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i1.563

Abstract

ABSTRAK Parasetamol merupakan obat yang mempunyai sifat agak sukar larut dalam air sehingga di tambahkan bahan pembasah untuk menurunkan sudut kontak agar mudah terbasahi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan polivinil pirolidon terhadap sifat fisik dan disolusi tablet parasetamol. Dalam penelitian ini dibuat tiga formula tablet parasetamol dengan konsentrasi polivinil pirolidon yang berbeda (0,10%, 0,15%, 0,20%) sebagai bahan pembasah. Tablet dibuat dengan metode granulasi basah dan kemudian tablet diuji sifat fisiknya meliputi kekerasan, kerapuhan, waktu hancur. Diuji disolusinya dengan medium dapar fosfat pH 5,8. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan polivinil pirolidon sebagai bahan pembasah berpengaruh terhadap sifat fisik tablet parasetamol. Semakin besar konsentrasi bahan pembasah, maka tablet semakin rapuh, kekerasannya semakin kecil, waktu hancurnya semakin cepat, persentase kadar terlarut pada menit ke-30 semakin tinggi. Dan yang memenuhi syarat farmakope adalah yang konsentrasinya 0,15% dan 0,20%. Kata kunci : polivinil pirolidon, bahan pembasah, tablet parasetamol ABSTRACT Paracetamol is kind of drug which is rather difficult to dissolve so it should be added water for its dissolving decrease relating for. The aim of this research were to know the effect of polyvinylpyrolidone addition. In this research four formula of paracetamol tablet were made by varied concentration of polyvinylpyrolidone (0.10%, 0.15%, 0.20%) as wetting agent. Paracetamol tablet were formulated by wet granulation method, and the tablet were tested its physical characteristics including the hardness, friability, disintegration time. Disolution rate were assaid by phosphate buffer medium at pH 5,8. The result of this research showed that addition of polyvinylpyrolidoneas wetting agent influenced on paracetamol tablet physical characteristics. The more concentration of wetting agent, the more friability, the less of hardness, the faster of disintegration time and the increasing of C30. and at concentration 0.15% and 0.20% are according to pharmacopea. Keywords : Polyvinylpyrolidone, wetting agent, paracetamol tablet

Page 6 of 48 | Total Record : 475


Filter by Year

2007 2021


Filter By Issues
All Issue Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 01 Juli 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 01 April 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007 More Issue