cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
jurnalpendidikankimiaindonesia@gmail.com
Phone
+6287762961886
Journal Mail Official
jpki@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia
ISSN : 20879040     EISSN : 26139537     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jpk.v3i1
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia is a scientific journal published by the Department of Chemistry Education of Ganesha University of Education. This journal aims to accommodate the articles of research results and results of community service in the field of education and learning. In the end this Journal can provide a description of the development of science and technology in the field of education for the academic community. This journal is published 2 times a year (April and October).
Articles 159 Documents
MEDIA DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN BERBASIS ANIMASI: EFEKTIFITAS MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA MEMECAHKAN MASALAH DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Marlina, Marlina; Hadi, Samsul; Rahim, Abdul
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v5i2.33659

Abstract

Kesulitan yang dialami siswa dalam mempelajari kelarutan dan hasil kali kelarutan, masih banyak siswa belum memahami konsep prasyarat, seperti konsep mol, reaksi ionisasi, kesetimbangan kimia, pH larutan asam dan basa. Kesulitan siswa juga dikarenakan kurangnya guru memberikan contoh-contoh tentang reaksi-reaksi yang ada di lingkungan sekitar yang sering dijumpai siswa Penelitian ini bertujuan menganalisis efekktifitas media demonstrasi dan eksperimen berbasis animasi dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa di era revolusi industri 4.0. Jenis penelitian menggunakan Quasi Eksperimen dengan Nonequivalent Pretest Posttest Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah 50 siswa kelas XI MIPA yang dibagi menjadi 27 siswa pada kelas eksperimen dan 24 siswa pada kelas control. Data dikumpulkan menggunakan metode tes. Teknik analisiss data menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan uji prasyarat normalitas dan homogenitas diperoleh nilai signifikansi > 0,05. Hasil uji paired sample t-test diperoleh Sig. 0,00 < 0,05 menunjukan pretest dan posttest kelas eksperimen maupun kelas kontrol berbeda signifikan. Hasil uji Independent sample t-test diperoleh Sig. (2-tailed) 0,018 < 0,05 sehingga ada perbedaan rata-rata antara kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam memecahkan masalah. Perbedaan rata-rata kelas eksperimen > rata-rata kelas kontrol yaitu 80 > 70. Itu berarti bahwa media demonstrasi dan eksperimen berbasis video animasi efektif digunakan pada proses pembelajaran.
Penerapan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Multimedia untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Kimia Munifatun Muthoharoh; I Made Kirna; Gusti ayu Indrawati
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v1i1.12805

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih rendahnya hasil belajar kimia siswa kelas X MIA 3 SMA N 4 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. Masalah lain yang muncul berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti adalah kurangnya motivasi siswa dalam pembelajaran kimia. Salah satu penyebab rendahnya motivasi siswa adalah keterbatasan penggunaan media dalam proses kegiatan belajar mengajar. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar kimia siswa melalui penerapan LKPD berbasis mutimedia. Guna mencapai tujuan tersebut peneliti melakukan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif dengan menggunakan model Kemmis dan Taggart. Sbjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 3 SMAN 4 Singaraja. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket, tes dan observasi. Instrumen penelitian berupa lembar angket motivasi dan lembar observasi yang dianalisis dengan teknik kualitatif dan dari hasil tes penguasaan konsep yang dianalisis dengan teknik kuantitatif yang dipresentasekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan LKPD berbasis multimedia dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar kimia siswa kelas X MIA 3  SMAN 4 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. Peningkatan tersebut dapat diketahui dari hasil rata-rata pretest sebelum tindakan dilakukan adalah 45,77 dengan jumlah siswa yang mencapai nilai batas ketuntasan minimal  adalah 7,69%, mengalami peningkatan pada siklus I yakni hasil rata-rata tes penguasaan konsep pada siklus I adalah 85,38 dengan jumlah siswa yang mencapai nilai batas ketuntasan minimal  adalah 87,18%. Pada siklus II, hasil rata-rata penguasaan konsep meningkat menjadi 90,38 dengan persentase jumlah siswa yang nilanya diatas kriteria ketuntasan minimal sebesar 92,31%.
MENINGKATKAN KESIAPAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN PEMBERIAN KUIS DI AWAL PEMBELAJARAN Made Gautama Jayadiningrat; I Nyoman Tika; Ni Putu Yuliani
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v1i1.12806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa kelas XII MIA 4 SMA Negeri 2 Singaraja melalui pemberian kuis di awal pembelajaran. Jenis penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII MIA 4 SMA Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 36 orang, terdiri dari 15 orang laki-laki dan 21 orang perempuan. Data kesiapan belajar siswa dikumpulkan melalui test kuis di awal pembelajaran dan data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui tes hasil belajar berbentuk uraian yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Data-data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kuis sebelum proses pembelajaran dapat meningkatkan kesiapan belajar siswa kelas XII MIA 4 SMA Negeri 2 Singaraja Tahun Ajaran 2016/2017. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa peningkatan persentase ketuntasan siswa dalam mengerjakan soal kuis dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar 58,3 %. Selain itu, berdasarkan hasil pengerjaan tes hasil belajar  diperoleh  peningkatan persentase ketuntasan siswa sebesar 58,33%.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KIMIA Istiqomah Fenica; I Wayan Muderawan; Putu Widiartini
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v1i1.12807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XI MIA 6 SMA N 1 Singaraja tahun ajaran 2016/2017 pada mata pelajaran kimia dengan penerapan model pembelajaran inkuri terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 6 SMA N 1 Singaraja dengan jumlah 30 siswa, objek penelitian meliputi model pembelajaran inkuiri terbimbing, dan aktivitas belajar siswa. Materi pokok penelitian ini adalah laju reaksi yang terdiri dari dua kompetensi dasar yaitu tentang teori tumbukan, faktor-faktor laju reaksi, penentuan orde reaksi dan persamaan laju reaksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dimana pada siklus 1 aktivitas belajar siswa dengan kriteria baik meningkat dari 43,33% menjadi 46.67% begitu juga dengan kritesisa sangat baik meningkat dari 26,67% menjadi 43,33% seiring turunnya aktivitas siswa yang kurang baik dari 30% menjadi 10%. Berdasarkan analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa pada materi laju reaki dapat meningkat dengan penerapan model Inkuiri terbimbing.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR KIMIA Amallia Nugrahaeni; I Wayan Redhana; I Made Arya Kartawan
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v1i1.12808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kimia melalui model pembelajaran Discovery Learning pada materi laju reaksi. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Singaraja di kelas XI MIA 2 semester gasal tahun ajaran 2016∕2017 subjek berjumlah 29 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Tes digunakan untuk mengukur hasil belajar kemampuan awal siswa dan hasil belajar, dan lembar observasi digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa.Pembelajaran dengan menggunakan model Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan keterampilan berpikir kritis siswa. Keberhasilan penerapan dalam meningkatkan hasil belajar siswa ditunjukan dengan adanya perubahan dalam proses siklus I kenaikan nilai rata-rata kelas setelah adanya tindakan dari semula pretest sebesar 85,70 % naik menjadi 89,70% pada saat postest. Peningkatan jumlah peserta didik yang mencapai nilai KKM sebesar 17,24%. Pada siklus II keberhasilan ditunjukan dengan kenaikan nilai rata-rata kelas setelah adanya tindakan dari semula pretest sebesar 62,1% naik menjadi 79,3% pada saat postest. Peningkatan jumlah peserta didik yang mencapai nilai KKM sebesar 6,8%. Nilai yang dicapai masih dikategorikan dalam kriteria Sangat Baik.Berdasarkan analisis keterampilan berpikir kritis siswa, keberhasilan penerapan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa ditunjukan oleh persentase berpikir kritis siswa yang berada pada kriteria kritis dari 80,57% pada pertemuan kedua siklus I meningkat pada kriteria sangat kritis menjadi pada kriteria 88,5% pada pertemuan kedua siklus II. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan pembelajaran dengan menggunakan model Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan keterampilan berpikir kritis siswa SMA Negeri 2 Singaraja di kelas XI MIA 2 semester gasal tahun ajaran 2016∕2017.
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) pada pembelajaran kimia untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa Eva Zumaroh; I Dewa Widana; Ni Luh Muliani
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v1i1.12809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian dilaksanakan pada pada tanggal 5 Oktober – 22 Oktober 2016 di kelas XII MIPA 3 SMA Negeri 3 Singaraja dengan jumlah siswa 25. Teknik pengambilan data mengunakan observasi, pemberian angket, dan test uji kompetensi kognitif.  Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi motivasi, lembar angket motivasi dan lembar soal test uji kompetensi kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Hasil observasi motivasi siswa pada siklus I yaitu 68% siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi dan meningkat pada siklus II sebesar 32% menjadi 100% siswa sudah menunjukkan motivasi yang tinggi. Data angket motivasi siswa pada siklus I yaitu 40% siswa memiliki motivasi yang tinggi dan meningkat pada siklus II menjadi 72% siswa. Hasil belajar siswa siklus I, 64% siswa tuntas belajar dan 16% siswa belum tuntas belajar dan terjadi peningkatan pada siklus II sebesar 20% menjadi 84% siswa tuntas belajar dan 16% siswa belum tuntas belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Dewi Qurrota A’yuningsih; I Nyoman Suardana; I Made Suwenten
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v1i2.12810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik kelas X MIA 2 SMAN 3 Singaraja Tahun Ajaran 2016/2017 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Pengukuran motivasi belajar peserta didik didasarkan pada hasil angket motivasi belajar peserta didik dan didukung oleh hasil lembar observasi motivasi peserta didik. Sedangkan pengukuran hasil belajar peserta didik didasarkan pada tes hasil belajar yang dilaksanakan setiap akhir siklus untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dalam pembelajaran kimia dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik kelas X MIA 2 SMA Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2016/2017 dengan persentase rata-rata motivasi belajar dari pra penelitian hingga siklus 2, yaitu 51,15%  menjadi 60,73% pada siklus 1 dan menjadi 76,5% pada siklus 2. Hasil tes belajar peserta didik juga mengalami peningkatan dari 32% pada siklus satu menjadi 84% pada siklus dua. Peningkatan motivasi dan hasil belajar peserta didik didukung dengan data persentase keseluruhan hasil angket respon peserta didik terhadap model pembelajarn kooperatif tipe TGT, yaitu sebanyak 85,52%.  Penerapan model kooperatif tipe TGT dapat digunakan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran bagi guru dalam proses pembelajaran.  Namun, model pembelajaran ini membutuhkan waktu yang lebih banyak dalam proses pembelajarannya karena adanya permainan. Maka dari itu, guru dituntut untuk bisa membagi waktu dalam penyampaian materi yang sesuai dengan indikator pencapain kompetensi.
PENERAPAN METODE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X MIA Ni Luh Supadmi; I Gusti Lanang Wiratma; Luh Maharani Merta
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v1i2.12811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kela X MIA 6 SMA Negeri 4 Singaraja melalui metode mind mapping.  Jenis penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan, tindakan, evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 38 orang, terdiri dari 17 orang laki-laki dan 21 orang perempuan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa yang diambil dari penerapan metode pembelajaran mind mapping. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, soal tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian dan analisis data pada siklus I dan siklus II diketahui bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2016/2017. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan presentase aktivitas belajar siswa terhadap pelajaran kimia dari skor rata-rata 74,57 dengan kategori cukup aktif pada siklus I menjadi 82,68 dengan kategori aktif pada siklus II. Hasil belajar siswa juga meningkat dari persentase ketuntasan 63,15 % pada siklus I menjadi 89,47 % pada siklus II.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA DI KELAS X MIPA Ni Made Susanti; I Nyoman Suardana; Made Suwenten
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v1i2.12812

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kimia siswa melalui model pembelajaran guided inquiry. Penelitian dilakukan di kelas X MIPA 4 SMA Negeri 3 Singaraja semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017. Jumlah peserta didik sebanyak 28 terdiri atas 12 peserta didik laki-laki dan 16 peserta didik perempuan. Penelitian berlangsung selama dua siklus. Tiap siklus terdiri atas kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Tiap siklus terdiri atas empat kali pertemuan dan setiap pertemuan berlangsung 3 × 45 menit. Pada siklus I difokuskan pada materi struktur atom Bohr dan sistem periodik unsur. Pada siklus 2 difokuskan pada materi ikatan kimia. Data-data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh melalui hasil evaluasi tiap akhir siklus. Selain itu juga berupa data kualitatif yang diperoleh melalui hasil observasi. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa telah terjadi peningkatan aktivitas belajar kimia dan peningkatan hasil belajar kimia siswa. Hasil belajar dari kondisi awal ke kondisi akhir mengalami peningkatan. Nilai rerata yang dicapai peserta didik pada kondisi awal sebesar 55,50 menjadi 68 pada siklus I dan meningkat menjadi 78,00 pada siklus II sehingga dari kondisi awal ke kondisi akhir peningkatan nilai rerata peserta didik sebesar 22,5%. Jumlah peserta didik yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) dari kondisi awal ke kondisi akhir mengalami peningkatan. Jumlah peserta didik yang mencapai KKM pada kondisi awal sebanyak 8 peserta didik atau sebesar 27,5% menjadi 16 peserta didik atau sebesar 57% pada siklus I dan meningkat menjadi 28 peserta didik atau sebesar 100% pada siklus II. Dengan demikian dari kondisi awal ke kondisi akhir peningkatan jumlah peserta didik yang mencapai KKM sebesar 72,5%.
PEMBERIAN KUIS DI AWAL PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MIPA I Komang Trisna; I Wayan Subagia; Putu Oka Herawati
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v1i2.12813

Abstract

Hasil observasi awal pada pembelajaran dengan sub topik bahasan ikatan ion menunjukkan bahwa partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran sangat rendah. Selain itu, hasil pengerjaan kuis di awal pembelajaran menunjukkan persentase ketuntasan sebesar 17,86% dengan rata-rata nilai 21,79. Hasil tersebut mengindikasikan rendahnya kesiapan dan hasil belajar siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diajukan solusi berupa pemberian kuis di awal pembelajaran untuk meningkatkan kesiapan dan hasil belajar siswa kelas X MIPA 5 SMA Negeri 1 Singaraja tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian yang dilakukan adalan penelitian tindakan kelas (PTK). Tempat pelaksaan penelitian ini adalah di SMA Negeri 1 Singaraja pada bulan September sampai dengan bulan November tahun 2016. Subyek dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA 5, sedangkan obyek penelitian ini adalah kesiapan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dengan rincian satu siklus terdiri dari satu kali pertemuan. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif yaitu hasil pengerjaan kuis di awal pembelajaran setiap siklus dan hasil pengerjaan tes hasil belajar. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif berdasarkan kriteria ketuntasan klasikal (KK). Hasil analisis data dari observasi awal sampai dengan siklus II menjunjukkan adanya peningkatan persentase ketuntasan dan rata-rata nilai siswa dalam mengerjakan soal kuis di awal pembelajaran. Persentase ketuntasan pengerjaan soal kuis pada observasi awal sebesar 17,86% dengan rata-rata nilai 21,79, meningkat menjadi 34,48% dengan rata-rata nilai 58,28 pada siklus I dan menjadi 72% dengan rata-rata nilai 80,60 pada siklus II. Hasil pengerjaan tes hasil belajar menunjukkan ketuntasan sebesar 80% dengan rata-rata nilai 79,59. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa metode pemberian kuis di awal pembelajaran efektif dalam meningkatkan kesiapan dan hasil belajar siswa XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Singaraja Tahun Ajaran 2016/2017.

Page 7 of 16 | Total Record : 159