cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Published by Universitas Jambi
ISSN : 26212846     EISSN : 26212854     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agroecotania adalah jurnal ilmiah publikasi nasional ilmu budidaya pertanian yang diterbitikan oleh Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jambi dan digunakan sebagai media diseminasi hasil penelitian dalam bentuk full research article mengenai aspek-aspek Ilmu Budidaya Tanaman.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
PENINGKATAN KETERSEDIAAN P ULTISOL DENGAN PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR Saftia Laila Rajmi; Margaretha Margaretha; Refliati Refliati
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.841 KB) | DOI: 10.22437/agroecotania.v1i2.6340

Abstract

Ultisol merupakan lahan kering masam yang memiliki tingkat kesuburan dan produktivitas yang rendah salah satunya adalah ketersedian P. Kandungan P Ultisol sebagian besar di fiksasi oleh Al3+ sehingga P menjadi tidak tersedia. Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) dapat dijadikan sebagai alternatif dalam meningkatkan kandungan P-tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan P-tersedia pada Ultisol dengan pemberian FMA. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 kelompok yaitu M0 = tanpa pemberian FMA + pupuk P rekomendasi, M1 = 10 g FMA tanaman-1 + 80% pupuk P rekomendasi, M2 = 20 g FMA tanaman-1 + 60% pupuk P rekomendasi, M3 = 30 g FMA tanaman-1 + 40% pupuk P rekomendasi, M4 = 40 g FMA tanaman-1 + 20% pupuk P rekomendasi dan M5 = 50 g FMA tanaman-1 + tanpa pupuk P. Pupuk dasar yang digunakan adalah Urea 75 kg ha-1 (diberikan 1⁄2 dari rekomendasi), SP36 100 kg ha-1 (diberikan sesuai dengan perlakuan) dan KCl 100 kg ha-1. Pengamatan yang dilakukan yaitu pengamatan sifat kimia tanah awal dan akhir penelitian.. Data dianalisis dengan sidik ragam dan kemudian di uji lanjut untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dengan dilakukan Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian FMA mampu meningkatkan ketersediaan P Ultisol sebesar 38,57% apabila dibandingkan dengan tanpa pemberian FMA.
PENGARUH PUPUK KOMPOS AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Rindy Azhari; Nerty Soverda; Yulia Alia
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.727 KB) | DOI: 10.22437/agroecotania.v1i2.6341

Abstract

Tanaman kacang hijau merupakan jenis tanaman yang berasal dari daerah tropis yang termasuk dalam suku polong-polongan (Fabaceae) yang menghasilkan biji. Biji kacang hijau kaya akan karbohidrat dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kompos ampas tebu terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau dan mendapatkan dosis terbaik pupuk kompos ampas tebu yang dapat meningkatkan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian ini dilaksanakan di Teaching and Research Farm Fakultas Pertanian, Universitas Jambi, Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi selama 4 bulan mulai 31 Desember 2017 sampai dengan 22 April 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu dosis pupuk kompos ampas tebu yang terdiri atas 4 taraf perlakuan yaitu tanpa pupuk kompos ampas tebu (p0), 10 ton ha-1 pupuk kompos ampas tebu (p1), 20 ton ha-1 pupuk kompos ampas tebu (p2) dan 30 ton ha-1 pupuk kompos ampas tebu (p3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali dengan demikian terdapat 24 petakan percobaan. Untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap variabel yang diamati lakukan Uji Anova dan Uji Lanjut Duncan. Pupuk kompos ampas tebu berpengaruh terhadap jumlah polong per tanaman dan jumlah polong berisi per tanaman akan tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang primer per tanaman, bobot 100 biji dan hasil kacang hijau. Pupuk kompos ampas tebu 10 ton ha-1 merupakan dosis terbaik yang memberikan tinggi tanaman 46,56 cm, jumlah cabang primer per tanaman 6,95 cabang, jumlah polong 21,63 polong, jumlah polong berisi 21,42 polong, bobot 100 biji 7,58 g dan hasil 2,07 ton ha-1.
Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Bawang Merah Pada Dua Cara Tanam Di Lahan Kering Dataran Rendah Kota Jambi Syafri Edi
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 2 No. 1 (2019): Volume 2, Issue 1, Juni 2019
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.56 KB)

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) mempunyai peluang untuk dikembangkan di Kota Jambi, hal ini didukung oleh ketersediaan lahan dan permintaan pasar yang cenderung meningkat. Produktivitas bawang merah pada dataran rendah belum dapat menyamai produksi pada dataran tinggi. Permasalah utama belum tersedianya varietas yang mampu beradaptasi pada dataran rendah. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan varietas dan cara tanam bawang merah yang adaptif pada dataran rendah Kota Jambi. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Paal Merah Kota Jambi, bulan April sampai Agustus 2015. Penelitian disusun secara faktorial menggunakan rancangan acak kelompok. Faktor pertama penggunaan mulsa dan tanpa mulsa plastik hitam perak (MPHP). Faktor kedua 6 (enam) varietas bawang merah (Biru Lancor, Katumi, Manjung, Ilocos Philip, Super Philip dan Tajuk). Setiap perlakuan diulang tiga kali, penanaman pada bedengan yang berukuran 1 x 10 m, jarak tanam 15 x 15 cm 1 umbi per lobang tanam, masing-masing perlakuan di ulang 3 kali. Hasil penelitian didapatkan bahwa cara tanam menggunakan MPHP memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah lebih baik dari cara tanam tanpa MPHP. Hasil tertinggi diperoleh pada perlakuan cara tanam menggunakan MPHP 11,74 t/ha, sedangkan tanpa MPHP 9,36 t/ha. Terdapat selisih 2,38 t/ha atau terjadi peningkatan hasil 20,27 %. Empat varietas bawang merah memberikan hasil lebih baik, yaitu Super Philip (12,92 t/ha), Manjung (12,85 t/ha), Ilocos Philip (11,94 t/ha) dan Katumi (11,48 t/ha) dengan perlakuan cara tanam menggunakan MPHP. Sedangkan tanpa MPHP terdapat tiga varietas yang relatif memberikan hasil lebih baik, yaitu Super Philip (10,76 t/ha), Ilocos Philip (10,55 t/ha) dan Manjung (10,13 t/ha).
Kajian Status Unsur Hara Cu Dan Zn Pada Lahan Padi Sawah Irigasi Semi Teknis: Studi Kasus di Desa Sri Agung Kecamatan Batang Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat Serley Virzelina; Gindo Tampubolon; Hasriati Nasution
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 2 No. 1 (2019): Volume 2, Issue 1, Juni 2019
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.799 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dan mempelajari status dan ketersediaan hara Cu dan Zn pada lahan padi sawah irigasi semi teknis di Desa Sri Agung Kecamatan Batang Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Penelitian dilaksanakan di Desa Sri Agung, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Penelitian dilakukan dengan Metode Survei Eksploratif-Deskriptif, dimana pemilihan areal pewakil dengan menggunakan Metoda Purposive Sampling yakni berdasarkan tahun pencetakan sawah dan kelompok tani. Pengambilan sampel tanah dilakukan berdasarkan tahun pencetakan dan kelompok tani, dimana pencetakan sawah tahun 1992 sampai tahun 1995 diambil 2 sampel tanah komposit yang diperoleh dari 10 titik boring yang ditentukan secara zig-zag sedangkan untuk pencetakan sawah tahun 1996 yang dikelola 8 kelompok tani diambil 1 sampel tanah komposit yang berasal dari 5 titik boring. Dari uraian tersebut total sampel komposit sebanyak 16 sampel dengan jumlah titik boring 80 titik . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanah sawah di lokasi penelitian 93,75% bertekstur lempung liat berdebu dan 6,25% bertekstur liat berdebu. Kandungan C-organik tanah sawah memiliki kandungan C-organik yang tergolong rendah dengan nilai 0,94% sampai 1,46%. pH tanah lapang secara keseluruhan tergolong agak masam dengan nilai pH berkisar dari 5,62 sampai 5,80 sedangkan pH tanah kering angin tergolong masam dengan nilai pH berkisar dari 4,60 sampai 5,28. Kandungan unsur hara Cu secara keseluruhan tergolong rendah menurut kriteria IPB 1982 dengan nilai kandungan Cu berkisar dari 0,5 ppm sampai 4,25 ppm sedangkan kandungan unsur hara Cu tergolong cukup menurut kriteria Balai Penelitian Tanah (BPT) 2009. Kandungan unsur hara Zn secara keseluruhan tergolong tinggi menurut kriteria IPB 1982 dengan nilai kandungan Zn berkisar dari 10,28 ppm sampai 20,87 ppm sedangkan kandungan unsur hara Zn tergolong cukup menurut kriteria Balai Penelitian Tanah (BPT) 2009. Korelasi antara tahun pencetakan sawah dengan pH tanah kondisi lapang yaitu Y = 20,8 - 1,36X1 + 0,0303 X2 dengan R2 = 0,169 dan korelasi antara tahun pencetkan sawah dengan pH kering angin yaituY = 17,8 - 1,28 X1 + 0,0312 X2 dengan R2 = 0,227. Korelasi antara pH tanah dengan ketersediaan Cu yaitu Y = 294 - 25,8X1 + 0,566 X2 dengan R2 = 0,31 dan korelasi antara pH tanah dengan ketersediaan Zn yaitu Y = 1064 - 92,9X1 + 2,04 X2 dengan R2 = 0,347
Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh 2,4-D (Dichlorophenoxyacetid- Acid) Dan Kinetin Terhadap Induksi Kalus Dari Eksplan Daun Kayu Manis (Cinnamomun Burmanii) Muhammad Teguh Satria; Neliyati Neliyati; Jasminarni Jasminarni
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 2 No. 1 (2019): Volume 2, Issue 1, Juni 2019
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.864 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi antara konsentrasi zat pengatur tumbuh 2,4-D dan kinetin terhadap induksi kalus dari eksplan daun kayu manis serta untuk mendapatkan kombinasi konsentrasi yang tepat untuk menginduksi kalus. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jambi, Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial, faktor pertama taraf konsentrasi zat pengatur tumbuh 2,4-D 1,2,3,4,5 ppm dan faktor kedua taraf konsentrasi zat pengatur tumbuh kinetin 0,1 ; 0,5 ; 1.0 ppm sehingga di dapatkan 15 perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali maka di dapatkan 45 satuan percobaan. Masing-masing satuan percobaan terdiri dari 3 botol dan terdapat satu eksplan dalam setiap botol. Eksplan di induksi selama 3 bulan. Parameter yang diamati yaitu waktu muncul kalus diamati 2 hari setelah tanam sampai 3 bulan, warna kalus, struktur kalus, persentase eksplan membentuk kalus dan berat kalus diamati di akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pada parameter waktu muncul kalus tercepat 15,33 HSK dengan pemberian zat pengatur tumbuh 2,4-D 1 ppm. Semua perlakuan dapat menginduksi kalus 100% dan terdapat berbagai variasi warna yang dihasilkan. Serta kalus yang dihasilkan kalus berstruktur remah dan kompak.
Produksi Dan Penyebaran Benih Kedelai Varietas Anjasmoro Mendukung Meningkatkan Produktivitas Kedelai Di Provinsi Jambi Heri N. Heri N.; Yardha Yardha; Jumakir Jumakir
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 2 No. 1 (2019): Volume 2, Issue 1, Juni 2019
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.675 KB)

Abstract

Tujuan pengkajian ini adalah memproduksi dan menyebarkan benih kedelai varietas Anjasmoro di Provinsi Jambi. Dengan adanya usaha perbenihan kedelai diharapkan dapat berkembangnya kegiatan perbenihan kedelai di Provinsi Jambi karena untuk memperoleh produksi benih bermutu selalu memerlukan ketersediaan benih sumber yang berkesinambungan, dengan tersedianya benih unggul berkualitas dan bersertifikat di tingkat petani akan meningkatkan produktivitas kedelai petani dan memenuhi target produksi. Pengkajian ini dilaksanakan di lahan kering desa Dusun Baru Kecamatan VII Koto Kabupaten Tebo pada musim kemarau (MK) 2018. Pengkajian ini melibatkan kelompok tani Harapan Makmur dengan luas tanam 15 ha. Adapun varietas yang diusahakan adalah varietas Anjasmoro Label Ungu (SS) dengan jumlah benih 40 kg/ha. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa keragaan tanaman kedelai menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik sesuai dengan sifat genetik varietas tersebut. Produksi benih kedelai varietas Anjasmoro sebanyak 15.000 kg Label biru. Penyebaran kedelai varietas Anjasmoro dilahan kering Kabupaten Tebo sebanyak 13.500 kg dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat 1.500 kg. Kendala kelompok penangkaran benih kedelai diantaranya modal, dan pemasaran serta masih diperlukan pembinaan dan pendampingan yang lebih intensif.
Kajian Provitas Lahan Sulfat Masam Sumatera Selatan: Studi Kasus Desa Mulya Sari Kecamatan Tanjunglago Niluh Putu Sri Ratmini
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 2 No. 1 (2019): Volume 2, Issue 1, Juni 2019
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.077 KB)

Abstract

Pengembangan pertanian di lahan sulfat masam terkendala dengan kelarutan besi akibat keberadaan lapisan pirit. Pengelolaan yang salah akan berdampak sangat buruk terhadap produktivitas lahan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas lahan sulfat masam yang mempunyai kadar pirit berbeda. Kajian dilakukan di Desa Mulayasari Kecamatan Tanjung Lago pada kadar pirit renah (0,45%) dan kadar pirit tinggi (6,39%), metode yang digunakan adalah wawancara dengan petani pemilik lahan, petani sekitar dan ketua kelompoktani. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan lahan sulfat masam dengan kadar pirit rendah, produksi lahan tetap setabil sedangkan pengelolaan lahan sulfat masam dengan kadar pirit tinggi dapat menghasilkan dengan pengaturan tata air dan masukan yang tinggi. Produksi padi lahan pada kadar pirit rendah mencapai 7-8 t/ha selama 5 tahu terakhir sedangkan pada lahan dengan kadar pirit tinggi produksi lahan sangat rendah yaitu antara 2,5-4 t/ha awal pembukaan lahan dan 5 tahun terakhir tidak panen.
Respons Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit dengan Pemberian Campuran Pupuk Kandang Kambing Dan Arang Sekam Pada Tanah Bekas Tambang Batubara Golda Marta Juliana; Anis Tatik Maryani; Rinaldi Rinaldi
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 2 No. 1 (2019): Volume 2, Issue 1, Juni 2019
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.315 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan bibit kelapa sawit yang diberi perlakuan berbagai dosis campuran pupuk kandang kambing dan arang sekam pada tanah bekas tambang batubara dan mengetahui dosis campuran pupuk kandang kambing dan arang sekam yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tanah bekas tambang batubara. Penelitian dilaksanakan di Teaching and Research Farm Fakultas Pertanian Universitas Jambi dan dilaksanakan pada bulan Februari 2017 hingga bulan Mei 2017. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yang terdiri dari 5 perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan pemberian campuran pupuk kandang kambing dan arang sekam pada media tanah bekas tambang batubara memberikan pengaruh nyata pada variabel pengamatan pertambahan tinggi, pertambahan jumlah daun, dan luas daun total bibit kelapa sawit umur 12 MST. Secara umum, pemberian dosis pupuk kandang kambing 350 g + 150 g arang sekam/polybag memberikan pertumbuhan yang baik terhadap bibit kelapa sawit yang ditanah pada media tanah bekas tambang batubara.
Daftar Isi Volume 2, Issue 1, Juni 2019 Editorial
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 2 No. 1 (2019): Volume 2, Issue 1, Juni 20190
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.424 KB)

Abstract

.
Respon Pertumbuhan Setek Cincau ( Premna oblongifolia Merr.) yang Direndam Dalam Berbagai Konsentrasi Air Kelapa ana farida iriani; Sri Nur Widyastuti
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.084 KB) | DOI: 10.22437/agroecotania.v2i2.8736

Abstract

Tanaman cincau merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang sudah sejak dulu dimanfaatkan penduduk untuk mengobati berbagai penyakit. Kembali maraknya variasi pangan tradisional, maka dianggap perlu adanya perluasan areal sentra penanaman sehingga berakibat penambahan jumlah pengadaan bibit. Perbanyakan tanaman cincau hanya efektif melalui organ vegetatif, yaitu melalui setek batang. Upaya stimulasi keberhasilan perbanyakan melalui setek dapat dengan penggunaan zat pengatur tumbuh alami seperti air kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi berapa konsentrasi air kelapa yang tepat untuk memacu pertumbuhan setek cincau. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas lima perlakuan dan lima ulangan, yaitu: A konsentrasi air kelapa 0%, B konsentrasi air kelapa 15%, C konsentrasi air kelapa 30%, D konsentrasi air kelapa 45%, dan E konsentrasi air kelapa 60%. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam pada taraf uji 5%, kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air kelapa adalah positif terhadap percepatan pertumbuhan setek tanaman cincau. Perendaman setek dalam air kelapa sebelum tanam pada konsentrasi 30%, mampu menstimulasi jumlah tunas dan jumlah daun, sedangkan pada konsentrasi 45% menstimulasi jumlah akar adventif terbanyak pada tanaman cincau hijau perdu baru.