cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Published by Universitas Jambi
ISSN : 26212846     EISSN : 26212854     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agroecotania adalah jurnal ilmiah publikasi nasional ilmu budidaya pertanian yang diterbitikan oleh Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jambi dan digunakan sebagai media diseminasi hasil penelitian dalam bentuk full research article mengenai aspek-aspek Ilmu Budidaya Tanaman.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
Pengaruh Pemberian Auksin (NAA) Terhadap Pertumbuhan Tunas Tajuk Dan Tunas Cabang Akar Bibit Karet (Hevea brasillensis Muell. Arg) Okulasi Mata Tidur Ricardo Tamba; Dede Martino; Sarman
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.044 KB) | DOI: 10.22437/agroecotania.v2i2.8737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian auksin (NAA) terhadap pertumbuhan tunas tajuk dan tunas cabang akar bibit karet okulasi mata tidur (Hevea brasillensis Muell. Arg). Penelitian ini dilaksanakan di Teaching and Research Farm Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu A0 : Tanpa Perlakuan, A1 : Pemberian Auksin (NAA) 25 ppm, A2 : Pemberian Auksin (NAA) 50 ppm, A3 : Pemberian Auksin (NAA) 75 ppm dan A4 : Pemberian Auksin (NAA) 100 ppm. Variabel yang diamati meliputi persentase mentis, hari muncul tunas, panjang tunas okulasi, diameter tunas okulasi, jumlah daun, jumlah akar, panjang total akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian auksin (NAA) terhadap pertumbuhan tunas tajuk dan tunas cabang akar stum okulasi mata tidur karet menunjukkan reaksi. Pemberian Auksin (NAA) 25 ppm menunjukkan konsentrasi terbaik dibandingkan perlakuan lainya dan tanpa perlakuan pada variabel pengamatan persentase mentis, diameter tunas, jumlah daun, panjang akar dan berat kering akar.
engaruh Pemangkasan Reproduktif dengan Interval Bervariasi pada Komponen Hasil Dan Hasil Ubi Bengkuang (Pachyrhizus erosus L. Urban) Efran Sitohang; Sosiawan Nusifera; Helmi Salim
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.36 KB) | DOI: 10.22437/agroecotania.v2i2.8738

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemangkasan reproduktif dengan interval bervariasi pada komponen hasil dan hasil ubi bengkuang. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Jambi, Mendalo Indah Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor. Perlakuan yang diberikan terdiri atas 5 interval waktu peamngkasan reproduktif yaitu = Tanpa pemangkasan, = Pemangkasan dengan interval 3 hari, = Pemangkasan dengan interval 6 hari, = Pemangkasan dengan interval 9 hari dan = Pemangkasan dengan interval 12 hari. Parameter yang diamati adalah jumlah ubi pertanaman, bobot ubi per tanaman, diameter ubi (cm), panjang ubi (cm), volume ubi (ml), biomasa tanaman (g), indeks panen (%) dan bobot ubi bengkuaang pertanaman (g). Data dianalisis dengan menggunakan analisis varians. Sebelumnya data diuji asumsi normalitasnya dengan mengunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Selanjutnya, data yang telah teruji normal dianalisis dengan menggunakan Uji Duncan pada taraf alpa 5%, Jika asumsi kenormalan data tidak terpenuhi maka dilakukan transformasi data sebelum melakukan analisis varians. Untuk mendapatkan interval pemangkasan yang optimum, dilakukan analisis regresi dengan menggunakan model regresi. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemangkasan reproduktif dengan interval bervariasi pada komponen hasil dan hasil ubi bengkuang (Pachyrhizus erosus L. Urban) pada diameter ubi, panjang ubi, volume ubi, indeks panen ubi dan bobot ubi bengkuang per tanaman kecuali pada jumlah ubi pertanaman dan biomassa tanaman. Sedangkan interval pemangkasan yang optimum memberi komponen hasil dan hasil ubi bengkuang terbaik pada percobaan ini adalah dengan interval pemangkasan 7 hari dengan bobot ubi adalah 1.063,54 g per ubi.
Penerapan Pola Tanam Tumpangsari Dalam Pengelolaan Hama Tanaman Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.) Lastri Siagian; Wilyus; Fuad Nurdiansyah
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.49 KB) | DOI: 10.22437/agroecotania.v2i2.8739

Abstract

Kacang hijau (Phaseolus radiatus L) umumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan dan industri pakan. Saat ini permintaan pasar akan kacang hijau terus meningkat, sedangkan produksinya terus menurun. Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan produksi kacang hijau adalah serangan hama. Petani umumnya melakukan pengendalian hama dengan menggunakan pestisida sintetik tanpa mempertimbangkan dampak negatif terhadap lingkungan dan konsumen. Sitem tanam tumpangsari merupakan salah satu cara budidaya yang ramah lingkungan yang berpotensi menurunkan kerusakan tanaman akibat hama, akan tetapi informasi cara budidaya tersebut pada tanaman kacang hijau masih terbatas. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang dikelompokkan berdasarkan kemiringan lahan dan terdiri dari 4 perlakuan yaitu: P1 (Monokultur kacang hijau (kontrol)); P2 (Tumpangsari kacang hijau + bawang daun); P3(Tumpangsari kacang hijau + bunga matahari); P4 (Tumpangsari kacang hijau+bunga matahari + bawang daun). Variabel pengamatan pada penelitian adalah kelimpahan jenis serangga, fungsi ekologi serangga, persentase tanaman terserang dan produksi kacang hijau. Data dianalis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut tukey. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa nilai kelimpahan serangga pada semua perlakuan tidak berbeda, akan tetapi persentase serangan hama terendah terdapat pada perlakuan P4, sedangkan jumlah populasi musuh alami, penyerbuk dan produksi tertinggi terdapat pada perlakuan P4.
Kajian Pendugaan Cadangan Karbon Bawah Permukaan Pada Lahan Bekas Terbakar Di Areal Hutan Lindung Gambut Londerang Kabupaten Tanjab Timur Saputra; M. Syarif; Y. Achnopha
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.255 KB) | DOI: 10.22437/agroecotania.v2i2.8740

Abstract

Lahan gambut mencakup 3% dari daratan bumi dan menyimpan sebagian besar sumber daya karbon dunia yang kurang lebih setara dengan 1/3 dari karbon dalam tanah global. Selama kurun waktu 12 tahun terjadi penurunan kandungan karbon sebesar 438 juta ton di provinsi Jambi yang disebabkan oleh perubahan penggunaan lahan, pembukaan lahan, sisem drainase dan dan kebakaran lahan gambut. Adanya penurunan jumlah cadangan karbon tersebut mengindikasikan karbon yang semula berada pada lahan gambut telah teremisi ke atmosfer sehingga berdampak pada pemanasan global. Hutan Lindung Gambung (HLG) Londerang adalah salah satu ekosistem hutan gambut tropis yang masih tersisa di Sumatera bagian tengah dengan kondisi sangat kritis akibat peristiwa kebakaran hutan, dengan demikian fungsi ekologinya tidak lagi berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi jumlah cadangan karbon bawah permukaan, mengetahui potensi emisi karbon serta memberikan arahan pengelolaan karbon di areal hutan lindung gambut Londerang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan Metode Survei. Penentuan titik-titik pengamatan dibuat secara transek yaitu tegak lurus terhadap tanggul sungai dengan grid 500 x 1000 m sehingga diperoleh 38 titik pengamatan pada lokasi penelitian seluas 19.00 Ha. Jumlah total cadangan karbon bawah permukaan di areal penelitian seluas 19.00 Ha adalah 6.654.152,19 ton atau 3502 ton/Ha. Potensi emisi karbon yang dihasilkan akibat hilangnya gambut setebal 10 cm karena terbakar pada lahan penelitian seluas 1900 Ha adalah sebesar 12367,1 ton C atau 6,509 ton/Ha. Upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk menekan laju emisi karbon dan mempertahankan fungsi lahan gambut sebagai pengikat karbon dalam jumlah yang besar adalah dengan melakukan restorasi hidrologi dan revegetasi.
Pemanfaatan Fungi Mikoriza Arbuskula Pada Sistem Tumpangsari Kacang Tanah-Padi Gogo Untuk Menstimulir Pertumbuhan Dan Pengendalian Penyakit Blast Pada Padi Gogo Di Desa Saree Kabupaten Aceh Besar Marlina; Fikrinda
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.455 KB) | DOI: 10.22437/agroecotania.v2i2.8741

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), perlakuan terdiri dari padi mono kultur, kacang tanah mono kultur, dan tumpang sari padi- kacang tanah. Dosis mikoriza yang digunaka 0 gram pertanaman (0 g.tanaman-1) dan 10 gram pertanaman. Tiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Pupuk urea, SP36, dan KCL diberikan pada saat tanam dengan cara larikan. Pemeliharaan ,meliputi penyiraman, pengendalian gulma hama tanaman. Peubah yang diamati meliputi : ti9nggi tanaman, jumlah anakan, persentase tanaman terserang, hasil gabah kering padi, dan biji kering kacang tanah. Petak percobaan, yang masing-masing berukuran 4 x 3 meter. Padi gogo varietas Situ Bagendit ditanam dengan jarak tanam 30 x 20 cm pola monokultur, kacang tanah varietas lokal jarak tanam 30 x 20 cm pola monokultur, dan tumpangsari padi gogo- kacang tanah. Aplikasi fungi mikoriza sebanyak 10 g per lubang tanam padi gogo dan kacang tanah pada kedalaman 5 cm, kemudian ditutup dengan tanah. Benih ditanam di atasnya kemudian ditutup lagi dengan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola tumpang sari padi gogo varietas Situ Bagendit dapat meningkatkan tinggi tanaman padi, jumlah, anakan, menekan perseentase tanaman terserang penyakit blast, dan meningkatkan hasil tanaman padi. Semua variabel itu lebih meningkat lagi dengan pemberian mikoriza, baik pada monokultur maupun pola tumpang sari.
Distribusi Hama Tanaman Padi (Oryza sativa L.) pada Fase Vegetatif dan Generatif di Provinsi Aceh Muhammad Sayuthi; A. Hanan; Muklis Muklis; Purwana Satriyo
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

adi sebagai salah satu pangan utama yang mengalami banyak hambatan dalam melakukan budidaya. Salah satunya adalah serangan serangga hama. Penelitian ini bertujuan untuk memepelajari aktivitas serangga hama yang merusak tanaman padi hingga menghambat pertumbuhan dan perkembangannya.Peningkatan produksi padi di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar terus diupayakan. Kegiatan penelitian ini dilakukan sejak bulan Aprilhingga Juni 2019, dengan mengadopsi Metode observasi untuk mendeteksi keberadaan jenis hama dengan menggunakan peralatan penyapuan berupa net pada lokasi petakan padi sawah. Koleksi hama dari golongan serangga dilakukan dengan meidentifikasinya yang mengacu pada kunci identifikasi serangga. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ditemukan jenis hama dari golongan serangga dan non serangga yang merusak baik pada fase vetetatif maupun generatif hingga menghambat pertumbuhan dan perkembangannya yang berdampak negatf terhadap produksi.
ertumbuhan Bibit Kopi Liberika Tungkal Jambi (Coffea liberica W. Bull ex Hiern) pada Media Gambut yang Diberi Kapur Dolomit Yuyun Riyani; Y. G. Armando; Yatrofa Yatrofa
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

offee is one of the leading commodities in the plantation sector which is widely cultivated in Indonesia. The aims of this research is to know the response of dolomite dosage for growth of liberica coffee seedlings in peat soil. Completely Randomized Design (RAL) were used in this research with a dolomite dose as a treatment factor. The treatment were without dolomite (control), dolomite 7.5 g / polybag, dolomite 11.25 g / polybag and dolomite 15 g / polybag. This research was conducted from June to September 2017. The results showed that giving of dolomite can increase the growth of coffee seedlings of liberica Tungkal Jambi and dolomite dosage of 7.5 g / polybag showed the best growth in performance of coffea seedlings of the whole aspect.
Studi Sifat Biologi, Fisika dan Kimia Tanah pada Pertanaman Kulit Manis Dataran Tinggi Weni Wilia; Yulia Morsa Said Rambe; Agus Kurniawan
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sifat fisika, biologi dan kimia tanah serta stok karbon organic pada pertanaman kulit manis dataran tinggi. Hal ini diperlukan untuk melihat potensi simpan stok karbon pada tanah dan faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam hal ini dikaitkan dengan mikroba rizosfer yang berada di sekitar tanaman khususnya cendawan tanah. Eksplorasi mikroba rizosfer yang berada pada sekitar tanaman kayu manis yang berpotensi untuk dikembangakan. Didapatkan cendawan rizosfer yang berpotensi sebagai agens biologi sehingga bisa dimanfaatkan untuk pertanian ramah lingkungan. Hasil isolasi mikroba rizosfer pada tanah sampel, didapatkan cendawan Aspergillus spp., Rhizopus spp., Trichoderma sp., Penicillium sp. Nilai C organic lokasi penelitian tergolong tinggi sampai sangat tinggi berkisar berkisar dari 3,47 % hingga 10,27, sedangkan N total berkisar antara 0,314 hingga 0,882%. yang tergolong sedang-tinggi. Nilai C:N rasio berkisar antara 7,99 hingga 13,27, dimana nilai ini tergolong rendah hingga tinggi. Kadar P pada lokasi penelitian berkisar antara 13,01 hingga 169,11 ppm yang tergolong sangat rendah hingga sangat tinggi. Sedangkan kadar K berkisar dari rendah hingga sangat tinggi, yakni berkisar dari 8,45 me/100g hingga 59,55 me/100g. Nilai kapasitas tukar kation (KTK) tanah-tanah dari wilayah pengamatan secara umum tergolong rendah, berkisar dari 25,49 me/100g hingga 47,50 me/100g dan pH tanah umumnya tergolong agak masam berkisar dari 5,87 hingga 6,39. Bobot isi (BV) tanah dilokasi penelitian berkisar dari 0,43 g/cc hingga 1,01 g/cc yang sesuai dengan kondisi tanah Andosol di lokasi penelitian. Pola hubungan antara nilai C organic terhadap pH (X1), N total (X2), P total (X3), K total (X4), KTK (X5), C/N rasio (X6), dan BV (X7) mempunyai model hubungan sebagai berikut : Y = -12,99 + 0,99 X1+ 11,01 X2 - 0,004 X3 + 0,005 X4 – 0,004 X5 + 0,695 X6 – 0,03 X7 dengan R2= 0,99. N total merupakan variabel terpenting terkait keberadaan C organic di dalam tanah. Cadangan karbon bawah permukaan pada areal kayu manis dilokasi penelitian berkisar dari 4471,522 Mg C ha-1 hingga 31059,67 Mg C ha-1..
Pertumbuhan Bibit Kayu Manis (Cinnamomum burmanii Blume) pada Berbagai Kombinasi Pupuk Kandang Kambing dan Ayam Astra Migandi; Lizawati Lizawati; Nerty Soverda
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan bibit kayu manis saat ini semakin meningkat seiring dengan naiknya minat petani untuk menanam kembali tanaman kayu manis, namun terkendala dengan mutu bibit yang masih sangat beragam dan rendah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1) mengetahui respon pertumbuhan bibit kayu manis terhadap kombinasi pupuk kandang ayam dan kambing. 2) mendapatkan dosis kombinasi pupuk kandang ayam dan kambing yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kayu manis. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yang terdiri dari 6 taraf perlakuan, yaitu pemberian kombinasi pupuk kandang ayam dan pupuk kandang kambing. Adapun taraf perlakuannya adalah : po (Kontrol); p1 (pukan ayam 0% : pukan kambing 100%); p2 (pukan ayam 25% : pukan kambing 75%); p3 (pukan ayam 50% : pukan kambing 50% ); p4 (pukan ayam 75% : pukan kambing 25%); dan p5 (pukan ayam 100% : pukan kambing 0%). Pengamatan mulai dilakukan pada umur bibit 4 minggu setelah tanam terhadap peubah pertambahan tinggi, diameter batang dan jumlah daun yang dilakukan dengan selang waktu 2 minggu sekali hingga akhir penelitian. Pengamatan bobot kering tajuk dan bobot kering akar dilakukan pada akhir penelitian. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk kandang ayam dan kambing mampu memberikan respon terbaik terhadap pertambahan tinggi, bobot kering tajuk dan bobot kering akar bibit kayu manis pada umur 14 minggu setelah tanam. Perlakuan 100% pupuk kandang kambing merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan bibit kayu manis dari umur 4-14 minggu setelah tanam.
Intensitas Budidaya Tanaman Terhadap Komunitas dan Fungsi Ekologi Arthropoda Fransiska Lilis Maita; Fuad Nurdianysah; Dwi Ristyadi
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kendala utama yang dihadapi petani dalam budidaya tanaman hortikultura adalah serangga herbivora. Tingginya ketergantungan petani terhadap penggunaan pestisida sintetik dalam mengendalikan serangga herbivora dan gulma menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan menganalisa pengaruh intensitas penggunaan pestisida sintetik dan keragaman vegetasi di lahan pertanian terhadap struktur komunitas dan fungsi ekologi Arthropoda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melakukan survei lapangan di lokasi lahan pertanian (konvensional dan pertanian ramah lingkungan) dan habitat alami (semak belukar dan hutan sekunder). Penelitian ini menggunakan beberapa jenis perangkap Arthropoda yaitu perangkap yellow pan dan pitfall serta tanaman sampel (sawi) untuk melihat intensitas kerusakan daun pada setiap habitat dan dilanjutkan dengan identifikasi Arthropoda beserta fungsi ekologinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya intensitas budidaya tanaman lahan konvensional, maka terdapat kecendrungan kerusakan hama semakin tinggi, tidak stabil antara populasi hama dan musuh alami, sebaliknya semakin rendah intensitas budidaya seperti pada habitat ramah lingkungan dan habitat alami dan jenis dan jumlah arthropoda melimpah sedangkan kerusakan hama rendah.