cover
Contact Name
Andri Budi Santoso
Contact Email
andribs24@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@lldikti4.or.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Soshum Insentif
ISSN : 2655268X     EISSN : 26552698     DOI : -
Jurnal Soshum Insentif adalah wadah informasi bidang Ilmu Sosial dan Humaniora berupa hasil penelitian yang diterbitkan oleh LLDIKTI Wilayah IV dan frekuensi terbit dua kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN UU NO. 20 TAHUN 2003 TERHADAP PENDIDIKAN NASIONAL DI INDONESIA Indah Mayang Sari; Fisca Aprita Dewi; Nur Fadila; Migfar Rivadah
Jurnal Soshum Insentif Vol 4 No 1 (2021): Vol 4 No 1 (April, 2021): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jsi.v4i1.552

Abstract

Abstract - The implementation of education policy can be interpreted as an action or carrying out a policy which leads to the education sector in order to achieve the desired goals. To achieve the desired educational policy objectives have a process in implementing education policies including 1) preparing for the implementation of education policies, 2) implementing education policies with a trial period, 3) implementing real education policies accompanied by supervision and control, 4) conducting an evaluation of education policies. education policy has characteristics to improve education by having educational goals, fulfilling legal-formal aspects, has an operational concept, is made by the authorities, can be evaluated, and has a systematic, later in implementing education policy itself it is necessary to know continuously or be concerned with various factors outside of education. namely political factors, legal factors, social factors, economic factors that directly or indirectly affect the educational policy program made, to achieve the desired implementation of educational policies and achieve defining objectives have strategies that must be mastered, namely communication, resources, disposition. , and bureaucratic structures. This is aimed at realizing the desired implementation of educational policie. Abstrak – implementasi kebijakan pendidikan dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau pelasanaan suatu kebijakan yang mengarah pada bidang pendidikan guna mencapai tujuan yang diinginkan. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan memiliki proses dalam melaksanakan kebijakan pendidikan meliputi 1) mempersiapkan pelaksanaan kebijakan pendidikan, 2) melaksanakan kebijakan pendidikan dengan masa percobaan, 3) melaksanakan kebijakan pendidikan yang nyata disertai dengan pengawasan dan pengendalian. 4) melakukan evaluasi kebijakan pendidikan. Kebijakan pendidikan memiliki cirri-ciri untuk meningkatkan pendidikan dengan memiliki tujuan pendidikan, memenugi aspek legal-formal, memiliki konsep operasional, dibuat oleh penguasa, dapat dievaluasi, dan memiliki sistematis, kemudian dalam melaksanakan kebijakan pendidikan itu sendiri perlu diketahui secara terus menerus atau peduli dengan berbagai factor di luar pendidikan yaitu factor politik, factor hokum, factor social, factor ekonomi yang secara langsung mempenfaruhi program kebijakan pendidikan yang dibuat, untuk mencapai pelaksanaan yang diinginkan kebijakan pendidikan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan mempunyai strategi yang harus dikuasai yaitu, komunikasi. Sumber daya, disposisi, dan struktur birokasi. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan implementasi kebijakan pendidikan yang diingikan.
STUDI NETNOGRAFI PENERAPAN SKENARIO KEBIJAKAN KERUANGAN COVID-19 DI KOTA SURABAYA Bagus Fadhilah Apriadi; Talitha Aurellia Alfiansyah; Zulfati Nur Izzah; Risca Tasya Qorina; Ade Tri Kencana; Karina Pradinie Tucunan
Jurnal Soshum Insentif Vol 4 No 2 (2021): Vol 4 No 2 (Oktober, 2021): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jsi.v4i2.592

Abstract

Abstract - The COVID-19 pandemic in Indonesia has disrupted various community activities. Likewise in Surabaya, which was identified as a black zone in 2020. Therefore, a lockdown policy has been implemented to reduce the COVID-19’s spread such as PSBB Surabaya Raya I, II, and III; PPKM Surabaya; and PPKM Mikro Surabaya. The implementation of the lockdown has become trend on social media and created various assumptions. In addition, the spatial zoning regulations have not supported the pandemic so that the regulations are more siding of the economy and city development without reviewing its readiness facing the pandemic. This study uses secondary data collection methods through data mining also primary data through teleconference and distributing online questionnaires. So, from collecting data on social media and community aspirations, it is hoped that they can create spatial policies that are in accordance with community conditions and can also reduce the number of COVID-19 cases. The result shows that there are five topics becoming peoples’ perceptions and preferences, such as social, economy, mobility, environment, and health. Moreover, they state that PSBB Surabaya Jilid 1,2, and 3 aren’t the best policy and PPKM Micro are the best policy. Similar thing also experienced by 60% informant stating that PPKM Micro is the best policy. There are also state policy suggestions regarding to policy, such as implementation of policies, restoration of education, vaccinations, incentives for health workers, duration of dine in, provision of assistance to workers, government social assistance, optimization of traditional markets, dissemination of information, and operating companies. Abstrak - Surabaya merupakan salah satu kota yang teridentifikasi sebagai zona hitam pada Mei 2020. Oleh karena itu, kebijakan pembatasan telah diterapkan untuk menekan angka penyebaran COVID-19 seperti PSBB Surabaya Raya Jilid 1, 2, dan 3; PPKM Surabaya; serta PPKM Mikro Surabaya. Penerapan kebijakan pembatasan menjadi isu hangat di media sosial dan menimbulkan anggapan positif dan negatif. Selain itu, pada aspek keruangan, peraturan zonasi tata ruang belum menunjang urgensitas pandemi sehingga peraturannya lebih berpihak pada sektor ekonomi dan pembangunan kota tanpa meninjau kesiapan kotanya dalam menghadapi pandemi. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data sekunder melalui mining data serta data primer melalui wawancara telekonferensi. Sehingga, dari pengumpulan data pada media sosial dan aspirasi masyarakat diharapkan dapat menciptakan kebijakan keruangan yang sesuai dengan kondisi masyarakat dan juga dapat menekan angka kasus COVID-19. Hasil menunjukkan bahwa terdapat lima topik yang cenderung menjadi persepsi dan preferensi para pengguna media sosial, yaitu sosial, ekonomi, mobilitas, lingkungan, dan kesehatan. Selain itu, mereka juga menyatakan bahwa PSBB Surabaya Jilid 1, 2, dan 3 merupakan kebijakan yang tidak diminati dan PPKM Mikro merupakan kebijakan yang paling diminati. Hal serupa juga dialami oleh para narasumber yang menyatakan bahwa 60% narasumber menyatakan PPKM Mikro merupakan kebijakan paling efektif. Terdapat beberapa saran kebijakan menurut narasumber, terkait pelaksanaan kebijakan, pemulihan pendidikan, vaksinasi, insentif tenaga kesehatan, durasi makan di tempat, pemberian bantuan kepada buruh, bantuan sosial pemerintah, optimalisasi pasar tradisional, penyebaran informasi, dan perusahaan yang beroperasi.
PENGUATAN MODERASI BERAGAMA MELALUI PEACE EDUCATION GUNA MEWUJUDKAN JURNALISME DAMAI Sidik Permana; Mursyid Setiawan
Jurnal Soshum Insentif Vol 4 No 2 (2021): Vol 4 No 2 (Oktober, 2021): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jsi.v4i2.598

Abstract

Abstract - Diversity is a necessity that cannot be separated from human life. In order to maintain the harmony of life in this diversity, peace must be fought for by all parties, one of which is through peace education. The goal of peace education is to produce people who are wise and able to position themselves through a process of strengthening moderation. This research is based on Johan Galtung's thoughts with his concept of "peace" and "violence" which is a reference for the creation of resolution and post-conflict. This research uses qualitative methods with literature studies through various reference sources, both from books, journals, official websites, and so on. The implementation of Johan Galtung's thoughts in peace education is expected to foster self-discipline and produce individuals who are not only able to interpret peace, create conflict resolution, are able to position themselves in every problem, but also lead to a transformative and lasting peace, without ignoring the presence of violence that will lead to peace. always present as peace is born. This is what is currently needed, especially for the world of journalism which is closely related to the flow and battle of information. With this peace education, it is hoped that a journalist can make decisions to produce journalistic work that is able to reconcile, be balanced, and even become a solution effort to produce transformation and conflict resolution. Abstrak – Keberagaman merupakan keniscayaan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Guna menjaga keharmonisan hidu dalam keberagaman tersebut, perdamaian harus diperjuangkan semua pihak, salah satunya melalui peace education (pendidikan damai). Tujuan dari peace education melahirkan insan yang bijaksana dan mampu memposisikan diri melalui proses penguatan moderasi. Penelitian ini bertitik tolak pada pemikiran Johan Galtung dengan konsep “peace” dan “violence”-nya yang menjadi rujukan bagi terciptanya resolusi dan pasca konflik. Riset ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka melalui berbagai sumber referensi, baik dari buku, jurnal, laman resmi, dan sebagainya. Implementasi pemikiran Johan Galtung dalam peace education ini diharapkan menumbuhkan kebijaksanaan diri dan melahirkan individu yang tidak hanya mampu memaknai kedamaian, menciptakan resolusi konflik, mampu memposisikan diri dalam setiap problematika, tetapi juga membawa ke arah kedamaian yang transformatif dan abadi, tanpa mengabaikan kehadiran kekerasan yang akan selalu hadir seiring perdamaian terlahir. Hal itulah yang saat ini dibutuhkan, terlebih bagi dunia jurnalistik yang erat kaitannya dengan arus dan pertarungan informasi. Dengan peace education ini, diharapkan seorang jurnalis dapat mengambil keputusan untuk menghasilkan karya jurnalistik yang mampu mendamaikan, berimbang, bahkan menjadi upaya solutif untuk menghasilkan transormasi dan resolusi konflik.
PENEMUAN MUHAMMAD BIN MUSA AL KHAWARIZMI Aldewo Dillon Perkasa; Mohammad Luthfan Faohan; Kania Dewi; Galuh Inti Aulia; Hisny Fajrusallam
Jurnal Soshum Insentif Vol 4 No 2 (2021): Vol 4 No 2 (Oktober, 2021): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jsi.v4i2.610

Abstract

Abstract - This study aims to examine the findings of an Islamic scientist named Al Khwarizmi or better known as "Al Jabar", about the implementation and development of his mindset towards technological life today. And Islam gave birth to many figures and scientists who gave great influence and contribution to every development of science. Including Al-Khwarizmi as a scientist who is known in the field of mathematics. And work in other worlds of science. Education also proves that expertise is not only in the field of sharia but in the fields of philosophy, logic, arithmetic, music, Islamic history and chemistry. By giving his contribution Alkawarizmi caused the civilized phase until now in the developed world because of the results of his research. And he has earned the caliph's trust, until research says Alkhwarizmi is the "Father of Al-Jabar" in the world of this monumental science Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penemuan – penemuan dari seorang ilmuan Islam yang bernama Al Khawarizmi atau lebih dikenal sebagai “Al Jabar”, tentang implementasi dan perkembangan pola pikirnya terhadap kehidupan berteknologi pada masa sekarang. Dan Islam melahirkan banyak tokoh-tokoh serta ilmuwan yang memberi pengaruh dan kontribusi besar setiap perkembangan ilmu pengetahuan. Termasuk Al-Khawarizmi sebagai ilmuwan yang dikenal dibidang matematika. Dan berkarya dalam dunia ilmu pengetahuan yang lain. Pendidikan juga membuktikan bahwasanya Keahlian bukan sekedar bidang syari`at saja akan tetapi dalam bidang filsafah, logikam, aritmatika musik, Sejarah Islam dan kimia. dengan memberikan kontribusinya Alkawarizmi menyebabkan fase beradapan hingga sampai sekarang didunia yang maju karena hasil penelitiannya. Dan beliau telah mendapatkan kepercayaan Khalifah, Hingga riset mengatakan Alkhawarizmi ini sebagai “Bapak Al-Jabar” di dunia ilmu pengetahuan yang fonumental tersebut.
AKULTURASI ISLAM DENGAN BUDAYA DI PULAU JAWA Adisty Nurrahmah Laili; Ega Restu Gumelar; Husnul Ulfa; Ranti Sugihartanti; Hisny Fajrussalam
Jurnal Soshum Insentif Vol 4 No 2 (2021): Vol 4 No 2 (Oktober, 2021): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jsi.v4i2.612

Abstract

Abstrak – Islam brought changes in cultural acculturation including tombstones, literary arts, performing arts and carving arts. Besides having a lot of influence in the field of art, Islamic teachings also affect the nature and habits of the people on the island of Java. Acculturation between Islam and culture on the island of Java occurs in many ways, the most visible of which is the work of carving. The occurrence of acculturation between Islamic teachings and Javanese culture does not cause the loss of previous cultural values, but enriches cultural diversity in Indonesia. The process of the entry of Islam into Indonesia has influenced and experienced cultural acculturation with local culture, especially Javanese culture. There are so many results or forms of acculturation between Islamic religious teachings and Javanese culture, starting from the history of the entry of Islam in the archipelago through the services of the Songo guardians and cultural developments from time to time, starting from human civilization in the archipelago, especially the island of Java, the history of the Dutch and Japanese colonial times. , the era of the Hindu-Buddhist kingdoms to the Islamic kingdoms on the island of Java which we can still see its legacy to this day. In writing this study, we discuss examples of the results of acculturation of Javanese culture such as building art, carving art and literary arts with Islamic teachings and the influence of the acculturation results of these two values ​​and cultures. Abstrak – Islam membawa perubahan akulturasi budaya diantaranya pada batu nisan, seni sastra, seni pertunjukan dan seni ukir. Selain banyak mempengaruhi dalam bidang seni ajaran islam juga mempengaruhi sifat serta kebiasaan masyarakat di pulau jawa. Akulturasi antara islam dan kebudayaan di pulau jawa terjadi dalam banyak hal diantaranya yang paling terlihat yaitu hasil karya seni ukir. Terjadinya akulturasi antara ajaran islam dan kebudayaan masyarakat jawa tersebut tidak menyebabkan hilangnya nilai kebudayaan sebelumnya, tetapi memperkaya keanekaragaman budaya di Indonesia. Proses masuknya Islam ke Indonesia telah mempengaruhi serta mengalami akulturasi budaya dengan budaya lokal, khususnya budaya Jawa. Banyak sekali hasil atau wujud akulturasi antara ajaran agama islam dan budaya jawa, berawal dari sejarah masuknya Islam di nusantara melalui jasa para wali songo dan perkembangan budaya dari masa ke masa, mulai dari peradaban manusia di nusantara khususnya pulau jawa, sejarah masa kolonial belanda dan jepang, zaman kerajaan hindu-budha hingga kerajaan-kerajaan islam di pulau jawa yang masih dapat kita lihat peninggalannya sampai saat ini. Pada penulisan penelitian ini membahas tentang contoh hasil akulturasi kebudayaan jawa seperti seni bangunannya, seni ukir dan seni sastra dengan ajaran agama islam serta pengaruh dari hasil akulturasi kedua nilai dan budaya tersebut.
METODE PENERJEMAHAN NON – EQUIVALENT WORD LEVEL STUDI KASUS MENTERJEMAHKAN NOVEL PRINCESS DIARIES KARYA MEG CABOT Yulianti Yulianti; Dendi Suhendi; Feny Putri Maharany
Jurnal Soshum Insentif Vol 4 No 2 (2021): Vol 4 No 2 (Oktober, 2021): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jsi.v4i2.627

Abstract

Abstract - The purpose of the study is to know The Strategy in Translating Non-Equivalent Word Levels in the Novel of “The Princess Diaries”, written by Meg Cabot. Sample of the research is taken from both English and Indonesian Novel version. The research methodology that is used Descriptive Qualitative Method and the technique of data analysis that is used is a descriptive-documentation method. The researches finding are: 1). There are some translation strategies dealing with problems of non-equivalent word level by Mona Baker are used in translating the novel; Translation by using a loan word or loan word plus explanation is used 61 times, translation by paraphrase using a related word is used 22 times, translation by paraphrase using unrelated word is used 25 times, translation by omission is used 7 times, and translation by cultural substitution is used 13 times. 2). There is the dominant type in translating the novel of The Princess Diaries, and The loan word or loan word plus explanations is the dominant type in translating the novel. It has the highest data about 47, 66%. These strategies are also used in to make the result of translation not only enjoyable but also meaningful for the readers. Abstrak - Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi penerjemahan pada tingkatan kata yang tidak ada padanannya dalam novel “The Princess Diaries” karya Meg Cabot. Sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebuah novel dengan menggunakan kedua versi baik Indonesia maupun Inggris. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan menggunakan teknik dokumentasi deskriptif. Terdapat dua hal dalam penelitian ini, yaitu: 1. Terdapatnya lima strategi penerjemahan pada tingkatan kata yg tidak ada padanannya dalam novel “The Princess Diaries” dengan merujuk kepada teori Mona Baker; Strategi dengan menggunakan kata pinjaman, Strategi dengan menggunakan prasa yang berhubungan, Strategi dengan menggunakan prasa yang tidak berhubungan, Strategi yang menggunakan penghilangan kata, dan Startegi yang menggunakan subtitusi budaya. 2. Terdapatnya strategi yang paling dominan digunakan oleh pengarang dalam novel “The Princess Diaries” yakni strategi menggunakan kata pinjaman, terdapat 61 data atau sebanyak 47,66 % berupa kata maupun prasa. Diharapkan startegi yang digunakan dalam penelitian ini mampu menghasilkan penerjemahan yang bermakna dan mudah dipahami pembaca.
APLIKASI TEKNIK SEMANTIK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS MASTER OF CEREMONY Yuli Yulianti; Wawang Adidharma; Rosse Neverterry
Jurnal Soshum Insentif Vol 4 No 2 (2021): Vol 4 No 2 (Oktober, 2021): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jsi.v4i2.642

Abstract

Abstract - The purpose of this paper is to provide an explanation of the application of semantics to improve the quality of the master of ceremonies. The meaning and implications of the application of semantic applications and those related to semantics. Semantics is related to a science of meaning, symbols contained in language conveyed by a master of ceremonies. Basically, semantic techniques are very important to be mastered by the master of ceremonies, so that in guiding the event it is more conceptualized by assembling vocabulary using good language. and correct with an adequate blend of language, flexible positive thinking able to produce good, polite, able to use time well and not wasting time on things that are not good. With semantic techniques to improve the quality of master of ceremonies, is to understand semantic techniques What are the implications of the semantic technique. Meanwhile, the key to the master of ceremony is high self-confidence, practicing vocals, articulations, comfortable costumes and being able to adapt to the event so that they can be more flexible in interacting with the audience from opening to closing. Abstrak - Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang aplikasi semantik untuk meningkatkan kualitas master of ceremony.Makna dan implikasi penerapan aplikasi semantik serta yang berkaitan tentang semantik. Semantik berhubungan dengan sebuah ilmu tentang makna,simbol-simbol yang terkandung pada Bahasa yang disampaikan oleh seorang master of ceremony.Pada dasarnya Teknik semantik sangat penting untuk dikuasai oleh master of ceremony,agar dalam memandu acara lebih terkonsep dengan merangkai kosa kata memakai Bahasa yang baik dan benar dengan paduan Bahasa yang sudah memadai,luwes berpikir positif mampu untuk menghasilkan yang baik,sopan,mampu memanfaatkan waktu dengan baik tidak membuang waktu untuk hal-hal yang kurang baik.Dengan Teknik semantik untuk meningkatkan kualitas master of ceremony,adalah memahami Teknik semantik,bagaimana implikasi Teknik semantik tersebut.Sedangkan kunci dari master of ceremony adalah percaya diri yang tinggi,berlatih vocal,artikukali,kostum yang nyaman dan mampu menyesuaikan dengan acara agar bisa lebih luwes dalam berinteraksi dengan audien dari pembukaan hingga penutupan. Kata Kunci : Teknik semantik,Aplikasi teknik semantik,Implikasi Teknik semantik
IMPLEMENTASI STRATEGI TERHADAP SUPPLY CHAIN MANAGEMENT, KEUNGGULAN BERSAING DAN KINERJA PERUSAHAAN Miftakul Huda; Nani Hartati
Jurnal Soshum Insentif Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jsi.v5i1.646

Abstract

Abstract - This study aims to find out and analyze the influence of Strategy on Supply ChainManagement (SCM), Competitive Advantage and Company Performance. The research was conducted in a manufacturing company in Jababeka 6 Cikarang with employees as respondents from manufacturing companies. Sampling using purpose sampling technique. The sample used was 333 respondents. According to the level of explorations, this study is a causal associative type using a questionnaire measured by a semantic differential scale and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) AMOS 24. The results showed that the strategy had a positive effect on SCM (β = 0.780 p <0.05), SCM has a positive effect on competitive advantage (β = 1.035 p <0.05), competitive advantage has a positive effect on company performance (β = 0.734 p <0.05), SCM has a positive effect on company performance (β = 0.248 p <0.05 ), SCM has an indirect effect on company performance through competitive advantage as a mediation of 0.760. Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh Strategi terhadap Supply Chain Management (SCM), Keunggulan Bersaing dan Kinerja Perusahaan. Penelitian dilakukan di Perusahaan manufaktur Kawasan Jababeka 6 Cikarang dengan responden karyawan Perusahaan manufaktur. Pengambilan sampel menggunakan teknik purpose sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 333 responden. Menurut tingkat eksplanasinya, penelitian ini merupakan jenis assosiatif causal menggunakan kuesioner yang diukur dengan skala semantic differensial dan dianalisa menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) AMOS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi berpengaruh positif terhadap SCM (β=0,780 p<0,05), SCM berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing (β=1,035 p<0,05), keunggulan bersaing berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan (β=0,734 p<0,05), SCM berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan (β=0,248 p<0,05), SCM berpengaruh secara tidak langsung terhadapkinerja perusahaan melalui keunggulan bersaing sebagai mediasi sebesar 0,760.
MANEJERIAL SWADAYA MASYARAKAT PERKEBUNAN DALAM MENGELOLA EKO WISATA STUDI KASUS OBJEK WISATA BUKIT BELEUNDUNG Euis Balillah; Rafdi Rafdi; Lisda Lestari
Jurnal Soshum Insentif Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jsi.v5i1.685

Abstract

Abstract - The problem in this research is managerial or plantation community empowerment strategies in managing tourism objects in their environment. The case used for research is Bukit Belendung ecotourism, a tourist attraction located in the Goalpara tea plantation, Sukabumi district, precisely PTP VIII. Tourism destinations that are included in ecotourism are a manifestation of the PTP VIII Program which not only manages tea plantation products, but also uses the land around tea plantations for Agro Tourism. From the results and discussion of the research, it shows that the pattern of empowerment of the Avdelling II community with limited potential for human resources, finance and land but is able to manage tourism objects with managerial principles as evidenced by Participatory planning, potential empowerment, conception and selling power strategies, start-up strategies, and visitor circulation. The implications include the addition of economic value, unproductive land use, the occurrence of mobility interactions with outside communities, comparison materials and pilot projects for other plantation communities. The research design applied is descriptive design, The method of take to data by observation and direct dialogue.respondance on research are leader of avdelling II Goalpara and and the pioneers who initiated the establishment of the Beleundung hill tourist attraction. The effect of studying on this survey can be followed up to a discussion on a wider scope, both territorially and conceptually and theoretically. This can be a benefit or contribution both to a more accurate theoretical framework and of greater practical value. Abstrak - Permasalahan dalam penelitian ini adalah Manajerial atau strategi pemberdayaan masyarakat perkebunan dalam mengelola objek wisata di lingkungannya. Kasus yang dijadikan penelitian adalah ekowisata Bukit Belendung, merupakan objek wisata yang berada di perkebunan teh Goalpara kabupaten Sukabumi tepatnya PTP VIII. Destinasi wisata yang termasuk dalam eko wisata merupakan manifestasi dari Program PTP VIII yang bukan hanya mengelola produk hasil perkebunan teh, tetapi juga pemanfaatan lahannya di sekitar perkebunan teh untuk Agro Wisata. Dari hasil dan pembahasan penelitian menunjukkan bahwa pola pemberdayaan masyarakat avdelling II dengan keterbatasan potensi SDM, financial dan lahan namun mampu mengelola objek wisata dengan kaidah – kaidah manajerial yang dibuktikan melalui Participatory planning, pemberdayaan potensi, konsepsi dan strategi daya jual , strategi star up, dan sirkulasi pengunjung. Implikasinya meliputi penambahan nilai ekonomi, pemanfaatan lahan yang tidak produktif, terjadinya mobilitas interaksi dengan masyarakat luar, bahan perbandingan dan pilot project bagi masyarakat perkebunan lainnya. Desain penelitian yang diterapkan adalah Desain Deskriftif ,teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Respondence dalam penelitian ini adalah kepala avdelling II Goalpara dan Pioner pencetus berdirinya objek wisata bukit Beleundung. Hasil pembahasan dari penelitian ini sekiranya bisa di tindaklanjuti ke pembahasan pada cakupan yang lebih luas, baik secara teritorial maupun konsepsi dan teoritisnya. Hal ini bisa menjadi manfaat atau sumbangsih baik untuk kerangka teoritis yang lebih akurat maupun nilai praktis yang lebih besar.
PENGARUH IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT COVID DI MASA PANDEMI Primanita Sholilah Rosmana; Sofyan Iskandar; Fasya Amalia Pitaloka; Muhammad Rosyad Ridho Wardani; Nisrina Fairuz Salsabila
Jurnal Soshum Insentif Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jsi.v5i1.688

Abstract

Abstract- The implementation of the COVID-19 emergency curriculum has a learning policy, namely a policy from home. Policies from home (online) create new challenges for all aspects and in every circle. Teachers, students, and parents must adjust to the current situation and situation. Several problems arise due to the implementation of the policy, including the ability of teachers to use technology, inadequate facilities, and lack of enthusiasm from students. To prove this problem, research is needed to analyze the problem. This study uses quantitative research by collecting data using questionnaires, from filling out the questionnaire it is hoped that it can become a forum for the aspirations of students, teachers, lecturers, and the community to express opinions regarding the implementation of the COVID-19 emergency curriculum. The results show that there is a significant impact on the learning process at home. They said that studying at home was less concentrated than studying at school. In addition, the readiness of teachers to teach online is lacking, especially for senior teachers who cannot apply technology in learning. So that learning at home cannot be carried out optimally. Abstrak- Penerapan kurikulum darurat covid-19 mempunyai kebijakan belajar, yaitu kebijakan dari rumah. Kebijakan dari rumah (daring) membuat tantangan baru bagi seluruh aspek dan di setiap kalangan. Guru, peserta didik, dan orang tua harus menyesuaikan keadaan dan situasi pada saat ini. Beberapa persoalan timbul karena penerapan kebijakan tersebut, diantaranya kemampuan guru dalam menggunakan teknologi, fasilitas yang tidak memadai, dan semangat yang kurang dari peserta didik. Untuk membuktikan persoalan itu diperlukannya penelitian untuk menganalisis permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner, dari pengisian kuesioner tersebut diharapkan dapat menjadi suatu wadah aspirasi peserta didik, guru, dosen, dan masyarakat untuk menyampaikan pendapat mengenai penerapan kurikulum darurat covid. Hasil menunjukkan terdapat dampak yang signifikan terhadap proses pembelajaran di rumah. Mereka menyebutkan konsentrasi belajar di rumah kurang dibandingkan belajar di sekolah. Selain itu, kesiapan guru dalam mengajar secara online kurang, khususnya bagi guru senior yang tidak bisa dalam pengaplikasian teknologi di dalam pembelajaran. Sehingga pembelajaran di rumah tidak bisa dilaksanakan secara optimal.

Page 8 of 13 | Total Record : 122