cover
Contact Name
Kalis Stevanus
Contact Email
kalisstevanus91@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalfidei@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika
ISSN : 26218151     EISSN : 26218135     DOI : https://doi.org/10.34081/fidei
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika focusing on submission of field research results, systematic Theology, and practical theology, the study of Evangelical Theology and Community Development is not only internal of STT Tawangmangu but also external intitution with ratio 40:60. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika published twice a year is the month of June (the limits of acceptance of the script in March) and December (the limits of acceptance of the script in September).
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Pertumbuhan Rohani Berdasarkan 1 Petrus 2:1-4 dan Aplikasinya dalam Kehidupan Orang Percaya Joseph Christ Santo; Yonatan Alex Arifianto
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v5i1.212

Abstract

Dalam kekristenan, pertumbuhan rohani menjadi prioritas para pemimpin gereja orang percaya maupun para pelayan. Pertumbuhan rohani tidak lepas dari tantangan, dan hal itu merupakan ujian kualitas iman dalam menghadapi tantangan. Harapan dari pertumbuhan rohani adalah orang Kristen yang dengan imannya mampu menghadapi dan mengatasi tantangan yang dihadapi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pertumbuhan rohani berdasarkan 1 Petrus 2:1-4, dan harapan yang dapat dicapai bila pertumbuhan rohani iman Kristen ini diaplikasikan dalam hidup orang percaya. Peneliti menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa orang-orang percaya dan pemimpin gereja harus memahami bahwa indikasi pertumbuhan rohani berdasarkan surat 1 Petrus 2:1- 4 adalah hidup dalam kesucian, rasa haus dan lapar akan firman Tuhan, dan hidup bergantung kepada Tuhan dalam persekutuan. Agar pertumbuhan rohani teraplikasi dalam kehidupan orang percaya diperlukan keterlibatan gembala dan warga jemaat sebagai pengajar pertumbuhan rohani.
Tinjauan Sains dan Teologi Penciptaan Terhadap Pandangan Kreasionis Bumi Muda dan Kreasionis Bumi Tua Timothy Soegijanto
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v5i1.305

Abstract

Makalah ini dilatarbelakangi pandangan dari kalangan tertentu (khususnya kalangan ateis) bahwa agama Kristen tidak ilmiah, bahkan anti-ilmiah, terutama berkaitan dengan asal mula terjadinya alam semesta.  Secara umum terdapat dua pandangan tentang asal mula alam semesta dan asal usul makhluk hidup, yaitu pandangan naturalisme dan pandangan kreasionisme.  Di kalangan Kristen (yang berpandangan kreasionisme) masih terdapat tiga pandangan, yaitu: kreasionis bumi muda, evolusi teistik, dan kreasionis bumi tua yang menolak teori evolusi.  Makalah ini disusun untuk menjawab pertanyaan: Pandangan manakah yang paling tepat untuk direkomendasikan (khususnya terkait dengan perkembangan temuan sains kontemporer)?  Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan metode riset literatur, mengumpulkan dan menguraikan pokok-pokok pikiran dari ketiga pandangan beserta kekuatan dan kelemahannya.  Analisis terhadap kekuatan dan kelemahan dari ketiga pandangan tersebut dilakukan dari perspektif sains dan teologi penciptaan, dan diakhiri dengan kesimpulan dan jawaban atas pertanyaan makalah.  Sebagai kesimpulan, penulis menyimpulkan bahwa pandangan kreasionis bumi muda dan evolusi teistik mempunyai posisi lemah dan sulit dipertahankan dan merekomendasikan pandangan kreasionis bumi tua.
Peran PAK dalam Pencegahan Radikalisme Untuk Mendukung Penguatan Komunitas yang Berkarakter Measy Zinsky Imanuela Pang; Sally Ingrid Kailola; Roy Imbing
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v5i1.224

Abstract

Radikalisme menjadi suatu momok yang menakutkan dan sering terjadi terutama dalam konteks masyarakat majemuk. Radikalisme sering dilakukan oleh kelompok atau komunitas tertentu yang sering mengatasnamakan agama. Radikalisme sering muncul karena pemahaman mereka orang atau komunitas tertentu sudah dibentuk dengan ideologi yang keliru kemudian melahirkan paham radikal, sehingga juga melahirkan pribadi juga komunitas yang tidak berkarakter. Seringnya aksi radikal dikaitkan dengan agama, sehingga peran agama terlebih pendidikan Agama termasuk di dalamnya PAK menjadi upaya penting dalam pencegahan radikalisme. Bertolak dari hal tersebut tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk memahami peran PAK dalam pencegahan radikalisme untuk mendukung penguatan komunitas yang berkarakter dan untuk mengetahui model Pembelajaran yang cocok diterapkan sebagai bentuk pencegahan radikalisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan studi kepustakaan, maka diperoleh hasil bahwa pendidikan Agama Kristen lewat PAK formal yang dilaksanakan di sekolah dan non-formal yang dilakukan di gereja dan keluarga serta dengan menerapkan model Pembelajaran PAK Multikultural dapat menjadi upaya dalam mencegah radikalisme untuk mendukung penguatan komunitas yang berkarakter.
Persepsi Para Pejabat GBIS Terhadap Penggunaan Media Sosial Sebagai Medium Interaksi di Lingkungan Organisasi dan Gereja Lokal David Eko Setiawan; Firman Panjaitan
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v5i1.307

Abstract

Media Sosial seakan telah menjadi kebutuhan masyarakat saat ini. Seiring perkembangan Teknologi Informasi mendorong masyarakat masuk dalam Digital Culture yang telah mengubah gaya hidup mereka. Sehubungan dengan berkomunikasi, saat ini masyarakat lebih menyukai menggunakan media sosial dari pada media konvensional. Sebab media sosial dianggap sebagai medium yang dapat menyampaikan informasi dengan cepat. Selain mereka juga meyakini bahwa media sosial juga dapat mendekatkan interaksi antar individu dan juga dalam sebuah kelembagaan Benarkah demikian? Penelitian ini dilatar belakangi dengan masalah penelitian berikut: Bagaimanakah persepsi para Pejabat GBIS terhadap penggunaan media sosial sebagai medium interaksi di lingkungan organisasi dan gereja lokal? Sedangkan tujuan penelitian ini adalah menjelaskan persepsi para Pejabat GBIS terhadap penggunaan media sosial sebagai medium interaksi di lingkungan organisasi dan gereja lokal. Penelitian ini menggunakan metode Library Research dan Survei. Adapun responden dalam penelitian ini adalah para pejabat Gereja Bethel Injil Sepenuh seluruh Indonesia. Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa media sosial relevan sebagai medium interaksi di lingkungan antar pejabat GBIS dan gereja lokal. Signifikansi dari penelitian ini adalah diharapkan menjadi trigger bagi para pejabat GBIS untuk memaksimalkan penggunaan media sosial dalam lingkup organisasi sinode dan di dalam gereja lokalnya masing-masing.
Pendidikan Perdamaian bagi Remaja: Upaya Pencegahan Terjadinya Konflik antar Umat Beragama Nadia Illsye Tular; Jefri Susanto Manik
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v5i1.228

Abstract

Artikel ini berisi pembahasan tentang penerapan Pendidikan Perdamaian bagi remaja sebagai upaya pencegahan terjadinya konflik antar umat beragama khususnya di indonesia yang memiliki berbagai Agama. Begitu banyak Agama yang ada di Indonesia sehingga seringkali terjadi konflik sosial atau konflik antar umat beragama sehingga mengakibatkan hilangnya rasa damai dalam masyarakat. Dengan demikian, dibutuhkan suatu pencegahan yang sedapat-dapatnya mampu menyelesaikan konflik tersebut. Remaja yang merupakan generasi penerus bangsa tentunya harus dibekali sejak dini mengenai Pendidikan Perdamaian sehingga remaja menyadari bagaimana mereka harus bersikap dalam menghadapi perbedaan-perbedaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini yaitu metode penelitian kualitatif melalui penelitian pustaka. Hasil dari penulisan artikel ini yakni ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menerapkan pendidikan perdamaian bagi remaja ialah seperti: melakukan edukasi kepada remaja; melibatkan remaja dalam dialog antar agama; menanamkan konsep alkitabiah mengenai perdamaian; serta menyusun kurikulum pembelajaran yang memuat pendidikan perdamaian.
Sumbangsih PAK Bagi Pertumbuhan Iman dan Moral Kaum Muda di Era Revolusi Industri 4.0. Esti R. Boiliu
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v5i1.279

Abstract

Perkembangan revolusi industri 4.0 menimbulkan pergeseran ke arah teknologi digital yang memungkinkan otomatisasi di semua bidang untuk mencapai hasil yang efisien dan efektif termasuk penurunan pertumbuhan iman dan moral setiap orang, khususnya para kaum muda akibat perkembangan industri 4.0. Artikel ini mengungkapkan dampak dari perkembangan era revolusi industri 4.0 terhadap iman dan moral para kaum muda serta pada bagian akhir dijelaskan mengenai implikasinya terhadap Pendidikan Agama Kristen masa kini. Tujuan dari penulisan artikel untuk memberikan pemahaman mengenai tantangan-tantangan dari era revolusi industri 4.0 dan dampaknya terhadap pertumbuhan iman dan moral bagi para kaum muda. Hasil dari artikel untuk melihat bagaimana sumbangsih Pendidikan Agama Kristen dalam menguatkan kembali moral kaum muda yang merosot akibat perkembangan teknologi dengan mengarahkan mereka kepada nilai-nilai ajaran Kristus agar kemerosotan pertumbuhan iman dan moral kembali menjadi lebih baik di tengah-tengah era industri 4.0 ini. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalan kualitatif dengan melakukan pendekatan literatur yang kemudian dapat dianalisis untuk menjelaskan dan memberikan solusi sebagai implikasi Pendidikan Agama Kristen untuk meningkatkan kembali pertumbuhan iman dan moral kaum muda di di era revolusi industri 4.0.
Penglihatan Budaya Hakumbangauh Sebagai Ekspresi Nilai-Nilai Pernikahan: Berdasarkan Matius 5:27-28 Edwin Gorat; Bartolomeus Diaz Nainggolan; Stimson Hutagalung; Rolyana Ferinia Pintauli
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v5i1.302

Abstract

Banyak di antara pasangan muda dari suku Dayak Ngaju yang telah hamil terlebih dahulu sebelum menikah karena kesalahmengertian atau ketidakpahaman penerapan acara hakumbangauh (lamaran). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari relevansi apakah kondisi hubungan berpacaran yang negatif setelah melakukan lamaran sesuai dengan Matius 5:27-28 atau tidak sesuai dan bagaimana relevansi perilaku pernikahan berdasarkan Alkitab dan berdasarkan budaya.Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kualitatif yang dibarengi dengan studi pustaka, dengan menggunakan studi penafsiran Alkitab, serta mengumpulkan data melalui buku-buku serta artikel yang berkaitan dengan budaya hakumbangauh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa praktik hidup serumah dan berhubungan seks selain pernikahan sangat kontras dengan matius 5:27-28 Yesus menyatakan perzinaan bukan hanya terjadi saat laki-laki dan perempuan yang tidak terikat pernikahan melakukan hubungan seks akan tetapi perzinaan terjadi dimulai dari pikiran. Penerapan acara hakumbangauh (lamaran) dalam pernikahan secara adat sesungguhnya tidaklah buruk jika norma dan aturan-aturan serta kekudusan pernikahan tetap dijaga dengan baik, akan tetapi jika banyaknya syarat dan uang yang dibutuhkan untuk acara pernikahan adat maka ini memberikan peluang kepada pasangan muda yang akan menikah untuk melakukan praktik hidup serumah dan berhubungan seks di luar nikah. Karna itu pernikahan adat jika dibicarakan dan dijalankan dengan baik maka masih relevan dengan konsep pernikahan masa kini.
Desain Kurikulum Sekolah Minggu Menurut Model Grassroots Rationale Udin Firman Hidayat; Budiman Nainggolan; Jimson Sitorus; Desi Sianipar
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v5i2.354

Abstract

Kurikulum memiliki peran yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Di dalam konteks pendidikan nonformal di gereja, kurikulum sangat dibutuhkan untuk menjadi arah dan pedoman pelaksanaan pendidikan. Salah satu program pendidikan di gereja adalah Sekolah Minggu, yang merupakan program pendidikan yang bertujuan membentuk anak-anak yang memiliki karakter dan spiritualitas Kristen yang kuat. Akan tetapi masih banyak Sekolah Minggu yang dikelola dengan tujuan yang tidak terukur karena tidak adanya kurikulum secara tertulis. Ada beberapa model desain kurikulum yang dapat digunakan, salah satunya model Grassroot Rationale. Karena itu, tujuan penelitian ini adalah menghasilkan konsep desain kurikulum Sekolah Minggu menurut model Grassroot Rationale. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain kurikulum sekolah minggu menggunakan model Grassroots Rationale secara komprehensif sangat berpihak kepada peserta didik. Selain melibatkan anak-anak secara aktif dalam proses pembelajaran, kebutuhan anak-anak sekolah minggu terwadahi melalui isi materi pembelajarannya.
Persilangan antara Iman dan Ilmu dalam Pandangan Jemaat tentang Kerasukan Roh dan Eksorsisme di GKI Gejayan Ratna Indah Widhiastuty; Robert Setio
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v5i1.313

Abstract

Kerasukan dan eksorsisme merupakan fenomena yang lekat dengan kehidupan masyarakat (Indonesia).  Sebagai bagian dari masyarakat, gereja juga tidak asing dengan fenomena tersebut.  Tulisan ini akan mengangkat bagaimana sebuah gereja, dalam hal ini, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gejayan, Yogyakarta menanggapi fenomena tersebut. Pertanyaan penelitian yang diajukan dalam tulisan ini adalah bagaimana tanggapan terhadap kerasukan dan eksorsisme di GKI Gejayan memperlihatkan kedudukan dari ilmu pengetahuan dan iman di mata jemaat. Penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara secara tertutup dan terbuka. Wawancara tertutup berupa pertanyaan-pertanyaan yang disodorkan kepada para peserta wawancara. Sedangkan wawancara terbuka dilakukan dengan mendalami lebih jauh jawaban atau tanggapan peserta untuk mendapatkan poin-poin yang masih belum muncul dalam pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Temuan yang diperoleh adalah dalam menghadapi kerasukan dan eksorsisme diperlukan kombinasi pendekatan antara iman dan ilmu.
Analisis dalam Mengelola Keuangan Berdasarkan Perspektif 2 Korintus 9:10 bagi Kesejahteraan Keluarga Kristen Agus Prihanto
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v5i2.223

Abstract

Salah satu penyebab mengapa banyak orang mengalami masalah keuangan adalah karena kesalahan dalam hal mengelola keuangan. Kesalahan dalam mengelola keuangan, dapat mempengaruhi kesejahteraan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis cara mengelola keuangan, dengan berdasarkan teks Alkitab dalam 2 Korintus 9:10 sebagai pokok bahasan dalam pengelolaan keuangan bagi kesejahteraan keluarga Kristen. Metode Penelitian dalam penulisan artikel ini adalah penelitian kualitatif dengan melakukan pendekatan secara deskriptif. Dari hasil yang diperoleh bahwa Alkitab telah mengajarkan bagaimana cara mengelola keuangan yang baik yaitu, pertama, mengelola keuangan harus menyediakan keuangan berdasarkan kebutuhan pokok. Kedua, harus menyisihkan keuangan untuk diinvestasikan untuk kebutuhan dimasa akan datang. Ketiga, menyediakan dana untuk diberikan bagi pekerjaan Tuhan. Jika dapat mengelola keuangan dengan benar maka akan memberikan kesejahteraan bagi keluarga Kristen.

Page 8 of 15 | Total Record : 150