cover
Contact Name
Kalis Stevanus
Contact Email
kalisstevanus91@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalfidei@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika
ISSN : 26218151     EISSN : 26218135     DOI : https://doi.org/10.34081/fidei
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika focusing on submission of field research results, systematic Theology, and practical theology, the study of Evangelical Theology and Community Development is not only internal of STT Tawangmangu but also external intitution with ratio 40:60. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika published twice a year is the month of June (the limits of acceptance of the script in March) and December (the limits of acceptance of the script in September).
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Peran Guru Sekolah Minggu terhadap Pendidikan Seks bagi Anak Sekolah Minggu Usia Dini Elista Simanjuntak; Iky Sumarthina Putri Prayitno
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v5i2.324

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena kekerasan seksual terhadap anak di daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustakaan dengan menggambarkan peran guru Sekolah Minggu terhadap pendidikan seks sejak usia dini bagi naradidik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan observasi dengan menggunakan  analisis teori pendidikan kaum tertindas. Adapun hasilnya bahwa anak Sekolah Minggu mampu mengenal, memahami tentang masalah seksual, Sekolah Minggu mampu mengenal identitas dirinya sendiri sejak usia dini dengan meningkatkan spiritualitas terhadap Allah dan sesama, Sekolah Minggu mampu menjadi generasi pemutus rantai kekerasan seksual sejak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk mencegah adanya kekerasan seksual bagi anak dan mencegah agar anak sejak usia dini tidak menjadi korban kekerasan seksual. Sehingga peran penting dari guru Sekolah Minggu sangat berperan dalam melindungi, mendidik dan membina anak dalam membentuk identitas karakter Kristus dalam dirinya yang memiliki cinta kasih terhadap Allah dan sesama.
Evaluasi Pelaksanaan Home Based Learning Hani Rohayani
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v5i2.374

Abstract

­Dalam artikel ini, peneliti memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran dari rumah dengan memfokuskan penelitian di lingkungan SMP Bintang Mulia Bandung yang menyebutnya dengan istilah home based learning (HBL). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kuantitatif deskriptif  dengan menggunakan teknik survei terhadap 211 responden (siswa kelas VII sampai kelas IX) dengan menggunakan google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran home based learning mengalami keberhasilan dengan indikator sebagai berikut: proses belajar-mengajar berjalan dengan baik, tersedianya perangkat pendukung kegiatan HBL yang dimiliki sekolah, kesiapan guru-guru yang melaksanakan HBL, serta positifnya respon para responden terhadap proses HBL.
Mengantisipasi Bahaya Radikalisme melalui Pendidikan Multikultural dalam Keluarga Merensiana Hale
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v5i2.269

Abstract

Bahaya radikalisme agama mengancam kehidupan komunitas beragama bahkan berbangsa dan bernegara. Tujuan tulisan ini menawarkan solusi melalui peranan keluarga dalam mendidik anak untuk mampu hidup bersama dalam konteks multikultural. Tujuan ini akan dicapai dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil yang dicapai adalah penerapan pendidikan multikultural oleh orang tua bagi anak dalam keluarga kristen. Pendidikan multikultural berbasis iman Kristen penting sebab keluarga merupakan unit terkecil dalam sebuah bangsa yang memiliki kekuatan besar dalam meminimalisir bahkan mencegah terjadinya teror yang dapat menghancurkan kehidupan beragama dan berbangsa.
Kajian Etis-Teologis terhadap Peran Pendeta dalam Pengambilan Keputusan di GKJ Salatiga Selatan Gabriella Kirana Mutiara Purba; Gunawan Yuli Agung Suprabowo; Irene Ludji
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v5i2.366

Abstract

Pada GKJ Salatiga Selatan pendeta tidak menempati posisi sebagai pemimpin secara organisatoris, ketua majelis. Pendeta terikat dan diatur oleh sistem birokrasi di dalam gereja, termasuk dalam mekanisme pengambilan keputusan. Berdasarkan data yang diperoleh pada GKJ Salatiga Selatan, pendeta memiliki peranan sebagai pengajar, penengah, dan konselor pastoral dalam pengambilan keputusan. Ketiga peranan ini memberikan pengaruh dalam pengambilan keputusan etis-teologis di GKJ Salatiga Selatan. Adapun salah satu ciri khas dari proses pengambilan keputusan etis di GKJ Salatiga Selatan adalah musyawarah. Musyawarah diyakini sebagai salah satu langkah untuk menemukan kehendak Allah dalam pengambilan keputusan etis-teologis di GKJ Salatiga Selatan. Selain itu, musyawarah juga membantu majelis gereja menyelesaikan dilema moral yang dialami secara individu ketika akan mengambil sebuah keputusan.  Keputusan yang diambil diharapkan adalah keputusan etis-teologis yang sesuai dengan kehendak Allah, tidak menentang nilai-nilai ajaran Yesus, khususnya nilai kasih. Indikator dari keputusan yang diambil merupakan keputusan yang etis-teologis atau tidak adalah dengan melihat dampak dari keputusan tersebut. Jika suatu keputusan berdampak positif maka keputusan tersebut dinilai benar dan sesuai dengan kehendak Allah, begitupun sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dan memberikan tinjauan etis-teologis terhadap peran pendeta dalam pengambilan keputusan di GKJ Salatiga Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka.
Perspektif Etika Kristen tentang Standar Mengasihi dan Penerapannya bagi Orang Kristen Masa Kini Arozatulo Telaumbanua; Jan Lukas Lombok; Otieli Harefa
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v5i2.321

Abstract

Perspektif etika Kristen tentang standar sikap mengasihi berdasarkan Matius 22:37-40 merupakan standar moral terhadap setiap tindakan, perkataan dan kehidupan orang Kristen. Perubahan zaman dan perkembangan teknologi mempengaruhi sikap dan perilaku manusia tentang mengasihi Tuhan Allah dan manusia. Manusia lebih mengasihi berdasarkan perspektif dan standar mereka daripada perspektif Allah. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan, menemukan makna dan bentuk sikap mengasihi berdasarkan Matius 22:37-40. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Berdasarkan hasil analisis pustaka yang dilakukan, maka perspektif etika Kristen tentang standar sikap mengasihi yang ditinjau dari Matius 22:37-40 merupakan kebenaran hakiki yang harus dilakukan oleh semua orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Penerapannya harus segenap hati, jiwa dan akal budi serta sama seperti pribadi sendiri. Dengan demikian, perspektif etika Kristen tentang standar sikap mengasihi ditinjau dari Matius 22:37-40 dilakukan melalui perkataan, perbuatan, tingkah laku, kesucian hidup, kesetiaan kepada Allah, kasih nyata dan tidak dendam terhadap orang lain dan suka berbagi hidup kepada orang yang membutuhkan. Berbagi hidup yang dimaksud adalah menasihati, mendoakan, memberikan sesuatu dan menjadi solusi bagi orang lain.
Peran Guru Kristen Sebagai Motivator dalam Pembelajaran Daring Christin Marni Tuti Alhans; Wiyun Philipus Tangkin
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v6i1.310

Abstract

Pembelajaran daring di masa pandemi ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian serta memotivasi belajar siswa. Akan tetapi, diperoleh fakta bahwa pembelajaran daring memberikan dampak penurunan motivasi yang signifikan terhadap pendidikan. Siswa merasa bosan, jenuh, dan juga stres saat mengikuti pembelajaran daring. Kondisi belajar siswa yang demikian membutuhkan peran seorang guru sebagai motivator. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengkaji peran guru sebagai motivator peserta didik khususnya dalam pembelajaran daring dengan menggunakan metode kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kajian literatur. Metode kajian literatur merupakan metode yang mengangkat isu yang terjadi, kemudian dikaji berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan peran guru sebagai motivator tidak sekedar meningkatkan motivasi belajar siswa, tetapi juga memberikan apresiasi serta pembelajaran yang faktual dan kreatif kepada siswa sesuai konteks pembelajaran daring. Sehingga peran guru sebagai motivator sangat penting bagi siswa dalam mengikuti pembelajaran daring. Diperoleh kesimpulan bahwa menjalankan peran sebagai seorang motivator, maka guru perlu merefleksikan diri sebagai makhluk estetika yang memiliki daya kreativitas. Oleh karena itu, guru dapat menciptakan berbagai strategi pembelajaran yang kreatif bagi siswa, sekaligus bertanggung jawab atas kreativitas yang dimiliki.
Puisi Ayub 42:2-6 dan Relevansinya Bagi Pengabdian Hamba Tuhan Randy Frank Rouw
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v6i1.382

Abstract

Ayub 42:2-6 merupakan sebuah puisi yang menyimpan kebenaran indah. Penelitian terdahulu kebanyakan belum “menyentuh” teks ini dan mengaitkannya dengan pelayanan Hamba Tuhan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menggali kebenaran dalam Ayub 42:2-6 dengan analisis puisi dan merefleksikannya bagi pengabdian Hamba Tuhan. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan analisis puisi Jan Fokkelman, penulis menemukan bahwa lewat respons Ayub, Hamba Tuhan belajar untuk mengabdi dengan kesadaran dan pengharapan.
Membangun Relasi dalam Pendidikan Kristiani Intergenerasi Pascalin Dwi Aprilia
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v6i1.338

Abstract

Selama ini, gereja-gereja di Indonesia masih banyak yang mengenal pendidikan kristiani yang dibagi dalam kategorial usia. Seringkali pendidikan Kristiani kategorial usia ini menyebabkan terjadi pengkotak-kotakan di dalam gereja. Saat ini, gereja di Indonesia sudah mulai mengembangkan Pendidikan Kristiani Intergenerasi, bukan untuk menghilangkan pendidikan kristiani kategorial usia melainkan untuk melengkapinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Penelitian ini menemukan bahwa dengan pendidikan kristiani intergenerasional setiap orang dari usia, generasi dan jenis kelamin berkumpul untuk belajar bersama, dan diperlukan pula relasi antar setiap individu dari kelompok usia dan generasi yang berbeda di dalam pendidikan kristiani intergenerasional. Untuk itu, gereja perlu melakukan kegiatan situasional yang mengumpulkan setiap anggota jemaat dari generasi-generasi yang ada untuk membangun relasi tersebut. Membangun relasi ini tidak mudah tetapi gereja perlu untuk mencobanya sehingga iman kepada Yesus Kristus dapat bertumbuh bersama dalam komunitas gereja.
Menggagas Kasih Allah Sebagai Dasar Penginjilan Gereja Masa Kini Menurut Roma 5:8-11 Budi Kartika; Kalis Stevanus
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v6i1.393

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan memberikan gagasan mengenai kasih Allah yang menyelamatkan orang berdosa menurut Roma 5:8-11 sebagai faktor atau alasan utama yang mendorong gereja masa kini melakukan penginjilan yang merupakan tugas Amanat Agung Yesus Kristus. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam pelaksanaan penelitian ini dengan memaparkan faktor-faktor pendorong penginjilan yang ada, kemudian melakukan analisis mengenai kasih Allah yang menyelamatkan orang berdosa dalam Roma 5:8-11, kemudian memaparkan alasan-alasan utama yang membuat kasih Allah menjadi faktor utama gereja masa kini melakukan penginjilan. Hasilnya, alasan utama yang menjadikan kasih Allah sebagai motivasi penginjilan gereja masa kini karena penginjilan dimulai dari hati Allah sendiri, kasih Allah merupakan kasih yang menyelamatkan semua manusia, kasih Allah merupakan dasar pemulihan hubungan manusia dengan Allah, dan kasih Allah dapat menumbuhkan kasih dalam diri manusia. Dengan demikian penginjilan harus dimulai dari keyakinan kuat orang Kristen akan kasih Allah yang menyelamatkan manusia, disertai alasan-alasannya akan mendorong orang Kristen dan gereja masa kini terlibat aktif dalam pemberitaan kabar baik.
Teologi dan Psikoneuroimunologi Sebagai Alternatif dari Transhumanisme Mengatasi Korban Perang Andheralvi Isaiah Lontoh
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v6i1.332

Abstract

Artikel ini membahas tentang apa yang menjadi dampak daripada perang dalam kehidupan manusia dari sisi fisik dan psikis. Setiap orang yang pernah berada dalam situasi perang dan selamat seringkali mengalami luka permanen baik fisik maupun psikis. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, pendekatan studi Pustaka dan analisis data, tulisan ini menemukan bahwa Transhumanisme hadir dengan menawarkan penyembuhan dengan menggunakan kemajuan teknologi seperti modifikasi tubuh dan bahkan modifikasi otak dengan alasan untuk memberikan pembentukan identitas atau jati diri yang lebih dari yang sebelumnya bagi korban perang yang mengalami luka. Di sisi lain, hubungan antara Agama dan psikoneuorimunologi hadir dengan tawaran penyembuhan yang diawali dengan adanya pendampingan religius yang membantu orang-orang terlebih lagi bagi mereka yang menjadi korban perang untuk mentransformasi diri mereka menjadi pribadi yang lebih mengenal makna dan tujuan hidup mereka berdasarkan gambaran Sang Pencipta.

Page 9 of 15 | Total Record : 150