cover
Contact Name
iqbal
Contact Email
khazanah@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iqbalassyauqi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora
ISSN : 0215837X     EISSN : 24607606     DOI : -
Khazanah : Jurnal Studi Islam dan Humaniora ISSN 0215-837X and E-ISSN 2460-7606 is peer-reviewed national journal published biannually by the State Islamic University (UIN) of Antasari Banjarmasin. The journal is published biannually in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
AL-KASB (PEKERJAAN) DALAM PERSPEKTIF HADIS Muhtifah, Lailial
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v9i2.3150

Abstract

Sebaran Hadis al-kasb ada 29 tema pokok yang terkait; (1) konsep kasb manusia dengan yadun, (2) konsep kasb yang baik, (3) macam-macam usaha yang jelek, (4) sedekah usaha dan perdagangan, (5) anak sebagai usaha, dan (6) nafaqah perempuan dari usaha suaminya. Ungkapan kasb digunakan khusus oleh Hadis untuk mengungkapkan pekerjaan manusia. Dalam setiap teks hadis yang menggunakan akar kata kasb, hadis hanya menggunakan bentuk verba noun (isim mashdar). Pekerjaan manusia yang baik itu adalah pekerjaan yang menyangkut profesi manusia seperti, pedagang (Hadis) nelayan dan petani (Qur?an) serta profesi itu hendaknya dilaksanakan secara profesional. Hadis ini juga memperkuat teori Ibnu Shina yang menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk ekonomi, dan dalam Hadis ini ditemukan pula konsep ekonomi yang dinamakan dengan income (pendapatan
KEMENANGAN FAKSI MILITAN; JEJAK KELAM ELIT NAHDLATUL ULAMA’ AKHIR SEPTEMBER-OKTOBER 1965 Anshari, Aan
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.765 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v14i1.1046

Abstract

Tulisan ini mencoba memaparkan pergumulan faksi militan dan moderat di tubuh elit Nahdlatul ?Ulama (NU) Jakarta menjelang dan awal Peristiwa G30S. Peristiwa 65 merupakan lorong paling gelap dalam sejarah Indonesia modern yang menempatkan NU sebagai salah satu aktor dominan, terutama di Jawa. Keterlibatan NU secara institusi tidak bisa dipisahkan dari aktifnya beberapa elit NU yang berlatar belakang militer, ditambah peran akseleratif sosok seperti Subchan ZE. Dengan dukungan penuh militer saat itu, mereka membangun konsolidasi dengan partai politik maupun organisasi masyarakat sipil yang antiPKI. Di internal NU, bisa dikatakan mem-bypass kiai-kiai senior yang memang selama ini menjadi pendukung Soekarno dan moderat terhadap PKI. Kemenangan faksi militan ini menyebabkan proses penghancuran PKI di Pulau Jawa berjalan sangat massif dengan restu otoritas militer setempat
PENGEMBANGAN ASESMEN PORTOFOLIO MATEMATIKA DALAM SETING PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERDASARKAN MASALAH BERBASIS BUDAYA BATAK DI SMA Sinaga, Bornok
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i1.3027

Abstract

Akar masalah dalam penelitian ini adalah kenyataan hasil belajar siswa dalam pelajaran matematika kurang memuaskan, dan orientasi pembelajaran matematika yang terjadi selama ini kurang menekankan pada usaha memampukan siswa mengonstruksi pengetahuan dan penilaian yang dilakukan oleh guru belum berorientasi pada proses, sehingga siswa kurang memahami konsep dan tidak mampu memecahkan masalah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan (Developmental Research) yang bertujuan untuk mendapatkan suatu model Asesmen Portofolio Matematika (APM) dalam seting Pembelajaran Matematika Berdasarkan Masalah Berbasis Budaya Batak (PBM-B3) yang dapat mengaktifkan siswa belajar dan guru dapat mendeteksi perkembangan belajar siswa. Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan APM- PBM-B3 ini mengacu pada model pengembangan pendidikan umum dari Tjeerd Plomp (1997) dengan memperhatikan 3 aspek kualitas material dari Nieveen, yakni aspek kevalidan, aspek kepraktisan, dan aspek keefektifan. Adapun fase-fase dalam pengembangan APM-PBM-B3 ini:1) Fase investigasi awal. Pada fase ini dilakukan analisis terhadap: (a) kebutuhan lingkungan, (b) kurikulum (c) teori-teori belajar, (d) teori asesmen; 2) Fase desain. Pada fase ini didesain perangkat APM-PBM-B3, dan desain instrumen penelitian. Kegiatan yang dilakukan pada fase ini meliputi (a) merancang buku model APM-PBM-B3, dan (b) merancang perangkat APM-PBM-B3; 3) Fase realisasi. Pada fase ini dibuat/disusun Prototipe APM-PBM-B3; 4) Fase tes, evaluasi, dan revisi. Fase ini difokuskan pada dua hal, yakni: (a) memvalidasi, dan (b) mengadakan uji coba lapangan prototipe APM-PBM-B3 yang telah disusun. Hasil validasi dari 7 (tujuh) validator menunjukkan bahwa pengembangan APM-PBM-B3 dan perangkat pendukung APM-PBM-B3 adalah valid, dan hasil uji coba pada siswa kelas I SMA Negeri 1 Balige tahun ajaran2008/2009 diperoleh: (1) perangkat pendukung pelaksanaan APM-PBM-B3 memenuhi kriteria praktis, dan (2) perangkat pendukung pelaksanaan APM-PBM-B3 memenuhi kriteria efektif
MENYIASATI DAKWAH DENGAN SALES PROMOTION M.Rif'at, Masdari dan
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 3, No 2 (2005)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v3i2.3170

Abstract

Dakwah merupakan faktor penentu yang signifikan bagi keberadaan Islam, kapan saja dan di mana saja. Terbukti sejak pertama kali Islam dikenalkan oleh Rasulullah SAW kepada umat manusia di permukaan bumi, dakwah sangat berperan. Di zaman sekarang dak:wah makin ditantang, sebab di zaman sekarang banyak menawarkan berbagai pendekatan, setidaknya telah diperhitungkan secara matang. Salah satu pendekatan itu adalah sales promotion sebagai strategi memasarkan sesuatu, baik dalam perspektif ekonomi maupun dalam kontak dan atau kontrak sosial. Dakwah sebagai aktivitas sosial keagamaan dalam Islam. harus tanggap dan mampu membaca situasi dan kondisi serta membuat pemetaan tersendiri, agar selalu memperoleh respon positif masyarakat yang dibidiknya. Untuk maksud dan tujuan itulah patut dikembangkan penerapan tekniksales promotion dalam berdakwah, terutama di era pasar bebas seperti sekarang. Dengan begitu berbagai perubahan positif yang sesuai dengan ajaran Islam, dapat diwujudkan
KONSEP GURU DAN MURID MENURUT ULAMA ABAD PERTENGAHAN (KOMPARASI ANTARA AL-MAWARDI DAN AL-GHAZALI) Rahmadi, Rahmadi
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.722 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v14i2.1561

Abstract

Artikel ini mencoba memberikan analisis komparatif mengenai perspektif al-Mâwardî dan al-Ghazâlî tentang tiga masalah yang berkaitan dengan guru dan murid yaitu: (1) hakikat guru dan hakikat murid, (2) profesionalisme guru dan strategi belajar murid, dan (3) relasi-etis guru-murid. Hasil komparasi ini menemukan bahwa keduanya memiliki gagasan tentang keseimbangan guru dan murid dalam berbagai segi. Bagi keduanya, baik guru maupun murid harus diberdayakan secara bersama-sama agar terjadi kombinasi guru-murid yang serasi baik dari segi kualitas maupun moralitas dalam belajar dan mengajar.
PENANAMAN CINTA LINGKUNGAN OLEH GURU PAI DI SMP DAN SMA MUHAMMADIYAH KOTA BANJARMASIN AR, M. Ramli
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v7i1.3047

Abstract

Lingkungan dapat dijadikan media untuk menumbuhkan dan menanamkan kecintaan para siswa terhadap lingkungan, yang berimplikasi terhadap lingkungan yang bersih dan sehat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Materi PAI apa saja untuk menanamkan cinta lingkungan kepada siswa? (2) Apa saja kendalanya, dan (3) Apa saja upaya guru PAI untuk menanamkan cinta lingkungan kepada peserta didik? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan guru PAI yang mengajar di SMP dan SMA Muhammadiyah di wilayah Kota Banjarmasin. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa (1) materi mata PAI, meliputi: aspek keimaman, akhlak, fiqih, sejarah Islam, dan Qur'an Hadits, (2) kendala-kendalanya di antaranya pengetahuan, pemahaman dan kesadaran siswa yang kurang, kurangnya dana dan sarana yang belum memadai, waktu yang tersedia relatif sedikit, (3) upaya-upaya yang dilakukan oleh guru PAI di antaranya penyampaian materi PAI, menampilkan keteladanan, mengajak para siswa berkaryawisata, penanaman disiplin, kerja nyata guru dan siswa di lingkungan sekolah
POTRET KERUKUNAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL: IMPLEMENTASI NILAI-NILAI HARMONI DALAM UNGKAPAN“RAMPAK NAONG BRINGEN KORONG” DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MADURA Takdir, Mohammad
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.124 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v16i1.2057

Abstract

This research aims to reveal the indigenous wisdom of Madurese community in building harmony and peace. This research used a new paradigm in changing negative perseptions about Madurese through the implementasion of the expression ?rampak naong bringen korong? in the life behavior. This research used a field study on the meaning of harmony that applied by the people of Pamekasan Madura in the expression ?rampak naong bringen korong? as local wisdom values.  This research showed that local wisdom values is reflected in the phrase known?rampak naong bringen korong? as one of the symbol in building harmony and peace with the others. The phrase ?rampak naong bringin korong? is a meaningful philosophy of life, that Madura people are very fond of a harmonious, peaceful, and balance in all aspects of life. The philosophy of life reflected in the phrase becomes an anti-thesis and a denial to the stereotype of the Madurese character who is considered to be very close to violence. The form of implementation of harmony values in the expression ?rampak naong bringin korong? is to invite the young generation to make life peaceful and harmonious as a symbol of unity and brotherhood.
KECEMASAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA Hayat, Abdul
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 6, No 2 (2008)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v6i2.3071

Abstract

Kecemasan merupakan unsur kejiwaan yang menggambarkan perasaan, keadaan emosional yang dimiliki seseorang pada saat ia menghadapi suatu kenyataan atau kejadian dalam hidup. Kecemasan biasa merupakan tanggapan yang cukup wajar terhadap peristiwa yang sedang dihadapi, kecemasan ini berfungsi sebagai motivasi ke arah perubahan, tetapi kecemasan yang tinggi melebihi batas normal yaitu kecemasan neurotik ia terjadi di luar kesadaran dan cenderung untuk menjadikan orang tidak memiliki keseimbangan. Beberapa penelitian melaporkan bahwa kecemasan neurotik berpengaruh negatif terhadap prestasi belajar. termasuk prestasi belajar matematika.
STRATEGI BUDAYA DALAM FILSAFAT ERICH FROMM Kumari, Fatrawati
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.703 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v13i2.766

Abstract

Abstract: The aim of this study is to determine the formulation of Frommscultural strategy and find its relevance to national cultural strategy. This qualita-tive -philosophical study is presented through the synthesis analysis of the psy-choanalyst Freud and socio-economist Marx. The conclusion is that the for-mulation of Fromms culture strategy rooted in the concept of to be. To be isa way of being existential human, characterized by being active, that is theoptimal use of the human strengths for productivity, which tends to makechanges and is interested in goodness, also tends to give and love. The culturalstrategy is then formulated from the concept of to be. This is an attempt tocreate a new culture which includes material and non-material aspects. Materialaspects include social, economic and political structure, while the non-materialaspects includes individual-social character, ideas and objectives of the com-munity in the form of norms, values, dogma, ideology and so forth. Theseaspects are interacting and influencing each other. The orientation of to be willaffect the economic structure, and then form a social character and subse-quently form an idea. Furthermore, the cycle runs in reverse in the relationaldynamic series.
MENGEMBANGKAN JEJARING DAN KEMITRAAN DALAM MEWUJUDKAN PESANTREN RAMAH LINGKUNGAN Sukarni, Sukarni
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i2.3021

Abstract

Pada era kolonial, pondok pesantren menjadi satu-satunya pendidikan rakyat yang berkembang dan dilaksanakan olependidikan rakyat yang berkembang dan dilaksanakan oleh dan untuk rakyat, baik di surau-surau, maupun di temnpat-tempat terbuka dengan sistem dan kurikulum khas. Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan rakyat, tetapi juga menjadi pusat dan simbol perlawanan terhadap kolonial. Untuk dunia pesantren, perspektif Islam tentang lingkungan dengan mengutip ayat Alquran, Hadits Nabi dan ijtihad fuqaha, kesimpulannya ada sembilan ajaran etik Islam tentang lingkungan. (1) Menyayangi binatang, jangan diganggu habitatnya, jangan dibunuh, kecuali atas dasar yang hak. (2) Mencintai tanaman dan gemar menanam, tidak memusnahkan kecuali dengan dasar yang benar. (3) Menghemat air dan tidak mengotorinya. (4) Menghemat energi. (5) Tidak mengotori (polusi) udara. (6) Membuang sampah pada tempatnya. (7) Menjaga kebersihan sungai dan laut. (8) Adil dan ihsan terhadap lingkungan, adil sama dengan memberi seimbang dengan yang diambil, ihsan memberi lebih dari yang diambil,seperti menanam dan menebang pohon. (9) Ketamakan satu orang manusia tidak dapat dipenuhi oleh sumber daya alam, tetapi kebutuhan manusia dapat dipenuhi oleh alam. Dalam konteks lembaga pendidikan Islam (Pesantren) untuk mewujudkannya diperlukan jejaring dan kemitraan antara pemerintahan, dunia swasta dan pondok pesantren.

Page 10 of 44 | Total Record : 432