cover
Contact Name
iqbal
Contact Email
khazanah@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iqbalassyauqi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora
ISSN : 0215837X     EISSN : 24607606     DOI : -
Khazanah : Jurnal Studi Islam dan Humaniora ISSN 0215-837X and E-ISSN 2460-7606 is peer-reviewed national journal published biannually by the State Islamic University (UIN) of Antasari Banjarmasin. The journal is published biannually in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
REKONSTRUKSI HUKUM TENTANG HUKUMAN KEBIRI BAGI PELAKU TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL (KAJIAN ANALISIS YURIDIS-SOSIOLOGIS PERPPU NO. 1 TAHUN 2016 DALAM PERSPEKTIF KRIMINOLOGI HUKUM) Arif, Hanafi
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.593 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v14i1.1052

Abstract

Negara Indonesia adalah negara hukum, sebagaimana yang telah ditegaskan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 1 ayat 3. Maka oleh karena itu dalam menjalankan roda kehidupan berbangsa dan bernegara yang meliputi seluruh aspek baik itu aspek sosial, politik, ekonomi, budaya, terlebih lagi hukum harus berdasar pada konstitusi maupun aturan-aturan hukum yang berlaku. Hukum adalah sesuatu yang hidup dan terus berkembang oleh karena itu hukum haruslah dapat mengakomodir serta mengatur kehidupan masyarakatnya bukan hanya terfokus pada segi legalitas atau kepastian hukumnya saja akan tetapi harus lebih dari itu yaitu adanya pemenuhan rasa keadilan. Tindak pidana yang sedang merajalela di negara ini, seperti jamur yang sedang berkembang dengan pesatnya. Dimulai dari tindak pidana korupsi, peredaran narkoba, terorisme, pembunuhan, perjudian, pencurian hingga pada pemerkosaan terhadap anak dsb. Wacana tentang hukuman kebiri bagi pelaku tindak pidana pemerkosaan terhadap anak yang akan dikeluarkan oleh Pemerintah dalam produk hukum berupa PERPPU No. 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak sedang ramai dibicarakan di kalangan masyarakat. Banyak yang sependapat dengan adanya rencana tersebut dan tidak sedikit pula yang tidak sependapat, melalui penelitian hukum peneliti berpendapat bahwa harus ada kajian khusus terlebih dahulu tentang dasar filosofi maupun tujuan dari peraturan ini atau making of law process, sehingga PERPPU No. 1 tahun 2016 ini akan dapat memenuhi aspek legalitas dan aspek keadilan serta akan terasa lebif efektif dalam memberantas ataupun memberikan efek jera terhadap pelaku tindak pidana pelecehan dan kekerasan terhadap anak.
WACANA AGAMA DAN KETUHANAN DALAM PEMIKIRAN IMMANUEL KANT Hakim, Abdul
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v7i1.3036

Abstract

Bagi Kant, Tuhan tidak bisa diketahui lewat jalan ilmu pengetahuan. Karena pintu akal budi teoritis telah tertutup, maka satu-satunya jalan yang tersedia adalah melalui akal budi teoritis atau moralitas. Kant menganggap bahwa Tuhan bukanlah masalah ilmu pengetahuan yang bisa dibuktikan secara teoritis, melainkan masalah iman yang bisa dibuktikan melalui akal budi praktis murni. Terhadap agama Kant memformulasikan agama dalam batas rasionalitas tertentu dan karena hal ini tampaknya ia banyak mereduksi agama atau Kekristenan menjadi sebatas agama moral dan rasional, namun yang perlu sebagai bahan pertimbangan kita adalah ?sejauhmana agama itu mampu membuat manusia (umat beragama) menjadi lebih bermoral?.
TRADISI INTEGRASI ILMU DALAM INSTITUSI PENDIDIKAN ISLAM Abidin, Zainal
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.459 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v12i1.297

Abstract

The Integration of secience in Islamic tradition is importance aspect. In the Islamic historical contect indicated that Islamic education was supported to integration of secience, because more of islamic educa- tion institution can be important playing in developing aspect especially to built the civiulization araound the world. From early Islam period, many institution of Islamic education was produced several Islamic intellectuals heritage and more Islamic scholars, so its developed sciences of Islamic perspectives. This tradition is a branch of muslim identity who has influenced for many ages. After Islam be came the ones of gread religion in the world,its tradition was established and until now the influence of Islamic tradition in scientific method must be developed and be come to the great interests between Islamic scholars in many Islamic countries.
PASSING AS A FORM OF ADAPTATION: THE ISLAMIC NUANCES OF THE CHRISTIANS AND CATHOLICS Saputra, Riza
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.444 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v17i1.3002

Abstract

This study aims to discuss the phenomenon of the Christians and Catholics that imitate Islamic expressions in Banarjoyo village. The cordial relationship among Muslims, the Christians and Catholics of Banarjoyo village provide new nuances on the concept of passing. Using field research and collecting data through participant observation and in-depth semi structured interview techniques, the study reaches the following results: Christians and Catholics adaptation with Muslims activities in Banarjoyo village undergirds on three aspects of social interaction, namely parallel, associative, and cooperative. The processes of Christians and Catholics? interaction and participation within Muslims activities are the causes of the identification, and imitation of Islamic expressions. The main factor of the Christians and Catholics imitation of Islamic expression is because of their role identity and their feeling dissimilar that further make them try to assimilate with the dominant Islamic context. This assimilation and adjustment of Christians and Catholics behaviors as well as Muslims is what we called as ?Passing as a form of adaptation.?
REHABILITASI MAKNA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA (REFLEKSI ATAS NILAI-NILAI QUR’ANI) Lufaefi, Lufaefi
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.525 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v15i2.1631

Abstract

Diversity is a fact that is often denied by some who do not want to be responsible, so often assume others who disagree and not the same as himself as the culprit of mistakes, and he is the most correct among others. They forget the history of the plurality of the country. This has actually hurt the already grounded culture in the archipelago that this nation was born into a culture of diversity. Unfortunately, the person who is reluctant to take responsibility often makes the verses of the Quran justify his behavior. Consequently, the moral spiritual of Qur'an is often politicized for the benefit of the individual, or even his group by putting aside the cultural heritage mentioned above. Yet the essence of holy revelation [al-Quran] always tells us to uphold the truth in diversity culture. The culture of multiculturalism is indeed embodied and legalized in the spiritual of Qur'an. This is in accordance with the mission of the Koran itself as a revelation that saalih likulli time wa al-meal that has long confirmed the legality of difference and diversity.
NASIB MANUSIA DAN KEADILAN TUHAN : TELAAH KRITIS PANDANGAN ASY'ARIYAH DAN MUTAZILAH Wardani, Wardani
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 1, No 1 (2002)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.432 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v1i1.321

Abstract

Persoalan nasib manusia tidak murni determinisme (al-jabariyat al-khalisah) atau indeterminisme (al-qadariyat al-khalisah). Alquran memiliki pandangan yang jelas bahwa Tuhan ditempatkan pada kebebasan manusia menentukan nasibnya melalui sarana hubungan kausalitas. Rasionalitas ditemukan disini.
MEMOTRET WAJAH ISLAM MELALUI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM NEGERI DI INDONESIA Hasbiyallah, Hasbiyallah; Sulhan, Moch; Khoiruddin, Heri; Burhanudin, Undang
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v17i2.3216

Abstract

This article aims to analyze living social phenomena, important study material that becomes an academic attraction, especially when religion is faced with social change and actual problems that must be answered by Islam. PTKIN as a study institution of Islamic education today has received a response from the wider community and has become an interesting social phenomenon to study. The fundamental problem that is the focus of this study relates to the dynamics of the face of Islamic State Islamic Higher Education (PTKIN) in the context of change to the State Islamic University, especially with the inclusion of lecturers from various educational backgrounds, disciplines and diversity of organizations that become new forces at the State Islamic University (UIN). The focus of this study is interesting to study related to the religious views of UIN lecturers which are limited to lecturers who teach religious material in the study area outside the religious groups at three State Islamic Universities (UIN), namely UIN Ar-Raniry Aceh, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, and UIN Sunan Gunung Djati Bandung. This research is a field research using qualitative methods. To obtain data is done by observation, interviews and documentation. The findings can be concluded that each State Islamic University (UIN) has its own focus and specificity to appear and contribute to developing Islam Rahmatan Lil amin alamin by striving to formalize Islam and revive the Shari'a. Islamic portraits and religious views of the lecturers strongly agree that PTKIN supports the development of Islam which is rahmatan lil alamin and unites the differences of religion and ethnicity. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fenomena sosial yang hidup, bahan studi penting yang menjadi daya tarik akademik, khususnya ketika agama berhadapan dengan perubahan sosial dan masalah aktual yang harus dijawab oleh Islam. PTKIN sebagai lembaga studi pendidikan Islam dewasa ini telah mendapat respon masyarakat luas dan menjadi fenomena sosial yang menarik untuk diteliti. Masalah mendasar yang menjadi fokus penelitian ini terkait bagaimana dinamika wajah keislaman Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam konteks perubahan ke Universitas Islam Negeri terutama dengan masuknya tenaga dosen dari beragam latar belakang pendidikan, disiplin dan keragaman organisasi yang menjadi kekuatan baru di Universitas Islam Negeri (UIN). Fokus penelitian ini menarik untuk diteliti terkait pandangan keagamaan dosen UIN yang dibatasi pada para dosen yang mengajar materi keagamaan pada area studi di luar rumpun agama yang terdapat pada tiga Universitas Islam Negeri (UIN), yaitu UIN Ar-Raniry Aceh, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Untuk memperoleh data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil temuan dapat disimpulkan bahwa masing- masing Universitas Islam Negeri (UIN) memiliki fokus dan kekhususan tersendiri untuk tampil dan berkontribusi mengembangkan Islam Rahmatan Lil ?alamin dengan berupaya untuk menformalkan Islam dan menghidupkan syariat. Potret Islam dan pandangan keagamaan dosen sangat setuju bahwa PTKIN menunjang pengembangan Islam yang rahmatan lil alamin dan menyatukan perbedaan agama dan suku bangsa.
LESBIAN GAY BISEXUAL TRANSGENDER (LGBT) SEBAGAI COSMOPOLITAN PARADOX LIFE STYLE DAN PENANGANANNYA MELALUI PENDIDIKAN TINGGI Darmoko, Murry
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.838 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v16i2.2324

Abstract

This study focuses on Lesbian Gay Bisexuals Transgender (LGBT) which are used as the cosmopolitan life style of today's generation. Evidence of social media shows the rapid development of LGBT members. In Shari'a through religious arguments, LGBT is haram and can be punished until the death penalty and also in LGBT health is considered as one of the causes of HIV-AIDS. However, sociologically, people can accept their presence. LGBT is a paradox of life style in the Muslim community of the world. LGBT is important to be studied, especially related to the pattern of Amar Ma'rûf Nahiy Munkar in Indonesia. Two formulation of the problem, How does the Amar Ma'rfu Pattern prevent LGBT? Second, How does the Nahiy Munkar Pattern overcome LGBT? The purpose of this study answers the two formulations above through Higher Education. Sociology of Law is used as a research approach with qualitative methods because it provides answers. The summary of the research results shows that higher education has a role in fostering LGBT through the socialization of MUI fatwa number 57 of 2014 and applying ant and bee patterns in implementing the Anti LGBT Campus Program through the teaching and learning process that explains LGBT in terms of religion and health and anti-campaign LGBT when implementing community service learning. Penelitian ini fokus pada Lesbian Gay Bisexual Transgender (LGBT) yang dijadikan sebagai kosmopolitan life style generasi masa kini. Bukti media sosial menunjukkan perkembangan pesat anggota LGBT. Secara syariat melalui dalil-dalil agama, LGBT adalah haram dan dapat dipidana sampai hukuman mati dan juga dalam kesehatan LGBT dianggap sebagai salah satu penyebab HIV-AIDS. Walaupun begitu, secara sosiologi, masyarakat dapat menerima kehadiran mereka. LGBT menjadi paradox life style dalam masyarakat muslim dunia. LGBT penting diteliti, terutama berkaitan dengan pola Amar Ma?rûf Nahiy Munkar di Indonesia. Dua rumusan masalah, Pola Amar Ma?rûf  yang bagaimana dapat mencegah LGBT? Kedua, Pola Nahiy Munkar yang bagaimana dapat mengatasi LGBT? Tujuan penelitian ini menjawab dua rumusan di atas melalui Pendidikan Tinggi. Sosiologi Hukum dijadikan pendekatan penelitian dengan metode kualitatif karena memberikan jawaban. Ringkasan hasil penelitian menunjukkan pendidikan tinggi berperan dalam membina LGBT melalui sosialisasi Fatwa MUI nomor 57 tahun 2014 dan menerapkan pola semut dan lebah dalam melaksanakan Program Kampus Anti LGBT melalui proses belajar mengajar dengan kewajiban menempuh mata kuliah yang menjelaskan LGBT dari sisi agama dan kesehatan serta kampanye anti LGBT saat pelaksanaan KKN di masyarakat.
MEMPERBINCANGKAN HADIS MAUQUF DAN MAQTHU’ (REDEFINISI PEMAHAMAN HADIS) Baharuddin, Baharuddin
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v9i2.3151

Abstract

Tulisan ini membahas tentang hadis mauquf dan hadis maqthu? yang dalam literatur hadis dikenal sebagai riwayat yang disandarkan kepada sahabat dan tabi?in. Dianalisis berdasarkan definisi hadis yang menyatakan bahwa hadis adalah perkatan, perbuatan, dan takrir nabi, maka kedudukan hadis mauquf dan hadis maqthu? ini perlu dipertegas. Sebab kedua hadis ini tidak disandarkan kepada nabi. Berdasarkan itu tulisan ini menunjukkan bahwa sebagian hadis mauquf yang memenuhi persyaratan tertentu dapat diangkat statusnya menjadi hadis marf­?, namun seluruh hadis maqthu? tidak dapat dipandang sebagai hadis. Semua hadis maqthu? adalah pendapat para tabi?in
PERDA BERBASIS SYARI’AH DALAM TINJAUAN HUKUM TATA NEGARA Na'imah, Hayatun
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.058 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v14i1.1136

Abstract

Perda merupakan produk hukum yang harus tunduk dan patuh terhadap kaidah-kaidah pembuatan produk hukum dan tertib hukum Indonesia. Beberapa aspek untuk melihat Perda-Perda Berbasis Syari?ah dapat diterima, atau bahkan bertentangan secara yuridis dilihat dari sudut pandang Hukum Tata Negara Indonesia.(1) Dari segi tertib hokum. (2) Dari sisi materi perda. (3) Dari sisi legal drafting. (4) Dari sisi penerapan sanksi. (5) Dari aspek etika moral hokum. Dari aspek teori hirarki norma hukum; dari segi hirarki formal bahwa Perda-perda tersebut di atas telah sesuai dengan Pasal 14 Undang-undang No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan dan dari hirarki fungsional telah menempuh prosuder pembentukannya, yaitu telah ditetapkan oleh Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan bersama DPRD sebagaimana yang diatur dalam Pasal 136 Undang-undang No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.