cover
Contact Name
iqbal
Contact Email
khazanah@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iqbalassyauqi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora
ISSN : 0215837X     EISSN : 24607606     DOI : -
Khazanah : Jurnal Studi Islam dan Humaniora ISSN 0215-837X and E-ISSN 2460-7606 is peer-reviewed national journal published biannually by the State Islamic University (UIN) of Antasari Banjarmasin. The journal is published biannually in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
STRATEGI DAKWAH MELALUI MEDIA TELEVISI (TINJAUAN METODE PENGEMBANGAN DAKWAH) Nuwairah, Nahed
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 3, No 1 (2005)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v3i1.3163

Abstract

Sebagai medium informasi kebenaran, dakwah sudah semestinya memiliki penguasaan terhadap jaringan komunikasi dan informasi. Saat ini, di tengah maraknya dunia pertelevisian di tanah air perlu dikembangkan sistem dakwah melalui media televisi yang menggunakan teknologi informasi yang efisien. Manfaat televisi sebagai media penerangan, pendidikan dan penghibur dengan bobot Islami mestinya menyatu dan mengalir pada setiap program televisi sehingga bermuatan dakwah, dengan tampilan yang dinamis, aktual dan menarik. Melalui tulisan ini, penulis mencoba membahas bagaimana strategi dakwah melalui media televisi sehingga diharapkan ia menjadi pengisi nilai spiritual bagi pemirsa, khususnya masyarakat muslim
TERAPI PSIKOSPIRITUAL DALAM KAJIAN SUFISTIK Ainul, Dewi
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.854 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v14i2.1157

Abstract

Ilmu tasawuf bagaikan psikoterapi yang memiliki tujuan untuk menghilangkan sifat-sifat neurotik, dan membantu seseorang untuk menyesuaikan diri terhadap masyarakat. Praktik tasawuf bertujuan untuk mengubah sifat-sifat buruk kepribadian, untuk membuka hati, untuk berhubungan dengan kearifan mendalam di dalam diri, dan untuk mendekatkan diri kepada Allah.Dalam tasawuf, spiritual merupakan poin penting, dan salah satu aspek penting dari spiritual adalah memiliki arah tujuan, yang secara terus menerus meningkatkan kebijaksanaan dan kekuatan berkehendak dari seseorang, mencapai hubungan yang lebih dekat dengan ketuhanan dan alam semesta dan menghilangkan ilusi dari gagasan salah yang berasal dari alat indra, perasaan, dan pikiran.Berbagai macam praktik ibadah yang dilakukan oleh para sufi untuk meningkatkan spiritualitas mereka di antaranya adalah dengan berpuasa, mengasingkan diri, adab, mengingat Tuhan, dan mengingat kematian. 
HARMONISASI AGAMA DAN SAINS MENURUT SEYYED HOSSEIN NASR DAN IMPLEMENTASINYA BAGI PENGEMBANGAN STUDI ISLAM DI PTAI Ilhami, Hamidi
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i2.3039

Abstract

Ketegangan antara agama dan sains yang terjadi sejak abad ke-16 dirasakan tidak menguntungkan bagi perkembangan peradaban manusia. Kesadaran ini muncul setelah sains modern dinilai tidak bersahabat dengan alam dan manusia. Bagi Seyyed Hossein Nasr harmonisasi agama dan sains merupakan suatu keniscayaan dengan cara menghidupkan unsur metafisika pada sains modern sehingga tercipta apa yang dia sebut dengan sains sakral. Dalam rangka mewujudkan gagasan Nasr ini, peran Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) menjadi sangat signifikan mengingat paradigma keilmuan yang dikembangkannya berdasarkan integrasi antara ayat-ayat qauliyyah (sakralisasi) dan ayat-ayat kauniyyah (profanisasi). Untuk memperkuat paradigma keilmuan ini, kelembagaan PTAI selayaknya berbentuk universitas, karena pada dasarnya paradigma ilmu- ilmu ke-Islaman termasuk dalam kategori paradigma ilmu pada umumnya
DARI IAIN KE UIN PANGERAN ANTASARI: TANTANGAN DAN PELUANG DI TENGAH ARUS PERUBAHAN SOSIAL DAN BUDAYA Mujiburrahman, Mujiburrahman
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.072 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v12i1.302

Abstract

Abstract This paper discusses the reasons behind the need for the transformation of the Institute for Islamic Studies (IAIN) Antasari into a State Islamic University (UIN). By analyzing the history of education in Indonesia in terms of tensions between Western (general) education and Islamic education, the paper argues that the transformation is a historical necessity. The transformation should be directed (1) to integrate general knowledge and Islamic knowledge in the university education system; (2) to respond to the social changes in contemporary society, especially the high variety of job markets, which demand professionalism; (3) to be the source of moral and spiritual guidance for society, and (4) to open much more opportunity for people, especially those of the lower class, to have a tertiary education. Abstak  Makalah ini mendiskusikan alasan-alasan di balik kebutuhan tranformasi IAIN Antasari menjadi UIN. Dengan melakukan analisis sejarah tentang ketegangan antara sistem pendidikan Barat (umum) dan pendidikan Islam, makalah ini menunjukkan bahwa transformasi tersebut adalah suatu keharusan sejarah. Transformasi itu harus diarahkan untuk (1) mengintegrasikan pengetahuan umum dengan pengetahuan Islam dalam sistem pendidikan di universitas; (2) menanggapi perubahan-perubahan sosial dalam masyarakat kekinian, khususnya tingginya keragaman lapangan kerja, yang menuntut profesionalisme; (3) menjadi sumber bimbingan moral dan spiritual masyarakat; dan (4) membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya mereka yang dari kelas bawah, untuk mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi.
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN MELALUI AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Subiyakto, Bambang; Mutiani, Mutiani
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.779 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v17i1.2885

Abstract

The research purposes are  to describe what educational value is in the lives of the Banjar community in Sungai Rangas Ulu village, Kabupaten Banjar; and  to describe the contribution of the educational values of the life of the Banjar community in the Sungai Rangas Ulu village, Kabupaten Banjar, as a source of social sciences learning at junior high school. A qualitative approach is used in this research. The technique of collecting the data are interview, observation and documentation. Data analysis starts from the reduction, presentation, and verification of data. The results shows that the dominance of parents in rural communities seems so clear that makes people feel dependent on the presence of parents or elders in the community. Parents are used as role models for community life. Moreover, educational values that arise from life, namely; religious, ethical and social. The form is in the form of; Religious; dominant religious activity, Ethics; inheritance of cultural values from generation to generation, and  Social; manifestation of harmonious relations between owners and cultivators of agricultural land. The contribution of educational values and social cciences learning resources is an integrated form of educational value and Social Sciences learning. The resources of Social Sciences learning must be seen as a unified whole in a learning process. Thus, they are practical and effective in the soul and human actions and objectively institutionalize in society.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai pendidikan dalam kehidupan masyarakat Banjar di Desa Sungai Rangas Ulu Kabupaten Banjar, dan menggambarkan kontribusi nilai-nilai pendidikan dari kehidupan masyarakat Banjar di Desa Sungai Rangas Ulu Banjar sebagai sumber belajar IPS di SMP. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi; wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari reduksi, presentasi, dan verifikasi data. Hasil penelitian menggambarkan dominasi orang tua di masyarakat pedesaan tampak begitu jelas sehingga membuat orang merasa tergantung pada kehadiran orang tua atau orang tua di masyarakat. Orang tua digunakan sebagai panutan bagi kehidupan masyarakat. Nilai-nilai pendidikan yang muncul dari kehidupan, yaitu; agama, etis, dan sosial. Bentuknya dalam bentuk; Agama; aktivitas keagamaan yang dominan, Etika; pewarisan nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi, dan  Sosial; manifestasi hubungan yang harmonis antara pemilik dan penggarap lahan pertanian. Kontribusi nilai-nilai pendidikan dan sumber belajar pembelajaran sosial adalah suatu bentuk integrasi nilai pendidikan dalam pembelajaran sosial. Sumber belajar pembelajaran sosial harus dilihat sebagai kesatuan yang utuh dalam proses pembelajaran. Sebagai kesimpulan, sumber belajar pembelajaran sosial praktis dan efektif dalam jiwa dan tindakan manusia dan secara objektif dilembagakan dalam masyarakat.
PARADIGMA PEMBELAJARAN MENJAWAB TANTANGAN JAMAN Soedijarto, Soedijarto
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v9i1.3053

Abstract

Tingginya tuntutan terhadap peran yang diharapkan dari pendidikan dalam membentuk karakter dan mental generasi muda agar dapat melakukan transformasi budaya. Suatu tuntutan yang pada hakikatnya telah digariskan oleh para pendiri Republik Indonesia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kebudayaan nasional. Tetapi untuk melaksanakan peran itu, kondisi pendidikan di Negara berkembang pada umumnya, termasuk Indonesia, jauh dari memadai. Ketertinggalan Negara berkembang dari Negara maju dalam penguasaan IPTEK yang melatarbelakangi kemajuan ilmu dan stabilnya sistem politik demokrasi dan tiadanya dukungan bagi pemerataan pendidikan, UNESCO memperkenalkan empat pilar belajar, yaitu: Learning to know, Learning to do, Learning to live together, dan Learning to be.
KEADILAN JENDER DAN SANKSI ATAS ISTRI DALAM HUKUM FORMAL KELUARGA ISLAM Septiani, Rina
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.561 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v13i1.516

Abstract

The objective of this research is to prove that regulations on the imposition of sanctions from gender based justice perspective has yet to bring justice. In addition, regulations concerning sanction charge are still accommodating pro- visions set forth in fiqh laws. In practice, judges have toiled on women protec- tion; however, as long as the regulations remain unchanged, justice for women cant be truly upheld. This issue has actually sparred discrepancies among scholars. This research focuses on the exploration of some issues, such as in what do- mestic issues women of Islamic family will be liable for sanctions and how such sanctions will be analyzed from gender based justice perspective. This research found out that there is equality in Islamic law. It can be seen from the sanctions charged to women in the case of nushuz, divorce, and khuluk even though, in reality, there are some decisions made by Religious Court, which do not reflect justice values especially for women if it is reviewed from gender perspective in Indonesia. This research is a qualitative study corroborated with descriptive analysis based on textual reviews. Methods adopted for this re- search is that of normative legal research.Kata Kunci: Kekerasan, Nushuz, kesetaraan, keadilan, jender
REPOSISI FILSAFAT ISLAM SEBAGAI BASIS PENGEMBANGAN ILMU INTEGRALISTIK Abidin, Muhammad Zainal
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.465 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v12i2.3481

Abstract

The construction of integrative science is one of the main discourses in the Islamic scholarly discourse today. There is a great hope that the Islamic scientific products not only based on Islamic values, but also relevant to the needs of Muslims today. This paper intends to reposition the Islamic philosophy as a basis for the development of integrative science. There are three issues inIslamic philosophy, namely the question of divinity (Ilahiyyah), the issue of nature (kauniyyah), and humanitarian issues (insâniyyah) called metaphysics trilogy. The third issue, namely God, Nature, and Man will bear fruit to the beliefs about the ontological status of each part of the object which then became the development of integrative science. The ontology study will affect to the epistemological aspects, particularly with regard to the sources of knowledge. There are three sources that are required to be explored in depth by Muslims, which is associated with signs to the glory of God in the form of the verses of qauliyyah, the verses of kauniyyah, and the verses of humanity. Exploration on the three verses will produce knowledge, which all have a strong spiritual sense that it is all aimed to understand the greatness of God. As for the axiological sphere will produce a pattern of a harmonious relationship and intact in the form of hablum minallâh, hablum minalkawn , and hablum minannâs . The third pattern is the description of the relation of this relationship should be built by a Muslim, in his position as Khalifatullah and at the same time as 'Abdullah.
UPAYA PENINGKATAN KEBERHASILAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DENGAN PENDEKATAN REFLECTIVE LEARNING Khodijah, Nyanyu
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i1.3016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas dengan mengembangkan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam menggunakan pendekatan belajar reflektif. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 6 Palembang pada bulan September 2005 hingga Juni 2006. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan (action research), dan model intervensi tindakan yang digunakan adalah model John Elliot. Pengumpulan data dan analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan mixed method. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah skala religiusitas, skala penilaian afektif, tes hasil belajar, pedoman observasi, angket, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas (SMA)  dapat  ditingkatkan  melalui  penggunaan pendekatan belajar reflektif. Selain itu, penerapan pendekatan belajar reflektif juga dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan daya tarik pembelajaran PAI.
PERILAKU SIMBOLIS SANTRI DALAM PRAKTIK A , KEAGAMAAN DI PESANTREN DARUT TAUHID BANDUNG Armiah, Armiah
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 3, No 1 (2005)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v3i1.3156

Abstract

Lewat interaksionisme simbolik, manusia sating mempertukarkan simbol dalam interaksi. Hal ini terlihat pula pada santri akhwat di Pesantren Darut Tauhid Bandung. Pemakaian simbol santri seperti jilbab, gamis dan surban menarik dikaji lewat pendekatan komunikasi. Hasil penelitian menemukan simbol verbal dan nonverbal seperti slogan-slogan dan ekspresi nonverbal dalam perilaku sopan-santun, berpakaian, kebersamaan, kebersihan, dan muhasabah yang mengacu pada konsep Manajemen Qalbu (MQ). Penelitian ini menemukan pula tiga kategori perilaku beragama santri di pesantren KH. Abdullah Gymnastiar ini yakni, kesalehan individual, kesalehan sosial, dan perilaku MQ

Page 11 of 44 | Total Record : 432