cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 3 (2021)" : 20 Documents clear
Pengaruh terapi aktivitas kelompok terhadap penurunan gejala depresi lansia di panti usia lanjut Ais’yah Surakarta Vitri Dyah Herawati; Indriyati Indriyati; Widiyono Widiyono
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.3932

Abstract

Effectiveness of cognitive behavioral group therapy for depression in elderly people living in institutions.Background: Depression in the elderly caused many factors. The impact of depression decreases the quality of life of the elderly. Nursing interventions need to deal with depression problems in the elderly. Group activity therapy, perceptions stimulation of low self-esteem, and cognitive-behavioral therapy recommend for depression elderly with low self-esteem.Purpose: Knowing the effectiveness of cognitive-behavioral group therapy for depression in elderly people living in institutions.Method: The research design is a quasi-experiment with a pre-post test with a control group, with 30 participants divided by 2 groups (each group comprises 15 participants). The instrument using Geriatric Depression Scale (GDS) and analyzed using the Independent T-TestResults: Finding a significant decrease in depression in the elderly with low self-esteem in the two groups with a decrease of 67.4% in the intervention group and 31.9% in the control group (p-value <0.05), and there was a significant relationship between the characteristics of the elderly (gender, education, marital status, occupation, and comorbid physical illness) with depression in the elderly with low self-esteem (p-value <0.05).Conclusion: Cognitive-behavioral group therapy for depression is recommended to decrease depression in the elderly with low self-esteem.Keywords: Cognitive behavioral group therapy; Depression; Elderly people; Living in institutions.Pendahuluan: Depresi pada orang tua dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Dampak depresi sangat membuat kualitas hidup lansia menurun. Diperlukan intervensi keperawatan untuk menangani masalah depresi pada lansia. Terapi aktivitas kelompok, stimulasi persepsi harga diri rendah dan terapi kognitif perilaku direkomendasikan untuk depresi pada lansia harga diri rendah.Tujuan : Mengetahui  Pengaruh terapi aktivitas kelompok terhadap penurunan gejala depresi lansiaMetode : Desain penelitian menggunakan quasi experiment with pre post test, dengan sampel berjumlah  30 partisiapan yang dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 15 partisipan (kelompok intervensi dan kelompok kontrol). Alat pengumpul yang digunakan Geriatric Depression Scale (GDS). Data dianalisis menggunakan uji Independen T-Test.  Hasil : Menunjukkan ada penurunan depresi pada kelompok intervensi sebelum dilakukan TAK (nilai pre-test) adalah 10,89,setelah dilakukan TAK mengalami peningkatan nilai rerata yaitu menjadi 15,93. Kelompok kontrol dalam penelitian ini juga mengalami peningkatan penerapan TAK yaitu dari nilai 10,30 menjadi 10,52. dan ada hubungan bermakna antara karakteristik lansia (jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan, pekerjaan dan penyakit fisik penyerta) dengan depresi pada lansia harga diri rendah (p value < 0,05).Simpulan: TAK stimulasi persepsi harga diri rendah dan terapi kognitif perilaku direkomendasikan untuk depresi pada lansia harga diri rendah.
Karakteristik pasien tuberkulosis paru yang menjalani program pengobatan di Bandar Lampung Sri Suharti; Dimas Ning Pangesti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.4096

Abstract

Patient characteristics on the intensive phase treatment among patients with pulmonary tuberculosis in Bandar LampungBackground: Pulmonary tuberculosis (TB) is a chronic infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Based on data got from the Kemiling Health Center in 2019 there were 38 respondents.Purpose: To find out the patient characteristics on the intensive phase treatment among patients with pulmonary tuberculosis in Bandar LampungMethod: A quantitative approach, the sample was 38 respondents diagnosed with pulmonary tuberculosis on the intensive phase treatment in the public health center. Data collection using interview techniques with questionnaires and analyzed using the chi-square test.Results: Finding the respondents' BMI and LILA in meanwhile, from the results of the LILA measurement with 38 respondents, the result is that 15 (38.5%) was underweight, while 23 (60.5%) was normal. The correlation of all variable characteristic with the intensive phase treatment finding p-value ≥ 0.05.Conclusion: The all of variable characteristic has no relation with the intensive phase treatment.Keywords : The intensive phase treatment; Patients; Pulmonary tuberculosisPendahuluan : Tuberkulosis paru (TB) adalah penyakit infeksi menular kronik yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan data yang diperoleh  dari Puskesmas Kemiling pada tahun 2019 berjumlah 38 orang.Tujuan : Mengetahui karakteristik pasien selama pengobatan fase intensif pada penderita tuberkulosis paru di Bandar LampungMetode : Pendekatan kuantitatif, sampel sebanyak 38 responden yang terdiagnosis tuberkulosis paru pada perawatan fase intensif di Puskesmas. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square.Hasil: Didapatkan IMT dan LILA pada responden hasil pengukuran LILA dengan 38 responden didapatkan hasil bahwa 15 (38,5%) tergolong underweight, sedangkan 23 (60,5%) tergolong normal. Korelasi semua karakteristik variabel dengan perlakuan fase intensif menemukan p-value ≥ 0.05.Simpulan : Semua karakteristik variabel tidak ada hubungannya dengan menjalani program pengobatan.
Korelasi domain kelelahan dan kualitas hidup pada pasien hipertensi di Indonesia Ferdy Lainsamputty; Dwi Debi Tampa’i; Nur Hikmah; Tasnim Tasnim
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.4349

Abstract

The correlation between fatigue domains and quality of life among patients with hypertension in IndonesiaBackground: Hypertension is one of the main cardiovascular problems worldwide. In Indonesia, hypertension is one of the most common diseases. Fatigue is common and often occurs in hypertensive patients and may contribute to poor quality of life among this population.Purpose: To identify the relationship between fatigue and quality of life among patients with hypertension.Method: This study used descriptive correlational design with cross-sectional approach using 152 convenience samples in a public hospital of Central Sulawesi Province, Indonesia. The instruments used were the Multidimensional Assessment of Fatigue (MAF) and the World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Descriptive statistics and bivariate analysis were utilized to test relationships between variables.Results: The physical component of QOL had significant correlation with Global Fatigue Index/GFI (r = -0,17, p < 0.05), severity (r = -0,17, p < 0.05) and distress domain (r = -0,21, p < 0, 01). The psychological component of QOL was associated with GFI (r = -0,26, p < 0.01), severity domain (r = -0,25, p < 0.01), distress (r = -0,28, p < 0.01), and degree of inteference in ADL (r = -0,24, p < 0.01). While the environment component of QOL was correlated with degree of inteference in ADL (r = -0,17, p < 0.05).Conclusion: Participants with more severe fatigue had also poorer QOL in all of its components.Keywords: Fatigue; Hypertension; Quality of lifePendahuluan: Penyakit hipertensi merupakan salah satu masalah utama kardiovaskular di dunia. Di Indonesia, hipertensi termasuk dalam penyakit dengan jumlah kasus terbanyak. Kelelahan adalah gejala umum yang sering terjadi pada pasien hipertensi dan dapat berkontribusi pada kualitas hidup yang buruk pada populasi ini.Tujuan: Untuk mengidentifikasi hubungan antara kelelahan dan kualitas hidup pada pasien hipertensi.Metode: Penelitian ini berjenis deskriptif korelasi dengan pendekatan potong lintang menggunakan 152 sampel menggunakan teknik convenience sampling di salah satu rumah sakit umum daerah di Sulawesi Tengah, Indonesia. Kuesioner yang digunakan yaitu Multidimensional Assessment of Fatigue (MAF) dan World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Statistik deskriptif dan analisa bivariat digunakan untuk menguji hubungan antar variabel.Hasil: Komponen fisik kualitas hidup berhubungan secara signifikan dengan GFI (r = -0,17, p < 0,05), domain keparahan (r = -0,17, p < 0,05), dan tekanan  (r = -0,21, p < 0,01). Komponen psikologis kualitas hidup berkorelasi dengan GFI (r = -0,26, p < 0,01), domain keparahan (r = -0,25, p < 0,01), tekanan (r = -0,28, p < 0,01), dan derajat terganggunya aktivitas (r = -0,24, p < 0,001). Komponen lingkungan kualitas hidup hanya berhubungan signifikan dengan domain derajat terganggunya aktivitas (r = -0,17, p < 0,05).Simpulan: Partisipan yang mengalami kelelahan yang lebih berat, juga memiliki kualitas hidup yang lebih buruk pada semua komponen.
Studi literatur: Efektivitas weaning ventilasi mekanik dengan pressure support ventilation (PSV) vs T-piece Sungkono Sungkono; Riri Maria
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.4295

Abstract

The effectiveness of mechanical ventilation weaning with pressure support ventilation (PSV) vs T-piece: A Literature studyBackground: Prolonged mechanical ventilation can increase the risk of infection, length of stay in the ICU, length of hospital stay, mortality, and cost of healthcare. The mechanical ventilation weaning process can be done using the pressure support (PSV) method or using a T-Piece. Purpose: Determine the effectiveness of the PSV vs T-Piece method in mechanical ventilation weaning.Method: The literature research uses electronic databases including PubMed, CINAHL, Proquest, and google scholar. Keywords for data search are using the keywords "SBT", "Pressure support", "T-piece", "weaning mechanical ventilation". Inclusion criteria: English-language journal, RCT design, published from 2010 to 2020, and full text.Results: The results were five RCT studies with a total number of respondents as many as 2038 patients. Two studies suggest that both the PSV and the T-piece methods have the same success rate. Three studies stated that there was no difference in the reintubation rate <48 hours, the mortality rate, and the length of the stay in the hospital. The length of stay in the ICU from five studies also suggested no difference.Conclusion: The mechanical ventilation weaning method or SBT with the PSV and T-Piece methods in general there is no difference in the success rate or in the outcomes.Keywords: Weaning Mechanical Ventilation; Effectiveness; PSV T-PiecePendahuluan: Prolong ventilasi mekanik dapat meningkatkan resiko infeksi, lama rawat ICU, lama rawat rumah sakit dan mortalitas serta biaya perawatan. Proses weaning ventilasi mekanik dapat dilakukan dengan metode pressure support (PSV) atau menggunakan T-Piece.Tujuan: Mengetahui efektivitas metode PSV vs T-Piece dalam weaning ventilasi mekanik.Metode: Pencarian literature menggunakan database elektronik termasuk didalamnya PubMed, CINAHL, Proquest dan google scholar. Kata kunci pencarian data yaitu dengan menggunakan kata kunci “SBT”, “Pressure support”, “T-piece”, “weaning mechanical ventilation”. kriteri inklusi: jurnal berbahasa inggris, desain RCT, dipublikasikan dari tahun 2010 sampai dengan 2020, dan full text.Hasil: Ada lima Studi RCT dengan Total jumlah reponden sebanyak 2038 pasien. Dua studi menyatakan bahwa baik metode PSV dan T-piece mempunyai tingkat keberhasilan yang sama. Dari tiga studi menyatakan bahwa angka kejadian reintubasi < 48 jam tidak ada perbedaan, angka mortalitas dan lama rawat ICU dari lima studi tidak ada perbedaan. Dari tiga studi lama rawat di rumah sakit tidak ada perbedaan.Simpulan: Metode weaning ventilasi mekanik atau SBT dengan metode PSV dan T-Piece secara umum tidak ada perbedaan dalam tingkat keberhasilan maupun dalam outcomenya.
Pengaruh kombinasi lantunan Asma’ul Husna dan slow deep breathing terhadap tingkat kecemasan pada pasien hemodialisis Anis Ika Nur Rohmah; Chairul Huda Al Husna; Risa Herlianita; Ardhia Ayu Pramesti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.3497

Abstract

The Effect of Combination of Listening AI-Asma Al-Husna (The 99 Allah's beautiful names) and slow deep breathing on anxiety levels in patient undergoing hemodialysis Background: Patients undergoing hemodialysis usually experience anxiety because they are afraid of there being worse progress of disease and fear of physical changes. Muslims believe that by reciting AL-Asmaul al-Husna (Allah's Most Beautiful Names) in the healing process with a soft sound and combining with slow deep breathing that can provide calm and create a relaxed state.Purpose: To determine the effect of the level of anxiety by listening Asmaul Husna (The 99 Allah's Beautiful Names) and slow deep breathing undergoing hemodialysis therapyMethod: This study used a pre-experimental one-group pre and post-test design. Sampling using purposive sampling with a sample of 40 partisipants, conducted in the Hemodialysis ward at the University of Muhammadiyah Malang Hospital from February to March 2020. The instrument used was the STAI (State-Trait Anxiety Inventory) scale which contained 20 items. Data was analyzed using the Wilcoxon Signed-Ranks Test.Results: The partisipants' score of anxiety before the intervention was 76.72 and after the intervention was 51.92. Obtain p value = 0.000.Conclusion: There is an effect of reciting AL-Asmaul al-Husna (Allah's Most Beautiful Names) and slow deep breathing undergoing hemodialysis therapy and is expected as an alternative of the non-pharmacological intervention options to reduce anxiety levels and facilitate patients undergoing hemodialysis to relax.Keywords: The level of anxiety; Listening Asmaul Husna (The 99 Allah's beautiful names); Slow deep breathing; Hemodialysis therapyPendahuluan: Pasien yang menjalani hemodialisa biasanya mengalami cemas dikarenakan merasa takut terhadap penyakit yang dialaminya, takut akan kehilangan pekerjaan dan takut terjadinya perubahan fisik. Salah satu cara yang dapat mengelola rasa cemas dengan baik adalah melakukan relaksasi nafas dalam dengan kombinasi memasukkan unsur keyakinan yaitu mendengarkan lantunan asmaul husna. Karena Asmaul Husna adalah salah satu bentuk pemanfaatan Al-Quran dalam proses penyembuhan dengan alunan suara yang lembut dapat memberikan ketenangan dan menimbulkan keadaan rileks.Tujuan: Mengetahui adanya Pengaruh Kombinasi Lantunan Asma’ul husna dan Slow Deep Breathing terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Hemodialisis.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre eksperimental one group pre and posttest design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 40 partisipan. Penelitian ini telah dilakukan di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang pada tanggal 12 Februari-3 Maret 2020. Instrumen yang digunakan skala STAI (State-Trait Anxiety Inventory) yang berisi 20 item state anxiety dan 20 item trait anxiety. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test.Hasil: Dari hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kecemasan partisipan dengan skor STAI rata-rata sebelum diberikan intervensi didapatkan nilai 76.72 dan nilai sesudah diberikan intervensi 51.92. Didapatkan nilai p value=0,000.Simpulan: Ada pengaruh Kombinasi Lantunan Asma’ul husna dan Slow Deep Breathing terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Hemodialisis dan diharapkan menjadi salah satu pilihan intervensi non farmakologi untuk mengurangi tingkat kecemasan serta memfasilitasi pasien yang menjalani hemodialisa untuk melakukan relaksasi Kombinasi Lantunan Asma’ul husna dan Slow Deep Breathing. 
Hubungan efek samping OAT dengan motivasi pasien TB paru untuk melanjutkan pengobatan Elisabeth Wahyu Savitri; Usu Sius; Martinus Sudarso
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.5298

Abstract

Motivation to follow up on the intensive phase treatment with occurrence side effects of anti-tuberculosis drugs (ATD) among  patients with pulmonary tuberculosis Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacterium mycobacterium tuberculosis, which attacks various organs, especially the lungs. Transmission of TB disease through the air from droplets of infected patients. The main reason for treatment failure is the patient does not want to take medication regularly. Pulmonary TB cases in west kalimantan were not only contributed by new patients (97.5%) but also re-treatment patients (2.5%) in 2015. TB patients in sanggau district in 2011 were 390 people. There were only 39 patients with pulmonary TB who managed to get treatment in the work area of the damai center health center in 2017, while most were unsuccessful.Purpose:To find out the relationship between Motivation to follow up on the intensive phase treatment with occurrence side effects of anti-tuberculosis drugs (ATD) among  patients with pulmonary tuberculosisMethod: A quantitative approach with a case study research strategy. The sample in the study was 39 respondents. The data obtained were then analyzed using the chi square test.Results: There was a relationship between itching (p value = 0.005), pain in the joints (p value = 0.018), reddish urine (p value = 0.001), nausea (p value = 0.000), impaired vision (p value = 0.001), and abdominal pain / hearTBurn (p value = 0.000) after taking oat with the motivation of pulmonary TB patients to continue treatment. On the other hand, there was no relationship between lack of appetite (p value = 0.055), dizziness (p value = 0.345), headache (p value = 0.257), and tingling (p value = 0.795) after taking oat with motivation. Pulmonary TB patients to continue treatment.Conclusion: There is a relationship between itching, pain in the joints, red urine, nausea, impaired vision, and abdominal pain after drinking oatsKeywords: Motivation; Follow up; Intensive phase treatment; Occurrence; Side effects of anti-tuberculosis drugs (ATD); Patients; Pulmonary tuberculosisPendahuluan: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri mycobacterium tuberculosis, menyerang berbagai organ, terutama paru - paru.  Penularan penyakit TB melalui udara dari droplet pasien terinfeksi.  Alasan utama gagal pengobatan adalah pasien tidak mau minum obat secara teratur. Kasus TB paru di kalbar tidak hanya disumbang oleh pasien baru (97,5%) tetapi juga pasien pengobatan ulang (2,5%) di tahun 2015.  Penderita TB di kabupaten sanggau tahun 2011 sebanyak 390 orang.  Penderita TB paru yang berhasil melakukan pengobatan di wilayah kerja puskesmas pusat damai tahun 2017 hanya 39 orang, sedangkan sebagian besar tidak berhasil.Tujuan: Mengetahui hubungan efek samping OAT dengan motivasi pasien TB paru untuk melanjutkan pengobatanMetode: Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan strategi penelitian case study research.  Sampel dalam penelitian 39 orang.  Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji chi square.Hasil: Ada Hubungan antara rasa gatal (p value = 0,005), rasa nyeri pada persendian (p value = 0,018), urine berwarna kemerahan (p value = 0,001), rasa mual (p value = 0,000), penglihatan terganggu (p value = 0,001), dan rasa sakit perut / sakit ulu hati (p value = 0,000) setelah minum oat dengan motivasi pasien TB paru untuk melanjutkan pengobatan.  Sebaliknya, tidak ada hubungan antara rasa kurang nafsu makan (p value = 0,055), rasa pusing (p value = 0,345), rasa sakit kepala (p value = 0,257), dan rasa kesemutan (p value = 0,795) setelah minum oat dengan motivasi pasien TB paru untuk melanjutkan pengobatan.Simpulan:Ada Hubungan antara rasa gatal, rasa nyeri pada persendian,urine bewarna kemerahan, rasa mual, penglihatan terganggu, dan rasa sakit perut setelah minum OAT  
Pengaruh konsumsi jus melon terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di desa pekon Ampai Kabupaten Pesawaran Eni Marliani; Rosmiyati Rosmiyati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.1900

Abstract

The effect of watermelon juice on blood pressure in elderly Backround : Hypertension or high blood pressure is a condition when blood flows through a blood vessel with a force greater than usual. Handling that besides pharmacological therapy is to use non-pharmacological therapy or complementary therapy. One preventive measure to reduce blood pressure is by consuming melon juice.Purpose: To know the effect of watermelon juice on blood pressure in elderlyMethod: A quantitative with a research design with a quasi-experimental approach. The population in this study were all elderly aged 50-65 years old. Sample 36 participants, divided by 2 groups (intervention and control) sampling technique used purposive sampling Data collection using observation sheets and data analysis used is the T-dependent test.Results : Finding of the average blood pressure systolic before administration of Melon Juice with mean 154 mmHg, with SD 6.13,  range 140-160 mmHg and the diastole range = 90-100. After consumption of Melon Juice is with mean of133 mmHg, with SD 5.88 the range of systole = 130-150 and diastole range of 90-100.Conclusion: There is an influence of the consumption of watermelon Juice to decrease blood pressure in the elderly (p-value 0,000 <0,05). Suggestions For the elderly and the community, and families, to apply herbal remedies to treat symptoms of hypertension, one of them consumes melon juice to reduce high blood pressure levels, so it can reduce the use of pharmacological drugs that have side effects.Keywords: Watermelon juice; Blood pressure;  Hypertension; ElderlyPendahuluan : Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi ketika darah mengalir melalui pembuluh darah dengan kekuatan yang lebih besar dari biasanya.  Penyakit terbanyak pada usia lanjut berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 adalah hipertensi. dengan prevalensi 45,9% pada usia 55-64 tahun, 57,6% pada usia 65,74% dan 63,8% pada usia ≥ 75 tahun. Penanganan yang dapat dilakukan selain terapi farmakologis adalah dengan mempergunakan terapi non farmakologi atau terapi komplementer. Salah satu tindakan pencegahan untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan cara mengkonsumsi jus melon . Tujuan: Diketahui Pengaruh konsumsi jus melon terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di Desa Pekon Ampai Kabupaten Pesawaran tahun 2019.Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian dengan pendekatan quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia usia 50-65 tahun dengan sampel 36 partisipan yang ddibagi kedalam 2 grup yaitu grup intervensi dan grup kontrol,  Teknik sampling yang digunakan purposive sampling Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan analisa data yang digunakan adalah uji  T-dependent.Hasil: didapatkan bahwa Distribusi frekuensi rata-rata tekanan darah sebelum pemberian Jus Melon adalah 154 mmHg, dengan SD 6.13, nilai sistole = 140-160 mmHg dan nilai diastole = 90-100. Distribusi frekuensi Rata-rata tekanan darah sesudah pemberian Jus Melon adalah 133 mmHg, dengan SD 5.88 nilai sistole = 130-150 dan diastole = 90-100.Simpulan : Ada pengaruh konsumsi Jus Melon terhadap penurunan tekanan darah pada lansia (p value 0,000 < 0,05). Saran Bagi lansia dan masyarakat, bagi masyarakat maupun keluarga dapat menerapkan pengobatan herbal yang tepat untuk mengobati gejala hipertensi salah satunya mengkonsumsi jus melon agar menurunkan kadar tekanan darah tinggi, jadi bisa mengurangi penggunaan obat-obatan farmakologi yang ada efek sampingnya.
Perilaku pencegahan konstipasi pada lansia di panti sosial rehabilitasi lanjut usia Tuti Pahria; Annisa Nur Fadhilla; Citra Windani Mambang Sari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.4348

Abstract

Constipation among the elderly living in long-stay institutions in Ciparay BandungBackground: Constipation in the elderly occurs because of physiological changes in the body that are also supported by poor health behavior. The reduced risk of constipation when the elderly apply healthy lifestyle modifications.Purpose: To describe the constipation occurrence among the elderly living in long-stay institutions in Ciparay BandungMethod: A descriptive quantitative that involved 38 elderly, selected by purposive sampling technique with inclusion criteria, which are communicative elderly, have a good cognitive condition (MMSE score 23-30). The instrument used a questionnaire sheet and data analysis used univariate frequency distribution.Results: The finding of 57.9% of respondents had good prevention of constipation. The percentage in each sub-variable shows that 55.3% of respondents had good physical activity, 50% of respondents had good dietary habits, and 57.9% of respondents had good defecation habits.Conclusion: The results of the study show that over 50% of the elderly are still under the control of constipation problems. Suggestions for the management of long-stay institutions in Ciparay Bandung, to continue observation risk constipation and prevent to provide information and motivation promotion especially in physical activity and eating habits with Group Activity Therapy.Keywords: Constipation;  Elderly; Physical activity; Eating habits; LifestylePendahuluan: Konstipasi pada lansia terjadi karena adanya perubahan fisiologis tubuh yang juga didukung oleh perilaku kesehatan yang kurang baik. Konstipasi dapat dicegah jika lansia melakukan modifikasi gaya hidup sehat.Tujuan: Untuk mengetahui gambaran perilaku pencegahan konstipasi pada lansia di Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia dan Pemeliharaan Makam Pahlawan (PSRLU-PMP) Ciparay Bandung.Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 38 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi, yaitu lansia yang komunikatif, memiliki kondisi kognitif yang baik (skor MMSE 23-30), dan bersedia menjadi responden penelitian. Instrumen yang digunakan berupa lembar kuesioner yang dibuat berdasarkan hasil penelitian dan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang digunakan berupa perhitungan distribusi frekuensi.Hasil: Sebanyak 57,9% responden memiliki perilaku pencegahan konstipasi yang baik. Adapun persentase pada setiap sub variabel menunjukkan bahwa sebanyak 55,3% responden berada pada kategori aktivitas fisik yang baik, sebanyak 50% responden berada pada kategori kebiasaan diet yang baik, dan sebanyak 57,9% responden berada pada kategori kebiasaan defekasi yang baik.Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50% lansia masih terkendali masalah sembelit. Saran bagi pengelola panti rawat inap di Ciparay Bandung, untuk melanjutkan observasi risiko sembelit dan pencegahan untuk memberikan informasi dan promosi motivasi terutama dalam aktivitas fisik dan kebiasaan makan dengan cara yang benar melalui Terapi Aktifitas Kelompok
Pengetahuan, sikap dan kepatuhan mengkonsumsi tablet zat besi selama kehamilan Naili Rahmawati; Siti Hajah Nurhajijah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.5075

Abstract

Knowledge, attitude, and practice of pregnant women in Bandung about intake of iron supplementsBackground: Iron deficiency anemia is a decrease in the number of red blood cells caused by too little iron. According WHO (World Health Organization), in developing countries there are 40% of maternal deaths related to anemia during pregnancy. The frequency of pregnant women in Indonesia who experience anemia is still very high, namely 63.5% compared to only 6% in America. The number of pregnant women who experience anemia is due to a lack of knowledge of the mother, amounting to 45.6% of pregnant women do not know the consequences of anemia, do not regularly consume Fe tablets, and do not understand how to consume Fe tablets properly. Purpose: To determine the Knowledge, attitude, and practice of pregnant women in Bandung about intake of iron supplementsMethod:  Quantitative research with a cross-sectional approach. Data collected using primary data, conducted in August - September 2019. The population was pregnant women at private clinics. Sampling was carried out using the accidental sampling technique of 30 people. Data got by interviewing the questionnaire instrument. Analysis of the data used using the Spearman test.Results: Finding of the variable age at risk (≥35 years) of 22 (73.33%) respondents, higher education 21 (70%) respondents, as housewives 15 (50%) respondents, multigravida parity 18 (60%) ) respondents. Poor of knowledge 16 (53.33%) respondents, positive attitude 18 (60%) respondents, compliance intake of iron supplements  18 (60%) respondents.Conclusion: There is a significant relationship of knowledge, attitude, and compliance intake of iron supplements (p-value <0.05).Keywords: Knowledge; Attitude; Pregnant women; Compliance; Intake of iron supplementsPendahuluan: Anemia defisiensi zat besi adalah perurunan jumlah sel darah merah yang disebabkan oleh zat besi yang terlalu sedikit. Menurut WHO (World Health Organization), di negara berkembang terdapat 40 % kematian ibu berkaitan dengan anemia dalam kehamilan. Frekuensi ibu hamil di Indonesia yang mengalami anemia masih sangat tinggi yaitu 63,5% dibandingkan di Amerika hanya 6 %. Banyaknya ibu hamil yang mengalami anemia disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu, sebesar 45,6% ibu hamil tidak mengetahui akibat dari anemia, tidak teratur dalam mengkonsumsi tablet Fe, dan tidak memahami cara mengkonsumsi tablet Fe secara tepat.Tujuan: Mengetahui adanya hubungan pengetahuan, sikap dan kepatuhan mengkonsumsi tablet zat besi selama kehamilanMetode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data yang dikumpulkan menggunakan data primer. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus - September 2019. Populasinya ibu hamil di Praktik Mandiri Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sumpling sebanyak 30 orang. Data yang diperoleh dengan wawancara instrument kuesioner. Analisis data yang digunakan menggunakan uji Spearman.Hasil: Didapatkan variabel usia beresiko (≥35 tahun) 22 (73,33%) responden, pendidikan tinggi 21 (70%) responden, pekerjaan ibu rumah tangga 15(50%) responden, paritas multigravida 18(60%) responden pengetahuan buruk sebanyak 16 (53.33%) responden, sikap positif 18 (60%) responden, dan kategori patuh sebanyak 18 (60%) responden.Simpulan: Adanya hubungan antara pengetahuan, sikap dan kepatuhan mengkonsumsi tablet zat besi selama kehamilan (p-value < 0,05). 
Pengetahuan dan beban kerja perawat dengan penerapan kewaspadaan standar di RSUD Dr.A.Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Parid Khoirudin; M Arifki Zainaro; Andoko Andoko
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.4769

Abstract

Knowledge, workload and Practices related to standard precautions among nurses at D. A.Dadi Tjokrodipo HospitalBackground : Universal precautions are efforts made to protect, prevent and minimize cross infections among patient personnel due to direct contact. In 2018, at Dr. A. Dadi Tjokrodipo Hospital Lampung City, there were 10 cases of injury due to needle sticks.Purpose : To know the relationship of knowledge, workload, and Practices related to standard precautions among nurses at Dr A dadi Tjokrodipo HospitalMethod: A quantitative, design of an analytic survey with a cross-sectional approach, the number of population, and the sample of 40 respondents, the sampling technique in this study is the total sampling. Conducting at Dr. A. Dadi Tjokrodipo hospital, with questionnaire and statistic test using chi-square test.Results : The respondents having excellent knowledge of 21 respondents (52.5%), the high workload is 21 respondents (52.5%), 21 respondents (52.5%) do not comply with the precautionary practice. There is a relationship between knowledge (p-value 0.025. OR 5.6), workload (p-value 0.028. OR 5.4).Conclusion: There is a relationship between knowledge and workload with the practice of standard precautions by nurses at Dr. A Dadi Tjokrodipo hospital Lampung. The suggestion is that it can increase the compliance of health workers in practice standard precautions in order to reduce the incidence of nosocomial infections.Keywords: Knowledge; Workload; Practices; Standard precautions; NursesPendahuluan : Universal Precautions merupakan upaya yang dilakukan dalam rangka perlindungan, pencegahan dan meminimalkan infeksi silang (cross infections) antara petugas pasien akibat adanya kontak langsung. Pada tahun 2018 di RSUD Dr A dadi Tjokrodipo Bandar Lampung sebanyak 10 kasus perlukaan akibat tertusuk jarum suntik.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan beban kerja dengan penerapan kewaspadaan standar oleh perawat di RSUD Dr.A.Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Tahun 2020.Metode : Penelitian kuantitatif, rancangan dalam penelitian ini menggunakan desain Survei Analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah populasi dan sampel sebanyak 40 orang , teknik sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Penelitian dilakukan di RSUD Dr.A.Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung, dengan instrument penelitian kuisioner dan uji statistic menggunakan uji chi-square.Hasil : Distribusi frekuensi  responden memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 21 responden (52,5%), beban kerja tinggi yaitu sebanyak 21 responden (52,5%), tidak patuh  dalam penerapan kewaspadaan yaitu sebanyak 21 responden (52,5%). Ada hubungan pengetahuan (p value 0,025. OR 5,6 ),  beban kerja (p value 0,028. OR 5,4) dengan penerapan kewaspadaan standar oleh perawat di RSUD Dr A Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Tahun 2020.Simpulan: Ada hubungan pengetahuan dan beban kerja  dengan penerapan kewaspadaan standar oleh perawat di RSUD Dr.A.Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Tahun 2020. Sehingga disarankan agar dapat meningkatkan kepatuhan petugas kesehatan dalam penerapan kewaspadaan standar agar dapat mengurangi angka kerjadian infeksi nosokomial.

Page 1 of 2 | Total Record : 20