cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 6 (2022)" : 10 Documents clear
Pengaruh senam dysmenorrhoea terhadap premenstruasi syndrome pada remaja putri Sunarsih Sunarsih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 6 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i6.7883

Abstract

Background: Premenstrual syndrome or premenstrual syndrome is a collection of physical, psychological, and emotional symptoms associated with a woman's menstrual cycle. Dysmenorrhoea is the medical term for painful menstruation and about 75 percent of women experience dysmenorrhoea at some point during their reproductive years. Sometimes dysmenorrhoea can be accompanied by nausea, vomiting, diarrhea, and stomach cramps, some women even faint and get drunk, this situation appears severe enough to cause sufferers to experience temporary disruption of activity.Purpose: To determine the effect of exercise for dysmenorrhoea on premenstrual syndrome among teenage girlsMethod: This research was carried out using a quasi-experimental method. The population were all teenage girls students who had premenstrual syndrome (dysmenorrhoea). The research was conducted at senior high school 15 grade X Bandar Lampung. The sample was taken by accidental sampling method of 60 participants divided into the intervention and control groups.Results: Before the intervention, the participants had a pain scale level 56.67 percent moderate pain, after the intervention the pain scale level changed to a mild pain scale of 60 percent.Conclusion: There was a significant difference between the menstrual pain scale before and after dysmenorrhea exercise (p= 0.00 ; 0.05).Suggestion: School institutions are advised to hold dysmenorrhea exercises regularly for students who have premenstrual syndrome.Keywords: Exercise; Dysmenorrhea; Premenstrual syndrome; Teenage girlsPendahuluan: Premenstruasi Syndrom atau sindrom pramenstruasi adalah kumpulan gejala fisik, psikologis dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi perempuan. Dysmenorrhoea adalah istilah medis untuk haid yang terasa nyeri dan sekitar 75 persen wanita mengalami dysmenorrhoea pada suatu saat sepanjang usia reproduksinya. Terkadang dysmenorrhoea dapat disertai dengan rasa mual, muntah, diare dan kram perut, beberapa wanita bahkan pingsan dan mabok, keadaan ini muncul cukup hebat sehingga menyebabkan penderita mengalami gangguan aktivitas untuk sementara.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh senam dysmenorrhoea terhadap premenstuasi syndrome pada remaja putri di SMAN 15 Bandar Lampung.Metode: Penelitian ini dilaksanakan dengan metode quasi experiment. Populasinya seluruh siswi kelas x yang mengalami premenstruasi syndrome (dysmenorrhoea). Penelitian dilakukan di SMAN 15 Bandar Lampung. Sampel penelitian ini diambil dengan metode accidental sampling dengan jumlah sampel 60 partisipan yang dibagai menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol.Hasil: Sebelum dilakukan intervensi tingkat skala nyeri partisipan adalah nyeri sedang sebanyak 56,67 persen, setelah dilakukan intervensi tingkat skala nyeri berubah menjadi skala nyeri ringan sebanyak 60 persen.Simpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna antara skala nyeri haid sebelum dan sesudah senam dysmenorrhoea (p= 0,00 ; α 0,05).Saran: Instansi sekolah disarankan mengadakan senam dysmenorrhoea secara rutin bagi siswi yang mengalami premenstruasi syndrome.
Hubungan dislipidemia dengan kejadian stroke Jun Edy Samosir Pakpahan; Bintang Hartati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 6 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i6.8089

Abstract

Background: Stroke is a loss of brain function caused by the cessation of blood supply to part of the brain, which results in impaired blood flow to the brain and can cause blockage (ischemic stroke) or bleeding (hemorrhagic stroke). Dyslipidemia and hyperlipidemia are risk factors for stroke, which is a lipid profile disorder characterized by a decrease or increase. The main lipid profiles were total cholesterol levels, triglyceride levels, HDL-C levels, and LDL-C levels.Purpose: To determine the relationship between cholesterol levels with ischemic (non-hemorrhagic) and hemorrhagic strokeMethod: A descriptive-analytic correlative observational study with a retrospective cross-sectional approach. The sampling technique using purposive sampling obtained as many as 30 samples. Processing and analysis of the data obtained using a program on a computer. Analysis of the data used is a univariate, bivariate, and multivariate analysis using contingency coefficients with a significance level of p <0.05.Results: Most respondents have high total cholesterol levels as many as 24 respondents (80%), and high triglyceride levels as many as 19 respondents (63.3%). High LDL-C levels were 16 respondents (53.3%), and high HDL-C levels were 16 respondents (53.3%). Calculation of statistical tests obtained the results of total cholesterol levels p=0.033 (p<0.05), triglyceride levels p=0.016 (p<0.05), LDL-C levels p=0.464 (p>0.05), HDL levels -C p=0.088 (p>0.05). Multivariate analysis using multiple logistic regression was the most correlated of the characteristics of dyslipidemia with the incidence of stroke in total cholesterol levels (p = 0.014).Conclusion: Dyslipidemia and dyslipidemia characteristics, namely total cholesterol and triglyceride levels have a significant relationship with the incidence of stroke. The most related characteristic of dyslipidemia is total cholesterol level with the incidence of stroke.Keywords: Cholesterol level; Ischemic (non hemorrhagic); Hemorrhagic strokePendahuluan: Stroke adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh terhentinya suplai darah kebagian otak, yang mengakibatkan gangguan aliran darah ke otak dan dapat menyebabkan penyumbatan (ischemic stroke) atau pendarahan (hemorrhagic stroke). Dislipidemia dan hiperlipidemia adalah suatu faktor risiko stroke yang merupakan suatu kelainan profil lipid yang ditandai dengan adanya penurunan atau peningkatan. Profil lipid yang utama adalah kadar kolesterol total, kadar trigliserida, kadar HDL-C, dan kadar LDL-C.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kadar kolesterol dengan stroke hemoragik and iskemik (non hemoragik).Metode: Deskriptif analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional yang bersifat retrospektif. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling didapatkan sebanyak 30 sampel. Pengolahan dan analisis data yang diperoleh menggunakan program SPSS. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat, bivariat dan multivariat menggunakan koefisiensi kontigensi dengan tingkat kemaknaan p<0,05.Hasil: Menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kadar total kolesterol tinggi sebanyak 24 reponden (80%), kadar trigliserida yang tinggi sebanyak 19 responden (63,3%), kadar LDL-C tinggi sebanyak 16 responden (53,3%), dan kadar HDL-C tinggi sebanyak 16 responden (53,3%). Perhitungan uji statistik diperoleh hasil kadar total kolesterol p=0,033 (p<0,05), kadar trigliserida p=0,016 (p<0,05), kadar LDL-C p=0,464 (p>0,05), dan kadar HDL-C p=0,088 (p>0,05). Analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistic berganda yang paling berhubungan dari karakteristik dislipidemia dengan kejadian stroke ialah kadar total kolesterol (p=0,014).Simpulan: Dislipidemia dan karakteristik dislipidemia yaitu kadar total kolesterol dan trigliserida memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian stroke. Karakteristik dislipidemia yang paling berhubungan yaitu kadar total kolesterol dengan kejadian stroke.
Faktor-faktor determinan penyebab loss to follow up pada orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) yang menerima terapi Antiretroviral (ARV) Rahmat Kurniawan; Rita Dwi Pratiwi; Suyono Suyono
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 6 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i6.7820

Abstract

Background: Based on data from the Tangerang District Hospital in October 2020, it was found that data on follow-up under antiretroviral therapy (ARV) among people living with HIV/AIDS (PLWHA) during the pandemic period for the last 3 months from February to April 2020 showed a decrease in the number but had a fluctuating graph in taking drugs every month, reaching 1012 patients, of which 20% were children. In addition, during the pandemic, there was an increase in LFU (lost to follow-up) cases of ARV treatment regimens.Purpose: To identify determinant factors of loss to follow-up under antiretroviral therapy (ARV) among people living with HIV/AIDS (PLWHA)Method: A quantitative research with a cross-sectional approach. The number of samples in this study was 45 respondents. The analysis used is univariate and bivariate. The statistical tests used are Chi-Square test and logistic regression.Results: Finding that the factors related to the cause of the withdrawal of ARV drugs were health insurance, side effects of ARVs, CD4 values, family support, hopelessness, stress levels, and self-esteem. Then a logistic regression test was carried out to find out which factor had the most influence and the results showed that the CD4 value was the most significant indicator with an OR (Odds Ratio) value of 26,812 812, meaning that people living with HIV who had CD4 values < 200 had a 26,812 times greater risk of dropping out of ARV drugs, compared to people living with HIV who have CD4 values 200.Conclusion: CD4 value is the most significant factor in the incidence of ARV drug withdrawal in living with HIV.Keywords: Loss to follow-up; Antiretroviral therapy (ARV); People living with HIV/AIDS (PLWHA)Pendahuluan: Berdasarkan data RSUD Kab.Tangerang Oktober 2020 didapatkan data follow up pada orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) yang menerima terapi Antiretroviral (ARV selama masa pandemi 3 bulan terakhir Februari-April 2020 menunjukan penurunan angka follow up  namum memiliki grafik fluktuatif dalam pengambilan obat tiap bulan mencapai 1012 pasien dimana 20% termasuk usia anak. Selain itu, selama pandemi terjadi peningkatan kasus LFU (lost to follow up) dari regiment pengobatan ARV.Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor determinan penyebab loss to follow up pada orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) yang menerima terapi Antiretroviral (ARV)Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini 45 responden. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan yakni, uji Chi Square dan regresi logistik.Hasil: Didapatkan bahwa faktor yang berhubungan dengan penyebab loss to follow up ARV adalah jaminan kesehatan, efek samping ARV, nilai CD4, dukungan keluarga, keputusasaan, tingkat stress, dan harga diri. Selanjutnya dilakukan uji regresi logistic untuk mendapatkan faktor mana yang paling berpengaruh dan didapatkan hasil bahwa nila CD4 merupakan indicator paling bermakna dengan nilai OR (Odds Rasio) sebesar 26.812 812 artinya ODHA yang memiliki kadar nilai CD4 < 200 memiliki risiko 26.812 kali lebih besar penyebab loss to follow up ARV dibandingkan dengan ODHA yang memiliki kadar nilai CD4 ≥ 200.Simpulan: Nilai CD4 merupakan faktor yang paling bermakna terhadap kejadian loss to follow up  ARV pada ODHA.
Systematic Literature Review: Keefektifan metode topikal ASI dalam mempercepat pelepasan tali pusat Salsabila Hansa Kamal; Martono Tri Utomo; Risa Etika
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 6 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i6.8214

Abstract

Background: The decrease in mortality rate is still slow, almost three quarters of the data on neonatal deaths occur in the first week of life because this period is very susceptible to infections, one of which is umbilical cord infection. Therefore, umbilical cord care is very important to pay attention to, one of the umbilical cord care methods is the topical breast milk method because breast milk contains anti-bacterial, anti-inflammatory, anti-viral and anti-microbial properties.Purpose: To determine the effectiveness of the Topical breast milk method in accelerating and shortening the search time for the umbilical cord.Method: This systematic review is sourced from articles published in e-journals and research in Google Scholar in 2021. Article search is assisted by keywords, inclusion criteria, and exclusion criteria.Results: Three research articles were determined to be studied, one of them with a critical assessment. The results of the systematic review show that the center time of the topical breast milk method is shorter than the dry method and the open method.Conclusion: Based on these results it can be said that the Topical breast milk method is effective in umbilical cord care for umbilical cord opening. In addition, the topical method of breastfeeding is a cheap and easy treatment so it can be used as a recommendation for umbilical cord care in Indonesia.Keywords: Topical; Human breast milk; Umbilical cord; Infection; Neonatal; MortalityPendahuluan: Penurunan angka kematian masih lambat, hampir tiga perempat dari data kematian neonatus terjadi pada minggu pertama kehidupan dikarenakan masa tersebut sangat rentan terhadap infeksi, salah satunya infeksi tali pusat. Oleh karena itu perawatan tali pusat menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan, salah satu metode perawatan tali pusat adalah metode Topikal ASI karena ASI mengandung anti bakteri, anti inflamasi, anti virus dan anti mikroba.Tujuan:                 Untuk mengetahui keefektifan metode Topikal ASI dalam mempercepat dan mempersingkat waktu pelepasan tali pusat.Metode: Systematic review ini bersumber dari artikel yang terbit dalam e-jurnal dan dipublikasikan dalam google scholar pada tahun 2021. Pencarian artikel dibantu dengan kata kunci, kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.Hasil: Ditentukan 3 artikel penelitian yang akan ditelaah, salah satunya dengan penilaian critical appraisal. Hasil systematic review menunjukkan bahwa waktu pelepasan tali pusat metode Topikal ASI lebih singkat dibandingkan metode kering dan metode terbuka.Simpulan: Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Metode Topikal ASI adalah perawatan tali pusat yang efektif untuk mempercepat pelepasan tali pusat. selain itu metode Topikal ASI adalah perawatan yang murah dan mudah dilakukan sehingga dapat dijadikan rekomendasi perawatan tali pusat di Indonesia.
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Seputih Raman Lampung Tengah Yuniar Herdarini Utami; Khoidar Amirus; Dhiny Easter Yanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 6 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i6.6056

Abstract

Background: Mental health service facilities are still not optimally utilized, especially at Seputih Raman Public Health Center.Purpose: To determine the factors associated with the utilization of family members' treatment for mental disorders at the Seputih Raman Public Health Center, Central Lampung.Method: A quantitative with a cross-sectional design. The research population is householders who have members with mental disorders in Seputih Raman Public Health Center area many as 123 people. The data analysis technique used univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (multiple logistic regression) analysis.Results: Treatment utilization was relatively good (64.2%), good knowledge (53.7%), positive attitude (52%), good accessibility (50.4%), felt there was support from health workers (56.9%) and felt there was family support (65.9%) . The results of the hypothesis test showed that there was a relationship between knowledge (p=0.007; OR=3.0), attitude (p=0.002; OR=3.6), accessibility (p=0.004; OR=3.3), support from health workers (p=0.001; OR=3.7 ), family support (p=0.001; OR=2.2) with the use of treatment for family members with mental disorders. The most dominant factor is attitude (p=0.002; OR=4.0).Conclusion: There is a relationship between knowledge, attitudes, accessibility, support from health workers, family support, and the use of treatment for family members with mental disorders. And the most dominant factor is attitude.Suggestion: This study suggests that education and information accessibility should be carried out with household targets to increase the utilization of mental disorder treatment.Keywords: Utilization; Treatment; Family members; Mental disorders.Pendahuluan: Fasilitas layanan kesehatan jiwa masih belum optimal dimanfaatkan oleh orang dengan gangguan jiwa khususnya di Puskesmas Seputih Raman.Tujuan: Untuk diketahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pengobatan anggota keluarga dengan gangguan jiwa.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian KK yang memiliki anggota keluarga gangguan jiwa di Wilayah Puskesmas Seputih Raman yang berjumlah sebanyak 123 orang yang seluruhnya dijadikan sebagai sampel. Tehnik analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat (chi square) dan multivariat (regresi logistik berganda).Hasil: Pemanfaatan pengobatan relatif baik (64.2%), pengetahuan baik (53.7%), sikap positif  (52%), aksesibilitas baik (50.4%), merasa ada dukungan petugas kesehatan (56.9%) dan merasa ada dukungan keluarga (65.9%). Hasil uji hipotesis menunjukkan ada hubungan pengetahuan (p=0.007;OR=3.0), sikap (p=0.002;OR=3.6), aksesibilitas (p=0.004;OR=3.3), dukungan petugas kesehatan (p=0.001;OR=3.7), dukungan keluarga (p=0.001;OR=2.2) dengan pemanfaatan pengobatan anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Faktor yang paling dominan adalah sikap (p=0.002;OR=4.0).Simpulan: Ada Hubungan antara pengetahuan, sikap, aksesibilitas, dukungan petugas kesehatan, dukungan keluarga dengan pemanfaatan pengobatan anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Dan faktor paling dominan adalah sikap.Saran: Penelitian ini menyarankan agar dilakukan edukasi dan aksesibilitas informasi dengan sasaran rumah tangga untuk meningkatkan pemanfaatan pengobatan gangguan jiwa.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) pada pasien tuberkulosis paru Hepi Leo Saputra; Rika Yulendasari; Dewi Kusumaningsih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 6 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i5.8161

Abstract

Background: Anti-TB drug resistance is basically a man-made phenomenon as a result of inadequate treatment of TB patients. Based on the data in the Sub-Division of Medical Records, Dr. H. Abdul Moeloek Hospital Lampung Province recorded as many as 62 MDR-TB patients in the period 2022.Purpose: To determine factors associated with Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) among patients with pulmonary tuberculosis (TB)Method: A quantitative with a case control design. The study population was all patients from the MDR Polyclinic, Regional General Hospital Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province in February 2021 a total of 62 people. The sample is 62 cases and 62 controls. The statistical test used is the chi square test with the help of a computer.Results: Showed that, out of 124 respondents, the majority of respondents were in the productive age range of 76 respondents (61.3%), high socioeconomic status of 74 respondents (59.7%), abnormal nutritional status of 82 respondents (66.1%) , adherence to taking medication was low by 68 respondents (54.8%), comorbidities by 79 respondents (63.7%), smoking by 72 respondents (58.1%).Conclusion: There was no relationship between age with MDR TB cases, but there was a relationship between socioeconomic, nutritional status, medication adherence and smoking habits with MDR TB cases and to prevent an increase number of MDR-TB in Lampung Province. Suggestion: By using a predictive index of MDR-TB incidence both at the community level and at the health worker level and the community level it is useful for initial screening for MDR-TB prevention in TB patients.Keywords: Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB); Patient; Pulmonary tuberculosisPendahuluan: Resistensi obat anti TB (OAT) pada dasarnya adalah suatu fenomena buatan manusia sebagai akibat dari pengobatan pasien TB yang tidak adekuat. Berdasarkan data di sub-bagian rekam medis RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tercatat sebanyak 62 pasien MDR-TB pada periode tahun 2022.Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) pada pasien Tuberkulosis paruMetode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. Sampel sejumlah 62 orang. Sampel 62 kasus dan 62 kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square dengan bantuan komputer.Hasil: Dari 124 responden didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden dalam rentang usia produktif sebanyak 76 responden (61,3%), sosial ekonomi tinggi sebanyak 74 responden (59,7%), status gizi tidak normal sebanyak 82 responden (66,1%), kepatuhan minum obat rendah sebanyak 68 responden (54,8%), penyakit penyerta sebanyak 79 responden (63,7%), merokok sebanyak 72 responden (58,1%).Simpulan: Menunjukan tidak terdapat hubungan usia dengan kasus TB MDR namun ada hubungan sosial ekonomi, status gizi, kepatuhan minum obat dan kebiasaan merokok dengan kasus TB MDR.Saran: Perlunya melakukan pencegahan terjadinya peningkatan TB-MDR di Provinsi Lampung dengan menggunakan indeks prediktif kejadian TB-MDR baik di tingkat masyarakat maupun petugas kesehatan. Pada tingkat masyarakat berguna untuk untuk skrining awal untuk pencegahan TB-MDR pada penderita TB.
Gangguan makan dan perilaku bunuh diri pada remaja: Sebuah tinjauan literatur Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Indra Maulana; Sukma Senjaya
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 6 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i6.8127

Abstract

Background: Eating disorders are one of the psychiatric disorders with the highest mortality rates that cause serious psychological and medical consequences. Eating disorders are closely related to weight problems that affect the increase in suicidal ideation.Purpose: To determine the relationship between eating disorders and suicidal behavior in adolescents.Method: A scoping review by searching for articles using the Pubmed, ScienceDirect, and Wiley databases. The keywords used in searching the article were adolescent or adolescence or teen and eating disorder or compulsive eating or anorexia nervosa and suicidal tendencies or suicidal behaviors and relation or relative.Results: Sorting obtained six articles according to the inclusion and exclusion criteria that explained the causes of eating disorders, namely alcohol abuse, gender, mental illness, and closely related to suicidal ideation.Conclusion: Eating disorders and suicidal behavior are related to each other.Keywords: Eating disorders; Suicidal behavior; Adolescent.Pendahuluan: Gangguan makan merupakan salah satu gangguan kejiwaan dengan tingkat mortalitas tertinggi yang menimbulkan akibat psikologis dan medis serius. Gangguan makan erat kaitannya dengan permasalahan berat badan sehingga mempengaruhi peningkatan ide bunuh  diri.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan eating disorder dengan suicidal behaviour pada remaja.Metode: Scoping review dengan pencarian artikel menggunakan database Pubmed, ScienceDirect dan Wiley. Kata kunci yang digunakan dalam mencari artikel yaitu adolescent or adolescence or teen and eating disorder or compulsive eating or anorexia nervosa and suicidal tendencies or suicidal behaviors and relation or relative.Hasil: Didapatkan enam artikel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang memaparkan penyebab gangguan makan yaitu penyalahgunaan alkohol, jenis kelamin, penyakit kejiwaan, serta erat kaitannya dengan ide bunuh diri.Simpulan: Eating disorder dengan suicidal behaviour saling berhubungan satu sama lain.
Pengaruh pendidikan kesehatan tentang gizi balita terhadap pengetahuan ibu Desi Ari Madi Yanti; Eni Agustin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 6 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i6.8287

Abstract

Background: Nutritional problems are a major health problem in toddlers. Malnutrition in toddlers can hinder mental development, physical growth, and thinking skills. Nutritional disorders in toddlers can be influenced by various factors, one of which is the low knowledge of parents, especially mothers. Efforts that can be made to increase mothers’ knowledge about nutrition are to provide health education.Purpose: Known that there is an influence of health education about toddler nutrition on mothers' knowledge.Method: Quasi-experimental research with pretest-posttest control group design. The population is all mothers who have toddlers who are in Ambarawa Timur. The sampling technique used was consecutive sampling with a sample of 42 participants.Results: It is known that the average score of participants before being given health education was 69.43 and the average score of participants after being given health education was 75.71.Conclusion:  There was an effect of health education on toddler nutrition on mothers’ knowledge about toddler nutrition in the working area of the Ambarawa Health Center in 2021 with a p-value of 0.000.Suggestion: Health services to be able to provide periodic health education to the community, especially mothers regarding the fulfillment of nutrition in toddlers as the first step in preventing growth and development problems for toddlers.Keywords: Toddler; Nutrition; Health education; Knowledge.Pendahuluan: Masalah gizi merupakan masalah kesehaatan utama pada balita. Gizi kurang pada balita dapat menghambat perkembangan mental, pertumbuhan fisik serta kemampuan berfikir. Gangguan gizi pada balita dapat dipengaruhi berbagai faktor salah satunya adalah rendahnya pengetahuan orang tua terutama ibu. Upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan.Tujuan: Diketahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang gizi balita terhadap pengetahuan ibu.Metode: Penelitian quasi eksperiment dengan rancangan pretest-postest control group. Populasinya semua ibu yang mempunyai balita yang berada di AmbarawaTimur. Tekhnik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dengan sampel sebanyak 42 partisipan.Hasil: Diketahui rata-rata skor partisipan sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 69,43 dan rata-rata skor partisipan setelah diberikan pendidikan kesehatan adalah 75,71.Simpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang gizi balita terhadap pengetahuan ibu tentang gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Ambarawa tahun 2021 dengan p-value yaitu 0.000.Saran: Pelayanan kesehatan untuk dapat memberikan pendidikan kesehatan secara berkala kepada masyarakat terutama ibu tentang pemenuhan nutrisi pada balita sebagai langkah awal dalam mencegah terjadinya masalah tumbuh kembang bagi balita.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kegemukan pada balita Putri Salsabila Azzahra; Setiawati Setiawati; Linawati Novikasari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 6 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i6.5179

Abstract

Background: Obesity prevalence increases worldwide 42 million children are overweight, 31 million in developing countries. Directorate General of Health of the Republic of Indonesia that obesity in toddlers in Indonesia is 14%. In Lampung province reached 21.4%. The prevalence of obesity in toddlers in North Lampung reached 10.72%. Purpose: Knowing the factors related to obesity in toddlers Method: Quantitative analytics using cross-sectional study design. The population is all mothers who have toddlers in Kembang Tanjung Village, North Lampung Regency. The number of samples on as many as 64 responded with 32 cases and 32 controls. Results: Variables proven to be related to obesity are genetic factors p-value 0.001(<0.05), and physical activity factors P-value 0.005(<0.05). Unrelated variables are revenue factors p-value 1.000(>0.05).Conclusion: The majority of respondents are high school-educated, housewives, and the majority of the sex of toddlers are male. There is a relationship between genetic factors and physical activity factors with obesity in toddlers, and there is no relationship between economic factors and obesity in toddlers.Keywords: Obesity; Genetics; Physical Activity; Income; Toddlers.Pendahuluan: Prevalensi kegemukan meningkat diseluruh dunia sebanyak 42 juta anak mengalami kegemukan, 31 juta di negara berkembang. Direktorat Jendral Kesehatan Republik Indonesia bahwa kegemukan pada balita di Indonesia 14%, Provinsi Lampung mencapai 21.4% dan di Lampung Utara mencapai 10.72%.Tujuan: Diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kegemukan pada balita.Metode: Penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional. Populasinya  semua ibu yang memiliki balita di Desa Kembang Tanjung Kabupaten Lampung Utara. Jumlah sampel pada sebanyak 64 responden dengan 32 kasus dan 32 kontrol.Hasil: Variabel yang terbukti berhubungan dengan kegemukan adalah faktor genetik p-value 0.001(<0.05), dan faktor aktivitas fisik p-value 0.005(<0.05). Variabel yang tidak berhubungan adalah faktor pendapatan p-value 1.000 (>0.05).Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berpendidikan SMA, pekerjaan sebagai IRT dan mayoritas jenis kelamin balita adalah laki-laki. Ada hubungan antara faktor genetik dan faktor aktivitas fisik, dan tidak ada hubungan antara faktor ekonomi dengan kegemukan pada balita di Desa Kembang Tanjung Kabupaten Lampung Utara.
Pola asuh orang tua terhadap adiksi penggunaan gawai pada anak usia sekolah: Literature review Tri Cahyo Sepdianto; Faisal Agus Mustofa; Andi Hayyun Abiddin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 6 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i6.8304

Abstract

Background: In this modern era, technological developments involving gadgets and gadgets are growing very rapidly. As adults, they already understand the use of the device and can control it themselves, but as children, they still tend to play, which has an addictive or addictive effect. Parenting patterns are very necessary to control and supervise the use of gadgets or gadgets in children.Purpose: To determine the parenting pattern of the addiction to the use of gadgets in school-age children.Method: Using a literature review study through a PEOS search strategy in one database, namely Google Scholar.Results: There were 5 studies that met the inclusion criteria including using a cross-sectional, quasi-experimental design, and observational analytic; studies published between 2017-2022. Based on the results of the analysis, it was found that permissive parenting contributed to higher levels of gadget addiction in elementary school students. Democratic parenting affects the level of gadget addiction in elementary school students. Permissive parenting shows a high level of dependence among elementary school children.Conclusion: Parenting patterns affect the level of device addiction in elementary school children.Keywords: Parenting Style; Gadgets; Elementary school-age childrenPendahuluan: Di era modern ini, perkembangan teknologi yang melibatkan gadget dan gadget berkembang sangat pesat. Sebagai orang dewasa, mereka sudah memahami penggunaan perangkat dan dapat mengontrolnya sendiri, tetapi sebagai anak-anak, mereka masih cenderung bermain, yang efeknya menimbulkan kecanduan atau efek kecanduan. Pola asuh orang tua sangat diperlukan untuk mengontrol dan mengawasi penggunaan gawai atau gadget pada anak.Tujuan: Untuk mengetahui pola asuh orang tua terhadap adiksi penggunaan gawai pada anak usia sekolah.Metode: Menggunakan literature review study melalui strategi pencarian PEOS pada satu data base yaitu google scholar.Hasil: Didapatkan 5 studi yang sesuai dengan kriteria inklusi diantaranya menggunakan desain cross-sectional, kuasi-eksperimental, observational analitik. studi yang dipublikasikan antara tahun 2017-2022. Berdasarkan hasil analisis didaptakn abahwa pola asuh permisif berkontribusi pada tingkat kecanduan gadget yang lebih tinggi pada siswa sekolah dasar. Pola asuh demokratis mempengaruhi tingkat kecanduan gadget pada siswa sekolah dasar. Pola asuh permisif menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi di antara anak-anak sekolah dasar.Simpulan: Pola asuh orang tua mempengaruhi tingkat kecanduan perangkat pada anak sekolah dasar.  

Page 1 of 1 | Total Record : 10