cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 624 Documents
Persepsi ibu hamil tentang kerentanan, keseriusan dan manfaat dengan kejadian anemia Riche Octriza Syafti; Misnaniarti Misnaniarti; Rico Januar Sitorus; Nurrobikha Nurrobikha; Ikhsan Ikhsan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.5598

Abstract

Maternal anemia and attitudes concerning health behaviors during pregnancy Background: Maternal anemia during pregnancy is still a health problem, it can endanger the safety of the mother and the health of the fetus in the uterus.Purpose: To know the relationship between maternal anemia and attitudes concerning health behaviors during pregnancyMethod: Quantitative research with a cross-sectional design, the population is pregnant women at the public health center Kepahiang District. The sample of 104 pregnant women aged 18 to 20 years as respondents.Instrument attitudes concerning health behaviors during pregnancy and check laboratory maternal anemia. Data statistics used univariate, Bivariate, and multivariate analysis, data analysis chi-square.Results: The finding of 104 respondents, 79  (76%) had a high vulnerability, 71 (68.3%), had a high seriousness, 58 (55.8%) felt a high benefit, 71 (68.3%) felt a high sign, and 85 (81.7%) had anemia. The results of the bivariate analysis showed that susceptibility, seriousness, cues/signs, benefits had a significant effect on the incidence of anemia in pregnant women with a p-value <0.05. In the result of multivariate analysis, the most dominant variable influencing the incidence of anemia in pregnant women in Kepahiang Regency is the seriousness variable with a p-value = 0.000 < (0.05).Conclusion: There is a significant influence between vulnerability, seriousness, benefits, and cues that affect the incidence of anemia in pregnant women in Kepahiang Regency.Suggestion: It is necessary to improve health promotion efforts, especially for pregnant women so that the compliance of pregnant women to perform ANC increases.Keywords: Maternal anemia; Attitudes; Health behaviors; During pregnancyPendahuluan: Kejadian anemia pada ibu hamil sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan tidak terkecuali di Kabupaten Kepahiang. Kehamilan dengan anemia dapat membahayakan keselamatan ibu dan kesehatan janin didalam kandungan.Tujuan: Untuk menganalisis persepsi ibu hamil tentang  kerentanan, keseriusan dan manfaat dengan kejadian anemiaMetode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, populasinya adalah ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kepahiang. Sampel sebanyak 104 ibu hamil berusia 18 sampai 20 tahun sebagai responden. Instrumen sikap tentang perilaku kesehatan selama kehamilan dan pemeriksaan laboratorium anemia ibu. Statistik data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat, analisis data chi-square.Hasil: Didapatkan 104 responden, 79 (76%) memiliki kerentanan yang tinggi, 71 (68,3%), memiliki keseriusan yang tinggi, 58 (55,8%) merasakan manfaat yang tinggi, 71 (68,3%) merasakan isyarat/tanda yang tinggi, dan 85 (81,7%) mengalami anemia. Hasil analisa bivariate menunjukkan kerentanan, keseriusan, isyarat/ tanda, manfaat memiliki pengaruh yang signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan p value < 0,05. Hasil akhir analisa multivarait variabel yang paling dominan berpengaruh dengan kejadian anemia pada ibu hamil  di Kabupaten Kepahiang  adalah variabel keseriusan dengan nilai p value = 0,000 < α (0,05).Simpulan: Terdapat pengaruh yang bermakna antara kerentanan, keseriusan, manfaat dan isyarat berpengaruh terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Kabupaten Kepahiang.Saran: Perlu ditingkatkan usaha promosi kesehatan khususnya pada ibu hamil agar kepatuhan ibu hamil untuk melakukan ANC meningkat.
Pengaruh simulasi pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) terhadap pengetahuan dan motivasi siswa tentang penanganan kejadian kecelakaan lalu lintas Made Novita Sari; Eka Yudha Chrisanto; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.4754

Abstract

The effect of basic life support training simulation on knowledge and motivation of first aid in road traffic accidents among high school students Background: Basic Life Support is the main foundation used to save someone who is  experiencing cardiac arrest. Accidents are events that can cause injury or even cause  death. Based on a survey at the South Lampung Police, there were 295 accident data in  2020. Purpose: To know the effect of basic life support training simulation on knowledge and motivation of first aid in road traffic accidents among high school studentsMethod: A quantitative, using a quasi-experimental design, and two-group (intervention group and control group) pretest-posttest design was carried out at Yadika Natar High School, Lampung on 08 May 2021 - 09 June 2021. The population of all students with a sample of 32 participants. Collecting data using a questionnaire distributed to participants. Data analysis by univariate (frequency distribution) and bivariate (Wilcoxson test).Results: Finding that most of the participants' knowledge and motivation before the simulation was 6 (37.5%) for knowledge and motivation less than 8 (50.0%). After a  simulation of the knowledge level of 16 (100%) participants with 16 (100%) participants having prime motivation. There is a relationship between the basic life support training simulation on increasing knowledge and motivation about handling traffic accidents with a P-value of 0.001 for knowledge and a P-value of 0.000 for participants' motivation.Conclusion: There is a relationship between the basic life support training simulation with increasing students' knowledge and motivation about handling traffic accidents at Yadika  Natar High School South Lampung in 2021 with an M±SD value before the simulation of  5.56±1.711 for participant knowledge and 47.06±9.657 for participant motivation. Meanwhile, after the simulation, the M±SD value was 7.88±1.408 for participant knowledge and 67.94±3.586 for participant motivation. The researcher hopes that the school can cooperate with the trainers to provide health education and counseling regularly to students about first aid measures in the event of a traffic accident.Keywords: Basic life support training;  Simulation; Knowledge; Motivation; First aid; Road traffic accidents; High school studentsPendahuluan: Bantuan hidup dasar merupakan pondasi utama yang digunakan untuk  menyelamatkan seseorang yang sedang mengalami serangan jantung. Kecelakaan adalah  suatu kejadian yang dapat menyebabkan cedera atau bahkan menyebabkan  kematian. Berdasarkan survei di Polres Lampung Selatan, terdapat 295 data kecelakaan  pada tahun 2020. Tujuan: Pengaruh simulasi pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) terhadap pengetahuan dan motivasi siswa tentang penanganan kejadian kecelakaan lalu lintasMetode: Penelitian kuantitatif, menggunakan desain quasi-experimental, dan  rancangan two group pretest-posttest, dilakukan di SMA Yadika Natar Lampung  Selatan bulan 08 mei 2021 - 09 juni 2021. Partisipannya sebanyak 32 yang di bagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan masing- masing kelompok sebanyak 16 partisipan. Pengambilan  sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 32 partisipan. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang dibagikan  ke partisipan. Analisis data secara univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (uji  wilcoxon). Hasil: Diketahui pada kelompok intervensi sebagian besar pengetahuan dan motivasi partisipan sebelum simulasi  adalah 6 (37.5%) untuk pengetahuan dan motivasi kurang dari 8 (50.0%). Setelah  dilakukan simulasi tingkat pengetahuan baik sebanyak 16 (100%) partisipan dengan 16  (100%) partisipan memiliki motivasi tinggi. Ada hubungan antara simulasi pelatihan  bantuan hidup dasar terhadap peningkatan pengetahuan dan motivasi siswa tentang  penanganan kecelakaan lalu lintas dengan nilai P value sebesar 0.001 untuk pengetahuan  dan nilai P value sebesar 0.000 untuk motivasi partisipan. Simpulan: Ada hubungan antara simulasi pelatihan bantuan hidup dasar dengan  peningkatan pengetahuan dan motivasi siswa tentang penanganan kecelakaan lalu lintas  di SMA Yadika Natar Lampung Selatan tahun 2021 dengan nilai M±SD sebelum  simulasi sebesar 5.56±1.711 untuk pengetahuan partisipan dan 47.06±9.657 untuk  motivasi partisipan. Sedangkan setelah dilakukan simulasi didapatkan nilai M±SD  sebesar 7.88±1.408 untuk pengetahuan partisipan dan 67.94±3.586 untuk motivasi  partisipan. Peneliti berharap pihak sekolah dapat bekerjasama dengan para pelatih untuk  memberikan penyuluhan dan pendidikan kesehatan secara berkala kepada siswa tentang  tindakan pertolongan pertama pada saat terjadi kecelakaan lalu lintas.  
Penerapan tehnik relaksasi: Nafas dalam terhadap perilaku pemenuhan nutrisi pada penderita hipertensi dalam mengontrol tekanan darah Desmon Wirawati; Teresa Teresa; Ellya Qolina
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.5839

Abstract

Background: Hypertension is a major cause of death. In 2013 as many as 25.8% of the Indonesian population suffered from hypertension. Pattern or lifestyle is one of the factors that causes an increase in cases of hypertension. The application of relaxation techniques with deep breathing is one form of nursing care in patients with increased blood pressure. The research was conducted in the target area of Bojong Nangka Kelapa Dua Tangerang with a population of people with hypertension in the area.Purpose: Knowing the effect of applying deep breathing relaxation techniques on the behavior of fulfilling nutrition in patients with hypertension in controlling blood pressure.Method: The research method used is cross-sectional. The sampling technique in this study used probability sampling as many as 104 respondents.Results: The results showed that the highest respondent characteristics were at the age of 46-55 years (31.7%), women were 66 people (65.5%), ethnic Sundanese 44 people (42.3%), respondents who did not work were 74 people (71.2%) , with education level not in school as many as 50 people (48.1%). There is a relationship between deep breathing relaxation techniques and blood pressure in patients with hypertension in the target area of the Bojong Nangka Public Health Center with a p value of 0.000 <0.05. Relaxation techniques are significantly effective in reducing anxiety and stress levels in hypertension patients. Keywords: Deep Breath Relaxation; Nutrition; Hypertension Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyebab kematian utama. Pada tahun 2013 sebanyak 25,8% penduduk Indonesia menderita Hipertensi. Pola atau gaya hidup menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan kasus Hipertensi. Penerapan tehnik relaksasi dengan napas dalam merupakan salah satu bentuk asuhan keperawatan pada pasien dengan peningkatan tekanan darah. Penelitiaan dilakukan di wilayah Bojong Nangka Kelapa Dua Tangerang dengan populasi penderita Hipertensi di wilayah tersebut.Tujuan: Mengetahui pengaruh penerapan tehnik relaksasi nafas dalam terhadap perilaku pemenuhan nutrisi pada penderita hipertensi dalam mengontrol tekanan darah.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan probability sampling sebanyak 104 responden.Hasil: Hasil penelitian menunjukan, karakteristik responden tertinggi pada usia 46-55 tahun (31.7%), perempuan sejumlah 66 orang (65,5%), suku bangsa Sunda 44 orang (42.3%), responden yang tidak bekerja yaitu 74 orang (71.2%), dengan tingkat Pendidikan tidak sekolah sebanyak 50 orang (48.1%). Adanya hubungan antara tehnik relaksasi nafas dalam dengan tekanan darah pada penderita Hipertensi di wilayah binaan puskesmas Bojong Nangka dengan nilai p0.000 < 0.05. Tehnik relaksasi efektif secara signifikan dalam mengurangi tingkat cemas dan stress pada pasien Hipertensi. 
Pengaruh edukasi metode bernyanyi dan video animasi cuci tangan pakai sabun terhadap kemampuan mencuci tangan dengan benar pada siswa-siswi taman kanak -kanak Bakti Herwanti; Christin Angelina Febriani; Fitri Eka Sari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.5768

Abstract

Hand washing in kindergarten school students using demonstration, song, and animated video Background: Awareness to maintain personal health must be instilled from an early age. Pre-school-age children have a habit of paying less attention to the proper use of handwashing. One method of health promotion about hand washing that is interesting for children is the singing and animated video.Purpose To determine the effect of using demonstration, song, and animated video about proper handwashing among kindergarten school studentsMethod: Quantitative research with two group pre-test post-test design. The population was all students at Hidayatullah Waydadi Kindergarten, Bandar Lampung City, and the samples were total population, as many as 46 students, divided by 2 groups, demonstration, song, and animated video. Each group consists of 23 participants. Data was collected with a checklist and observation sheets. The statistical test used Wilcoxon signed-rank test.Results: The finding of 46 participants, before having intervention, all participants were improperly in handwashing (100%), and after having the intervention of demonstration, song, of 18 (78%) had a properly in handwashing  and by an animated video of 19 (83%). Wilcoxon statistical test both groups showed p-value = 0.000 < (0.05).Conclusion: There was an effect of using demonstration, song, and animated video about proper handwashing among kindergarten school students. The result by using an animated video it was more effectiveSuggestion: It is necessary to apply to learn to use demonstrations, songs, and animated videos about properly and correctly handwashing among kindergarten school students. By using, animated video learning is easier to understand to the student.Keyword: Hand washing;  Kindergarten school students; Demonstration; Song; Animated videoPendahuluan: Kesadaran untuk menjaga kesehatan diri, harus ditanamkan sejak dini. Anak usia pra sekolah mempunyai kebiasaan kurang memperhatikan perilaku mencuci tangan. Salah satu metode promosi kesehatan tentang cuci tangan yang menarik untuk anak yaitu dengan metode bernyanyi dan video animasi.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh demonstrasi, bernyanyi dan vieo animasi terhadap kemampuan cuci tangan pada siswa-siswa taman kanak-kanak (TK).Metode:Penelitian kuantitatif dengan desain two group pre-test post-test. Populasinya adalah siswa-siswa TK Hidayatullah Waydadi, dan sampel menggunakan total populasi sebanyak 46 orang. Masing-masing grup berisi 23 partisipan. Pengumpulan data dengan lembar check list dan observasi. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil: Diperoleh hasil dari 46 responden, sebelum intervensi seluruh responden tidak mampu melakukan tindakan cuci tangan dengan benar (100%), sesudah diberikan intervensi metode bernyanyi yang mampu melakukan tindakan cuci tangan dengan benar sejumlah 18 (78%) dan sejumlah 19 (83%) mampu melakukan cuci tangan engan benar melalui metode video animasi. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan p value = 0,000 < α (0,05).Simpulan: Terdapat pengaruh edukasi metode bernyanyi dan metode video animasi cuci tangan pakai sabun terhadap kemampuan mencuci tangan pada siswa-siswa taman kanak-kanak (TK).Saran: Perlu diterapkan pembelajaran menggunakan demonstrasi, lagu, dan video animasi tentang cuci tangan yang baik dan benar di kalangan siswa sekolah TK dengan menggunakan video animasi pembelajaran lebih mudah dipahami oleh siswa.
Stunting dan faktor determinannya pada balita usia 6–59 bulan di Kabupaten Lampung Tengah Veronica Ela Rimawati; Dhiny Easter Yanti; Nurul Aryastuti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.5613

Abstract

Stunting and its determinant factors among children aged 6–59 months in Central Lampung RegencyBackground: Stunting is a chronic malnutrition problem caused by insufficient nutritional intake for a long time because of poor nutritional needs. In (2018) data at the level of Lampang Province was above the national average, of 42.64% of most cases of stunting in Central Lampung Regency with a prevalence of 52.8%, then West Lampung with a prevalence of 37.3%, and Pesawaran 35.1.%.Purpose: To know the relationship stunting and its determinant factors among children aged 6–59 months in Central Lampung RegencyMethod: Quantitative research with a case-control approach. The population in this study were all toddlers aged 6-59 months, a sample of 144. Data collection used a questionnaire, univariate data analysis (frequency distribution), bivariate (chi-square), and multivariate (logistic regression).Results: There was no relationship between weight (p-value 1,000 OR 1.057), consumption of iodized salt (p-value 0.404 OR 1.398), education (p-value 0.732 OR 1.193), history of infectious disease (p-value 0.243 OR 639). There is a relationship between exclusive breastfeeding (p-value 0.025 OR 2.326), nutritional status of pregnant women (p-value 0.000 OR 16.771), taking vitamin A capsules (p-value 0.033 OR 2.311), various foods (p-value 0.000 OR 4.333), and economic status (p-value 0.000 OR 10.771) with the incidence of stunting. Conclusion: Nutritional status during pregnancy is the dominant factor with the highest OR value of 16,207.Conclusion: Nutritional status during pregnancy is the dominant factor with the highest OR value of 16,207. Keywords: Toddler; Nutrition; StuntingPendahuluan: Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) diyakini menjadi kunci untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Stunting telah menjadi salah satu masalah gizi yang dialami penduduk Indonesia. Banyak cara untuk mengurangi prevalensinya, salah satunya adalah dengan mengonsumsi singkong.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan Stunting dan faktor determinannya pada balita usia 6–59 bulan di Kabupaten Lampung TengahMetode: Pendekatan case control, populasi dalam penelitian adalah seluruh balita usia 6-59 bulan, sampel berjumlah 144. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data secara univariat (distibusi frekuensi), bivariat (chi square), dan multivariat (regresi logistik).Hasil: Tidak ada hubungan menimbang berat badan (p-value 1,000 OR 1,057), mengonsumsi garam beryodium (p-value 0,404 OR 1,398), pendidikan (p-value 0,732 OR 1,193), riwayat penyakit infeksi (p-value 0,243 OR 639). Ada hubungan ASI eksklusif .(p-value 0,025 OR 2,326), status gizi ibu hamil .(p-value 0,000 OR 16,771), mengonsumsi kapsul vitamin A (p-value 0,033 OR 2,311), makanan beraneka ragam (p-value 0,000 OR 4,333), dan status ekonomi (p-value 0,000 OR 10,771) dengan kejadian stunting.Simpulan: Status gizi saat ibu hamil merupakan faktor dominan nilai OR tertinggi yaitu sebesar 16,207.
Latihan fisik pada anak penderita asma: Studi literatur Siti Rahmawati; Iwan Shalahuddin; Gusgus Ghraha Ramdhanie
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.4663

Abstract

Children with asthma and physical exercise: A literature StudyBackground: Physical exercise in children with asthma is very important, but the negative perception that there will be a recurrence of asthma attacks after physical exercise makes them reluctant to do physical exercise. This has a negative impact on fitness which will cause the rate of recurrence of asthma to increase so there will be an increase in the number of emergency management and hospitalizations, followed by poorly attended rates in school, and decreased productivity.Purpose: To synthesize existing research on various physical exercises in children with asthma.Method: This literature design uses a narrative review method. Search for articles specified in Indonesian, namely "Latihan Fisik" AND "Anak" AND "Asma". And for the English article, namely "Physical Exercise" AND "Children" AND "Asthma".Results: Finding 10 articles that were identified and relevant to the purpose of the study. The result of the literature study illustrated that there were several physical exercises that were applied by children with asthma as non-pharmacological therapy, including physical exercise swimming, active play, cycling/static cycling, HIIT aerobic physical exercise, treadmill, and indoor physical exercise (low intensity: walking, flexibility, coordination/relaxation High intensity: running, weight training with companion/sports team).Conclusion: All articles showed that physical exercise could maintain body fitness, could improve asthma control, and could improve the quality of life of children with asthma. This literature study is to be used as an information and educational content in nursing interventions on asthma management in children.Keywords: Asthma; Children; Physical exercisePendahuluan: Latihan fisik pada anak penderita asma sangat penting, namun adanya persepsi negatif akan adanya kekambuhan serangan asma setelah latihan fisik membuat enggan melakukan latihan fisik. Hal tersebut berdampak negatif pada kebugaran tubuh yang akan menyebabkan angka kekambuhan asma meningkat sehingga akan terjadi peningkatan angka penanganan gawat darurat dan rawat inap, angka absensi anak disekolah meningkat dan menurunkan produktivitas.Tujuan: Untuk mensintesis penelitian yang telah ada mengenai berbagai latihan fisik pada anak penderita asma. Metode:  Desain literatur ini menggunakan metode narrative review. Pencarian artikel  yang ditentukan dalam Bahasa Indonesia yaitu “Latihan Fisik” DAN “Anak” DAN “Asma”. Dan untuk artikel Bahasa Inggris yaitu “Physical Exercise” AND “Children” AND “Asthma”.Hasil: Didapatkan 10 artikel yang teridentifikasi dan relevan dengan tujuan penelitian. Hasil studi literatur menggambarkan terdapat beberapa latihan fisik yang bisa dilakukan oleh anak penderita asma sebagai terapi nonfarmakologis, diantaranya ada latihan fisik berenang, bermain aktif, bersepeda/bersepeda statis, latihan fisik aerobic HIIT, treadmill dan latihan fisik didalam ruangan (intensitas rendah: berjalan, fleksibilitas, koordinasi/relaksasi. Intensitas tinggi : berlari, latihan beban dengan pendamping/olahraga tim).Simpulan: Dari semua artikel menunjukkan bahwa dengan latihan fisik dapat menjaga kebugaran tubuh, dapat meningkatkan kontrol asma serta dapat meningkatkan kualitas hidup anak penderita asma. Studi literatur ini diharapkan dapat dijadikan informasi dan muatan edukasi dalam intervensi keperawatan pada manajemen asma pada anak. 
Nyeri persalinan dan tingkat kecemasan pada ibu inpartu kala I fase aktif Sunarsih Sunarsih; Tuti Puspita Sari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.6053

Abstract

Labor pain and anxiety levels in the mothers inpartu active phase of the first stage at Metro medical center, Lampung-IndonesiaBackground: Anxious feeling whom mother felt at give birth process would influence toward painful sensation in giving a birth. The presurvey result that done at Metro medical center, finding of 7 mother who give birth, most of them (71,4 %) had  anxious level  that was medium, and there were of 4 mother (57, 2%) had a light pain, and of 3 was a medium pain.Purpose: Knowing the correlation of labor pain and anxiety levels in the mothers inpartu active phase of the first stageatmedical center, Metro Lampung-IndonesiaMethod: A quantitative with cross sectional and the sample of 31 inpartu active phase by using accidentall sampling method. Instrument for painful intensity used Baurbanispainful scale and for anxious level’s by using State-trait anxiety inventory (STAI) Form Y-1. This research had done  on2018 and data analyses used person product moment test.Results: Finding that the average of anxious level inpartu mother was of 51.35 and the average of pain score was of 4,68.Conclusion: There was correlation between of labor pain and anxiety levels in the mothers inpartu active phase of the first stage at medical center, Metro Lampung-Indonesia. Medical care provider to be give more information regarding  the birth physiology in order to mother could prevent anxious feeling during giving birth process.Keywords:  Labor Pain; Anxiety Levels; Mothers InpartuPendahuluan: Rasa cemas yang dialami ibu pada proses persalinan akan berpengaruh terhadap nyeri pada persalinan. Hasil prasurvey yang dilakukan di BPS P Kota Metro menunjukkan bahwa dari 7 ibu bersalin, sebagain besar (71,4%) memiliki tingkat kecemasan sedang dan sebanyak 4 ibu bersalin (57,2%) memiliki intensitas ringan, 3 ibu (42,8%) memiliki intensitas nyeri sedang.Tujuan: Diketahuinya hubungan tingkat kecemasan terhadap nyeri pada ibu inpartu kala I fase aktif di BPS P Kota Metro.Metode:Penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian cross sectional dan sampel berjumlah 31. Pengambilan sampel dengan metode accidental sampling. Pengumpulan data intensitas nyeri menggunakan skala nyeri Bourbanis, sedangkan pengumpulan data tingkat kecemasan ibu bersalin dilakukan menggunakan State-trait anxiety inventory (STAI) Form Y-1. Penelitian telah dilaksanakan pada tahun 2018. Analisa data menggunakan uji person product moment. Hasil: Diperoleh rata-rata tingkat kecemasan ibu inpartu adalah 51,35 dan rata-rata skor nyeri yang dirasakan adalah 4,68.Simpulan: Adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan nyeri ibu inpartu kala I fase aktif. Bagi ibu yang akan menjalani proses persalinan hendaknya menggali informasi tentang fisiologis persalinan agar ibu bersalin mampu mencegah terjadinya kecemasan selama proses persalinan. 
Pengaruh kecerdasan emosional dan spiritual terhadap kinerja perawat dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening Ismuhadi Ismuhadi; Muhibbullah Ali Puteh
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.5362

Abstract

Effect of spiritual intelligence, emotional intelligence on job performance among nurses with the organizational commitment as an intervening variableBackground:  The need for nurses as medical personnel is more when compared to other health workers, making nurses one of a number of medical personnel who have an important role in improving the quality of existing health.Purpose: To test the effect of spiritual intelligence, emotional intelligence on job performance among nurses with the organizational commitment as an intervening variableMethod: This research analyzes the data using a structural equation modeling (SEM) model, the sample is 223 nurses at RSUD dr. Zubir Mahmud, East Aceh Regency. The technique in determining the sample is total sampling.Results: Emotional intelligence has a significant positive effect on individual performance. Likewise, spiritual intelligence has an influence on performance but is mandatory through organizational commitment. Another finding is that emotional intelligence or spiritual intelligence have a significant positive effect on organizational commitment. Furthermore, the last finding is that organizational commitment has a positive influence on individual performance.Conclusion: The hypothesis test provides the finding that emotional intelligence has a significant positive effect on individual performance. Keywords: EQ; SQ; Performance; Organizational Commitment; NursePendahuluan: Kebutuhan akan perawat sebagai tenaga medis yang lebih banyak jika dibanding dengan tenaga kesehatan lainnya menjadikan perawat sebagai satu dari sejumlah tenaga medis yang memiliki peranan penting terhadap meningkatnya kualitas kesehatan yang ada.Tujuan: Tujuan dari riset ini agar dapat melakukan pengujian pada Pengaruh Kecerdasan Emosi dan Spiritual Terhadap Kinerja Perawat, serta peran komitmen organisasi sebagai variabel intervening apakah memediasi Kecerdasan Emosi dan Spiritual Terhadap Kinerja PerawatMetode: Riset ini menganalisa datanya dengan menggunakan model structural equation modeling (SEM), sampelnya adalah 223 perawat pada RSUD dr Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur dengan Teknik dalam menentukan sampel adalah sampling total.Hasil:  Kecerdasan  emosi memunyai pengaruh  positif signifikan atas kinerja individu. Sama halnya dengan kecerdasan spiritual yang memunyai pengaruh pada kinerja namun wajib dengan perantara komitmen organisasi. Penemuan lainnya yakni kecerdasan emosional ataupun kecerdasan spiritual memunyai pengaruh positif signifikan atas komitmen organisasi. Selanjutnya, terakhir penemuannya berupa komitmen organisasi mempunyai pengaruh positif atas kinerja individu.Simpulan: Uji hipotesisi tersebut memberikan penemuan yakni  kecerdasan emosi memunyai pengaruh  positif signifikan atas kinerja individu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok di kalangan remaja Desmon Wirawati; Sudrajat Sudrajat
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.5349

Abstract

Factors influencing smoking behavior among adolescentsBackground:  Base on research that the overall smoking prevalence among Indonesian adolescents is 7.2%. The prevalence is substantially higher among males compared to females. Smoking behavior started with curiosity and peer influence and also occurs because of the influence of the social environment.Purpose : To know the factors influencing smoking behavior among adolescentsMethod: A quantitative approach, the population is teenagers as student status at government Junior High School Kelapa Dua, Tangerang Banten and the sample is 659 respondents using a total sampling technique. The questionnaire had tested for validity and reliability before being used.The instrument used to measure the level of knowledge is a knowledge questionnaire using a true and false linker scale and analyzed using the chi-square test.Results:  The finding that adolescents' knowledge was in a good category 59.51% regarding of health effects of cigarette smoking. The biggest risk factor for adolescents to smoke is family members who smoke at the home of 69.33%.Conclusion : Knowledge among adolescents about the impact of smoking on health is still relatively good but has a smoking risk factor, namely the presence of family members who smoke. The recommendation for the management of the public health center, keep always promote the impact of smoking on health in every family towards a physically and mentally healthy family.Keywords: Influencing; Smoking; AdolescentsPendahuluan: Prevalensi merokok secara keseluruhan di kalangan remaja Indonesia adalah 7,2%, Prevalensi secara substansial lebih tinggi di antara laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Perilaku  merokok  diawali oleh rasa ingin tahu dan pengaruh teman sebaya. Remaja mulai merokok terjadi akibat pengaruh lingkungan sosial.Tujuan: Mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok di kalangan remajaMetode: Pendekatan kuantitatif, populasinya adalah remaja berstatus pelajar SMP Negeri Kelapa Dua Tangerang Banten dan sampel sebanyak 659 responden dengan teknik total sampling. Kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan adalah angket pengetahuan menggunakan skala linker benar dan salah dan dianalisis menggunakan uji chi-square.Hasil: Pengetahuan remaja dalam kategori baik 59,51% tentang dampak merokok terhadap kesehatan. Faktor risiko terbesar remaja untuk merokok adalah anggota keluarga yang merokok di rumah sebesar 69,33%.Simpulan: Pengetahuan di kalangan remaja tentang dampak rokok bagi kesehatan masih tergolong baik namun memiliki faktor risiko merokok yaitu adanya anggota keluarga yang merokok. Saran bagi pengelola Puskesmas, tetap selalu mensosialisasikan dampak rokok terhadap kesehatan pada setiap keluarga menuju keluarga yang sehat jasmani dan rohani.
Hubungan motivasi ekstrinsik dan intrinsik perawat terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan Nugroho Cahyo Kusumantoro; Dewi Kusuma Ningsih; Muhammad Ricko Gunawan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.2323

Abstract

Background: Documentation of nursing care is a professional requirement that must be accounted for, both in ethical and legal aspects. Motivation is something that encourages someone to behave in achieving a goal. The size of motivation depends on each person. Based on average data from 2016 to 2017 at the West Lampung District Health Center, it is known that of 36 nursing care actions that are in accordance with the SOP, an average of 22.2% documenting nursing care from assessment to evaluation was 58.56%.Purpose: To identify extrinsic and intrinsic in nursing motivation factors toward documenting nursing careMethod: A quantitative research with cross sectional design. This research was conducted from 25 June to 25 July 2019 at Health Center, West Lampung Regency. The population in this study were all nurses in health centers in the West Lampung Regency, Lampung Province, amounting to 104 respondents, while the side technique taken with the purposive sampling method was 63 respondents. Data collection by questionnaire, data analysis by univariate and bivariate (chi square).Results: There was a relationship between intrinsic motivation to document nursing care, p = 0.005 means that p <α (0.05), there was a relationship of extrinsic motivation to document nursing care, p = 0.007, meaning p <α (0, 05).Conclusion: There is a relationship between extrinsic motivation and intrinsic motivation to document nursing care at Health Center Barat Lampung Regency in 2019Keywords : Documenting; Extrinsic; Intrinsic; Nursing motivationPendahuluan: Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan tuntutan profesi yang harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari aspek etik maupun aspek hukum. Motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertingkah laku dalam mencapai suatu tujuan. Besar kecilnya motivasi tergantung pada masing-masing orang. Berdasarkan data rata-rata tahun 2016 sampai 2017 pada Puskesmas Kabupaten Lampung Barat, diketahui bahwa dari 36 tindakan asuhan keperawatan yang sesuai dengan SOP rata-rata 22,2% pendokumentasian asuhan keperawatan dari pengkajian sampai dengan evaluasi sebanyak 58,56%.Tujuan: Mengidentifikasi faktor ekstrinsik dan intrinsik dalam motivasi keperawatan terhadap pendokumentasian asuhan keperawatanMetode : Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini sudah dilaksanakan tanggal 25 Juni sampai 25 Juli 2019 di UPTD Puskesmas Kabupaten Lampung Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di puskesmas yang ada di Kabupaten Lampung Barat provinsi Lampung yaitu berjumlah 104 responden, sedangkan teknik samping yang diambil dengan metode purposive sampling yaitu 63 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner, analisis data secara univariat dan bivariat (chi square).Hasil: Terdapat hubungan hubungan motivasi intrinsik terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan, didapatkan p= 0,005 berarti p<α (0,05), Terdapat hubungan motivasi ekstrinsik terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan, didapatkan  p= 0,007 berarti p < α (0,05).Simpulan: Adanya hubungan antara motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan di UPTD Puskesmas Kabupaten Lampung Barat tahun 2019.