cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2019)" : 32 Documents clear
Pelatihan Pemantapan Konsep Materi Fisika dan Pengukuran Bagi Guru IPA di SMPN 9 Mataram Aris Doyan; Susilawati Susilawati; Syamsul Bahri; Muhlis Muhlis; I Putu Artayasa
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.339 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.333

Abstract

Abstrak: Mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang materinya merupakan keterpaduan antara biologi, kimia dan fisika. Namun, masih banyak guru yang belum memiliki latar belakang pendidik IPA. Guru IPA di SMP kota Mataram kebanyakan berlatar belakang biologi, maupun fisika. Bagi guru yang memiliki latar belakang pendidikan biologi, mereka merasa kesulitan dalam membimbing siswanya untuk mengkaji materi fisika. Dengan terpaksa guru IPA yang tidak mempunyai latar belakang IPA secara utuh harus tetap mengajarkan IPA kepada siswanya, akibatnya siswa tidak dapat memahami materi IPA secara utuh. Berdasarkan analisis kompetensi dasar pada masing-masing jenjang kelas di SMP, terdapat 33% kompetensi dasar yang merupakan kajian fisika, dan sisanya 67% merupakan kajian biologi dan kimia. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, guru IPA yang tidak memiliki latar belakang IPA secara utuh merasa kurang percaya diri dalam menyampaikan materi IPA. Pelatihan yang dilaksanakan mendapatkan respon positif dari guru peserta dan pelaksanaan PKM berhasil diketahui dari tingkat kehadiran peserta mencapai 90%.. Keywords: Materi fisika dan Pengukuran.
Sosialisasi Tentang Mitigasi Bencana Tsunami dan Gempa Lombok Di Jempong Baru, Sekarbela, Mataram Muhammad Zuhdi; Mukh Makhrus; Sutrio Sutrio; Wahyudi Wahyudi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.845 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.316

Abstract

Abstrak: Bencana Gempa bumi di pulau Lombok yang terjadi secara berturut-turut sejak bulan Juli 2018 sampai akhir 2018, telah menimbulkan sejumlah korban harta benda dan korban jiwa. Sebanyak 209 jiwa telah terenggut pada saat kejadian gempa ini, sedangkan kerusakan infrastuktur dan bangunan diperkirakan mencapai nilai kerugian hingga 300 milyar rupiah. Gempa ini juga telah menimbulkan terjadinya keretakan pada tanah dan longsor pada beberapa tempat di sekitar Gunung Rinjani. Gempa bumi yang disertai gelombang tsunami yang telah menelan hingga puluhan ribu korban jiwa di Aceh adalah merupakan gempa bumi dengan jumlah korban terbanyak dalam kurun 45 tahun terakhir. Gempa terbesar sebelumnya pernah terjadi di Peru, pada tahun 1970 dengan korban sebanyak 120.000 jiwa. Gempa bumi yang diikuti tsunami dan likwifaksi juga telah menghancurkan sebagian kota di daerah pantai di Palu. Likwifaksi dan tsunami yang terjadi sebagai bencana sekunder di Palu telah menelan korban yang jauh lebih banyak dibandingkan bencana primernya. Kekhawatiran masyarakat Lombok akan terjadinya gempa dan tsunami dengan kekuatan yang jauh lebih besar lagi justru akan menyulitkan warga masyarakat untuk segera bangkit kembali pasca gempa besar yang telah terjadi di Pulau Lombok. Untuk itu, maka perlu dilakukan upaya sosialisasi yang akan membuat masyarakat lebih paham terhadap resiko jika suatu saat terjadi bencana alam dan juga mengurangi kekhawatiran yang berlebihan akibat pemahaman yang kurang pada masalah bencana. Oleh sebab itu maka perlu dilakukan upaya pemecahan masalah ini, melaui sosialisasi tentang mitigasi bencana. Hasil sosialisasi ini telah membuat masyarakat menjadi faham tentang resiko bencana, cara menanggulanginya dan menghilangkan kekhawatiran yang berlebihan. Keywords: Sosialisasi; Mitigasi; Gempa; Tsunami.
Sosialisasi dan Pendampingan Pengembangan Instrumen Hasil Belajar Berbasis Ketrampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) pada Mahasiswa Magister Pendidikan IPA Universitas Mataram Wildan Wildan; Aliefman Hakim; Dwi Laksmiwati; Lalu Rudyat Telly Savalas; Supriadi Supriadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.709 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.335

Abstract

Abstract: The objective of this community service activity was to increase the understanding and ability of the students of Master of Science Education University of Mataram to develop learning outcomes instruments based on higher-order thinking skills. This activity was carried out with several methods, namely lectures, questions and answers, brief exercises and focused discussions. The activity ended with an evaluation to get an overview of the process and results of the activity. Data collection was done through questionnaires, interviews, and discussions. Based on the results of data collection, it can be concluded that the activities ran well, the results were very beneficial for the participants, and will be followed up with exercises to develop HOTS-based learning outcomes tests suitable with the demands of the 2013 curriculum. The obstacles in developing HOTS-based learning outcome include inadequate abilities and heavy administrative and academic tasks. Keywords:Science Learning, Learning Outcome, HOTS
Pengembangan Tes Keterampilan Proses Sains Untuk Pembinaan Olimpiade Sains Di SMPN 20 Mataram I Putu Artayasa; Muhlis Muhlis; Gito Hadiprayitno; I Wayan Merta; Karnan Karnan
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.159 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.318

Abstract

Abstract: Keberhasilan siswa dalam lomba olimpiade sains memberikan informasi tentang keefektifan guru dalam pembinaan olimpiade sains di sekolahnya. Analisis situasi di SMPN 20 Mataram menunjukkan bahwa prestasi siswa dalam lomba olimpiade sains tersebut belum optimal. Proses pembinaan olimpiade sains oleh guru IPA lebih banyak melalui pembahasan tes yang lebih mengarahkan siswa menghapal jawaban tes, padahal tes olimpiade sains selama ini lebih menuntut siswa berpikir tingkat tinggi dan menerapkan keterampilan proses sains dalam menjawab tes. Dengan demikian, dilakukan pengabdian masyarakat dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru IPA SMPN 20 Mataram dalam pembinaan olimpiade sains, terutama dalam melatih keterampilan proses sains siswanya. Peningkatan kemampuan guru tersebut dilakukan melalui pendampingan guru dalam mengembangkan tes keterampilan proses sains. Pendampingan ini dilakukan melalui kegiatan pelatihan penyusunan tes keterampilan proses sains dan kunjungan dari tim pengabdian ke sekolah untuk mendiskusikan kesulitan yang masih dihadapi guru dalam mengembangkan tes olimpiade sains. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa guru IPA di SMPN 20 Mataram menjadi lebih mengenal karakteristik tes olimpiade sains termasuk teknik mengembangkan tes keterampilan proses sains, serta memiliki peningkatan keterampilan dalam mengembangkan tes terutama yang berkaitan dengan penerapan keterampilan proses sains. Keywords: IPA; keterampilan proses sains; olimpiade sains nasional
Pengayaan Materi Olimpiade Fisika dan Pelatihan Penyelesaian Soal-Soal Olimpiade Fisika Bagi Guru dan Siswa di SMP Islam Terpadu Putra Mataram Susilawati Susilawati; A. Doyan; M. Taufik; M. Zuhdi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.632 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.334

Abstract

Abstract: Tujuan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa SMP Islam Terpadu Putra Mataram dalam mengerjakan soal-soal olimpiade. Kegiatan ini dilakukan melalui tiga tahapan yaitu , tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Secara umum, pelaksanaan kegiatan Pembinaan Olimpiade IPA Fisika SMP Islam Terpadu Putra Mataram berjalan dengan baik. Hal ini ditandai dengan meningkat minat siswa dalam mengikuti pembinaan, siswa bersemangat dalam mengikuti setiap pembinaan, siswa sangat aktif mengerjakan soal-soal Olimpiade yang diberikan oleh Pembina. Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta kegiatan pelatihan diperoleh data bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena telah memberikan pengalaman bagi siswa terkait bentuk soal-soal Olimpiade. Peserta sangat berharap kegiatan pembinaan tersebut dapat dilaksanakan di waktu yang lain Keywords:  Olimpiade IPA Fisika, Pembinaan,  Soal-soal
Pelatihan Animasi Rangkaian Listrik Menggunakan Live Wire 1.11 Pro Bagi Siswa Kelas XII IPA 2 SMA Negeri 7 Mataram Wahyudi Wahyudi; Muh. Makhrus; I Wayan Gunada; Muhammad Taufik
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.06 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.327

Abstract

Abstrak: Salah satu masalah di dunia pendidikan adalah rendahnya kemampuan siswa SMA dalam memecahkan soal-soal Fisika, terutama materi rangkaian listrik. Untuk mengatasinya, siswa perlu menggunakan media animasi sebagai alat bantu belajar, yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar yang dicapainya. Salah satu media animasi  adalah Livewire 1.11 pro, sebuah program komputer yang cukup membantu karena terdapat tampilan alur atau arah arus mengalir, sehingga mempermudah mindset pengguna akan jalannya arus dalam rangkaian listrik. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah melatih siswa-siswa untuk membuat animasi rangkaian listrik menggunakan Livewire 1.11 pro. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan tutorial cara menggunakan program komputer Livewire 1.11 pro, disertai  contoh.  Luaran yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah siswa-siswa SMA  memiliki kemampuan untuk membuat animasi rangkaian listrik menggunakan Livewire 1.11 pro.Setelah mengikuti kegiatan ini, siswa-siswa SMA memperolah tambahan wawasan pengetahuan dan keterampilan penggunaan program komputer Livewire 1.11 pro untuk mempermudah mempelajari rangkaian listrik.      Kata-kata kunci: Rangkaian listrik, Media animasi, Livewire 1.11 pro
Penyuluhan Penanganan Penyakit Scabies di Yayasan Pondok Pesantren Ma. Ishlahil Athfal Rumak Lombok Barat Edy Kurniawan; Aini Aini; Sri Rahmawati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.825 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.320

Abstract

pengetahuan kepada seluruh siswa tentang penyakit kulit skabies meliputi pengertian, gejala, tanda, cara penularan, dan pengobatan serta pencegahannya. Manfaat diselenggarakannya kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman siswa/masyarakat pesantren tentang penyakit scabies dan mampu menerapkan pola hidup sehat serta lingkungan bersih dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan penyuluhan ini merupakan suatu upaya untuk menangani permasalahan penyakit kulit yang sering terjadi di lingkungan pondok pesantren MA. Ishlahil Athfal dengan target sasaran adalah guru dan siswa. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan adalah melakukan pertemuan dengan kepala sekolah dan perwakilan guru Pondok Pesantren Ma. Ishlahil Atfhfal Rumak Lombok Barat guna meminta izin melakukan kegiatan penyuluhan dan membicarakan masalah teknis pelaksanaan. Dari hasil diskusi didapatkan kesepakatan kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada hari sabtu, 23 maret 2019 pukul 09.00 s/d selesai dengan target siswa kelas XII sebanyak 31 orang dengan tema Penyuluhan penanganan penyakit kulit (skabies). Kegiatan penyuluhan berjalan dengan lancar dimana para siswa sangat antusias dalam memperhatikan materi yang disampaikan, ada beberapa pertanyaan yang ternyata juga diajukan oleh para siswa karena rasa keingintauannya. Para siswa cukup terkejut dan takut saat melihat beberapa contoh penyakit kulit skabies yang ada dalam presentasi kami. Oleh karena itu penyuluhan tentang penyakit kulit skabies ini mampu memberikan tambahan pengetahuan bagi para siswa sehingga mereka dapat mencegah terinfeksi dan penularan penyakit skabies tersebut. Keywords: Penyakit Scabies; Penyuluhan; Penanganan
Kesiapsiagaan Bencana Gempabumi di SMP Negeri 2 Mataram Syahrial Ayub; Muh. Makhrus; Jannatin Arduha; Ni Nyoman Sri Putu Verawati; Kosim Kosim
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.111 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.328

Abstract

Abstrak: Lombok sebagai salah satu pulau di wilayah Indonesia yang sangat rentan terjadinya gempabumi. Tahun 2018 antara bulan Juli sampai Agustus pulau Lombok diguncang 4 kali gempa bumi berkekuatan besar, yaitu 29 Juli 2018 kekuatan 6,4 SR, 5 Agustus 2018 kekuatan 7 SR, 9 Agustus 2018 kekuatan 6,2 SR dan 19 Agustus 2018 berkekuatan 7 SR ditambah dengan rentetan gempa susulan yang mencapai 2500 kali. Hal ini terdampak luar biasa pada masyarakat di pulau Lombok. Bangunan, infrastruktur hancur dan korban ratusan korban jiwa pada rentetan gempa Lombok. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap gempa bumi dan mitigasi gempa bumi sangat kurang. Gempa bumi merupakan peristiwa alam yang tidak dapat diprediksi kapan terjadinya sehingga bisa terjadi tiba-tiba seperti saat bekerja, tidur, bermain, dan bahkan juga saat belajar di sekolah. Peserta didik adalah kelompok yang paling rentan menjadi korban gempa bumi demikian juga guru dan perangkat sekolah lainnya. Maka dari itu mereka sangat perlu dibekali kesiapsiagaan gempa bumi supaya kerugian material dan jiwa dapat diminimalisir. Kegiatan ini merupakan implementasi model pembelajaran mitigasi bencana alam gempabumi yang dikembangkan oleh tim pengabdian. Kegiatan melibatkan 38 orang siswa kelas VIII/a, 1 orang guru SMP Negeri 2 Mataram. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa dan guru mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, baik dalam bentuk mendengarkan informasi yang diberikan, pemutaran video, latihan-latihan dan simulasi kesiapsiagaan bencana gempabumi. Langkah-langkah penyelamatan diri yang harus dilakukan peserta didik adalah (1) lindungi kepala, (2) Jauhi kaca, (3) masuk kolong meja, (4) lari ke tempat terbuka. Namun demikian, mereka mengalami hambatan dalam memahami teknik penyelamatan diri dari gempa bumi dan pertolongan pertama pada korban bencana gempa bumi. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar peserta didik dan guru melatih diri secara kontinu dan berkelanjutan supaya kesiapsiagaan bencana gempabumi di sekolah betul-betul melekat pada diri mereka, sehingga kesadaran siswa, guru terhadap bencana gempa bumi meningkat. Kata kunci : Bencana; Gempa bumi; Kesiapsiagaan; Mitigasi.
Pengayaan Materi Olimpiade Fisika dan Pelatihan Penyelesaian Soal-Soal Olimpiade Fisika Bagi Guru dan Siswa di Sekolah Mitra Susilawati Susilawati; Aris Doyan; Muhamad Taufik
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.397 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.315

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi olimpiade fisika di tingkat lokal (kabupaten dan provinsi) dan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik SMPN 9 Mataram dalam mengerjakan soal-soal olimpiade fisika. Manfaat dari pembinaan dan pelatihan olimpiade ini memberi efek langung pada kemampuan siswa SMPN 9 Mataram dalam penguasaan materi dan kemampuan mengerjakan soal-soal olimpiade fisika. Sebagai upaya menyelesaikan permasalahan tersebut di atas diadakan kegiatan pengabdian pada masyarakat sebagai sasarannya adalah guru dan siswa di SMPN 9 Mataram. Langkah-langkah kegiatan melalui tahap persiapan, tahap sosialisasi, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap persiapan diadakan diskusi tim pengabdian dengan kepala sekolah dan guru-guru IPA tentang silabus dan materi olimpiade yang akan disampaikan serta teknis pelaksanaan. Tahap selanjutnya diadakan kegiatan sosialisasi yang dihadiri pihak Dinas Pendidikan Kota Mataram, Kepala Sekolah dan Wakil kepala sekolah, guru-guru IPA dan para siswa yang mengikuti pengayaan. Kegiatan sosialisasi berisi pemberian informasi tentang kegiatan yang diberikan oleh dosen selaku Tim pengabdian. Tahap selanjutnya adalah tahap pelaksanaan, kegiatan ini diikuti oleh guru- guru IPA dan siswa yang berasal dari kelas VII sampai kelas VIII.  Guru dan siswa diberi materi pembinaan berupa pemberian soal-soal olimpiade dan dilatih untuk menyelesaikan sendiri dengan tingkat kesulitan yang berjenjang. Ada dua aspek yang dievaluasi pada kegiatan ini, yakni kehadiran dan aktivitas peserta selama pelatihan berlangsung baik bertanya, menjawab pertanyaan dan berdiskusi. Hasil wawancara dengan peserta kegiatan diperoleh data bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena telah memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi peserta didik dalam menjawab soal-soal olimpiade fisika. Keywords: Olimpiade fisika; Pelatihan; Pengayaan Materi.
Pemeriksaan Status Gizi dan Kecacingan di Wilayah SDN 2 Malaka Lombok Utara Putu Suwita Sari; Eva Triani; Dini Suryani; Rizka Vidya Lestari
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.214 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i2.377

Abstract

Prevalensi infeksi cacing di Indonesia masih tergolong tinggi terutama mengingat Indonesia adalah negara tropis dengan tingkat kelembaban yang tinggi. Kecacingan yang berlangsung lama dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak serta dapat mengganggu kemampuan belajar anak. Beberapa faktor yang mempengaruhi infeksi kecacingan antara lain: kebersihan kuku tangan, kebiasaan cuci tangan, penggunaan alas kaki, penggunaan jamban, dan sumber air bersih. Bencana gempa yang terjadi di Pulau Lombok pada tahun 2018 memaksa banyak warga untuk meninggalkan rumahnya dan tinggal di pengungsian. Fasilitas pengungsian yang serba terbatas dapat menyebabkan meningkatnya risiko infeksi kecacingan apabila terutama apabila tidak melakukan pola hidup bersih dan sehat. Pengabdian ini bertujuan untuk memeriksa status gizi dan kecacingan siswa SDN 2 Malaka pasca gempa serta memberikan terapi pada siswa yang positif menderita kecacingan. Dari 116 siswa yang diperiksa, 85 siswa atau 73,3% berada pada kondisi gizi baik. Hanya 18 siswa (15,5%) yang mengumpulkan sampel fesesnya, di mana 10 sampel (55,6%) ditemukan mengandung telur cacing Trichuris trichiura dan 1 sampel (5,5%) mengandung telur Ascaris lumbricoides. Siswa yang terdeteksi positif kemudian mendapatkan terapi anticacing Albendazol 400 mg. Keywords:Pemeriksaan; Gizi; KecacinganFadhila, N. Kecacingan pada Anak. J Agromed Unila 2015; 2(3):347-350Hairani, B. Waris, L. Juhairiyah, Juhaririyah. Prevalensi soil transmitted helminth (STH) pada anak sekolah dasar di Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal BUSKI Litbangkes. Vol. 5, No. 1, Juni 2014, hal. 43-48Kemenkes RI. 2012. Buku Pedoman Pengendalian Kecacingan. Jakarta: Direktorat Jenderal PP dan PLMurti, DTK. Setyorini, RH. Triani, E. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Angka Kejadian Kecacingan pada Murid Sekolah Dasar. Jurnal Kedokteran 2016, 5(2): 25-30Pasaribu, AP. Dkk. Prevalence and risk factors of soil-transmitted helminthiasis among school children living in an agricultural area of North Sumatera, Indonesia. BMC Public Health (2019) 19:1066Sutanto, I. Ismid, IS. Sjarifuddin, PK. Sungkar, S. Buku Ajar Parasitologi Kedokteran, Edisi Keempat. 2008.  Jakarta: Balai Penerbit FKUISyahrul, S. Kimura, R. Tsuda, A. Susanto, T. Saito, R. Ahmad, F. Prevalence of underweight and overweight among school-aged children and its association with children’s sociodemographic and lifestyle in Indonesia. International Journal of Nursing Science 3 (2016) 169-177. http://dx.doi.org/10.1016/j.ijnss.2016.04.004Wibowo, RC. Kurniawan, Y. Triani, E. Hubungan Kejadian Kecacingan dengan Anemia Defisiensi Besi pada Anak-Anak Pengrajin Gerabah di Lombok Barat. Jurnal Kedokteran 2019, 8(3): 27-32Wiryadana, KA. Putra, IWAS. Rahayu, PDS. Pradnyana, MM. Adelaida, ML. Sudarmaja, IM. Risk factors of soil-transmitted helminth infection among elementary school students. Paediatrica Indonesiana. 2018. 57(6):295-02 https://doi.org/10.14238/pi57.6.2017.295-302Yulia, C. Khomsan, A. Sukandar, D. Riyadi, H. Nutritional Status, Physical Activity, and Sedentary Activity of School Children in Urban Area, West Java, Indonesia. J. Gizi Pangan, November 2018, 13(3):123-130. DOI: 10.25182/jgp.2018.13.3.123-130

Page 1 of 4 | Total Record : 32