Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Articles
43 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4 No 1 (2021)"
:
43 Documents
clear
Inovasi Mengajar Guna Membangkitkan Semangat Belajar Masyarakat Di Era New Normal Kelurahan Panji Sari Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah
Baiq Elfa Zuhrufillah;
Wahyu Lailatul Hikmah;
Nuriadi Nuriadi;
Intan Dita Komalasari;
Rega Anisa Theana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (401.864 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v4i1.554
Pengembangan inovasi mengajar merupakan hal yang harus dilakukan untuk di era new normal ini, sebagai sarana membantu pendidikan yang ada di masyarakat, yang selama pandemi mengalami kendala dalam segala hal.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan mutu dan kualitas belajar walaupun dalam masa transisi era new normal, dengan menerapkan inovasi mengajar literasi dan numerasi yang diharapkan dapat membangkitkan semangat belajar di era new normal, serta mampu memperluas pengetahuan masyarakat di Kelurahan Panji Sari, dan membawa dampak positif dalam dunia pendidikan.Program ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan kualitatif deskriptif karena mampu menyajikan gambaran secara detail tentang suatu situasi. Pengambilan data pada program ini dilakukan dengan teknik observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi.Hasil dari program mengajar di desa ini adalah terbentuknya masyarakat berkualitasyang mampu meningkatkan mutu pendidikannya walau terhalang pandemi covid-19, dan sadar akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus.
Pembinaan Swamedikasi Yang Baik Dan Benar Pada Masyarakat Melalui Sosialisasi Program “Dagusibu” Di Desa Inderalaya Mulya Kecamatan Inderalaya Utara
Fitrya Fitrya;
Mokhamad Yusup Nur Khakim;
Arya Prasetya Putra
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (298.727 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v4i1.597
Swamedikasi adalah upaya awal yang dilakukan sendiri dalam mengurangi atau mengobati penyakit-penyakit ringan dengan menggunakan obat-obatan dari golongan obat bebas dan bebas terbatas. Fasilitas kesehatan yang terbatas seperti puskesmas, rumah sakit dan pelayanan kesehatan yang tidak memuaskan, seringkali mendorong masyarakat melakukan swamedikasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mendapatkan, menggunakan dan membuang (“DAGUSIBU”) obat dalam praktek swamedikasi agar penggunaan obat tanpa resep dapat berjalan aman dan efektif sehingga masyarakat mampu melaksanakan beberapa fungsi yang biasanya dilakukan secara profesional oleh tenaga kesehatan saat mengobati pasien dengan obat etikal. Kegiatan dilaksanakan di desa Inderalaya Mulya RT 10/RW 05 Kecamatan Inderalaya Utara diikuti oleh 30 orang ibu–ibu dan remaja putri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa selama ini pengetahuan masyarakat tentang golongan dan penggunaan obat masih terbatas. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan karena materi pembinaan yang diberikan memberikan pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh masyarakat untuk melaksanakan swamedikasi dengan tepat. Hasil tanya jawab diakhir sesi penyuluhan menunjukkan pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi khususnya cara mendapatkan, menggunakan dan membuang obat semakin meningkat. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan menambah wawasan dan pengetahuan masyarakt tentang tata cara mengobati berbagai penyakit ringan melalui swamedikasi atau pengobatan sendiri secara tepat. Kegiatan ini juga sangat membantu masyarakat mengatasi berbagai penyakit dengan biaya yang terbatas.
Budidaya Dan Olahan Jamur Tiram Sebagai Penggerak Panti Asuhan Pada Masa Pandemi Covid-19
Narita Amni Rosadi;
Baiq Dewi Lita Andiana;
Mimi Cahayani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (559.857 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v4i1.626
Pengabdian pada masyarakat merupakan kegiatan pengamalan ilmu pengetahuan kepada masyarakat dalam kegiatan ini adalah pada siswa/siswi di panti asuhan Hidayaturrahman. Panti asuhan ini lokasinya di Desa Turide Timur Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari dosen Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Al-Azhar. Dalam kegiatan Pengabdian ini para dosen pada Fakultas Pertanian dan fakultas Ekonomi Universitas Islam Al-azhar Mataram berbagi ilmu kepada siswa/siswi tentang bagaimana membudidayakan jamur tiram secara berkualitas dengan hasil yang maksimal. Hasil budidaya ini juga kami bantu untuk bisa diolah dengan memberikan skill cara pengolahan jamur tiram sehingga bisa menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi yaitu berupa keripik jamur crispy dan nugget yang kedepannya diharapkan dapat menjadi sumber perekonomian siswa/siswi. Pada tahap berikutnya kami memberikan pengetahuan tentang cara pembukuan sederhana supaya hasil penjualan dari jamur dan olahan jamur dapat diketahui dan tercatat rapi. Metode dalam penyampaian materi ini yaitu “Discussion and Coaching in action”. Metode ini diharapkan mampu menumbuhkan minat belajar siswa/siswi panti asuhan sehingga materi yang diberikan terserap dengan maksimal. Tujuan dari penelitian ini untuk menumbuhkembangkan Budidaya dan Olahan Jamur Tiram Sebagai Penggerak Panti Asuhan pada masa Pandemi adalah solusi yang ditawarkan dalam gerakan berbasis sumberdaya lokal dan pendapatan ekonomi di masa pandemi Covid-19.
Pemanfaatan Hasil Pengembangan Modul Kimia Berbasis Etnosains Untuk Menanamkan Sikap Konservasi Lingkungan di Sekolah MAN 2 Lombok Tengah
Rizki Utari;
Yayuk Andayani;
Lalu Rudyat Telly Savalas;
Yunita Arian Sani Anwar
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2000.555 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v4i1.593
Artikel ini membahas tentang pemanfaatan hasil pengembangan modul kimia dengan pendekatan etnosains pada materi kimia SMA. Pemanfaatan hasil ini dilakukan di MAN 2 Lombok Tengah. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pemanfaatan hasil pengembangan ini termasuk penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan peserta didik di MAN 2 Lombok Tengah sebanyak 110 responden. Data respon peserta didik dikumpulkan menggunakan angket dengan skala Likert dan dianalisis dengan persentase skor yang kemudian diinterpretasikan dengan kriteria kategori respon. Pemanfaatan hasil pengembangan menunjukkan bahwa respon peserta didik terhadap modul kimia dengan pendekatan etnosains termasuk dalam kriteria baik dengan skor sebesar 3.00. Artinya peserta didik memberika respon yang positif terhadap modul, sehingga pemanfaatan hasil pengembangan modul kimia berbasis etnosains yang dikembangkan dapat digunakan untuk menanamkan sikap konservasi lingkungan peserta didik di MAN 2 Lombok Tengah.
Pemulihan Wisata Pantai Telawas Era New Normal dengan Menerapkan Protokol Destinasi di Desa Mekar Sari Kecamatan Praya Barat
Lalu Iqra Hafiddin;
Lalu Rizki Rensa Kurniawan;
Lalu Sofyan Assauri;
Khaeril Ammar;
Irpan Manik Pujiana;
Nuriadi Nuriadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (676.203 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v4i1.616
Pariwisata merupakan sektor industry yang penting untuk menigkatkan pendapatan masyarakat dan Negara. Kompleksitas dari Pandemi Covid – 19 telah merubah pola interaksi social tak terkecuali sektor pariwisata. Perencanaan dan pemulihan dalam sektor pariwisata melalui penerapan protocol kesehatan mulai dari edukasi, penggunaan masker, menyediakan hand sanitaizer di titik keramiaan destinasi, dan pemasangan pamphlet/baner untuk mematuhi protocol kesehatan. Tujuan dari program ini untuk memulihkan kembali destinasi wisata yang ada di Desa Mekar Sari Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah guna mengembalikan pendapatan masyarakat yang sempat turun drastis akibat pandemic Covid – 19 dengan bersandar pada protocol kesehatan. Program ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Kemudian pengolahan data di analisis yang disajikan dalam bentuk kesimpulan. Hasil dari program ini berupa panduan pemulihan pariwisata yang berbasis pada protocol kesehatan yang akan disebut sebagai protocol destinasi wisata.
Pengembangan Potensi Usaha Buah-Buahan Menjadi Aneka Makanan Dan Minuman Segar Dan Sehat Sebagai Upaya Peningkatan Nilai Ekonomi Masyarakat Lingkungan Pasar Buah Bertais Di Era New Normal
Ahmad Jupri;
Eka S. Prasedya;
Heri Susanto;
Ni Komang Rai P;
Ni Komang Sri J;
Pujangga Sastra K;
Karisma Wijayanti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (174.408 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v4i1.694
Kelurahan Bertais merupakan daerah perdagangan besar dengan berbagai macam komoditas, salah satunya yaitu buah-buahan segar. Berada di lingkungan pasar buah yang berpenduduk sebagian besar berprofesi sebagai pedagang buah dan lingkungan pasar merupakan lingkungan yang relatif panas, membuat masyarakat sekitar menjadi lebih konsumtif dengan makanan atau minuman penyegar. Tujuan pembuatan produk ini adalah untuk membuat buah-buahan segar menjadi produk yang lebih inovatif serta lebih menarik untuk dikonsumsi, karena berada di lingkungan pasar buah memungkinkan masyarakat akan merasa bosan mengonsumsi buah segar atau buah yang tidak diolah. Serta akan menambah daya tarik pengunjung pasar untuk mengonsumsi buah dalam bentuk sebuah produk penyegar. Salah satu ide yang dikembangkan adalah membuat minuman segar dan makanan ringan dengan harga yang relatif murah sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat, mulai dari anak anak sampai orang dewasa. Pemasaran produk ini akan dilakukan secara offline dan online. Pemasaran secara offline dilakukan dengan mendirikan stand kecil-kecilan di lingkungan pasar, dan pemasaran secara online dilakukan dengan memposting produk di media sosial dan membuat fasilitas delivery atau pesan antar.
Budidaya Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa Subsp. Chinensis) Dengan Teknik Vertikultur Pada Lahan Sempit Di Kelurahan Penaraga Kecamatan Raba Kota Bima
Maya Mardilla;
Aci Pratiwi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (567.876 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v4i1.537
Teknik vertikultur adalah metode yang digunakan bagi pemukimanmasyarakat yang memiliki lahan sempit secara optimal. Teknik ini akan menyusun tanaman secara bertingkat dari atas kebawah dengan jenis tanaman yang beragam. Penyusunan bisa dilakukan dengan mengikatmenggunakan tali atau kawat di pagar, ataupun bisa di gantungkan kebambu menggunakan tali yang kuat dari atas kebawah. Teknik ini bisa pergunakan oleh segala kalangan, karena budgetnya relatif murah dibanding teknik lain. Yang membuat murah dari teknik ini adalah penggunaan alat dari barang bekas seperti botol, kaleng, dan sebagainya. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan mutu dankualitas pangan di daerah tersebut. Salah satu cara yang dapat diterapkan, dengan memberikan edukasi kepada masyarakat Kelurahan Penaraga mengenai pemanfaatan lahan sempit dengan teknik vertikultur padabudidaya pakcoy. Dari program tersebut diharapkan masyarakat dapat terbantu untuk memenuhi kebutuhan panganya, sekaligus dapat meningatkan imunitas tubuh anggota keluarga, serta mengurangi pengeluaran masyarakat. Program ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sedangkan untuk pengolahan data dianalisis dengan cara penyajian data dan penarikan kesimpulanatau verifikasi. Hasil dari program pemberdayaan masyarakat ini adalahterbentuknya masyarakat berkualitas yang mampu membudidayakan tanaman pakcoy melalui teknik vertikultur sehingga dapat menghasilkan bahan pangan organik dari pekarangannya sendiri dan sadar akanpentingnya mematuhi protokol kesehatan pada saat pandemi Covid-19.
Inroduksi Produksi Benih Kentang Dengan Teknik Penyetekan Pada Kelompok Penangkar Di Kawasan Sembalun, Lombok Timur
M Sarjan;
Aluh Nikmatullah;
Hery Haryanto;
Irwan Muthahanas
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (798.873 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v4i1.607
Kelembagaan yang ada di tingkat petani (kelompok tani) memiliki potensi yang cukup baik untuk dilakukan pembinaan penangkaran perbenihan. Jika penangkaran benih bisa berkembang di tingkat kelompok tani maka kebutuhan akan benih dapat dipenuhi oleh kelompok tani tersebut, sehingga biaya pengadaan benih relatif lebih murah dan akan menambah pendapatan bagi kelompok tani. Dengan demikian keberadaan benih tidak terlalu jauh dari pengguna, sehingga para petani mudah mendapatkan benih yang bermutu, dan juga memberikan nilai tambah bagi kelompok tani. Kecamatan Sembalun merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Lombok Timur yang memiliki potensi pengembangan budidaya hortikultura dataran tinggi termask kentang dengan daya dukung sumberdaya alalam yang melimpah dan tingkat kesesuaian lahan yang cocok untuk tumbuh dan berkembangnya tanaman kentang dengan optimal. Hasil kegiatan ini menunjukan Kelompok Penangkar Benih Kentang di Sembalun sangat tertarik untuk menerapkan teknologi produksi benih melalui penyetekan pucuk berulang, namun belum mempunyai sarana yang cukup untuk menerapkan teknologi secara mandiri . Keterampilan penyetekan pucuk berulang dari sebagian anggota kelompok penangkar sudah memadai Hasil umbi dari sumber stek masih lebih rendah secara individu tanaman dibanding dengan yang berasal dari umbi. Tetapi secara akumulatif dalam satu musim tanam lebih banyak , sehingga akan membantu penyediaan benih kentang dikawasan Sembalun. Diperlukan perhatian khusus dari instansi terkait seperti Dinas Pertanian melalui UPT BBI untuk membantu sarana screen house.Perlu pendampingan secara berkelanjutan baik dari Perguruan Tinggi maupun dari Instansi Pemerintah terkait agar diperoleh kelompok penangkar benih kentang yang maju dengan inovasi teknologi pertanian yang ada
Pemahaman Serta Penerapan Hak dan Kewajiban Pada Anak Usia Dini ( TK dan SD) Melalui Pembelajaran PPKn Di Taman Belajar Santai Dusun Bunsalak Desa Jago Kecamatan Praya Lombok Tengah
Rosyada Ikhwani;
Nuriadi Nuriadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (479.266 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v4i1.555
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan atau yang biasa disingkat dengan PPKn merupakan salah satu mata pelajaran yang terdapat didalam kurikulum 2013. Mata pelajaran PPKn memuat berbagai materi mulai dari materi tentang politik, hukum, pendidikan karakter, hingga materi pengetahuan akan kebangsaan. Materi yang termuat didalam mapel PPKn selalu berkaitan dengan kehidupan sehari-hari salah satunya yaitu pendidikan karakter yang penting bagi peserta didik. Untuk mengajarkan materi tersebut dapat digunakan berbagai cara atau metode, salah satu diantaranya yaitu menggunakan metode kontekstual, metode kontekstual adalah metode yang menghubungkan materi pelajaran dengan keadaan atau kondisi sebenarnya yang ada dilingkungan sekitar atau di lingkungan sehari-hari peserta didik. pendidikan karakter sangat penting untuk dikembangkan terutama untuk anak-anak yang berada didaerah kecil atauanak-anak yang berada di desa, salah satunya untuk mengajarkan mereka akan niai-niai moral yang berkembang dimasyarakat juga mengembangkan dan mempertahankan nilai-nilai spiritual yang baik dan yang diturunkan oleh orang tua mereka. Untuk bisa mencapai hal tersebut diperlukan metode pembelajaran yang tepat, sehingga tujuan yang sudah direncanakan dapat tercapai dengan baik. Dalam hal ini penggunaan metode kontekstual dalam pembelajaran PPKn terutama mengenalkan hak dan kewajiban dilingkungan masyarakat, keluarga, dan sekolah pada peserta didik cukup efektif. Hak dan kewajiban telah termasuk didalam pendidikan karakter. Diharapkan dengan pelaksanaan pembelajaran PPKn ini dapat membuat peserta didik kelak bisa menjadi generasi penerus bangsa yang pandai dan cerdas tidak hanya pada aspek kognitif namun juga pada aspek afektif mereka, Sehingga bisa membangun bangsa dan negara
Penerapan Hasil Pengembangan Bahan Ajar Kimia Berbasis Masalah dengan Pendekatan Brain Based Learning Untuk Penilaian Keterampilan Berpikir Kritis Dan Literasi Sains Peserta Didik di SMAN 4 Praya
Lalu Muhamad Ali Zakaria;
Agus Abhi Purwoko;
Saprizal Hadisaputra
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (289.971 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v4i1.566
artikel ini membahas tentang penerapan hasil pengembangan bahan ajar kimia berbasis masalah dengan pendekatan brain based learning untuk penilaian keterampilan berpikir kritis dan literasi sains. Penelitian ini dilakukan di SMAN 4 Praya. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 34 siswa. Data dianalisis dengan persentase skor yang kemudian diinterpretasikan dengan kriteria kategori respon. Penilaian menggunakan dua pendekatan yaitu kualitatif dan kuantitatif. Hasil pendekatan kualitatif menunjukkan bahwa penerapan hasil pengembangan bahan ajar kimia berbasis masalah dengan pendekatan brain based learning menunjukkan kategori sangat positif dengan persentase di atas 80%. Hasil pendekatan kuantitatif penilaian keterampilan berpikir kritis dan literasi sains juga menunjukkan kategori positif dengan persentase lebih dari 70%. Sehingga penerapan hasil pengembangan bahan ajar kimia berbasis masalah dengan pendekatan brain based learning praktis digunakan untuk mengevaluasi keterampilan berpikir kritis dan literasi sains peserta didik SMAN 4 Praya.