cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 492 Documents
Hubungan Lingkungan, Imunisasi BCG dan Perilaku Pencegahan Dengan Kejadian TB Paru Anak di Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2019 Fitri Eka Sari; Vera Yulyani; Indah Rinfilia
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i1.3779

Abstract

ABSTRAKPenemuan kasus baru TB BTA+ case notification rate (CNR) per 100.000penduduk di Provinsi Lampung pada tahun 2017 sebesar 70,52%, dan CNR seluruh kasus TB sebesar 61,06%, sedangkan kasus TB paru pada anak usia 0-14 Tahun di Kabupaten Tulang Bawang pada Tahun 2017 sebanyak 142 kasus dan Tahun 2018 sebanyak 112 kasus. Penelitian ini bertujuan diketahui hubungan lingkungan, imunisasi BCG dan perilaku pencegahan dengan kejadian TB paru anak di Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2019.Jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik dan pendekatan cross sectional.Populasi dan sampel seluruh anak yang melakukan pemeriksaan dengan suspek TB paru sebanyak 136 orang dengan teknik purposive sampling. Uji analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian diketahui ada hubungan lingkungan dengan kejadian TB anak. diperoleh p-value (0,001 <α 0,05). OR: 3,545. Ada hubungan imunisasi BCG dengan kejadian TB anak. diperoleh p-value (0,012 <α 0,05). OR: 2,560. Ada hubungan perilaku pencegahan dengan kejadian TB anak. diperoleh pvalue (0,000 <α 0,05). OR: 6,492. Disarankan petugas kesehatan meningkatkan program survei TB paru anak ke lapangan dalam pelacakan kasus, serta mengontrol pasien TB paru anak agar tidak terjadi penularan penyakit.Kata Kunci : Lingkungan-Imunisasi BCG-Perilaku-Kejadian TB paru anak 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERLAMBATAN PENCARIAN PENGOBATAN PADA PENDERITA KUSTA DI PUSKESMAS PAYUNGREJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Lidya Eka Wijayanti; Zaenal Abidin; Marinah Marinah
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i2.322

Abstract

Misi program pengendalian penyakit kusta adalah menyembuhkan dan meningkatkankualitas hidup penderita kusta. Kualitas hidup seseorang tidak hanya diukur dari aspekkesehatannya saja, akan tetapi juga dari aspek-aspek lain seperti sosial, ekonomi,emosional, dan hak azasi, sehingga perlu bermitra dengan sektor terkait. Angka akibatkecacatan pada penyakit kusta masih tinggi, yaitu sekitar 1.500 kasus cacat tingkat 2ditemukan tiap tahunnya di Indonesia. Di Puskesmas Payungrejo angka kecacatanpenderita pada tahun 2009 adalah 100% dari 9 kasus, pada tahun 2010 menjadi 80 %dari 12 kasus, dan pada tahun 2011 angka kecacatan penderita menjadi 34, 3 % dari 35penderita.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh penderita kusta yang berjumlah35 penderita dengan tehnik sampel total population.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pada variabel pengetahuan( p value =0,016), sikap ( p value = 0,018), dan jarak tempuh dengan keterlambatan pencarianpengobatan (p value = 0,038). Penempatan petugas kesehatan di daerah yang sulitdijangkau, serta penyuluhan kepada penderita, keluarga, dan masyarakat oleh petugaskesehatan sangat efektif membantu mereka dalam mengenali tanda-tanda dini penyakitkusta,sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam mencari pengobatan.Kata Kunci : Pencarian Pengobatan, Pengetahuan, Sikap, Jarak tempuh, Kusta
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI DI PUSKESMAS GEDONG AIR 2014 Susila Susila; Samino Samino; Achmad Farich
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i1.450

Abstract

Semakin tinggi pertumbuhan penduduk semakin besar usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pemerintah terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhan dengan Program Keluarga Berencana (KB). Mayoritas peserta KB baru didominasi peserta non metode kontrasepsi jangka panjang (Non MKJP), sebesar 83,79% dari seluruh peserta KB baru. Sedangkan peserta KB baru yang menggunakan metode jangka panjang seperti IUD (Intra Uterine Device), MOW (Metode Operasi Wanita), MOP (Metode Operasi Pria) dan Implant hanya sebesar 16,21%. Kota Bandar Lampung (29,6%), dan Puskesmas Gedong Air (31,93%). Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi di Puskesmas Gedong Air 2014.Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Case Conrol. Populasi 2.484 aseptor dan sampel 160, dengan rincian 80 responden kelompok kasus yaitu pemakai kontrasepsi IUD dan 80 responden kelompok kontrol yaitu pemakai kontrasepsi Non-IUD. Pemilihan sampel dengan Purposive Sampling. Pengujian hipotesis dengan uji Chi Square, (α=0,05).Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara nilai-nilai dengan penggunaan kontrasepsi dengan p-value=0,003. Tidak ada hubungan antara pendididkan dengan penggunaan kontrasepsi dengan nilai p-value=0,125. Ada hubungan dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi dengan p-value=0,000. Kesimpulan ada hubungan antara nilai-nilai, dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi, dan tingkat pendidikan tidak ada hubungannya. Disarankan Badan Kesehatan Keluarga Berencana untuk meningkatkan promosi kepada aseptor baru dan lama.Kata kunci : IUD, Nilai, Pendidikan, Dukungan Suami, Kontrasepsi
Hipertensi pada Perempuan di Wilayah Kerja Puskesmas Brabasan Kabupaten Mesuji Tahun 2019 Yuli Yandara; Khoidar Amirus; Nurhalina Sari
Jurnal Dunia Kesmas Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i3.2979

Abstract

Hipertensi adalah tekanan darah  pengukuran mencapai 140/90 mmHg atau lebih tinggi. Berdasarkan hasil Puskesmas Brabasan pada bulan Januari - Desember 2018 hipertensi menduduki peringkat kelima (9,55%), sesudah Gastritis (11,58%), dan sebelum Dermatitis Atropik (5,64%). Prevalensi hipertensi  pada perempuan di puskesmas brabasan meningkat drastis pada tahun 2018 terlihat pada data 3 tahun terakhir yaitu 2016 (18,78 %), 2017 (13,79%), 2018 (46,6%).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada perempuan di wilayah kerja Puskesmas Brabasan Kabupaten Mesuji tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh perempuan di wilayah kerja puskesmas brabasan yang berumur 45 tahun s/d  69 tahun yang berada posbindu dengan jumlah populasi 600 orang, sampel sejumlah 233 responden teknik pengambilan sampel dengan cara Cluster Sampling (Area Sampling) berdasarkan rumuslemeshow. Pengambilan data menggunakan kuesioner, dan analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar hipertensi 131 responden (56,2%), sebagian besar olahraga tidak teratur 170 responden (73,0%), sebagian besar aktifitas ringan-sedang 126 responden (54,1%), sebagian besar stress 130 responden (55,8%). Tidak ada hubungan yang signifikan antara olahraga teratur dan tidak teratur dengan kejadian hipertensi dengan nilai (p-value = 0,143;OR = 1,6), ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi dengan nilai (p-value = <0,001;OR = 4,3), ada hubungan yang signifikan antara stress dengan kejadian hipertensi dengan nilai (p-value = 0,037;OR = 1,8), dengan kejadian hipertensi. Saran penelitian ini Diharapkan agar masyarakat dapat lebih memperhatikan gaya hidup dan kesehatannya, diantaranya adalah rutin melakukan kegiatan aktivitas fisik seperti berjalan kaki setiap hari selama 10 menit serta dapat mengaktifkan diri disetiap kegiatan kemasyarakatan agar terhindar dari stress.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TIDAK LANGSUNG KASUS KEMATIAN BAYI DI KABUPATEN MESUJI PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2012-2013 Indar Sulistiyanti; Dhini Easter Yanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i1.418

Abstract

Angka kematian bayi dapat menjadi salah satu ukuran dalam melihat kualitas pelayanan kesehatan yang rendah. Makin tinggi angka kematian bayi suatu bangsa, semakin rendah pula kualitas pelayanan kesehatan masyarakatnya. Kabupaten Mesuji kasus kematian bayi dan Balita dari tahun 2011 - 2013 mengalami peningkatan yaitu 71 kasus (2011), 77 kasus (2012) dan 110 kasus (2013). Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor penyebab tidak langsung kasus kematian bayi khususnya di Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung.Jenis penelitian kuantitatif, desain case-control. Populasi seluruh bayi yang lahir diwilayah Kabupaten Mesuji sebanyak 7.983 bayi periode 2012 s.d 2013. Sampel 55 kasus dan 55 kontrol. Analisis bivariate menggunakan uji Chi Square dan multivariate dengan menggunakan Regresi LogistikHasil analisis bivariate menunjukkan bahwa ada hubungan pendidikan (p-value 0,023), Akses ke Fasilitas Kesehatan (p-value 0,000), perilaku ANC (p-value 0,011), keterlambatan (p-value 0,000) dengan kasus kematian bayi di Kabupaten Mesuji Tahun 2012-2013. Tidak ada hubungan sosial ekonomi (p-value 0,232), usia (p-value 1,000), social budaya (p-value 1,000), penolong persalinan (p-value 0,611), perilaku perawatan bayi (p-value 1,000) dengan kasus kematian bayi di Kabupaten Mesuji Tahun 2012-2013. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kematian bayi di Kabupaten Mesuji Tahun 2012 -2013 adalah faktor keterlambatan dimana memiliki nilai OR tertinggi yaitu 27,485. Saran bagi tenaga kesehatan terutama bidan perlunya penyuluhan yang diberikan oleh petugas kesehatan untuk meningkatkan kesadaran bagi masyarakat untuk merealisasikan pengetahuan yang diperoleh dari penyuluhan mengenai faktor - faktor yang mempengaruhi kematian bayi dalam upaya pencegah angka kematian bayi.Kata Kunci : Penyebab tidak langsung, kematian bayi
analisis determinan pemberian asi eksklusif ibu bekerja di wilayah puskesmas pringsewu kabupaten pringsewu tahun 2016 Ekta Puspitasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i1.1454

Abstract

ABSTRAK Pemberian ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan dan cairan lain kecuali vitamin, mineral dan obat. Pemberian ASI menyelamatkan sekitar 1,5 juta bayi per tahun dari kesakitan dan kematian. Pada kenyataannya cakupan pemberian ASI eksklusif di Provinsi Lampung  pada tahun 2015 belum mencapai target yang diharapkan yaitu 80%. Cakupan ASI eksklusif di Pringsewu sangat rendah hanya 21.9%. Rendahnya cakupan  pemberian ASI eksklusif mempengaruhi status gizi bayi  yang bisa mengakibatkan Kurang Energi Kronik(KEK), berpotensi menghambat pertumbuhan dan perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan pemberian ASI eksklusif ibu bekerja di Wilayah Kerja Puskesmas Pringsewu Kabupaten Pringsewu Tahun 2016.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskripif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang bekerja di Wilayah Kerja Puskesmas Pringsewu Kabupaten Pringsewu yang memiliki bayi usia 6 – 24 bulan yaitu sebanyak 315 ibu. Sampel di peroleh sebanyak 120 responden. Analisis data yang digunakan adalah chi square dan regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pendidikan (p-value = 0,001 dan  OR = 3,923), pengetahuan (p-value = 0,021 dan  OR =2,797), sikap  (p-value =  0,001 dan OR = 4,315),  ketersediaan fasilitas (p-value = 0,047  dan  OR =2,520), dukungan suami (p-value = 0,048 dan OR = 2,385). Selain itu, yang tidak ada hubungannya, yaitu umur, Inisiasi Menyusu  Dini, tempat melahirkan, dukungan petugas kesehatan karena p-value > 0.05. Hasil analisis multivariate menunjukkan bahwa sikap merupakan variabel paling dominan berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif ibu bekerja di Wilayah Kerja Puskesmas Pringsewu (p-value = 0,002 dan OR = 3,735).Penelitian ini menyarankan Petugas Kesehatan dapat meningkatkan kemampuan untuk penyuluhan pemberian ASI eksklusif khususnya pada ibu yang bekerja dan mengajarkan manajemen laktasi dan membuat tempat khusus untuk konseling menyusui.Kata kunci : Asi Eksklusif, Ibu bekerja
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DAN GURU DENGAN PRILAKU MENYIKAT GIGI MURID DI SD N 1 PERUMNAS WAY KANDIS BANDAR LAMPUNG Desi Andriyani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i1.386

Abstract

Prilaku menyikat gigi termasuk tindakan preventif dalam mencegah penyakit gigidan mulut dimana peran orang tua dan guru sangat penting dalam mendorong anak –anak menanamkan kebiasaan memelihara kesehatan gigi dan mulut dengan caramenyikat gigi yang baik dan benar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran orang tua dan gurudengan prilaku menyikat gigi pada murid SD N 1 Perumnas Way Kandis.Jenis penelitianini adalah penelitian survey cross sectional.populasi penelitian adalah murid sekolahdasar kelas V dan VI yang berjumlah 90 orang murid.sampel sebanyak 90 orang muridSD..Pengambilan sampel dilakukan secara systematic random sampling yang dianalisamenggunakan uji chi square dan regresi logistic.Hasil penelitian menunjukan prilaku menyikat gigi murid SD baik sebanyak 44,4%dan yang kurang sebanyak 55,6%.Peran orang tua baik sebanyak 50% dan yang kurangsebanyak 50%.Peran guru yang baik sebanyak 48,9% dan yang kurang sebanyak51,1%.Terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan prilakumenyikat gigi ( p = 0,028 ) dan Tidak terdapat hubungan antara peran guru denganprilaku menyikat gigi ( p = 0,689 ).Salah satu cara meningkatkan prilaku murid yaitu dengan melakukan sikat gigimasal disekolah yang bisa dipimpin oleh guru .Peran orang tua diperlukan terutamadalam mengawasi anak – anak dalam pelaksanaan menyikat gigi.pelaksanaan kurikulumpendidikan kesehatan gigi dan mulut melalui program UKS/UKGS bagi guru .Penyuluhankesehatan gigi dan mulut,kerjasama lintas program antara petugas kesehatan,guru danorang tua sehingga tercapai kesehatan gigi dan mulut yang optimal.Kata kunci : Peran orang tua, Guru dan Prilaku menyikat gigi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA PEKERJA WANITA (STUDI KASUS DI PABRIK TRIPLEK LAMPUNG UTARA) Salsabil Zatil Alwan Al Hazmi; Nova Muhani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i4.1085

Abstract

ABSTRAK    Pekerja wanita yang menderita anemia output kerjanya 5-10% lebih rendah serta kapasitas kerjanya per minggu rata-ata 6,5 jam lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak anemia. Anemia juga mengakibatkan pekerja mudah sakit, mudah terjadi kecelakaan kerja sehingga angka absensi meningkat, beresiko perdarahan dan melahirkan bayi BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada pekerja wanita di Pabrik Triplek Lampung Utara Tahun 2017. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitian crossectional dengan populasi seluruh pekerja wanita yang bekerja di Pabrik Triplek Lampung Utara (50 orang) menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan tes hemoglobin dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan anemia (p=0,000, OR= 15,190), pengetahuan dengan anemia (p=0,034, OR=4,400), pendidikan dengan anemia (p=0,003, OR=8,750), kebiasaan mengkonsumsi zat penghambat penyerapan zat besi dengan anemia (p=0,023, OR=4,964), asupan zat gizi dengan anemia (p=0,000, OR=48,333), aktifitas fisik dengan anemia (p =0,000, OR=17,600). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan anemia pada pekerja wanita adalah asupan zat gizi (p =0,005, OR =45,455). Diharapkan kerjasama antara perusahaan dengan puskesmas untuk memberikan pendidikan kesehatan terkait gizi kerja yang sesuai standar AKG dan menu makan harian yang beraneka ragam bagi pekerja di perusahaan.
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI USIA 3 – 4 BULAN DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDATON BANDAR LAMPUNG TAHUN 2012 Nia Triswanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i1.354

Abstract

Pijat bayi merupakan salah satu stimulusi dari luar yang bermaanfaat untukmeningkatkan berat badan bayi. Berdasarkan laporan bulanan unit program KIAPuskesmas Sukada ilir didapat data tahun 2010 sebesar 34 bayi (12,5%) dengan beratbadan tidak meningkat selama 3 bulan berturut-turut dan meningkat ditahun 2011menjadi 48 (22,4%) bayi tidak mengalami peningkatan berat badan selama 3 bulanberturut-turut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadappeningkatan berat badan pada bayi usia 3 – 4 bulan di Posyandu Wilayah KerjaPuskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung tahun 2012.Jenis penelitian eksperimen, desain penelitian cohort. Populasi seluruh bayi usia 3 –4 bulan di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton sebesar 348 orang, besar sample78 orang, teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Analisa datamenggunakan uji t test sample independent.Hasil penelitian menunjukkan rata – rata berat badan bayi laki – laki dan wanitausia 3 – 4 bulan pada kelompok kontrol sebesar 5,74, rata – rata berat badan bayi laki –laki dan wanita usia 3 – 4 bulan pada kelompok intervensi sebesar 6,54. Hasil uji uji ttest sample independent didapat ada pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan beratbadan pada bayi laki – laki dan wanita usia 3 – 4 bulan (p value = 0,000 < 0,05).Kata Kunci : Pijat bayi, Peningkatan berat badan
ANALISIS FAKTOR RESIKO TERJADINYA RESISTENSI OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI KOTA BANDARLAMPUNG TAHUN 2011. Khoidar Amirus; Suwito Suwito; Ferizal Masra
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i1.313

Abstract

Terjadinya resistensi merupakan akibat ketahanan mikroba terhadap antibiotiktertentu yang dapat berupa resistensi alamiah, resistensi kromosomal, resistensiekstrakromosomal dan resistensi silang. Pengobatan penyakit tuberkulosis banyakmenggunakan antibiotik sehingga penderita tuberkulosis beresiko terjadi resistensi.Faktor terjadinya resistensi pada dasarnya merupakan suatu fenomena buatan manusia(man-made phenomenon) sebagai akibat pengobatan yang tidak adekuat. Penelitian inibertujuan diketahuinya faktor resiko yang mempengaruhi kejadian resistensi obat antituberculosis (OAT) pada penderita tuberkulosis paru di Kota Bandarlampung.Penelitian ini merupakan jenis analitik observasional menggunakan rancangan casecontroldengan variabel independen riwayat pengobatan, kepatuhan, pemantauanlaboratorium, penyakit penyerta dan tempat pelayanan. Populasi studi adalah semuapenderita tuberkulosis paru yang telah dinyatakan resisten dan sembuh dengan jumlahsampel 94 responden (47 kasus dan 47 kontrol). Pengumpulan data dilakukan dengancara wawancara dan observasi dokumentasi kemudian data dianalisis dengan uji statistikchi-square dan regresi logistik ganda model prediksi.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan riwayat pengobatan (p = 0.00)ada hubungan riwayat kepatuhan (p = 0.00), ada hubungan riwayat pemantauanlaboratorium (p = 0.00), tidak ada hubungan riwayat penyakit penyerta (p = 0.655),tidak ada hubungan riwayat tempat pelayanan (p = 0.171) dengan terjadinya resistensiOAT. Faktor resiko yang paling utama berpengaruh adalah riwayat pengobatan (ORAdjasted47.762) dan kedua riwayat pemantauan laboratorium (OR-Adjasted 5.326)dengan nilai probabilitas 94.9 %. Disimpulkan bahwa riwayat pengobatan danpemantauan laboratorium merupakan faktor resiko terjadinya resistensi OAT di KotaBandarlampung. Sehingga disarankan penatalaksanaan tuberkulosis harus sesuai denganguideline seperti dosis, regimen, masa pengobatan yang tepat dan menerapkan strategiDOTS kemudian penyediaan laboratorium pemeriksaan biakan dan uji kepekaan untukmemantau kemajuan pengobatan serta diperlukan dukungan keluarga, tokoh masyarakatdan pemerintah.Kata Kunci : Resistensi OAT, Pengobatan, Pemantauan Laboratorium

Page 3 of 50 | Total Record : 492


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue