cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 492 Documents
PERBEDAAN SIKAP DAN TINDAKAN SISWI SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DENGAN MEDIA BOOKLET TENTANG KEPUTIHAN DI SMA NEGERI 1 RAJA BASA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2012 Fitriyanti Fitriyanti; Samino Samino
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i2.363

Abstract

Penyakit keputihan masih menjadi masalah bagi wanita, dimana penyakit inimenyerang sekitar 50 % populasi perempuan dan mengenai hampir pada semua umur.Hasil pra survey yang peneliti lakukan pada bulan maret 2012 di SMA Negeri 1 Raja Basaterhadap 18 orang siswi ternyata seluruh siswi pernah mengalami tanda dan gejalakeputihan, 7 siswi bersikap negatif dan 11 siswi bersikap positif terhadap keputihan, dan12 siswi mempunyai tindakan yang buruk dan 6 siswi mempunyai tindakan yang baikterhadap penceegahan keputihan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui perbedaansikap dan tindakan siswi sebelum dan sesudah penyuluhan dengan metode booklettentang keputihan di SMA Negeri 1 Raja Basa Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2012.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitianpra eksperimen dengan jumlah populasi 64 responden, dan jumlah sampel 64responden. Pengumpulan data dilakukan dengan penyeberan kuisioner dan melakukanpenyuluhan. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Mc Nemar.Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan sikapresponden terbanyak adalah negatif 52.2%, tindakan responden terbanyak adalah positif52.2 %, setelah dilakukan penyuluhan sikap responden terbanyak adalah positif 81.2%,dan tindakan responden terbanyak adalah positif 89.9%. Hasil analisa bivariatmenunjukkan bahwa ada perbedaan sikap responden sebelum dan sesudah dilakukanpenyuluhan (p-value 0.000 < 0.05), dan terdapat perbedaan tindakan respondensebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan (p-value 0.000 < 0.05). Disarankanpenyuluhan atau promosi kesehatan tentang keputihan dan kehesatan reproduksidilakukan setiap 3 bulan sekali di sekolah-sekolah agar masyarakat mudah memahamitentang kesehetan reproduksi atau penyluhan dengan menggunakan media eletronikmaupun media cetak.Kata Kunci : Sikap, Tindakan, Booklet, Keputihan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMASRAWAT INAP KEMILING BANDAR LAMPUNG Agung Aji Perdana; Dina Dwi Nuryani; Tutik Lestari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i3.491

Abstract

Posbindu PTM merupakan peran serta masyarakat dalam kegiatan deteksi dini, Kunjungan di Posbindu PTM yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling di bawah 20% Sedangkan indicator dalam pemanfaatan Posbindu PTM baik di Kabupaten maupun di Provinsi adalah sebesar 20%. Tujuan penelitian diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung 2017. Penelitian kuantitatif pendekatan cros sectional. Populasi berjumlah 6.592 dengan sampel sebanyak 314 orang. Pemilihan sampel dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan kuesioner. Teknik analisa data menggunakan analisis univariat, bivariat (chi square) dan multivariat (Regresi Logistik Ganda). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan tingkat pengetahuan, pekerjaan, umur, peran petugas kesehatan, dukungan keluarga, kebutuhan pribadi dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan posbindu lansia. Variabel jenis kelamin tidak bermakna. Sedangkan pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan dibandingkan variabel yang lain. Disarankan Dinas kesehatan dan Puskesman Rawat Inap Kemiling melakukan kegiatan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan mereka
Hubungan Pekerjaan dengan Perilaku Merokok di Wilayah Kerja Puskesmas Bumi Emas Lampung Timur Dhiny Easter Yanti; Aprilia Aprilia; Arnan Jaya; Randy Yusuf Pratama; Natasya Beggy Candesa
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i1.3240

Abstract

Sejak 2013 prevalensi merokok pada penduduk Indonesia terus meningkat. Hal ini dapat merugikan kesehatan perokok sendiri, kesehatan lingkungan sekitarnya (sebagai merokok pasif), dan merugikan negara (meningkatnya biaya kesehatan). Tujuan penelitian diketahuinya hubungan pekerjaan dengan prilaku merokok pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas Bumi Emas, Lampung Timur 2020. Jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan cross sectional. Sampel 288 responden (data mawas diri Puskesmas Bumi Emas, Lampung Timur 2020). Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji Somers’D. Penelitian menujukkan perokok aktif lebih banyak (70,8%) dibandingkan dengan tidak merokok (29,2%). Jenis pekerjaan responden pada umumnya petani dan buruh (72,2%), paling sedikit jenis pekerjaan pensiunan. Hasil uji Somers’D diperoleh nilai  = 0,071 artinya terdapat hubungan lemah antara pekerjaan dengan perilaku merokok, berpola positif. Disimpulkan pekerjaan berpengaruh terhadap perilaku merokok namum pengaruhnya lemah. Disarankan puskesmas dapat  berkerjasama dengan lintas sektoral untuk meningkatkan penerapan kawasan tanpa rokok (KTR) di wilayah kerja Puskesmas Bumi Emas Lampung Timur.
HUBUNGAN PENDAMPINGAN SUAMI SELAMA PERSALINAN DENGAN LAMANYA KALA II PERSALINAN DI BPS SURATMI KOTA BATAM 2011 Dainty Maternity
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i3.331

Abstract

Kematian ibu 244 per 100.000 kelahiran hidup penyebab utama kematian ibu diIndonesia adalah perdarahan, infeksi, eklampsi, partus lama dan komplikasi abortusPartus lama rata-rata di dunia menyebabkan kematian ibu sebesar 8 % dan di Indonesiasebesar 9 %. Untuk mengurangi Pertus lama tersebut maka diadakan program asuhansayang ibu untuk mengurangi adanya stress pada saat persalinan salah satunya adalahpendampingan suami. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui adanya Hubunganantara pendampingan Suami denganlamanya kala II persalinan.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional.Penelitian ini dilakukan di bidan praktik swsata dengan keseluruhan sampel adalah ibubersalin primigravida.Terdapat 9 orang yang didampingi dan 6 orang yang tidak didampingi dengan hasil89% kala II persalinan ≤ 1 jam dan 11 % > 1jam dan untuk yang tidak didampingi dan70% ≤ 1 jam dan 30 % > 1jam pada kala II persalinan. nilai koefisien korelasi (r)adalah 0,272. Nilai r positif, berarti ada hubungan signifikan antara pendampingan suamiterhadap proses persalinan kala II di Bidan Praktek Swasta (BPS) Suratmi adalah searah,dengan kata lain pendampingan suami berhubungan dengan kelancaran persalinan kalaII. Selanjutnya, nilai probabilitas r (sig. 2- tailed) adalah sebesar 0,326 (sig. 2- tailed ≤ α0,05).Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan bermakna antara pendampingansuami dengan lamanya kala II persalinanKata kunci: Pendampingan suami, Persalinan, Kala II.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRE MENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 5 BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Rully Ramadhani; Octa Reni setiawati; yulistiana Evayanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i2.459

Abstract

Pre menstrual syndrome adalah sejumlah perubahan mental maupun fisik yang terjadi antara hari pertama hingga keempat belas sebelum menstruasi dimulai. Sebanyak 60% remaja putri merasa tidak nyaman secara fisik maupun psikis saat mengalami pre menstrual syndrome (PMS). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor PMS. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi remaja putri yang sudah menstruasi kelas VIII dan IX SMPN 5 Bandar Lampung 2015, berjumlah 398. Sampel 200 remaja putri. Data diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi square, dengan tingkat kepercayaan 95% dan regresi logistik.Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan stres (p = 0,000), status gizi (p =0,007), kebiasaan makan tinggi garam dan glukosa (p = 0,022), kebiasaan minum yang mengandung kafein dan soda (p = 0,000), dan tidak ada hubungan merokok (p value = 0,135), dan olah raga (p = 0,001) dengan kejadian PMS. Faktor yang paling dominan adalah kebiasaan minum yang mengandung kafein dan soda (OR = 7,770).Kata Kunci: stres, status gizi, garam, glukosa, kafein dan soda, merokok, olah raga, dan pre menstrual syndrome.
Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Way Urang Kabupaten Lampung Selatan Sutarto Sutarto; Tiara Cornela Azqinar; Ratna Dewi Puspita Sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i2.2380

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek pada usianya. Faktor penyebab stunting terdiri dari faktor dasar seperti faktor ekonomi dan pendidikan ibu, kemudian faktor intermediet seperti jumlah anggota keluarga, tinggi badan ibu, usia ibu, dan jumlah anak ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dan pendapatan keluarga terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah puskesmas Way Urang Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian analitik observasional dengan desain penelitian case control. Pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling dengan jenis proportional sampling dan alat ukur berupa kuesioner. Analisis data dengan uji chi square. Penelitian dilakukan terhadap 98 responden ibu dengan tingkat pendidikan rendah sejumlah 67,3% dan tingkat pendapatan keluarga rendah sebesar 55,1%. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan ibu dan pendaatan keluarga terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Way Urang Kabupaten Lampung Selatan (p=0,008 dan p=0,018). Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dan pendapatan keluarga terhadap kejadian stunting pada balita di wiayah kerja Puskesmas Way Urang Kabupaten Lampung Selatan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KENAKALAN REMAJA DI SMPN SATAP 2 AIR NANINGAN KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN 2014 Aprina Aprina
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i2.427

Abstract

Menurut BKKBN (2013) kejadian Aborsi pada tahun 2013 mendapat 2,4 juta dengan proporsi 700-800 ribu adalah remaja, scdangkan angka kematian ibu mencapai 343/100.000 karena komplikasi kehamilan dan persalinam, kasus HIV/AIDS: 1283 kasus, diperkirakan 52.000 terinfeksi 70% diantaranya adalah remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan, kenakalan remaja di SMPN SATAP 2 Air Naningan Kabupaten Tanggamus tahun 2014.Desain penelitan ini adalah analitik dengan, pendekatan cross Sectional. Subjek penelitian remaja di SMPN SATAP 2 Air Naningan Kabupaten Tanggamus, sebanyak 75 siswa. Analisa data bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan pola asuh keluarga (p= 0,004), faktor lingkungan (p= 0,028), jenis kelamin (p=0,035) dengan kenakalan remaja di SMPN SATAP 2 Air Naningan Kabupaten Tanggamus tahun 2014. Bagi orang tua siswa diharapkan dapat menerapkan pendidikan yang baik dengan cara memperhatikan anak mengajari anak dengan lemah lembut. Bagi masyarakat khususnya lingkungan remaja dapat menciptakan lingkungan yang baik dan kondusif dengan cara meningkatkan kegiatan-kegiatan positif seperti olahraga dan kegiatan rohani seperti pengajian rutin.Kata Kunci: Faktor- faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN YANG MENDAPATKAN TERAPI ANTIBIOTIK DI POLI PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019 Hetti Rusmini; Dalfian Adnan; Octa Reni Setiawati; Febianti Febianti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i2.1388

Abstract

Di Indonesia penyakit infeksi menjadi masalah utama dalam bidang kesehatan, sebab penyakit ini mempunyai angka kejadian yang cukup tinggi menyerang masyarakat Indonesia. Salah satu pengobatan penyakit infeksi adalah dengan menggunakan obat antibiotik. Berbagai penyakit infeksi memerlukan terapi antibiotik. Antibiotik. Salah satu upaya untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatannya saat ini adalah dengan melakukan pemberian informasi obat atau konseling pasien. Memberikan informasi dapat meningkatkan pengetahuan, mengubah perilaku, memberikan motivasi dan meningkatkan kepatuhan pasien (Siregar, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien yang mendapatkan terapi antibiotik  di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah survey analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di poli penyakit dalam di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung yang menggunakan antibiotik pada bulan april tahun 2019 yang berjumlah 80 respoden.  Pengambilan data dilakukan melalui wawancara.  Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan chi-square.  Dari 80 pasien diketahui distribusi frekuensi dukungan keluarga sebagian besar tidak mendapatkan dukungan keluarga sebesar 60%. Diketahui distribusi kepatuhan minum obat sebagian besar tidak patuh minum obat sebesar 57,5%. Diketahui hasil analisis bivariat chi-square terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien yang mendapatkan terapi antibiotik (p.value= 0,013;0R=3,2). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien yang mendapatkan terapi antibiotik.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DENGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUNGGUR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2013 Titin Septina; Ahcmad Farich; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i2.395

Abstract

Kader merupakan relawan yang berasal dari masyarakat yang mempunyai perananbesar dalam penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat. Perkembangan danpeningkatan mutu pelayanan posyandu sangat dipengaruhi oleh peran serta masyarakatdiantaranya adalah kader. Menurut data Kecamatan Punggur terdapat 275 kadersampai Juni tahun 2012 terdapat 223 kader aktif dan 22 posyandu dengan kaderkurang yang aktif. Tujuan penelitian ini adalah diketahui hubungan tingkat pendidikandan pelatihan dengan keaktifan kader posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas PunggurKabupaten Lampung Tengah Tahun 2013.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Punggur pada bulan Juni sampaiAgustus tahun 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader posyandu diWilayah Kerja Puskesmas Punggur sebanyak 275 orang dengan sampel sebanyak 163orang yang diambil secara proposi non random sampling. Penelitian ini menggunakananalisis bivariat chi square dengan nilai α = 0,05.Hasil penelitian sebagian besar responden aktif sebagai kader 90 responden(55,2%), sebagian besar responden memiliki pendidikan lanjutan yaitu 94 responden(57,7%) dan sebagian besar responden tidak pernah dilatih yaitu 85 responden(52,1%). Hasil analisis ditemukan terdapat hubungan tingkat pendidikan (p value =0,00) dan pelatihan (p value = 0,00) dengan keaktifan kader posyandu. Disarankanuntuk pembinaan dan pelatihan secara berkesinambungan serta pendanaan untukposyandu.Kata Kunci : Keaktifan Kader, Pendidikan, Pelatihan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN PESERTA KE KLUB PROLANIS DI PUSKESMAS PEKURUN KABUPATEN LAMPUNG UTARA 2016 Ririn Wulandari; Eka Antoni
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i2.482

Abstract

Dua dekade terakhir ini, telah terjadi transisi epidemiologis yang signifikan, penyakit tidak menular telah menjadi beban utama, meskipun beban penyakit menular masih tetap tinggi. Provinsi Lampung memiliki prevalensi penyakit Diabetes Militus (DM) mencapai 0,8%, dan untuk Kabupaten Lampung Utara mencapai 1,1%, lebih tinggi dari prevalensi Provinsi Lampung (Riskesdas, 2013). Puskesmas Pekurun kasus DM sejumlah 120 kasus perbulan. Puskesmas Pekurun Januari-April 2016, hanya terdapat 40% (50 peserta) yang mengikuti kegiatan prolanis. Tujuan penelitian diketahui faktor yang berhubungan dengan kunjungan peserta prolanis ke Klub prolanis di Puskesmas Pekurun Kabupaten Lampung Utara 2016.Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian semua peserta Prolanis di Puskesmas Pekurun Kabupaten Lampung Utara September 2014 sejumlah 141 dengan sampel 101 responden. Pengambilan sampel dengan teknik quota sampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan distribusi memiliki pengetahuan yang baik 60.0%, sikap positif 55.2%, keluarga tidak mendukung 50.5%, tidak aktif melakukan kunjungan ke klub Prolanis 61.0%. Ada hubungan signifikan antara pengetahuan (p value 0,001 OR = 4,675), sikap (p value 0,002 OR = 4,248), dukungan keluarga (p value <0,001 OR = 7,822) dengan kunjungan ke klup prolanis. Disarankan pada petugas kesehatan lebih akatif sehingga masyarakat mau melakukan kunjungan ke Klub prolanis agar kesehatan dapat tetap terkontrol secara baik.Kata Kunci: Faktor, Prolanis

Page 2 of 50 | Total Record : 492


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue