cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Hubungan Pengetahuan Perawat dengan Penanganan Awal Pasien Cidera Kepala di IGD RSUD M.M Dunda Limboto Yunus, Pipin; Umar, Arifin; Damansyah, Haslinda; Tangahu, Kristin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18510

Abstract

ABSTRACT Head injury is a condition where there is an injury to the head which can cause damage to brain tissue due to trauma. Head injuries are the most common neurological disease among other neurological diseases which are usually caused by accidents. Handling head injuries requires good knowledge from nurses. Apart from that, age, gender, education and length of work are related to the initial treatment of head injuries. Objective: to determine the relationship between nurses' knowledge and initial treatment of head injury patients. Method: quantitative research design with analytical observational with a cross sectional approach, total population of 38 people with a total sample of 38 people or total sampling. Results: The results of the study showed that the highest knowledge of nurses was good knowledge at 34 people and the highest initial treatment for head injuries was good at 35 people with a value of pValue=0.000<0.05. Conclusion: there is a relationship between nurses' knowledge and the initial treatment of head injury patients, while there is no relationship between gender and length of work of nurses in the initial treatment of head injury patients. Suggestion: for nurses to increase their knowledge by attending several trainings in handling head injuries or exchanging information with fellow nurses to increase knowledge. Keywords: Head Injury, Knowledge, Initial Treatment  ABSTRAK Cedera kepala merupakan suatu kondisi terjadinya cedera pada kepala yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak akibat adanya trauma. Cedera kepala merupakan penyakit neurologis yang paling sering terjadi diantara penyakit neurologis lainnya yang biasa disebabkan oleh kecelakaan. Dalam penanganan cidera kepala membutuhkan pengetahuan yang baik dari perawat selain itu umur, jenis kelamin, pendidikan serta lama kerja berhubungan dengan penanganan awal cidera kepala. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan penanganan awal pasien cidera kepala. Desain penelitian kuantitatif dengan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah populasi sebanyak 38 orang dengan jumlah sampel sebanyak 38 orang atau total sampling. Hasil: hasil penelitian menunjukan pengetahuan perawat tertinggi yaitu pengetahuan baik sebanyak 34 orang dan penanganan awal cidera kepala yang tertinggi yaitu baik sebanyak 35 orang  dengan nilai pValue=0.000<0.05. Kesimpulan: terdapat hubungan pengetahuan perawat dengan penanganan awal pasien cidera kepala sedangkan tidak terdapat hubungan jenis kelamin dan lama kerja perawat dalam penanganan awal pasien cidera kepala. Saran: untuk perawat agar dapat meningkatkan pengetahuan dengan cara mengikuti beberapa pelatihan dalam penanganan cidera kepala atau saling bertukar informasi dengan sesama perawat dalam meningkatkan pengetahuan. Kata Kunci: Cidera Kepala, Pengetahuan, Penanganan Awal
Pengaruh Aktivitas Jalan Kaki terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Panjang Bandar Lampung Hadi, Riswan; Yulendasari, Rika; Andoko, Andoko
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.17259

Abstract

ABSTRACT The 2018 Lampung Basic Health Research (RISKESDAS) report shows that the prevalence of diabetes mellitus in Lampung Province is 0.8%. Of the 14 districts/cities, Bandar Lampung itself ranks 5th as the area with the prevalence of diabetes mellitus cases in Lampung Province with a prevalence of diabetes mellitus of 0.9%. The order of prevalence above is Metro City (1.2%), South Lampung (1.1%), Pesawaran (1.0%) and Tulang Bawang (1.0%). And based on the Minimum Service Standards (SPM) report from the Bandar Lampung City Health Service in 2023, it is known that the number of DM sufferers in Bandar Lampung City is 19,100 people and the Panjang Community Health Center is the health center with the highest number of DM sufferers, namely 1,446 people with 68 prolanis participants. Is known the effect of a walking exercise program on blood glucise levels in diabetes mellitus patients at the Panjang Community Health Center, Bandar Lampung City in 2024. This type of research is quantitative research using an analytical design using a quasi-experimental approach. The research design used was a pre-test-posttest with control group design. Based on the research results, it was found that the average blood glucose levels before walking exercise therapy was 270.40 mg/dl with a standard deviation of 73.860 and after being given walking exercise it decreased with a mean of 200.60 mg/dl with a standard deviation of 64.507. The results of the bivariate test analysis using the dependent t-test obtained a p-value of 0.000. There is an influence of the walking exercise program on blood glucose levels during diabetes mellitus patients. Keywords: Diabetes Mellitus, Walking, Blood Sugar Levels  ABSTRAK Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Lampung tahun 2018 menunjukan bahwa prevalensi diabetes melitus di Provinsi Lampung sebesar 0,8%. Dari 14 kabupaten/kota, Bandar Lampung sendiri menempati urutan ke-5 sebagai daerah dengan prevalensi kasus diabetes melitus di Provinsi Lampung dengan prevalensi diabetes melitus sebesar 0,9%. Urutan prevalensi di atas adalah Kota Metro (1,2%), Lampung Selatan (1,1%), Pesawaran (1,0%) dan Tulang Bawang (1,0%). Dan berdasarkan laporan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung tahun 2023 diketahui jumlah penderita DM di Kota Bandar Lampung sejumlah 19.100 jiwa dan Puskesmas Panjang merupakan puskesmas dengan jumlah penderita DM terbanyak yaitu sebanyak 1.446 jiwa dengan peserta prolanis sejumlah 68 orang. Diketahui pengaruh program latihan jalan kaki terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan analisis dengan menggunakan pendekatan quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah desain pre-test-posttest with control group design. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar gula sebelum dilakukan terapi latihan jalan kaki adalah 270,40 mg/dl dengan standar deviation 73,860 dan setelah diberikan latihan jalan kaki mengalami penurunan dengan mean 200,60 mg/dl dengan standar deviation 64,507. Hasil analisa uji bivariat menggunakan uji t-dependen didapatkan nilai p-value 0,000. Terdapat pengaruh program latihan jalan kaki terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Jalan Kaki, Kadar Gula Darah
Karakteristik dan Pengetahuan Pasien dalam Perawatan Luka Pasca Operasi di Rumah Sakit Islam Jakarta Naryati, Naryati; Aisyah, Aisyah; Widakdo, Giri; Nuraenah, Nuraenah; Fatimah, Fatimah; Zainaro, M. Arifki; Dewanti, Meisya Adelina; Apriansah, Rafel; Hartati, Eka Yuli; Yuliawati, Yuliawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.19374

Abstract

ABSTRACT The problem of Surgical Site Infection (SSI) is a problem that may occur due to surgical procedures, it can affect various layers of body tissue, superficial or deep. The incidence of SSI at the Jakarta Islamic Hospital in 2023 reached 16 incidents. This study aims to identify the characteristics and knowledge of patients in post-operative wound care at the Jakarta Islamic Hospital. The research method that will be carried out is simple descriptive with a cross-sectional approach. The results of the study explain that; all respondents totaling 31 respondents who have BPJS as their health insurance, the majority are female 96.8%, the distribution of indications for CS surgery in patients with SSI without indication reaches a proportion of 16.1%, KPD 16.1%, patients with comorbidities DM, hypokalemia, pulmonary TB, thrombocytopenia, and PEB each amounting to 1 person, the majority of patients' childbirth history is the first delivery of 54.2%, patient knowledge about wound care is obtained 25.8%, efforts to seek help are obtained results 83.3%, information needed by patients with SSI is obtained results 6.5% need information about wound care, 9.7. These findings indicate the importance of early education and information/continuous discharge planning with health centers or families in order to increase knowledge in an effort to reduce the risk of infection problems that occur Keywords: Characteristics, knowledge, wound care, Post-Operation ABSTRAK Masalah Infeksi Daerah Operasi (IDO) merupakan masalah yang mungkin terjadi akibat tindakan pembedahan, dapat mengenai berbagai lapisan jaringan tubuh, superfisial atau dalam. Kejadian IDO di Rumah Sakit Islam Jakarta tahun 2023 mencapai 16 kali kejadian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik dan pengetahuan pasien dalam perawatan luka pasca operasi di Rumah Sakit Islam Jakarta. Metode penelitian yang akan dilakukan  dengan deskriptif sederhana dengan pendekatan crossectional. Hasil penelitian menjelaskan bahwa; seluruh responden berjumlah 31 responden yang memiliki BPJS sebagai jaminan kesehatannya, mayoritas berjenis kelamin perempuan 96,8 % , sebaran  indikasi operasi SC pada pasien dengan IDO tanpa indikasi mencapai proporsi 16,1 %  , KPD 16,1% , pasien dengan penyakit penyerta DM, hipokalemi, Tb paru, trombositopenia, dan PEB masing-masing berjumlah 1 orang, riwayat persalinan mayoritas pasien persalinan pertama sebanyak 54,2%  , pengetahuan pasien tentang perawatan luka didapatkan 25,8%, upaya mencari pertolongan didapatkan hasil 83,3%, informasi yang dibutuhkan pasien dengan IDO didapatkan hasil 6,5% membutuhkan informasi tentang perawatan luka, 9,7%. Temuan ini menunjukkan pentingnya edukasi  dini dan informasi/ discharge planning berkelanjutan dengan puskesmas atau keluarga guna meningkatkan pengetahuan dalam upaya mengurangi resiko  masalah infeksi yang terjadi Kata Kunci: Karakteristik, Pengetahuan, Perawatan Luka,Pasca Operasi
Pengaruh Intervensi Menu Seimbang Berbasis Pangan Lokal Papua Barat Daya dengan Dengan Sajian Isi Piringku terhadap Kenaikan Berat Badan pada Balita Gizi Kurang Supu, La; Florensia, Wilma
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18490

Abstract

ABSTRACT Awareness of the benefits of local food in West Papua that meets balanced nutrition with the contents of my plate can increase nutritional intake and weight of toddlers. Factors such as limited access to nutritious local food, lack of knowledge about balanced nutrition and the contents of my plate, and unstable economic conditions are triggers for malnutrition in this region. The purpose o/f this study was to evaluate the effect of a balanced menu intervention based on local food in West Papua with a focus on the application of the contents of my plate model on weight gain in malnourished toddlers in the Remu Health Center Work Area, Sorong City. This study used a quasi-experimental research type with a one group pretest-posttest design. The sample was taken by accidental sampling, namely 30 malnourished toddlers in the Remu Health Center Work Area who received a balanced menu based on local food in West Papua for 1 month with a 7-day menu cycle for one month. The test used was the Paired T-Test with a significance level of  = 0.05. The results of this study indicate that there is an increase in average body weight from 8.430 to 8.670 and the results of the bivariate test show a p value of 0.000 (<0.005) or there is an influence of a balanced nutritional menu based on the focus of the contents of my plate according to local food in Southwest Papua with weight gain in undernourished toddlers Keywords: Balanced Menu, Local Food in Southwest Papua, My Plate, Weight Gain in Toddlers  ABSTRAK Kesadaran akan manfaat pangan lokal Papua Barat Daya yang memenuhi gizi seimbang dengan sajian isi piringku dapat meningkatkan asupan gizi dan berat badan balita. Faktor seperti keterbatasan akses terhadap pangan lokal yang bergizi, kurangnya pengetahuan tentang gizi yang seimbang dan isi piringku, serta kondisi ekonomi yang kurang stabil merupakan pemicu terjadinya. masalah malnutrisi di wilayah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh intervensi menu seimbang berbasis pangan lokal Papua Barat Daya dengan focus pada penerapan model  sajian isi piringku terhadap kenaikan berat badan balita gizi kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Remu Kota Sorong. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Sampel diambil dengan accidental sampling yang merupakan balita gizi kurang sebanyak 30 responden di Wilayah kerja Puskesmas Remu yang menerima menu seimbang berbasis pangan lokal Barat Daya selama 1 bulan dengan siklus menu 7 hari selama satu bulan. Uji yang digunakan adalah uji Paired T-Test dengan Tingkat signifikan a= 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan ada peningkatan rata-rata berat badan dari 8,430 menjadi 8,670 dan hasil uji bivariat menunjukkan nilai p value 0,000 (<0,005) atau terdapat pengaruh menu gizi seimbang berbasis focus sajian isi piringku sesuai pangan lokal Papua Barat Daya dengan kenaikan berat badan pada balita gizi kurang. Kata Kunci: Menu Seimbang, Pangan Lokal Papua Barat Daya, Isi Piringku, Kenaikan Berat Badan Balita
Diagnosis Komunitas dalam Upaya Penurunan Kasus Stunting di Desa Sukaharja, Wilayah Kerja Puskesmas Sindang Jaya Ahmad, Barii Ikraam Majiid; Atzmardina, Zita
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18307

Abstract

ABSTRACT Stunting is a serious health problem that affects the growth and development of children, especially in areas with limited access to balanced nutrition. This study aims to conduct a community diagnosis to reduce stunting cases in Sukaharja Village, the working area of Sindang Jaya Community Health Centre, Tangerang District, Banten Province. Through a qualitative approach, this study identified locations with increasing cases of stunting and the problems that cause it. Two interventions were conducted: counselling on stunting and prevention efforts using the ‘ABCDE’ method, and training on how to prepare a balanced nutrition menu. The results of the interventions showed an increase in participants' knowledge, with 88.9% having an increase in post-test scores and 97.22% scoring above 70. In addition, 36 demonstration participants successfully performed the practices. These findings emphasise the importance of community-based approaches in increasing community awareness and knowledge on stunting prevention, as well as the need for effective nutrition interventions to support optimal child growth. Keywords: Stunting, Balanced Nutrition, Community Diagnosis   ABSTRAK Stunting ialah sebuah masalah kesehatan serius yang memiliki dampak pada tumbuh dan kembangnya anak, khusunya di daerah dengan akses terbatas terhadap gizi seimbang. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan diagnosis komunitas guna menurunkan kasus stunting di Desa Sukaharja, wilayah kerja Puskesmas Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Melalui pendekatan kualitatif, kegiatan ini mengidentifikasi lokasi dengan peningkatan kasus stunting dan masalah-masalah yang menyebabkannya. Dua intervensi dilakukan: penyuluhan mengenai stunting dan upaya pencegahan dengan metode “ABCDE,” serta pelatihan penyusunan menu gizi seimbang. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, di mana 88,9% mengalami kenaikan nilai post-test dan 97,22% memperoleh nilai di atas 70. Selain itu, 36 peserta demonstrasi berhasil melakukan praktik dengan baik. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam peningkatan kesadaran serta wawasan masyarakat mengenai pencegahan stunting, serta kebutuhan akan intervensi gizi yang efektif untuk mendukung pertumbuhan anak yang optimal.  Kata Kunci: Stunting, Gizi Seimbang, Diagnosis Komunitas
Hubungan Anemia Kehamilan, Status Ekonomi dan Pola Pemberian Makan dengan Kejadian Stunting pada Anak di Puskesmas Pemenang, Kabupaten Lombok Utara Lubis, Nayna Aulia; Surasmaji, Lalu Irawan; Adnyana, I Gede Angga; Santosa, Hilda
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18710

Abstract

ABSTRACT Stunting refer to impaired physical and cognitive growth. It is often caused by prolonged malnutrition. This Condition is influenced by several factors, such as history of pregnancy-related anemia, feeding patterns, and economic status. Understanding the relationship between these factors is Important for stunting control and prevention. This study investigates the correlation between history of pregnancy-related anemia, feeding patterns, and economic status with the incidence of stunting at Puskesmas Pemenang in North Lombok Regency. This study was an analytical observational with cross-sectional design approach. A total of 91 participants were selected through non-probability purposive sampling. The Study was conducted at Puskesmas Pemenang, North Lombok Regency, in September 2024. The data obtained were analyzed through the Chi-square test, with a significance threshold established at p<0.05. Univariate analysis revealed that 41 (45.1%) children exhibited stunting, 49 (53.8%) mothers had a history of pregnancy-related anemia, 35 (38.5%) respondents demonstrated inappropriate dietary patterns, and 68 (74.7%) respondents were classified as having an economic status below the minimum wage. Bivariate analysis revealed a statistically meaningful correlation between a history of pregnancy-related anemia and stunting, yielding a p-value of 0.002 (PR: 2.33; 95% CI: 1.343-4.070). Additionally, a significant association was found between inappropriate dietary patterns and the incidence of stunting, with a p-value of <0.001 (PR: 3.08; 95% CI: 1.894-5.028). Conversely, no significant association was observed between economic status and the incidence of stunting, with a p-value of 0.165 (PR: 1.64; 95% CI: 0.847-3.185). History of pregnancy-related anemia and inappropriate dietary patterns are strongly linked to the occurrence of stunting in a statistically significant manner. In contrast, economic status does not show a significant statistical association with the incidence of stunting. Keywords: Stunting, Child Nutrition, Maternal and Child Health, Dietary Patterns, Pregnancy-Related Anemia, Economic Status.  ABSTRAK Stunting merupakan suatu kegagalan pertumbuhan pada tubuh dan otak anak. Hal ini muncul sebagai akibat dari kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Stunting dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti riwayat anemia kehamilan, pola pemberian makan dan status ekonomi. Mengetahui hubungan berbagai faktor ini penting untuk pencegahan dan pengendalian stunting. Mengetahui hubungan antara riwayat anemia kehamilan, pola pemberian makan dan status ekonomi dengan kejadian stunting pada Puskesmas Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif-observasional, dengan desain cross-sectional. Penelitian ini menggunakan 91 sampel dengan metode purposive sampling. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pemenang, Kabupaten Lombok Utara pada bulan September 2024. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi-square dengan nilai signifikansi p<0,05. Hasil analisis univariat menunjukkan 41 (45,1%) anak mengalami stunting, 49 (53,8%) ibu memiliki riwayat anemia kehamilan, 35 (38,5%) responden memiliki pola makan tidak tepat dan 68 (74,7%) responden memiliki status ekonomi dibawah UMR. Analisis bivariat pada riwayat anemia kehamilan dan stunting menunjukan hubungan yang signifikan dengan nilai p: 0,002 (PR: 2,33; CI 95%: 1,343-4,070). Hubungan signifikan juga didapatkan antara pola pemberian makan dan stunting dengan nilai p <0,001 (PR: 3,08; CI 95%: 1,894-5,028). Antara status ekonomi dan kejadian stunting tidak menunjukan hubungan yang signifikan, dengan nilai p: 0,165 (PR 1,64; CI 95%: 0,847-3,185). Riwayat anemia pada masa kehamilan dan pola pemberian makan berhubungan signifikan secara statistik dengan kasus stunting. Antara status ekonomi dan kejadian stunting juga tidak menunjukan hubungan yang signifikan. Kata Kunci: Stunting, Gizi Balita, Kesehatan Ibu dan Anak, Pola Makan Balita, Anemia Kehamilan, Status Ekonomi Keluarga
Gambaran Determinan Terjadinya Stunting pada Balita di Desa Cikahuripan dan Karangpapak Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Shalahuddin, Iwan; Alfairuz, Faiz Zahran; Ermiati, Ermiati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18354

Abstract

ABSTRACT Stunting is a condition in which children experience growth and development failure due to malnutrition. The causes of stunting include lack of nutritional intake for toddlers, low access to nutritious food, low birth weight, infectious diseases, exclusive breastfeeding, complementary foods, and poor food diversity. Cikahuripan and Karangpapak villages are one of the villages with the highest stunting rate in Cisolok District, Sukabumi Regency. The purpose of this study is to see the picture of the determinants of stunting factors in toddlers in Cikahuripan Village and Karangpapak, Cisolok District, Sukabumi Regency. Quantitative descriptive research with research respondents as many as 110 mothers who have stunting toddlers in Cikahuripan and Karangpapak Villages. The 4 factors that affect the incidence of stunting, that are the mother's occupation, maternal education, family income, and the history of the toddler's diet. Factors such as maternal occupation, maternal education, family income and dietary history dominate the incidence of stunting in toddlers in these locations. Keywords: Nutritional Status, Stunting, Toddler. ABSTRAK Stunting merupakan kondisi di mana anak mengalami kegagalan pertumbuhan dan perkembangan karena kekurangan gizi. Penyebab terjadinya stunting diantaranya kurangnya asupan gizi balita, rendahnya akses terhadap makanan bergizi, berat badan lahir rendah, penyakit infeksi, ASI eksklusif, MP-ASI, dan buruknya keragaman pangan. Desa Cikahuripan dan Karangpapak merupakan salah satu desa yang memiliki angka stunting tertinggi di Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran determinan faktor terjadinya stunting pada balita di Desa Cikahuripan dan Karangpapak Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan responden penelitian sebanyak 110 ibu yang memiliki balita stunting di Desa Cikahuripan dan Karangpapak. Dari 10 faktor determinan yang diteliti terdapat 4 faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di Desa Cikahuripan dan Karangpapak. 4 faktor tersebut yaitu pekerjaan ibu, pendidikan ibu, pendapatan keluarga, dan riwayat pola makan balita. Faktor-faktor seperti pekerjaan ibu, pendidikan ibu, pendapatan keluarga dan riwayat pola makan mendominasi kejadian stunting pada balita di lokasi tersebut. Kata Kunci: Balita, Status Gizi, Stunting.
Perilaku Keluarga pada Penanganan Awal Kejadian Stroke melalui Metode Face, Arm, Speech, Time (FAST) Yudianto, Fauzi Ahmad; Rahayu, Sri
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18393

Abstract

ABSTRACT Stroke occurs due to impaired brain function that occurs suddenly due to blood circulation problems in the brain. This condition requires immediate treatment. Families can help prevent death or permanent disability from stroke by having appropriate behavior. Appropriate behavior includes knowledge of the signs and symptoms of stroke, as well as a responsive and quick attitude to get stroke patients to the hospital. The purpose of this study is to determine the picture of family behavior in the early treatment of stroke incidence through the face, arm, speech, time (FAST) method. Quantitative research with an analytical descriptive approach. The sample in this study totaled 77 by the purposive sampling method. Data collection used a demographic data questionnaire and a questionnaire for the initial handling of stroke events at home. The study showed that participants who did not carried out early treatment of stroke incidence through the FAST method were: face, arm, speech (76.6%), and time (61%).This study shows that the family behavior in the initial treatment of stroke incidence through the face, arm, speech, time (FAST) method of the families of patients treated at Dr. Moewardi Hospital is the majority of patients who do not do face, arm, speech, time (FAST) examination.   Keywords: Early Stroke Management, Family Behavior, FAST Method, Stroke  ABSTRAK Stroke karena gangguan fungsi otak secara mendadak akibat peredaran darah di otak mengalami masalah. Kondisi ini membutuhkan penanganan segera. Keluarga dapat membantu mencegah terjadinya kematian maupun cacat permanen akibat stroke dengan memiliki perilaku tepat dan cepat. Perilaku yang tepat meliputi pemahaman mengenai tanda dan gejala stroke, serta sikap proaktif dan responsif untuk segera membawa pasien stroke ke fasilitas medis atau rumah sakit terdekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman sejauh mana kesadaran dan respons keluarga dapat mempengaruhi penanganan stroke pada waktu yang sangat kritis dengan memanfaatkan metode FAST (Face, Arm, Speech, Time) sebagai alat untuk penilaian awal terhadap gejala stroke. Metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik digunakan dalam penelitian ini. Teknik purposive sampling digunakan dalam pengambilan sampel dengan responden sebanyak 77 orang. Penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa partisipan yang tidak menerapkan tindakan awal stroke menggunakan metode FAST, yaitu: face, arm, speech sebesar 76,6%, dan time sebesar 61%. Studi ini mengungkapkan bahwa sikap yang dimiliki keluarga dalam menangani kejadian awal serangan stroke dengan metode face, arm, speech, time (FAST) pada pasien yang dirawat di RSUD Dr. Moewardi sebagian besar tidak melakukan pemeriksaan face, arm, speech, time (FAST). Kata Kunci: Metode FAST, Penanganan Awal Stroke, Perilaku Keluarga, Stroke
Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Usia 24–59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Betung Damayanti, Dini Fitri; Elmina, Elmina; Dianna, Dianna
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.17264

Abstract

ABSTRACT Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutritional intake for a long time. The prevalence of stunting in West Kalimantan in 2021, the results of 45,892 (17.75%) children under five were stunted. Prevalence of stunting in Bengkayang Regency in 2022: 2843 (27.93%) toddlers are stunted. Analyzing Factors Related to the Incidence of Stunting in Toddlers Aged 24-59 Months in the Working Area of the Sungai Betung Health Center, Bengkayang Regency. Case Control research design. The sample in this study is divided into 2 groups as cases and controls, with the sampling technique used in this study being Random sampling, with a sample number of 88 respondents with each group of 44 cases and 44 control people. Data analysis using the chi square test. The results of the statistical test showed that there was a significant relationship between maternal nutrition in early pregnancy, history of exclusive breastfeeding, and history of anemia with stunting in children 24-59 months with a significant chi square test value with a p-value of <0.05, and there was no significant relationship between history of ANC and stunting in children aged 24-59 months (p=0.071). There was a relationship between maternal nutritional history in early pregnancy, history of exclusive breastfeeding, history of anemia during pregnancy with stunting incidence in children aged 24-59 months at Sungai Betung Health Center and no relationship between ANC history and stunting incidence in children aged 24-59 months at Sungai Betung Health Cente. Keywords: Stunting, Nutrition, Breastfeeding, Anemia, ANC  ABSTRAK Stunting merupakan sebuah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Prevalensi stunting di Kalimantan Barat pada tahun 2021, didapatkan hasil 45.892 (17,75%) balita mengalami stunting. Prevalensi kejadian balita stunting di Kabupaten bengkayang pada tahun 2022 2843 (27,93%) balita mengalami stunting. Menganalisis Faktor-Faktor Yang berhubungan dengan kejadian Stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja puskesmas Sungai Betung Kabupaten Bengkayang. Desain penelitian Case Control. Sampel dalam penelitian ini adalah dibagi menjadi 2 kelompok sebagai kasus dan kontrol,dengan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Random sampling, dengan jumlah sampel yaitu 88 responden dengan masing-masing kelompok 44 orang kasus dan 44 orang kontrol. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara gizi ibu awal kehamilan, riwayat ASI Eksklusif, dan riwayat anemia dengan stunting pada anak 24-59 bulan masing nilai uji chi square signifikan dengan p-value <0,05, dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat ANC dengan stunting pada anak usia 24-59 bulan (p=0,071). Ada hubungan antara riwayat gizi ibu awal kehamilan, riwayat ASI Eksklusif, riwayat anemia pada saat hamil dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di Puskesmas Sungai Betung dan Tidak ada hubungan antara riwayat ANC dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di Puskesmas Sungai Betung. Kata Kunci: Stunting, Gizi, ASI, Anemia, ANC
Perbandingan Pengaruh Aromaterapi Citrus Aurantium (Bitter Orange) dengan Aromaterapi Mawar terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif di RSUD Koja Nurutami, Raden Nova; Suralaga, Cholisah; Silawati, Vivi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.11550

Abstract

ABSTRACT Mothers in the active phase of labor usually experience anxiety due to discomfort due to contractions. One effort to reduce anxiety is by giving Citrus aurantium (bitter orange) Aromatherapy and rose Aromatherapy. Based on the results of interviews from 10 pregnant women who were carried out in the delivery room at the Koja City General Hospital in North Jakarta, it was found that all of them said they were worried about the delivery process. To determine the comparison of the effect of Citrus aurantium (bitter orange) Aromatherapy and rose Aromatherapy on the anxiety level of mothers during the first active phase of labor at Koja Hospital in 2023. Quasy experiment with pre-test and post-test two group design. The sample in the study was pregnant women whose estimated delivery was in June 2023 as many as 30 respondents using a purposive sampling technique. Data analysis used the paired sample t-test and Independent T-Test, which were previously tested for normality and homogeneity. The results of a univariate study showed that maternal anxiety during the first active phase before being given Citrus aurantium (bitter orange) Aromatherapy decreased with a difference in average value of 4.14. The anxiety of the mother during the first active phase before being given rose Aromatherapy decreased with an average difference of 1.07. The results of the bivariate study were paired sample t-test Aromatherapy of Citrus aurantium (bitter orange) (P Value 0.000) and Aromatherapy of roses (P Value 0.001). Independent T-Test test results with a P Value of 0.003.There is a difference in the effect of Citrus aurantium (bitter orange) Aromatherapy and rose Aromatherapy on the anxiety level of mothers during the first active phase. It is hoped that giving Citrus aurantium and rose Aromatherapy can be used as therapy for pregnant women who are experiencing anxiety. Keywords: Citrus Aurantium (Bitter Orange) Aromatherapy, Rose Aromatherapy, Maternity Anxiety  ABSTRAK Ibu bersalin fase aktif biasanya mengalami kecemasan sehubungan dengan rasa tidak nyaman karena kontraksi. Salah satu upaya untuk mengurangi kecemasan adalah dengan memberikan aroma terapi Citrus aurantium (bitter orange)dan aroma terapi mawar. Berdasarkan hasil wawancara dari 10 ibu hamil yang dilakukan di ruang bersalin RSUD Koja Kota Jakarta Utara didapatkan seluruhnya mengatakan cemas akan proses persalinannya. Mengetahui perbandingan pengaruh aroma terapi Citrus aurantium (bitter orange) dengan aroma terapi mawar terhadap tingkat kecemasan ibu bersalin kala I fase aktif di RSUD Koja tahun 2023. Quasy experiment dengan rancangan pre-test and post-test two group design. Sampel dalam penelitian yaitu ibu hamil yang taksiran persalinannya pada bulan Juni 2023 sebanyak 30 responden dengan teknik purposive sampling, analisa data menggunakan uji paired sample t-test dan T-Test Independent yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian univariat kecemasan ibu bersalin kala I fase aktif sebelum diberikan aroma terapi Citrus aurantium (bitter orange) mengalami penurunan dengan selisih nilai rata-rata 4,14. Kecemasan ibu bersalin kala I fase aktif sebelum diberikan aroma terapi mawar mengalami penurunan dengan selisih nilai rata-rata 1,07. Hasil penelitian bivariat uji paired sample t-test aroma terapi Citrus aurantium (bitter orange) (P Value 0,000) dan aroma terapi mawar (P Value 0,001). Hasil uji T-Test Independent dengan P Value 0,003. Ada perbedaan pengaruh aroma terapi Citrus aurantium (bitter orange) dengan aroma terapi mawar terhadap tingkat kecemasan ibu bersalin kala I fase aktif. Diharapkan pemberian aroma terapi Citrus aurantium  maupun mawar dapat dijadikan sebagai terapi pada ibu bersalin yang sedang mengalami kecemasan. Kata Kunci: Aroma Terapi Citrus Aurantium (Bitter Orange), Aroma Terapi Mawar, Kecemasan Ibu Bersalin

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue