cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Pengembangan Snedds Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.) untuk Meningkatkan Efikasi Anthelmintik dalam Praktik Keperawatan Yuwanda, Alhara; Adina, Anugerah Budipratama
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.18934

Abstract

ABSTRACT The development of Self-Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) aims to enhance drug bioavailability and release effectiveness. SNEDDS utilizes papaya leaf extract as an active ingredient with therapeutic potential. This study aims to evaluate five SNEDDS formulations based on organoleptic parameters, transmittance, particle size, PDI, zeta potential, pH level, and cumulative drug release percentage. Formulations were created using an optimal mixing technique, followed by testing each parameter to determine the characteristics of the formulations. Measurements were taken at different time intervals for drug release analysis. Findings indicate that formulation F1 exhibited the best performance among the five tested formulations, with smaller particle size, lower PDI, and higher zeta potential values. The cumulative drug release percentage for F1 reached 97.54% within 240 minutes, while the control only achieved 46.17%.Conclusion: Formulation F1 demonstrates significant potential as a drug delivery system with good stability and optimal drug release. This study provides a solid foundation for further development of SNEDDS-based drug delivery systems for more effective therapeutic applications. Keywords : Papaya, SNEDDS , Penetration,  Nanoemulsion  ABSTRAK Pengembangan formulasi Self-Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) bertujuan untuk meningkatkan bioavailabilitas dan efektivitas pelepasan obat. SNEDDS menggunakan ekstrak daun pepaya sebagai bahan aktif yang memiliki potensi terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi lima formulasi SNEDDS berdasarkan parameter organoleptik, transmitan, ukuran partikel, PDI, zeta potensial, derajat keasaman (pH), dan persentase kumulatif pelepasan obat. Formulasi dibuat menggunakan teknik pencampuran yang optimal, diikuti dengan pengujian masing-masing parameter untuk menentukan karakteristik formulasi. Pengukuran dilakukan pada interval waktu yang berbeda untuk analisis pelepasan obat. Hasil menunjukkan bahwa formulasi F1 memiliki performa terbaik di antara lima formulasi yang diuji, dengan ukuran partikel yang lebih kecil, PDI yang lebih rendah, dan nilai zeta potensial yang lebih tinggi. Persentase kumulatif pelepasan obat pada F1 mencapai 97,54% dalam waktu 240 menit, sementara kontrol hanya mencapai 46,17%. Formulasi F1 menunjukkan potensi yang signifikan sebagai sistem penghantaran obat dengan stabilitas yang baik dan pelepasan obat yang optimal. Penelitian ini memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan lebih lanjut dari sistem penghantaran obat berbasis SNEDDS untuk aplikasi terapeutik yang lebih efektif. Kata Kunci: Pepaya, SNEDDS, Pentrasi, Nanoemulsi
Hubungan Motivasi Belajar, Gaya Belajar, Kualitas Tidur dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Angkatan 2021 Universitas Islam Al-Azhar Putra, Ananda Bismantara; Ronanarasafa, Ronanarasafa; Imam, Lalu Yogi Prasetio; Syuhada, Irwan
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19449

Abstract

ABSTRACT Learning activities are the main activities that exist in any educational process. Learning has a global goal to change one's behavior and potential behavior. Graduates, especially at the undergraduate level, use the cumulative grade point average (GPA) as an indicator of the real ability of students to learn in a course after going through the learning process in a certain time. This study aims to analyze whether there is a relationship between learning motivation, learning style and sleep quality with grade point average (GPA) in Al-Azhar Islamic University Medical students class of 2021. This research is an observational analytical study with a cross-sectional design that analyzes the relationship between learning style, learning motivation, and sleep quality on the GPA of Al-Azhar Islamic University Faculty of Medicine students class of 2021.  A sample of 98 students was selected using total sampling technique, with research instruments in the form of MSLQ for learning motivation, VARK for learning style, and PSQI for sleep quality. The results showed that the majority of students had moderate motivation (58.16%), unimodal learning style (80%), and good sleep quality (65.31%). A total of 76.53% of students experienced an increase in GPA. Analysis using the Chi-square test showed that learning motivation was significantly associated with GPA (p = 0.000), while learning style did not have a significant relationship (p = 0.633). Sleep quality was significantly associated with an increase in GPA (p = 0.044, PR = 2.053, 95% CI: 1.015-4.154). This study concludes that learning motivation and sleep quality have a significant effect on GPA, while learning style has no significant relationship. Keyword: Learning Motivation, Learning Style, Sleep Quality, GPA  ABSTRAK Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan utama yang ada pada setiap proses pendidikan. Belajar mempunyai tujuan global untuk mengubah tingkah laku maupun potensi perilaku seseorang. Pejalar khususnya pada jenjang mahasiswa, menggunakan Indeks prestasi kumulatif (IPK) sebagai indikator kecakapan nyata prestasi belajar mahasiswa dalam suatu mata kuliah setelah menjalani proses belajar dalam waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat hubungan antara motivasi belajar, gaya belajar, dan kualitas tidur dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada mahasiswa Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Angkatan 2021. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional yang menganalisis hubungan gaya belajar, motivasi belajar, dan kualitas tidur terhadap IPK mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar angkatan 2021. Sampel sebanyak 98 mahasiswa dipilih menggunakan teknik total sampling, dengan instrumen penelitian berupa MSLQ untuk motivasi belajar, VARK untuk gaya belajar, dan PSQI untuk kualitas tidur. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa memiliki motivasi sedang (58,16%), gaya belajar unimodal (80%), dan kualitas tidur baik (65,31%). Sebanyak 76,53% mahasiswa mengalami peningkatan IPK. Analisis menggunakan uji Chi-square menunjukkan motivasi belajar berhubungan signifikan dengan IPK (p = 0.000), sedangkan gaya belajar tidak memiliki hubungan signifikan (p = 0.633). Kualitas tidur berhubungan signifikan dengan peningkatan IPK (p = 0.044, PR = 2,053, 95% CI: 1,015–4,154). Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi belajar dan kualitas tidur berpengaruh signifikan terhadap IPK, sementara gaya belajar tidak memiliki hubungan yang signifikan. Kata Kunci: Motivasi Belajar, Gaya Belajar, Kualitas Tidur, Indeks Prestasi Kumulatif
Dampak Baby Spa terhadap Tumbuh Kembang Anak Usia 3-5 Bulan di Momby Spa Labuan Kabupaten Pandeglang Ardila, Ardila; Sugiatini, Titin Eka
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19260

Abstract

ABSTRACT Infancy is a golden age and a critical period of development, it is said to be a critical period because at this time the baby is very sensitive to the environment and it is said to be a golden period because infancy lasts very short and cannot be repeated. In stimulating child development with baby SPA can help children get the appropriate stimulation. Baby Spa which is done at the age of 3-5 months is very useful for supporting the development of gross and fine motor skills of babies. Purpose This study aims to determine the impact of Baby Spa on the Growth and Development of Children Aged 3-5 Months at Momby Spa Labuan, Pandeglang Regency. The type of research used in this study is quantitative research. Quantitative research uses a type of pre-experimental research with pre-test and post-test in one group (One-group pre-posttest). The number of samples in this study was 36 children. Univariate data analysis is displayed in the form of a frequency distribution table. Bivariate analysis using the T test with the help of SPSS. Based on the results of the normality test, in the data before Baby Spa p = 0.001 0.05, and after Baby Spa the p value = 0.000<0.05, it can be concluded that the data is normally distributed. From the T-test table before and after baby spa in the experimental group, it can be seen that the 2-tailed probability (significance) value is 0.000 <0.05, so Ho is rejected and Ha is accepted. So it can be concluded that this study shows that there is a significant difference in children who have baby spa. It can be concluded that there is an impact of Baby Spa on the growth and development of children aged 3-5 months at Momby Spa Labuan, Pandeglang Regency. Baby spa stimulation plays a role in improving the growth and development of babies so that they can develop optimally supported by other factors. Regular and continuous stimulation can encourage the formation and strengthen the relationship between nerves that have been formed. Keywords: Baby Spa, Growth and Development, Children Aged 3-5 Months  ABSTRAK Masa bayi adalah masa keemasan serta masa kritis perkembangan, dikatakan masa kritis karena pada masa ini bayi sangat peka terhadap lingkungan dan dikatakan masa keemasan karena masa bayi berlangsung sangat singkat dan tidak dapat diulang kembali. Dalam menstimulasi perkembangan anak dengan baby SPA dapat membantu agar anak memperoleh rangsangan yang sesuai. Baby Spa yang dilakukan pada usia 3-5 bulan sangat bermanfaat untukmenunjang perkembangan motorik kasar dan halus bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak  Baby SpaTerhadap Tumbuh Kembang Anak Usia 3-5 Bulan Di Momby Spa Labuan Kabupaten Pandeglang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif menggunakan jenis penelitian pra-experimental dengan pre test dan post test dalam satu kelompok (One-group pre-posttest). Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 36 anak. Analisis data univariat ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon dengan bantuan SPSS. Berdasarkan hasil uji normalitas, pada data sebelumdilakukan Baby Spa p= 0,001<0,05, dan setelah dilakukan Baby Spa nilai p= 0,000<0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data tidak berdistribusi normal. Dari tabel uji wilcoxon sebelum dilakukan baby spa dan sesudah dilakukan baby spa pada kelompok eksperimen dapat diketahui nilai probabilitas (signifikansi) 2-tailed adalah 0,000< 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada anak yang dilakukan baby spa. Dapat disimpulkan bahwa adanya dampak Baby Spa terhadap tumbuh kembang anak usia 3 – 5 bulan di Momby Spa Labuan Kabupaten Pandeglang. Stimulasi baby spa berperan dalam meningkatkan tumbuh kembang bayi agar dapat berkembang secara optimal didukung dengan faktor lainnya. Stimulasi yang teratur dan terus menerus dapat mendorong pembentukan dan memperkuat hubungan antar saraf yang sudah terbentuk. Kata Kunci: Baby Spa, Pertumbuhan dan Perkembangan, Anak Usia 3-5 Bulan
Hubungan Gaya Hidup dan Pola Makan dengan Kejadian Diabetes Mellitus di RSUD Kota Sabang Jannah, Miftahul; Kaban, Karmila Br; Sitohang, Agnesia; Sanofa, Helena; Hacki, Tio Abdul; Gulo, Surya Kristiani
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19152

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a degenerative disease that is generally caused by an unhealthy lifestyle. Lifestyle is a person's behavior aimed at daily activities. Fast food, lack of exercise and soft drinks are precipitating factors for type 2 DM. The purpose of this study was to determine the relationship between lifestyle and diet with the incidence of diabetes mellitus. The type of research used is an analytic descriptive survey with a Cross Sectional design. The population in this study were all patients with DM disease at Sabang City Hospital as many as 168 people. The technique of taking subjects using simple random sampling as many as 42 people. The instruments used in this study were questionnaires to measure lifestyle (smoking habits, physical activity, and alcohol consumption habits), diet, and DM incidence. The research data analysis was univariate and bivariate analysis with chi square test. The results explained that there was a relationship between lifestyle smoking habits (p = 0.023), physical activity (p = 0.017), and alcohol consumption habits (p = 0.002) with the incidence of DM. There is no relationship between diet (p = 0.327) and the incidence of DM. The conclusion of this study is that there is a relationship between lifestyle (smoking habits, physical activity, and alcohol consumption habits) and diet with the incidence of DM. It is recommended to maintain diet and lifestyle to improve the quality of life of patients with DM. Keywords: Lifestyle, Diit, Diabetes Mellitus  ABSTRAK Penyakit Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang umumnya disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Gaya hidup adalah perilaku seseorang yang ditujukan dalam aktivitas sehari-hari. Makanan cepat saji, kurangnya olahraga dan minuman bersida merupakan faktor pencetus DM tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan gaya hidup dan pola makan dengan kejadian diabetes mellitus. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei bersifat deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dengan penyakit DM di RSUD Kota Sabang sebanyak 168 orang. Teknik pengambilan subjek menggunakan simple random sampling sebanyak 42 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk mengukur gaya hidup (Kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan kebisaan konsumsi alkohol), pola makan, dan kejadian DM. Akalisa data penelitian adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menjelaskan terdapat hubungan antara gaya hidup kebiasaan merokok (p= 0,023), aktivitas fisik (p= 0,017), dan kebisaan konsumsi alkohol (p= 0,002) dengan kejadian DM. Tidak terdapat hubungan pola makan (p= 0,327) dengan kejadian DM. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara gaya hidup (Kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan kebisaan konsumsi alcohol) dan pola makan dengan kejadian DM. Disarankan untuk menjaga pola makan dan gaya hidup untuk meningkatkan kualitas hidup pasien DM. Kata Kunci: Gaya Hidup, Pola Makan, Diabetes Mellitus
Peran Fasilitas Pelayanan Kesehatan dalam Pencegahan Penyakit Hipertensi di Daerah Pedesaan: Literature Review Ratnawati, Dewi; Anshari, Dien; Safitri, Yolanda
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.20057

Abstract

ABSTRACT The issue of hypertension in rural areas has become an important concern due to its increasing prevalence, which is linked to lifestyle changes, dietary patterns, and limited access to healthcare services. This study aims to explore the role of healthcare facilities in preventing hypertension in rural areas.The design used was a Literature Review, with articles collected from PubMed and Scopus databases from 2019 to 2024. The keywords used were hypertension, rural population, primary health care, prevention, control, health behavior, mass, quality improvement, government regulation, and health status. Based on the nine articles collected, five articles indicated that the prevalence of hypertension in rural areas remains high and poorly controlled. The remaining four articles showed a reduction or good control of hypertension, influenced by several factors: receiving interventions or special attention from doctors or nurses (with adequate human resources), social support, good sleep quality, lifestyle modifications, improved health education and knowledge, and the use of health technologies. Recommendations for healthcare providers include prioritizing hypertension prevention and management, particularly in rural areas. There is a need to improve facilities, provide training for medical staff, and raise public awareness about the importance of hypertension prevention and treatment. Keywords: Hypertension,Primary Health Care, Rural Areas.  ABSTRAK Masalah hipertensi di daerah pedesaan menjadi perhatian penting karena prevalensinya yang cenderung meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup, pola makan, dan akses terhadap layanan kesehatan yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran bagaimana peran fasilitas pelayanan kesehatan terhadap pencegahan penyakit hipertensi di daerah pedesaan. Desain yang digunakan adalah Literature Review, artikel dikumpulkan dengan menggunakan database PubMed dan Scopus dengan rentang tahun 2019 hingga 2024. Kata kunci yang digunakan hypertension, rural populationandprimary health care, prevention, control, health behavior, mass, quality improvement, government regulation, and health status. Berdasarkan sembilan artikel yang dikumpulkan, terdapat lima artikel prevalensi hipertensi di kawasan pedesaan masih tergolong tinggi dan belum terkendali dengan baik. Empat artikel lainnya diperoleh hasil prevalensi hipertensi mengalami penurunan atau terkontrol dengan baik, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor; mendapatkan intervensi atau perhatian khusus oleh dokter atau perawat (dalam hal ini SDM memadai), dukungan sosial, kualitas tidur yang baik, modifikasi gaya hidup, peningkatan pendidikan dan pengetahuan kesehatan dan pemanfaatan teknologi kesehatan. Saran bagi penyedia layanan kesehatan, pencegahan dan pengelolaan hipertensi harus menjadi prioritas, terutama di daerah pedesaan, perlu adanya peningkatan fasilitas, pelatihan tenaga medis, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan pengobatan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Layanan Kesehatan Primer, Daerah Pedesaan.
Berhubungan Berat Badan Lahir Rendah, Status Gizi Ibu Hamil dan Anemia pada Ibu Hamil dengan Stunting pada Balita Puskesmas Pelangan, Kabupaten Lombok Barat Silpiyana, Saufi; Iing, Iing; Mardiah, Aena; Benvenuto, Ananta Fittonia
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19314

Abstract

ABSTRACT Stunting is not only an indicator of serious nutritional and health problems but also has long-term impacts on child development. In West Nusa Tenggara (NTB), the prevalence of stunting is recorded at 19.9%, which remains higher than the national average. Objective to determine the relationship between low birth weight (LBW), maternal nutritional status, and maternal anemia with the incidence of stunting in toddlers at Puskesmas Pelangan Kabupaten Lombok Barat. This research is a quantitative analytic observational study with a cross-sectional design. The sampling technique used was simple random sampling. The study was conducted at Puskesmas Pelangan Kabupaten Lombok Barat, in December 2024, involving 155 respondents. Data were analyzed using the chi-square test with a significance level of p < 0.05. The bivariate analysis indicated a significant relationship between low birth weight and stunting (p-value 0.007; PR 1.831; CI 1.188–2.824), maternal nutritional status and stunting (p-value 0.002; PR 1.947; CI 1.280–2.962), and maternal anemia and stunting (p-value 0.015; PR 1.720; CI 1.135–2.607). There is a significant relationship between low birth weight, maternal nutritional status, and maternal anemia with the incidence of stunting in toddlers at Puskesmas Pelangan Kabupaten Lombok Barat. Keywords: Stunting, Low Birth Weight, Maternal Nutritional Status, Anemia  ABSTRAK Stunting tidak hanya menjadi indikator adanya masalah gizi dan kesehatan yang serius, tetapi juga memberikan dampak luas terhadap perkembangan anak dalam jangka panjang. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), prevalensi stuntingtercatat sebesar 19,9%, yang masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Tujuan untuk mengetahui hubungan berat badan lahir rendah, status gizi ibu hamil, dan anemia pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Pelangan, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pelangan Kabupaten Lombok Barat pada bulan Desember 2024. Sampel penelitian sebanyak 155 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square dengan nilai signifikasi p < 0.05.  Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan signifikan berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting dengan p-value 0,007 (PR 1,831; CI 1,188-2,824), terdapat hubungan signifikan status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting dengan p-value 0,002 (PR 1,947; CI 1,280-2,962), dan ada hubungan signifikan anemia pada ibu hamil dengan kejadian stunting dengan p-value 0,015 (PR 1,720; CI 1,135-2,607). Berat badan lahir rendah, status gizi ibu hamil, dan anemia pada ibu hamil kemungkinan menyebabkan stunting pada balita di Puskesmas Pelangan, Kabupaten Lombok Barat. Kata Kunci: Stunting, BBLR, Status Gizi, Anemia
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan KB IUD Pasca Persalinan di Klinik Bidan Lamria Silitonga Amd.Keb Kalimantan Barat Amallkarina, Lufthi; Sutarno, Maryati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19210

Abstract

ABSTRACT KBPP coverage is still very low. Of the 79 mothers giving birth, only 21 people (26.5%) will use the KBPP IUD in 2023 and in 2024, of the 59 mothers giving birth, only 13 people (22%) will use the KBPP IUD, this is This means that the use of KBPP among mothers giving birth is still very low. to study the factors associated with the use of IUD contraception after childbirth at the Midwife Clinic Lamria Silitonga Amd. Keb West Kalimantan in 2024. Analytical Survey, with a cross sectional approach, the population in this study were all postpartum mothers at the Lamria Silitonga Midwife Clinic Amd. Keb West Kalimantan from January to September 2024 as many as 59 people, with a total sampling technique with a sample size of 59 respondents , using data namely secondary data with checklist sheets, univariate and bivariate analysis using chi square.  From the results of the Chi Square test, there is a significant relationship between age and the use of IUD contraception after childbirth (ρ value = 0.000), and the OR value = 0.020, meaning that postpartum mothers aged <20 years or >35 years are more at risk of not using an IUD and vice versa. There is no relationship between parity (ρ value = 0.533) and employment (ρ value = 0.208) with the use of IUD contraception after childbirth at the Midwife Clinic Lamria Silitonga Amd. Keb West Kalimantan in 2024. There is a relationship between age and the use of IUD contraception after childbirth so that this research can be used as a reference in providing postpartum contraception based on the mother's age, whether it is risky or not. Keywords: Age, Parity, Employment, Use of KBPP  ABSTRAK Cakupan KBPP masih sangat rendah dari 79 ibu bersalin hanya 21 orang (26,5%) yang menggunakan KBPP IUD pada tahun 2023 dan pada tahun 2024 dari 59 ibu bersalin hanya 13 orang (22%) yang menggunakan KBPP IUD, hal ini berarti penggunaan KBPP pada ibu bersalin masih sangat rendah. Untuk mempelajari Faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB IUD pasca persalinan di Klinik Bidan Lamria Silitonga Amd.Keb Kalimantan Barat Tahun 2024. Survei Analitik, dengan pendekatan secara cross sectional, populasi dalam penelitian ini seluruh ibu pasca persalinan di Klinik Bidan Lamria Silitonga Amd.Keb Kalimantan  Barat  dari bulan Januari s/d September 2024 sebanyak 59 orang, dengan teknik total samplling dengan jumlah sample 59 responden, memakai data yaitu data sekunder dengan lembar cheklist, analisis univariat dan bivariat menggunakan chi square. Dari hasil uji uji Chi Square yaitu Ada hubungan yang sigifikan antara usia dengan penggunaan KB IUD pasca persalinan (ρ value = 0,000), dan nilai OR=0.020 artinya ibu pasca persalinan yang berusia <20 tahun atau >35 tahun lebih berisiko tidak menggunakan IUD dan begitu pula sebaliknya. Tidak ada hubungan paritas (ρ value = 0, 533) dan pekerjaan (ρ value = 0,208) dengan penggunaan KB IUD pasca persalinan di Klinik Bidan Lamria Silitonga Amd.Keb Kalimantan  Barat  Tahun 2024. Hubungan usia dengan penggunaan KB IUD pasca persalinan sehingga dengan adanya penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam memberikan kontrasepsi pasca salin dilihat dari usia ibu apakah berisiko dan tidak berisiko. Kata Kunci: Usia, Paritas, Pekerjaan, Penggunaan KBPP
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Multi Drug Resistant Tuberculosis (Mdr-Tb) di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Cahyani, Restiana; Keswara, Umi Romayati; Winarno, Rudi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.12139

Abstract

ABSTRACT Multidrug-resistant tuberculosis (MDR TB) is the resistance of Mycobacterium tuberculosis to several anti-tuberculosis drugs (OAT). Based on the data obtained during the initial data collection in the medical record sectionat the Regional General Hospital dr. H. Abdul Moeloek the number of inpatient visits to patients in 2022 (January-December) was recorded as many as 486 TB patients undergoing OAT sensitivity testing during the period stated. It is known that there is a relationship between these factors and the incidence of multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB) at RSUD Abdul Moeloek Hospital, Lampung Province in 2023. Using a quantitative analytic design with a case control approach. The sample of this research is 140 cases and 140 controls. The sampling technique used purposivesampling technique. Data analysis used the chi-square statistical test. Based on the frequency distribution of respondents, in the case group a history of co-morbidities was 101 respondents (72.1%). It was known that thenutritional status in the case group was mostly in the thin category of 108 respondents (77.1%). the majority of caseswere in the category of repeat treatment cases, 96 respondents (68.6%). Shows that history of co-morbidities (p value 0.000. OR 7.209), nutritional status (p value 0.000. OR 4.772), history of previous treatment (p value 0.000. OR5.650). There is a relationship between a history of co-morbidities, nutritional status, and history of previoustreatment with the incidence of multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB) at Abdul Moeloek Hospital, LampungProvince in 2023. Research advice is given to related parties to participate in prevention and transmission efforts MDRTB in Lampung Province. Keywords: MDR-TB Incidence, History of Co-Morbidities, Nutritional Status, History of Previous Treatment  ABSTRAK Multidrug-resistant tuberculosis (MDR TB) adalah resistensi Mycobacterium tuberculosis terhadap beberapa obat anti-tuberkulosis (OAT). Berdasarkan data yang didapatkan pada saat pengambilan data awal di bagian rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Abdul Moeloek jumlah kunjungan rawat inap pada pasien tahun 2022 (Januari-Desember) tercatat sebanyak 486 pasien tb menjalani pemeriksaan uji sensitivitas OAT pada periode yang telah disebutkan.Diketahui faktor- fator yang berhubungan dengan kejadian multidrug resistant tuberkulosis ( M D R - T B ) di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2023. Menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan casecontrol. Sampel penelitian ini adalah 140 kasus dan 140 kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknikpurposive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Berdasarkan distribusi frekuensi responden Pada kelompok kasus riwayat penyakit penyerta sebanyak 101 responden (72,1%),Diketahui status gizi pada kelompok kasus sebagian besar dengan kategori kurus sebanyak 108 responden (77,1%), Diketahui bahwa riwayat pengobatansebelumnya pasien TB pada kelompok kasus sebagian besar dengan kategori kasus pengobatan ulang sebanyak 96 responden (68,6%). Menunjukan bahwa riwayat penyakit penyerta (p value 0,000. OR 7,209), status gizi (p value 0,000. OR 4,772), riwayat pengobatan sebelumnya (p value 0,000. OR 5,650). Ada hubungan antara riwayat penyakitpenyerta, status gizi, dan riwayat pengobatan sebelumnya dengan kejadian dengan kejadian multidrug resistant tuberkulosis ( M D R - T B ) di Rsud Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2023. Saran penelitian diberikan kepadapihak-pihak terkait agar berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan penularan TB MDR di Provinsi Lmpung. Kata Kunci : Kejadian MDR-TB, Riwayat Penyakit Penyerta, Status Gizi, Riwayat Pengobatan Sebelumnya Kata Kunci: Penyakit penyerta- Status Gizi- Riwayat Pengobatan-MDR-TB
Hubungan Dukungan Keluarga dan Dukungan Spritual dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Mellitus di RSUD Kota Sabang Riswanto, Riswanto; Kaban, Karmila Br; Tuju, Alfando; Seprina, Seprina; Situmorang, Tio Roganda; Nur'aini, Nur'aini
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19006

Abstract

ABSTRACT The high incidence of Diabetes Mellitus (DM) is inseparable from the many factors that influence it. In dealing with risk factors, knowledge is needed, which has a very important role in determining a person's attitude and behavior.  In addition, family and spiritual support are no less important in improving the quality of life of people with DM. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and spiritual support with the quality of life of patients with diabetes mellitus. The type of research used is an analytic descriptive survey with a Cross Sectional design. The population in this study were all patients with DM disease at Sabang City Hospital, totaling 168 people. The technique of taking subjects using simple random sampling as many as 63 people. The type of data used in this study is primary data. The instrument used in this study was a questionnaire to measure family support, spiritual support and quality of life of DM patients. The research data analysis was univariate and bivariate analysis with chi square test. The results of the study explained that there was a relationship between family support and the quality of life of DM patients with a p value = 0.0342 and there was a relationship between spiritual support and the quality of life of DM patients with p = 0.024. The conclusion of this study is that there is a relationship between family support and spiritual support with the quality of life of DM patients. It is recommended to encourage patients with DM to be active in relevant spiritual activities, such as prayer meetings, spiritual counseling, or religious communities Keywords: Family Support, Spiritual Support, Quality Of Life, Diabetes Mellitus  ABSTRAK Tingginya angka kejadian Diabetes Mellitus (DM) tidak terlepas dari banyaknya faktor yang memengaruhinya. Dalam menangani faktor risiko dibutuhkan pengetahuan yang memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan sikap dan perilaku seseorang.  Selain itu, dukungan keluarga dan spritual juga tidak kalah penting dalam meningkatkan kualitas hidup penderita DM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan dukungan spiritual dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei bersifat deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dengan penyakit DM di RSUD Kota Sabang sebanyak 168 orang. Teknik pengambilan subjek menggunakan simple random sampling sebanyak 63 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk mengukur dukungan keluarga, dukungan spiritual dan kualitas hidup pasien DM. Analisa data penelitian adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menjelaskan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien DM dengan nilai p= 0,0342 dan terdapat hubungan dukungan spiritual dengan kualitas hidup pasien DM dengan p= 0,024. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan dukungan spiritual dengan kualitas hidup pasien DM. Disarankan untuk mendorong pasien DM untuk aktif dalam kegiatan spiritual yang relevan, seperti doa bersama, konseling spiritual, atau komunitas keagamaan Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Dukungan Spiritual, Kualitas Hidup, Diabetes Mellitus
Literasi Kesehatan terhadap Penerapan Pola Makan 3J Pasien Diabetes Melitus Aguatina, Dwi; Alfianti, Ulfa; Utami, Kamilia
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19956

Abstract

ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a significant global health threat, with its prevalence increasing, particularly in developing countries like Indonesia. Effective blood glucose management is essential to prevent complications, and this can be achieved through the implementation of the 3J eating pattern (type, timing, and portion). Health literacy plays a crucial role in enabling patients to adopt the 3J eating pattern properly. This study aims to analyze the relationship between health literacy and the implementation of the 3J eating pattern in patients with Diabetes Mellitus. A quantitative cross-sectional design was employed, using univariate frequency distribution analysis and bivariate chi-square analysis. The research was conducted at Kelapa Dua Wetan Public Health Center, Ciracas, with 70 respondents selected through purposive sampling. The independent variable was health literacy, while the dependent variable was the 3J eating pattern. The univariate analysis showed that 74.29% of respondents had moderate health literacy, and 74.29% demonstrated a moderate implementation of the 3J eating pattern. The bivariate analysis revealed a significant relationship between health literacy and the 3J eating pattern, with a p-value of 0.000. There is a significant relationship between health literacy and the implementation of the 3J eating pattern in Diabetes Mellitus patients. Improving health literacy can enhance patients' ability to manage their diet effectively, ultimately helping maintain normal blood glucose levels and prevent complications. Keywords: Health Literacy, 3J Eating Pattern, Diabetes Mellitus, Blood Glucose Management  ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang menyebabkan komplikasi berbagai organ tubuh. Pencegahan komplikasi DM dapat dicapai dengan memastikan kadar gula dalam darah normal. Salah satu Upaya menormalkan gula dalam darah adalah dengan mengatur pola makan 3J. Literasi Kesehatan baik membuat pasien mampu mengatur pola makan 3J dengan baik. Penelitian ini untuk menganalisis antara literasi Kesehatan dengan pola makan pasien DM.Design penelitian kuantitatif cross sectional dengan analisa univariat distribusi frekuensi dan analisa bivariat chi-square. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kelapa Dua Wetan, Ciracas. Variabel independent pada penelitian ini adalah literasi kesehatan sedangkan dependen adalah penerapan pola makan 3J. Hasil data penelitian univariat literasi kesehatan pada klasifikasi cukup (74.29%) dan pola makan 3J pada klasifikasi cukup (74.29%). Hasil penelitian bivariat didapatkan hasil pvalue 0.000. Terdapat hubungan signifikan antara literasi kesehatan dengan pola makan 3J pada pasien DM. Kata Kunci: Literasi Kesehatan, Pola Makan 3J, Diabetes Melitus.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue