cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Penggunaan Multimodal Antiemetik Dalam Pencegahan Post Operative Nausea and Vomiting (PONV): Systematic Literature Review Syawalina, Mutiara; Suandika, Made; Rahmawati, Arni Nur
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.21638

Abstract

ABSTRACT Postoperative nausea and vomiting (PONV) is one of the complications that often occur after surgery using general anesthesia. The attempt to prevent PONV can use a multimodal approach, which involves the use of two or more antiemetic agents with different mechanisms of action. This approach is recommended as a more effective strategy compared to monotherapy, especially for patients at high risk of PONV. This study aims to identify, evaluate, and present scientific evidence on the effectiveness of multimodal antiemetics compared to monotherapy in preventing PONV, identify the most commonly used drug combinations, and analyze the factors influencing the occurrence of PONV. This study employs a systematic literature review method with a PICOTS approach on articles found through searches in the PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar databases. Article selection was conducted based on predetermined inclusion and exclusion criteria, and their eligibility was assessed using the JBI Critical Appraisal Tool. A total of 22 articles that met the criteria were subsequently analyzed and data were synthesized. The multimodal approach provides better effectiveness in preventing PONV. The selection of antiemetic drug combinations should be tailored to the characteristics and risks of the patient. Keywords: Combination Antiemetic Drugs, General Anesthesia, Multimodal Antiemetic, PONV  ABSTRAK Postoperative nausea and vomiting (PONV) merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi setelah pembedahan menggunakan anestesi umum. Uapaya pencegahan PONV dapat menggunakan pendekatan multimodal, yaitu penggunaan dua atau lebih agen antiemetik dengan mekanisme kerja yang berbeda. Pendekatan ini direkomendasikan sebagai strategi yang lebih efektif dibandingkan dengan monoterapi, terutama untuk pasien dengan risiko tinggi PONV.Tujuan: studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memaparkan bukti ilmiah tentang efektivitas multimodal antiemetik dibandingkan monoterapi dalam pencegahan PONV, mengidentifikasi kombinasi obat yang paling sering digunakan, dan menganalisis mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kejadian PONV. Metode:  Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan PICOTS terhadap artikel yang ditemukan melalui penelusuran database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan, serta dinilai kelayakannya menggunakan JBI Critical Appraisal Tool. Hasil: Sebanyak 22 artikel yang memenuhi kriteria kemudian dilakukan analisis dan sintesis data. Simpulan: Pendekatan multimodal memberikan efektivitas yang lebih baik dalam pencegahan PONV. Pemilihan kombinasi obat antiemetik sebaiknya disesuaikan dengan karakteristik dan risiko pasien. Kata Kunci: Kombinasi Antiemetik, Anestesi Umum, Multimodal Antiemetik, PONV
Perilaku Penggunaan Minyak Goreng & Pengetahuan Tentang Bahaya Minyak Jelantah Pada Pedagang Gorengan Di Jatikramat Nitami, Mayumi; Yani, Fitri; Veronika, Erna; Azteria, Veza
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22611

Abstract

ABSTRACT The repeated use of cooking oil among street food vendors remains a major concern in food safety due to the formation of toxic compounds that may harm consumer health. This study aimed to analyze the behavior, knowledge, attitudes, and factors influencing the repeated use of cooking oil among street vendors in Jatikramat Village, Jatiasih Sub-district, Bekasi City. A mixed-method approach with a cross-sectional design was employed. Quantitative data were collected using questionnaires from 101 vendors through total sampling, while qualitative data were obtained from in-depth interviews with three informants. The findings revealed that most vendors demonstrated poor practices, with 53.5% reusing cooking oil more than four times. The majority of respondents had higher education (66.3%), good knowledge (70.3%), and positive attitudes (56.4%), yet healthy practices were not consistently applied. Qualitative data indicated that vendors with sufficient knowledge tended to limit oil use to a maximum of three times, while those with limited knowledge reused oil more than four times, believing it had no impact on taste and being unaware of health risks. Economic reasons emerged as the main factor for oil reuse, as vendors sought to reduce production costs and maximize profit. This study concludes that there is a gap between knowledge, attitudes, and actual behavior, with economic constraints being more influential than education or knowledge. Continuous education, training, and supportive policies are needed to reduce the repeated use of cooking oil and protect public health. Keywords: Repeated Cooking Oil, Street Food Vendors, Behavior, Knowledge, Attitude, Mixed Method.  ABSTRAK Penggunaan minyak goreng berulang kali pada pedagang kaki lima masih menjadi isu penting dalam keamanan pangan karena berpotensi menghasilkan senyawa toksik yang membahayakan kesehatan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku, pengetahuan, sikap, serta faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan minyak goreng berulang pada pedagang kaki lima di Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain potong lintang (cross-sectional). Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner yang melibatkan 101 pedagang dengan teknik total sampling, sedangkan data kualitatif didapatkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pedagang memiliki perilaku penggunaan minyak goreng yang kurang baik, yakni menggunakan minyak lebih dari empat kali (53,5%). Sebagian besar responden memiliki pendidikan tinggi (66,3%), pengetahuan baik (70,3%), serta sikap positif (56,4%). Namun, perilaku sehat belum terwujud secara konsisten. Hasil kualitatif mengungkapkan bahwa pedagang dengan pengetahuan baik cenderung membatasi penggunaan minyak maksimal tiga kali, sedangkan pedagang dengan pengetahuan rendah menggunakan minyak lebih dari empat kali karena tidak mengetahui dampak kesehatan. Faktor ekonomi muncul sebagai alasan utama penggunaan minyak berulang, karena pedagang berusaha menekan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku nyata pedagang, di mana faktor ekonomi lebih dominan dibandingkan faktor pendidikan maupun pengetahuan. Intervensi berupa edukasi berkelanjutan, pelatihan, serta kebijakan pendukung diperlukan untuk mengurangi praktik penggunaan minyak goreng berulang dan melindungi kesehatan masyarakat. Kata Kunci: Minyak Goreng Berulang, Pedagang Kaki Lima, Perilaku, Pengetahuan, Sikap, Mixed Method
Dampak Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Perawat pada Rumah Sakit Mitra Husada Kristiawan, Yedi; Zaharuddin, Zaharuddin; Adiputra, I Gede
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22386

Abstract

ABSTRACT The Influence of Motivation and Discipline on Nurse Performance at Mitra Husada Hospital. The main problem in this research is how big the influence of motivation and discipline is on the performance of nurses at Mitra Husada Hospital, both simultaneously and partially. The author's aim in conducting this research is to determine and analyze Motivation and Discipline on Nurse Performance as well as the magnitude of the Influence of Motivation and Discipline on Nurse Performance at Mitra Husada Hospital, both simultaneously and partially. The method used in this research is a quantitative descriptive approach. The population in this study was 320 nurses at Mitra Husada Hospital. The sample in this study was 76 nurses. The data in this research is primary data, where the data is obtained from respondents' answers to the questionnaire that the author distributed. As a result of the data analysis that the author has carried out, the result is that the Fcount value is 6,150 with Sig. of 0.000 is smaller than 0.05 (α=5%), so it can be concluded that variables X1 (Motivation) and X2 (Discipline) simultaneously have a significant effect on variable Y (Performance). Keywords: Motivation, Discipline, Performance  ABSTRAK Dampak Motivasi Dan Disiplin Terhadap Kinerja Perawat Pada Rumah Sakit Mitra Husada. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah Seberapa besar Dampak Motivasi Dan Disiplin Terhadap Kinerja Perawat Pada Rumah Sakit Mitra Husada, baik secara simultan maupun parsial. Tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Motivasi Dan Disiplin Terhadap Kinerja Perawat serta besarnya Dampak Motivasi Dan Disiplin Terhadap Kinerja Perawat Pada Rumah Sakit Mitra Husada, baik secara simultan maupun parsial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 320 Perawat Pada Rumah Sakit Mitra Husada. Dengan sampel dalam penelitian ini adalah 76 orang Perawat. Data dalam penelitian ini adalah data primer, dimana data tersebut didapatkan dari jawaban responden terhadap kuesioner yang penulis sebarkan. Hasil analisa data yang telah penulis lakukan, maka didapatkan hasil bahwa nilai Fhitung sebesar 6.150 dengan Sig. sebesar 0.000 lebih kecil dari 0,05 (α=5%), sehingga dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel X1 (Motivasi) dan X2 (Disiplin) secara simultan berdampak terhadap variabel Y (Kinerja) dengan signifikan Kata Kunci: Motivasi, Disiplin, Kinerja
Manejemen Farmakologis Herpes Labialis : Tinjauan Pustaka Fauzi, Isaura Dewi; Oktarlina, Rasmi Zakiah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.20325

Abstract

ABSTRACT Herpes labialis caused by herpes simplex virus type 1 (HSV-1) infection is a latent infectious disease with high prevalence globally, where socioeconomic changes and hygiene levels affect its transmission patterns. This study aims to evaluate the pharmacological management of herpes labialis through analysis of treatment methods and stages of HSV-1 infection to determine the optimal intervention strategy. The study was conducted using a literature study method on 281 articles from the PubMed, ScienceDirect, Garuda, and Google Scholar databases, which were systematically selected and analyzed. The results of the analysis showed that Acyclovir administration was most effective in the prodromal phase, with a combination of corticosteroids able to accelerate healing. Supplementation of vitamins B12 and D contributed to supporting the immune system, while the use of 0.2% chlorhexidine gluconate was effective in preventing secondary infections. Stress factors were identified as a predisposition to recurrence, so stress management education based on the 4M concept (Avoiding, Changing, Adapting, Accepting) is important. It was concluded that optimal management of herpes labialis requires an integrated pharmacological approach and psychosocial interventions. Further research is needed for the development of an HSV-1 vaccine and the improvement of community-based prevention education programs. Keywords: Herpes Labialis, Antiviral, HSV ABSTRAK Herpes labialis yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1), merupakan penyakit menular laten dengan prevalensi tinggi secara global, di mana perubahan sosial ekonomi dan tingkat kebersihan memengaruhi pola transmisinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen farmakologis herpes labialis melalui analisis metode pengobatan dan tahapan infeksi HSV-1 guna menentukan strategi intervensi yang optimal. Penelitian dilakukan dengan metode studi pustaka terhadap 281 artikel dari database PubMed, ScienceDirect, Garuda, dan Google Scholar, yang diseleksi dan dianalisis secara sistematis. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian Acyclovirpaling efektif pada fase prodromal, dengan kombinasi kortikosteroid mampu mempercepat penyembuhan. Suplementasi vitamin B12 dan D berkontribusi dalam mendukung sistem imun, sedangkan penggunaan klorheksidin glukonat 0,2% efektif dalam mencegah infeksi sekunder. Faktor stres diidentifikasi sebagai predisposisi kekambuhan, sehingga edukasi manajemen stres berbasis konsep 4M (Menghindari, Mengubah, Mengadaptasi, Menerima) menjadi penting. Disimpulkan bahwa pengelolaan herpes labialis yang optimal memerlukan pendekatan farmakologis terpadu dan intervensi psikososial. Penelitian lanjutan diperlukan untuk pengembangan vaksin HSV-1 dan peningkatan program edukasi pencegahan berbasis masyarakat. Kata Kunci: Herpes Labialis, Antivirus, HSV
Analisis Risiko Kerja Pada Pengelolaan Limbah menggunakan Job Safety Analysis (JSA), Job Safety Observation (JSO) dan Hazard Identification, Risk Control and Risk Assasment (Hirarc) di RSUD Nganjuk Purbaningrum, Dewi Ayu
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22180

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di rumah sakit merupakan upaya penting untuk melindungi keselamatan pekerja serta mencegah pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko kerja petugas cleaning service dalam pengelolaan limbah B3 di RSUD Nganjuk, meliputi kegiatan di Ruang Dahlia, Ruang VIP Alamanda, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Laboratorium, dan Instalasi Pengolahan Limbah (IPL), dengan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA), Job Safety Observation (JSO), dan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasional. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta memberikan rekomendasi pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tahapan kerja memiliki potensi bahaya dengan tingkat risiko bervariasi. Risiko tinggi ditemukan pada penggunaan alat pelindung diri (APD) lengkap (nilai risiko 10) dan pembersihan area TPS (nilai risiko 12) yang berpotensi menyebabkan paparan limbah infeksius, tertusuk jarum, dan kontaminasi silang. Risiko sedang terdapat pada kegiatan membuka TPS, pencatatan penimbangan limbah, serta pemindahan limbah tanpa alat bantu, sedangkan risiko rendah terjadi pada tahap pengangkutan ke kendaraan angkut. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah B3 oleh petugas cleaning service masih menyisakan risiko signifikan, terutama pada aktivitas dengan kontak langsung terhadap limbah. Rekomendasi meliputi peningkatan pengawasan kepatuhan APD, perbaikan fasilitas penyimpanan limbah, pelatihan keselamatan kerja secara berkala, serta penerapan prosedur sesuai standar K3. Kata Kunci: Limbah B3, Risiko Kerja, JSA, JSO, HIRARC, Keselamatan Kerja, Rumah Sakit.  ABSTRACT Management of hazardous and toxic waste (B3) in hospitals is a crucial effort to protect worker safety and prevent environmental pollution. This study aims to analyze the occupational risks of cleaning service personnel in B3 waste management at Nganjuk Regional Hospital, including activities in the Dahlia Room, the Alamanda VIP Room, the Emergency Room (IGD), the Laboratory, and the Waste Treatment Plant (IPL). This study used the Job Safety Analysis (JSA), Job Safety Observation (JSO), and Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) methods. The study employed a qualitative descriptive design with an observational approach. Data were obtained through direct observation, interviews, and document review, then analyzed to identify potential hazards, assess risk levels, and provide control recommendations. The results showed that all work stages have potential hazards with varying levels of risk. High risks were identified in the use of complete personal protective equipment (PPE) (risk score 10) and cleaning the TPS area (risk score 12), which have the potential to lead to exposure to infectious waste, needlestick injuries, and cross-contamination. Moderate risks are present in the activities of opening the landfill site (TPS), recording waste weighing, and transferring waste without tools, while low risks occur during the transportation stage to the transport vehicle. The conclusion of this study indicates that hazardous waste management by cleaning service personnel still poses significant risks, especially in activities involving direct contact with the waste. Recommendations include increased supervision of PPE compliance, improvements to waste storage facilities, regular occupational safety training, and implementation of procedures in accordance with OHS standards. Keywords: Hazardous Waste, Occupational Risks, JSA, JSO, HIRARC, Occupational Safety, Hospital.
Efektivitas Konsumsi Telur Ayam Rebus Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Pasca Persalinan di PMB Apriyanti in East Lampung Septiani, Dwi; Suparmi, Suparmi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22609

Abstract

ABSTRACT Perineal wounds are openings that occur during normal labour in the perineum. Based on data from the World Health Organization (WHO), there were 2.7 million cases of perineal rupture in labouring women. In Lampung province, perineal rupture experienced by women in labour with bleeding was 7%, suture wound infection was 5%. The impact that occurs if wound healing is hampered is infection of the suture wound which causes the length of healing of the perineal wound. The process of accelerating perineal wound healing can be done in several ways, one of which is through nutritional improvement by consuming foods high in calories and protein, one of which is the consumption of boiled eggs. The effectiveness of boiled chicken egg consumption on perineal wound healing in postpartum women at PMB Apriyanti in East Lampung.  Type of pre experimental research with One group pretest posttest design. The population in this study were all postpartum mothers totalling 23 people at PMB Apriyanti. Sampling technique accidental sampling Statistical test using wilcoxon test.  The results showed that the perineal wound of postpartum women after being given boiled chicken eggs averaged 2.87 minimum score 2 and maximum score 4 good categories. The results of the Wilcoxon test obtained a p value of 0.000 (p <0.05). Conclusion; Giving boiled chicken eggs has an effectiveness on perineal wound healing. Keywords: Postpartum women, Perinium Wound, Boiled Chicken Eggs  ABSTRAK Luka perineum adalah perlukaan yang terjadi pada saat persalinan normal di bagian  perineum. Berdasarkan  data World  Health  Organization (WHO)  terjadi  2,7  juta  kasus  ruptur  perineum pada ibu bersalin. Sementara Di provinsi Lampung ruptur perineum yang dialami ibu bersalin dengan perdarahan  sebanyak  7%,  infeksi  luka  jahitan sebanyak 5%. Dampak yang terjadi jika penyembuhan luka terhambat adalah infeksi pada luka jahitan yang menyebabkan lamanya penyembuhan luka perineum. Proses mempercepat penyembuhan luka perineum dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya melalui perbaikan gizi dengan mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan protein salah satunya konsumsi telur rebus.  Untuk mengetahui efektivitas konsumsi telur ayam rebus terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di PMB Apriyanti Di Lampung Timur. Jenis penelitian pre eksperimen dengan desain One group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu masa nifas  berjumlah 30 orang di PMB Apriyanti. Teknik pengambilan sampel accidental sampling berjumlah 23 orang Uji statistic menggunakan uji wilcoxon. penelitian menunjukan bahwa luka perineum ibu nifas sesudah diberikan telur ayam rebus rata-rata 2,87 skor minimal 2 dan skor maksimal 4 kategori baik. Hasil uji wilcoxon diperoleh nilai p=value 0,000 (p<0,05). Pemberian telur ayam rebus memiliki efektifitas  terhadap penyembuhan luka perineum. Kata Kunci: Ibu Nifas, Luka Perinium, Telur Ayam Rebus
Hubungan Pengetahuan Pasien tentang Perawatan Luka Post Sectio Caesaria dengan Kejadian Infeksi Daerah Operasi (IDO) Pada Pasien Sectio Caesaria di RSUD Jampangkulon Provinsi Jawa Barat Oktaviani, Desti; Danismaya, Irwan; Basri, Burhanuddin; Safariyah, Erna
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.20654

Abstract

ABSTRACT Surgical Site Infections (SSI) are among the most common complications following surgical procedures, including caesarean sections (CS), potentially increasing morbidity rates and length of hospital stay. Patients' knowledge regarding postoperative wound care is a crucial factor in preventing SSI. This study aimed to determine the relationship between patients' knowledge about post-CS wound care and the incidence of SSI at RSUD Jampangkulon. A quantitative research method with a cross-sectional design was used. The sample consisted of 87 respondents selected through accidental sampling. Data were collected using questionnaires and observation sheets and analyzed using the Fisher Exact test. The results showed that most respondents had good knowledge (65.5%) and the majority did not experience SSI (75.9%). A significant relationship was found between knowledge level and the incidence of SSI (p-value = 0.000). The study concludes that better patient knowledge about post-CS wound care is associated with a lower risk of developing surgical site infections. Keywords: Knowledge, Wound Care, Caesarean Section, Surgical Site Infection  ABSTRAK Infeksi Daerah Operasi (IDO) merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pasca tindakan bedah termasuk sectio caesaria (SC) dan dapat meningkatkan angka morbiditas serta memperpanjang hari rawat inap. Pengetahuan pasien mengenai perawatan luka post operasi menjadi faktor penting dalam mencegah IDO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pasien tentang perawatan luka post sectio caesaria dengan kejadian infeksi daerah operasi di RSUD Jampangkulon. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 87 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (65,5%) dan mayoritas tidak mengalami IDO (75,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian IDO (p-value = 0,000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan pasien tentang perawatan luka post SC, semakin rendah risiko terjadinya infeksi daerah operasi. Kata Kunci: Pengetahuan, Perawatan Luka, Sectio Caesaria, Infeksi Daerah Operasi
Efektifitas Pemberian Edukasi Kesehatan tentang Pembatasan Cairan terhadap Pengetahuan Pasien Congestive Heart Failure (CHF) Yuliza, Yuliza; Munawarah, Masrina; Woferst, Rismadefi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.19211

Abstract

ABSTRACT One of the causes of complications and rehospitalization of CHF patients is fluid overload (hypervolemia). These complications and rehospitalizations demonstrate the patient's lack of knowledge and understanding regarding fluid restriction management. Nurses' efforts to increase CHF patients' knowledge and compliance with fluid restrictions are through health education using audio-visual media, which is a set of tools that can project moving and sound images. This research uses a quasi-experimental design with a one group pre test and post test design. The research sample was 34 respondents taken based on inclusion criteria using purposive sampling technique. This study used a knowledge questionnaire to assess the level of knowledge before and after health education. The analysis used is bivariate analysis using the Wilcoxon test.  Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimental dengan desain penelitian one group pre test and post test design. Sampel penelitian adalah 34 responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan untuk menilai tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi kesehatan. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariate menggunakan uji Wilcoxon. The level of knowledge of CHF patients before providing health education was sufficient (61.8%) and after providing health education was good (70.6%). The Wilcoxon test results obtained a p value = 0.002. Terdapat efektifitas pemberian edukasi kesehatan tentang pembatasan cairan terhadap pengetahuan pasien CHF di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau. there is effectiveness in providing health education about fluid restrictions on the knowledge of CHF patients at the Arifin Achmad Regional General Hospital, Riau Province.  Keywords : Congestive Heart Failure (CHF), Fluid Restriction, Health Education, Knowledge.  ABSTRAK Salah satu penyebab komplikasi dan rehospitalisasi pasien CHF adalah kelebihan cairan (hipervolemia). Komplikasi dan rehospitalisasi ini menunjukkan kurangnya pengetahuan dan pemahaman pasien terkait manajemen pembatasan cairan. Upaya perawat untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien CHF dalam pembatasan cairan adalah melalui edukasi kesehatan dengan media audio visual yang merupakan seperangkat alat yang dapat memproyeksikan gambar gerak dan bersuara. Tujuan penelitian ini untuk melihat efektivitas pemberian edukasi mengenai pembatasan cairan terhadap pengetahuan pasien CHF. Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimental dengan desain penelitian one group pre test and post test design. Sampel penelitian adalah 34 responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan untuk menilai tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi kesehatan. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariate menggunakan uji Wilcoxon. Tingkat pengetahuan pasien CHF sebelum dilakukan pemberian edukasi kesehatan adalah cukup (61,8%) dan sesudah dilakukan pemberian edukasi kesehatan adalah baik (70,6%). Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai pvalue = 0,002. Terdapat efektifitas pemberian edukasi kesehatan tentang pembatasan cairan terhadap pengetahuan pasien CHF di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau.  Kata Kunci: Congestive Heart Failure (CHF), Pembatasan Cairan, Edukasi Kesehatan, Pengetahuan
Intervensi Nonfarmakologis sebagai Solusi Kelelahan pada Pasien Kanker Payudara: Sebuah Tinjauan Sistematik Panjaitan, Ribka Sabarina; Sibualamu, Khalida Ziah; Harahap, Sarah Geltri; Prawitasari, Shinta; Setyaningsih, Tri; Ludovikus, Ludovikus
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22320

Abstract

ABSTRACT Fatigue is one of the most common and debilitating symptoms experienced by breast cancer patients, particularly during chemotherapy. Pharmacological management often remains insufficient, highlighting the need for safe and effective non-pharmacological interventions. To systematically identify and analyze various non-pharmacological interventions used to manage fatigue in breast cancer patients undergoing chemotherapy. This study employed a systematic review method following the PRISMA and Joanna Briggs Institute guidelines. Literature was searched from databases including PubMed, ScienceDirect, and Sagejournal using PICOT-based keywords. Included articles were Randomized Controlled Trials (RCTs) studies, published in English between 2015 and 2025.Results: Out of 585 articles identified, 6 met the inclusion criteria. The reviewed studies demonstrated the effectiveness of several non-pharmacological interventions in reducing cancer-related fatigue, including ATAS acupuncture, structured physical exercise programs (aerobic and strength training), yoga, and traditional Chinese herbal medicine (XBYRT). These interventions also showed additional benefits on sleep quality, anxiety, depression, and overall quality of life. Non-pharmacological interventions show significant potential in alleviating fatigue among breast cancer patients undergoing chemotherapy. A holistic approach that integrates physical, psychological, and spiritual strategies is recommended to improve patient well-being. Further large-scale and long-term studies are warranted to strengthen these findings. Keywords: Breast Cancer, Chemotherapy, Fatigue Non-Pharmacological Interventions ABSTRAK Kelelahan merupakan salah satu gejala paling umum dan melemahkan yang dialami pasien kanker payudara, terutama selama menjalani kemoterapi. Penanganan kelelahan dengan pendekatan farmakologis seringkali belum optimal, sehingga diperlukan strategi tambahan berupa intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif. Mengidentifikasi dan menganalisis secara sistematik berbagai intervensi nonfarmakologis yang digunakan untuk mengatasi kelelahan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan mengacu pada panduan PRISMA dan Joanna Briggs Institute Guideline. Pencarian literatur dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Sagejournal dengan  kata kunci sesuai format PICOT. Artikel yang dianalisis berjenis Randomized Controlled Trial (RCT), berbahasa Inggris, dan dipublikasikan dalam rentang 2015–2025. Dari 585 artikel yang ditemukan, sebanyak 6 artikel memenuhi kriteria inklusi. Intervensi nonfarmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan kelelahan meliputi akupunktur ATAS, program latihan fisik (aerobik dan kekuatan), yoga, dan ramuan herbal TCM (XBYRT). Efek positif juga terlihat pada aspek tambahan seperti kualitas tidur, kecemasan, depresi, dan kualitas hidup pasien. Intervensi nonfarmakologis terbukti memberikan manfaat signifikan dalam mengurangi kelelahan pada pasien kanker payudara selama kemoterapi. Penggabungan pendekatan fisik, psikologis, dan spiritual melalui intervensi yang terencana dapat menjadi strategi holistik dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar dan durasi yang lebih panjang untuk memperkuat temuan ini. Kata Kunci: Intervensi Nonfarmakologis, Kanker Payudara, Kelelahan, Kemoterapi.
Efektivitas Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) Dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre-Operasi Musthofa, Tsuroya Nabila; Hudiyawati, Dian
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22632

Abstract

ABSTRACT Preoperative anxiety is a psychological problem that often arises in patients before undergoing surgery. This anxiety can worsen physical and psychological conditions, and even interfere with the healing process. Non-pharmacological approaches such as the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) have been increasingly applied due to their safety and minimal risk of side effects.To determine the effectiveness of SEFT therapy in reducing anxiety levels among preoperative patients through a review of relevant articles. This study employed a scoping review design. The review focused on nursing interventions using the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) to reduce preoperative anxiety in patients. Articles were searched using the keywords “SEFT,” “anxiety,” “preoperative,” “nursing intervention,” and “evidence-based practice” across three databases: Scopus, PubMed, and Google Scholar. From a total of 567 articles retrieved, 10 articles met the inclusion criteria after screening titles, abstracts, and full-texts, and were analyzed further. SEFT interventions in the reviewed studies were generally administered for 15–30 minutes per session and conducted 1–3 times prior to surgery, depending on the patient’s condition and the study design.mA review of 10 selected articles showed a significant reduction in anxiety levels following SEFT interventions across various patient groups and types of surgery. Conclusion: SEFT is an effective non-pharmacological therapy to be applied in reducing anxiety among preoperative patients. Keywords: Anxiety, Nursing, Preoperative, Scoping Review, SEFT ABSTRAK Kecemasan pre operasi merupakan masalah psikologis yang sering muncul pada pasien sebelum tindakan pembedahan. Dampak kecemasan ini dapat memperburuk kondisi fisik, psikis, bahkan mengganggu proses penyembuhan. Upaya non-farmakologis seperti Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) mulai banyak diterapkan karena lebih aman dan minim risiko efek samping. Mengetahui efektivitas terapi SEFT dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre-operasi dengan melakukan kajian literatur. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah scoping review. Kajian difokuskan pada intervensi keperawatan menggunakan SEFT untuk menurunkan kecemasan pre-operasi pada pasien. Pencarian artikel dilakukan menggunakan kata kunci “SEFT”, “anxiety”, “preoperative”, “nursing intervention”, dan “evidence based practice” pada tiga basis data, yaitu Scopus, PubMed, dan Google Scholar. Dari total 567 artikel yang diperoleh, setelah melalui seleksi judul, abstrak, dan telaah full-text, sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Intervensi SEFT pada studi-studi yang direview umumnya diberikan dengan durasi 15–30 menit per sesi dan dilakukan sebanyak 1–3 kali sebelum tindakan operasi, menyesuaikan dengan kondisi pasien dan rancangan studi masing-masing. Dari kajian 10 Artikel yang digunakan menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kecemasan setelah intervensi SEFT pada berbagai kelompok pasien dan jenis operasi. SEFT merupakan terapi non-farmakologis yang efektif untuk diaplikasikan dalam menurunkan kecemasan pada pasien pra-operasi. Kata Kunci: Kecemasan, Keperawatan, Pra-Operasi, SEFT, Scoping Review

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue