cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Pengolahan Makanan Bergizi dengan Upaya Pencegahan Stunting di Poskesdes Lumban Ina Ina Kecamatan Pagaran Kabupaten Tapanuli Utara Tobing, Novita Lumban; Silaban, Verawaty Fitrinelda; Siregar, Nurabidah; Hasibuan, Nur Keumala; Pasaribu, Novi Hana Kezia; Nurhayati, Nurhayati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.20089

Abstract

ABSTRACT Stunting is a condition where children fail to thrive due to chronic malnutrition, recurrent infections, or inadequate stimulation, especially in the first 1,000 days of life. Children who experience stunting have a shorter height thanchildren their age. Stunting can also affect brain development, learning ability, and future productivity. This research aims to find out how mothers' knowledge and attitudes regarding processing nutritious food relate to efforts to prevent stunting. This type of research uses a quantitative descriptive analytical approach with a cross-sectional design. The population in this study were all mothers who had babies under five years (0-59 months)with a total of 96 mothers. The sampling technique in this research used the Slovin Formula which was determined through Purposive Sampling, namely 77 respondents. Data analysis was carried out univariate and bivariate using thechi-square test. The research results obtained p- value =0.000 (p<0.05), meaning there is a relationship betweenmaternal knowledge about processing nutritious food and efforts to prevent stunting. P- value = 0.000 (p<0.05) which means there is a relationship between the mother's attitude regarding processing nutritious food and efforts to prevent stunting. It is hoped that there will be support from health workers to provide education to mothers of toddlers about the importance of fulfilling nutrition and processing proper nutritious food for toddlers which is useful for increasing knowledge and attitudes as an effort to prevent stunting in toddlers. Keywords: Knowledge, Attitudes, Processing Nutritious Food, Stunting Prevention.  ABSTRAK Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, atau stimulasi yang tidak memadai, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Stunting juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, serta produktivitas di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang pengolahan makanan bergizi dengan upaya pencegahan stunting. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang memiliki bayi di bawah lima tahun (0-59 bulan) dengan jumlah 96 ibu. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Rumus Slovin yang ditentukan melalui Purposive Sampling yaitu sebanyak 77 responden. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian p-value diperoleh = 0,000 (p<0,05) berarti ada hubungan pengetahuan ibu tentang pengolahan makanan bergizi dengan upaya pencegahan stunting. p-value = 0,000 (p<0,05) yang berarti ada hubungan sikap ibu tentangpengolahan makanan bergizi dengan upaya pencegahan stunting. Diharapkan adanya dukungan dari tenaga  kesehatan  untuk memberikan edukasi kepada ibu balita tentang pentingnya pemenuhan gizi dan pengolahan makanan bergizi yang tepat bagi balita yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap sebagai upayapencegahan stunting pada balita. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Pengolahan Makanan Bergizi, Pencegahan Stunting.
Hubungan Metode Mengajar Dosen Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa DIII Keperawatan Akper Hermina Manggala Husada Jakarta Silitonga, Junita Maratur; Anugrahwati, Ria
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.19696

Abstract

ABSTRACT Teaching methods are the methods used by lecturers in establishing relationships with students during teaching. This study was conducted with the purposes to determine the relationship between lecturers' teaching methods and the learning motivation of DIII Nursing students in AKPER Hermina Manggala Husada Jakarta. This study used a cross sectional approach. The sampling technique used purposive sampling technique. The number of samples in this study was 270 respondents. The analysis used was univariate and bivariate analysis. The results showed that there was a relationship between teaching methods based on providing information and the intrinsic learning motivation of DIII Nursing students and there was a relationship between teaching methods based on providing information and the extrinsic learning motivation of DIII Nursing students. There was a relationship between teaching methods based on problem solving and the intrinsic learning motivation of DIII Nursing students and there was a relationship between teaching methods based on problem solving and the extrinsic learning motivation of DIII Nursing students. There was a relationship between teaching methods based on assignments and the intrinsic learning motivation of DIII Nursing student and there was a relationship between assignment-based teaching methods and extrinsic learning motivation of DIII Nursing students at AKPER Hermina Manggala Husada Jakarta. In conclusion, the findings highlight thatdeveloping a lecture curriculum and making teaching methods effective in the learning process is important to increase student learning motivation. Keywords: Teaching Methods, Learning Motivation, Nursing Students.  ABSTRAK Metode mengajar merupakan cara yang dipergunakan oleh dosen seorang dosen dalam mengadakan hubungan dengan mahasiswa pada saat berlangsungnya pengajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan metode mengajar dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa DIII Keperawatan AKPER Hermina Manggala Husada Jakarta. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini 270 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara metode mengajar berdasarkan pemberian informasi dengan motivasi belajar intrinsik mahasiswa DIII Keperawatan dan terdapat hubungan antara metode mengajar berdasarkan pemberian informasi dengan motivasi belajar ekstrinsik mahasiswa DIII Keperawatan. Terdapat hubungan antara metode mengajar berdasarkan pemecahan masalah dengan motivasi belajar instrinsik mahasiswa DIII Keperawatan dan terdapat hubungan antara metode mengajar berdasarkan pemecehan masalah dengan motivasi belajar ekstrinsik mahasiswa DIII Keperawatan. Terdapat hubungan antara metode mengajar berdasarkan penugasan dengan motivasi belajar instrinsik mahasiswa DIII Keperawatan dan terdapat hubungan antara metode mengajar berdasarkan penugasan dengan motivasi belajar ekstrinsik mahasiswa DIII Keperawatan di AKPER Hermina Manggala Husada Jakarta. Pengembangan kurikulum perkuliahan dan mengefektifkan metode mengajar dalam proses pembelajaran penting untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Kata Kunci: Metode Mengajar, Motivasi Belajar, Mahasiswa Keperawatan
Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Kota Sabang Armansyah, Feri; Nababan, Tiarnida; Maulia, Maulia; Rakhmiyati, Rakhmiyati; Ndruru, Tio Abdul Desmawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.19740

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a syndrome characterized by hyperglycemia and associated abnormalities in carbohydrate, fat, and protein metabolism. These metabolic abnormalities lead to the development of specific forms of renal, ocular, neurologic and cardiovascular complications. The purpose of this study was to determine the factors that influence the increase in blood glucose levels of patients with type II diabetes mellitus. The type of research used is an analytic descriptive survey with a Cross Sectional design. The population in this study were all patients with DM disease at Sabang City Hospital as many as 168 people. The technique of taking subjects using simple random sampling as many as 42 people. Data were collected through direct interviews using a self-administered questionnaire to measure variables. The variables measured were education, knowledge, diet/diit, physical activity/exercise. Variable blood sugar levels of DM patients were measured by direct observation of respondents. The research data analysis was univariate and bivariate analysis with chi square test. The results explained that there was a relationship between education (p = 0.036), knowledge (p = 0.014), diet / diet (p = 0.016), physical activity / exercise (p = 0.043) and obesity (p = 0.000) with an increase in blood glucose levels of patients with DM. The conclusion of this study is that there is a relationship between education, knowledge, diet/diet, physical activity/exercise and obesity with increased blood glucose levels of patients with DM. It is recommended for further research by analyzing the relationship between hormone levels such as thyroid, cortisol, or reproductive hormones (estrogen/testosterone) with blood sugar control.  Keywords: Education, Knowledge, Diet/Diit, Physical Activity/Exercise, Obesity, Diabetes Mellitus  ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) merupakan sindrom yang ditandai oleh adanya hiperglikemia dan berkaitan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Abnormalitas metabolik ini mengarak pada perkembangan bentuk spesifik dari komplikasi ginjal, okular, neurologik dan kardiovaskular. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi peningkatan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe II. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei bersifat deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dengan penyakit DM di RSUD Kota Sabang sebanyak 168 orang. Teknik pengambilan subjek menggunakan simple random sampling sebanyak 42 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner yang disusun sendiri untuk mengukur variabel. Variabel yang diukur adalah  pendidikan, pengetahuan, pola makan/diit, aktivitas fisik/olahraga. Variabel kadar gula darah penderita DM diukur dengan observasi langsung pada responden. Analisa data penelitian adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menjelaskan terdapat hubungan antara pendidikan (p= 0,036), pengetahuan (p= 0,014), pola makan/diit (p= 0,016), aktivitas fisik/olahraga (p= 0,043) dan obesitas (p= 0,000) dengan peningkatan kadar glukosa darah penderita DM. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara Pendidikan, pengetahuan, pola makan/diie, aktivitas fisik/olahraga dan obesitas dengan peningkatan kadar glukosa darah penderita DM. Disarankan untuk penelitian lanjutan dengan menganalisis hubungan antara kadar hormon seperti tiroid, kortisol, atau hormon reproduksi (estrogen/testosteron) dengan kontrol gula darah. Kata Kunci: Pendidikan, Pengetahuan, Pola Makan/Diit, Aktivitas Fisik/Olahraga, Obesitas, Diabetes Mellitus
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Tenaga Kesehatan Mengisi Buku Kia Pada Saat Pemeriksaan Kehamilan Atiqah, Nabila Quratul; Indriastuti, Nur Azizah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20926

Abstract

ABSTRACT The Maternal and Child Health (MCH) Handbook is a crucial tool in Indonesia's maternal and child health program, serving as an early detection medium for health risks and promoting effective communication between healthcare providers and families. Compliance of healthcare workers in filling out the MCH Handbook reflects professional task execution, influenced by factors such as knowledge, attitude, workload, motivation, and perception. This study aims to identify the factors that influence healthcare workers' compliance in completing the MCH Handbook during antenatal care at AMC Hospital Yogyakarta. This descriptive quantitative study employed a cross-sectional approach involving 36 healthcare workers using a structured questionnaire. The variables investigated included knowledge, attitude, workload, motivation, and perception regarding the use of the MCH Handbook. Data were analyzed using univariate, bivariate, and normality tests. Most respondents were in early adulthood (25–39 years) at 86.1%, held a diploma (D3) as their highest education level (63.9%), worked as midwives (52.8%), and had 1 to less than 5 years of work experience (55.6%). The results showed that the majority of healthcare workers had good knowledge, attitudes, motivation, and perception toward the MCH Handbook. However, weak correlations were found between knowledge, attitude, workload, and motivation with compliance. A significant positive correlation was found between perception and compliance, with r = 0.401 and a p-value of 0.015, indicating that improved perception of the MCH Handbook among healthcare workers can enhance their compliance. This study concludes that enhancing healthcare workers' perception and reducing their workload can significantly improve compliance in completing the MCH Handbook. The key factor influencing healthcare workers’ compliance in filling out the MCH Handbook is perception. Keywords: KIA Book, Adherence, Healthcare Professionals, Pregnancy Check-Up, Perception.  ABSTRAK Buku KIA merupakan alat yang sangat penting dalam program kesehatan ibu dan anak di Indonesia, berfungsi sebagai sarana deteksi dini terhadap risiko kesehatan dan mendukung komunikasi yang efektif antara petugas kesehatan dan keluarga. Kepatuhan tenaga kesehatan dalam mengisi buku KIA mencerminkan pelaksanaan tugas profesional yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan, sikap, beban kerja, motivasi, dan persepsi yang mereka miliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan tenaga kesehatan dalam mengisi buku KIA pada saat pemeriksaan kehamilan di Rumah Sakit AMC Yogyakarta. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan dengan melibatkan 36 tenaga kesehatan menggunakan kuesioner terstruktur. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, sikap, beban kerja, motivasi, dan persepsi terkait penggunaan buku KIA. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat, bivariat, dan uji normalitas. Mayoritas responden berada pada rentang usia dewasa awal (25–39 tahun) sebanyak 86,1%, berpendidikan terakhir D3 (63,9%), bekerja sebagai bidan (52,8%), dan memiliki masa kerja 1 hingga kurang dari 5 tahun (55,6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga kesehatan memiliki pengetahuan, sikap, motivasi, dan persepsi yang baik terhadap buku KIA, meskipun ditemukan korelasi yang lemah antara pengetahuan, sikap, beban kerja, dan motivasi dengan kepatuhan. Korelasi positif yang signifikan ditemukan antara persepsi dan kepatuhan dengan r = 0,401 dan p-value sebesar 0,015, yang menunjukkan bahwa peningkatan persepsi tenaga kesehatan terhadap buku KIA dapat meningkatkan kepatuhan mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meningkatkan persepsi tenaga kesehatan dan mengurangi beban kerja mereka dapat secara signifikan meningkatkan kepatuhan dalam pengisian buku KIA. Faktor yang mempengaruhi kepatuhan petugasan kesahatan dalam mengisi buku KIA adalah persepsi. Kata Kunci: Buku KIA, Kepatuhan, Tenaga Kesehatan, Pemeriksaan Kehamilan, Persepsi.
Analisis Tren Temporal Kasus Penyakit Pernapasan Berdasarkan ICD-10 Di Kota Semarang Qothrunnida, Ghina Fatin; Dyah R., Okti Truhastuti; Zaini, Ahmad; Erawati, Ambar Dwi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20299

Abstract

ABSTRACT The human respiratory system is susceptible to various diseases that are influenced by exposure to bacteria, viruses and air pollutants. Respiratory tract diseases are a major cause of morbidity and death, with symptoms varying from mild flu to severe conditions. Delay in diagnosis increases the risk of death, making prevention and management of this disease a public health priority. This study analyzes the temporal trends of respiratory tract diseases in Semarang City from January 2014 to July 2023 using ICD-10 data. Weather factors, air pollution and seasonal allergens influence case fluctuations, with a spike in cases from January to March. Exposure to air pollution, especially PM2.5 and ozone, contributes to an increase in respiratory diseases. Climate change is also affecting the prevalence of the disease, with extreme temperatures and high humidity increasing the risk. The results show the importance of season-based interventions to reduce the burden of respiratory diseases, including pollution control and public education. Keywords: Epidemiological Trends, Air Pollution, Climate Change, Air Temperature, Respiratory Tract Diseases  ABSTRAK Sistem pernapasan manusia rentan terhadap berbagai penyakit yang dipengaruhi oleh paparan bakteri, virus, dan polutan udara. Penyakit saluran pernapasan merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian, dengan gejala yang bervariasi, dari flu ringan hingga kondisi berat. Keterlambatan diagnosis meningkatkan risiko kematian, sehingga pencegahan dan pengelolaan penyakit ini menjadi prioritas kesehatan masyarakat. Penelitian ini menganalisis tren temporal penyakit saluran pernapasan di Kota Semarang dari Januari 2014 hingga Juli 2023 menggunakan data ICD-10. Faktor cuaca, polusi udara, dan alergen musiman mempengaruhi fluktuasi kasus, dengan lonjakan kasus pada bulan Januari hingga Maret. Paparan polusi udara, terutama PM2.5 dan ozon, berkontribusi terhadap peningkatan penyakit pernapasan. Perubahan iklim juga mempengaruhi prevalensi penyakit ini, dengan suhu ekstrim dan kelembaban tinggi dapat meningkatkan risiko. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya intervensi berbasis musim untuk mengurangi beban penyakit saluran pernapasan, termasuk pengendalian polusi dan edukasi masyarakat. Kata Kunci: Tren Epidemiologi, Pencemaran Udara, Perubahan Iklim, Suhu Udara, Penyakit Saluran Pernapasan.
Mekanisme Koping Family Caregiver Merawat Lansia Yang Mengalami Proses Penuaan Prabasari, Ninda Ayu; Juwita, Linda; Marcello, Steven Aldo
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.18755

Abstract

ABSTRACT The aging process will occur in the elderly, wheresoever will be some body impairment. The role of family caregivers is important to accompany and help the elderly, while caring for the elderly, family caregivers will use coping mechanisms as a form of reaction or defense effort in dealing with stressors which in this case are stressors when caring for the elderly. Researchers want to know the description of the family caregiver’s coping mechanisms while caring for the elderly at home. Non-experimental research using a cross-sectional approach with a descriptive research type, the population of family caregivers living with the elderly was 76 people who corresponding the inclusion and exclusion criteria. The majority of family caregivers used positive coping mechanism strategies (planful, self-controlling, seeking-social, accepting, and positive reappraisal) and sometimes or rarely used negative coping mechanism strategies (confronting, distancing, and escape avoidance). Coping mechanisms can occur due to several factors that support these efforts to overcome problems or stressors faced by family caregivers in caring for the elderly. Keywords: Coping Mechanism, Family Caregiver, Elderly ABSTRAK Proses penuaan akan terjadi pada lansia, dimana penurunan fungsi tubuh akan terjadi. Peran family caregiver penting untuk mendampingi dan membantu lansia, selama merawat lansia family caregiver akan menggunakan mekanisme koping sebagai bentuk reaksi atau upaya pertahan dalam menghadapi stresor yang dalam hal ini adalah stresor ketika merawat lansia. Peneliti ingin mengetahui gambaran dari mekanisme koping family caregiver selama merawat lansia dirumah. Penelitian non-eksperimental menggunakan pendekatan cross-sectional dengan jenis penelitian deskriptif, populasi family caregiver yang tinggal bersama lansia sebanyak 76 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.Mayoritas family caregiver menggunakan strategi mekanisme koping yang positif (planful, self-controlling, seeking-social, accepting, dan positive reappraisal) dan kadang atau jarang menggunakan strategi mekanisme koping yang negatif (confronting, distancing, dan escape avoidance). Mekanisme koping dapat terjadi akibat beberapa faktor yang mendukung usaha tersebut untuk mengatasi masalah atau stresor yang dihadapi oleh family caregiver dalam merawat lansia. Kata Kunci: Mekanisme Koping, Family Caregiver, Lansia
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Imunisasi PCV pada Anak: Sebuah Kajian Bibliometrik Sari, Yenni Roneka; Aflanie, Iwan; Ilmi, Bahrul; Sanyoto, Didik Dwi; Isa, Mohammad
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20655

Abstract

ABSTRACT Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) is a critical vaccine for the prevention of pneumonia and other infections in children, yet the adherence rates to its administration vary across different countries. This study aims to analyze the factors influencing parental adherence to PCV vaccination for children. The methodology employed in this study is bibliometric analysis, using Publish or Perish (PoP) to collect relevant articles and VOSviewer to visualize the trends in PCV vaccination research. The data collected spans articles from 2014 to 2024, focusing on keywords related to parental attitudes, vaccine knowledge, and external factors, such as the COVID-19 pandemic, that impact vaccination rates. The analysis reveals that most studies on PCV focus on the influence of parental attitudes and knowledge on vaccine adherence in children. Additionally, the impact of the COVID-19 pandemic on vaccination coverage has become a central theme in the existing literature. This study identifies gaps in understanding the impact of cultural factors and vaccination policies on vaccine acceptance in various countries and highlights the need for further research into policy strategies to increase vaccination coverage in countries with limited access to healthcare services. Keywords: Pneumococcal Conjugate Vaccine, Immunization, Parental Attitudes, Vaccine Knowledge, COVID-19  ABSTRAK Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) merupakan vaksin yang sangat penting untuk pencegahan penyakit pneumonia dan infeksi lain pada anak-anak, namun tingkat kepatuhan terhadap pemberian vaksin ini masih bervariasi di berbagai negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan orang tua dalam pemberian vaksin PCV kepada anak-anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bibliometrik dengan memanfaatkan alat Publish or Perish (PoP) untuk mengumpulkan data dari artikel-artikel yang relevan, dan VOSviewer untuk memvisualisasikan tren penelitian dalam bidang vaksinasi PCV. Data yang dikumpulkan mencakup artikel dari periode 2014 hingga 2024, dengan fokus pada kata kunci yang berhubungan dengan sikap orang tua, pengetahuan tentang vaksin, serta faktor eksternal seperti pandemi COVID-19 yang mempengaruhi tingkat vaksinasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian terkait PCV difokuskan pada pengaruh sikap orang tua dan pengetahuan terhadap kepatuhan imunisasi anak-anak. Selain itu, dampak pandemi COVID-19 terhadap cakupan vaksinasi juga menjadi tema sentral dalam literatur yang ada. Penelitian ini menemukan adanya gap dalam pemahaman dampak faktor budaya dan kebijakan vaksinasi terhadap tingkat penerimaan vaksin PCV di berbagai negara, serta perlunya penelitian lebih lanjut mengenai strategi kebijakan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi di negara-negara dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Kata Kunci: Pneumococcal Conjugate Vaccine, Imunisasi, Sikap Orang Tua, Pengetahuan Vaksin, Covid-19.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Loyalitas Pasien Rawat Jalan Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi Fitriani, Fitriani; Guspianto, Guspianto; Noerjoedianto, Dwi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.20121

Abstract

ABSTRACT Puskesmas Simpang IV Sipin has experienced a decrease in the number of outpatient visits from 19,912 in 2021 to 5,375 visits in 2022.  This study aims to determine the relationship between brand image, ease of access and facilities with the loyalty of Puskesmas Simpang IV Sipin outpatients. This study is a quantitative study with a cross sectional approach. The population in this study were patients who had received outpatient unit services at the Puskesmas Simpang IV Sipin with a sample size of 102 outpatients calculated using the Lemeshow formula. The research time was from October to December 2024 at Puskesmas Simpang IV Sipin. Analysis was carried out using univariate and bivariate with the chi square test. The results showed that out of 102 respondents, the majority percentage of Simpang IV Sipin Health Center outpatients with a loyal category attitude was 81 (79.4%). There is a relationship between brand image and patient loyalty (pvalue = 0.004), there is a relationship between ease of access and patient loyalty (p-value = 0.004) and there is a relationship between facilities and patient loyalty (p-value = 0.001). It is concluded that brand image variables, ease of access and facilities are significantly related to the loyalty of Puskesmas Simpang IV Sipin outpatients. Keywords: Patient Loyalty, Brand Image, Ease of Access, Facilities.  ABSTRAK Puskesmas Simpang IV Sipin telah mengalami penurunan jumlah kunjungan pasien rawat jalan dari 19.912 pada tahun 2021 menjadi 5.375 kunjungan pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui hubungan antara brand image, kemudahan akses dan fasilitas dengan loyalitas pasien rawat jalan Puskesmas Simpang IV Sipin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini merupakan pasien yang pernah mendapatkan pelayanan unit rawat jalan di Puskesmas Simpang IV Sipin dengan jumlah sampel 102 pasien rawat jalan yang dihitung dengan rumus Lemeshow. Waktu penelitian dari bulan Oktober-Desember 2024 di Puskesmas Simpang IV Sipin. Analisis dilakukan menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan dari 102 responden didapatkan mayoritas presentase pasien rawat jalan Puskesmas Simpang IV Sipin dengan sikap katagori loyal sebanyak 81 (79,4%). Ada hubungan antara brand image dengan loalitas pasien (p-value = 0,004), ada hubungan kemudahan akses dengan loyalitas pasien (p-value = 0,004) dan ada hubungan fasilitas dengan loyalitas pasien (p-value= 0,001). Variabel brand image, kemudahan akses dan fasilitas berhubungan secara signifikan dengan loyalitas pasien rawat jalan Puskesmas Simpang IV Sipin. Kata Kunci: Loyalitas Pasien, Brand Image, Kemudahan Akses, Fasilitas.
Hubungan Motivasi dan Efikasi Diri Dengan Kontrol Gula Darah Pada Pasien Dm Tipe 2 Azizah, Rachma Noer; Rosyid, Fahrun Nur
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20735

Abstract

ABSTRACT Type 2 diabetes mellitus was a chronic disease that required compliance with blood sugar control to prevent complications. Motivation and self-efficacy were factors that could influence blood sugar control behavior in DM patients. This study aimed to determine the relationship between motivation and self-efficacy with blood sugar control in type 2 DM patients. This study used an analytical research design, cross-sectional approach. The sampling technique used was nonprobability sampling purposive sampling approach with a total sample of 103 respondents with the slovin formula then added 20% of the calculation results. Data were collected by using the TSRQ and DMSES questionnaires. Data analysis used univariate and bivariate analysis with chi-square statistical test. This research found a chi-square test ρ value of 0.004 (ρ<α; α=0.05) for the motivation-blood sugar management link. The chi-square test result for the connection between self-efficacy and blood sugar management was 0.001 (ρ<α; α=0.05). It could be concluded that there was an influence between motivation and blood sugar control and there was an influence of self-efficacy on blood sugar control. Keywords: Type 2 DM, Motivation, Self-Efficacy, Blood Sugar Control.  ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan kepatuhan kontrol gula darah untuk mencegah komplikasi. Motivasi dan efikasi diri merupakan faktor yang dapat memengaruhi perilaku kontrol gula darag pada pasien DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi dan efikasi diri dengan kontrol gula darah pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik, pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling pendekatan purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 103 responden dengan rumus slovin kemudian ditambah 20% dari hasil perhitungan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner TSRQ dan DMSES. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square. Penelitian ini menemukan nilai uji chi kuadrat ρ sebesar 0,004 (ρ<α; α=0,05) untuk hubungan motivasi-pengelolaan gula darah. Hasil uji chi kuadrat untuk hubungan antara efikasi diri dan pengelolaan gula darah adalah 0,001 (ρ<α; α=0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara motivasi dengan kontrol gula darah dan terdapat pengaruh efikasi diri dengan kontrol gula darah. Kata Kunci: DM Tipe 2, Motivasi, Efikasi Diri, Kontrol Gula Darah.
Shaker Exercise untuk Meningkatkan Refleks Menelan Pada Pasien Stroke : Rapid Evidence Review Pebrianti, Sandra; Shalahuddin, Iwan; Nugraha, Bambang Aditya
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20335

Abstract

ABSTRACT Dysphagia is a disorder that causes difficulty chewing and swallowing food. This condition can lead to very serious complications such as pneumonia, aspiration, dehydration, and malnutrition, and can sometimes lead to death. One form of intervention that can be done to speed up recovery and minimize complications due to dysphagia is to do swallowing exercises. To determine the effectiveness of Shaker Exercise in improving swallowing reflexes in Stroke Patients. This rapid review uses a literature search strategy with PICOT framework analysis. The inclusion criteria in this rapid review include Full text, English, RCT, Clinical trial, Quasi experiment, control study, Dyspagia patients after having a stroke, articles for 2014-2024. The results of three databases, namely PubMed, EBSCO, and Scopus, found 6 literature that was thoroughly analyzed to be used as Evidence Based Practice (EBP). From the 6 articles analyzed, it was identified that shaker exercises are one of the interventions that can be given to dysphagia patients after having a stroke. Several articles explain the duration of the shaker training technique which varies from 30-60 minutes. Some articles also combine or compare these exercises with other interventions. Based on the results of the literature review from the 6 articles that have been obtained, this shaker exercise is effective and can be beneficial for patients if done regularly and regularly. Shaker exercises provide better results in improving the quality of life and swallowing function in patients. Nurses and other health workers need to consider interventions that are appropriate to the patient's needs and the situation of the health care condition Keywords: Shaker Exercise, Swallow Reflex, Stroke  ABSTRAK Disfagia adalah gangguan yang menyebabkan kesulitan mengunyah dan menelan makanan. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang sangat serius seperti pneumonia, aspirasi, dehidrasi, dan malnutrisi, dan kadang-kadang dapat menyebabkan kematian. Salah satu bentuk intervensi yang dapat dilakukan untuk mempercepatkesembuhan dan meminimalkan komplikasi akibat disfagia adalah dengan melakukan latihan menelan. Untuk mengetahui efektivitas Shaker Exercise dalam meningkatkan refleks menelan pada Pasien Stroke. Rapid review ini menggunakan strategi pencarian literatur dengan analisis framework PICOT. Kriteria Inklusi pada rapid review ini diantaranya Full text, Berbahasa inggris, RCT, Clinical trial, Quasi experimen, control study, Pasien dispagia setelah mengalami Stroke, artikel tahun 2014-2024. Hasil dari tiga database yaitu PubMed, EBSCO, dan Scopus ditemukan 6 literatur yang dianalisis secara menyeluruh untuk digunakan sebagai Evidence Based Practice (EBP). Dari 6 artikel yang dianalisis, diidentifikasi bahwa latihan shaker menjadi salah satu intervensi yang dapat diberikan pada pasien disfagia setelah mengalami stroke. Beberapa artikel menjelaskan durasi teknik latihan shaker yang bervariasi yaitu 30-60 menit. Beberapa artikel juga mengkombinasi atau membandingkan latihan ini dengan intervensi lain. Berdasarkan hasil literatur review dari ke-6 artikel yang telah didapatkan bahwa latihan shaker ini efektif dan dapat bermanfaat untuk pasien apabila dilakukan dengan rutin dan teratur. Latihan shaker memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan kualitas hidup dan fungsi menelan pada pasien. Perawat dan tenaga kesehatan lain perlu mempertimbangkan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan pasien dan situasi kondisi pelayanan kesehatan Kata Kunci: Shaker Exercise, Refleks Menelan, Stroke

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue