cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,952 Documents
Asuhan Akupunktur Pada Pengencangan Wajah di Klinik Kesehatan dan Kecantikan Salvinai Kota Tangerang Devinawati Devinawati; Mayang Wulandari; Ikhwan Abdullah; Amal Prihatono
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25204

Abstract

ABSTRACT Facial appearance is one of the important aspects in supporting an individual’s self-confidence. As age increases, facial skin undergoes various physiological changes such as decreased elasticity, the formation of fine lines and wrinkles, and sagging skin. Facial acupuncture can stimulate local Qi and blood circulation, enhance collagen production, improve facial muscle tone, and reduce fine lines, thereby producing a firmer, more youthful, and refreshed facial appearance without invasif procedures. This study was conducted as a single-case study over six therapy sessions involving one female participant aged 36 years who experienced skin aging problems. Data collection techniques included observation (Wang), interview (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie), in accordance with the standards of Traditional Chinese Medicine. The selection of acupuncture points was based on the syndrome of Lung Yin and Blood Deficiency, with therapeutic principles focusing on nourishing Lung Yin and Blood and cooling the skin. Evaluation of the therapeutic outcomes after six treatment sessions showed improvements, including facial skin that was no longer dry and scaly, the disappearance of wrinkles around the eyes, a fresher and less pale facial appearance accompanied by new hair growth, healthier-looking lips, a stronger voice, and an increase in menstrual blood volume. Keywords: Facial Rejuvenation, Acupuncture Therapy, Lung Qi and Yin Deficiency.  ABSTRAK Penampilan wajah merupakan salah satu aspek penting dalam menunjang rasa percaya diri seseorang. Seiring bertambahnya usia, kulit wajah mengalami berbagai perubahan fisiologis seperti penurunan elastisitas, terbentuknya garis halus, kerutan, serta kulit yang tampak kendur. Akupunktur wajah dapat menstimulasi aliran Qi dan darah lokal, meningkatkan produksi kolagen, memperbaiki tonus otot wajah, serta mengurangi garis-garis halus, sehingga memberikan efek wajah yang lebih kencang dan tampak lebih muda, segar tanpa prosedur invasif. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang sebagai  partisipan  perempuan  berusia 36 tahun yang memiliki masalah Penuaan Kulit. Teknik  pengumpulan  data  meliputi  observasi (Wang),  wawancara  (Wen),  pendengaran  dan  penciuman  (Wen),  dan  perabaan (Qie)   sesuai   standar   ilmu   pengobatan   Tiongkok. Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom Defisiensi Darah dan Yin Paru dengan prinsip terapi yang diterapkan adalah menutrisi Yin dan Darah Paru, mendinginkan Kulit. Evaluasi hasil terapi menunjukkan setelah enam kali sesi terapi, menunjukkan hasil berupa kulit wajah tidak lagi kering dan bersisik, hilangnya kerutan di sekitar mata, wajah tampak lebih segar dan tidak pucat disertai pertumbuhan anak rambut serta bibir tampak segar, suara menjadi lebih bertenaga, dan jumlah darah haid yang keluar mulai meningkat. Kata Kunci: Pengencangan Wajah, Terapi Akupunktur, Defisiensi Qi dan Yin Paru.
Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Scapula Kiri dan Kanan di Rumah Terapi Hanaya Cianjur Eva Hanaya Awari; Chantika Mahadini; Ikhwan Abdullah; Puspo Wardoyo
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25363

Abstract

ABSTRACT Scapular pain, as part of the shoulder anatomy, is a common musculoskeletal complaint in the community. In clinical practice, a number of patients present with persistent scapular pain that interferes with daily activities and is not fully responsive to conventional therapy. Acupuncture is a holistic therapy based on Traditional Chinese Medicine (TCM) principles, aimed at promoting the flow of Qi, resolving blood stasis, and relieving pain. This case study aimed to determine the benefits of acupuncture care in a case of left and right scapular pain at Hanaya Therapy Clinic, Cianjur. The study was conducted as a single-case study over six therapy sessions involving a 40-year-old female participant experiencing scapular pain. Data collection techniques included observation (Wang), inquiry (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie) in accordance with the standards of Traditional Chinese Medicine. The evaluation results showed a positive therapeutic response. By the third therapy session, pain began to decrease and the participant was able to move her arms with less limitation. By the fifth to sixth sessions, the pain had resolved and the participant was able to resume normal activities. These findings indicate that acupuncture therapy was beneficial in alleviating scapular pain in this study. It is recommended that the results of this case study be used as a reference for future research. Keywords: Scapular Pain, Acupuncture Therapy, Case Study.  ABSTRAK Nyeri skapula merupakan bagian dari anatomi bahu merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering ditemui di masyarakat. Dalam praktik klinis, sejumlah pasien datang dengan keluhan nyeri area skapula yang bersifat persisten, mengganggu aktivitas sehari-hari, dan tidak sepenuhnya responsif terhadap terapi konvensional. Akupunktur merupakan terapi holistik sesuai prinsip TCM yang bertujuan melancarkan Qi, mengatasi stasis darah, dapat meredakan nyeri. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manfaat pada  pelaksanaan Asuhan Akupunktur pada Kasus Nyeri Scapula Kiri dan Kanan di Rumah Terapi Hanaya Cianjur. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang  partisipan  perempuan  berusia  40  tahun  yang mengalami nyeri skapula. Teknik  pengumpulan  data  meliputi  observasi (Wang),  wawancara  (Wen),  pendengaran dan  penciuman  (Wen),  dan  perabaan (Qie)   sesuai   standar   ilmu   pengobatan   Tiongkok. Hasil evaluasi pelaksanaan terapi menunjukkan respon yang baik. Pada sesi terapi ketiga, nyeri mulai berkurang dan partisipan sudah dapat menggerakkan lengan tanpa terlalu banyak hambatan. Pada sesi terapi kelima hingga keenam, nyeri menghilang dan partisipan dapat beraktivitas normal. Hal ini menunjukkan bahwa terapi akupunktur memberikan manfaat untuk mengatasi nyeri belikat dalam penelitian ini. Disarankan hasil penelitian studi kasus ini dapat dipergunakan sebagai bahan referensi dan acuan untuk penelitian selanjutnya. Kata Kunci: Nyeri Skapula, Terapi Akupunktur, Studi Kasus.
Peta Riset Global Intervensi Keperawatan Berbasis Spiritual Pada Kecemasan Pra Operasi: Analisis Bibliometrik 2016-2025 Ika Dwi Purwaningsih; Sutantri Sutantri; Titih Huriah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25256

Abstract

ABSTRACT Preoperative anxiety has detrimental effects on psychological stability, postoperative pain, increased anesthetic requirements, and delayed postoperative recovery. Nursing practice plays a crucial role in preparing patients psychologically prior to surgery. Various nursing interventions have been developed to reduce preoperative anxiety and have been widely implemented across different countries through diverse research efforts. However, a structured mapping of global nursing research on preoperative anxiety remains limited. This study aimed to analyze the global research landscape of nursing studies on preoperative patient anxiety across countries using a bibliometric approach. This study employed a bibliometric research design using VOSviewer analysis. The keywords spiritual therapy, anxiety, preoperative, and pre operative were used to retrieve data from the Scopus database on February 17, 2026. A total of 569 articles were analyzed, demonstrating a consistent annual increase in research on preoperative anxiety. The highest number of publications originated from Turkey, the United States, and China. VOSviewer analysis revealed a shift in research trends toward non-pharmacological interventions. Six distinct clusters were identified, each representing specific research directions in nursing related to preoperative anxiety and visualized with different colors. All clusters were interconnected through the core keyword anxiety as the central node of the research network. Recent findings indicate that non-pharmacological interventions are increasingly developed and show substantial potential in nursing research, reflecting a growing interest in reducing preoperative anxiety through such approaches. Nursing research on non-pharmacological interventions, particularly those related to spirituality, has shown significant and increasing development. Spiritual interventions align with Kolcaba’s Comfort Theory, which conceptualizes patients holistically. Further research is warranted to advance the development of non-pharmacological, especially spiritually based, nursing interventions. Keywords: Bibliometrik, Spirituality, Anxiety, Preoperative.  ABSTRAK Pendahuluan: kecemasan pasien pra operasi memiliki dampak buruk terhadap stabilitas psikologis, nyeri pasca operasi, peningkatan kebutuhan anestesi, dan proses pemulihan pasca operasi. Praktek keperawatan memiliki fokus penting dalam mempersiapkan psikologis pasien pra operasi. Berbagai intervensi keperawatan dikembangkan untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien pra operasi. Intervensi tersebut banyak dilakukan di berbagai negara dalam berbagai riset. Namun, belum ada pemetaan secara terstruktur mengenai penelitian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peta riset global penelitian keperawatan tentang kecemasan pasien pra operasi dari berbagai negara menggunakan pendekatan bibliometrik. Penelitian ini menggunakan desain bibliometrik dan analisis vosviewer dengan kata kunci spiritual therapy, anxiety, preoperative dan pre operative berdasarkan data dari Scopus pada pencarian tanggal 17 Februari 2026. sebanyak 569 artikel dianalisis menunjukan peningkatan penelitian mengenai kecemasan pra operasi setiap tahunnya dengan publikasi terbanyak dari negara Turki, Amerika Serikat dan China. Analisis vosviewer menunjukan adanya pergeseran tren penelitian menggunakan intervensi nonfarmakologis. Dalam vosviewer terbentuk enam kluster yang memfokuskan arah penelitian keperawatan terkait kecemasan pasien pra operasi dengan warna yang berbeda dari setiap klusternya. Setiap kluster memiliki hubungan pada kata kunci inti yaitu anxiety sebagai pusat jaringan. Hasil penelitian terbaru menunjukkan intervensi non farmakologis semakin berkembang dan berpotensi besar dalam riset keperawatan. Hal ini menunjukan bahwa penurunan kecemasan pra operasi dengan terapi nonfarmakologis semakin diminati. Penelitian keperawatan mengenai intervensi keperawatan nonfarmokologis terutama spiritualitas mengalami perkembangan yang signifikan dan cenderung meningkat. Intervensi spiritual sesuai dengan teori kenyamanan Kolcaba yang menilai manusai secara menyeluruh. Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai pengembangan intervensi nonfarmakologis terutama berbasis spiritual. Kata Kunci: Bibliometrik, Spirituality, Kecemasan, Pra Operasi.
Faktor Penentu Prioritas Kebutuhan Keluarga Pasien di Ruang Perawatan Intensif : Literatur Review Syahira Handayani; Etika Emaliyawati; Ayu Prawesti Priambodo
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25220

Abstract

ABSTRACT The conditions in the ICU can cause changes for the patient's family, because family is a system.  They may have changes such as psychological problems. If the family has problems, the family centered care approach in the ICU may be disrupted. Therefore, in this concept, the needs of the patient's family must be considered to support their well-being while accompanying the patient. The purpose of this study was to identify the factors that determine the priority needs of patients' families in the ICU. This study used a literature review method with a PCC approach that analyzed six articles published between 2020 and 2025 through national and international databases; PubMed, Scopus, ScienceDirect, and Garuda. There are various factors that influence the priority needs of patients' families. Significant factors that can influence this may originate from the patient's condition; the length of stay in the ICU, and may be due to the sociodemographic conditions of family members. The sociodemographic are the age, gender, marital status, education, occupation, income, and kinship or relationship with the patient. All of these characteristics can affect the priorities of family needs, as these conditions can lead to differences in perception based on the circumstances of each individual accompanying the patient in the ICU. Keywords: Factors, Family Needs, Intensive Care.  ABSTRAK Kondisi di ruang intensif dapat menimbulkan perubahan bagi keluarga pasien karena keluarga merupakan sebuah sistem, mereka dapat mengalami perubahan seperti masalah psikologis. Jika keluarga mengalami masalah, maka proses perawatan dengan pendekatan family centered care di ruang intensif dapat terganggu, sehingga dalam konsep tersebut kebutuhan keluarga pasien perlu diperhatikan untuk membantu kesejahteraannya selama mendampingi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor penentu prioritas kebutuhan keluarga pasien di ruang perawatan intensif. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan pendekatan PCC yang menganalisis enam artikel yang diterbitkan pada rentang tahun 2020-2025 melalui database nasional maupun internasional: PubMed, Scopus, ScienceDirect dan Garuda. Terdapat berbagai faktor yang memengaruhi prioritas kebutuhan keluarga pasien di ruang intensif, faktor tersebut dapat berasal dari kondisi pasien seperti lama rawat dan dapat karena kondisi sosiodemografi keluarga. Sosiodemografi yang memengaruhi tersebut adalah usia, jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan status kekerabatan atau hubungan dengan pasien. Seluruh karakteristik tersebut dapat memengaruhi prioritas kebutuhan keluarga, karena kondisi tersebut dapat menimbulkan perbedaan persepsi berdasarkan keadaan masing-masing individu pendamping pasien di ruang intensif. Kata Kunci: Faktor, Kebutuhan Keluarga, Perawatan Intensif.
Gambaran Womac Index dan Range of Motion Aktif Pada Pasien Osteoarthritis Genu di RSUD Waled Kabupaten Cirebon Tina Astuti; Moh. Irwan Dharmansyah; Taufan Herwindo Dewangga; Siti Maria Ulfah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.22456

Abstract

ABSTRACT Osteoarthritis is a degenerative condition of the joints that causes damage to the joint cartilage, thickening of the bone underneath the cartilage, bone formation around the joint edges, and mild inflammation of the synovial lining. Risk factors for this disease include age, female gender, obesity, physical activity level, genetic factors, race, joint trauma, physical inactivity, obesity, and metabolic diseases such as diabetes can worsen the condition of OA. To measure activities of daily living and body function the Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC) is an appropriate measurement tool to assess activities of daily living and body function and Range Of Motion to assess joint movement. Knowing the description of the WOMAC index and active range of motion in patients with genu osteoarthritis at Waled Hospital, Cirebon Regency. This study uses a quantitative descriptive method, which aims to get an overview or description of a situation objectively. Data were collected using total sampling technique and 32 samples were obtained. Patients diagnosed with genu Osteoarthritis were 32 (100.0%), the majority were aged 45-59 years 18 (56.3%), mostly female 27 (84.4%), with the most womac index score obtained as heavy as 16 (50.0%) and the majority of active range of motion was limited to the right leg with flexion 29 (90.6%) and extension 19 (59.4%). Osteoarthritis genu patients totaling 32 patients, the majority aged 45-59 years, mostly female with the results of the womac index obtained heavy and the results of active range of motion are mostly limited. Keywords: Osteoarthritis, Womac Index, Active Range of Motion.  ABSTRAK Osteoartritis adalah kondisi degeneratif pada sendi yang menyebabkan kerusakan pada kartilago sendi, penebalan tulang di bawah kartilago, pembentukan tulang di sekitar tepi sendi, serta peradangan ringan pada lapisan sinovial. Faktor risiko penyakit ini meliputi usia, jenis kelamin perempuan, obesitas, tingkat aktivitas fisik, faktor genetik, ras, trauma sendi, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, serta penyakit metabolik seperti diabetes dapat memperburuk kondisi OA. Untuk mengukur aktivitas kehidupan sehari-hari dan fungsi tubuh Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC) adalah alat ukur yang tepat untuk menilai aktivitas kehidupan sehari-hari dan fungsi tubuh dan Range Of Motion untuk menilai gerakan sendi. Mengetahui gambaran womac index dan range of motion aktif pada pasien osteoarthritis genu di RSUD Waled Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. Pengambilan data dilakukan dengan teknik total sampling dan didapatkan 32 sampel. Pasien yang terdiagnosis Osteoarthritis genu seluruhnya sebanyak 32(100,0%), mayoritas berusia 45-59 tahun 18 (56,3%), sebagian besar berjenis kelamin perempuan 27 (84,4%), dengan skor womac index terbanyak didapatkan berat sebanyak 16 (50,0%) dan range of motion aktif mayoritas terbatas pada kaki kanan dengan fleksi 29 (90,6%) dan ekstensi 19 (59,4%). Pasien Osteoarthritis genu seluruhnya sebanyak 32 pasien, mayoritas berusia 45-59 tahun, sebagian besar berjenis kelamin perempuan dengan hasil womac index didapatkan berat dan hasil range of motion aktif sebagian besar terbatas. Kata Kunci: Osteoarthritis, Womac Index, Range of Motion Aktif.
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Sulawesi Barat: Analisis Data SSGI 2024 Jeanette Silvia Mataheru; Diah Mulyawati Utari
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25165

Abstract

ABSTRACT Stunting is a chronic form of undernutrition with long-term consequences for children’s growth and development. Although the national prevalence of stunting in Indonesia has shown a downward trend, the rate in West Sulawesi Province remains high and exceeds the national average. This study aimed to examine risk factors associated with stunting among under-five children in West Sulawesi using data from the 2024 Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI). A cross-sectional design with complex survey analysis was applied. Risk factors were assessed using bivariate and multivariate logistic regression and are presented as odds ratios (ORs) with 95% confidence intervals. The prevalence of stunting was 35.6%. Multivariate analysis identified low birth weight as the strongest risk factor for stunting (aOR = 2.08; 95% CI: 1.60–2.70). Other factors significantly associated with stunting included male sex (aOR = 1.24; 95% CI: 1.05–1.47), use of unprotected drinking water sources (aOR = 1.43; 95% CI: 1.08–1.90), low maternal education (aOR = 1.91; 95% CI: 1.45–2.51), medium maternal education (aOR = 1.36; 95% CI: 1.05–1.85), and maternal chronic energy deficiency during pregnancy (aOR = 1.47; 95% CI: 1.10–1.96). Stunting among children in West Sulawesi is influenced by a combination of biological, sociodemographic, and environmental factors, underscoring the need for integrated preventive interventions starting from pregnancy through early childhood. Keywords: Malnutrition, Stunting, Growth Dissorder, Toddler.  ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Meskipun prevalensi stunting nasional cenderung menurun, Provinsi Sulawesi Barat masih menunjukkan angka yang tinggi lebih dari rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Provinsi Sulawesi Barat berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan analisis survei kompleks. Faktor risiko dianalisis menggunakan regresi logistik bivariat dan multivariat, serta disajikan dalam odds ratio (OR) dan interval kepercayaan 95%. Prevalensi stunting pada balita sebesar 35,6%. Analisis multivariat menunjukkan bahwa berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan faktor risiko paling kuat terhadap stunting (aOR = 2,08; 95% CI: 1,60–2,70). Faktor lain yang berhubungan signifikan adalah jenis kelamin laki-laki (aOR = 1,24; 95% CI: 1,05–1,47), akses sumber air minum tidak terlindungi (aOR = 1,43; 95% CI: 1,08–1,90), pendidikan ibu rendah (aOR = 1,91; 95% CI: 1,45–2,51), pendidikan ibu menengah (aOR = 1,36; 95% CI: 1,05–1,85), serta riwayat kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu saat hamil (aOR = 1,47; 95% CI: 1,10–1,96). Stunting pada balita di Sulawesi Barat dipengaruhi oleh faktor biologis, sosiodemografis, dan lingkungan, sehingga pencegahan perlu dilakukan secara terintegrasi sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak. Kata Kunci: Malnutrisi, Stunting, Gangguan Pertumbuhan, Balita.
Hubungan Faktor-Faktor Pemenuhan Kebutuhan Gizi dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Barat Rahmawati Rahmawati; Adi Nugroho; Nia Kania; Triawanti Triawanti; Harapan Parlindungan Ringoringo
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25360

Abstract

ABSTRACT Chronic energy deficiency (CED) in pregnant women is a nutritional problem that has serious implications for the health of both mother and fetus. CED increases the risk of anemia, pregnancy complications, problematic labor, and low birth weight babies. Although the West Martapura region has sufficient potential local food sources, the incidence of CED in pregnant women remains relatively high. Analyzing the relationship between factors of nutritional needs fulfillment, including protein consumption patterns, mothers' knowledge of nutritional needs fulfillment, food availability, and family support with the incidence of KEK in pregnant women in the working area of the West Martapura Community Health Center. This study is an analytical observational study with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 85 pregnant women selected using simple random sampling. Data analysis was performed using the Chi-Square test and multiple logistic regression. Bivariate analysis revealed a significant association between maternal knowledge of nutritional needs (p = 0.037) and food availability (p = 0.008) with the incidence of CED. No significant association was found between family support (p = 1.000) or protein consumption patterns (p = 0.175) and the incidence of CED. Multivariate analysis demonstrated that food availability was the most dominant factor associated with CED among pregnant women (p = 0.014), with an odds ratio (OR) of 5.796. This finding indicates that pregnant women with inadequate food availability were 8.11 times more likely to experience Chronic Energy Deficiency compared to those with adequate food availability. Conclusion: Food availability plays a crucial role in the occurrence of Chronic Energy Deficiency among pregnant women. Therefore, efforts to prevent CED should prioritize improving maternal nutrition education alongside strengthening household food availability that is diverse and sustainable. Keywords: Chronic Energy Deficiency (CED) in Pregnant Women, Protein Consumption Patterns, Maternal Knowledge of Nutritional Needs, Food Availability, Family Support.     ABSTRAK Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin. KEK meningkatkan risiko anemia, komplikasi kehamilan, persalinan bermasalah, serta kelahiran bayi berat lahir rendah. Meskipun wilayah Martapura Barat memiliki potensi sumber pangan lokal yang cukup, kejadian KEK pada ibu hamil masih relatif tinggi. Tujuan: Menganalisis hubungan faktor-faktor pemenuhan kebutuhan gizi meliputi pola konsumsi protein, pengetahuan ibu tentang pemenuhan kebutuhan gizi, ketersediaan bahan pangan untuk pemenuhan kebutuhan gizi, dukungan keluarga dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Martapura Barat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang pemenuhan kebutuhan gizi (p = 0,037) dan ketersediaan bahan pangan untuk pemenuhan kebutuhan gizi (p = 0,008) dengan kejadian KEK. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga (p = 1,000) dan pola konsumsi protein (p = 0,175) dengan kejadian KEK. Analisis multivariat menunjukkan bahwa ketersediaan bahan pangan untuk pemenuhan kebutuhan gizi merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil dengan hasil (p= 0,014) dengan nilai OR sebesar 5,796 yang menunjukkan bahwa ibu hamil dengan ketersediaan bahan pangan yang kurang memiliki resiko 8,110 kali lebih besar mengalami KEK dibandingkan dengan ibu hamil yang memiliki ketersediaan bahan pangan yang baik.  Ketersediaan bahan pangan untuk pemenuhan kebutuhan gizi berperan penting terhadap kejadian KEK pada ibu hamil. Upaya pencegahan KEK perlu difokuskan pada peningkatan edukasi gizi dan pemenuhan ketersediaan bahan pangan yang beragam dan berkelanjutan. Kata Kunci: Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil, Pola Konsumsi Protein, Pengetahuan Ibu Tentang Pemenuhan Kebutuhan Gizi, Ketersediaan Bahan Pangan dan Dukungan Keluarga.
Asuhan Akupunktur Pada Penderita Radang Prostat di Rumah Sehat “Ah” Tangerang M. Subhan Banil Azhari; Amal Prihatono; Puspo Wardoyo; Leny Candra Kurniawan
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25260

Abstract

ABSTRACT Prostatitis is an inflammatory condition of the prostate gland that can be caused by bacterial infection or non-infectious processes, and it can cause symptoms such as pelvic pain, pain during urination, or urinary tract dysfunction. Acupuncture can be used as an adjunctive therapy for prostatitis and is a safe, rational, effective, inexpensive, and natural treatment, making it a preferred alternative to reduce the frequency of prostatitis. This case study aimed to determine the benefits of acupuncture care in patients with prostatitis at Rumah Sehat “AH” Tangerang. The study was conducted as a single case study over six therapy sessions on one male participant aged 70 years who suffered from prostatitis. Data collection techniques included observation (Wang), interview (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie) according to the standards of Traditional Chinese Medicine. The selection of acupuncture points was based on the Damp-Heat syndrome, with therapeutic principles aimed at eliminating heat pathogens, draining dampness, and promoting urination. The evaluation results showed that the objectives were achieved and the problems were resolved, as indicated by a reduction in the participant’s urinary problems. Supporting factors influencing the success of acupuncture care included good cooperation between the researcher and the participant in providing and undergoing therapy, as well as adherence to the given recommendations. Keywords: Prostate Inflammation, Acupuncture Therapy, Damp-Heat Syndrome.  ABSTRAK Radang Prostat merupakan suatu kondisi peradangan pada kelenjar prostat yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri maupun proses non-infeksi, dan dapat menimbulkan keluhan berupa nyeri panggul, nyeri saat berkemih, atau gangguan fungsi saluran kemih. Akupunktur dapat digunakan sebagai terapi tambahan pada penyakit radang prostat, merupakan pengobatan yang aman, rasional, efektif, murah dan alami menjadi alternatif terpilih dalam menekan frekuensi penyakit radang prostat. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Asuhan Akupunktur pada Penderita Radang Prostat di Rumah Sehat “AH” Tangerang. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang partisipan laki-laki berusia 70 tahun yang mengalami radang prostat. Teknik pengumpulan data meliputi observasi (Wang), wawancara (Wen), pendengaran dan penciuman (Wen), dan perabaan (Qie) sesuai standar ilmu pengobatan Tiongkok. Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom Lembab Panas dengan prinsip terapi yang diterapkan adalah mengeliminasi patogen panas, menyalurkan patogen lembab dan melancarkan perkemihan. Hasil evaluasi menunjukkan tujuan tercapai dan masalah teratasi yang ditandai dengan berkurangnya masalah berkemih partisipan. Faktor pendukung yang mempengaruhi keberhasilan dari asuhan akupunktur adalah adanya kerjasama yang baik antara penulis dan partisipan dalam memberi dan menjalani terapi serta melakukan saran yang diberikan. Kata Kunci: Radang Prostat, Terapi Akupunktur, Sindrom Lembab Panas
Hubungan Kekerasan Verbal Dalam Berkomunikasi Orangtua Kepada Anak Terhadap Status Kesehatan Mental Emosional Anak Usia Prasekolah Diva Adesyahpuri; Syeptri Agiani Putri; Ririn Muthia Zukhra
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.22501

Abstract

ABSTRACT The childhood stage is the most important stage in human development. The psychosocial development of preschool children is initiative and feelings of guilt. However, some parents have problems with their children using verbal violence in communicating. This causes children to become aggressive, withdraw from the environment, and can hinder learning at home and school. This research uses a descriptive correlation design with a cross sectional approach. The sample consisted of 100 parents, with sampling using a stratified random sampling technique. The analysis of this research consists of univariate using descriptive tests and bivariate using chi-square tests. The majority of respondents who used verbal violence in communicating were in the low category, amounting to 80 people (80%). The emotional mental health status of preschool age children is dominated by normal, numbering 75 people (75%). Respondents who used verbal violence in communicating were in the high-medium category with the emotional mental health status of normal and troubled preschool age children totaling 12 people (100%), while respondents who used verbal violence in communicating with children were dominated by the low none category with the emotional mental health status of normal preschool age children was 69 people (78.4%). Therefore, the statistical test results obtained a p value (0.068) α (0.05). This research shows that there is no relationship between verbal violence in parent-to-child communication and the mental-emotional health status of preschool-age children. It is hoped that health workers will carry out early detection using verbal violence questionnaires in parental communication and KMME in preschool children.  Keywords: Preschool Aged Children, Verbal Violence, Parental Communication, Emotional Mental Health Status.  ABSTRAK Tahap anak merupakan tahapan terpenting pada perkembangan manusia. Perkembangan psikososial anak usia prasekolah adalah inisiatif dan perasaan bersalah. Namun, beberapa masalah orangtua kepada anak ada yang menggunakan kekerasan verbal dalam berkomunikasi. Hal ini menyebabkan anak menjadi agresif, menarik diri dari lingkungan, serta dapat menghambat belajar di rumah dan sekolah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berupa orangtua sebanyak 100 orang, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis penelitian ini, terdiri dari univariat menggunakan uji deskriptif dan bivariat dengan uji chi-square. Mayoritas responden yang menggunakan kekerasan verbal dalam berkomunikasi pada kategori rendah berjumlah 80 orang (80%). Status kesehatan mental emosional anak usia prasekolah didominasikan oleh normal berjumlah 75 orang (75%). Responden yang menggunakan kekerasan verbal dalam berkomunikasi pada kategori tinggi sedang dengan status kesehatan mental emosional anak usia prasekolah yang normal dan bernasalah berjumlah 12 orang (100%), sedangkan responden yang menggunakan kekerasan verbal dalam berkomunikasi kepada anak didominasikan oleh kategori rendah-tidak ada dengan status kesehatan mental emosional anak usia prasekolah yang normal berjumlah 69 orang (78,4%). Maka dari itu, hasil uji statistik diperoleh nilai p value (0,068) α (0,05). Penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan kekerasan verbal dalam berkomunikasi orangtua kepada anak terhadap status kesehatan mental emosional anak usia prasekolah. Diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk melakukan deteksi dini dengan kuesioner kekerasan verbal dalam berkomunikasi orangtua dan KMME pada anak usia prasekolah. Kata Kunci: Anak Usia Prasekolah, Kekerasan Verbal, Komunikasi Orangtua, Status Kesehatan Mental Emosional.
Asuhan Akupunktur Pada Penderita Hemoroid di Klinik Assyifa Medika Bogor Ado Sadroi; Mayang Wulandari; Chantika Mahadini; Leny Candra Kurniawan
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25205

Abstract

ABSTRACT Hemorrhoids are the dilation and inflammation of venous blood vessels in the anal region, originating from the hemorrhoidal plexus, and constitute a condition that can interfere with daily activities and reduce an individual’s quality of life. Acupuncture plays a role in inhibiting pain and regulating autonomic nerve stimulation, particularly the sympathetic nervous system, thereby improving dilated venous blood vessels. This case study aimed to determine the benefits of acupuncture care for a patient with hemorrhoids at Assyifa Medika Clinic, Bogor. The study was conducted as a single case study over six therapy sessions involving one male participant aged 40 years who had experienced hemorrhoids for one month. Data collection techniques included observation (Wang), interview (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie) in accordance with Traditional Chinese Medicine (TCM) standards. The selection of acupuncture points was based on the syndrome of Damp-Heat in the Lower Jiao, with the therapeutic principle of clearing heat and dampness. The evaluation results showed gradual and consistent improvement, a progressive reduction in pain, improved bowel movement patterns, and the disappearance of the sensation of incomplete defecation by the final therapy session. Keywords: Hemorrhoids, Acupuncture Therapy, Damp-Heat in the Lower Jiao.  ABSTRAK Hemoroid merupakan pelebaran dan inflamasi pembuluh darah vena di daerah anus, berasal dari plexus hemorrhoidalis yang merupakan suatu penyakit berbahaya dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga mengakibatkan penurunan kualitas hidup seseorang. Akupunktur berperan dalam menghambat nyeri dan meregulasi rangsangan saraf otonom terutama saraf simpatis sehingga dapat memperbaiki pembuluh darah vena yang melebar. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Asuhan Akupunktur pada Penderita Hemoroid di Klinik Assyifa Medika Bogor. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang partisipan laki-laki berusia 40 tahun yang mengalami Hemoroid sejak 1 bulan yang lalu. Teknik pengumpulan data meliputi observasi (Wang), wawancara (Wen), pendengaran dan penciuman (Wen), dan perabaan (Qie) sesuai standar ilmu pengobatan Tiongkok. Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom Lembab Panas di Jiao Bawah dengan prinsip terapi yang diterapkan adalah Membersihkan panas dan lembap. Hasil evaluasi terapi menunjukkan adanya perbaikan yang bertahap dan konsisten, berkurangnya nyeri secara bertahap, membaiknya pola buang air besar, serta hilangnya rasa tidak tuntas setelah BAB pada sesi terapi akhir. Kata Kunci: Hemoroid, Terapi Akupunktur, Lembab Panas di Jiao Bawah.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026) Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026) Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue