cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Faktor-Faktor Pengetahuan Perawatan Kaki dengan Risiko Kejadian Luka Kaki Diabetes pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Khairul Bahri; Rizki Hidayat
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i4.8300

Abstract

ABSTRACT A frequent complication in diabetes mellitus is diabetic leg wounds. The incidence of diabetic foot injuries is still very high, not only in the world but also in Indonesia. As many as 90% of wounds due to neuropathy and infection are not handled properly. Lack of information on foot care knowledge is a major problem with foot injuries. Foot care is very effective in preventing the risk of diabetic foot injuries. The purpose of this literature study is to determine the factors of foot care care with the risk of diabetic foot injury incidence in patients with type 2 diabetes mellitus. The method in this study uses Systematics Review, through systematic tracing on 4 databases, namely Proquest, EBSCOHost, Scopus and Science Direct, published in 2015 – 2020. Of the 1,627 references that have been identified, 30 references have been examined in detail and carefully, out of these references, 17 research references were obtained that meet the inclusion and exclusion criteria, all of which are relevant to the variables in this systematic review.  Of the 17 references used, the results showed factors of foot care knowledge with the risk of incidence of diabetic foot injuries in patients with type 2 diabetes mellitus. Factors that can influence the level of knowledge in foot care with the risk of diabetic foot injuries are the level of education, a person's behavior, foot care carried out, family or partner support, education carried out, audio-visual media provided and health insurance. Factors that influence knowledge in carrying out foot care can prevent the occurrence of diabetic foot injuries and for subsequent research can examine related to the most influencing factors or other factors of the level of knowledge. This literature study shows that there is a relationship between factors of foot care knowledge and the risk of diabetic foot injuries.  Keyword:  Foot Care Knowledge, Diabetes Ulcer Risks, Diabetes Mellitus Type 2, Foot Care Practice. ABSTRAK Komplikasi yang sering terjadi pada diabetes mellitus adalah luka kaki diabetes. Angka terjadinya luka kaki diabetes masih sangat tinggi, tidak hanya di Dunia tetapi juga di Indonesia. Sebanyak 90% luka akibat neuropathy dan infeksi tidak tertangani dengan baik. Kurangnya informasi terhadap pengetahuan perawatan kaki menjadi masalah utama terjadinya luka kaki diebetes. Perawatan kaki sangat efektif dalam mencegah terjadinya risiko luka kaki diabetes. Tujuan studi literatur ini adalah mengetahui faktor-faktor pengetahaun perawatan kaki dengan risiko kejadian luka kaki diabetes pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode dalam penelitian ini menggunakan Sistematika Review, melalui penelusuran secara sistematis pada 4 database yaitu Proquest, EBSCOHost, Scopus dan Science Direct, dipublikasikan tahun 2015 – 2020. Dari 1,627 jumlah referensi yang telah diidentifikasi terdapat 30 referensi yang diperiksa dengan detail dan seksama, dari jumlah referensi tersebut didapatkan 17 referensi penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi, dimana seluruhnya relevan dengan variabel pada sistematik review ini.  Dari 17 referensi yang digunakan hasilnya menunjukkan faktor-faktor pengetahuan perawatan kaki dengan risiko kejadian luka kaki diabetes pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Faktor yang dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan dalam perawatan kaki dengan risiko luka kaki diabetes adanya tingkat pendidikan, perilaku seseorang, perawatan kaki yang dilakukan, dukungan keluarga ataupun pasangan, edukasi yang dilakukan, media audio visual yang diberikan dan asuransi kesehatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dalam melakukan perawatan kaki dapat mencegah terjadinya luka kaki diabetes dan untuk penelitian selanjutnya dapat meneliti terkait faktor yang paling mempengaruhi atau faktor lain dari tingkat pengetahuan. Studi literatur ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara faktor-faktor pengetahuan perawatan kaki dan risiko luka kaki diabetes. Kata Kunci: Pengetahuan Perawatan Kaki, Risiko Luka Diabetes, Diabetes Mellitus Tipe 2, Praktik Perawatan Kaki.
Pengaruh Mobilisasi Dini terhadap Proses Penyembuhan Luka pada Pasien Post Operasi Laparatomi di Rsud. Jend. Ahmad Yani Kota Metro Provinsi Lampung Rifki Adi Sugara; Aprina Aprina; Purwati Purwati
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i4.9550

Abstract

ABSTRAK World health organization (WHO) (2013), total penderita dengan kegiatan oprasi menembus angka kenaikan yang begitu penting. Pada tahun 2011 terdapat 140.000.000 penderita disemua rumah sakit mendunia, serta pada tahun 2012 kira-kira mengalami kenaikan menjadi 148.000.000 orang. Kegiatan oprasi di Indonesia pada tahun 2012 menembus 1.200.000 orang (WHO dalam Sartika, 2013). Tujuan dalam karya ilmiah ini yaitu melihat adakah pengaruh mobilisasi dini terhadap tahap pemulihan luka penderita setelah operasi laparatomi. Karya ilmiah ini memakai kuantitatif. non probability sampling ialah Teknik sampling yang dipakai dalam karya ilmiah ini. Besar sempel dalam karya ilmiah ini 30 responden yang terbagi menjadi 15 golongan kontrol serta 15 golongan intervensi. Analisis pada karya ilmiah ini memakai analisis univariat dan bivariat. Variabel independent dalam karya ilmiah ini ialah mobilisasi dini. Hasil penelitian menjelaskan bila nilai rata-rata tahap pemulihan luka pada golongan kontrol ialah 10.40, rata-rata tahap pemulihan luka pada golongan intervensi ialah 13.47. perbedaan nilai rata-rata tahap pemulihan luka responden setelah intervensi mobilisasi dini pada golongan intervesi yang diberikan mobilisasi dini ialah 11.07 sedangkan yang tidak diberi intervensi mobilisasi dini ialah 9.20. Nilai rata-rata tahap pemulihan luka setelah intervensi mobilisasi dini pada golongan intervensi yang diberikan mobilisasi dini adalah 13.4667 dan pada pengukuran skor rata-rata tahap pemulihan luka yang tidak diberi intervensi mobilisasi dini ialah 11.0667. Kesimpulan uji statistik memakai uji t dependen didapati p-value 0,000< (0,5), dengan demikian bisa dikatakan bila terdapat pengaruh mobilisasi dini mengenai tahap pemulihan luka. Kata Kunci: Post Operasi, Mobilisasi Dini, Penyembuhan Luka  ABSTRACT According to the World Health Organization (WHO) (2013), the total number of patients undergoing surgery is sufficient for a significant increase. In 2011 he had 140 million patients in all hospitals worldwide, and in 2012 that number increased to 148 million. His activity in Indonesia in 2012 reached 1.2 million (WHO in Sartika, 2013).This scientific study aims to determine the impact of early mobilization on the wound healing stage in patients after open surgery. Quantitative research. Non-probabilistic sampling is the sampling technique used in this study. This scientific study has a sample size of her 30 respondents divided into 15 control groups and 15 intervention groups. Univariate and bivariate analyzes are used in the analysis of this scientific study. The independent variable in this scientific study is initial mobilization.The results of this study explain  a mean wound healing score of 13.47 in the intervention group and a mean wound healing score of 10.40 in the control group. The mean difference in wound healing stage scores for respondents after the early mobilization intervention in the intervention group who received the early mobilization intervention was 11.07 compared to 9.20 for those who did not receive the early mobilization intervention. The intervention group with early mobilization had a mean wound healing stage of 13.4667 after the early mobilization intervention, and he measured a mean wound healing stage without the early mobilization intervention of 11.0667. Conclusions from statistical tests using dependent t-tests yielded p-values < 0.000. 0.000. (0.5), so it can be said that there is an effect of early mobilization of wound healing. Keywords: Post Operation, Early Mobilization, Wound Healing
Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas dengan Sikap Ibu dalam Perawatan Bayi Baru Lahir selama Pandemi Covid 19 di Wilayah Kerja Puskesmas Hilizalootano Debi Novita Siregar; Winda Sri Wahyuni; Windri Mutiara Matondang; Wira Putri Ros Hatuti Batee; Yanti Yanti; Windi Fadila
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i4.8385

Abstract

ABSTRACT According to the World Health Organization, Covid-19 is an infectious disease caused by a type of corona virus, corona virus is a group that can cause disease in animals or humans. The rapid increase in the number of cases per day in Indonesia requires the government to take steps to prevent the spread of the virus by social distancing. In mothers who cannot adapt to the changes that occur, it can cause psychological disorders, both mild and severe psychological disorders. This condition will also have an impact on mothers taking care of their newborn babies in this COVID-19 condition. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge of postpartum mothers and mothers' attitudes in caring for newborns during the Covid 19 pandemic in the Hilizalootano Health Center Work Area. Research results from 50 respondents, there are 7 (14%) respondents who have good knowledge, where 1 (9.0%) people are negative and 6 (15.3%) are positive. Then from 32 (64%) respondents who are knowledgeable enough and all respondents are positive and none of the respondents have a negative attitude. Then from 11 (22%) respondents who had less knowledge there were 10 (90.9%) respondents who had a negative attitude and there were 1 (9.0%) people who had a positive attitude, the results of the chi-square statistical test that had been carried out showed the Pvalue (> 0.05) is 0.000. The research hypothesis which states that there is a relationship between knowledge of postpartum mothers and mothers' attitudes in caring for newborns during the COVID-19 pandemic in the Hilizalootano Health Center Work Area. Conclusion Sufficient knowledge will have an impact on a person's attitude in doing all actions, one of which is the attitude of the postpartum mother in caring for newborns. Suggestion It is hoped that the entire community, especially postpartum mothers, is more active in seeking information about the Covid-19 pandemic and Health Officers are more active and clear in providing information about COVID-19. Keywords: Knowledge, Attitude, Postpartum, Newborn Care and Covid-19  ABSTRAK Menurut World Healt Organization Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis corona virus, corona virus adalah suatu kelompok yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Peningkatan jumlah kasus yang cepat perharinya di Indonesia mengharuskan pemerintah mengambil langkah untuk pencegahan penyebaran virus dengan social distancing. Pada ibu yang tidak dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dapat menimbulkan gangguang psikologi, baik gangguan psikologi ringan maupun berat. Kondisi ini juga akan berdampak pada ibu merawat bayi yang baru dilahirkannya pada kondisi covid-19 ini. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas Dengan Sikap Ibu Dalam Perawatan Bayi Baru Lahir Selama Pandemi Covid 19 Di Wilayah Kerja Puskesmas Hilizalootano. Hasl Penelitian dari 50 orang responden, ada sebanyak 7 (14%) orang responden yang berpengetahuan baik, dimana 1 (9.0%) orang bersikap negativf dan 6 (15,3%) orang bersikap positif.  Kemudaian dari 32 (64%) orang responden yang berpengetahuan cukup dan semua responden bersikap positif dan Tidak ada responden yang bersikap negative. Kemudian dari 11 (22%) orang responden yang memiliki pengetahuan kurang ada sebanyak 10 (90.9%) orang responden yang bersikap negative dan ada 1 (9,0%) orang yang bersikap positif, hasil uji statistic chi-square yang telah dilakukan menunjukkan nilai Pvalue (>0,05) yakni 0,000. Hipotesa penelitian yang menyatakan bahwa ada Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas Dengan Sikap Ibu Dalam Perawatan Bayi Baru Lahir Selama Pandemi Covid 19 Di Wilayah Kerja Puskesmas Hilizalootano. Kesimpulan Pengetahuan yang cukup akan berdampak pada sikap seseorang dalam melakukan segala Tindakan salah satunya adalah sikap ibu nifas tersebut dalam melakukan perawatan pada bayi baru lahir. Saran Diharapkan seluruh masyarakat khususnya Ibu nifas lebih aktif dalam mecari informasi tentang Pandemi covid-19 serta Petugas Kesehatan lebih aktif dan jelas dalam memberikan Informasi tentang covid-19.  Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Nifas, Perawatan Bayi Baru Lahir dan Covid-19
Riwayat Keluarga, Pola Makan dan Penggunaan Gadget Penyebab Kejadian Obesitas pada Remaja di SMP Negeri “X” Banjarmasin Siti Irma Nur Aina; Malisa Ariani; Fitri Yuliana
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i4.8222

Abstract

ABSTRACT Obesity is a nutritional disease that occurs at all ages including adolescents and is associated with factors that cause obesity such as family history, diet and use of gadgets. In 2020, the prevalence of obesity among adolescents in the world was 38.3 million. While in Indonesia, in 2020 there were 2 million obese adolescents and in South Kalimantan in 2018 there were 29.21%. This study aims to determine the correlation between genetics, dietary habits and use of gadgets with obesity levels in adolescents in state junior high school 11 Banjarmasin. This was a quantitative study with analytical observational cross-sectional study design. The population of this study was 438 students and a sample of 209 students with stratified random sampling technique. The data was collected using questionnaire which was including questions of height and weight measurements. The data was analyzed using the chi-square test. The incidence of obesity in adolescents experienced by 23 respondents and in family history there are 45%, the highest eating pattern is regular as much as 83.7% and almost all respondents use gadgets with high duration as much as 96.7% so that the p value >0.05 where the three variables include a family history of obesity 0.608, eating patterns with the incidence of obesity 1,000 and the use of gadgets with the incidence of obesity 0,563. There is no relationship between family history, diet and use of gadgets with the incidence of obesity in adolescents at SMP Negeri 11 Banjarmasin due to another phenomenon, namely there are 124 respondents who experience malnutrition. Keywords: Gadgets, Obesity, Dietary Habits, Teenagers  ABSTRAK Obesitas merupakan salah satu penyakit gizi yang timbul pada semua umur termasuk remaja dan berkaitan dengan faktor penyebab obesitas seperti riwayat keluarga, pola makan dan penggunaan gadget. Prevalensi obesitas remaja di dunia tahun 2020 terdapat 38,3 juta sedangkan di Indonesia ditahun 2020 terdapat 2 juta remaja obesitas dan di Kalimantan selatan tahun 2018 terdapat 29,21%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat keluarga, pola makan dan penggunaan gadget dengan tingkat obesitas pada remaja di SMP Negeri 11 Kota Banjarmasin. Jenis penelitian kuantitatif dengan observasional analitik desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 438 siswa dan sampel 209 siswa dengan teknik stratified random sampling menggunakan pengumpulan data kuesioner dan pengukuran tinggi badan dan berat badan serta melakukan analisis data menggunakan uji chi-square. Kejadian obesitas pada remaja terdapat 23 orang dan pada riwayat keluarga terdapat 45%, pola makan yang tertinggi ialah teratur sebanyak 83,7% dan hampir seluruh responden penggunaan gadget dengan durasi tinggi sebanyak 96,7% sehingga di dapatkan hasil p value >0,05 dimana pada tiga variabel tersebut meliputi riwayat keluarga dengan kejadian obesitas 0,608, pola makan dengan kejadian obesitas 1,000 dan penggunaan gadget dengan kejadian obesitas 0,563. Tidak adanya hubungan antara riwayat keluarga, pola makan dan penggunaan gadget dengan kejadian obesitas pada remaja di SMP Negeri 11 Banjarmasin akibat fenomena lain yaitu terdapat banyaknya responden yang mengalami gizi kurang terdapat 124 orang. Kata Kunci: Gadget, Obesitas, Pola Makan, Remaja
Literatur Review : Perbandingan Asupan Protein Hewani dan Protein Nabati pada Balita Stunting di Indonesia Vivi Indah Purnamasari; Fatmalina Febry
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i4.9000

Abstract

ABSTRACT Stunting is a condition in which children experience impaired growth as a result of chronic nutritional problems, namely lack of nutritional intake for a long time. This study aims to determine the comparison of intake of animal protein and vegetable protein in stunted toddlers. Literature review is conducted by searching, summarizing, and combining the core of several scientific sources that are accurate and valid from search databases such as Google Scholar and Garuda Portal. The literature searched for is limited from 2015 to 2022 with the keywords "Stunting". "Toddlers", "Animal Protein", "Vegetable Protein" both in Indonesian and English. Literature was analyzed using a matrix table. Stunted toddlers tend to consume vegetable protein compared to animal protein. Stunted toddlers consume vegetable protein because it is cheap, easy to get, area of residence, and parents income. Keywords: Stunting, Protwin Intake, Toddler, Animal Protein, Vegetable Protein ABSTRAK Stunting adalah suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan sebagai akibat dari masalah gizi kronis yaitu kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan asupan protein hewani dan protein nabati pada balita stunting. Tinjauan Literatur dilakukan dengan cara mencari, meringkas, serta menggabungkan inti dari beberapa sumber ilmiah yang akurat dan valid dari database pencarian seperti Google Scholar dan Portal Garuda. Literatur yang dicari dibatasi dari tahun 2015 sampai tahun 2022 dengan kata kunci "Stunting”. “Balita”, “Protein Hewani”, “Protein Nabati” baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa inggris. Literatur dianalisis dengan menggunakan tabel matriks. Balita stunting cenderung mengkonsumsi protein nabati dibandingkan dengan protein hewani. Balita stunting mengkonsumsi protein nabati diakarenakan harga yang murah, mudah didapatkan, wilayah tempat tinggal, dan pendapatan orang tua.  Kata Kunci: Stunting, Balita, Protein Hewani, Protein Nabati 
Study Deskriptif: Kajian Personal Hygiene Mahasiswa Program Kesehatan untuk Menghadapi Masa Endemi Covid-19 Nayla Kamilia Fithri; Rizki Amalia; Arga Buntara; Erlina Riyantiasis; Sartika Alifia
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i4.8310

Abstract

ABSTRACT Recently, the government has started calling for the transition to the COVID-19 endemic. The transition to endemic can be implemented if the public is aware and accustomed to independently implementing health protocols for themselves and their families. One of the things that you must get used to is doing good personal hygiene. Adolescents are an age group that is vulnerable to COVID-19 and transmits it to families at home in which there are vulnerable age groups such as the elderly. So it is important to apply personal hygiene practices to adolescents to face the transition period of the COVID-19 endemic. To to find out the personal hygiene practices of health program students during face-to-face lectures at the Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. The type of research used is descriptive analytic with a cross-sectional approach. The research sample amounted to 290  respondents, with the sampling technique carried out by convenience sampling by distributing online questionnaires for 30 days. There were 130 (48.7%) respondents who did not perform hygiene behavior well and 65 (22%) respondents never disinfect masks. Conclusion Most of the health students still do not practice good personal hygiene. The recommendation is to provide input to campusess and the local government to develop policies related to increasing understanding and monitoring in the educational environment in dealing with the learning process with new habits during the COVID-19 period. KeyWord: Students, Personal Hygiene, Survey  ABSTRAK Akhir-akhir ini masa transisi menuju Endemi COVID-19 sudah mulai diserukan oleh pemerintah, transisi menuju endemi dapat diterapkan jika masyarakat sudah dapat menyadari dan membiasakan secara mandiri untuk melakukan protokol kesehatan pada diri dan keluarga. Salah satu yag harus dibiasakan adalah melakukan personal higiene yang baik. Remaja adalah kelompok usia yang rentan untuk terkena COVID-19 dan menularkannya pada keluarga dirumah yang didalamnya ada kelompok usia rentan seperti lansia. Maka penting menerapkan praktik kebersihan diri pada remaja untuk menghadapi masa transisi endemi COVID-19.  Untuk mengetahui praktik personal hygiene  mahasiswa program kesehatan pada masa perkuliahan tatap muka secara langsung di Universitas Pembangunan Nasional Jakarta. jenis penelitian yang digunakan adalah  deskriptif kualitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 290 responden, dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara convenience sampling dengan menyebarkan kuesioner secara online selama 30 hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa 136 (47%) responden melakukan personal hygeine yang kurang baik dan 65 (22%) responden menjawab tidak mernah mendesinfektan masker sebelum dibuang. Sebagian besar mahasiswa kesehatan masih banyak yang tidak mempraktikan personal hygiene yang baik. Rekomendasinya adalah memberikan masukan kepada kampus dan pemerintah setempat untuk pengembangan kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan pemahaman dan monitoring dilingkungan pendidikan dalam menghadapi proses pembelajaran dengan kebiasaan baru pada masa COVID-19. Kata Kunci: Mahasiswa, Kebersihan Individu, Survei
Analysis of the Drug Management System at the Pharmacy Installation in the Hospital: a Literature Review Muji Mulyati; Henry Setyawan; Martini Martini
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i4.9552

Abstract

ABSTRACT The hospital is an individual health service facility as well as part of the health resources that are very much needed to support the implementation of health efforts. Hospitals must change the paradigm of hospital management towards a consumer perspective, employee empowerment and service quality improvement. One of the efforts to improve the quality of hospital health services can be done by paying attention to the drug management system in pharmaceutical installations. Drug management in hospitals is an important aspect of hospital management to support quality hospital services. This study aims to determine the drug management system in hospital pharmacy installations in Indonesia. This research is a literature review by searching electronic databases published 2017-2022 and meeting the inclusion criteria. Articles were taken from Scopus, Science Direct, ProQuest, SpringerLink, Google Scholar, Nature, JSTOR, and Emerald Insight databases with a total of 18 articles used. Based on the review of the journal, the results of eighteen articles showed that there were still deficiencies in the drug management system (planning, procurement, budgeting, storage and distribution) at pharmaceutical installations in hospitals and a solution had to be found immediately to improve the drug management system. Keywords: Pharmaceutical Installations, Drug Management System, Pharmaceutical Services
Hubungan Durasi Duduk Selama Pembelajaran Jarak Jauh dengan Low Back Pain dan Low Back Pain Disability Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu Dea Amalia Putri; Zayadi Zainuddin; Diah Ayu Aguspa Dita; Utari Hartati Suryani
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i4.8496

Abstract

ABSTRACT Low back pain ranks second in disease in Indonesia and globally the prevalence of low back pain reaches 15% - 45%. Medical students have a high risk of experiencing low back pain because they spend more than six hours a day sitting during lectures. Sitting for a long time without changing position causes the muscles and posterior longitudinal ligament to become more tense, and oxygenation to the discs and other tissues is disrupted, which can cause low back pain. This study used an observational analytic study with a cross-sectional approach. The research used a questionnaire which was distributed to all students of the Faculty of Medicine and Health Sciences, University of Bengkulu via Google form in May - June 2022. Sampling was carried out based on the total sampling technique. The number of research samples is 158 people. The relationship between the two variables was analyzed using chi square analysis. The results showed that the duration of sitting during distance learning had a significant relationship with low back pain with a significance value of 0.02 (p <0.05). The results of the study between the duration of sitting during distance learning and low back pain disability did not have a significant relationship with a significance value of 0.68 (p > 0.05). Sitting duration during distance learning is significantly associated with low back pain while sitting duration during distance learning does not have a significant relationship with low back pain disability. Keywords: Sitting Duration, Low Back Pain, Oswestry Disability Index (ODI).     ABSTRAK Low back pain  menduduki penyakit urutan kedua di Indonesia dan secara global prevalensi low back pain mencapai 15 % – 45 %. Mahasiswa fakultas kedokteran memiliki risiko tinggi mengalami low back pain dikarenakan menghabiskan waktu untuk duduk saat kuliah lebih dari enam jam dalam sehari. Duduk dalam waktu yang lama tanpa ada perubahan posisi menyebabkan otot dan ligamentum longitudinalis posterior menjadi lebih tegang, serta oksigenasi ke diskus dan jaringan lainnya terganggu sehingga dapat menyebabkan terjadinya nyeri punggung bawah. Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross – sectional. Penelitian menggunakan kuesioner yang dibagikan pada seluruh Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu melalui google form  pada bulan Mei – Juni 2022. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan teknik total sampling. Jumlah sampel penelitian adalah 158 orang. Hubungan kedua variabel tersebut dianalisis menggunakan analisis chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi duduk selama pembelajaran jarak jauh memiliki hubungan yang signifikan dengan low back pain dengan nilai signifikansi 0,02 (p < 0,05). Hasil penelitian antara durasi duduk selama pembelajaran jarak jauh dengan low back pain disability tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai signifikansi 0,68 (p > 0,05). Durasi duduk selama pembelajaran jarak jauh berhubungan secara signifikan dengan low back pain sedangkan durasi duduk selama pembelajaran jarak jauh tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan low back pain disability. Kata Kunci: Durasi Duduk, Low Back Pain, Oswestry Disability Index (ODI).
Analysis of The 1000 Hpk Program (First Day of Life) Towards Effort to Reduce Stunting at the Bangkalan District Health Center Ani Media Harumi; Novita Eka Kusuma Wardani; Siti Mar&#039;atus Sholikah
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i4.8242

Abstract

ABSTRACT Stunting is a thrive failure condition of under five children due to chronic malnutrition problem, especially in 1000 Days of Life (HPK). The condition of failure to thrive in children under five is caused by a lack of nutritional intake in a long time and the occurrence of repeated infections. In Indonesia, stunting is a serious problem and also the main nutritional problem that Indonesia is facing (Situation of Short Toddlers (Stunting) in Indonesia, 2018). If this problem is chronic, it will affect cognitive function, namely a low level of intelligence, and have an impact on the quality of human resources. Bangkalan Regency data in 2021 based on weighing month data in August 2021 the number of stunting was 2,287 people (4.9% prevalence) while SSGI data (Indonesian Nutritional Status Survey) stunting prevalence was 38.9% while East Java was 23.5%. Analyze the 1000 HPK Program (First Day of Life) Towards An Effort to Reduce Stunting at The Bangkalan District Health Center. This research method uses qualitative research with a phenomenological approach because This study aims to analyze 1000 HPK Program (First Day of Life) Towards an Effort to Reduce Stunting. Data collection was conducted using in-depth interviews with 10 informants divided into 5 coordinator midwives and 5 nutrition practitioners are worked at Bangkalan District Health Center and do FGD analysis for 5 Heads of Public Health Center and 2 Section Heads of Bangkalan District Public Health Office (Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan). The researcher found that there are Policies or regulations regarding The 1000 HPK Program and The Office of Population Control and Family Planning (Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana-DPPKB) as the policyholder. The source of funds from operational Public Health Center funds was allocated to undernourished, malnourished toddlers, and pregnant women with Chronic Energy Deficiency. The obstacle that occurred was from the health personnel ratio had not been able optimally to provide the effort to reduce stunting at The Bangkalan District Health Center. The resulting Survey by FGD analysis was there is The 1000 HPK Program to Reduce Stunting at The Bangkalan District Health Center and The Office of Population Control and Family Planning (Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana-DPPKB) as the policyholder. Keywords: The 1000 HPK Program (First Day Of Life), Stunting Reduction ABSTRAK Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang, dan kedua faktor penyebab ini dipengaruhi oleh pola asuh yang tidak memadai terutama dalam 1.000 HPK.Di Indonesia, stunting merupakan masalah serius dan juga merupakan masalah gizi utama yang sedang dihadapi (Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia, 2018). Bila masalah ini bersifat kronis, maka akan memengaruhi fungsi kognitif yakni tingkat kecerdasan yang rendah dan berdampak pada kualitas sumberdaya manusia. Data Kabupaten bangkalan pada tahun 2021 berdasarkan data bulan timbang bulan agustus 2021 jumlah stunting sebanyak 2.287 orang (prevalensi 4,9%) sedangkan data SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) prevalensi stunting sebesar 38,9% sedangkan Jawa Timur 23,5%. Menganalisis Program 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) Terhadap Upaya Penurunan Stunting di Puskesmas Wilayah Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi karena penelitian ini bertujuan untuk menangalisa kebijakan program 1000 HPK dalam upaya penurunan stunting. Peneliti mengumpulkan data dengan melakukan wawancara langsung secara mendalam kepada 10 orang informan yang terdiri dari lima bidan koordinator dan lima pelaksanan gizi di lima puskesmas di wilayah Kabupaten Bangkalan serta melakukan analisis FGD dengan lima kepala puskesmas dan dua orang kasi dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan. Bahwa ada Kebijakan atau Peraturan tentang program 1000 HPK dan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB sebagai pemegang kebijakan. Sumber dana berasal dari Dana operasional Puskesmas dan dialokasikan kepada Balita gizi kurang, gizi buruk dan Ibu hamil dengan KEK. Hambatan yang terjadi adalah rasio tenaga dan masyarakat tidak sesuai sehingga belum bisa memberikan pelayanan secara optimal dalam upaya penurunan stunting di puskesmas wilayah Kabupaten Bangkalan. Berdasarkan hasil wawancara dan analisis FGD diperoleh hasil bahwa ada program 1000 HPK, dalam upaya penurunan stunting di puskesmas wilayah Kabupaten Bangkalan. Dinas Pengendalian Penduduk dan KB sebagai pemegang kebijakan. Kata Kunci: 1000 HPK ( Hari Pertama Kehidupan), Penurunan Stunting
The Effectiveness of the Kangaroo Method and Cloth Swaddling to Increase the Body Temperature of Newborns Baby and Prevent Hypothermia Ni Putu Eka Budi Sulistiyawati; Ana Mariza; Sunarsih Sunarsih; Nita Evriana Sari
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i4.9186

Abstract

ABSTRACT The coverage of presentations of babies who received exclusive breastfeeding in Indonesia was 61.33%. The government has targeted the achievement of exclusive breastfeeding in Indonesia by 80%, but this has not been achieved until now. The purpose of this study was to determine the factors related to exclusive breastfeeding to infants aged 7 to 12 months. This type of research is quantitative Analytical Survey Design with a cross-sectional approach. The maternal population had babies aged 7-12 months 78 with the number of samples taken by 30 respondents carried out by accidental sampling from July to August. Questionnaire research instruments and data analysis using the pearson chi-square test. The results of moderate education of breastfeeding there are often 7 (23.3%) higher education breastfeeding not often 13 (43.4%), breastfeeding is often 10 (33.3%). Maternal age 20-35 years exclusive breastfeeding 5 (16.7%) not exclusive breastfeeding 14 (46.7%), age >35 years exclusive breastfeeding 8 (26.7%), non-exclusive breastfeeding 3 (10.0%). Not working breastfeeding is often 16 (53.3%), working mothers give breast milk not often 13 (43.3%), breastfeeding is often there as much as 1 (3.3%). Sources of information on breastfeeding are not often 2(6.7%), breastfeeding is often 8 (26.7%). p-value = 0.027(< α 0.05) there is an educational relationship, p-value = 0.000(< α 0.05) there is a relationship, p-value = 0.083(< α 0.05) there is a relationship of information sources, p-value = 0.201(< α 0.05) which means there is no relationship between MCH book users, p-value = 0.77(< α 0.05). There is no relationship of the role of health workers. In conclusion there is an influence of factors related to exclusive breastfeeding in infants. The researcher's advice provides further knowledge for mothers to still give breast milk rights to babies. Keywords: Exclusionary Breast Milk, Baby, Influencing Factors  ABSTRAK Cakupan presentasi bayi yang mendapat ASI eksklusif di Indonesia adalah sebesar 61,33%. Pemerintah telah menargetkan pencapaian ASI Ekslusif di Indonesia sebesar 80%, namun hal itu masih belum tercapai hingga saat ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI ekslusif kepada bayi usia 7sampai12 bulan. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif Rancangan Survei Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi ibu memiliki bayi usia 7-12 bulan 78 dengan jumlah sampel yang di ambil 30 responden dilakukan secara accidental sampling dari juli sampai agustus. Instrumen penelitian kuesioner dan analisis data menggunakan uji pearson chi-square. Hasil pendidikan sedang pemberian asi sering ada 7 (23,3%) pendidikan tinggi pemberian asi tidak sering 13 (43,4%), pemberian asi sering 10 (33.3%). Usia ibu 20-35 tahun asi ekslusif 5 (16,7%) tidak asi ekslusif 14 (46,7%), usia >35 tahun asi secara ekslusif 8 (26,7%), yang tidak asi ekslusif 3 (10,0%). Tidak bekerja pemberian asi sering 16 (53,3%), ibu bekerja memberikan asi tidak sering 13 (43,3%), pemberian asi sering ada sebanyak 1 (3,3%). Sumber informasi pemberian asi tidak sering 2(6,7%), pemberian asi sering 8 (26,7%). p-value = 0,027(< α 0,05) ada hubungan pendidikan, nilai p-value = 0,000(< α 0,05) ada hubungan, nilai p-value = 0,083(< α 0,05) ada hubungan sumber informasi, nilai p-value = 0,201(< α 0,05) yang artinya tidak ada hubungan antara pemanfaatn buku KIA, p-value = 0,77(< α 0,05) tidak ada hubungan peran petugas kesehatan. Ada pengaruh faktor yang berhubungan dengan pemberian asi ekslusif pada bayi. Saran peneliti memberikan pengetahuan lebih lanjut untuk ibu agar tetap memberikan hak asi pada bayi. Kata Kunci: ASI Ekslusi, Bayi, Faktor yang Mempengaruhi

Page 57 of 187 | Total Record : 1867


Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue